Anda di halaman 1dari 11

TUGAS 2 HIPERTENSI

Topik :

1. Menjelaskan Proses dan riwayat alamiah penyakit


2. Menjelaskan Faktor host dalam timbulnya suatu penyakit
3. Menjelaskan Faktor agen dalam timbulnya suatu penyakit
4. Menjelaskan Faktor lingkungan dalam timbulnya suatu penyakit

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Komunitas 1

Dosen pengampu : 1. Ani aulia ilmi, S.Kep.,M.Kep.,Ns.Sp.Kep.Kom

2. rasdiyanah, S.Kep.,M.Kep.,Ns.Sp.Kep.Kom

Oleh :

Riyadhatul jinan 70300117002

Nahda purna nugraha 70300117020

Wahdaniar 70300117024

Sri astia haris 70300117025

Fitri ramdayani 70300117034

Ade novira 70300117002

Marwani 70300117002

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

JURUSAN KEPERAWATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena berkat limpahan

rahmat, hidayah serta inayah-Nya makalah kami yang berjudul “Proses Alamiah Dan

Riwayat Penyakit Hipertensi” dapat terselsaikan. Tak lupa pula kita kirimkan shalawat serta

salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW sebagai sosok teladan bagi seluruh umat

islam.

Penyusunan makalah ini dalam rangka memenuhi kewajiban kami sebagai mahasiswa

untuk melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh dosen dan terus mencoba untuk

menimba ilmu. Oleh karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen yang

telah senantiasa memberikan bimbingan serta arahan kepada kami.

Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari bahwa makalah kami ini belum

sempurna dan tidak luput dari kesalahan. Kami dari tim penyusun mengharpkan kritik dan

saran sehingga kami dapat meminimalisir kesalahan. Kami juga berharap semoga apa yang

kami sajikan di makalah ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahua para pembaca.

Akhir kata sekian dan terima kasih.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Gowa, 27 November 2019

Penyusun
DAFTAS ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i


DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1

A. Latar Belakang ............................................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .......................................................................................................... 2

C. Tujuan Masalah .............................................................................................................. 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................. 3

A. Definisi HIV/AIDS ........................................................................................................ 3

B. Etiologi HIV/AIDS ........................................................................................................ 3

C. Patofisiologi HIV/AIDS................................................................................................. 4

D. Manifestasi klinis HIV/AIDS ........................................................................................ 5

E. Pemeriksaan Diagnostik HIV/AIDS ............................................................................. 6

F. Penatalaksanaan HIV/AIDS .................................................................................................. 7

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN ................................................................................ 11

A. Pengkajian ...................................................................................................................... 11

B. Diagnosa Keperawatan ................................................................................................... 11

C. Intervensi keperawatan ................................................................................................... 11

BAB IV PENUTUP .................................................................................................................. 8

D. Kesimpulan ..................................................................................................................... 15

E. Saran ............................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 16
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatan
tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penyakit ini adalah salah satu
penyakit yang sangat berbahaya.
Penderita hipertensi didunia saat ini diperkirakan menvapai lebih 800 juta orang.
Sebanyak 10-30% dari jumlah penduduk dewasa hampir disetiap negara. Berdasarkan
data Lancet (dalam McMarthey, 2010), jumlah penderita hipertensi diseluruh dunia terus
meningkat. Di India, penderita hipertensi, mencapai 60,4 juta orang pada tahun 2002 dan
diperkirakn 107,3 juta orang pada tahun 2025. Dicina, 98,5 juta orang dan bakal menjadi
151,7 juta orang pada tahun 2025. Dibagian lain Asia, tercatat 38,4 juta penderita
hipertensi pada tahun 2000 dan diperkirakan menjadi 67,4 juta orang pada tahun 2025.
Di Indonesia, mencapai 17-21% dari populasi penduduk dan kebanyakan tidak terdeteksi.
Di Indonesia banyaknya penderita hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4%
yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevelensi 6-15% pada orang dewasa, 50%
diantaranya tidak menyadari sebagaoi penderita hipertensi sehingga mereka cenderung
untuk menjadi hipertensi berat karna tidak menghindari dan tidak mengetahui resikonya,
dan 90% merupakan hipertensi esensial. Hari hipertensi didunua diperingati setiap
tanggal 17 Mei . Tanggal ini ditetapkan oleh WHO sejak 2005.
B. Tujuan

1. Untuk mengetahui Proses dan riwayat alamiah penyakit


2. Untuk mengetahui host dalam timbulnya suatu penyakit
3. Untuk mengetahui agen dalam timbulnya suatu penyakit
4. Untuk mengetahui Faktor lingkungan dalam timbulnya suatu penyakit
BAB II

KONSEP

A. Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah peningkatan tekanan systole, yang tingginya tergantung umu
individu yang terkena. Tekanan darah berfluktuasi dalam batas-batas tertentu, tergantung
posisi tubuh, umur, dan tingkat stress yang dialami.(dr. Jan Tambayong, 2000).
Seseorang dikatakan menderita hipertensi dan berisiko mengalami masalah kesehatan
apabila setelah dilakukan beberapa kali pengukuran, nilai tekanan darah tetap tinggi –
nilai tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau diastolic ≥90 mmHg. (Prasetyaningrum,
2014)
B. Proses Dan Riwayat Alamiah Penyakit
Secara umum, hipertensi tidak menunjukkan tanda-tanda yang khas. Perjalanan ini
berlangsung perlahan bahkan bisa bertahun-tahun tanpa disadari oleh penderita.
Seringkali kondisi tersebut baru diketahui secara tiba-tiba misalnya saat check up
kesehatan.

1. Tahap Pre-Patogenesa :
Pada keadaan ini penyakit belum ditemukan oleh karena pada umumnya daya tahan
tubuh pejamu masih kuat. Dengan perkataan lain seseorang berada dalam keadaan sehat.
2. Tahap Inkubasi
Perjalanan penyakit hipertensi sangat perlahan. Penderita hipertensi mungkin tak
menunjukkan gejala selama bertahun-tahun. Masa laten ini menyelubungi perkembangan
penyakit sampai terjadi kerusakan organ yang bermakna.
3. Tahap Penyakit Dini
Peningkatan tekanan darah merupakan satu-satunya tanda pada hipertensi ringan.
Bergantung pada tingginya tekanan darah gejala yang timbul dapat berbeda-beda,
hipertensi baru tampak bila telah terjadi komplikasi pada organ target/vital seperti ginjal,
jantung, otak, dan mata. Gejala seperti sakit kepala, epistaksis, pusing, marah, telinga
berdenging, kaku kuduk, migren, insomnia, mata berkunang-kunang, muka merah,
kelelahan, dan gelisah dapat ditemukan sebagai gejala klinis hipertensi.
4. Tahap Penyakit Lanjut
Gagal jantung, gangguan penglihatan, gangguan neurology, dan gangguan fungsi ginjal
paling banyak ditemukan pada hipertensi berat.
5. Tahap Akhir Penyakit :
Tahap Akhir Penyakit hipertensi : Komplikasi (infark miokardium, stroke,gagal ginjal.)
hingga mati.(Priyanto,2008)
C. Faktor Host Dalam Timbunya Suatu Penyakit

Host adalah manusia atau mahluk hidup lainnya, faktor host yang berkaitan dengan
terjadinya penyakit menular berupa umur, jenis kelamin, ras, etnik, anatomi tubuh,dan status
gizi. Faktor manusia sangat kompleks dalam proses terjadinya penyakit dan tergantung pada
karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing individu (Irwan, 2017). Faktor-faktor yang
dapat menimbulkan penyakit hipertensi pada Host (penjamu) :

1. Daya Tahan Tubuh Terhadap Penyakit


Daya tubuh seseorang sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi, aktifitas, dan
istirahat. Dalam hidup modern yang penuh kesibukan juga membuat orang kurang
berolagraga dan berusaha mengatasi stresnya dengan merokok , minum alkohol,
atau kopi sehingga daya tahan tubuh menjadi menurun dan memiliki resiko
terjadinya penyakit hipertensi.
2. Genetis
Para pakar juga menemukan hubungan antara riwayat keluarga penderita
hipertensi (genetik) dengan resiko untuk juga menderita penyakit ini.
3. Umur
Menyebabkan adanya perbedaan penyakit yang diderita seperti penyakit campak
pada anak-anak, penyakit kanker pada usia pertengahan dan penyakit
aterosklerosis pada usia lanjut.
Penyebaran hipertensi menurut golongan umur agaknya terdapat kesepakatan dari
para peneliti di Indonesia. Disimpulkan bahwa prevalensi hipertensi akan
meningkat dengan bertambahnya umur. Sebagai gambaran saja, berikut ini
dikutipkan salah satu hasil penelitian tentang penyebaran menurut umur tersebut
Prevalensi 6-15% pada orang dewasa. Prevalensi meningkat menurut usia. Sejalan
dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan
darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik
terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan
atau bahkan menurun drastis.
Tetapi di atas usia tersebut, justru wanita (setelah mengalami menapouse )
berpeluang lebih besar. Para pakar menduga perubahan hormonal berperan besar
dalam terjadinya hipertensi di kalangan wanita usia lanjut. Namun sekarang
penyakit hipertensi tidak memandang golongan umur.
4. Jenis Kelamin
Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995 menunjukkan prevalensi
penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi, yaitu 83
per 1.000 anggota rumah tangga.
Pada umumnya lebih banyak pria menderita hipertensi dibandingkan dengan
perempuan.

Wanita > Pria pada usia > 50 tahun

Pria > wanita pada usia < 50 tahun

5. Adat Kebiasaan
Kebiasaan- kebiasaan buruk seseorang merupakan ancaman kesehatan bagi orang
tersebut seperti:
a) Gaya hidup modern yang mengagungkan sukses, kerja keras dalam situasi
penuh tekanan, dan stres terjadi yang berkepanjangan adalah hal yang paling
umum serta membuat orang kurang berolagraga , dan berusaha mengatasi
stresnya dengan merokok, minum alkohol atau kopi, padahal semuanya
termasuk dalam daftar penyebab yang meningkatkan resiko hipertensi.
b) Indra perasa kita sejak kanak-kanak telah dibiasakan untuk memiliki ambang
batas yang tinggi terhadap rasa asin, sehingga sulit untuk dapat menerima
makanan yang agak tawar. Konsumsi garam ini sulit dikontrol, terutama jika
kita terbiasa mengonsumsi makanan di luar rumah (warung, restoran, hotel,
dan lain-lain).
c) Pola makan yang salah, faktor makanan modern sebagai penyumbang utama
terjadinya hipertensi. Makanan yang diawetkan dan garam dapur serta bumbu
penyedap dalam jumlah tinggi, dapat meningkatkan tekanan darah kerana
mengandung natrium dalam jumlah yang berlebih.
6. Pekerjaan
Stress pada pekerjaan cenderung menyebabkan terjadinya hipertensi berat. Pria
yang mengalami pekerjaan penuh tekanan, misalnya penyandang jabatan yang
menuntut tanggung jawab besar tanpa disertai wewenang pengambilan keputusan,
akan mengalami tekanan darah yang lebih tinggi selama jam kerjanya,
dibandingkan dengan rekannya mereka yang jabatan nya lebih “longgar”
tanggung jawabnya . Stres yang terlalu besar dapat memicu terjadinya berbagai
penyakit misalnya sakit kepala,sulit tidur, tukak lambung, hipertensi, penyakit
jantung, dan stroke.
7. Ras/Suku
Ras/Suku : Di USA, orang kulit hitam > kulit putih. Di Indonesia penyakit
hipertensi terjadi secara bervariasi.
D. Faktor Agen Dalam Timbulnya Suatu Penyakit
Agent adalah suatu substansi tertentu yang keberadaannya atau
ketidakberadaannya dapat menimbulkan penyakit atau mempengaruhi perjalanan
suatu penyakit. Untuk penyakit hipertensi yang menjadi agen adalah :
1. Faktor Nutrisi
a) Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, natrium memegang peranan penting
terhadap timbulnya hipertensi. Konsumsi natrium yang berlebih menyebabkan
konsentrasi natrium di dalam cairan ekstraseluler meningkat. Untuk
menormalkannya, cairan intraseluler ditarik ke luar, sehingga volume cairan
ekstraseluler meningkat. Meningkatnya volume cairan ekstraseluler tersebut
menyebabkan meningkatnya volume darah, sehingga berdampak kepada
timbulnya hipertensi.
b) Konsumsi garam dapur (mengandung iodium) yang dianjurkan tidak lebih dari
6 gram per hari, setara dengan satu sendok teh. Dalam kenyataannya,
konsumsi berlebih karena budaya masak-memasak masyarakat kita yang
umumnya boros menggunakan garam. Indra perasa kita sejak kanak-kanak
telah dibiasakan untuk memiliki ambang batas yang tinggi terhadap rasa asin,
sehingga sulit untuk dapat menerima makanan yang agak tawar.
c) Minuman berkafein dan beralkohol.Minuman berkafein seperti kopi dan
alkohol juga dapat meningkatkan resiko hipertensi
d) Juga terbukti adanya hubungan antara resiko hipertensi dengan makanan cepat
saji yang kaya daging. Makanan cepat saji juga merupakan salah satu
penyebab obesitas (berat badan berlebih ). Dilaporkan bahwa 60% penderita
hipertensi mempunya berat badan berlebih.
2. Faktor Kimia
Mengkonsumsi obat-obatan seperti kokain, Pil KB Kortikosteroid, Siklosporin,
Eritropoietin, Penyalahgunaan Alkohol, Kayu manis (dalam jumlah sangat besar).
3. Faktor Biologi
a) Penyebab tekanan darah tinggi sebagian besar diketahui, namun peniliti telah
membuktikan bahwa tekanan darah tinggi berhubungan dengan resistensi
insulin dan/ atau peningkatan kadar insulin (hiperinsulinemia). Keduanya
tekanan darah tinggi dan resistensi insulin merupakan karakteristik dari
sindroma metabolik , kelompok abnormalitas yang terdiri dari obesitas,
peningkatan trigliserid, dan HDL rendah (kolesterol baik) dan terganggunya
keseimbangan hormon yang merupakan faktor pengatur tekanan darah.
b) Walaupun sepertinya hipertensi merupakan penyakit keturunan, namun
hubungannya tidak sederhana. Hipertensi merupakan hasil dari interaksi gen
yang beragam, sehingga tidak ada tes genetik yang dapat mengidentifikasi
orang yang berisiko untuk terjadi hipertensi secara konsisten.
c) Dalam pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit ginjal, penelitian telah
menunjukkan bahwa tekanan darah di atas 130/80 mmHg harus dianggap
sebagai faktor resiko terjadi hipertensi.
4. Faktor Fisik
a) Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi
pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat.
b) Gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga) bisa memicu terjadinya
hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan
c) Berat badan yang berlebih akan membuat seseorang susah bergerak dengan
bebas. Jantungnya harus bekerja lebih keras untuk memompa darah agar bisa
menggerakkan berlebih dari tubuh terdebut. Karena itu obesitas termasuk
salah satu yang meningkatkan resiko hipertensi.

E. FAKTOR LINGKUNGAN DALAM TIMBULNYA SUATU PENYAKIT


Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada disekitar manusia serta pengaruh-
pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan manusia.
Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup misalnya gaya hidup kurang
baik seperti gaya hidupnya penuh dengan tekanan (Stres). Stres yang terlalu besar
dapat memicu terjadinya berbagai penyakit seperti hipertensi. Dalam kondisi tertekan
adrenalin dan kortisol dilepaskan ke aliran darah sehingga menyebabkan peningkatan
tekanan darah agar tubuh siap beraksi. Gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah
raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi
pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan.
Terdapatnya perbedaan keadaan geografis, dimana daerah Pantai lebih berisiko
terjadinya penyakit hipertensi dibading dengan daerah pegunungan, karena daerah
pantai lebih banyak terdapat natrium bersama klorida dalam garam dapur sehingga
Konsumsi natrium pada penduduk pantai lebih besar dari pada daerah pegunungan.
Penyakit hipertensi ditemukan di semua daerah di Indonesia dengan prevalensi
yang cukup tinggi. Dimana daerah perkotaan lebih dengan gaya hidup modern lebih
berisiko terjadinya penyakit hipertensi dibandingkan dengan daerah pedesaan.
Berikut ini adalah factor-faktor yang dapat menyebabkan obesitas menurut teori
HL Blum yaitu :
1. Faktor Genetik
Peneliti juga telah mengidentifikasi selusin gen yang mempunyai
kontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Walaupun sepertinya hipertensi
merupakan penyakit keturunan, namun hubungannya tidak sederhana.
Hipertensi merupakan hasil dari interaksi gen yang beragam, sehingga
tidak ada tes genetik yang dapat mengidentifikasi orang yang berisiko
untuk terjadi hipertensi secara konsisten.
Riwayat penyakit yang di derita, bagi keturunan penderita hipertensi Jika
ada anggota keluarga yang menderita penyakit hipertensi, walaupun belum
adanya tes genetik secara konsisten terhadap penyakit hipertensi tetaplah
berhati-hati. Karena dalam garis keluarga pasti punya struktur genetik
yang sama.
2. Faktor Perilaku
Faktor perilaku seperti misalnya gaya hidup kurang baik seperti
pengkonsumsian makanan cepat saji yang kaya daging dan minuman
bersoda, memiliki kadar kolesterol darah yang tinggi,Kegemukan
(obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), gaya hidup
stres,stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk
sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya
akan kembali normal.
Kebiasaan mengkonsumsi minuman berkafein dan beralkohol atau garam
dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang
memiliki kepekaan yang diturunkan. Serta kebiasaan merokok karena
rokok dapat meningkatkan risiko penyakit hipertensi.
3. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa
yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana
aktivitasnya), seperti Indra perasa kita yang sejak kanak-kanak telah
dibiasakan untuk memiliki ambang batas yang tinggi terhadap rasa asin,
sehingga sulit untuk dapat menerima makanan yang agak tawar. Konsumsi
garam ini sulit dikontrol, terutama jika kita terbiasa mengonsumsi
makanan di luar rumah (warung, restoran, hotel, dan lain-lain).
4. Faktor Pelayananan
Faktor pelayanan kesehatan adalah kurangnya pemberdayaan masyarakat
dalam usaha pencegahan penyakit hipertensi dengan pemeriksaan tekanan
darah secara teratur, kurangnya perencanaan program mengenai
pencegahan penyakit hipertensi dari provider (pelayanan kesehatan) di
puskesmas mengenai pencegahan penyakit hipertensi dengan pengaturan
pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup, kurangnya kerja
sama dengan berbagai sektor terkait guna pencegahan terjadinya penyakit
hipertensi, serta kurangnya penilaian, pengawasan dan pengendalian
mengenai program pencegahan penyakit hipertensi di Puskesmas.