Anda di halaman 1dari 14

Makalah Geografi

USAHA PEMERATAAN PEMBANGUNAN DI DESA


DAN KOTA

DISUSUN OLEH
Kelas XII MIA 2
Kelompok 5
TIARA
SYIFA ULHUSNA
PUJI ANDRIANSYAH
NURMALINA

SMA NEGERI 1 KARANG BARU

TAHUN AJARAN 2018/2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya
khususnya bagi penulis sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini
disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata pelajaran geografi.
Tak lupa pula kami mengucapkan terimakasih kepada guru geografi kami,
yang telah membimbing dan membantu kami dalam penyelesaian makalah ini. Dan juga
terima kasih atas bantuan dari semua pihak, semoga bantuan yang diberikan itu
mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuhan YME. Makalah ini berisi tentang
“ usaha pemerataan pembangunan di desa dan kota”.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan
yang kami buat ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca.

Karang Baru, 21 Oktober 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...........................................................................................................1
KATA PENGANTAR .........................................................................................................2
DAFTAR ISI .......................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................4
1.1 Latar Belakang ..........................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah .....................................................................................................5
1.3 Tujuan .......................................................................................................................5
1.4 Manfaat .....................................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN .....................................................................................................6
2.1. Landasan Teori ........................................................................................................6
2.1.1 Konsep Pemerataan Pembangunan .....................................................................6
2.1.2 Usaha Pemerintah dalam Pemerataan Pembangunan di Desa dan Kota .............8
2.1.3 Pembangunan Desa dan Kota serta Interaksi Desa Kota.....................................9
2.1.3.1 Pembangunan Desa ........................................................................................9
2.1.3.2 Pembangunan Kota dan Interaksi Desa Kota .................................................10
BAB III PENUTUP .............................................................................................................13
3.1. Kesimpulan ..............................................................................................................13
3.2. Saran ........................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................14

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemerataan pembangunan telah digariskan dalam Undang-Undang
Dasar 1945 alinea keempat, yang menyatakan bahwa fungsi sekaligus tujuan
Negara Indonesia yakni memajukan kesejahteraan umum. Salah satu proses
pencapaian tersebut adalah melalui pembangunan. Menurut Tjokroamidjojo
(1988) dalam Husna dkk (2011), pembangunan adalah “upaya suatu masyarakat
bangsa yang merupakan suatu perubahan sosial yang besar dalam berbagai bidang
kehidupan ke arah masyarakat yang lebih maju dan baik, sesuai dengan
pandangan masyarakat itu”. Jadi, pembangunan dimaksudkan agar ada perubahan
positif yang terjadi dalam semua bidang, baik dari segi ekonomi, sosial, budaya,
infrastruktur, dan bidang lainnya. Tujuan akhir dari pembangunan itu sendiri
yakni tercapainya kesejahteraan bagi masyarakat.
Perjalanan pembangunan di Indonesia sejak jaman kepemimpinan
Presiden Sukarno hingga Presiden Susilo Bambang Yudoyono saat ini, telah
banyak menghasilkan perkembangan dan kemajuan bagi keberlanjutan
pembangunan di Indonesia. Walaupun demikian permasalahan pembangunan di
Indonesia masih cukup banyak, angka kemiskinan masih tinggi, kesenjangan
sosial, hutang negara, distribusi pendapatan serta disparitas antar daerah akibat
ketidakmerataan pembangunan masih menjadi tugas rumah yang harus diselesaikan oleh
pemerintah. Berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan pembangunan di Indonesia
telah banyak dilakukan oleh pemerintah.
Pemerataan pembangunan sampai ke daerah-daerah adalah salah satu agenda
penting pemerintah. Karena pembangunan yang merata berdampak baik bagi kemajuan
ekonomi suatu bangsa. Tujuan pemerataan pembangunan sampai ke daerah-daerah yang
dilakukan pemerintah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan karena pembangunan
(baik itu infrastruktur maupun SDM) merupakan komponen penting untuk
meningkatkan pembangunan ekonomi. Sementara pembangunan ekonomi sendiri
mendorong laju pertumbuhan ekonomi.

4
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa konsep pembangunan?
2. Bagaimana usaha pemerintah dalam pemerataan pembangunan di desa dan kota?
3. Bagaimana pembangunan desa dan kota serta interaksi desa kota?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep pembangunan.
2. Untuk mengetahui usaha pemerintah dalam pemerataan pembangunan di desa dan kota.
3. Untuk mengetahui bagaimana pembangunan desa dan kota serta interaksi desa
kota.

1.4 Manfaat
 Manfaat untuk penulis
Dapat memberikan pengalaman penulis dalam membuat karya tulis ilmiah.

 Manfaat untuk pembaca


Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang usaha pemerintah dalam
pemerataan pembangunan desa kota.

5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Landasan Teori
Pembangunan adalah sumua proses perubahan yang dilakukan melalui
upaya-upaya secara sadar dan terencana. Sedangkan perkembangan adalah proses
perubahan yang terjadi secara alami sebagai dampak dari adanya pembangunan
(Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, 2005). Portes (1976)
mendefenisiskan pembangunan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya.
Pembangunan adalah proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki
berbagai aspek kehidupan masyarakat
Pemerataan Pembangunan adalah Sebagai suatu usaha, pembangunan
merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka
meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran
serta masyarakat, pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara
untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan. Hal ini dilakukan karena
kenaikan pendapatan perkapita mencerminkan perbaikan dalam kesejahteraan
masyarakat.
Menurut Sutarjo Kartohadikusumo, Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana
bermukim sutau masyarakat yang berkuasa dan masyarakat tersebut mengadakan
pemerintah sendiri.
Secara GEOGRAFIS, KOTA adalah suatu bentang budaya yang ditimbulkan
oleh unsur-unsur alami dan non-alami dengan gajala pemusatan penduduk tinggi,
corak kehidupan yang heterogen, sifat penduduknya individualistis dan
materialistis.
2.1.1 Konsep Pemerataan Pembangunan
Konsep Pemerataan pembangunan daerah menurut Kartasasmita (2003:24)
merupakan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk mengembangkan
berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat, melakukan
pemerataan fasilitas umum dan sosial serta Pengembangan pembangunan
perdesaan dalam upaya peningkatan derajat kehidupan masyarakat secara
menyeluruh.
Perkembangan pembangunan daerah tidak terlepas dari perkembangan daerah
perkotaan dan perdesaan. Bila diperhatikan proses perkembangan suatu desa

6
menjadi kota, terlihat jelas bahwa kota dan desa, atau kawasan perkotaan dan
perdesaan, saling melengkapi dan membentuk satu sistem yang saling terkait. Di
satu pihak, keterkaitan antara perdesaan dan perkotaan terlihat dalam pe-menuhan
bahan pokok pangan, fasilitas dan pelayanan dasar, penyediaan bahan baku, bahan
setengah jadi dan sumber daya manusia untuk industri serta kegiatan ekonomi
lainnya. Pemenuhan berbagai kebutuhan tersebut selama ini cenderung ber-
langsung dari desa ke kota saja. Di pihak lain, daerah perdesaan umumnya
memiliki kondisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan daerah
perkotaan. Keterbatasan inilah, yakni dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan,
lahan usaha, serta sarana dan prasarana pelayanan dasar di perdesaan, yang men-
dorong terjadinya migrasi ke kota-kota.
Sudah saatnya persepsi mengenai penanganan permasalahan kota dan desa
diubah. Desa tidak dapat lagi dipandang hanya sebagai wilayah pendukung
kehidupan daerah perkotaan, tetapi sebaliknya, perkembangan suatu kota atau
daerah perkotaan harus pula mampu meningkatkan perkembangan daerah
perdesaan. Oleh karena itu, kota atau daerah perkotaan harus turut meningkatkan
kehidupan sosial dan ekonomi di daerah perdesaan dalam rangka menjaga
momentum pembangunan daerah perkotaan itu sendiri. Hubungan timbal balik
yang saling menguntungkan ini merupakan dasar bagi pertumbuhan yang serasi
antara desa dan kota.
Pembangunan perkotaan dan pembangunan perdesaan harus diusahakan sekuat
tenaga agar tidak saling merugikan, melainkan justru harus saling mendukung dan
saling memperkuat sehingga tercipta pemerataan pembangunan daerah yang dapat
dinikmati secara luas oleh masyarakat. Penduduk perdesaan yang cukup besar
jumlahnya adalah pasar yang potensial untuk produk yang dihasilkan oleh
kawasan perkotaan. Sebaliknya, perdesaan juga menyediakan input bagi sektor
produksi dan konsumsi perkotaan. Daerah perkotaan merupakan sumber barang
dan jasa untuk kepentingan produksi di daerah perdesaan. Perkotaan merupakan
sumber inovasi dan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas masyarakat
perdesaan. Meningkatnya taraf hidup masyarakat perkotaan di atas pengorbanan
masyarakat desa harus dicegah. Berkembangnya kesejahteraan masyarakat
perkotaan harus turut mengangkat martabat dan kehidupan masyarakat di
pedesaan.

7
2.1.2 Usaha Pemerintah dalam Pemerataan Pembangunan di Desa dan Kota

Seringkali pembangunan antara desa dan kota mengalami kesenjangan.


Olehkarena itu, diperlukan upaya pemerataan pembangunan di desa dan di kota.Upaya
pemerataan pembangunan di desa dan kota antara lain :
1. Percepatan pembangunan secara optimal
Pembangunan secara optimal yang dimaksud ialah mendorong percepatan
pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah strategis yang selama ini masih
belum berkembang secara optimal. Seperti daerah yang sebenarnya sangat
berpotensi untuk dijadikan objek wisata. Infrastruktur daerah itulah yang harus
dipercepat pembangunanya.
2. Fokus pengembangan wilayah tertinggal dan terpencil
Ini bisa dilakukan meningkatkan keberpihakan pemerintah untuk
mengembangkan wilayah yang tertinggal dan terpencil. Salah satunya dengan
kegiatan mengirim guru-guru muda (sarjana pendidikan) untuk mengajari di
daerah tertinggal dan terpencil.
3. Mengembangkan wilayah-wilayah perbatasan
Wilayah-wilayah perbatasan di Indonesia memang kurang mendapatkan
perhatian dibanding dengan wilayah lain. Untuk mengembangkan wilayah
perbatasan itu dapat dilakukan dengan mengubah arah kebijakan pembangunan
yang selama ini cenderung berorientasi melihat ke dalam menjadi melihat keluar.
Artinya, pemerintah harus bisa melakukan harmonisasi dengan negara tetangga
yang ada di perbatasan tersebut.
4. Menyeimbangkan pertumbuhan pembangunan
Emang agak susah untuk menyeimbangkan pembangunan antarkota
metropolitan, besar, menengah dan kecil secara hierarki dalam suatu sistem
pembangunan perkotaan nasional. Namun, pemerintah tetap akan melakukan
usaha terbaiknya untuk bisa menyeimbangkan hal tersebut.
5. Meningkatkan keterkaitan kegiatan ekonomi
Kegiatan ekonomi di pedesaan dan diperkotaan harus ditingkatkan sekaligus
terintegrasi. Karena untuk memudahkan proses produksi, distribusi, hingga
sampai ke tangan masyarakat. Semakin mudah kegiatan ekonomi antara desa dan
kota, maka laju pertumbuhan ekonomi juga akan semakin membaik.
6. Mengoperasionalisasikan Rencana Tata Ruang

8
Supaya pembangunan itu bisa merata harus melihat kembali ke hierarki
perencanaan (RTRW-Nasional, RTRW-Pulau, RTRW-Provinsi, RTRW
Kabupaten/Kota) sebagai acuan koordinasi dan sinkronisasi pembangunan
antarsektor dan antarwilayah.
7. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat
8. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
9. Pemerataan kesempatan kerja

2.1.3 Pembangunan Desa dan Kota serta Interaksi Desa Kota


2.1.3.1 Pembangunan Desa
Untuk pembangunan di pedesaan telah diatur oleh undang-undang RI NO. 6
Tahun 2014 yang di sahkan DPR-RI pada 18 desember 2013 akan memberikan
desa alokasi dana yang besar, dengan indikasi rata-rata RP 1,4 Miliar per desa per
tahun. Program tersebut disebut program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
(PNPM) mandiri.
Khusus dalam pelaksanaan tugas dalam menyelenggarakan pembangunan,
pemerintah dituntut untuk mengelolanya berdasarkan asas transparansi, akuntabel,
partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran.
Namun, pada kenyataannya dari hasil penelitian dan telaah data sekunder
dalam pelaksanaan pembangunan di suatu daerah tidak dilaksanakan berdasarkan
asas transparansi, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin
anggaran. Pembangunan pedesaan yang seharusnya dilaksanakan oleh Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat (LPM) desa dengan melibatkan peran serta masyarakat
ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kepala desa sendirilah yang
melaksanakan pembangunan. keberadaan LPM ternyata hanya sebagai tukang tanda
tangan dan stempel saja berkas pertanggungjawaban pelaksanaan pembangunan.
Dominannya peran pemerintah desa, dalam hal ini kepala desa dalam
pelaksanaan pembangunan pedesaan tentu tidak hanya melanggar esensi dari tujuan
dilaksanakannya pembangunan pedesaan, yaitu mensejahteraankan masyarakat
desa tetapi juga telah mengabaikan azas pelaksanaan pembangunan yaitu
transparansi, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin
anggaran yang telah digariskan dalam peraturan penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan desa.

9
Partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan desa. karena
proses pembangunan desa bukan hanya sebatas membangun prasarana fisik, tetapi
proses pembangunan desa merupakan bagian dari pemberdayaan dan peningkatan
kapasitas masyarakat pedesaan.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan maka dapat
digunakan kerangka konsep sebagai berikut :
1. Partisipasi perlu dikembangkan dengan pola prosedural yaitu masyarakat atau
kelompok sasaran diharapkan berperan serta aktif pada berbagai tahap dalam
proses aktifitas pembangunan ekonomi.
2. Upaya meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan golongan miskin
untuk berpartisipasi. Hal ini dimaksudkan agar mereka berpartisipasi dan bias
menolong perekonomian diri sendiri.
3. Program-program pembangunan sosial ekonomi yang hendak dikembangkan
perlu diperhatikan.
4. Keterlibatan agen pembaharu dari luar komunitas hanya sejauh memberikan
dorongan dan membantu memudahkan atau partisipasi warga masyarakat dan
bukan berperan sebagai pelaku utama.
5. Partisipasi perlu dilaksanakan melalui lembaga-lembaga yang sudah dikenal
atau kelompok yang dibentuk dari prakarsa warga masyarakat.

Apabila kerangka konsep partisipasi msayarakat dalam pembangunan desa


seperti diatas dapat diterapkan maka diharapkan dapat mewujudkan tujuan dari
pembangunan desa, dengan terwujudnya tujuan pembangunan desa selanjutnya
diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2.1.3.2 Pembangunan kota dan Interaksi Desa Kota
Pembangunan perkotaan adalah semua pembangunan yang dilakukan pemerintah,
masyarakat dan swasta di wilayah kota dan perkotaan dalam rangka meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi daerah.
Oleh karena itu hakekat pembangunan perkotaan adalah upaya meningkatan
kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita warga kota.
Interaksi antara desa dan kota terjadi karena berbagai faktor atau unsur yang ada.
Kemajuan masyarakat desa, perluasan jaringan jalan desa-kota, integrasi atau pengaruh
kota terhadap desa, kebutuhan timbal balik desa-kota telah memacu interaksi desa-kota.

10
Dengan adanya kemajuan di bidang perhubungan dan lalu lintas antar-daerah,
maka sifat isolasi desa berangsur-angsur berkurang. Desa-desa yang dekat dengan kota
telah banyak mendapat pengaruh kota sehingga persentase penduduk desa yang bertani
berkurang dan beralih dengan pekerjaan nonagraris. Daerah-daerah pedesaan di
perbatasan kota yang dipengaruhi oleh tata kehidupan kota disebut “rur-ban areas”
singkatan dari “rural-urban areas”
Dengan perkembangan di bidang prasarana dan sarana transportasi ada
kemungkinan gejala urbanisasi. Dalam hal ini, perpindahan penduduk desa ke kota
dapat berkurang dan mereka cukup dapat melakukan tugasnya di kota dengan
memanfaatkan angkutan umum dan selanjutnya menjadi penglaju. Perkembangan ini
juga mempengaruhi bidang-bidang lain, seperti pendidikan dan perdagangan.
Gedung-gedung sekolah dapat didirikan juga di desa-desa yang letaknya jauh dari
kota dan para pengajarnya dapat datang bertugas dari kota kecamatan dan kota
kabupaten.
Perdagangan antardesa-kota yang berupa barang-barang hasil kerajinan tangan
dan terutama hasil pertanian dapat terlaksana dengan lancar sehingga para konsumen di
kota masih bisa membeli sayur-mayur dan buah-buahan yang masih segar. Pasar-pasar
kecil juga bermunculan di tempat-tempat tertentu di tepian kota.
Daerah-daerah urban ini makin lama berkembang sebagai desa dagang. Hasil-
hasil bumi dari desa dan hasil industri dari kota diperdagangkan di daerah rurban ini.
Bertambahnya penduduk dan jaringan lalu lintas di daerah ini akan mempercepat
terjadinya suatu kota kecil yang baru.
Wujud interaksi desa-kota:
Adapun wujud interaksi antar desa-kota sebagai berikut.
1) Pegerakan barang dari desa ke kota atau sebaliknya seperti pemindahan hasi
pertanian, produk industri dan barang tambang.
2) Pergerakan gagasan dan informasi terutama dari kota ke desa.
3) Pergerakan manusia dalam bentuk rekreasi, urbanisasi, mobilitas penduduk baik
yang sifatnya sirkulasi maupun komutasi.
Interaksi antara desa-kota melahirkan suatu perkembangan baru bagi desa maupun
bagi kota. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan potensi yang dimiliki desa maupun
kota, dan adanya persamaan kepentingan.

11
Gambar tentang interaksi antara desa dan kota

12
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pemerataan Pembangunan adalah Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan
tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan
pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat,
pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasi
aktif dalam proses pembangunan.
Perkembangan pembangunan daerah tidak terlepas dari perkembangan daerah
perkotaan dan perdesaan. Bila diperhatikan proses perkembangan suatu desa menjadi
kota, terlihat jelas bahwa kota dan desa, atau kawasan perkotaan dan perdesaan, saling
melengkapi dan membentuk satu sistem yang saling terkait.
Pembangunan perkotaan dan pembangunan perdesaan harus diusahakan sekuat
tenaga agar tidak saling merugikan, melainkan justru harus saling mendukung dan
saling memperkuat sehingga tercipta pemerataan pembangunan daerah yang dapat
dinikmati secara luas oleh masyarakat.
3.2 Saran
1. Sebaiknya pemerintah dalam melaksanakan pemerataan pembangunan
dilaksanakan berdasarkan asas transparansi, akuntabel, partisipatif serta
dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran.
2. Pemerintah diharapkan mengusahakan pembangunan secara maksimal
dengan membuat kebijakan-kebijakan yang dapat menunjang kearah
pembangunan yang lebih baik.

13
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/30991115/STUDI_ANALISIS_PARTISIPASI_MASYARA
KAT_DALAM_PROGRAM_NASIONAL_PEMBERDAYAAN_MASYARAKAT_P
NPM_
https://cookpierun.wordpress.com/2015/11/16/pembangunan-yang-tidak-merata-di-
indonesia/
https://pemdesbaok.wordpress.com/2014/06/01/dengan-disahkannya-undang-undang-
republik-indonesia-nomor-6-tahun-2014-tentang-desa-kepala-desa-harus-belajar-
pembukuanaccounting/
https://prezi.com/oy_oduizoo7k/interaksi-desa-kota-dalam-pembangunan-daerah/
https://slideplayer.info/slide/3030816/
http://untungsupraptogeografi14.blogspot.com/2016/06/makalah-geografi-
perkotaan_1.html
https://yohanli.com/upaya-pemerataan-pembangunan/

14