Anda di halaman 1dari 10

Laporan Praktikum Mikrobiologi Ke-2

Jumat, 1 November 2019

ISOLASI BAKTERI DARI IKAN

Bakti Septian Andriansyah


4443180047
Perikanan 3A
Kelompok 4

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2019

Abstrak
Telah dilakukan Isolasi bakteri terhadap ikan mas dengan menggunakan
media TSA (Tryptic Soy Agar) menggunakan metode penggoresan kuadran. Isolasi
bakteri merupakan suatu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba
tertentu dari lingkungannya sehingga diperoleh kultur murni. Tujuan praktikum
isolasi bakteri dari ikan adalah untuk mempelajari cara mengisolasi bakteri dari
sample ikan menggunakan metode penggoresan kuadran serta mengamati ciri-ciri
koloni bakteri yang tumbuh. Adapun hasilnya yaitu bentuk dari bakteri itu sendiri
seperti bulat bergelombang, konveks, Bulat, halus, timbul serta jumlah koloninya
yang sedikit.

Kata Kunci: Isolasi Bakteri, Bakteri Ikan, Kultur Bakteri

PENDAHULUAN
Ikan merupakan bahan pangan yang sangat cepat mengalami proses
pembusukan (perishable food). Pembusukan ikan terjadi setelah ikan ditangkap
atau mati. Pada kondisi suhu tropik, ikan membusuk dalam waktu 12-20 jam
tergantung spesies ikan, alat atau cara penangkapan. Kerusakan pada ikan
disebabkan karena beberapa hal seperti kandungan protein yang tinggi yaitu sekitar
18-30%, kandungan air sekitar 60-84% dan kondisi lingkungan yang sangat sesuai
untuk pertumbuhan mikroba pembusuk. Kondisi lingkungan tersebut meliputi suhu,
pH, oksigen, waktu simpan dan kondisi kebersihan sarana prasarana (Astawan
2004).
Pertumbuhan dan metabolisme bakteri merupakan penyebab utama dari
kerusakan pangan khususnya pembusukan pada ikan. Bakteri gram negatif
(contohnya Vibrionaceae, Pseudomonas spp, dan Shewanella spp.) merupakan
kontaminan penyebab utama kebusukan pada ikan. Mikroba proteolitik dan lipolitik
gram negatif maupun positif juga dapat berkembang biak menghasilkan senyawa
yang berbau busuk. Mikroba proteolitik adalah bakteri yang memproduksi enzim
proteinase ekstraseluler, yaitu enzim pemecah protein yang diproduksi didalam sel
kemudian dilepaskan keluar dari sel. Mikroba lipolitik adalah bakteri yang
memproduksi lipase, yaitu enzim yang mengkatalis hidrolisis lemak menjadi asam-
asam lemak dan dan gliserol. Banyak bakteri yang bersifat aerobik dan proteolitik
aktif juga bersifat lipolitik misalnya Pseudomonas, Alcaligenes, Serratia dan
Micrococcus (Dwidjoseputro 1994).
Ada beberapa metode untuk memperoleh biakan murni dari suatu
sampel tertentu. Dua diantaranya yang paling sering digunakan adalah teknik
cawan gores dan cawan tuang. Kedua metode ini didasarkan pada prinsip yang sama
yaitu mengencerkan organisme sedemikian sedangkan sehingga individu spesies
dapat dipisahkan dari lainnya, dengan anggapan bahwa koloni terpisah yang tampak
pada cawan petri setelah diinkubasi berasal dari satu sel tunggal. Dan metode lain
yang digunakan yaitu cara sebar (spread plate), cara pengenceran (dilution
method), serta mikromanipulator (the micromanipulator method) (Lim 1998).
Isolasi bakteri dalam dunia perikanan sangat bermanfaat untuk
mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat pada ikan terutama dalam bidang
budidaya dan pengolahan. Dengan cara pengambilan sampel dari jenis ikan air
tawar maupun ikan air laut (Rumondor et al 2014).
Tujuan praktikum dari isolasi bakteri yaitu mempelajari cara mengisolasi
bakteri dari ikan dengan metode penggoresan kuadran serta mengamati ciri-ciri
koloni bakteri tumbuh.

TINJAUAN PUSTAKA
Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu komoditas perikanan air
tawar yang saat ini menjadi primadona di subsektor perikanan. Ikan ini di pasaran
memiliki nilai ekonomis tinggi dan jumlah permintaan yang besar terutama untuk
beberapa pasar lokal di Indonesia. Ikan mas atau yang juga dikenal dengan sebutan
common carp adalah ikan yang sudah mendunia. Hal ini tentunya menjadikan
peluang untuk pengembangan budidaya ikan mas (Afrianto dan Liviawaty 2005).

Klasifikasi ikan mas menurut Amri dan Khairuman (2008) adalah sebagai
berikut:

Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : Cypriniformes
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Spesies : Cyprinus carpio
Pertumbuhan mikroorganisme di alam dapat diketahui dengan pengambilan
mikroorganisme tersebut di alam yang kemudian ditumbuhkan di dalam suatu
medium buatan yang disebut dengan isolasi. Dalam mengisolasi mikroorganisme
baik mikroorganisme tanah, air, dan udara harus memperhatikan faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi proses isolasi tersebut (Pelezar dan Chan 1986).

Media buatan merupakan tempat hidup bagi mikroba. Media yang dipakai
pada praktikum ini adalah jenis agar TSA dan TSB yang merupakan media kultur
universal, hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. TSA (Trypticase
Soy Agar) digunakan untuk medium pertumbuhan dengan tujuan mengamati
morfologi koloni, mengembangkan kultur murni, pertumbuhan untuk tes biokimia.
TSA juga biasa digunakan untuk penghitungan jumlah bakteri (Gupte 1990).

Mikroorganisme yang terdapat dilingkungan pada umunya merupakan


populasi campuran. Pemisahan bakteri diperlukan untuk mengetahui jenis, ciri –
ciri kultural, morfologis, fisiologis, maupun karakteristik. Teknik pemisahan
tersebut dinamakan isolasi yang disertai dengan pemurnian (Soeroso 1999).
Isolasi adalah suatu cara untuk memisahkan mikroorganisme tertentu dari
lingkungan, sehingga diperoleh biakan yang tidak tercampur dengan jenis lainya
atau biakan murni. Teknik kultur untuk mendapatkan isolat murni terbagi menjadi
2 teknik, yaitu:
a. Metode Steak (Cawan Gores)
Metode steak merupakan cara untuk mengisolasi bakteri dengan menggores
permukaan medium dengan meggunakan jarum ose. Penggoresan bertujuan untuk
membuat garis sebanyak mungkin pada permukaan medium agar bakteri yang
tumbuh pada garis- garis terakhir berupa koloni yang terpisah- pisah (Irianto 2012).
b. Metode pour plate ( Penuangan)
Metode penuangan ini merupakan metode untuk memperoleh biakan murni
dari populasi campuran mikroorganisme dengan mengencerkan specimen yang
kemudian ditungkan kedalam cawan steril dan diikuti dengan menuangkan medium
agar yang telah dicairkan dan didingkan pada suhu ±50⁰C (Hadioetomo 1983).

METODOLOGI
Praktikum mikrobiologi perairan tentang isolasi bakteri dari lingkungan
akuatik yang telah dilaksanakan pada hari jumat, 25 Oktober 2019 pukul 10.00-
12.00 WIB di laboratorium THP (Teknologi Hasil Perairan) Jurusan Perikanan,
Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum isolasi bakteri dari ikan adalah
Lup inokulasi (Ose), kaca penyebar dan bunsen. Bahan yang digunakan yaitu media
TSA (Tryptic Soy Agar), ikan mas.
Prosedur kerja dalam praktikum isolasi bakteri yaitu dengan cara
menggunakan metode penggoresan kuadran dengan terlebih dahulu siapkan alat
dan bahan yang selanjutnya ambil tabung reaksi yang berisi TSA (Tryptic Soy Agar)
sebagai media untuk membiakan bakteri lalu ambil sampel ikan. Panaskan kaca
penyebar dan tabungnya menggunakan bunsin masukan kaca penyebar ke sampel
ikan lalu goreskan ke tabung yang berisi TSA (Tryptic Soy Agar) goreskan dengan
hati-hati , setelah itu hangatkan lagi bagian lubang tabung dan tutup menggunakan
kapas penutup tabungnya. Kemudian taruh tabung yang sudah di gireskan sampel
air ke rak tabung dengan posisi terbalik. Diagram alir dari prosedur kerja praktikum
isolasi bakteri dari ikan adalah sebagai berikut :

Siapkan alat dan bahan

Bedah ikan

Jarum Ose dipanaskan

Ambil bakteri pada ikan menggunakan jarum ose

Goreskan agar sampai ke sector III (dekat Bunsen)

Masukkan ke dalam inkubator

Amati dan hitung koloni bakteri yang tumbuh

Gambar 1: Diagram alir prosedur kerja proses isolasi bakteri dari ikan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil perhitungan dan pengamatan koloni bakteri pada tabung TSA (Tryptic
Soy Agar) adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Hasil Isolasi Bakteri Dari Ikan


Dua macam koloni yang tumbuh terbanyak
Asal sampel Kelompok
Gambar (sketsa) Ciri-ciri kolloni
-Pertumbuhan
koloni berbentuk
bulat
Usus ikan
-Bentuk dari
mas
4 pinggir seperti
(Cyprinus
bergelombang
carpio)
-Bentuk
penonjolannya
konveks.
-Pertumbuhan
koloni berbentuk
bulat dengan tepi
Lendir tubuh
bergelombang
ikan mas
-Bentuk dari
(Cyprinus
pinggir halus
carpio)
-Bentuk
penonjolannya
timbul.

-Pertumbuhan
koloni berbentuk
bulat dengan tepi
Lendir insang
bergelombang
ikan mas
-Bentuk dari
(Cyprinus
pinggir halus
carpio)
-Bentuk
penonjolannya
timbul.

Setelah di inkubasi selama 24 jam diperoleh hasil pertumbuhan mikroba.


Penggoresan media yang benar dan baik akan terlihat hasil biakan bakteri murni
pada satu titik koloni pada kuadran empat, sedangakn pada praktikum ini media
isolasi bakteri telah mengalami kesalahan pengoresan sehingga tidak didapatkan
biakan murni bakteri pada satu titik pada kuadran empat, melainkan terdapat
banyak titik biakan dan bakteri pada alur penggoresan, kesalahan penggoresan ini
mungkin terjadi pada saat jarum ose tidak didinginkan terlebih dahulu, sehingga
penggoresan pada setiap kuadaran penggoresan terlalu dalam dan tidak melemah
sesuai dengan metode yang ada.

Berdasarkan hasil tabel diatas pada kelompok 4 didapatkan hasil dengan ciri-
ciri bahwa bakteri yang terdapat pada air selokan tersebut berbentuk bulat,
bergelombang, konveks, bulat, halus, bergelombang , timbul. Jumlah koloni yang
di hasilkan oleh tabung STA hanya sedikit koloni yang ada.

Karakteristik koloni bakteri hasil inokulasi merupakan salah satu bagian


dalam identifikasi bakteri. Beberapa bentuk, kecil, sedang dan besar. Warna koloni
bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan tidak kontras dengan air, dimana sel-
sel bakteri tersebut disuspensikan. Oleh karena itu pengamatan tanpa pewarnaan
menjadi lebih sukar dan tidak dapat digunakan untukmelihat bagian-bagian sel
dengan teliti. Bentuk koloni bundar, bergelombang, dan konveks.
Menurut Syarief dan Halid (1993) Beberapa spesies bakteri ada 4
memproduksi pigmen berwarna kuning sampai oranye. Misalkan Staphylococcus
aureus, ini merupakan bakteri yang membutuhkan Nitrogen Organik ( Asam Amino
) untuk pertumbuhannya dan bersifat fakultatif. Kebanyakan galur Staphylococcus
aureus bersifat patogen dan memproduksi enterotoksin yang tahan panas, dimana
ketahanan panasnya melebihi sel vegetatifnya. Beberapa galur, terutama yang
bersifat patogenik, lipolitik dan betahemolitik.
Nama bakteri berasal dari bahasa yunani “bacterion” yang berarti batang atau
tongkat. Sekarang nama itu dipakai untuk menyebut sekelompok mikroorganisme
bersel satu, tubuhnya bersifat prokariotik yaitu tubuhnya terdiri atas sel yang tidak
mempunyai pembungkus inti. Bakteri begitu kecil maka hanya dapat dilihat dengan
menggunakan mikroskop. Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua
organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air dan sebagai
simbiosis dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri (Pratiwi 2008)

KESIMPULAN DAN SARAN


Cara isolasi bakteri yang dilakukan pada praktikum ini dengan metode tuang
(pour plate), metode goresan (streak plate), metode miring (slant culture), dan
metode tegak (stab culture). Pengertian dari Isolasi adalah mengambil
mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium
buatan. Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan
mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini
dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat sel-sel mikroba akan
membentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya.
Dalam pelaksanaan praktikum, sebaiknya lebih memperhatikan dan lebih
teliti lagi dalam setiap metode yang dilakukan, supaya hasilnya bisa sesuai dengan
yang diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Amri, K., dan Khairuman. 2008. Buku Pintar Budidaya 15 Ikan Konsumsi. Agro
Media Pustaka. Jakarta
Astawan M. 2004. Sehat bersana aneka sehat pangan alami. Solo: Tiga serangkai.
Afrianto, E., dan E Liviawaty. 2005. Pakan Ikan : Pembuatan, Penyimpanan,
Pengujian, Pengembangan. Kanisius. Yogyakarta.
Dwidjoseputro. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta.
Gupte S. 1990. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Binarupa Aksara.

Hadioetomo, R. S. 1985. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek : Teknik dan Prosedur


Dasar Laboratorium. Jakarta: Gramedia
Lim, D. 1998. Microbiology, 2nd Edition. New york: McGrow-hill book
Pelczar, M.J. & E.C.S. Chan. 1986. Penterjemah , Ratna Siri Hadioetomo . Dasar-
Dasar Mikrobiologi 1. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Pratiwi, S.T., 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga. 150 – 171
Rumondor, P.P, Porotu’o, J, dan Waworuntu, O. 2014. Identifikasi Bakteri pada
Depot Air Minum Isi Ulang di Kota Manado. Jurnal e-Biomedik, Vol. 2, No.
2, Juli 2014
Soeroso, L. 1999. Mikroorganisme Umum. Purwokerto: Universitas Jendral
Soedirman.
Syarief, R. dan H. Halid. 1993. Teknologi Penyimpanan Pangan. Jakarta: Arcan
LAMPIRAN
Gambar 2. Mengambil lendir ikan mas Gambar 3. Membedah ikan mas

Gambar 4. Mengambil lendir dari Gambar 5. Membersihkan isi usus.


Usus ikan mas.

Gambar 6. Mengambil lendir dari Gambar 7. Pengambilan insang dari


Insang ikan mas. tubuh ikan mas.
Gambar 8. Pemanasan media TSA. Gambar 9. Perekatan media TSA

Dengan plastik wrapping.

Gambar 10. Media TSA yang sudah

lapisi plastic wrap dan sudah diberi nama.