Anda di halaman 1dari 18

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pelayanan Kesehatan

Definisi pelayanan kesehatan cukup beragam pendapat dari para pakar. Salah

satunya yang disampaikan oleh Levey dan Loomba (1973). Beliau mengatakan

bahwa pelayanan kesehatan ialah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau

secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan

kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan

perseorangan keluarga, kelompok, dan ataupun masyarakat.

Dari definisi tersebut diatas dapat di peroleh bahwa ciri pelayanan kesehatan

mengandung hal-hal sebagi berikut :

 Usaha sendiri

Setiap usaha pelayanan kesehatan bisa dilakukan sendiri ditempat

pelayanan. Misalnya pelayanan dokter praktek.

 Usaha lembaga atau organisasi

Setiap usaha pelayanan kesehatan dilakukan secara kelembagaan atau

organisasi kesehatan ditempat pelayanan. Misalnya pelayanan kesehatan

masyarakat di puskesmas.

 Memiliki tujuan yang dicapai

Tiap pelayanan kesehatan memiliki produk yang beragam sebagai hasil

akhir pelayanan yang pada tujuan pokoknya adalah peningkatan derajat

kesehatan masyarakat atau personal.


 Lingkup Program

Lingkup pelayanan kesehatan meliputi kegiatan pemeliharaan kesehatan,

peningkatan kesehatan, pencengah penyakit, penyembuhan penyakit,

pemulihan kesehatan, atau gabungan dari kseluruhan.

 Sasaran pelayanan

Tiap pelayanan kesehatan menghasilkan sasaran yang berbeda, tergantung

dari program yang akan dilakukan, bisa untuk perseorangan, keluarga,

kelompok ataupun untuk masyarakat secara umum.

Secara umum yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan adalah setiap upaya

yang diselenggarakan secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk

memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah dan mengobati

penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, kelompok, keluarga ataupun

masyarakat (Asrul Aswar, 1996)

Tiga faktor yang mempengaruhi pelayanan kesehatan menurut azwar (1996).

Pertama, unsur masukan meliputi tenaga medis, dana dan sarana yang tersedia

sesuai kebutuhan. Kedua, unsure lingkungan meliputi kebijakan, organisasi dan

manajemen. Ketiga, unsur proses meliputi tindakan medis dan tindakan non medis

sesuai standar profesi yang telah ditetapkan.

Sekalipun bentuk dan jenis pelayanan kesehatan banyak macamnya namun

jika disederhanakan secara umum dapat dibedakan atas 2. bentuk dan jenis

pelayanan kesehatan tersebut, jika dijabarkan dari pendapat Hodgetts dan Cascio

(1983) adalah :
1. Pelayanan kedokteran

Pelayanan kesehatan yang termaksud dalam kelompok pelayanan kedokteran

(medical services) ditandai dengan cara pengorganisasian yang dapat bersifat

sendiri (solo practice) atau secara bersama-sama dalam satu organisasi

(institution), tujuan utamanya untuk menyembuhkan penyakit dan memilihkan

kesehatan serta sasarannya terutama untuk perseorangan dan keluarga.

2. Pelayanan kesehatan masyarakat

Pelayanan kesehatan yang termaksud dalam kelompok pelayanan kesehatan

masyarakat (public health services) ditandai dengan cara pengorganisasian yang

umumnya secara bersama-sama dalam satu organisasi, tujuan utamanya untuk

memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit, serta

sasarannya terutama untuk kelompok dan masyarakat.

Perbedaan dari kedua bentuk pelayanan kesehatani ini, dapat dilihat dari

rincian Leavel dan Clark (1953), yang secara sederhana dapat diuraikan pada tabel

berikut:

Tabel 2.1 Perbedaan pelayanan kedokteran dengan pelayanan kesehatan


masyarakat

PELAYANAN KEDOKTERAN PELAYANAN KESEHATAN


MASYARAKAT
 Tenaga pelaksananya terutama  Tenaga tenaga pelaksananya
adalah dokter terutama adalah ahli kesmas
 Perhatian utamnya pada  Perhatian utamnya pada pencegahan
penyembuhan penyakit penyakit penyakit
 Sasaran utamnya adalah  Sasaran utamnya adalah masyarakat
perseorangan atau keluarga keseluruhan
 Kurang memperhatikan efisiensi  Selalu memperhatikan efisiensi
 Tidak boleh menarik perhatian  Menarik perhatian masyarakat
karena bertentangan dengan etik misalnya penyuluhan masyarakat
dokter  Menjalankan fungsi mengorganisir
 Menjalankan fungsi perseorangan masyarakat dan didukung dengan
dan terikat dengan undang-undang undang-undang
 Penghasilan diperoleh dari imbal  Penghasilan merupakan gaji dari
jasa pemerintah
 Bertanggung jawab hanya pada  Bertanggung jawab kepada seluruh
penderita masyarakat
 Tidak dapat memonopoli upaya  Dapat memonopoli upaya kesehatan
kesehatan dan bahkan mendapat  Menghadapi berbagai persoalan
saingan. kepemimpinan.
 Masalah administrasi sangat
sederhana.

B. Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan

Sekalipun pelayanan kedokteran berbeda dengan pelayanan kesehatan

masyarakat, namun untuk dapat disebut sebagai suatu pelayanan kesehatan yang

baik, keduanya harus memiliki berbagai persyaratan pokok. Syarat pokok yang

dimaksud ialah :

1. Tersedia dan berkesinambungan

Syarat pokok pertama pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan

kesehatan tersebut harus tersedia di masyarakat (available) serta bersifat

berkesinambungan (continous). Artinya semua jenis pelayanan kesehatan yang

dibutuhkan oleh masyarakat tidak sulit ditemukan, serta keberadaanya dalam

masyarakakt adalah setiap saat yang dibutuhkan.

2. Dapat diterima dengan wajar

Syarat pokok kedua pelayanan kesehatan yang baik adalah yang dapat

diterima (acceptable) oleh masyarakat serta bersifat wajar (appropriate) artinya

pelayanan kesehatan tersebut tidak bertentangan dengan keyakinan dan

kepercayaan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan adat


istiadat, kebudayaan, keyakinan dan kepercayaan masyarakat serta bersifat tidak

wajar, bukanlah suatu pelayanan kesehatan yang baik.

3. Mudah dicapai

Syarat pokok ketiga pelayanan kesehatan yang baik adalah yang mudah

dicapai (accessible) oleh masyarakat. Pengertian ketercapaian yang dimaksudkan

disini terutama dari sudut lokasi. Dengan demikian untuk dapat mewujudkan

pelayanan kesehatan yang baik, maka pengaturan distribusi sarana kesehatan

menjadi sangat penting. Pelayanan kesehatan yang terlalu terkonsentrasi di daerah

perkotaan saja, dan sementara itu tidak ditemukan di daerah pedesaan, bukanlah

pelayanan kesehatan yang baik.

4. Mudah di jangkau

Syarat pokok keempat pelayanan kesehatan yang baik adalah yang mudah

dijangkau (affordable) oleh masyarakat. Pengertian keterjangkauan yang

dimaksud disini terutama dari sudut biaya. Untuk dapat mewujudkan keadaan

yang seperti ini harus dapat diupayakan biaya pelayanan kesehatan tersebut sesuai

dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Pelayanan kesehatan yang mahal dan

karena itu hanya mungkin di nikmati oleh sebagian kecil masyarakat saja,

bukanlah pelayanan kesehatan yang baik.

5. Bermutu

Syarat pokok kelima pelayanan kesehatan yang baik adalah yang bermutu

(quality). Pengertian mutu yang dimaksud disini adalah yang menunjuk pada

tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan, yang disatu


pihak dapat memuaskan para pemakai jasa pelayanan, dan di pihak lain tata cara

penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik serta standar yang telah di tetapkan.

C. Karakteristik pelayanan dokter keluarga

Pelayanan dokter keluarga mempunyai beberapa karakteristik yang menurut

para ahli dibedakan dan diuraikan sebagai berikut :

1. Lan R. McWhinney (1981):

i. Lebih mengikatkan diri pada kebutuhan pasien secara


keseluruhan, bukan pada disiplin ilmu kedokteran,
kelompok penyakit atau teknik - teknik kedokteran tertentu.
ii. Berupaya mengungkapkan kaitan munculnya suatu penyakit
dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
iii. Menganggap setiap kontak dengan pasiennya sebagai suatu
kesempatan untuk menyelenggarakan pelayanan pencegahan
penyakit atau pendidikan kesehatan.
iv. Memandang dirinya sebagai masyarakat yang berisiko tinggi.
v. Memandang dirinya sebagai bagian dari jaringan pelayanan
kesehatan yang tersedia di masyarakat.
vi. Diselenggarakan dalam suatu daerah domisili yang sama
dengan pasiennya.
vii. Melayani pasien di tempat praktek, di rumah dan di rumah
sakit.
viii. Memperhatikan aspek subjektif dari ilmu kedokteran.
ix. Diselenggarakan oleh seorang dokter yang bertindak sebagai
manager dari sumber - sumber yang tersedia.
2. Lynn P. Carmichael (1973) menyusun karakteristik pelayanan dokter
keluarga tersendiri :
i. Berorientasi pada pencegahan penyakit serta pemeliharaan
kesehatan.
ii. Berhubungan dengan pasien sebagai anggota dari unit
keluarga, memandang keluarga sebagai dasar dari suatu
organisasi sosial dan atau suatu kelompok fungsional yang
saling terkait, pada mana setiap individu membentuk
hubungan tingkat pertama.

iii. Memanfaatkan pendekatan menyeluruh, berorientasi pada


pasien dan keluarganya dalam menyelenggarakan setiap
pelayanan kesehatan.

iv. Mempunyai ketrampilan diagnosis yang andal serta


pengetahuan tentang epidemiologi untuk menentukan pola
penyakit yang terdapat di masyarakat dimana pelayanan
tersebut diselenggarakan, dan selanjutnya para dokter yang
menyelenggarakan pelayanan harus memiliki keahlian
mengelola berbagai penyakit yang ditemukan di masyarakat
tersebut.

v. Para dokternya memiliki pengetahuan tentang hubungan


timbal balik antara faktor biologis, sosial dan emosional
dengan penyakit yang dihadapi, serta menguasai teknik
pemecahan masalah untuk mengatasi berbagai penyakit
yang agak mirip atau tidak khas serta berbagai penyakit
yang tergolong psikosomatik.
3. Debra P. Hymovick and Martha Underwood Barnards (1973)
menetapkan ada lima karakteristik pokok dari pelayanan dokter
keluarga :
i. Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan
pelayanan kesehatan yang lebih responsif serta bertanggung
jawab.

ii. Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan akan pelayanan


kesehatan tingkat pertama (termasuk pelayanan darurat)
serta pelayanan lanjutan (termasuk pengaturan rujukan).
iii. Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan akan pelayanan
pencegahan penyakit dalam stadium dini serta peningkatan
derajat kesehatan pasien setinggi mungkin.

iv. Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan untuk


diperhatikannya pasien tidak hanya sebagai orang perorang,
tetapi juga sebagai anggota keluarga dan anggota
masyarakat.

v. Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan untuk dilayaninya


pasien secara menyeluruh dan dapat diberikan perhatian
kepada pasien secara lengkap dan sempurna, jauh melebihi
jurnlah keseluruhan keluhan yang disampaikan.
4. Menurut Ikatan Dokter Indonesia (1982)
Ikatan Dokter Indonesia melalui Muktamar ke - 18 di
Surakarta tahun 1982 merumuskan karakteristik pelayanan
dokter keluarga sebagai berikut :

i. Yang melayani penderita tidak hanya sebagai orang


perorang, melainkan sebagai anggota satu keluarga dan
bahkan sebagai anggota masyarakat sekitarnya.

ii. Yang memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh


dan memberikan perhatian kepada penderita secara lengkap
dan sempurna, jauh melebihi jumlah keseluruhan keluhan
yang disampaikan.

iii. Yang mengutamakan pelayanan kesehatan guna


meningkatkan derajat kesehatan seoptimal mungkin,
mencegah timbulnya penyakit dan mengenal serta
mengobati penyakit sedini mungkin.

iv. Yang mengutamakan pelayanan kesehatan sesuai dengan


kebutuhan dan berusaha memenuhi kebutuhan tersebut
sebaik - baiknya.
v. Yang menyediakan dirinya sebagai tempat pelayanan
kesehatan tingkat pertama dan bertanggung jawab pada
pelayanan kesehatan lanjutan.

Jika diperhatikan, karakteristik pelayanan dokter keluarga sebagaimana

dikemukakan di atas, segeralah terlihat bahwa pelayanan dokter keluarga

memang merupakan suatu pelayanan kedokteran yang memiliki kedudukan

tersendiri. Sebagian melihatnya sebagai pelayanan dokter spesialis. Tetapi

sebagian lainnya berpendapat hanya menunjuk pada tata cara pelayanan saja.

Sesungguhnyalah pada saat ini ditemukan banyak pendapat tentang status

dokter keluarga dalam sistem pelayanan kedokteran. Berbagai pendapat

tersebut secara umum dapat dibedakan atas 4 macam (Geyman, 1971), yakni :

1. Dokter Keluarga sama dengan dokter umum

Pendapat yang seperti ini ditemukan misalnya di Inggris dan Australia.

Inilah sebabnya organisasi yang didirikan untuk menghimpun para dokter

keluarga tidak disebut sebagai organisasi dokter keluarga (family pyhsician),

melainkan organisasi dokter umum (general practitioner).

2. Dokter Keluarga adalah dokter spesialis

Pendapat yang seperti ini ditemukan misalnya di Amerika Serikat. Inilah

sebabnya, di negara tersebut seorang dokter yang akan menyelenggarakan

pelayanan dokter keluarga, diharuskan untuk mengikuti pendidikan tambahan

selama 3 tahun. Di Amerika Serikat, dokter keluarga memang telah dianggap

sebagai spesialis umum yang kedudukannya setara dengan berbagai spesialis

lainnya.

3. Dokter Keluarga adalah semua dokter yang menyelenggarakan pelayanan


dokter keluarga
Pendapat yang seperti ini ditemukan misalnya di Indonesia. Menurut

pendapat ini, siapapun dokter tersebut - dokter umum atau dokter spesialis -

sepanjang menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan prinsip -

prinsip dokter keluarga, maka dokter yang dimaksud disebut sebagai dokter

keluarga.

4. Dokter Keluarga tidak sama dengan dokter umum, tetapi antara keduanya
terdapat banyak kesamaan.
Pendapat yang seperti ini merupakan pendapat awal yang muncul ketika

konsep dokter keluarga pertama kali diperkenalkan. Tidak mengherankan jika

kemudian sering disebutkan bahwa dokter keluarga tersebut pada dasarnya

perkembangan lebih lanjut dari dokter umum, yakni setelah sebelumnya para

dokter umum yang dimaksud memperoleh tambahan pendidikan lebih lanjut.

Terlepas dari masih ditemukannya perbedaan pendapat yang seperti ini,

jika ditinjau dari kepentingan masyarakat, yang lebih diutamakan bukanlah

status dokter yang menyelenggarakan pelayanan, melainkan pelayanan

kedokteran yang diselenggarakan. Sesungguhnyalah untuk kepentingan

masyarakat tersebut, amat diharapkan pelayanan kedokteran dapat

diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu serta berkesinambungan, yakni

yang sesuai dengan ciri - ciri pokok pelayanan dokter keluarga.

Hanya saja, bertitik tolak dari pentingnya tata cara penyelenggaraan

yang dimaksud, tidak mengherankan jika kemudian ditemukan beberapa

pihak yang kurang setuju dengan pendapat bahwa pelayanan dokter keluarga

dapat diselenggarakan oleh dokter spesialis. Disebutkan bahwa dokter


spesialis, betapapun telah termotivasinya menyelenggarakan dokter keluarga,

tetapi karena keahlian yang dimiliki bersifat monodisiplin, maka tidak akan

mungkin menyelenggarakan pelayanan yang menyeluruh. Pelayanan dokter

spesialis pada umumnya memang bersifat tunggal yakni yang sesuai dengan

spesialisasi yang dimiliki, dan karena itu dipandang tidak sesuai dengan ciri -

ciri pelayanan dokter keluarga.

D. STANDAR PELAYANAN KEDOKTERAN KELUARGA


1. Standar Pemeliharaan Kesehatan di Klinik (Standards of clinical care)

i. Standar Pelayanan Paripurna (standard of comprehensive of care)

Pelayanan yang disediakan dokter keluarga adalah pelayanan medis

strata pertama untuk semua orang yang bersifat paripurna

(comprehensive), yaitu termasuk pemeliharaan dan peningkatan

kesehatan (promotive), pencegahan penyakit dan proteksi khusus

(preventive and spesific protection), pemulihan kesehatan (curative),

pencegahan kecacatan (disability limitation) dan rehabilitasi setelah

sakit (rehabilitation) dengan memperhatikan kemampuan sosial serta

sesuai dengan mediko legal etika kedokteran.

 Pelayanan medis strata pertama untuk semua orang

Pelayanan dokter keluarga merupakan praktik umum dengan

pendekatan kedokteran keluarga yang memenuhi standar pelayanan

dokter keluarga dan diselenggarakan oleh dokter yang sesuai dengan

standar profesi dokter keluarga serta memiliki surat ijin pelayanan

dokter keluarga dan surat persetujuan tempat praktik.


 Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan

Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk memperhatikan

pemeliharaan kesehatan dan peningkatan kesehatan pasien dan

keluarganya.

 Pencegahan penyakit dan proteks ikhusus

Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk menggunakan

segala kesempatan dalam menerapkan pencegahan masalah kesehatan

pada pasien dan keluarganya.

 Deteksi dini

Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk menggunakan

segala kesempatan dalam melaksanakan deteksi dini penyakit dan

melakukan penatalaksanaan yang tepat untuk itu.


 Kuratif medik

Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk melaksanakan

pemulihan kesehatan dan pencegahan kecacatan pada strata pelayanan

tingkat pertama, termasuk kegawatdaruratan medik, dan bila perlu

akan dikonsultasikan dan / atau dirujuk ke pusat pelayanan kesehatan

dengan strata yang lebih tinggi.

 Rehabilitasi medik dan sosial

Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk menerapkan

segala kesempatan rehabilitasi pada pasien dan / atau keluarganya

setelah mengalami masalah kesehatan atau kematian baik dari segi

fisik, jiwa maupun sosial.

 Kemampuan sosial keluarga

Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk memperhatikan

kondisi sosial pasien dan keluarganya.

 Etik medikolegal

Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim yang sesuai dengan

mediko legal dan etik kedokteran. kesehatan sesuai dengan prinsip -

prinsip dokter keluarga, maka dokter yang dimaksud disebut sebagai

dokter keluarga.

ii. Standar PelayananMedis (standard of medicalcare)


Pelayanan yang disediakan dokter keluarga merupakan pelayanan

medis yang melaksanakan pelayanan kedokteran secara lege artis.


 Anamnesis

Pelayanan dokter keluarga melaksanakan anamnesis dengan

pendekatan pasien (patient-centered approach) dalam rangka

memperoleh keluhan utama pasien, kekhawatiran dan harapan

pasien mengenai keluhannya tersebut, serta memperoleh

keterangan untuk dapat menegakkan diagnosis

 Pemeriksaanfisikdanpemeriksaanpenunjang

Dalam rangka memperoleh tanda - tanda kelainan yang menunjang

diagnosis atau menyingkirkan diagnosis banding, dokter keluarga

melakukan pemeriksaan fisik secara holistik; dan bila perlu

menganjurkan pemeriksaan penunjang secara rasional, efektif dan

efisien demi kepentingan pasien semata.

 Penegakkandiagnosisdandiagnosisbanding

Pada setiap pertemuan, dokter keluarga menegakkan diagnosis

kerja dan beberapa diagnosis banding yang mungkin dengan

pendekatan diagnosis holistik.

 Prognosis

Pada setiap penegakkan diagnosis, dokter keluarga menyimpulkan

prognosis pasien berdasarkan jenis diagnosis, derajat keparahan, serta

tanda bukti terkini (evidence based).

 Konseling

Untuk membantu pasien (dan keluarga) menentukan pilihan terbaik


penatalaksanaan untuk dirinya, dokter keluarga melaksanakan

konseling dengan kepedulian terhadap perasaan dan persepsi pasien

(dan keluarga) pada keadaan di saat itu.

 Konsultasi

Pada saat - saat dinilai perlu, dokter keluarga melakukan konsultasi

ke dokter lain yang dianggap lebih piawai dan / atau berpengalaman.

Konsultasi dapat dilakukan kepada dokter keluarga lain, dokter

keluarga konsultan, dokter spesialis, atau dinas kesehatan, demi

kepentingan pasien semata.

 Rujukan

Pada saat - saat dinilai perlu, dokter keluarga melakukan rujukan ke

dokter lain yang dianggap lebih piawai dan/atau berpengalaman.

Rujukan dapat dilakukan kepada dokter keluarga lain, dokter keluarga

konsultan, dokter spesialis, rumah sakit atau dinas kesehatan, demi

kepentingan pasien semata.

 Tindak lanjut

Pada saat - saat dinilai perlu, dokter keluarga menganjurkan untuk

dapat dilaksanakan tindak lanjut pada pasien, baik dilaksanakan di

klinik, maupun di tempat pasien.

 Tindakan

Pada saat - saat dinilai perlu, dokter keluarga memberikan tindakan

medis yang rasional pada pasien, sesuai dengan kewenangan dokter

praktik di strata pertama, dan demi kepentingan pasien.


 Pengobatan rasional

Pada setiap anjuran pengobatan, dokter keluarga melaksanakannya

dengan rasional, berdasarkan tanda bukti (evidence based) yang sahih

dan terkini, demi kepentingan pasien.

 Pembinaan keluarga

Pada saat - saat dinilai bahwa penatalaksanaan pasien akan berhasil

lebih baik, bila adanya partisipasi keluarga, maka dokter keluarga

menawarkan pembinaan keluarga, termasuk konseling keluarga.

iii. Standar Pelayanan Menyeluruh (standard of holistic of care)


Pelayanan yang disediakan dokter keluarga bersifat menyeluruh,

yaitu peduli bahwa pasien adalah seorang manusia seutuhnya yang

terdiri dari fisik, mental, sosial dan spiritual, serta berkehidupan di

tengah lingkungan fisik dan sosialnya.

 Pasien adalah manusia seutuhnya

Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk memandang

pasien sebagai manusia yang seutuhnya.

 Pasien adalah bagian dari keluarga dan lingkungannya

Pelayanan dokter keluarga memiliki sistim untuk memandang

pasien sebagai bagian dari keluarga pasien, dan memperhatikan bahwa

keluarga pasien dapat mempengaruhi dan/atau dipengaruhi oleh situasi

dan kondisi kesehatan pasien.

 Pelayanan menggunakan segala sumber disekitarnya

Pelayanan dokter keluarga mendayagunakan segala sumber di


sekitar kehidupan pasien untuk meningkatkan keadaan kesehatan

pasien dan keluarganya.

iv. Standar PelayananTerpadu (standard of integration of care)


Pelayanan yang disediakan dokter keluarga bersifat terpadu, selain

merupakan kemitraan antara dokter dengan pasien pada saat proses

penatalaksanaan medis, juga merupakan kemitraan lintas program

dengan berbagai institusi yang menunjang pelayanan kedokteran, baik

dari formal maupun informal.

 Koordinator penatalaksanaan pasien

Pelayanan dokter keluarga merupakan koordinator dalam

penatalaksanaan pasien yang diselenggarakan bersama, baik bersama

antar dokter – pasien - keluarga, maupun bersama antar dokter –

pasien - dokter spesialis / rumah sakit.

 Mitra dokter-pasien

Pelayanan dokter keluarga merupakan keterpaduan kemitraan

antara dokter dan pasien pada saat proses penatalaksanaan medis.

 Mitra lintas sektoral medik

Pelayanan dokter keluarga bekerja sebagai mitra penyedia

pelayanan kesehatan dengan berbagai sektor pelayanan kesehatan

formal di sekitarnya.

 Mitra lintas sektoral alternatif dan komplimenter medik

Pelayanan dokter keluarga mempedulikan dan memperhatikan

kebutuhan dan perilaku pasien dan keluarganya sebagai masyarakat


yang menggunakan berbagai pelayanan kesehatan nonformal di

sekitarnya.

v. Standar Pelayanan Bersinambung (standard of continuum care)

Pelayanan yang disediakan dokter keluarga merupakan pelayanan

bersinambung, yang melaksanakan pelayanan kedokteran secara

efektif efisien, proaktif dan terus menerus demi kesehatan pasien.

 Pelayanan proaktif

Pelayanan dokter keluarga menjaga kesinambungan layanan secara

proaktif.

 Rekam medik bersinambung

Informasi dalam riwayat kesehatan pasien sebelumnya dan pada

saat datang, digunakan untuk memastikan bahwa penatalaksanaan

yang diterapkan telah sesuai untuk pasien yang bersangkutan.

 Pelayanan efektif-efisien

Pelayanan dokter keluarga menyelenggarakan pelayanan rawat

jalan efektif dan efisien bagi pasien, menjaga kualitas, sadar mutu dan

sadar biaya.

 Pendampingan

Pada saat - saat dilaksanakan konsultasi dan / atau rujukan,

pelayanan dokter keluarga menawarkan kemudian melaksanakan

pendampingan pasien, demi kepentingan pasien.