Anda di halaman 1dari 55

i

MINI RISET DAN REKAYASA IDE

MATA KULIAH STUDI KELAYAKAN BISNIS

”FRANCHISE KIMBAB NARA (JAJANAN KHAS KOREA)”

Dosen Pengampu : Ainul Mardhiyah, S.P., M.Si.

HERIANTO GIRSANG (7163343010)

SYAHFITRI LAILA H. RAMBE (7163343026)

YOLANDA MONICA HALAWA (7163343029)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BISNIS

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kami rahmat kesehatan dan kesempatan. Sehingga kami bisa menyusun
atau menyelesaikan tugas Mini Research Studi Kelayakan Bisnis. Penulisan ini kami
sajikan secara ringkas dan sederhana sesuai dengan kemampuan yang kami miliki, dan
tugas ini disususun dalam rangka memenuhi tugas Mini Research pada mata kuliah
Studi Kelayakan Bisnis.

Dalam penyusunan tugas ini banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu
kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan
tugas ini, dan. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada pihak-
pihak yang telah membantu dan secara khusus saya berterimakasih kepada Ibu Ainul
Mardhiyah, S.P., M.Si selaku Dosen pengampun mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis
karena telah memberikan bimbinganya kepada kami untuk menyelesaikan tugas Mini
Research ini hingga selesai.

Medan, November 2019

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................... i


DAFTAR ISI............................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ................................................................................................. 2
1.3 Tujuan Penelitian ....................................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penelitian .................................................................................................... 3
BAB II KAJIAN TEORI ....................................................................................................... 4
2.1 Makanan Khas Cepat Saji Korea .............................................................................. 4
2.2 Aspek Pemasaran dan Pasar ..................................................................................... 5
2.3 Aspek Teknis ............................................................................................................ 7
2.4 Aspek Manajemen dan Organisasi ........................................................................... 8
2.5 Aspek Sumber Daya Manusia .................................................................................. 8
2.6 Aspek Keuangan ..................................................................................................... 13
2.7 Aspek Hukum ......................................................................................................... 24
2.8 Aspek Ekonomi dan Sosial ..................................................................................... 25
2.9 Aspek AMDAL ...................................................................................................... 34
BAB III METODOLOGI PENELITIAN .......................................................................... 39
3.1 Lokasi penelitian .................................................................................................... 39
3.2 Waktu Penelitian .................................................................................................... 39
3.3 Bentuk Penelitian.................................................................................................... 39
3.4 Sumber Data ........................................................................................................... 39
BAB IV PEMBAHASAN DAN RI ...................................................................................... 40
4.1 Aspek Pemasaran dan Pasar ................................................................................... 40
4.1.1 Analisis Pasar .................................................................................................. 40
4.1.2 Segmentasi dan Target .................................................................................... 40
4.2 Aspek Teknis .......................................................................................................... 40
4.3 Aspek Manajemen dan Organisasi ......................................................................... 41
4.3.1 Manajemen ...................................................................................................... 41
4.3.2 Organisasi ....................................................................................................... 45
4.4 Aspek Sumber Daya Manusia ................................................................................ 45

ii
4.5 Aspek Ekonomi dan Sosial ..................................................................................... 47
4.6 Aspek Keuangan ..................................................................................................... 47
4.7 Aspek Hukum ......................................................................................................... 47
4.8 Aspek AMDAL ...................................................................................................... 47
REKAYASA IDE .................................................................................................................. 48
BAB V PENUTUP................................................................................................................. 49
5.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 49
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 50
LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................................... 51

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat arus globalisasi sangat
mudah untuk menyebar dan masuk di berbagi belahan dunia. Seperti halnya dengan
Indonesia, banyak sekali berbaagai budaya yang masuk di Indonesia yang berasal dari
berbagi negara di dunia. Yang sedang hangat terjadi yaitu Budaya yang berasal dari
Korea Selatan. Baik itu berupa pakaian, musik, film, drama, makanan dan sebagainya.
Budaya mereka yang tengah disukai oleh para remaja dan dewasa membuat mereka
ada keinginan untuk mengetahui apa saja informasi yang dapat mereka dapatkan dari
negara itu.

Dalam hal makanan, mereka berusaha untuk mencari tahu, mencoba untuk mencicipi
bagaimana makanan yang mereka punya. Apakah makanan itu sesuia dengan lidah kita,
apakah kita menyukainya karena ketika kita melihat film yang berasal dari sana secara
otomatis hal-hal tersebut dapat memepngaruhi kita. Banyak kini di kota-kota besar
telah menjual dan membuaka berbagi restoran dan rumah makan korea, atau yang
bertema korea. Minat dan keinginan mereka menjadikan magnet tersendiri bagi para
pengusaha utuk membuka restoran ini.

Namun untuk beberapa daerah restoran dan rumah makan ini sangat sulit untuk
ditemukan, salah satunya di Kota Medan ini, banyak dari temapat makan atau cafe
hanya menyediakan beberapa menu dari keseluruhan menu mereka untuk makanan
korea ini. Karena tidak ada tempat makan yang mengkhususkan untuk jenis masakan
korea inilah pengusaha Kimbab Nara mempunyai pandangan untuk membuka jajanan
khas korea.

Hal ini Emilia pendiri Kimbab Nara di kota Medan pilih dikarenakan dulu untuk jenis
jajanana ini masih jarang dijumpai dikota Medan ini. pemilihan pada menu jajanan ini

1
dikarenakan untuk menu jenis makanan korea yang bervariasi itu membutuhkan biaya
yang cukup mahal. Sedangkan segmen pasar yang ada jika kita mematok harga yang
terlalu tinggi akan membuat masyarakat enggan untuk mencicipinya.

Emilia Kimbab Nara mengangkat usaha jajanan korea ini dikarenakan ada berbagai
faktor, yaitu karena ia mengaplikasikan resep dan makanan korea ini setelah
terinspirasi dari orang tua yang ada di korea dan mertua nya sendiri adalah pendiri
Kimbab Nara yang di Korea Selatan. Ia diajarkan mulai dari resep-resep racikannya
hingga cara dibutuhkan. Dari situlah Emilia punya usaha ini dimaksudkan agar
masyarakat bisa mendapatkan pilihan jenis jajanan yang bervariasi karena untuk
sejenis jajana hanya saya belum menjumpainya hanya beberapa menu dimasukkan di
cafe namun tidak mengkhususkan untuk menjual jajanan ini.

1.2 Identifikasi Masalah


Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Aspek-aspek pasar dan pemasaran French Fries Kimbab Nara
2. Aspek-aspek teknis atau operasi French Fries Kimbab Nara
3. Aspek-aspek manajemen dan organisasi French Fries Kimbab Nara
4. Apek-aspek sumber daya manusia French Fries Kimbab Nara
5. Aspek-aspek keuangan French Fries Kimbab Nara
6. Aspek-aspek ekonomi dan sosial French Fries Kimbab Nara
7. Aspek-aspek hukum French Fries Kimbab Nara
8. Aspek-aspek lingkungan French Fries Kimbab Nara

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek-aspek studi kelayakan bisnis di
Franchise Kimbab Nara.

2
1.4 Manfaat Penelitian

Dengan diadakannya penelitian pada masalah di atas, setidaknya mempunyai arti


penting bagi beberapa pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan, yaitu:

1. Bagi Dosen Universitas Negeri Medan, memperoleh masukan dan informasi akan
pentingnya prestasi sekaligus organisasi.
2. Bagi mahasiswa FE Unimed, memperoleh informasi yang berguna sebagai bahan
masukan dalam melaksanakan proses pembelajaran selanjutnya untuk
meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.
3. Bagi pembaca, memperoleh informasi dalam rangka menambah wawasan dan
masukan tentang pentingnya berorganisasi dan juga prestasi akademik.

3
BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Makanan Khas Cepat Saji Korea

Dapat diketahui Korea Selatan sangat populer sekali di luar negeri. Salah satunya
di Indonesia, beberapa tahun belakangan ini mulai banyak kalangan mahasiswa/i,
pelajar, hingga orang tua yang menyukai tentang Korea, mulai dari artis, film/drama,
K-pop, fashion hingga budaya. Masakan Korea termasuk salah satu dari budaya Korea.
Mungkin dari bentuknya yang unik, rasanya yang berbeda, dan warna yang menggoda
menimbulkan rasa penasaran.

Usaha masakan Korea adalah masakan tradisional yang didasarkan pada teknik dan
cara memasak orang Korea. Mulai dari kuliner istana yang lumayan banyak macamnya
sampai masakan khusus dari daerah-daerah serta perpaduan dengan masakan modern,
bahan-bahan yang digunakan serta cara penyiapannya sangat berbeda. Banyak sekali
usaha masakan Korea yang sudah mendunia. Masakan yang dijelaskan di sini sangat
berbeda dengan masakan yang disajikan dalam kuliner istana, yang sampai saat ini juga
dinikmati sebagian besar masyarakat Korea. Bahan dasar di masakan Korea sebagian
besar adalah beras, mi, tahu, sayuran, dan daging. Masakan tradisional Korea terkenal
akan sejumlah besar masakan sampingan (lauk) yang disebut Banchan (반찬) yang

dimakan bersama dengan nasi putih dan sup (kaldu).

Setiap hidangan dilengkapi dengan Banchan (반찬) yang cukup banyak Korea

adalah minyak wijen, bawang putih, bawang bombay, kecap asin, jahe, pasta cabai
yang biasanya disebut dengan Gochujang (고추장). Masyarakat Korea sendiri adalah

negara pengkonsumsi bawang putih terbesar di dunia, jadi masyarakat Korea jarang
sekali menggunakan bawang merah sebagai bahan dasar masakannya. Contoh
beberapa masakan Korea yang paling terkenal saat ini adalah Tteokpokki (떡볶이),

Kimchi (김치), Jjajangmyeon (짜장면), Bulgogi (불고기), Kimbap (김밥), Bibimbap

4
(비빔밥), dan lain-lain. Usaha jajanan korea ini merupakan sajian yang sangat identik

terkenal dikalangan masyaraat bagi pecinta korea.

2.2 Aspek Pemasaran dan Pasar


Kajian yang dibahas dalam aspek ini bersumber dari disiplin ilmu pemasaran.
Konsep dan teori yang digunakan untuk menelaah dan menganalisis kondisi bisnis
yang menjadi objek studi dalam aspek ini diambil dari marketing. Sebagaimana dalam
konsep marketing mix (8P bauran pemasaran sinergis), kegiatan pemasaran meliputi
product, place, price, promotion, positioning, process, physical evidence, and people,
yang akan dikaji dalam aspek pasar dan pemasaran. Ada perbedaan orientasi dalam
tujuannya. Kajian aspek pasar dan pemasaran bertujuan untuk mengetahui keadaan
objek di masa lalu dan saat ini, sedangkan tujuan pemasaran dalam ilmu marketing
adalah untuk mengendalikan pasar di waktu yang akan datang (market driven).
Materi yang akan dibahas dalam aspek ini, antara lain:
a. Permintaan
b. Penawaran
c. Proyeksi permintaan dan penawaran
d. Proyeksi penjualan
e. Produk (barang/jasa)
f. Analisis pesaing
g. Segmentasi pasar
h. Pemasaran dan implementasi strategi

Alat-alat bantu analisis yang akan digunakan, antara lain:


1. Analisis least square untuk membuat proyeksi tingkat permintaan dan
penawaran produk dari objek yang dikaji. Materi ini dapat dipelajari baik pada
mata kuliah/buku-buku statistics maupun operasional research.
2. Analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) untuk
mengkaji posisi usaha dan persaingan. Materi ini dapat dipelajari dan
diperdalam pada mata kuliah manajemen strategi.
3. Riset pemasaran (marketing research) yang bertujuan untuk mengetahui

5
apakah produk yang akan ditawarkan diminati calon konsumen. Riset ini
dapat dilakukan melalui tes produk, tes pasar, dan sebagainya.
4. Data yang diperlukan dalam mendukung analisis ini, antara lain:
a. Objek studi kelayakan pendirian usaha baru:
- Data permintaan dapat diperoleh secara langsung dari sumbernya,
yaitu calon konsumen. Calon konsumen adalah konsumen potensial
dan captive market. Pengumpulan data primer dapat dikumpulkan
melalui 3 teknik, yaitu (1) teknik questionair, yaitu teknik
pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan: menyebar
kuesioner yang berisi pertanyaan tentang kemauan dan daya minat
pasar potensial, mengumpulkannya kembali, dan mengolahnya untuk
kemudian menyimpulkan berapa persen yang berpeluang masuk
captive market dan riil market (market share) perusahaan; (2) teknik
observasi langsung, yaitu cara pengambilan data dengan menggunakan
mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut;
(3) teknik khusus, yaitu teknik pengumpulan data dengan metode
khusus disesuaikan dengan tujuan penggunaan dan objek studinya,
misalnya metode proyektif, metode sosiometri, content analysis, dan
sebagainya. Metode ini dapat diperdalam pada mata kuliah Metode
Penelitian.
- Data penawaran bersumber dari kuantitas produk sejenis baik yang
ditawarkan perusahaan lain melalui pendistribusian ke agen dan
distributor maupun jumlah produksi yang dihasilkan calon perusahaan
pesaing.
- Data pesaing dapat diperoleh dari survei langsung ataupun dari data
primer yang diperoleh dari instansi terkait. Misalnya, untuk
mengetahui jumlah produsen tahu dan tempe di suatu daerah, survei
dapat dilakukan ke dinas perindustrian setempat atau ke Koperasi
Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (KOPTI); untuk mencari data
tentang jumlah sekolah di daerah tertentu, survei dapat dilakukan ke

6
instansi yang memiliki data tersebut, yaitu dinas pendidikan.

b. Objek studi kelayakan pengembangan dan akuisisi:


Data permintaan dapat diperoleh dari data empiris (histories
penjualan sebuah perusahaan atas produk yang dikembangkan. Selain
itu, diperlukan juga data penjualan industri.

2.3 Aspek Teknis


Operasi/produksi dalam fungsi bisnis merupakan bagian yang sangat vital
karena hampir 50% lebih kegiatan bisnis tersita di sini. Proses menghasilkan produk
(barang/jasa) yang diawali dari pemilihan material dan berlanjut ke proses produksi
sampai menghasilkan output berupa barang/jasa akan dibahas dalam aspek ini.
Pembahasan dalam aspek ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan
mengevaluasi produk yang akan dihasilkan objek studi. Untuk menghasilkan produk
diperlukan langkah-langkah praoperasional, seperti desain, pemilihan dan penggunaan
material (bahan baku), kriteria dan spesifikasi kualitas, pemilihan perangkat teknologi,
mesin dan peralatan yang akan digunakan, proses produksi, pemilihan dan penentuan
lokasi pabrik/tempat usaha, serta layout pabrik/ruang. Analisis penanganan produk
pascaoperasi juga akan dikaji dalam aspek ini, yaitu dalam pengendalian kualitas.
Materi yang akan dibahas dalam aspek teknis dan teknologis, antara lain:
1) Desain produk
2) Spesifikasi bahan baku dan produk
3) Proses produksi
4) Lokasi perusahaan (pabrik)
5) Layout pabrik
6) Peralatan dan mesin yang digunakan
7) Layout mesin
8) Quality control

7
2.4 Aspek Manajemen dan Organisasi
Aspek ini berkaitan dengan aspek sebelumnya. Setelah mempelajari proses
produksi dari A sampai Z, lalu mendistribusikan produknya dengan menggunakan
strategi yang ditentukan, analis sudah mempunyai gambaran tentang bentuk organisasi
dan struktur yang dibutuhkan organisasi tersebut. Tujuan pembahasan aspek ini adalah
untuk mengkaji penentuan bentuk dan struktur yang tepat berdasarkan kebutuhan
dalam organisasi. Materi yang dibahas dalam aspek manajemen dan organisasi, antara
lain:

1) struktur organisasi perusahaan


2) job analysis
3) job description
4) kualifikasi tenaga kerja
5) proses rekrutmen
6) system pengembangandan kompensasi

2.5 Aspek Sumber Daya Manusia


Menghadapi era globalisasi ini banyak orang yang meramalkan apa yang akan terjadi
di masa yang akan datang, dimana pada masa mendatang akan membawa tantangan
dan kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi oleh masyarakat dan negara yang sedang
membangun ini. Walaupun masa mendatang membawa tantangan dan kesulitan, suatu
perusahaan tetap dituntut untuk efektif dalam pengelolaan perusahaannya, karena bila
tidak demikian perusahaan itu tidak dapat bersaing dengan perusahaan lain atau tidak
dapat mengikuti perubahan yang terjadi. Untuk menghadapi tantangan dan kesulitan
tersebut maka aset perusahaan yang paling berharga adalah sumber daya manusianya.
Sumber daya manusia ini berharga, bukan saja untuk tujuan perkembangan ekonomi,
tetapi untuk segala aspek perkembangan kehidupan.

Peranan dan tantangan manajemen sumber daya manusia terus berkembang dan
semakin hari semakin bertambah banyak, beraneka ragam, rumit, fleksibel dan penting
seiring dengan makin besarnya perusahaan, makin rumitnya tugas yang harus
dikerjakan, makin besarnya dampak lingkungan serta dinamikanya, makin luas dan

8
besar keterpaduannya dengan lingkungan dan makin besar ketidakpastian yang harus
dihadapi perusahaan. Pada saat ini pentingnya peranan manajemen sumber daya
manusia tercermin dari kebijaksanaan perusahaan untuk mengatur sumber daya
manusianya. Sehingga dapat berperan besar dalam bekerja sama dan mendukung
strategi perusahaan.

Proses untuk mendapatkan, menyeleksi, dan menempatkan tenaga kerja telah


menempati peran yang terpenting bagi perusahaan. Faktor manusia pada kenyataannya
tidak dapat disangkal lagi dan telah disadari merupakan faktor penentu bila dibanding
dengan segala alat pelengkap seperti uang, mesin dan sebagainya di dalam usaha-usaha
perusahaan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu,tenaga kerja yang cakap adalah
salah satu faktor penting bagi negara-negara yang sedang berkembang dan kurangnya
tenaga-tenaga yang cakap akan menghambat perkembangan tersebut.

Kekayaan yang paling berharga dalam suatu organisasi ialah Sumber Daya
Manusia (SDM). SDM merupakan investasi sangat berharga bagi sebuah organisasi
yang perlu dijaga. Setiap organisasi harus mempersiapkan program yang berisi
kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan profesionalisme SDM supaya
organisasi bisa bertahan dan berkembang sesuai dengan lingkungan organisasi. Untuk
mencapai produktivitas yang maksimum, organisasi harus menjamin dipilihnya tenaga
kerja yang tepat dengan pekerjaan serta kondisi yang memungkinkan mereka bekerja
optimal.

Rencana bisnis yang akan diimplementasikan melalui pembangunan proyek


bisnis secara rutin memerlukan kelayakan aspek SDM. Keberadaan SDM hendaknya
dianalisis untuk mendapatkan jawaban apakah SDM yang diperlukan untuk
pembangunan maupun mengimplementasian bisnis dapat dimiliki secara layak atau
sebaliknya.

Perencanaan SDM sangat perlu diterapkan dalam pembangunan sebuah proyek


bisnis,antara lain :

9
Perencanaan sumber daya manusia

Merupakan proses analisis dan identifikasi yang dilakukan organisasi terhadap


kebutuhan akan sumber daya manusia, sehingga organisasi tersebut dapat menentukan
langkah yang harus diambil guna mencapai tujuannya. Selain itu, pentingnya diadakan
perencanaan sumber daya manusia ialah organisasi akan memiliki gambaran yang jelas
akan masa depan, serta mampu mengantisipasi kekurangan kualitas tenaga kerja yang
diperlukan. Perencanaan SDM sering diartikan sebagai kegiatan penentuan kuantitas
dan kualitas Sumber Daya Manusia yang diperlukan oleh suatu organisasi pada masa
yang akan datang.. Perencanaan SDM atau tenaga kerja didefinisikan sebagai proses
menemukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut
agar pelaksanaannya berinteraksi dengan rencana organisasi. Perencanaan tenaga kerja
adalah proses peramalan, pengembangan pengimplementasian, dan pengontrolan yang
menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai
secara benar, dan waktu yang tepat yang sangat bermanfaat secara ekonomis.
Perencanaan ini dimaksudkan agar perusahaan dapat terhindar dari kelangkaan SDM
pada saat dibutuhkan maupun kelebihan sumber daya manusia pada saat kurang
dibutuhkan.

Memilih Manajer proyek

Manajer proyek merupakan salah satu anggota terpenting dari suat proyek. Manajer
proyek bertugas menjelaskan kepada organisasi dan kepada pihak luar perihal proyek
yang akan dibangun. Beberapa hal pokok dalam memilih manajer proyek :

Pemilihan Waktu

Waktu yang tepat untuk memilih seorang manajer proyek, yang harus secepatnya
dalam perencanaan proyek sehingga mereka akan lebih terikat untuk segera
merealisasikan proyek tersebut.

10
Kriteria Seleksi

Seorang pemimpin proyek perlu memiliki karakteristik yang dominan yang dapat
digolongkan dalam 5 kategori : Latar belakang dan pengalaman, kepemimpinan dan
keahlian strategis, kemampuan teknis, kemampuan kehumasan, dan kemampuan
manajerial.

Memilih Tim Proyek

Setelah manajer proyek dipilih, selanjutnya dipilih pula tim proyek. Memilih tim
proyek tergantung pada beberapa faktor dan hasil dari proyek yang diharapkan, dan
pekerjaan teknis yang harus dilakukan. Dengan perencanaan sumber daya manusia,
manfaat yang dapat diperoleh suatu organisasi adalah :

1. Dapat mengintegrasikan kegiatan manajemen sumber daya manusia dengan


tujuan o organisasi;

2. Dapat menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas;

3. Memudahkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi;

4. Menghindari kekurangan atau kelebihan karyawan;

5. Untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan mutasi;

6. Untuk dijadikan dasar dalam melakukan penilaian kinerja;

7. Menetapkan program penarikan, pengembangan, kompensasi, pemeliharaan, dan


pemberhentian karyawan

Syarat

Terdapat beberapa syarat untuk membuat sebuah perencanaan SDM yang baik, yakni:

1. Harus mengetahui secara jelas masalah yang direncanakannya.

2. Harus mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM dalam organisasi


tersebut secara lengkap.

11
3. HarusMempunyai pengalaman luas tentang analisis pekerjaan (job analysis), kondisi
organisasi, dan persediaan SDM.

4. Harus mampu membaca situasi SDM saat ini dan masa mendatang.

5. Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.

6. Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan pemerintah, khususnya yang


menyangkut tenaga kerja.

Langkah

Untuk sebuah perencanaan SDM yang baik, diperlukan tahapan-tahapan atau


langkah dasar yang harus ditempuh:

1. Mampu menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM.

2. Mengumpulkan data dan informasi yang lengkap mengenai SDM.

3. Mengelompokkan data dan informasi tersebut, kemudian menganalisisnya.

4. Menetapkan beberapa alternatif yang kira-kira sanggup ditempuh.

5. Memilih alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang ada.

6. Menginformasikan rencana terpilih kepada para karyawan agar direalisasikan.

Tiga Model Proses Perencanaan

1. Perencanaan dari atas kebawah, model ini adalah bahwa jumlah tenaga kerja
yang dibutuhkan telah disesuaikan dengan rencana menyeluruh dari perusahaan
baik jangka pendek maupun menengah dan jangka panjang,
2. Perencanaan dari ke bawah ke atas, model ini bermula dari kelompok kerja
yang terkecil yang menghasilkan taksiran kebutuhan pegawai untuk tahun

12
berikutnya dalam ranka mencapai target kerja yang telah ditetapkan. Jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan akan dapat diketahui setelah tenaga kerja yang
ada dihitung kapasitas kerja maksimalnya,
3. Ramalan, cara yang jelas untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja adalah
dengan meningkatkan pendayagunaan orang-orang yang sekarang ada.
Masalahnya sekarang adalah bahwa persediaan tenaga kerja itu tidak pernah
statis, tetap akan dipengaruhi oleh arus masuk seperti rekrutmen dan transfer
masuk dan arus keluar seperti penyusutan dan stranseper keluar. Untuk
mengetahui secara akurat catatan tentang tenaga kerja yang ada maka perlu
diketahui status pegawai seperti yang akan pensiun atau yang mengundurkan
diri, yang akan dipromosikan, yang akan melahirkan, dan yang akan cuti
panjang.

2.6 Aspek Keuangan


A. PENGERTIAN ASPEK KEUANGAN
Investasi yang dilakukan dalam berbagai bidang bisnis (usaha) sudah tentu
memerlukan sejumlah modal (uang),di samping keahlian lainnya. Modal yang
digunakan untuk membiayai suatu bisnis, mulai dari biaya prainvestasi, biaya
investasi dalam aktiva tetap, hingga modal kerja.
Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai
sumber dana yang ada. Sumber dana yang dicari dapat dipilih, apakah dengan cara
menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman (modal asing). Penggunaan
masing-masing modal tergantung dengan tujuan penggunaan modal, jangka waktu
serta jumlah yang diinginkan perusahaan. Masing-masing modal memiliki
keuntungan dan kerugian. Hal ini dapat dilihat dari segi biaya, waktu, persyaratan
untuk memperolehnya, dan jumlah yang dapat dipenuhi.
Masalah yang perlu memperoleh perhatian berkaitan dengan perolehan
modal adalah masa pengembalian modal dalam jangka waktu tertentu. Tingkat
pengembalian ini tergantung dari perjanjian dan estimasi keuntungan yang
diperoleh dari masa-masa mendatang. Estimasi keuntungan diperoleh dari selisih
pendapatan dengan biaya dalam suatu periode tertentu. Besar kecilnya keuntungan

13
sangat berperan dalam pengembalian dana suatu usaha. Oleh karena itu, perlu
dibuatkan estimasi pendapatan dan biaya sebelum usaha dijalankan. Semua itu
tentunya menggunakan asumsi-asumsi tertentu yang akhirnyaa akan dituangkan
dalam aliran kas (cash flow) perusahaan selama periode usaha.
Dengan dibuatnya aliran khas perusahaan, kemudian dinilai kelayakan
investasi tersebut melalui kriteria kelayakan investasi. Tujuannya adalah untuk
menilai apakah investasi ini layak atau tidak dijalankan dilihat dari aspek keuangan.
Alat ukur untuk menentukan kelayakan suatu usaha berdasarkan kriteria investasi
dapat dilakukan melalui pendekatan payback Periode (PP), Average Rate of Return
(ARR), Net Present Value (NPV), Iternal Rate of Return (IRR), Profitability Index
(PI), dan Break Event Point.
Khusus bagi perusahaan yang sudah ada sebelumnya dan hendak
melakukan ekspansi atau perluasan usaha, penilaian dapat pula dilakukan dari
laporan keuangan yang dimilikinya. Laporan keungan yang dinilai biasanya adalah
neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode. Metode penilaian yang
digunakan adalah dengan meggunakan rasio-rasio keuangan tertentu seperti rasio
likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, rasio rentabilitas, serta rasio keuangan
lainnya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aspek keuangan merupakan
aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Aspek ini sama pentingnya dengan aspek lainnya, bahkan ada beberapa pengusaha
menganggap justru aspek inilah yang paling utama untuk dianalisis karena dari
aspek ini tergambar jelas hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan,
sehingga merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti
kelayakannya.
Secara keseluruhann penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal
seperti :
1. Sumber-sumber dana yang akan diperoleh.
2. Kebutuhan biaya investasi.

14
3. Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk
jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi.
4. Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode kedepan.
5. Kriteria penilaian investasi.
6. Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.
B. SUMBER-SUMBER DANA

Untuk mendanai suatu kegiatan investasi, maka biasanya diperlukan dan ayang

relatif cukup besar. Perolehan dana dapat dicarin dari berbagai sumber dana yang

ada seperti dari modal sendiri atau dari modal pinjaman atau keduanya. Pilihan

apakah menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau modal gabungan

dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan

pemilik usaha. Pertimbangannya tidak lain adalah untung ruginya jika

menggunakan salah saatu modal atau dengan modal gabungan.

Setelah jumlah dana yang dibutuhkan diketahui, selanjutnya yang perlu

ditentukan adalah dalam bentuk apa dana tersebut didapat, yang jelas, yang akan

dipilih adalah sumber dana yang mempunyai biaya paling rendah dan tidak

menimbulkan masalah bagi perusahaan.

Penggunaan kedua jenis modal baik untuk modal investasi maupun untuk

modal kerja jelas berbeda. Dilihat dari segi sumber asalnya, modal dibagi dua

macam, yaitu :

1. Modal Asing (Modal Pinjaman)

Modal asing atau modal pinjaman merupakan modal yang diperoleh

dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh secara pinjaman.

Menggunakan pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan terkena beban

15
biaya, yaitu biaya administrasi, provisi, dan komisi, serta bunga yang besarnya

relatif. Kemudian adanya kewajiban untuk mengembalikan pinjaman setelah

jangka waktu tertentu sesuai perjanjian sebelumnya. Perolehan modal asing

juga relatif sulit karena diperlukan syarat-syarat tertentu sesuai dengan

kebijakan pemilik dana.

Keuntungan modal pinjaman adalah jumlahnya yang relatif tidak

terbatas, artinya tersedia dalam jumlah banyak. Disamping itu dengan

mengguynakan modal pinjaman biasanya timbul motivasi dari pihak

manajemen untuk sungguh-sungguh mengejakan usaha yang dijalankan.

Sumber dana modal asing dapat diperoleh antara lain dari :

a. Pinjaman dari dunia perbankan.

b. Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan modal ventura,

asuransi, leasing, dana pensiun, atau lembaga keuangan lainnya.

c. Pinjaman dari perusahaan nonbank.

2. Modal Sendiri

Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan

cara mengeluarkan saham baik secara tertutup atau terbuka. Tertutup artinya

hanya dari kalangan internal pemilik saham sebelumnya, sedangkan terbuka

dengan menjual saham kepada masyarakat luas.

Keuntungan menggunakan modal sendiri untuk membiayai sesuatu usaha

adalah tidak adanya beban bunga seperti modal pinjaman. Perusahaan hanya

berkewajiban membayar deviden.

Perolehan dana dari modal sendiri biasanya berasal dari :

16
a. Setoran dari pemegang saham.

b. Dari cadangan laba ;atau

c. Dari laba yang belum dibagi.

C. BIAYA KEBUTUHAN INVESTASI

Investasi adalah penanaman modal dalam suatu kegiatan yang memiliki jangka

waktu relatif panjang dalam berbagai bidang usaha. Jangka waktu investasi

biasanya lebih dari satu tahun, terutama digunakan untuk pembelian aktiva tetap.

Komponen yang terkandung dalam biaya kebutuhan investasi biasanya

disesuaikan dengan jenis usaha yang dijalankan. Secara garis besar biaya

kebutuhan investasi meliputi : biaya prainvestasi, biaya aktiva tetap, dan biaya

operasi.

Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi adalah sebagai berikut :

1. Biaya prainvestasi terdiri dari :

a. Biaya pembuatan studi

b. Biaya pengurusan izin-izin

2. Biaya pembelian aktiva tetap seperti :

a. Aktiva tetap berwujud antara lain : tanah, mesin-mesin, bangunan, perlatan,

inventaris kantor dan aktiva berwujud lainnya.

b. Aktiva tetap tidak berwujud antara lain : goodwill, hak cipta, lisensi, dan

merk dagang

3. Biaya operasional yang terdiri dari:

a. Upah dan gaji karyawan

b. Biaya listrik

17
c. Biaya telepon dan air

d. Niaya pemeliharaan

e. Pajak

f. Premi asuransi

g. Biaya pemasaran, dan

h. Biaya-biaya lainnya.

Sumber pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan investasi dapat digunakan

modal sendiri atau modal pinjaman atau kombinasi dari keduanya. Pembiayaan

untuk membeli aktiva tetap biasanya bersumber dari pinjaman jangka panjanga, hal

ini disebabkan aktiva tetap digunakan dalam jangka waktu relatif panjang pula,

sehingga pengembalian pinjamannya pun dapat dilakukan secara jangka panjang.

Adapun untuk biaya operasional biasanya digunakan pinjaman jangka pendek.

D. ARUS KAS (CASH FLOW)

Cash Flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam

suatu periode tertentu. Cash flow menggambar beberapa uang yang masuk ke

perusahaan dan jenis-jenis pemasukan tersebut. cash flow juga menggambarkan

berapa uang yang keluar serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan.

Laporan perubahan kas (cash flow statement) disusun untuk menunjukkan

perubahan kas selama satu periode tertentu serta memberikan alasan mengenai

perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan

penggunaan-penggunaannya. Pada saat kita menganalisis perkiraan arus kas di

masa datang, kita berhadapan dengan ketidakpastian. Akibatnya, hasil perhitungan

diatas kertas itu dapat menyimpang jauh dari kenyataannya. Ketidakpastian itu

18
dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk development proyek tersebut

dalam beroperasi untuk menghasilkan laba bagi perusahaan.

Jenis-jenis cash flow yang dikaitkan dengan suatu usaha terdiri dari :

1. Initial cash flow atau lebih dikenal kas awal yang merupakan pengeluaran

pada awal periode untuk investasi

2. Operasional cash flow merupakan kas yang diterima atau dikeluarkan pada

saat operasi usaha.

3. Terminal cash flow merupakan uang kas yang diterima pada saat usaha

tersebut berakhir.

E. KRITERIA PENILAIAN INVESTASI

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa untuk menentukan layak tidaknya

suatu investasi ditinjau bdari aspek keuangan perlu dilakukan dapat diukur dengan

beberapa kriteria. Setiap penilaian layak diberikan nilai yang standart untuk usaha

yang sejenis dengan cara membandingkan dengan rata-rata industri atau target yang

telah ditentukan.

Adapun kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatau

usaha atau investasi adalah :

1. Payback Period (PP)

2. Average Rate of Return (ARR)

3. Net Present Value (NPV)

4. Iternal Rate of Return (IRR)

5. Profitability Index (PI)

19
6. Serta berbagai rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan

profibilitas. Penggunaan rasio ini sebaiknya digunakan atas pemberian

pinjaman kepada usaha yang sudah pernah berjalan sebelumnya atau sedang

berjalan.

F. RASIO-RASIO KEUANGAN

Terkait dengan studi kelayakan bisnis, laporan keuangan digunakan untuk

menilai perusahaan yang sudah berjalan beberapa periode. Tujuananya adalah

untuk menilai apakah layak usaha baru tersebut dibiayai dan berapa besar

pembiayaan yang dibutuhkan. Dari laporan keuangan ini juga tergambar kinerja

manajemen masa lalu yang sekaligus merupakan gambaran kinerja kedepan.

Laporan yang disajikan akan dinilai melalui rasio-rasio keuangan yang ada,

sehingga akan mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya.

Dalam praktiknya, pembuatan laporan keuangan ditujukan untuk memnuhi

kepentingan berbagai pihak di samping pihak manajemen dan pemilik perusahaan

itu sendiri. Masing-masing pihak memiliki kepentingan dan tujuan tersendiri

terhadap laporan keuangan yang diberikan oleh perusahaan.

Adapun pihak yang berkepentingan terhadfap laporan keuangan perusahaan

sebagai berikut :

1. Kreditur

2. Pemegang Saham

3. Pemerintahan

4. Manajemen

20
5. Karyawan

Jenis-jenis Laporan Keuangan, Laporan keuangan yang disajikan haru sesuai

dengan pedoman yang telah ditetapkan. Artinya laporan keuangan dibuat sesuai

dengan standart yang telah ditentukan

1. Neraca

Neraca merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan

paa tanggal tertentu. Posisi keuangan dimaksudkan adalah posisi aktiva

(harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu perusahaan.

2. Laporan Laba/Rugi

Laporan Laba/Rugi merupakan laporan keuangan yang menggambarkan

hasil usaha dalam suatu periode tertentu

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang

berkaitan dengan kegiatan prusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau

tidak langsung terhadap kas.

G. PROYEKSI NERACA DAN LAPORAN LABA/RUGI

Disamping membuat cash flow prusahaan juga diminta untuk membuat

proyeksi laporan keuangannya utnuk beberapa periode (biasanya seumur proyek)

proyeksi laporan keuangan yang dibuat adalah neraca dan laporan laba/rugi.

Dari proyeksi neraca yang akan tergambar berapa harta perusahaan, baik harta

lancar, harga tetap, atau harga lainnya. Kemudian juga akan tergambar

berkewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang serta modal yang

21
dimiliki dari periode akan tergambar apakah ada perubahan dan kalau ada pos-pos

apa saja yang berubah, sehingga dapat dianalisis mengapa terjadi perubahan.

Untuk lebih memahami neraca dan laporan laba/rugi ada baiknya kita

mengulang kembali pengertian dan komponen-komponenapa saja yang terdapat

dalam dua laporan keuangan yaitu neraca (Income Statement) dan Laporan

laba/rugi.

H. PENGUKURAN DENGAN RASIO KEUANGAN

Agar laporan keuangan yang disajikan dapat diartiksn dari angka-angka yang

ada di laporan keuangan, maka perlu dianalisis. Alat analisis yang dapat digunakan

adalah rasio-rasio keuangan.

Rasio keuangan merupakan suatu cara yang membuat perbandingan data

keuangan perusahaan sehingga menjadi berarti. Rasio keuangan menjadi dasar

untuk menjawab beberapa pertanyaan penting mengenai keadaan keuangan suatu

perusahaan.dengan menganalisis laporan keuangan yang menggunakan alat-alat

ukur melalui rasio keuangan, maka seorang manajer bisa mengambil keputusan

mengenai keuangan perusahaan untuk masa yang akan datang.

Kriteria unuk menentukan apakah posisi keuangan suatu perusahaan sehat atau

tidak dapat diklasifikasikan menjadi lima macam rasio keuangan (Warsono,

2003:32) yaitu:

a. Rasio Likuiditas

Rasio-rasio likuiditas (liquidity ratio) adalah suatu rasio keuangan yang

menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban

jangka pendeknya. Rasio ini terdiri dari:

22
1. Current Ratio yaitu membandingkan antara total aktiva lancar dengan

kewajiban lancarnya.

2. Quick Ratio yaitu dihitung dengan mengurangkan persediaan dari

aktiva lancar dan kemudian membaginya dengan kewajiban lancar

b. Rasio Akivitas

Rasio aktivitas adalah rasio keuangan yang mengukur bagaimana

perusahaan secara efektif mengelola akiva-aktivanya. Rasio ini digunakan

untuk melihat seberapa besar tingkat aktiva tertentu yang diiliki perusahaan.

Rasio aktivitas dapat diukur dengan rasio inventori turnover/ ITO dan

perputaran aktiva total (Total asset turnover/ TATO)

 ITO yaitu dihitung dengan membagi penjualan dengan persediaan

 Total asset turnover mengukur perputaran dari semua aset perusahaan dan

dihitng dengan cara membagi penjualan dengan aktiva total.

c. Rasio Leverage / rasio Solvabilitas

Rasio leverage adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur hingga

sejauh mana aktivitas operasionl perusahaan dibiayai oleh hutang. Rasio

leverage dapat menggunakan dua ukuran, yaitu rasio utang terdapat ekuitas

(debt to equity ratio / DER)

 DR (Debt ratio) mngukur prosentase dana yang disediakan oleh kreditur

terhadap aktiva total yang dimiliki perusahaan.

 DER diukur dengan cara mebandingkan antara utang jangka panjang

(long term debt) perusahaan dengan modal ekuitas (stock equity)

d. Rasio Profitabilitas

23
Rasio profitabilitas mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam

menghasilkan keuntungan.

Untuk megukur profitabilitas suatu perusahaan dapat dilakukan dengan lima

macam rasio, yaitu gross profit margin, net operating profit mrgin, net profit

margin, return on investmen, return on equity.

 Gross profit margin merupakan perbandingan antara laba kotor dengan

penjualan.

 Net operating profit margin merupakan rasio perbandingan antara laba

operasi bersih (earning before interest and taxes / EBIT) dengan penjualan.

 Margin laba bersih (Net profit margin) merupakan rasio perbandingan

antara leba bersih Setelah pajak (earning after taxes / EAT).

 Rasio pengembalian atas ekuitas (ROE) mrupakan perbandingan antara

laba tersedia bagi para pemegang saham biasa (EACS), dengan ekuitas

saham (modal saham biasa).

2.7 Aspek Hukum


Bentuk dan struktur organisasi yang dibahas dan dianalisis pada aspek sebelumnya
dapat memengaruhi legalitas perusahaan. Struktur organisasi yang complicated dan
bagan organ berbentuk fungsional cenderung berbadan hukum perseroan terbatas.
Sebaliknya, untuk organisasi dengan struktur yang sederhana dan bagan organ
berbentuk datar (flat) lebih baik memilih badan hukum perseorangan. Ini berhubungan
dengan rentang manajemen dan sistem pendelegasian. Tujuan pembahasan aspek ini
adalah mencari bentuk badan hukum yang tepat untuk organisasi yang akan
didirikan/dikembangkan agar perusahaan dapat bergerak secara efisien dan efektif
dalam mencapai tujuannya. Untuk membahas aspek ini, materi yang akan dikaji, antara
lain:

24
1. Bentuk badan hukum perusahaan
2. Prosedur perizinan/legalitas
3. Lembaga/departemen/instansi yang terkait dengan perusahaan
4. Rencana anggaran dasar perusahaan

2.8 Aspek Ekonomi dan Sosial


A. PENGERTIAN ASPEK EKONOMI & SOSIAL

Setiap usaha yang dijalankan, tentunya akan memberikan dampak positif dan
negative. Dampak posittif dan negative ini akan dapat dirasakan oleh berbagai pihak,
baik bagi perusahaan itu sendiri, pemerintah, ataupun masyarakat luas. Dalam aspek
ekonomi dan social dampak positif yang diberikan dengan adanya investasi lebih
ditekankan kepada masyarakat khususnya dan pemerintah umumnya.

Bagi masyarakat adanya investasi ditinjau dari aspek ekonomi adalah akan
memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatannya. Sedangkan bagi
pemerintah dampak positif yang diperoleh adalah aspek ekonomi memberikan
pemasukan berupan pendapatan baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah.

Lebih dari itu yang terpenting adalah ada yang mengelola dan mengatur sumber
daya alam yang belum terjamah. Sebaliknya, dampak negative pun tidak akan terlepas
dari aspek ekonomi, misalnya pekerja dari luar daerah sehingga mengurangi peluang
bagi masyarakat sekitarnya.

Dampak positif dari aspek social bagi masyarakat secara umum adalah tersedianya
sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti pembangunan jalan, jembatan, listrik
dan sarana lainnya. Kemudian bagi pemerintah dampak negatif dari aspek social
adanya perubahan demografi di suatu wilayah, perubahan budaya dan kesehatan
masyarakat. Dampak negative dalam aspek social termasuk terjadinya perubahan gaya
hidup, budaya, adat istiadat dan struktur sosial lainnya.

25
Jadi, dalam aspek ekonomi dan social yang perlu di telaah apakah jika usaha atau
proyek dijalankan akan memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial kepada
berbagai pihak atau sebaliknya. Oleh karena itu, aspek ekonomi dan social ini perlu
dipertimbangkan, karena dampak yang akan ditimbulkan nantinya sangat luas apabila
salah dalam melakukan penilaian.

Diharapkan dari aspek ekonomi dan sosial, yanga akan dijalankan akan
memberikan dampak yang positif lebih banyak. Artinya, dengan berdirinya usaha atau
proyek secara ekonomi dan sosial lebih banyak memberikan manfaat di bandingkan
kerugiannya.

B. DAMPAK YANG TIMBUL

Secara garis besar dampak dari aspek ekonomi dengan adanya suatu usaha atau
investasi, misalnya pendirian suatu pabrik, antara lain :

1. Dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui :


a. Peningkatan tingkat pendapatan keluarga. Dengan adanya suatu investasi akan
memberikan peningkatan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang dapat
diterima bekerja di lokasi pabrik maupun mereka yang bekerja di luar lokasi
pabrik dengan cara berdagang atau lainnya.
b. Perubahan pola nafkah. Di beberapa wilayah kehadiran pabrik atau suatu usaha
akan mengubah pola hidup masyarakat. Misalnya, semula masyarakat hidup dari
pertanian, dengan kehadiran pabrik banyak yang beralih profesi menjadi
karyawan pabrik.
c. Adanya pola nafkah ganda. Bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha di samping
tetap mempertahankan pekerjaan semula seperti bertani, mereka juga bekerja
sebagai karyawan, sehingga memperoleh penghasilan ganda.
d. Tersedianya jumlah dan ragam produk barang dan jasa di masyarakat, sehingga
masyarakat punya banyak pilihan untuk produk yang diinginkan. Banyaknya
ragam produk dan jasa pada akhirnya akan meningkatkan kemasan, harga, mutu

26
produk dan jasa, sehingga hal ini juga berpengaruh terhadap harga jual di
pasaran.
e. Membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus mengurangi
pengangguran, karena setiap proyek/usaha baru yang didirikan pasti akan
membutuhkan tenaga kerja tambahan dan hal ini tentu saja akan membuka
peluang bagi tenaga kerja yang belum mendapatkan pekerjaan atau masih
menganggur.
f. Tersedianya sarana dan prasarana dengan dibukanya suatu proyek atau usaha
dapat pula memberikan fasilitas bagi masyrakat luas maupun pemerintah seperti
dibangunnya :
. jalan raya
. listrik
. telpon
. sekolah
. sekolah
. rumah ibadah
. pusat perbelanjaan
. sarana hiburan
2. Menggali, mengatur dan menggunakan ekonomi sumber daya alam melalui :
a. Pemilikan dan penguasaan sumber daya alam yang teratur, artinya kepemilikan
diatur berdasarkan luas lahan, jangan sampai masyrakat kehilangan kesempatan.
Demikian pula dengan penguasaan sumber daya alam juga diatur sedemikian
rupa.
b. Penggunaan lahan yang efesien dan efektif, penggunaan lahan yang benar-benar
memberikan manfaat kepada berbagai pihak.
c. Peningkatan nilai tambah sumber daya alam.
d. Peningkatan sumber daya alam lainnya yang belum terjamah, terutama untuk
wilaya-wilayah yang masih terisolasi.
3. Meningkatkan perekonomian pemerintah baik local maupun regional melalui :
a. Menambah peluang dan kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat.

27
b. Memberikan nilai tambah proses manufaktur.
c. Menambah jenis dan jumlah aktivitas ekonomi nonformal di masyarakat.
d. Pemerataan pendistribusian pendapatan.
e. Menimbulkan efek ganda ekonomi.
f. Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
g. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
h. Menambah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di daerah tertentu.
i. Menyediakan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan masyarakat.
j. Menghemat devisa apabila produk dan jasa yang dihasilkan dapat mengurangi
pemakaian impor dan jasa dari luar negeri.
k. Memperoleh pendapatan beruoa pajak dari sumber-sumber yang dikelola oleh
perusahaan, baik dari perndapatan penjualan maupun dari pajak lainnya.
Meningkatkan devisa Negara, jika produk atau jasa yang akan di produksi di buat
untuk diekspor, baik untuk bahan baku maupun bahan jadi.
4. Pengembangan daerah
a. Meningkatkan pemerataan pembangunan (dengan prioritas pembangunan di
daerah tertentu). Biasanya untuk proyek-proyek tertentu pemerintah menetapkan
wilayah atau daerah tertentu yang hanya di buka. Dengan tujuannya adalah untuk
pemerataan pembangunan dan pembukaan wilayah yang selama ini terisolasi di
seluruh wilayah Indonesia.
b. Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, di mana setiap adanya proyek
baru biasanya berdatangan tenaga kerja dari berbagai wilayah.
c. Terbuka lingkunagn pergaulan dengan adanya pembukaan suatu wilayah, tentu
akan mengundang pendatang dari daerah lain, sehingga dengan demikian
dapatlah terbina lingkungan pergaulan antar berbagai suku bangsa yang ada di
Indonesia.
d. Membuka isolasi wilayah dan cakrawala bagi penduduk. Daerah yang tadinya
terpencil akan menjadi terbuka, begitu pula penduduk di sekitarnya menjadi lebih
mengenal lingkungan sekitarnya sehingga membuka cakrawalanya.

28
Sedangkan dampak social dengan adanya suatu proyek atau investasi antara lain
meliputi :

1. Adanya perubahan demografi melalui terjadinya :


a. Perubahan struktur penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, mata
pencaharian, pendidikan dan agama.
b. Perubahan tingkat kepadatan penduduk.
c. Pertumbuhan penduduk, tingkat kelahiran, tingkat kematian bayi, dan pola
migrasi.
d. Perubahan komposisi tenaga kerja baik tingkat partisipasi angkatan kerja maupun
tingkat pengangguran.
2. Perubahan budaya yang meliputi terjadinya :
a. Kemungkinan perubahan kebudayaan melalui perubahan adat istiadat, nilai dan
norma budaya setempat.
b. Terjadinya proses sosial baik proses asosiatif / kerja sama, proses di sosiatif
konflik social, akulturasi, asmilasi dan intergrasi maupun sosial lainnya.
c. Perubahan pranata social / kelembagaan masyarakat di bidang ekonomi seperti
(hak ulayat), pendidikan, agama dan keluarga.
d. Perubahan warisan budaya seperti perusahaan situs purbakala maupun cagar
budaya.
e. Perubahan pelapisan sosial berdasarkan pendidikan, ekonomi, pekerjaan dan
kekuasaan.
f. Perubahan kekuasaan dan kewenangan melalui kepemimpinan formal dan
informal, mekanisme pengambilan keputusan di kalangan individu yang dominan,
pergeseran nilai kepemimpinan.
g. Perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha dan/atau
kegiatan.
h. Kemungkinan terjadinya tingkat kriminalitas dan konflik antara warga asli dengan
pendatang.
i. Perubahan adaptasi ekologis.

29
3. Perubahan kesehatan masyarakat meliputi terjadinya :
a. Perubahan parameter lingkungan yang di perkirakan terkena dampak rencana
pembangunan dan berpengaruh terhadap kesehatan.
b. Perubahan proses dan potensi terjadinya pencemaran.
c. Perubahan potensi besarnya dampak timbulnya penyakit, seperti peningkatan
angka kesakitan dan angka kematian.
d. Perubahan karakteristik spesifik penduduk yang berisiko terjadi penyakit.
e. Perubahan sumber daya kesehatan masyarakat.
f. Perubahan kondisi sanitasi lingkungan.
g. Perubahan kondisi gizi masyarakat.
h. Perubahan kondisi lingkungan yang dapat mempermudah proses penyebaran
penyakitnya.
Dapat disimpulkan bahwa dalam aspek ekonomi komponen yang penting untuk
ditelaah di antaranta :
1. Ekonomi rumah tangga (tingkat pendapatan, pola nafkah dan pola nafkah ganda).
2. Ekonomi sumber daya alam (pola pemilikan dan penguasaan sumber daya alam,
pola penggunaan lahan, nilai tanag sumber daya alam dan sumber daya alam
lainnya).
3. Perekonomian local dan regional (kesempatan kerja dan berusaha, memberikan
nilai tambah dan proses manufaktur, jenis dan jumlah aktivasi ekonomi nonformal,
distribusi pendapatan, efek ganda ekonomi, Produk Domestik Regional Bruti
(PDRB), Pendapatan Asli Daerah (PAD), pusat-pusat pertumbuhan ekonomi,
fasilitas sosial, aksesibilitas wilayah).
4. Pengembangan wilayah
Sedangkan komponen sosial yang penting untuk di telaah di antaranya meliputi :
1. Komponen Demografi
2. Komponen Budaya
3. Kesehatan Masyarakat

C. PENINGKATAN PENDAPATAN NASIONAL

30
Ditinjau dari aspek ekonomi salah satu kelayakan usaha atau dapat dilihat dari
kemampuan investasi tersebut dalam meningkatkan pendapatan nasional atau daerah
melalui peningkatan PDB dan PAD. Artinya, dengan adnya investasi akan berpengaruh
terhadap peningkatan pendapatan secara nasional dan pendapatan daerah di mana
investasi tersebut dilakukan. Kemudian kelayakan lain adalah naiknya income per
capita masyarakat melalui peningkatan pendapatan seiring dengan tumbuhnya sector
ekonomi demikian pula sebaliknya.
Untuk menghitung Pendapatan Nasional dapat dilakukan melalui 3 pendekatan, yaitu :
1. Pendekatan produksi (production approach)
2. Pendekatan pengeluaran (expenditure approach)
3. Pendekatan pendapatan (income approach)
Yang dimaksud pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah nilai seluruh
barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara dalam satu tahun tertentu. Cara
menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah dengan
menjumlahkan nilai tambah yag diwujudkan oleh berbagai lapangan usaha (sector
ekonomi) dalam perekonomia.
Pada umumnya pangan usaha (sector ekonomi) untuk menghitung pendapatan nasional
ada 11 sektor, yaitu :
1. Kemudian, yang Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan.
2. Pertambangan dan penggalian.
3. Industry pengelolaan.
4. Listrik, jasa dan iar minum.
5. Bangunan.
6. Perdagangan, hotel dan restoran.
7. Pengangkutan dan komunikasi.
8. Bank dan lembaga keuangan lainnya.
9. Sewa rumah.
10. Pemerintah dan pertahanan.
11. Jasa-jasa lainnya.

31
dimaksud pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran adalah
pendapatan nasional yang dihitung dengan menjumlahkan pengeluaran yang di
lakukan oleh berbagai golongan masyarakat dalam perekonomian.
Pengeluaran dimaksud adalah :
1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga
2. Pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah.
3. Pengeluaran pengusaha untuk investasi.
4. Ekspor impor.
Selanjutnya, yang dimaksud pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan
adalah pendapatan nasional yang dihitung dengan menjumlahkan balasan jasa yang
diterima oleh factor produksi. Jenis-jenis pendapatan yang di terima yaitu :
1. Gaji dan upah
2. Sewa, bunga dan pendapatan lainnya.
3. Pajak tidak langsung
4. Penyusutan
5. Laba (keuntungan)
Dalam praktiknys, pendapatan nasional di Negara maju biasanya menggunakan
pendekatan pengeluaran dan pendapatan. Sedangkan di Negara yang sedang
berkembang menggunakan pendekatan produksi dan pengeluaran. Metode atau
pendekatan mana yang digunakan tergantung pada mudah tidaknya memperoleh data
di lapangan dan tingkat validitas data tersebut.
Dengan metode perhitungan seperti yang tekah dikemukakan, maka kegiatan
proyek atau investasi yang dilaksanakan dapat diketahui sumbangan atau perannya
dalam pendapatan nasional, seperti meningkatnya produksi/output di berbagai sector,
di mana investasi tersebut ditanam pada khususnya dan sector lain pada umumnya.
Dari segi pendapatan, dengan adanya investasi tersebut dapat dihitung seberapa
besar peningkatan pendapatan yang diterima oleh berbagau golongan masyarakat,
sehingga dapat meningkatkan tingkat kesejahteraannya. Begitu juga disisi pengeluaran
yang dilakukan oleh berbagai golongan masyarakat, sehingga dapat mendongkrak
multiplier effect kegiatan perekonomian lainnya.

32
Untuk memudahkan pemahaman perhitungan pendapatan nasional akan diberikan
kasusu berikut ini. Sebagai contoh, PT Bedelew Sew ingin melaksanakan investasi di
bidang hutan tanaman industry di kabupaten Belitung, Provinsi Babel, dengan areal
seluas 76.000 ha. Dari investasi diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan atau
penghasilan masyarakat sebagai berikut :
Table 7.1 Komponen Pendapatan Nasional
Komponen Pendapatan Tahap Pembangunan Tahap Produksi
Nasional (Rupiah/th) (Rupiah/th)
1. Gaji 2.351,30 3.476,70
2. Upah 940,50 12.420,50
3. Pajak 0 13.200,00
4. Penyusutan 1.145,20
5. Laba setelah 0 30.116,00
pajak
Total Pendapatan 4.437,00 61.653,50
Nasional

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa sumbangan proyek atau investasi hutan tanaman
industri yang dilaksanakan oleh PT Bedelew Sew sebesar Rp. 4.437.000/tahun pada
tahap pembangunan tanaman dan meningkat lagi menjadi Rp 61.653.000,00/tahun
pada tahap mantap atau produksi, sehingga bias disimpulkan bahwa dari segi
peningkatan pendapatan daerah proyek atau usaha tersebut layak untuk dilaksanakan.
Cara perhitungan pendapatan nasional bagi dunia usaha untuk pertanian X.
Table 7.2 Perhitungan Laba/Rugi Usaha Pertanian
output Penghasilan
Hasil penjualan Biaya produksi
( Beras dan Jagung ) Rp
1.000 Upah Rp 800,-

33
Sewa Rp 100,-
Bunga Rp 25,-
Keuntungan Rp 75,-
Total Rp Total pendapatan nasional Rp 1.000,-
1.000

Table di atas menggambarkan output yang dihasilkan oleh suatu usaha


pertanian X dan biaya produksi yang harus dikeluarkannya.
Table 7.3 Neraca Pendapatan Nasional
Arus Perputaran Modal Arus Perputaran Penghasilan
Hasil penjualan
Output akhir Upah 10 x Rp 800 = Rp
10 x Rp.1.000 = Rp 10.000 Sewa 8.000,-
Bunga 10 x Rp 100 = Rp
Keuntungan 1.000,-
10 x Rp 25 = Rp
250,-
10 x Rp 75 = Rp
750,-
Total Rp 10.000 Total pendapatan nasional Rp 10.000,-

Table di atas menggambarkan 10 petani yang serupa. Jadi semakin banyak


petani maka semakin meningkat pendapatan nasional.

2.9 Aspek AMDAL


2.9.1 Analisis AMDAL

Analisis Dampak Lingkungan sudah dikembangkan oleh beberapa negara maju sejak
tahun 1970 dengan nama Environmental impact analysis atau environmental impact

34
Assesment yang keduanya disingkat EIA. AMDAL diperlukan untuk melakukan suatu
studi kelayakan dengan dua alasan pokok, yaitu:

1. Karena undang – undang dan peraturan pemerintah menghendaki demikian.


Jawaban ini cukup efektif untuk memaksa para pemilik proyek yang kurang
memperhatikan kualitas lingkungan dan hanya memikirkan keuntungan
proyeknya sebesar mungkin tanpa menghilangkan dampak samping yang timbul.
2. AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak rusak dengan
beroperasinya proyek – proyek poroduksi. Manusia dalam usahanya untuk
memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan melakukan aktivitas yang
makin lama makin mengubah lingkuangannya.Pada awalnya perubahan
lingkungan itu belum menjadi masalah,tapi seteleh perubahan itu menjadi di luar
ambang batas,maka manusia tidak dapat mentolerir lagi perubaahan yang
merugikan itu. Pemrakarsa proyek harus membuat AMDAL dengan konsekuensi
ia harus mengeluarkan biaya.Tanggung jawab penyelenggara Amdal ini buksn
berarti harus diemban pemrakarsa proyek itu sendiri.Ia dapat menyerehkan
penyelenggaraan ini kepada konsultan swasta atau pihak lain atas dasar saran dari
pemerintah. Namun, pemrakarsa proyek tetap sebagai pihak yang bertanggung
jawab,bukan pihak konsultan swasta pembuat AMDAL tersebut.

2.9.2 KEGUNAAN AMDAL

AMDAL bukan suatu proses yang berdiri sendiri melainkan bagian dari proses
AMDAL yang lebih besar dan penting,menyeluruh dan utuh dari perusahaan dan
lingkungannya,sehingga AMDAL dapat dipakai untuk mengelola dan memantau
proyek dan lingkuangannya deengan menggunakan dokumen yang benar.
Selanjutnya,beberapa peran AMDAL dijelaskan sebagai berikut :

 Peran AMDAL dalam pengelolaan lingkuangan.Aktivitas pengelola lingkungan


baru dapat dilakukan apabila rencana pengelolaan lingkungan telah disusun
berdasarkan perkiraan dampak lingkungan yang akan timbul akibat dari proyek
yang akan dibangun.Dalam kenyataan nanti,apabila dampak lingkungan yang

35
telah diperkirakan jauh berbeda dengan kenyataan, ini dapat saja terjadi karena
kesalahan-kesalahan dalam menyusun AMDAL atau pemilik proyek tidak
menjalankan proyeknya sesuai AMDAL.Agar dapat dihindari kegagalan ini maka
pemantauan haruslah dilakukan sedini mungkin,sejak awal pembangunan,secara
terus menerus dan teratur.
 Peran AMDAL dalam pengelolaan proyek.AMDAL merupakan salah satu studi
kelayakan lingkungan yang diisyaratkan untuk mendapatkan perizinan selain
aspek-aspek studi kelayakan yang lain seperti aspek teknis dan
ekonomis.Seharusnya AMDAL dilakukan bersama-sama ,di mana masing-masing
aspek dapat memberikan masukan untuk aspek-aspek lainnya sehingga penilaian
yang optimal terhadap proyek dapat diperoleh.Kenyataan yang biasa terjadi adalah
bahwa hasil studi kelayakan untuk aspek lingkungan tidak dapat menghasilkan
kesesuaian didalam studi kelayakan untuk aspek lainnya.Bagian dari Amdal yang
dapat diharapkan oleh aspek teknis dan ekonomis biasanya adalah sejauh mana
keadaan lingkungan dapat menunjang perwujudan proyek,terutama sumber daya
yang diperlukan proyek tersebut seperti air,energi,manusia,dan ancaman alam
sekitar.

AMDAL sebagai dokumen penting.Laporan AMDAL merupakan dokumen penting


sumber informasi yang detail mengenai keadaan lingkungan pada waktu penelitian
proyek dan gambaran keadaan lingkungan di masa setelah proyek dibangun.Dokumen
ini juga penting untuk evaluasi,untuk membangun proyek yang lokasinya berdekatan
dan dapat digunakan sebagai alat legalitas.

2.9.3 PERATURAN DAN PERUNDANG – UNDANGAN

Langkah awal tim AMDAL dalam melakukan studi adalah memahami


peraturan dan perundangan yang berlaku mengenai lingkungan hidup di lokasi tempat
studi AMDAL dilakukan. Sumber peraturan dan perundangan tersebut ada yang
berlaku secara internasional dan ada juga yang berlaku untuk suatu negara saja. Dalam
satu negara, dapat saja peraturan dan perundangannya berbeda menurut propinsi dan
sektornya.

36
Berlaku secara internasional. Peraturan – peraturan yang bersifat internasional penting
diperhatikan terutama oleh mereka yang melakukan studi AMDAL yang dampak
proyeknya akan melampaui daerah yang digunakan secara internasional, seperti
misalnya proyek yang limbahnya akan dibuang ke laut atau limbah yang dapat ditiup
angin sampai jatuh ke negara lain, seperti misalnya hujan asam.Peraturan –peraturan
yang berlaku secara internasional mengenai AMDAL dapat berupa deklarasi,
perjanjian – perjanjian bilateral maupun multilateral. Sebagai contoh adalah deklarasi
Stockholm yang disebut Declarationof the United Nations Conference on the Human
Environment yang oleh semua negara anggota PBB tahun 1972.Berlaku di Dalam
Negeri.Di indonesia, peraturan dan perundang – undangan dapat dijumpai pada tingkat
nasipnal, sektoral maupun regional / daerah. Peraturan Pemerintah RI nomor 51 tahun
1993 tentang Analisis mengenai Dampak lingkungan merupakan peraturan baru
pengganti dari Peraturan Pemerintah RI nomor 26 tahun 1986.
Peraturan pemerintah ini ditindak lanjuti oleh SK Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor 10- 15 tahun 1994. Isi dari peraturan pemerintah ini penulis sajikan ulang untuk
hal- hal yang dianggap paling penting dari sisi bisnis.

2.9.4 KOMPONEN AMDAL

Yang didimaksudkan dengan AMDAL adalah suatu hasil studi mengenai


dampak suatu kegiatan yang direncanakan dan diperkirakan mempunyai dampak
penting terhadap lingkungan hidup. Analisis ini meliputi keseluruhan kegiatan
pembuatan 5 ( lima ) dokumen yang terdiri dari PIL (penyajian Informasi Lingkungan
), KA (Kerangka Acuan), ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan ), RPL (Rencana
Pemantauan Lingkungan ), dan RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan). ANDAL
(Analisis Dampak Lingkungan ) adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang
dampak penting suatu kegiatan yang direncanakan. Arti dampak penting di sini adalah
perubahan lingkungan yang amat mendasar yang di akibatkan oleh suatu kegiatan.
Yang perlu digaris bawahi dari pengertian diatas adalah tidak semua rencana kegiatan
harus dilengkapi dengan ANDAL karena ia hanya diterapkan pada kegiatan yang
diperkirakan akan mempunyai dampak terhadap lingkungan hidup.

37
2.9.5 SISTEMATIKA PENGELOLAAN LINGKUNGAN

AMDAL merupakan suatu proses yang panjang dengan sistematika urutan


langkahtertentu menurut PP 29 tahun 1986. Secara garis besar langkah – langkah
tersebut dapat dilihat pada gambar berikut, berikut penjelasan secukupnya.
Usulan Proyek. Usulan proyek datang dari pemprakarsa, yaitu orang atau badan yang
mengajukan dan bertanggung jawab atas suatu rencana kegiatan yang dilaksanakan.
Penyajian Informasi Lingkungan. Usulan proyek kemudian mengalami penyaringan
yang bertujuan untuk menentukan perlu atau tidak perlu dile4ngkapi dengan ANDAL.
Penyaringan dilakukan dengan Penyajian Informasi Lingkungan atau disebut PIL.

 Perlu dibuatkan ANDAL, karena dinilai proyek akan menimbulkan dampak


penting terhadap lingkungan
 tidak perlu dibuatkan ANDAL, karena diperkirakan tidak akan menimbulkan
dampak penting .
 PIL kurang lengkap dan dikembalikan ke pemprakarsa proyek untuk perbaikan.

38
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Lokasi penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat dilakukannya penelitian. di Kimbab Nara; Alamat


Jalan Brigjend Katamso Dalam No. 56 E Kecamatan Medan Maimun Kota Medan.

3.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilakukan pada : Kamis, 21 Mei 2019

Pukul 13.00 WIB – selesai

3.3 Bentuk Penelitian

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu
penelitian yang dilakukan secara induk-tif untuk memperoleh data yang bersifat
menyeluruh atau holistic dan mendalam.

3.4 Sumber Data


1. Sumber data primer, dilakukan dengan mewancarai manajer bernama Lydia Kimbab
Nara
2. Sumber data sekunder yang dikumpulkan tentang studi kelayakan bisnis Kimbab
Nara

39
BAB IV
PEMBAHASAN DAN RI
4.1 Aspek Pemasaran dan Pasar
4.1.1 Analisis Pasar

Masyarakat wanita dan juga kalangan remaja merupakan target pasaran yang
bagus. apalagi para wanita remaja yang diketahui mempunyai minat yang beasr akan
budaya korea ini. sekarang kita mengetahui bahwa masyarakat menjadi lebih konsumtif
dalam berbagai hal. Dengan adanya msyarakat ang konsumtif ini dapat memberikan
keuntungan produksi. Usaha ini berada dierah yang banyak dilewati oleh warga. karena
lokasi yang mudah diakses dan juga dicari karena berada di pinggir jalan. Selain itu,
berdasarkan hasil survey yang kami lakukan bahwa dilokasi sekitar tempat usaha jenis
ini jarang dijumpai bahkan untuk wilayah Medan sendiri masih jarang dijumpai.
Dengan mengangkat konsep yang minimalis dan nyaman diharapkan para pelanggan
dapat menikmati dan senang berada di tempat ini. Kimbab Nara pun sudah membuka
4 cabang yang ada di kota Medan yaitu ; Sun Plaza, Center Point, dan Brastagi Tiara.

4.1.2 Segmentasi dan Target

Kimbab Nara Korean Food membidik semua kalangan tapi lebih mengacu pada
kalangan para Kaula Muda dan Mahasiswa khususnya pecinta korea dengan
pemberian harga yang terjangkau dan tidak menyulitkan tetapi juga tidak
mengesampingkan kualitas produk sebagai tujuan utama kedai Kami. Target dari usaha
kami yaitu :
1. Pembeli individu
2. Fans K-Pop
3. Keluarga

4.2 Aspek Teknis


Lokasi usaha Kimbab Nara ini masih belum strategis, karena berada di dalam blok-
blok ruko yang sepi akan pengunjung dan tertutupi oleh gedung lainnya dan berada

40
blok paling depan belakang BCA (pinggir jalan). Sehinga jika ingin ke tempat itu harus
membuka google maps.
Layout yang terlihat dari Kimbab Nara ini masih terbilang kecil karena memang
dari pengambilan lokasi rukonyalah sehingga posisi Kimbab Nara dari luar sangat kecil
bahkan saya sendiri pun untuk mendatanginya pertama kali tidak terlihat malah
kelewatan.

4.3 Aspek Manajemen dan Organisasi


4.3.1 Manajemen

Visi dan Misi yang di kimbab nara

a. Visi : menjadi pionir jajanan khas korea di kota Medan


b. Misi : berorientasi pada kebutuhanan makanan namun tetap menjamin
kehalalannya

Analisis SWOT diperlukan untuk mengetahui bagaimana kekuatan dan kelemahan


usaha kita dibandingkan dengan para kompetitor, kita juga bisa mengethui apa saja
pelung dan hambatan untuk usaha kita, untuk Kimbab Nara Korean Food sendiri ini
analisis SWOT nya berupa :

1. Strenghts (kekuatan)
a. Harga terjangkau

Merupakan salah satu strategi perusahaan kami yaitu penjualan dengan harga
yang terjangkau, harga yang mampu diraih oleh semua kalangan. Jika biasanya
anak sekolah ataupun mahasiswa hanya memdapatkan uang saku yang terbatas
dari orang tua mereka, maka jika mereka ingin sekedar hang out maka tempat
kami adalah tempat yang tepat karenya menyajikan makanan ringan dengan
harga yang murah, yang hanya berkisar Rp. 15.000 sampai Rp. 145.000.

41
b. Kualitas baik dan terjamin

Selain harga yang terjangkau kami tentunya memberikan kualitas yang terjamin,
sumber bahan baku kami peroleh dari supplier yang terpercaya baik dari segi
kebersihan, hiegieneis dan kehalalannya.

c. Tersedia berbagai jenismenu yang dapat dipilih.

Di tempat saya Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan seperti Gimbap.
teopokki, jajangmyun, budaejjigae, ra-myeon, martabak korea, kimab,
bimbimbap, kimchi, dak-galbi dimana jajanan tersebut termasuk jajanan yang
terkenal di negara asalnya.

Jika di lihat dari tempat usaha ini di dirikan, di lokasi tersebut masih jarang
terdapat tempat jajanan yang secara khusus menyediakan menu ini. Kebanyakan
cafe di daerah tersebut menyediakan makanan-makanan yang biasa di jual
berbagai banyak tempat. Jadi, menurut Kami persaingannya tidak terlalu ketat,
apalagi usaha saya memiliki sesuatu yang unik yang tidak dimiliki oleh kedai-
kedai lainnya yaitu menu yang berbeda dari yang lainnya, Kami juga
menyediakan fasilitas alat musik dan Wifi sehingga membuat para pelanggan
merasa nyaman berada di Kimbab Nara.

d. Fasilitas lengkap

Kenyamanan akan diraih jika penyediaan fasilitasnya lengkap, maka hal itulah
yang kami prioritaskan. Di Kimbab Nara Korean Food ini bisa memarkirkan
kendaraan Anda dengan aman, seluruh toko free Wifi dan kamar kecil.

e. Tempat yang bersih dan nyaman

“Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Begitulah motto restoran nya dalam
menjaga kebersihan tempat usahanya, Lydia akan menjamin kebersihan disetiap
lokasi, servise kebersihan meja yang cepat sehingga tidak menggangu pelanggan
yang sedang menikmati makanan mereka.

42
f. Pelayanan yang memuaskan

Kepuasan pelanggan merupakan prioritas mereka, Lydia menjunjung tinggi


“Service with Love” maka mereka dalam hal meyediakan produk haruslah
bersih, rapi, cepat dan tepat. Hal ini Lydia jamin karena proses perekrutan
karyawan sangatlah perhatikan.

g. Lokasi strategis

Emilia telah memilih tempat usaha di Kota Medan yang mana lokasi ini tidak
strategis, mudah ditemukan, merupakan rute transportasi umum, ramai drngan
aktifitas masyarakat.

h. Weakness (kelemahan)

Keberadaan bahan baku yang baik dan berkualitas sangat minim Banyak kita
temui bahan – bahan makanan yang tidak berkualitas bahkan membahayakan
kesehatan. Lydia harus selalu menyeleksi apa yang akan digunakan untuk
kualitas produk mereka, saat ini sangt sulit untuk memperoleh bahan baku yang
berkualitas dikarenakan orang – orang sekarang ini banyak yang lebih
mementingkan kepentingan sendiri dengan cara menipu orang lain untuk
mendapatkan keuntungan yang sebesar – besaranya. Apalagi untuk bebrapa
bahan baku masih sangat sulit untuk dijumpai diwilayah kota Medan ini sendiri.
Sehingga Emilia harus membelinya dari luar kota.

i. Oportunities (peluang)

Terdapat banyak masyarakat khususnya anak muda yang konsumtif terhadap


jenis jajanan yang baru. Rasa penasaran yang tinggi akan membuat para remaja
ingin mencoba mencicipinya. Terlebih lagi pecinta korea yang semakin banyak
tumbuh dikalangan remaja, membuat peluang menjadi terbuka dan diharap dapat
berkembang untuk kedepannya dengan tetap memperhtikan kualitas dan rasa
masakan.

43
j. Threats (ancaman)

Hambatan yang dapat membuat cafe ini tidak berhasil seperti para pesaing.
Dimana akan ada banyak cafe yang akan didirikan dengan harga, menu makanan
dan minuman yang bersaing. Terlebih jika usaha ini bisa berkembang dengan
cepat dan mendapatkan banyak pelanggan, pasti akan banyak tempat yang
muncul untuk melakukan usaha yang sama. Karena sudah menjadi budaya jika
ada sesuatu yang langsung menjadi terkenal atau hits maka akan banyak dan
mudah sekali untuk ditiru. Selain itu, turunnya minat konsumen terhadap usaha
ini juga merupakan masalah yang cukup serius, di zaman sekarang ini telah
muncul berbagai macam inovasi dalam bidang makanan dan minuman,
diantaranya munculnya makanan dan minuman cepat saji dan makanan dan
minuman dalam kemasan yang enak dengan harga yang terjangkau. Hal itu tentu
saja dapat mengancam keberadaan Kimbab Nara korean Food.

Dan masih banyak lagi hambatan-hamabatan yang mungkin dapat


menghambatan pertumbuhan dan keberhasilan cafe. Berikut adalah ancaman –
ancaman lainnya :

a. Adanya kompetitor yang lebih di kenal masyarakat


b. Muncul pruduk baru yang lebih unggul
c. Kenaikan harga bahan baku karena terbatas

Masalah yang potensial yang bisa terjadi di cafe ini, misalnya sebagai berikut :

a. Adanya komplen dari pengunjung / pelanggan.


b. Adanya pelayanan yang kurang baik.
c. Adanya karyawan yang datang telat / terlambat

Resiko yang dapat terjadi antara lain :

a. Kerugian yang mungkin terjadi


b. Adanya pengunjung / pelanggan yang kabur / tidak membayar.
c. Mengeluarkan modal yang banyak dalam pendirian cafe.

44
Adapun tindakan-tindakan yang dapat dilakukan agar masalah-masalah, resiko dan
hambatan tersebut dapat dicegah antara lain :

a. Berusaha menyajikan menu sesuai pesanan dengan rasa yang sesuai.


b. Memberikan sanksi bagi karyawan yang tidak sopan dan sering terlambat.
c. Mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu.
d. Mencari tenaga kerja yang muda dan bertanggung jawab.
4.3.2 Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI

PEMILIK

EMILIA

PRAMUSAJI JURU MASAK PRAMUSAJI

Sarah Handini Mita Larasati Rena Barsuni

4.4 Aspek Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia dalam kimbab nara ini mempekerjakan 10 karyawan, berikut
ini pemaparan karyawan tersebut hanya disebut 3 oleh Manajer yaitu :

o Emilia sebagai pemilik Usaha


1. Bertanggung jawab terhadap kegiatan usaha yang dijalankan
2. Melakukan komunikasi secara internal dan eksternal dengan pihak-pihak yang
terkait dengan usahanya.
Mengambil keputusan strategis terhadap segala kemungkinan dalam proses usaha

3. Mampu mengkoordinasikan segala sumber daya yang ada


4. Mempunyai Pengetahuan tentang bisnis
5. Kemampuan sebagai seorang leader dan motivator untuk para karyawannya
6. Kemamapuan menganalisis kemungkinan yang akan dihadapi dalam suatu usaha

45
o Sarah Handini sebagai Pramusaji
1. Membantu para pelanggan untuk memilih menu dan membeli makanan
2. Menjelaskan tentang menu jika ada yang bertanya dan tidak tahu
3. Membersihkan meja dan tempat setelah pelanggan pergi untuk dapat digunakan
kembali oleh pembeli lain
4. Mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu bersikap ramah terhadap pembeli.
5. Mengetahui dengan jelas menu yang ada apa saja bahan yang ada dalam menu
tersebut.
6. Cekatan dalam segala hal.

o Rena Barsuni sebagi Pramusaji


1. Membantu para pelanggan untuk memilih menu dan membeli makanan
2. Menjelaskan tentang menu jika ada yang bertanya dan tidak tahu.
3. Membersihkan meja dan tempat setelah pelanggan pergi untuk dapat digunakan
kembali oleh pembeli lain
4. Mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu bersikap ramah terhadap pembeli.
5. Mengetahui dengan jelas menu yang ada apa saja bahan yang ada dalam menu
tersebut.
6. Cekatan dalam segala hal.

o Mita larasati sebagai Juru Masak


1. Mempersiapkan Keperluan dapur yang diperlukan.
2. Memasak menu sesuai dengan Pesanan
3. Mempunyai indra perasa yang baik
4. Mempunyai pengetahuan jenis masakan apa yang dibuat sehingga dalam proses
pembuatan minim terjadinya kesalahan, sehingga menu yang dihasilkan selalu
berkualitas baik

46
4.5 Aspek Ekonomi dan Sosial

Usaha yang dibangun Kimbab Nara yang merupakan usaha makanan khas korea sangat
laku keras dikarenakan jajanan yang sangat jarang dijumpai oleh masyarakat pecinta
korea. Dan harga pun terjangkau sesuai porsi kota Medan. Kimbab Nara ini telah
melakukan kerjasama dengan OVO sehingga Kimbab Nara memberikan Cashback
10% bagi pembeli yang ingin membayar nya. Kimbab Nara pun telah bekerjasama
dengan Grab dan Gojek khusus nya bagian Food, untuk memudahkan konsumen yang
sedang malas untuk berpergian. Bahkan Kimbab Nara mempunyai Instagram sehingga
menjangkau seluruh Sumatera Utara yang ingin melihat atau memesan nya. Sejauh
yang kami perhatikan, begitu banyak pemesanan dari masyarakat melalui Gofood atau
Grabfood bahkan dari Instagram.

4.6 Aspek Keuangan

Mengenai aspek keuangan, pihak dari Kimbab Nara tidak memberikan nya karena
merupakan privasi usaha tersebut.

4.7 Aspek Hukum


Hanya mempertanyakan sedikit mengenai surat izin telah dilakukan sejak pertama
kali berdirinya usaha ini bahkan surat izin BPOM untuk membuat makanan ini halal
tidak mengandung kandungan yang non halal. Bahkan Emilia sangat meyakinkan oleh
konsumen agar tidak takut akan hasil usaha makanan nya.

4.8 Aspek AMDAL

Aspek AMDAL dalam usaha Kimbab Nara adalah dapat mempengaruhi masyarakat
sekitar akan makanan khas korea sehingga masyarakat disana antusias untuk
mendatangi Kimbab Nara untuk mencoba langsung bagaimana rasa yang khas dari
Negara Ginseng tersebut. Lokasi tidaklah menggangu masyarakat sekitar. Mengenai
pembuangan limbah yang dilakukan oleh mereka tidak ada dampak sama sekali dengan
masyarakat yang tinggal disana. Malahan merasa aman daan tertata rapi.

47
REKAYASA IDE
1. Emilia Kimbab Nara mempunyai ikatan dengan mertua asli orang Korea Selatan
dan bertama kali membuka di kota Medan sehingga banyak penikmat banyak tapi
dari segi lokasi outletnya kurang strategis karena tidak dipungkiri jalan dan tidak
ditempat keramaian. Alangkah lebih baik Emilia mencari tempat yang lebih
strategis dan ditengah keramaian atau bisa membuka outlet terbaru tetapi berada
suatu ruko.
2. Alangkah lebih baik kalau dari segi tempat dibuat seperti desain ala Korea Selatan
agar tidah hanya menikmati makanan tetapi merasakan sedang berada di Restoran
Korea Selatan.
3. Agar lebih gencar untuk mendapatkan konsumen baru ataupun lama Kimbab Nara
dapat melakukan Voucher Makanan yang bisa diinfokan melalui Sosmed seperti
Instagram dan melakukan event-event.
4. Melakukan transaksi yag terupgrade.

48
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdaasarkan data yang telah dielaskan diatas bahwa untuk membuka usaha ini
mempunyai peluang yang cukup besar, hal ini dikarenakan untuk Wilayah Kota
Medan ini bahkan sangat jarang untuk ditemukan jenis makanan yang seperti ini. Jika
bisnis ini berjalan dengan lancar memungkinkan bahwa bisnis ini dapat berkembang
menjadi lebih besar. Seperti memiliki cabang. Tidak memungkiri juga jika usaha ini
berkembang pasti akan memunculkan pesaing-pesaing usaha sejenis yang dapat
menjadi penghalang untuk berkembang. Namun jika kita terus berupaya untuk
menghasilkan menu yang berkualitas, enak dan terjamin pasti pembeli akan menjadi
pelanggan tetap. Untuk itulah menjaga kualitas baik dari rasa, bahan baku serta
pelayanan yang ramah merupakan kunci dari kesuksesan usaha ini.

49
DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/doc/145836956/SKB-5-Penilaian-Aspek-Aspek-Dalam-Studi-
Kelayakan-Bisnis

https://id.scribd.com/document/362967695/Makalah-AMDAL-SKB

https://id.scribd.com/document/360549541/Aspek-Sumber-Daya-Manusia-Dalam-
Kelayakan-Bisnis

https://id.scribd.com/document/243886669/Aspek-Keuangan-Finansial-Studi-
Kelayakan-Bisnis

https://id.scribd.com/doc/298663281/Aspek-Hukum-Studi-Kelayakan-Bisnis

https://id.scribd.com/doc/114203763/ASPEK-EKONOMI-SOSIAL-studi-kelayakan-
bisnis

50
LAMPIRAN-LAMPIRAN

51