Anda di halaman 1dari 6

Jelaskan mengenai Siklus Cori !

Siklus Cori merupakan siklus energi yang terbentuk karena adanya interaksi antara
lintasan glikolisis dalam satu sel yang akan berpasangan dengan lintasan glukoneogenesis dalam sel
lain melalui mediasi plasma darah sehingga menghasilkan asam laktat dan asam piruvat.

Ket gambar: Glukosa yang di bentuk di dalam hati di bawa ke otot melalui darah >> terjadi glikolisis di
otot ( glukosa > piruvat > laktat ) >> laktat yang terbentuk di otot di bawa ke hati melalui
darah untuk glukoneogenesis ( laktat > piruvat > glukosa) >> di pakai oleh otot kembali

Jelaskan mengenai Siklus Cori !

Siklus Cori merupakan siklus energi yang terbentuk karena adanya interaksi antara
lintasan glikolisis dalam satu sel yang akan berpasangan dengan lintasan glukoneogenesis dalam sel
lain melalui mediasi plasma darah sehingga menghasilkan asam laktat dan asam piruvat.

Ket gambar: Glukosa yang di bentuk di dalam hati di bawa ke otot melalui darah >> terjadi glikolisis di
otot ( glukosa > piruvat > laktat ) >> laktat yang terbentuk di otot di bawa ke hati melalui
darah untuk glukoneogenesis ( laktat > piruvat > glukosa) >> di pakai oleh otot kembali
Jelaskan perbedaan antara fase oksidatif dn fase non-oksidatif, pada jalur pentosa fosfat !

Pada fase oksidatif, dua molekul NADP+ direduksi menjadi NADPH dengan memanfaatkan energi dari
konversi glukosa-6-fosfat menjadi ribulosa 5-fosfat. Proses urutannya sebagai berikut:

Glucosa 6-fosfat + NADP+ → 6-fosfoglukono-delta-lakton + NADPH


6-fosfoglukono-delta-lakton + H2O → 6-fosfoglukonat + H+
6-fosfoglukonat + NADP+ → ribulosa 5-fosfat + NADPH + CO2
Sedangkan pada fase non oksidatif yang jalurnya cukup rumit karena melibatkan banyak proses dan
molekul pentose, proses urutannya sebagai berikut:

ribulosa 5-fosfat → ribosa 5-fosfat


ribosa 5-fosfat → xilulosa 5-fosfat
xilulosa 5-fosfat + ribosa 5-fosfat → gliseraldehida 3-fosfat + sedoheptulosa 7-fosfat
sedoheptulosa 7-fosfat + gliseraldehida 3-fosfat → erithrosa 4-fosfat + fruktosa 6-fosfat
xilulosa 5-fosfat + erithrosa 4-fosfat → gliseraldehida 3-fosfat + fruktosa 6-fosfat

Alur langkah glikolisis adalah sebagai berikut.

1. Tahap pertama, glukosa akan diubah menjadi glukosa 6-fosfat oleh enzim
hexokinase. Tahap ini membutuhkan energi dari ATP (adenosin trifosfat). ATP yang
telah melepaskan energi yang disimpannya akan berubah menjadi ADP.
2. Glukosa 6-fosfat akan diubah menjadi fruktosa 6-fosfat yang dikatalisis oleh enzim
fosfohexosa isomerase.
3. Fruktosa 6-fosfat akan diubah menjadi fruktosa 1,6-bifosfat, reaksi ini dikatalisis oleh
enzim fosfofruktokinase. Dalam reaksi ini dibutuhkan energi dari ATP.
4. Fruktosa 1,6-bifosfat (6 atom C) akan dipecah menjadi gliseraldehida 3-fosfat (3 atom
C) dan dihidroksi aseton fosfat (3 atom C). Reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim
aldolase.
5. Satu molekul dihidroksi aseton fosfat yang terbentuk akan diubah menjadi
gliseraldehida 3-fosfat oleh enzim triosa fosfat isomerase. Enzim tersebut bekerja
bolak-balik, artinya dapat pula mengubah gliseraldehida 3-fosfat menjadi dihdroksi
aseton fosfat.
6. Gliseraldehida 3-fosfat kemudian akan diubah menjadi 1,3-bifosfogliserat oleh
enzim gliseraldehida 3-fosfat dehidrogenase. Pada reaksi ini akan terbentuk NADH.
7. 1,3 bifosfogliserat akan diubah menjadi 3-fosfogliserat oleh enzim fosfogliserat
kinase. Para reaaksi ini akan dilepaskan energi dalam bentuk ATP.
8. 3-fosfogliserat akan diubah menjadi 2-fosfogliserat oleh enzim fosfogliserat mutase.
9. 2-fosfogliserat akan diubah menjadi fosfoenol piruvat oleh enzim enolase.
10. Fosfoenolpiruvat akan diubah menjadi piruvat yang dikatalisis oleh enzim piruvat
kinase. Dalam tahap ini juga dihasilkan energi dalam bentuk ATP.
Secara ringkas, jalur-jalur metabolisme karbohidrat dijelaskan sebagai berikut:
 Glukosa sebagai bahan bakar utama akan mengalami glikolisis (dipecah) menjadi
2 piruvat jika tersedia oksigen. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
 Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Dalam tahap ini
dihasilkan energi berupa ATP.
 Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. Dalam
tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
 Jika sumber glukosa berlebihan, melebihi kebutuhan energi kita, maka glukosa
tidak dipecah, melainkan akan dirangkai menjadi polimer glukosa (disebut
glikogen). Glikogen ini disimpan di hati dan otot sebagai cadangan energi jangka
pendek. Jika kapasitas penyimpanan glikogen sudah penuh, maka karbohidrat
harus dikonversi menjadi jaringan lipid sebagai cadangan energi jangka panjang.
 Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi, maka glikogen
dipecah menjadi glukosa. Selanjutnya glukosa mengalami glikolisis, diikuti dengan
oksidasi piruvat sampai dengan siklus asam sitrat.
 Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis, maka
sumber energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein harus digunakan. Jalur ini
dinamakan glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid
dan protein harus diubah menjadi glukosa baru yang selanjutnya mengalami
katabolisme untuk memperoleh energi.

4. Tujuan Glikogenesis

Proses glikogenesis terjadi jika jumlah glukosa melampaui kebutuhan, maka dirangkai
menjadi glikogen untuk menambah simpanan glikogen dalam tubuh sebagai cadangan
makanan jangka pendek melalui proses glikogenesis.

Jika kadar glukosa darah meningkat (hiperglikemia) glukosa akan di ubah dan di simpan
sebagai glikogen atau lemak, glikogenesis (produksi glikogen) terjadi terutama dalam sel
otot dan hati. Glikogenesis akan menurunkan kadar glukosa darah dan proses ini di
stimulasi oleh insulin yang disekresi dari pangkreas.

5. Proses Pembentukan Glikogen (Glikogenesis)

Rangkaian proses terjadinya glikogenesis digambarkan sebagai berikut:

 Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi
juga pada lintasan glikolisis). Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase
sedangkan di hati oleh glukokinase.

ATP + D-glukosa → D-glukosa 6- fosfat + ADP

 Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan
katalisator enzim fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri akan mengalami fosforilasi
dan gugus fosfo akan mengambil bagian di dalam reaksi reversible yang
intermediatnya adalah glukosa 1,6-bifosfat ( glukosa 1,6-bisfosfat bertindak
sebagai koenzim).

Glukosa 6-fosfat → Glukosa 1- fosfat

Enz-P + Glukosa 1-fosfat→ Enz + Glukosa 1,6-bifosfat →Enz-P + Glukosa 6-fosfat


 Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk
membentuk uridin difosfat glukosa (UDP Glc). Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDP
Glc pirofosforilase.

UTP + Glukosa 1-fosfat « UDPGlc + PPi

 Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan


menarik reaksi kearah kanan persamaan reaksi.
 Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik
dengan atom C4 pada residu glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan
uridin difosfat. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Molekul glikogen
yang sudah ada sebelumnya (disebut glikogen primer) harus ada untuk memulai
reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang
dikenal sebagai glikogenin.

4. Tujuan Glikogenesis

Proses glikogenesis terjadi jika jumlah glukosa melampaui kebutuhan, maka dirangkai
menjadi glikogen untuk menambah simpanan glikogen dalam tubuh sebagai cadangan
makanan jangka pendek melalui proses glikogenesis.

Jika kadar glukosa darah meningkat (hiperglikemia) glukosa akan di ubah dan di simpan
sebagai glikogen atau lemak, glikogenesis (produksi glikogen) terjadi terutama dalam sel
otot dan hati. Glikogenesis akan menurunkan kadar glukosa darah dan proses ini di
stimulasi oleh insulin yang disekresi dari pangkreas.

5. Proses Pembentukan Glikogen (Glikogenesis)

Rangkaian proses terjadinya glikogenesis digambarkan sebagai berikut:

 Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi
juga pada lintasan glikolisis). Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase
sedangkan di hati oleh glukokinase.

ATP + D-glukosa → D-glukosa 6- fosfat + ADP

 Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan
katalisator enzim fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri akan mengalami fosforilasi
dan gugus fosfo akan mengambil bagian di dalam reaksi reversible yang
intermediatnya adalah glukosa 1,6-bifosfat ( glukosa 1,6-bisfosfat bertindak
sebagai koenzim).

Glukosa 6-fosfat → Glukosa 1- fosfat

Enz-P + Glukosa 1-fosfat→ Enz + Glukosa 1,6-bifosfat →Enz-P + Glukosa 6-fosfat

 Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk


membentuk uridin difosfat glukosa (UDP Glc). Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDP
Glc pirofosforilase.
UTP + Glukosa 1-fosfat « UDPGlc + PPi

 Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan


menarik reaksi kearah kanan persamaan reaksi.
 Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik
dengan atom C4 pada residu glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan
uridin difosfat. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Molekul glikogen
yang sudah ada sebelumnya (disebut glikogen primer) harus ada untuk memulai
reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang
dikenal sebagai glikogenin.

4. Tujuan Glikogenesis

Proses glikogenesis terjadi jika jumlah glukosa melampaui kebutuhan, maka dirangkai
menjadi glikogen untuk menambah simpanan glikogen dalam tubuh sebagai cadangan
makanan jangka pendek melalui proses glikogenesis.

Jika kadar glukosa darah meningkat (hiperglikemia) glukosa akan di ubah dan di simpan
sebagai glikogen atau lemak, glikogenesis (produksi glikogen) terjadi terutama dalam sel
otot dan hati. Glikogenesis akan menurunkan kadar glukosa darah dan proses ini di
stimulasi oleh insulin yang disekresi dari pangkreas.

5. Proses Pembentukan Glikogen (Glikogenesis)

Rangkaian proses terjadinya glikogenesis digambarkan sebagai berikut:

 Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi
juga pada lintasan glikolisis). Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase
sedangkan di hati oleh glukokinase.

ATP + D-glukosa → D-glukosa 6- fosfat + ADP

 Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan
katalisator enzim fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri akan mengalami fosforilasi
dan gugus fosfo akan mengambil bagian di dalam reaksi reversible yang
intermediatnya adalah glukosa 1,6-bifosfat ( glukosa 1,6-bisfosfat bertindak
sebagai koenzim).

Glukosa 6-fosfat → Glukosa 1- fosfat

Enz-P + Glukosa 1-fosfat→ Enz + Glukosa 1,6-bifosfat →Enz-P + Glukosa 6-fosfat

 Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk


membentuk uridin difosfat glukosa (UDP Glc). Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDP
Glc pirofosforilase.

UTP + Glukosa 1-fosfat « UDPGlc + PPi


 Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan
menarik reaksi kearah kanan persamaan reaksi.
 Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik
dengan atom C4 pada residu glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan
uridin difosfat. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Molekul glikogen
yang sudah ada sebelumnya (disebut glikogen primer) harus ada untuk memulai
reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang
dikenal sebagai glikogenin.

Tujuan dari glikogenolisis ini terbagi menjadi dua yaitu:

1. Di otot : proses ini digunakan untuk keperluan menghasilkan energi


2. Di hati : proses ini dilakukan untuk mempertahankan kadar gula dalam darah pada
saat jeda waktu makan.

Dalam glikogenolisis, glikogen yang tersimpan dalam hati dan otot, pertama dikonversi
oleh enzim glikogen fosforilase menjadi glukosa-1-fosfat dan kemudian menjadi glukosa-
6-fosfat. Molekul glukosa individu dihidrolisa dari rantai, diikuti dengan penambahan
gugus fosfat pada C-1. Pada langkah selanjutnya fosfat tersebut akan dipindahkan ke
posisi C-6 untuk membentuk glukosa 6-fosfat. Glukosa-6-fosfat diubah menjadi glukosa
untuk distribusi di berbagai darah ke sel-sel seperti sel-sel otak.