Anda di halaman 1dari 9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. Difinisi (FKTP)

Fasilitas kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan kesehatan

perorangan yang bersifat non spesifik (primer) meliputi pelayanan rawat jalan dan

rawat inap.1 Pelayanan dibagi menjadi dua, yaitu :

a. Pelayanan rawat jalan

Rawat Jalan merupakan salah satu unit kerja di puskesmas yang melayani

pasien yang berobat jalan dan tidak lebih dari 24 jam pelayanan, termasuk seluruh

prosedur diagnostik dan terapeutik. Pada waktu yang akan datang, rawat jalan

merupakan bagian terbesar dari pelayanan kesehatan di FKTP. Pertumbuhan yang

cepat dari rawat jalan ditentukan oleh tiga faktor yaitu :

1. Penekanan biaya untuk mengontrol peningkatan harga perawatan

kesehatan dibandingkan dengan rawat inap.

2. Peningkatan kemampuan dan sistem reimbursement (pelayanan) untuk

prosedur di rawat jalan.

3. Perkembangan secara terus menerus dari teknologi tinggi untuk pelayanan

rawat jalan akan menyebabkan pertumbuhan rawat jalan Tujuan pelayanan

rawat jalan diantaranya untuk menentukan diagnosa penyakit dengan

tindakan pengobatan, untuk rawat inap atau untuk tindakan rujukan.1,2

3
b. Pelayanan Rawat inap

Rawat inap adalah FKTP yang diberi tambahan ruangan dan fasilitas untuk

menolong pasien gawat darurat, baik berupa tindakan operatif terbatas maupun

asuhan keperawatan sementara dengan kapasitas kurang lebih 10 tempat tidur.

Rawat inap itu sendiri berfungsi sebagai rujukan antara yang melayani pasien

sebelum dirujuk ke institusi rujukan yang lebih mampu, atau dipulangkan kembali

ke rumah kemudian mendapat asuhan perawatan tindak lanjut oleh petugas

perawat kesehatan masyarakat dari FKTP .1,2

2. Jenis FKTP

Fasilitas kesehatan tingkat pertama terdiri dari :

1. Puskesmas

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan

kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan

pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. (Permenkes No. 128

Tahun 2004)

2. Praktek Dokter UMUM

Praktik dokter umum adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh

dokter umum terhadap pasien dalam melaksanakan upaya kesehatan.

(UU No. 29 Tahun 2004)

4
3. Praktek Dokter Gigi

Praktik dokter gigi adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh

dokter gigi terhadap pasien dalam melaksanakan upaya kesehatan.

(UU No. 29 Tahun 2004)

4. Klinik pratama

Klinik pratama adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang

menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang

menyediakan pelayanan medis dasar, diselenggarakan oleh lebih dari

satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis.

(Permenkes No. 28 tahun 2011)

5. Rumah sakit tipe D

RS Pratama/RS tipe D adalah rumah sakit umum yang mempunyai

fasilitas dan kemampuan pelayanan kesehatan dasar yang tidak

membedakan kelas perawatan dalam upaya menjamin peningkatan

akses bagi masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan upaya

kesehatan perorangan yang memberikan pelayanan gawat darurat

selama 24 jam, pelayanan rawat jalan, dan rawat inap.1,2

3. Cakupan Pelayanan Medis

a. Kasus medis yang dapat diselesaikan secara tuntas di Pelayanan

Kesehatan Tingkat Pertama.

b. Kasus medis yang membutuhkan penanganan awal sebelum

dilakukan rujukan.

c. Kasus medis rujuk balik.

5
d. Pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan pelayanan kesehatan gigi

tingkat pertama.

e. Pemeriksaan ibu hamil, nifas, ibu menyusui, bayi dan anak balita

oleh bidan atau dokter.

f. Rehabilitasi medik dasar.

g. Rawat inap pada pengobatan/perawatan kasus yang dapat

diselesaikan secara tuntas di Pelayanan Kesehatan Tingkat

Pertama.

h. Rawat inap pada pertolongan persalinan pervaginam bukan risiko

tinggi.

i. Rawat inap pada pertolongan persalinan dengan komplikasi

dan/atau penyulit pervaginam bagi Puskesmas PONED.

j. Rawat inap pada pertolongan neonatal dengan komplikasi.

k. Rawat inap pada pelayanan transfusi darah sesuai kompetensi

Fasilitas Kesehatan dan/atau kebutuhan medis.1,2,3

4. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh FKTP

a. Dokter Umum/ Dokter gigi :

Surat ijin praktek, Nomor pokok wajip pajak (NPWP), Perjanjian

kerjasama dengan labolatorium, apotek, dan jejaring lainnya, Surat

pernyataan mematuhi ketentuan yang terkait jaminan kesehatan

nasional.

b. Puskesmas atau yang setara harus memiliki :

6
Surat ijin operasional, Surat ijin praktek SIP bagi dokter/dokter gigi,

atau surat ijin kerja. Perjanjian kerjasama dengan jejaring, jika

diperlukan, Surat pernyataan mematuhi ketentuan yang terkait

jaminan kesehatan nasional.

c. Untuk klinik pratama atau yang setara :

Surat ijin operasional, Surat Ijin Praktik (SIP) bagi dokter/dokter gigi

dan Surat Ijin Praktik atau Surat Ijin Kerja (SIP/SIK) bagi tenaga

kesehatan lain, Surat Ijin Praktik Apoteker (SIPA) bagi Apoteker

dalam hal klinik menyelenggarakan pelayanan kefarmasian, Nomor

Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan, perjanjian kerja sama dengan

jejaring, jika diperlukan dan surat pernyataan kesediaan mematuhi

ketentuan yang terkait dengan Jaminan Kesehatan Nasional.

d. Untuk Rumah Sakit Kelas D Pratama atau yang setara :

Surat Ijin Operasional, Surat Ijin Praktik (SIP) tenaga kesehatan yang

berpraktik, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan, perjanjian

kerja sama dengan jejaring, jika diperlukan dan surat pernyataan

kesediaan mematuhi ketentuan yang terkait dengan Jaminan

Kesehatan Nasional.1,2

7
5. Pelayanan yang di Jamin/Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

merupakan pelayanan kesehatan non spesialistik yang meliputi :

a. Administrasi pelayanan.

b. pelayanan promotif dan preventif.

c. pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis.

d. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif

maupun non operatif.

e. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai.

f. Transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis.

g. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium

tingkat pratama.

h. Rawat Inap Tingkat Pertama sesuai dengan indikasi

medis.1,2

6. Pelayanan Yang Tidak di Jamin

a. Tidak sesuai prosedur

b. Pelayanan diluar faskes yang bekerjadsama dengan BPJS

c. Pelayanan yang bertujuan kosmetik

d. General check up, pengobatanan alternative

e. Pengobatan untuk mendapatkan keturunan, pengobatan impotensi

f. Yankes pada saat bencana

g. Pasien bunuh diri atau penyakit akibat kesengajaanuntuk menyiksa

diri sendiri.1,2

8
7. Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 16 untuk pelayanan medis mencakup :

a. Kasus medis yang dapat diselesaikan secara tuntas di Pelayanan

Kesehatan Tingkat Pertama.

b. Kasus medis yang membutuhkan penanganan awal sebelum dilakukan

rujukan.

c. Kasus medis rujuk balik.

d. Pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan pelayanan kesehatan gigi

tingkat pertama.

e. Pemeriksaan ibu hamil, nifas, ibu menyusui, bayi dan anak balita oleh

bidan atau dokter.

f. Rehabilitasi medik dasar.1

8. FKTP Sebagai GateKeeper

4 Fungsi pokok pelayanan primer :

a. First Kontak ( Kontak Pertama )

Faskes tingkat pertama merupakan tempat pertama yang di kunjungi

peserta setiap kali mendapat masalah kesehatan, untuk berkonsultasi

dan menyampaikan keluhannya.

b. Continuity ( Kontinuitas Pelayanan )

Hubungan faskes tingkat pertama dengan peserta dapat berlangsung

dengan kontinyu sehingga penanganan penyakit dapat berjalan dengan

optimal.

9
c. Comprehensiveness ( Komprahensif )

Fasilitas kesehatan tingkat pertama memberiakan pelayanan yang

komprahensif terutama untuk pelayanan promotif dan preventif.

d. Coordination ( koordinasi )

Dokkel sebagai ‘’Care Manager’’ fasilitas kesehatan tingkat pertama

berperan sebgai coordinator pelayanan sebagai peserta untuk

mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan.1,2

10
9. Alur Pelayanan FKTP

11