Anda di halaman 1dari 70

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
kesehatan, kesempatan dan karunia-Nya yang tak henti-hentinya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW,
oleh karena atas perjuangan beliaulah yang telah memperjuangkan islam mulai dari alam
kebodohan sampai alam yang terang benderang seperti apa yang kita rasakan sekarang ini.
Dalam penulisan laporan ini, penulis banyak mendapat tantangan dan
hambatan, akan tetapi dengan bantuan beberapa pihak, tantangan dan hambatan itu dapat
teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat Ibu
Fitrani Amin S.T., M.T., selaku dosen mata kuliah Perencanaan Tambang yang telah
memberi pembekalan dari segi materi dan menginspirasi penulis untuk membuat dan
menyelesaikan laporan ini. Tak lupa pula penulis ucapkan terimakasih banyak kepada teman-
teman yang telah mendukung penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
Penulis sadar sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih banyak terdapat
kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat
mengharapkan masukan berupa kritik dan saran dari pembaca yang positif untuk lebih
menyempurnakan laporan ini.

Kendari, Juni 2017

Penulis

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
kesehatan, kesempatan dan karunia-Nya yang tak henti-hentinya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW,
oleh karena atas perjuangan beliaulah yang telah memperjuangkan islam mulai dari alam
kebodohan sampai alam yang terang benderang seperti apa yang kita rasakan sekarang ini.
Dalam penulisan laporan ini, penulis banyak mendapat tantangan dan
hambatan, akan tetapi dengan bantuan beberapa pihak, tantangan dan hambatan itu dapat
teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat Ibu
Fitrani Amin S.T., M.T., selaku dosen mata kuliah Perencanaan Tambang yang telah
memberi pembekalan dari segi materi dan menginspirasi penulis untuk membuat dan
menyelesaikan laporan ini. Tak lupa pula penulis ucapkan terimakasih banyak kepada teman-
teman yang telah mendukung penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
Penulis sadar sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih banyak terdapat
kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat
mengharapkan masukan berupa kritik dan saran dari pembaca yang positif untuk lebih
menyempurnakan laporan ini.

Kendari, Juni 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR................................................................................... i DAFTAR
ISI ............................................................................................. ii DAFTAR GAMBAR
.................................................................................... ii DAFTAR TABEL
....................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN
1.1 Identitas Perusahaan. ................................................................... 1
1.2 Deposit Nikel ................................................................................ 1
1.3 Luas Area..................................................................................... 2
BAB II RENCANA BUKAAN LAHAN
2.1 Bukaan Tambang.......................................................................... 4
2.2 Metode dan Tata Cara Penambangan ............................................ 4
2.2.1 Metode Penambangan ........................................................ 4
2.2.2 Tahapan Penambangan ...................................................... 5
2.3 Jalan Tambang............................................................................. 8
2.3.1 Letak Jalan Keluar Tambang ................................................ 8
2.3.2 Lebar Jalan dan Kemiringan Jalan Tambang .......................... 8
2.3.3 Pertimbangan Keamanan ..................................................... 9
2.4 Stockpile ..................................................................................... 10
2.4.1 Stockpile ............................................................................ 10
2.4.2 Disposal ............................................................................. 10
2.5 Infrastruktur Tambang ................................................................. 11
2.5.1 Fasilitas Operasional ........................................................... 11
2.5.2 Fasilitas Karyawan .............................................................. 12
BAB III KONDISI HIDROLOGI DAN GEOTEKNIK
3.1 Data Hidrologi .............................................................................. 13
3.2 Data Geoteknik ............................................................................ 14
BAB IV OPERASIONAL TAMBANG DAN REKLAMASI
4.1 Operasional Tambang ................................................................... 15
4.1.1 Jenis dan Spesifikasi Teknis Peralatan ................................... 15
4.1.2 Kebutuhan Peralatan ........................................................... 18
4.2 Jadwal Produksi dan Umur Tambang.............................................. 19
4.2.1 Urutan Operasi Penambangan .............................................. 19
4.2.2 Umur Tambang ................................................................... 20
4.3 Reklamasi .................................................................................... 20
BAB V BIAYA
5.2 Estimasi ....................................................................................... 30

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Peta Lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT.APM .................... 3

Gambar 2 Desain Pit ................................................................................ 8

Gambar 3 Rancangan Luas Jalan Tambang ................................................ 9

Gambar 4 Desain Runaway Ramps ............................................................ 9

Gambar 5 Perumahan Karyawan PT.APM ................................................... 12

Gambar 6 Masjid Babul Jannah PT.APM ..................................................... 12

Gambar 7 Puskesmas Lapadde di PT.APM .................................................. 12

Gambar 8 Wahana Hiburan PT.APM ........................................................... 12

Gambar 9 SD Negeri 49 Lapadde ............................................................... 12

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 1 Luas Lokasi Dalam Wilyah Operasi Produksi ..................................... 2

T abe l 2 Jumlah Hari Hujan Rata-Rata Per Tahun ......................................... 13

T abe l 3 Jumlah Curah Hujan Rata-Rata Per Tahun ...................................... 13

T abe l 4 Pemilihan Jenis Peralatan .............................................................. 15

T abe l 5 Jenis Peralatan Utama Penambangan ............................................. 18

T abe l 6 Jumlah Kebutuhan Peralatan Operasi Penambangan ........................ 19

iv
BAB I

PENDAHULU

AN

1.1 IDENTITAS PERUSAHAAN

PT Andy Putra Mining Tbk (APM) merupakan anak perusahaan dari PT. Brazil
Internasional Nikel (BIN). Sebuah perusahaan pertambangan global yang berkantor pusat di
Brasil. P erusahaan kami mengoperasikan tambang nikel open pit dan pabrik pengolahan di
Parepare, Sulawesi Selatan, sejak tahun 2014. Saat ini, kami menjadi produsen nikel terbesar
di Indonesia dan menyumbang 5% pasokan nikel dunia.
Kami menambang nikel laterit dan mengolahnya menjadi nickel matte, yang dikirim
ke konsumen tetap kami di Jepang. Nikel banyak dikombinasikan dengan logam lain untuk
membentuk campuran yang dikenal karena fleksibilitas dan ketahanannya terhadap oksidasi
dan korosi. Logam ini mampu mempertahankan karakteristiknya bahkan dalam suhu
ekstrem. Nikel digunakan dalam berbagai produk, seperti televisi, baterai isi ulang, koin,
peralatan makan bahkan gerbong
kereta.
Lini produksi kami beroperasi dengan energi terbarukan yang dihasilkan oleh tiga
pembangkit listrik tenaga air, yang secara keseluruhan menghasilkan 365 mega watt tenaga
listrik. Saat ini, tingkat produksi tahunan kami mencapai rata-rata
550.000 metrik ton nickel matte. Dengan investasi lanjutan sebesar AS$2 miliar, kami
menargetkan peningkatan produksi tahunan menjadi 905.000 metrik ton nikel matte di tahun
ke dua dan di tahun berikutnya perusahaan menargetkan produksi sebesar 776.500 metric
ton dalam empat tahun ke depan. PT Andy Putra Mining Tbk (APM) berkomitmen untuk
memberi nilai tambah dan mengembangkan warisan yang positif bagi generasi selanjutnya.

1.2 DEPOSIT NIKEL

Berdasarkan hasil perhitungan cadangan pada database yang diberikan di dapatkan


volume dan luasan area yang telah di estimasi yakni volume ore/bijih di lokasi pertambangan
sebesar 3.008.000 ton Bijih Nikel dengan luas area 420.000 , dimana di area tersebut
terdapat 5 Blok penambangan yang di rencanakan, yang
terdiri dari Blok Elang, Blok Merpati, Blok Cendrawasih, Blok Nuri, dan Blok Bangau.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 1


Untuk Cut off Grade (COG) yang ditetapkan yaitu 1,7 Up dan Stripping Ratio (SR)
1:3 dimana ketebalan Over Burden rata-rata 2 meter pada tiap blok. Dari hasil perhitungan

berdasarakan SR ditentukan jumlah Over Burden di keseluruhan Blok yaitu 1.002.666 m 3.

1 .3 L UAS AR EA

PT. Andy Putra Mining Tbk. (APM) memiliki luas wilayah Izin Usaha
Pertambangan (IUP) Eksplorasi seluas ±300 Ha (Berdasarkan Keputusan Bupati/Walikota
No. 126 Tahun 2007 tentang pemberian Izin Kuasa Pertambangan Eksplorasi kepada PT.
APM), yang terletak di Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Provinsi
Sulawesi Selatan. Dan mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk Operasi Produksi
(OP) di tahun 2016 seluas ±200 Ha, dimana pada wilayah Operasi Produksi terdiri dari;

No. Lokasi Luas (Ha) Luas (m 2)

1 Pit / Front 42 420.000

2 Stockpile 60 600.000
3 Disposal 60 600.000

4 Mess 10 100.000

5 Pabrik Peleburan (Smelter) 43 430.000

6 Workshop 5 50.000

Tabel 1. Luas Lokasi Dalam Wilayah Operasi Produksi

Dalam area pit akan terdiri dari 5 (lima) blok dimana Blok Elang memiliki luas area 7,2

Ha atau 72.000m 2, Blok Merpati dengan luas area 5,3 Ha atau 53.000m2, Blok Cendrawasih

seluas 5,5 Ha atau 55.000m2, Blok Nuri dan Blok Bangau masing- masing memiliki luas area

11,85 Ha atau sekitar 118.500m2.

Stockpile memiliki luas area 600.000m 2, dan disposal area memiliki luas yang sama

dengan stockpile yakni 600.000m 2, di area operasi produksi juga dibangun mess
karyawan yang bertujuan untuk lebih memudahkan para karyawan beristirahat
setelah jam kerja selesai, mess dibangun diatas area dengan luas

100.000m2 atau setara dengan 10 Ha, di wilayah operasi produksi juga telah dibangun

pabrik peleburan (smelter) dengan luas area 430.000m2 dan workshop seluas 50.000m2
dengan tujuan maintenance peralatan tambang yang beroperasi di
sekitar wilayah operasi produksi (OP).

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 2


Gambar 1. Peta Lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. APM

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 3


BAB II

RENCANA BUKAAN LAHAN

2.1 BUKAAN TAMBANG

Rencana bukaan tambang akan dimulai pada Blok Elang dengan luas area bukaan

72.000m2 di tahun pertama produksi, yang dilanjutkan ke Blok Merpati dan Blok

Cendrawasih di tahun ke dua yang memiliki luas area keseluruhan 58.000m2, setelah target
di tahun kedua tercapai, maka bukaan lahan tambang akan dilanjutkan ke Blok Nuri

seluas 118.500m2 yang direncanakan berjalan ditahun ketiga produksi sebelum nantinya
membuka lahan ke Blok Bangau yang memiliki luas lahan sama dengan Blok Nuri sebagai
target rencana produksi akhir.

Sesuai dengan skenario penggalian Bijih Nikel dan pembuangan tanah penutup,
maka Bijih Nikel dari tiap block akan habis digali selama kurun waktu 4 tahun dan akan
dilanjutkan dengan kegiatan penutupan lahan tambang (pasca tambang) di tahun ke 5.

2.2 METODE DAN TATA CARA PENAMBANGAN

2.2.1 Metode Penambangan

PT. Andy Putra Mining Tbk. (APM) saat ini memiliki sebuah konsesi pertambangan
nikel dan telah mendapatkan izin usaha pertambangan operasi produksi yang diperoleh
dari tahun 2016 seluas 200 Ha. Sampai dengan saat ini PT. Andy Putra Mining Tbk. (APM)
telah merencanakan akan melakukan kegiatan produksinya ditahun pertama produksi dengan
target 550.000 ton, usaha tambang memerlukan modal awal dan modal kerja yang besar.

Hasil eksplorasi yang telah dilakukan menunjukkan terdapatnya cadangan nikel

yang potensial, yaitu sebanyak 3.008.000m3 dengan kadar nikel 1,8 %. Sesuai dengan

kedudukan, laterisasi, keadaan topografi daerah dan skala operasi penambangan yang

direncanakan, maka cara penambangan yang dapat dilakukan adalah tambang terbuka

(Open Pit) yang menggunakan kombinasi alat berat, antara lain dozer, excavator, loader

dan dump truck sebagai alat berat utama dan dibantu sejumlah peralatan penunjang lainnya.

Hasil dari kegiatan penambangan sebagian akan disaring terlebih dahulu sebelum di bawa

ke penampungan atau

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 4


stockpile yang terletak tidak jauh dari lokasi tambang, yang merupakan tempat
penumpukan laterit nikel yang siap dikapalkan.

Dengan teknik penambangan ini diharapkan semua lapisan (seam) Bijih Nikel yang
sebarannya jelas, dapat ditambang dengan baik. Pada umumnya tak semua cadangan terukur
dapat diambil Bijihnya karena faktor-faktor berikut:

- Keterbatasan peralatan
- Kondisi perlapisan pembentuk Bijih Besi
- Struktur geologi
- Morfologi daerah tambang
- Kualitas produk yang diinginkan

2.2.2 Tahapan Penambangan

Kegiatan operasi penambangan Bijih Nikel yang direncanakan pada setiap bukaan
tambang akan mencakup:

1. Operasi Pembersihan Lahan

Operasi pembersihan lahan penambangan dilakukan pada lokasi dimana


tambang akan dibuka. Berkaitan dengan operasi ini akan dilakukan beberapa
pekerjaan, yaitu :

A. Operasi Penebangan Pohon dan Pemotongan Kayu


Dalam operasi pembersihan lahan, apabila ditemukan pohon-pohon, maka terlebi h
dahulu dilakukan operasi penebangan pohon dan operasi pemotongan kayu. Bila pohon-pohon
tersebut dinilai mampu ditumbangkan dengan tenaga dorong bulldozer, maka operator
akan langsung menggunakan bulldozer. Untuk pohon- pohon berukuran besar, untuk
penebangannya perlu dibantu dengan menggunakan gergaji mesin (chain shaw). Bila kayu
yang dikerjakan memiliki ukuran yang besar, maka operasi pemindahan kayu dari lokasi
penambangan ketempat penyimpanan kayu ini perlu dipergunakan alat angkat untuk beban
berat (crane) dan rantai besi untuk pengikat dan penarik, serta truk pengangkut kayu. Bila
kayu memiliki ukuran yang kecil, maka operasi pemindahan kayu dari lokasi penambangan
ke lokasi penyimpanan kayu ini cukup dipergunakan tenaga manusia dan truk pengangkut
kayu.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 5


Kayu-kayu hasil penebangan dan pemotongan akan disimpan di lokasi
penyimpanan yang telah direncanakan. Lokasi penyimpanan kayu dapat dipilih pada lahan-
lahan terbuka yang dekat dengan daerah penambangan dan dilintasi oleh jalan angkut.
Kayu-kayu yang disimpan ini dapat dimanfaatkan untuk pembuatan bangunan, jembatan,
bahan bakar atau kepentingan lainnya.

B. Operasi Pembabatan Semak dan Perdu


Pekerjaan pembabatan semak dan perdu ini akan dilakukan dengan
menggunakan bulldozer, yang dapat menjalankan fungsi gali dan dorong dengan
memanfaatkan blade dan tenaga dorong yang besar dari alat tersebut. Semak dan perdu
yang sudah dibabat tersebut selanjutnya akan didorong ke daerah-daerah lembah yang
dekat dengan areal penambangan.

2. Operasi Pengupasan Tanah Atas (Top Soil)


Setelah operasi pembersihan selesai, selanjutnya dilakukan operasi pengupasan lapisan
atas (top soil) yang banyak mengandung bahan-bahan organik hasil pelapukan, yang
sangat baik untuk penyuburan tanah. Lapisan tanah subur ini dikupas dengan
menggunakan blade dari bulldozer. Operator bulldozer sambil mengupas tanah subur tersebut
sekaligus mendorong dan mengumpulkannya pada lokasi tertentu di dekat daerah operasi
bulldozer. Dengan demikian pada lahan penambangan akan terdapat lokasi timbuna n tanah
subur yang pada gilirannya akan dimanfaatkan untuk reklamasi lahan bekas penambangan.
Apabila lokasi timbunan top soil ini relatif jauh, maka pekerjaan pemindahan top soil ini akan
memerlukan excavator sebagai alat muat dan dump truck sebagai alat angkut.
3. Operasi Pemidahan Tanah Penutup (Overburden)

Operasi penggalian tanah penutup berupa overburden dan interburden, dilakukan


dengan menggunakan excavator dan dibantu dengan bulldozer. Untuk material lemah
sampai sedang, excavator dapat langsung melakukan penggalian dan pemuatan ke atas
dump truck. Sedangkan untuk material agak keras, bulldozer akan membantu memberaikan
material tersebut, sebelum digali dan dimuat oleh excavator. Pemakaian ripper pada
bulldozer akan disesuaikan dengan kebutuhan operasi pemberaian material. Selanjutnya
apabila diketemukan lapisan tanah penutup yang keras sampai sangat keras, maka akan
dipergunakan stone breaker
untuk memberaikan material tersebut sebelum dimuat ke atas dump truck.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 6


Dalam batas-batas penggalian yang telah direncanakan, operator excavator akan
melakukan pembentukan jenjang (bench), dibantu oleh operator bulldozer.

Dump truck sebagai alat angkut akan mengangkut tanah penutup dari daerah
penambangan menuju lokasi penimbunan (dumping area), yang telah direncanakan di daerah
dengan morfologi lembah atau datar yang ada di lokasi terdekat. Timbunan tanah
penutup ini akan diatur secara berjenjang dengan menggunakan dozer shovel dan selanjutnya
akan ditutup dengan lapisan tanah subur (top soil) untuk persiapan proses penanaman bibit
pohon (revegetasi).

Kemajuan tambang dimulai dari Block Elang, pada tahun 2016, pemindahan tanah akan
diarahkan ke waste dump area, sedangkan di tahun 2017, pemindahan tanah akan dilakukan
secara back filling ke bekas block tambang yang telah selesai ditambang (mine out) yaitu
Block Merpati dan Blok Cendrawasih ke Block Elang, sedangkan Block merpati dan Blok
Cendrawasih akan mulai dilakukan back filling pada tahun 2018. Block Elang akan dimulai
back filling pada tahun 2017 , Block Merpati dan Blok Cendrawasih akan dilakukan pada tahun
2018, dan Block Nuri akan dilakukan pada tahun 2019, setelah Block Bangau mulai
dikerjakan. Selanjutnya pada setiap waste dump area juga untuk penimbunan tanah pucuk (top
soil) dimana tanah pucuk tersebut akan dipergunakan untuk program reklamasi tambang.

Timbunan tanah penutup di waste dump area akan dibuat berjenjang, masing- masing
setinggi 6m, dimana lebar jenjang adalah sebesar 10m, sudut jenjang tunggal sebesar
30°, dan sudut jenjang keseluruhan adalah sebesar 15°. Desain pit ini disesuaikan dengan
posisi endapan mineral dan faktor keamanan pit misalnya dari bahaya longsor.

4. Operasi Penggalian Dan Pemindahan Bijih Nikel

Dalam operasi pemindahan Ore akan digunakan excavator sebagai alat muat dan
dump truck sebagai alat angkut. Dump truck akan mengangkut Ore dari daerah
penambangan (Run Of Mine) menuju ke lokasi penimbunan Ore (raw stockpile), yang
lokasinya berdekatan dengan unit pengolahan Ore (Mine Iron ore Crushing Plant).

Tumpukan Ore di raw stockpile ini selanjutnya akan menjadi umpan/masukan

(feed) pada proses pengolahan Bijih Besi di unit pengolahan Bijih Besi tersebut.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 7


Operasi penambangan Bijih Nikel berlangsung tidak secara serentak pada semua block
tambang.

Dapat ditambahkan bahwa bukaan tambang akan dibuat berjenjang, masing- masing
setinggi 10m, dimana lebar jenjang keseluruhan adalah sebesar 10m, sudut jenjang
tunggal sebesar 60°, dan sudut jenjang keseluruhan adalah sebesar
39,5°.

Gambar 2. Desain Pit

2.3 JALAN TAMBANG

2.3.1 Letak Jalan Keluar Tambang


Untuk suatu tambang yang baru, yang sangat penting diperhitungkan yaitu letak
jalan-jalan keluar dari tambang. Biasanya kita ingin akses yang baik ke lokasi pembuangan
tanah penutup (waste dump) dan peremuk bijih (crusher).
Jadi dalam hal ini topografi merupakan faktor yang penting, karena akan sulit
sekali bagi truk untuk keluar dari pit ke medan yang curam. Maka dari itu pemilihan
lokasi bukaan untuk jalan keluar tambang dipilih didaerah dimana topografinya landai, itu
untuk bertujuan untuk memudahkan akses truck untuk keluar masuk pit.
2.3.2 Lebar Jalan dan Kemiringan Jalan Tambang

Untuk lebar jalan tambang yang akan dikerjakan itu tergantung pada lebar alat

angkut, yang mana pada umumnya dalam desain jalan tambang dibuat 4x lebar truk / alat

muat, agar memungkinkan lalu lintas untuk dua arah, ruangan untuk truk yang akan

menyusul, dan juga cukup untuk selokan penyaliran dan tanggul

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 8


pengaman. Untuk truk tambang yang digunakan saat ini yaitu truck dengan muatan
240 ton, maka lebar jalan yang akan dibuat yaitu 30 – 35 m.

Gambar 3. Rancangan Luas Jalan Tambang

Jalan angkut di tambang ini dirancang dengan kemiringan 8°. Ini bertujuan untuk
memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pembuatannya, serta memudahkan dalam
pengaturan masuk ke jenjang tanpa menjadi terlalu terjal di beberapa tempat.
2.3.3 Pertimbangan Keamanan
Di lokasi jalan tambang akan dibuat belokan tanjangan darurat (runaway ramps)
yang memiliki tujuan untuk menghentikan truk yang tak terkontrol, tapi itu bila geometri pit
memungkinkan.

Gambar 4. Desain Runaway Ramps

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 9


Dalam pekerjaan ini membutuhkan pengupasan ekstra yang besar untuk membuat
fasilitas tersebut, maka hal ini akan dilakukan jika biaya untuk pengupasan
memungkinkan. Untuk faktor keamanan maka akan dibuat tanggul pemisah di tengah jalan
untuk dibeberapa lokasi, dan Straddle Berm semacam ini memiliki biaya yang lebih murah
jika dibandingkan dengan Runaway Ramps.

2.4 STOCKPILE

2.4.1 Stockpile

Lokasi stockpile berada di sisi utara dari batas lokasi pit tambang karena
merupakan lokasi yang paling dekat dengan pelabuhan jetty untuk memudahkan pemuatan
ore ke kapal tongkang. Jarak stockpile dengan pit penambangan terbilang cukup dekat yaitu 700
meter. Jarak tersebut akan semakin dekat seiring dengan terus dilakukannya proses
penggalian di area pit penambangan. Hal tersebut memungkinkan penekanan biaya
operasional alat angkut dan jumlah alat angkut yang beroperasi.

2.4.2 Disposal
Lokasi disposal ada dua dan terletak di sisi tenggara area penambangan dan sudah
masuk di wilayah Kecematan Bacukiki. Satu disposal untuk tanah pucuk yang mengandung
humus tinggi, dan satu disposal untuk over burden. Masing-masing Disposal diperkirakan
dapat menampung material waste sebesar ± 600.000 lcm.
Kapasitas tersebut memang tidak bisa menampung waste secara keseluruhan. Hal
tersebut dikarenakan area yang tidak terlalu luas untuk pembuatan disposal yang sangat dekat
dengan perkebuan masyarakat. Olehnya itu, pembuatan disposal tetap menjaga jarak aman
terhadap area lahan pekerjaan warga sekitar dan Perusahaan merencanakan reklamasi akan
dilakukan pada akhir tahun ketiga operasi produksi agar sebelum pengupasan tanah pucuk
dilakukan pada blok terakhir, tanah yang berada pada disposal area dapat dikembalikan pada
bagian laterit yang telah diangkut untuk memulai kegiatan reklamasi. Jarak antar disposal
sekitar 150 meter. Tiap disposal dirancang dengan sudut kemiringan tiap lereng sebesar

26 o -33o dengan
tinggi lereng 2,8 meter.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 10


2 .5 INFRA STRUKTUR TAMBANG

2.5.1 Fasilitas Operasional

PT. Andy Putra Mining Tbk (APM) juga membangun berbagai infrastruktur dan sarana
transportasi di area lokasi pertambangan Bijih Nikel. PT. APM memiliki dermaga (Jetty)
yang dapat disandari tongkang 300 feet atau sekitar 10.000 DWT dan stockpile di atas lahan
seluas 60 hektar yang didukung dengan fasilitas loading dan unloading menggunakan
conveyor system di tepi sungai Salo Karaja. Selain itu, PT. APM memiliki fasilitas hauling road
sepanjang 85,5 km yang menghubungkan Lokasi OP hingga ke lokasi dermaga (Jetty) yang
berada di tepi sungai Salo Karajae. Semua infrastruktur PT. APM dipersiapkan untuk
melayani penanganan dan pengangkutan Bijih Nikel dari sejumlah produsen potensial lainnya
yang banyak terdapat di sekitar wilayah operasional PT. APM.

Selain itu, pelabuhan Salo Karajae sudah dapat disandari kapal dengan kapasitas
210.000 DWT sejak memasuki bulan Juni 2018 ini. Kini ada empat dermaga selain dua
dermaga sebelumnya (berkapasitas 80.000 DWT) yang dapat digunakan bersandar bagi jenis
ukuran kapal Panamax. Sedangkan sebuah dermaga (berkapasitas 10.000 DWT) yang
sering digunakan kapal jenis tongkang untuk bersandar.

Kini PT. APM telah menggunakan tenaga listrik yang dihasilkan oleh PLTU milik sendiri.
Di Tanjung Bacukiki, dukungan listrik yang berasal dari PLTU yang berkapasitas 3 x 10
MW telah dipergunakan untuk operasional penambangan serta sarana pendukung lainnya.
Sedangkan untuk menggerakan peralatan operasional pelabuhan di pelabuhan Salo Karaja
bersumber dari PLTU berkapasitas 2 x 8 MW.

PLTU Lapadde 2 x 110 MW yang di bangun anak perusahaan PT. APM, yaitu PT Madani
Pembangkit Innovativ di Lapadde, Sulawesi Selatan diharapkan dapat beroperasi secara
komersial di Juni 2018 ini. Sedangkan PLTU Lapadde tengah 2 x
620 MW yang memulai ground breaking pada pertengahan kedua tahun 2018 ini
direncanakan dapat beroperasi secara komersial pada 2019. Nantinya PT. APM
mampu menghasilkan tenaga listrik sebesar 1.500 MW.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 11


2.5.2 Fasilitas Karyawan

Wilayah pertambagan biasanya identik dengan area terpencil dan kondisi kehidupan
yang kurang nyaman. Asumsi umum ini mungkin akan menjadi sebuah acuan kandidat
karyawan potensial mengurungkan niat untuk bekerja dengan kami. Demi menarik bakat-
bakat baru dan menjaga pegawai, kami membangun fasilitas dan infrastruktur untuk
memastikan bahwa setiap karyawan, kontraktor dan t amu, mendapatkan kenyamanan yang
sama seperti di rumah.

Kompleks perumahan para Karyawan tersebar di Tanjung Bacukiki, Lapadde Tengan,


dan Soreang Barat. Banyak fasilitas yang tersedia pada akses dari Lapadde Tengah dan
Soreang Barat, dari perumahan, perkantoran, sarana ibadah, sarana pendidikan, kesehatan,
wahana bermain, bank, dan masih banyak yang lainnya. PT. APM bekerja sama dengan
berbagai pihak, dari swasta dan sektor pemerintah dalam mengolah dan menjalankan fasilitas-
fasilitas ini.

Ga mba r 5. P er uma ha n K ar ya wa n PT .AP M Ga mba r 6. Ma sji d Ba bu l J an na h PT .A PM

Gambar 7. Pus kesm as Lapadde di PT.APM Gambar 8. Wahana Hibur an P T.APM

Gambar 9. SD Negeri 49 Lapadde

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 12


BAB
III

KONDISI HIDROLOGI DAN


GEOTEKNIK

3.1 DATA CURAH HUJAN

PT. Andy Putra Mining Tbk (APM) merencanakan umur tambang selama 5 tahun, yaitu mulai dari
tahun 2016 hingga tahun 2020. Untuk mengefisienkan operasi produksi, maka PT.APM harus
mengetahui periode ulang hujan di daerah sekitar penambangan.
Berikut tabel jumlah hari hujan rata-rata dan tabel curah hujan rata-rata Kelurahan

Lapadde, Kecematan Ujung, Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan dalam rentan waktu tahun 1990

sampai 2000 yang diperoleh dari BMKG Provinsi Sulawesi Selatan.

Hari Hujan (mm)


Tahun
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Total
1990 12 11 11 14 7 7 8 7 8 8 11 14 118
1991 8 13 12 9 9 4 1 1 1 6 15 10 89
1992 9 4 2 3 7 4 3 7 4 7 13 17 80
1993 8 8 14 7 5 10 9 4 0 7 7 13 92
1994 15 5 9 9 9 8 4 2 0 6 2 18 87
1995 4 13 11 13 11 13 5 13 11 12 13 10 129
1996 11 9 7 12 8 11 8 5 10 8 9 15 113
1997 8 13 13 8 4 2 4 1 1 5 5 9 73
1998 4 0 0 1 9 11 10 11 9 9 12 9 85
1999 7 11 11 9 10 8 5 6 7 12 13 11 110
2000 14 13 13 14 6 6 7 6 7 8 12 13 119
Rata-
9 9 9 9 8 8 6 6 5 8 10 13
2
Jumlah hari hujan rata-rata per tahun 100

Tabel 2. Data curah hujan rata-rata per hari

Tahun
Jan Feb Mar Apr May Curah
Jun Hujan
Jul (mm)
Aug Sep Oct Nov Dec Total
1990 217 132 240 185 126 96 177 136 213 131 176 313 2142
1991 118 238 345 164 154 68 33 37 19 95 364 146 1781
1992 152 61 50 53 166 62 61 139 63 259 227 239 1532
1993 143 143 309 280 87 192 152 45 0 188 232 228 1999
1994 224 96 161 177 215 207 97 74 0 90 54 340 1735
1995 80 267 188 279 228 286 161 224 247 229 309 261 2759
1996 401 208 123 268 269 200 131 83 227 179 205 218 2512
1997 150 407 321 167 121 61 82 10 9 75 86 216 1705
1998 86 0 0 62 259 462 268 260 228 139 311 238 2313

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 13


1999 145 227 277 215 275 118 151 105 85 210 309 261 2378
2000 215 144 237 190 137 97 152 127 88 152 199 315 2053
Rata-2 176 175 205 185 185 168 133 113 107 159 225 252
Jumlah hari hujan rata-rata per tahun 2083

Tabel 3. Data curah hujan rata-rata per tahun

3.2 DATA GEOTEKNIK

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 14


BAB IV

OPERASIONAL TAMBANG DAN REKLAMASI

4.1 PERALATAN TAMBANG

4.1.1 Jenis dan Spesifikasi Teknis Peralatan

Metode penambangan yang diterapkan dalam operasi penambangan adalah Open Cut
mining. Untuk menentukan jenis peralatan yang digunakan dalam metode ini, maka perlu dikaji
terlebih dahulu jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan dalam operasi penambangan tersebut.
Dengan gambaran jenis kegiatan yang jelas, maka penentuan spesifikasi peralatan yang akan
digunakan lebih mudah dilakukan. Hasil dari pemilihan jenis peralatan yang akan digunakan
dalam operasi penambangan Bijih Nikel dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Pemilihan Jenis

Peralatan

No. Nama Peralatan Merk Jumlah


1. Excavator Caterpillar 3 unit
2. Bulldozer Caterpillar 3 unit
3. Wheel Loader Caterpillar 4 unit
4. Road Grader Komatsu 1 unit
5. Dump Truck Hino Jumbo Ranger 10 unit
Jumlah 21 unit

Dari tabel tersebut, dapat dilihat bahwa jenis peralatan utama penambangan yang
mutlak dipergunakan adalah excavator, dump truck dan bulldozer.

A. Excavator

Alat ini berdasarkan fungsi utamanya sering disebut alat gali muat. Pada operasi
penambangan akan digunakan untuk melakukan tugas-tugas sebagai berikut:

1. Melakukan penggalian, pemuatan dan pemindahan serta pencurahan material lemah


seperti humus atau top soil pada lokasi penimbunan atau langsung ke atas alat angkut.
2. Melakukan penggalian, pemuatan, dan pencurahan lapisan tanah penutup

(overburden), dan mengumpulkannya pada suatu lokasi dekat tambang atau langsung

memuat ke atas alat angkut.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 15


3. Melakukan penggalian, pemuatan dan pencurahan lapisan Bijih Besi dan
mengumpulkannya pada lokasi dekat t ambang atau langsung memuat ke atas alat angkut.
4. Melakukan perintisan dan pembuatan saluran-saluran air di tambang untuk sistem drainase
tambang.
5. Melakukan perintisan dan pembuatan kolam air di tambang (settling pond) dalam rangka
pengelolaan dan pemantauan lingkungan tambang.

Kemampuan alat ini dalam melakukan jenis pekerjaan di atas didukung oleh:

Kemampuan daya gali yang besar

Kemampuan memotong untuk permukaan yang relatif se-block dengan

memanfaatkan blade pada bucket-nya

Kemampuan melakukan manuiver pada medan yang se-block

Dengan memanfaatkan kemampuan track yang dimilikinya

B. Dump Truck
Alat ini berdasarkan fungsi utamanya sering disebut truk jungkit dan pada operasi
penambangan akan digunakan untuk melakukan tugas-tugas sebagai berikut:

1. Melakukan pengangkutan, pencurahan hasil penggalian tanah penutup


(overburden) ke lokasi penimbunan tanah penutup (dumping area)
2. Melakukan pengangkutan, pencurahan Bijih Nikel hasil tambang (Run Of Mine)
dari tambang ke stockpile Bijih Nikel

Kemampuan alat ini dalam melakukan jenis pekerjaan di atas didukung oleh:

Kemampuan muat yang besar dari bucket-nya

Kemampuan mobilitas yang cepat untuk jarak angkut yang jauh

Kemampuan untuk melakukan dumping dari bucket-nya

Kemampuan untuk melakukan manuiver pada medan yang se-block

C. Bulldozer
Alat ini fungsi utamanya adalah alat gali, dorong dan gusur. Pada operasi
penambangan akan digunakan untuk melakukan tugas-tugas sebagai berikut :

1. Melakukan pembabatan semak dan mengumpulkannya ke suatu lokasi tertentu

2. Melakukan penggusuran jenis tanaman pohon-pohonan

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 16


3. Melakukan pengupasan tanah atas atau humus (stripping) dan mengumpulkannya
dekat lokasi tambang
4. Melakukan pembersihan Iapisan tanah penutup (overburden) dan
mengumpulkanya pada suatu lokasi dekat tambang. Apabila berhadapan dengan material
keras, maka digunakan alat tambahan yang disebut ripper
5. Melakukan perintisan dalam pembuatan lantai kerja dan jalan angkut tambang
6. Mengatur bentuk geometri lereng tambang

Kemampuan alat ini dalam melakukan jenis pekerjaan-pekerjaan seperti di atas akan di dukung
oleh:

Kemampuan daya dorong yang besar yang dimilikinya

Kemampuan memotong untuk ukuran yang cukup lebar dengan

memanfaatkan blade dan daya dorong yang besar

Kemampuan merobek material keras dengan memanfaatkan kemampuan ripper

dan daya dorong yang besar

Kemampuan untuk melakukan manuiver pada medan yang se-block dengan

memanfaatkan kemampuan track yang dimilikinya

Jenis atau tipe bulldozer yang akan digunakan adalah Caterpillar D 6 G yang dapat
melakukan pekerjaan seperti:

1. Melakukan pemuatan tanah penutup ke atas bucket dump truck dan atau ke atas
timbunan tanah penutup di waste dump area
2. Mengatur bentuk geometri lereng timbunan tanah penutup
3. Mendorong tanah penutup ke posisi yang direncanakan

D. Wheel Loader
Alat ini fungsi utamanya adalah alat muat. Akan tetapi dapat berfungsi pula sebagai
alat dorong dan pada operasi penambangan akan digunakan untuk melakukan tugas-
tugas sebagai berikut:

1. Melakukan penggalian, pengangkutan, dan pencurahan Bijih Besi di stockpile atau ke


atas copper atau ke atas dump truck
2. Melakukan pendorongan Bijih Nikel di stockpile agar tertata dengan rapi

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 17


Kemampuan alat ini dalam melakukan jenis pekerjaan di atas di dukung oleh:

Kemampuan muat yang besar dari bucket-nya

Kemampuan mobilitas cepat untuk jarak angkut yang tidak terlalu jauh

Kemampuan untuk melakukan digging dan dumping yang cepat

Memiliki daya dorong yang besar

Jenis atau tipe wheel loader yang akan digunakan adalah Caterpillar LW 220.

Tabel 5.

Jenis Peralatan Utama Penambangan

Jenis Kegiatan Nama Alat Type

Pembersihan lahan Bulldozer Cat. D 6 G

Pembuatan jenjang, Pendamping Bulldozer Cat. D 6 G


excavator

Penggalian dan Pemuatan Tanah Penutup Excavator ( Back hoe ) PS 125

Penggalian dan Pemuatan Bijih Besi Excavator ( Back hoe ) PC 320

Pengangkutan Tanah Penutup Dump Truck PS 125

Pengangkutan Bijih Nikel Dump Truck HT 130

Pemuatan Bijih Nikel di stockpile Wheel Loader Cat. LW 220

4.1.2 Kebutuhan Peralatan

Dalam melakukan perhitungan jumlah kebutuhan unit peralatan untuk operasi


penambangan Bijih Nikel maupun operasi pengupasan tanah penutup, harus diperhatikan
beberapa batasan-batasan yang berkaitan dengan karakteristik Bijih Nikel, karakteristik
overburden, maupun karakteristik masing-masing peralatan yang digunakan serta asumsi-
asumsi yang perlu diterapkan berkaitan dengan gambaran operasional penambangan yang
direncanakan. Berdasarkan besarnya volume pekerjaan pemindahan Bijih Nikel ke stockpile
dan volume pekerjaan pemindahan tanah penutup ke dumping area per tahun, maka dapat
ditentukan jumlah kebutuhan peralatan utama setiap tahun untuk operasi penambangan Bijih
Nikel, seperti terlihat
pada tabel 5.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 18


Tabel 6.

Jumlah Kebutuhan Peralatan Utama Operasi Penambangan Bijih Nikel

Pemindahan Tanah
Tahun Jumlah Jumlah Penambangan Bijih
Penutup
Bijih Tanah Nikel
Nikel Penutup
(ton) (BCM)
PC 320 D PS 125 PC 320 D HT 130

2016 550.000 183.333 1 2 1 2

2017 905.000 301.666 1 4 1 4

2018 776.500 258.833 1 3 1 3

2019 776.500 258.833 1 3 1 3

4.2 JADWAL PRODUKSI DAN UMUR TAMBANG

4.2.1 Urutan Operasi Penambangan

Urutan (sekuen) operasi penambangan Bijih Nikel selain menggambarkan arah


kemajuan tambang per tahun, juga menyangkut jumlah pemindahan tanah penutup dan
produksi Bijih Nikel per tahun menggambarkan arah kemajuan tambang senantiasa
mengikuti arah sebaran Bijih Nikel.

A. Tahap Produksi (Tahun 2016)

Operasi penambangan Bijih Nikel akan dilakukan pada block Elang dengan produksi
550.000 ton/tahun dan jumlah tanah penutup sebesar 183.333 BCM. Pada tahap ini operasi
penambangan berjalan dengan Stripping Ratio (SR) sebesar 1 : 3.

B. Tahap Produksi (Tahun 2017)

Operasi penambangan Bijih Nikel akan dilakukan terus pada Block Merpati dan
Block Cendrawasih dilakukan dalam rangka pemenuhan target produksi sebesar
905.000 ton/tahun. Dari Block Merpati akan di tambang sebesar 412.000 ton dan dari Block
Cendrawasih dengan produksi 493.000 ton. Jumlah tanah penutup sebesar

137.333 m3 yang berasal dari Block Merpati dan sebesar 164.333 m3 dari Block

Cendrawasih. Total Over Burden yang dikupas ditahun ke 2 (dua) produksi adaaha

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 19


sebesar 301.666 m3 dan Sebagian tanah penutup akan di back filling ke Block Elang dan
sebagian lagi akan di angkut ke area disposal. Pada tahap ini operasi penambangan
berjalan dengan nisbah pengupasan rata-rata sebesar 1 : 3.

C. Tahap Produksi (Tahun 2018)

Operasi penambangan Bijih Nikel akan dilanjutkan pada Block Nuri. Hal ini
menentukan rangka pemenuhan target produksi sebesar 776.500 ton di tahun tersebut.

Jumlah tanah penutup pada Blok Nuri sebesar 258.833 m3 .Pada tahap ini operasi
penambangan berjalan dengan nisbah pengupasan rata-rata sebesar 1 : 3

D. Tahap Produksi (Tahun 2019)

Operasi penambangan Bijih Nikel di akhir tahun 2019 akan dilakukan di Block terakhir
yakni pada Blok Bangau dengan target produksi 776.500 ton dan jumlah tanah penutup

sebesar 258.833 m3. Jumlah produksi di tahun ini diprediksikan akan sama dengan di tahun
2018 yakni di Blok Nuri. Pada tahap ini, operasi penambangan berjalan dengan nisbah
pengupasan rata-rata sebesar 1 : 3

4.2.2 Umur Tambang

Kegiatan penambangan Bijih Nikel direncanakan beroperasi selama kurun waktu 5


(Lima) tahun dengan asumsi di tahun ke 5 (Lima) yakni di tahun 2020 akan di lakukan
kegiatan penutupan tambang (pasca tambang).

4.3 REKLAMASI

Kegiatan pelaksanaan reklamasi harus dimulai sesuai dengan rencana tahunan


pengelolaan lingkungan (RTKL) yang telah disetujui dan harus sudah selesai pada waktu yang
telah ditetapkan. Dalam melaksanakan kegiatan reklamasi, perusahaan pertambangan
bertanggungjawab sampai kondisi/rona akhir yang telah disepakati tercapai.
Setiap lokasi penambangan mempunyai kondisi tertentu yang mempengaruhi
pelaksanaan reklamasi. Pelaksanaan reklamasi umumnya merupakan gabungan dari pekerjaan
teknik sipil meliputi : pembuatan teras, saluran pembuangan air (SPA), bangunan pengendali
lereng, chek dam, penangkap oli bekas (oil chatcher) dan lain -
lain yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 20


Pekerjaan teknik vegetasi meliputi : pola tanam, sistim penanaman
(monokultur, multiple croping), jenis tanaman yang disesuaikan kondisi setempat, tanaman
penutup (cover crop) dan lain-lain.
Pelaksanaan reklamasi lahan meliputi kegiatan sebagai berikut:
a) Persiapan lahan yang berupa pengamanan lahan bekas tambang, pengaturan bentuk
lahan (landscaping), pengaturan/penempatan bahan tambang kadar rendah (low
grade) yang belum dimanfaatkan
b) Pengendalian erosi dan sedimentasi c)
Pengelolaan tanah pucuk (top soil)
d) Revegetasi (penanaman kembali) dan/atau pemanfaatan lahan bekas tambang untuk
tujuan lain.

A. PERSIAPAN LAHAN
1. Pengamanan Lahan Bekas Tambang
Kegiatan ini meliputi.
a. Pemindahan/pembersihan seluruh peralatan dan prasarana yang tidak
digunakan di lahan yang akan direklamasi
b. Perencanaan secara tepat lokasi pembuangan sampah/limbah beracun dan
berbahaya (B-3) dengan perlakuan khusus agar tidak mencemari lingkungan.
c. Pembuangan atau penguburan potongan beton dan “scrap” pada tempat khusus
d. Penutupan lubang bukaan tambang dalam secara aman dan permanen
e. Melarang atau menutup jalan masuk ke lahan bekas tambang yang akan
direklamasi
2. Pengaturan Bentuk Lahan
Pengaturan bentuk lahan disesuaikan dengan kondisi topografi dan hidrologi setempat.
Kegiatan ini meliputi:
a. Pengaturan bentuk lereng
1. Pengaturan bentuk lereng dimaksudkan untuk mengurangi kecepatan air limpasan
(run off); erosi dan sedimentasi serta longsoran
2. Lereng jangan terlalu tinggi atau terjal dan dibentuk berteras-teras

b. Pengaturan saluran pembuangan air (SPA)

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 21


1. Pengaturan saluran pembuangan air (SPA) dimaksud untuk pengatur air agar mengalir
pada tempat tertentu dan dapat mengurangi kerusakan lahan akibat erosi.
2. Jumlah/kerapatan dan bentuk SPA tergantung dari bentuk lahan (topografi)
dan luas areal yang direklamasi.
3. Pengaturan/Penempatan Low Grade
Maksud pengaturan dan penempatan “low grade” (bahan tambang kadar rendah)
adalah agar bahan tambang tersebut tidak tererosi/hilang apabila ditimbun dalam
waktu yang lama karena belum dapat dimanfaatkan.

B. PENGENDALIAN EROSI DAN SEDIMENTASI


Pengendalian erosi merupakan hal yang mutlak dilakukan selama kegiatan
penambangan dan setelah penambangan. Erosi dapat mengakibatkan berkurangnya kesuburan
tanah, terjadinya endapan lumpur dan sedimentasi di alur sungai.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya erosi oleh air adalah : curah hujan,
kemiringan lereng (topografi), jenis tanah, tata guna tanah (perlakuan terhadap tanah) dan
tanaman penutup tanah.
Beberapa cara untuk mengendalikan erosi dan air limpasan adalah sebagaia berikut:
1. Meminimasikan areal terganggu dengan:
a. membuat rencana detail kegiatan penambangan dan reklamasi b.
membuat batas-batas yang jelas areal tahapan penambangan
c. penebangan pohon sebatas areal yang akan dilakukan penambangan d.
pengawasan yang ketat pada pelaksanaan penebangan pepohonan
2. Membatasi/mengurangi kecepatan air limpasan dengan:
a. pembuatan teras-teras
b. pembuatan saluran diversi (pengelak)
c. pembuatan SPA d.
dam pengendali e
chek dam
3. Meningkatkan infiltrasi (persesapan air tanah)
a. dengan pengaturan tanah searah kontur
b. akibat penggaruan, tanah menjadi gembur dan volume tanah meningkat sebagai media
perakaran tanah
c. pembuatan lubang-lubang tanaman, pendangiran, dll

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 22


4. Pengelolaan air yang keluar dari lokasi pertambangan
a. penyaluran air dari lokasi tambang ke perairan umum harus sesuai dengan peraturan
yang berlaku dan harus didalam wilayah Kuasa Pertambangan, Izin Usaha Pertambangan
(IUP)
b. membuat bendungan sedimen untuk menampung air yang banyak mengandung sedimen
c. bila curah hujan tinggi perlu dibuat bendungan yang kuat dan permanen yang dilengkapi
dengan saluran pengelak
d. letak bendungan ditempatkan sedemikian sehingga aliran air mudah ditampung dan
dibelokan serta kemiringan saluran air (SPA) jangan terlalu curam
e. bila endapan sedimen telah mencapai setengah dari badan bendungan sebaiknya sedimen
di keruk dan dapat dipakai sebagai lapisan tanah atas.
f. dalam membuat bendungan permanen harus dilengkapi dengan saluran pelimpah
(spilways) untuk menangani keadaan darurat dan saluran pembuangan (decant, syphon),
dan lain yang dianggap perlu
g. kurangi kecepatan aliran permukaan dengan membuat teras, sheck dam dari beton,
batu, kayu atau dalam bentuk lain.
Pengendalian erosi selengkapnya supaya mengacu kepada pedoman teknis yang telah
ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pertambangan Umum melalui Surat Keputusan No.
693.K/008/DDJP/1996 tentang pedoman Teknis Pengendalian Erosi Pada Kegiatan
Pertambangan Umum.

C. PENGELOLAAN TANAH PUCUK


Maksud dari pengelolaan ini untuk mengatur dan memisahkan tanah pucuk dengan
lapisan tanah lain. Hal ini karena tanah pucuk merupakan media tumbuh bagi tanaman dan
merupakan salah satu faktor penting untuk keberhasilan pertumbuhan tanaman pada kegiatan
reklamasi.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan tanah pucuk adalah:
1. Pengamatan profil tanah dan identifikasi perlapisan tanah tersebut sampai dengan bahan
galian
2. Pengupasan tanah berdasarkan atas lapisan-lapisan tanah dan ditempatkan pada tempat
tertentu sesuai tingkat lapisannya dan timbunan tanah pucuk tidak melebihi
dari 2 meter

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 23


3. Pembentukan lahan sesuai dengan susunan lapisan tanah semula dengan tanah pucuk
ditempatkan paling atas dengan ketebalan minimum 0,15 m
4. Ketebalan timbunan tanah pucuk pada tanah yang mengandung racun dianjurkan lebih tebal
dari yang tidak beracun atau dilakukan perlakuan khusus dengan cara mengisolasi dan
meisahkannya
5. Pengupasan tanah sebaiknya jangan dilakukan dalam keadaan basah untuk
menghindari pemadatan dan rusaknya struktur tanah
6. Bila lapisan tanah pucuk tipis (terbatas/sedikit) perlu dipertimbangkan:
a. penentuan daerah prioritas yaitu daerah yang sangat peka terhadap erosi sehingga
perlu penanganan konservasi tanah dan pertumbuhan tanaman dengan segera
b. penempatan tanah pucuk pada jalur penanaman (jenis tanah yang peka terhadap erosi
dapat dilihat pada tabel 3.1)
c. jumlah tanah pucuk yang terbatas (sangat tipis) dapat dicampur dengan tanah bawah
(sub soil)
d. dilakukan penanaman langsung dengan tanaman penutup (cover crop) yang cepat
tumbuh dan menutup permukaan tanah
7. Yang perlu dihindari dalam memanfaatkan tanah pucuk adalah apabila:
a. sangat berpasir (70% pasir atau kerikil)
b. sangat berlempung (60% lempung) c.
mempunyai pH < 5.00 atau > 8.00 d.
mengandung khlorida > 3% dan
e. mempunyai electrical conductivity (ec) > 400 milisimens/meter

D. REVEGETASI
Revegetasi dilakukan melalui tahapan kegiatan penyusunan rancangan teknis tanaman,
persiapan lapangan, pengadaan bibit/persemaian, pelaksanaan penanaman dan pemeliharaan
tanaman.
1. Penyusunan Rancangan Teknis Tanaman

Rancangan teknis tanaman adalah rencana detail kegiatan revegetasi yang

menggambarkan kondisi lokal, jenis tanaman yang akan ditanam, uraian jenis

pekerjaan, kebutuhan bahan dan alat, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan biaya dan tata waktu

pelaksanaan kegiatan.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 24


Rancangan tersebut disusun berdasarkan hasil analisis kondisi biofisik dan sosial ekonomi
setempat. Kondisi biofisik meliputi topografi atau bentuk lahan, iklim, hidrologi, kondisi
vegetasi awal dan vegetasi asli. Sedangkan data sosial ekonomi yang perlu mendapat perhatian
antara lain demografi, sarana, prasarana dan aksesibilitas yang ada.
Jenis tanaman yang dipilih kalau dapat diarahkan pada tanaman jenis tumbuhan asli.
Sebaiknya dipilih jenis tumbuhan lokal yang sesuai dengan iklim dan kondisi tanah setempat saat
ini. Sehingga perlu selalu mengingat perkembangan pengetahuan mengenai jenis-jenis
tanaman yang cocok untuk keperluan revegetasi lokasi bekas tambang. Perlu konsultasi dengan
instansi yang berwenang di dalam pemilihan jenis tanaman yang cocok.
2. Persiapan Lapangan
Pada umunya persiapan lapangan meliputi pekerjaan pembersihan lahan,
pengolahan tanah dan kegiatan perbaikan tanah. Kegiatan tersebut sangat penting agar
keberhasilan tanaman dapat tercapai.
a. Pembersihan lahan
Kegiatan pembersihan lahan merupakan salah satu penentuan dalam persiapan lapangan.
Kegiatan ini antara lain : pembersihan lahan dari tanaman penganggu (alang-alang, liliana,
dll) dengan tujuan agar tanaman pokok dapat tumbuh baik tanpa ada persaingan dengan
tanaman penganggu dalam hal mendapatkan unsur hara, sinar matahari, dll
b. Pengolahan tanah
Tanah diolah supaya gembur agar perakaran tanaman dapat dengan mudah menembus
tanah dan mendapat unsur hara yang diperlukan dengan baik, diharapkan pertumbuhan
tanaman sesuai dengan yang diinginkan
c. Perbaikan tanah
Kualitas tanah yang kurang bagus bagi pertumbuhan tanaman perlu mendapat perhatian
khusus melalui perbaikan tanah seperti penggunaan gypsum, kapur, mulsa, pupuk (organik
maupun an-organik). Dengan perlakuan tersebut diharapkan dapat memperbaiki persyaratan
tumbuh tanaman.
1) Penggunaan Gypsum

a. Gypsum digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah yang mengandung banyak lempung

dan untuk mengurangi pembentukan kerak tanah (crushing) pafa tanah padat (hard-setting

soil). Penggunaan gypsum akan menggantikan ion sodium

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 25


dengan ion kalsium sehingga dapat meningkatkan struktur tanah, meningkatkan daya
resap tanah terhadap air, aerasi (udara), penguranangan kerak tanah dan dengan
pelindihan (leaching) akan mengurangi kadar garam.
b. Bila lapisan tanah bagian bawah (sub soil) yang diperbaiki, maka perlu dibuat alur garukan
yang dalam agar gypsum dapat diserap. Jika tanah kerak yang diperbaiki sebarkan gypsum
pada lapisan permukaan saja
c. Penggunaan gypsum sebanyak 5 ton/ha biasanya cukup untuk memperbaiki tanah kerak.
Penggunaan 110 ton/ha diperlukan untuk mengolah lapisan tanah bagian bawah yang
bersifat lempung
d. Pengolahan biasanya dilakukan sekali saja. Pengaruh pengolahan tanah dengan gypsum
akan tahan selama beberapa tahun, pada saat mana tumbuh- tumbuhansudah mempu
menghasilkan bahan-bahan organik yang membetikan dampak positif bagi
pertumbuhannya.
2) Penggunaan kapur
a. Kapur digunakan khususnya untuk mengatyur pH akan tetapi dapat juga memperbaiki
struktur tanah
b. Pengaturan pH dapat merangsang tersedianya zat hara untuk tanaman dan
mengurangi zat-zat racun
c. Kapur biasanya digunakan dalam bentuk tepung batu hamping, kapur dolomit, Kapur
tohor (hydrated lime) jarang digunakan
d. Kapur atau batu gamping giling kasar (coarsely crushed) dan kapu dolomit
mempunyai daya kerja yang lebih lambat akan tetapi pengaruhnya dalam menetralisir
pH lebih lama dibandingkan dengan kapur tohor
e. Penggunaan gamping secara bertahap mungkin diperlukan jika kesinambungan kenaikan
pH dibutuhkan
f. Kapur tohor akan berpengaruh menurunkan kemampuan jenis pupuk yang mengsndung
nitrogen. Karena itu penggunaannya harus terpisah
g. Tingkat penyesuaian pH akan bergantung dari tingkat keasaman, jenis tanah dan kualitas
batu gamping. Sebagai contoh, penggunaan kapur sebanyak 2,5 – 3,5 ton/ha per tahun
yang memiliki pH > 5,0 akan menaikkan pH lebih dari 0,5.
3) Penggunaan Mulsa, Jerami dan Bahan Organik lainnya

a. Mulsa adalah bahan yang disebarkan dipermukaan tanah sebagai upaya perbaikan

kondisi tanah. Tanaman penutup berumur pendek dapat juga digunakan sebagai

mulsa

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 26


b. Mulsa berfungsi mengendalikan erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan mengatur
suhu permukaan tanah
c. Pada umumnya penggunaan mulsa hanya terbatas pada lokasi yang memerlukan
revegetasi cepat dan memerlukan perlindungan pada tempat-tempat tertentu (seperti
tanggul) atau jika akan diperlukan perbaikan tanah atau media
d. Jerami jenis batang padi umumnya digunakan sebagai mulsa untuk lokasi yang luas.
Tingkat penggunaan bervariasi antara 2,5 – 5,0 ton/ha
e. Berbagai jenis bahan-bahan organik atau limbah pertanian dapat digunakan sebagai
mulsa yang penggunaannya tergantung dari ketersediaan dan harganya. Bahan-bahan yang
baik digunakan sebagai mulsa, antara lain tumbuh-tumbuhan yang tergusur pada waktu
pengupasan tanah, potongan-potongan kayu dan serbuk gergaji limbah pabrik
pengolahan dan penggergajian kyu, ampas pabrik gula tebu dan berbagai kulit jenis
kacang-kacangan
f. Nitrogen mungkin perlu ditambahkan untuk memenuhi kekurangan nitrogen yang
terjadi pada saat mulsa segar mulai membusuk/terurai
g. Penyebaran mulsa secara mekanis dapat menggunakan alat pertanian biasa
(misalnya penyebaran pupuk kandang) atau dengan alat khusus
h. Alat khusus penyebar mulsa digunakan untuk penyebaran bahan mulsa (biasanya jerami
atau batang padi) yang dicampur dengan biji tumbuhan
4) Pupuk
a. Persyaratan penggunaan pupuk akan sangat bervariasi sesuai dengan kondisi dan
maksud peruntukan lahan sesudah selesai penambangannya.
b. Meskipun jenis tumbuhan asli beradaptasi dengan tingkat nutrisi yang rendah namun
dengan pemberian pupuk yang cukup dapat meningkatkan pertumbuhannya.
c. Reaksi dari tiap tumbuhan bervaeriasi, anggota dari rumpun “proteaseae” sensitif terhadap
peningkatan kandungan fosfor dan kemungkinan menimbulkan efek yang kurang baik.
d. Pupuk organik (lumpur kotoran, pupuk alami atau kompos, darah dan tulang dan
sebagainya) umumnya bermanfaat sebagai pengubah siofat tanah.
e. Jenis, dosis dan waktu pemberian pupuk anorganik sebaiknya dilakukan sesuai

dengan hasil analisis tanah.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 27


f. Pupuk anorganik komersial selalu mengandung satu atau lebih nutrisi makro (yaitu
nitrogen, fosfor, kalium). Selain itu juga mengandung belerang, kalsium dan magnesium.
g. Apabila terdapat tanda-tanda tumbuhan kekurangan unsur atau keracunan, harus
meminta saran dari ahli tanah.
h. Waspada terhadap kemungkinan penggunaan pupuk yang berlebihan yang dapat
mengakibatkan pencemaran air khususnya pada daerah tanah pasiran.
i. Pemberian pupuk dalam bentuk butir atau tablet dapat dilakukan pada jarak 10-
15cm di bawah atau disebelah tiap lubang semaian pada waktu penanaman. Harus
dicegah kontak langsung antara pupuk dengan akar semaian.
Hal yang dipertimbangkan dalam mengumpulkan benih/biji antara lain:
1. Menentukan daerah pengumpulan dan spesies yang diinginkan sebelum bijih tersebut
matang.
2. Menghindarkan buah yang menunjukkan adanya tanda serangan serangga atau gangguan
jamur.
3. Mengumpulkan biji yang sudah matang saja, antara lain:
a. Kelompok biji yang berkulit keras (contoh casurinas, eucaliptus dan lain-lain)
menunjukkan kematangan bila warnanya sudah berubah hijau kecoklatan.
b. Kelpompok buah yang berdaging seperti mangga menjadi lebih lunak dan berubah
warna bila sudah matang.
c. Polong (akasia dan tumbuhan polong lainnya) berubah warna dari hijau ke coklat, jadi rapuh
dan biji (khususnya akasia) akan menjadi hitam dan mengkilat.
4. Hindarkan penempatan biji atau kelompok biji di dalam kantong plastik, gunakan kantong
kain atau kertas.
Apabila membeli biji perlu diperhatikan:
1. Penjual biji yang mempunyai reputasi baik/penyalur resmi
2. Biji komersial dan yang dibeli harus terbungkus dalam kemasan berlabel sehingga terjamin
tingkat perkembangannya dan jelas asal serta tanggal pengambilan biji.
Penyimpanan bijih dilakukan dengan cara:
1. Memberikan tanda pengenal secara jelas dengan mencantumkan jenis biji, tanggal
pengumpulan, lokasi dan sebagainya
2. Simpan biji di dalam wadah kering, bebas serangga dan kutu serta bubuhi dengan

serbuk anti jamur dan serangga

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 28


3. Bijih disimpan temperatus di bawah 20 C dengan kelembaban yang rendah. Biji

tumbuhan tropis mungkin mati pada temperatus di bawah 10 C

a. Pembuatan persemaian
1.Pemilihan lokasi persemaian
Lokasi persemaian yang dipilih harus memenuhi persyaratan yaitu ada/dekat dengan
sumber air, tanahnya datar dan mudah dicapai serta cukup mendapat cahaya matahari.
Kondisi ekologisnya mendekati calon areal penanaman.
2.Tahap dan Kegiatan Pembuatan persemaian a.
Perlakuan pendahuluan
Untuk benih yang mempunyai umur panjang (benih ortodok) perlu diberi perlakuabn
khusus sebelum disemaikan
b. Penaburan benih
Benih yang berukuran harus sebelum ditabur terlebih dicampur dengan pasir halus,
tanah halus atau gambut yang telah dihancurkan sedangk an benih yang berukuran lebih
besar dapat ditabur langsung di bedeng tabur atau dalam kantong semai.
c. Penyapihan
Penyapihan dilakukan untuk memindahkan bibit siap sapih dari bak perkecambahan ke
dalam pot yang telah diisi media sapih dan dilaksanakan di rumah pertumbuhan
d. Pemeliharaan bibit
Untuk memperoleh bibit yang baik perlu dilakukan penyiraman, pemupukan,
penyulaman, penyiangan rumput, pemotongan akar serta pemberantasan hama dan
penyakit.
3. Pelaksanaan penanaman
Tahapan pelaksanaan penanaman meliputi pengaturan arah larikan tanaman,
pemasangan ajir, distribusi bibit, pembuatan lubang tanam dan penananam.
4. Pemeliharaan

Tingkat keberhasilan dari semua metode penanaman akan berkurang bila tidak dilakukan

pemeliharaan yang baik. Pemeliharaan tanaman dimaksudkan untuk memacu

pertumbuhan tanaman sedemikian rupa sehingga dapat diwujudkan keadaan optimum

bagi pertumbuhan tanaman.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 29