Anda di halaman 1dari 2

Reviewer : Juliatika (J-31) / 201820401011120

Pembimbing : Dr. dr. Arti Lukitasari, Sp.M

The Effect of Prostaglandin Analogues on Central Cornea Thickness


A. Data Jurnal
1. Nama Penulis :
Umut Duygu Uzunel
2. Judul Tulisan :

The Effect of Prostaglandin Analogues on Central Cornea Thickness

3. Jurnal Asal :
International Journal of Ophthalmology and Clinical Research
B. Resume Jurnal
1. Latar Belakang

Prostaglandin (PG) analog digunakan untuk mengurangi Tekanan Intraocular


(IOP) pada pasien glaucoma, dengan cara peningkatan aliran keluar cairan
aqueous melalui jalur uveoscleral disertai dengan degradasi kolagen dalam badan
siliaris. Degradasi kolagen ini diperantarai oleh Matrix Metalloproteinase (MMPs)
yang diinduksi oleh prostaglandin F2-alpha. Goldmann Applanation Tonometry
(GAT) dikenal sebagai metode standar untuk pengukuran IOP namun diketahui
bahwa perubahan pengukuran Central Corneal Thickness (CCT) dapat
mempengaruhi hasil GAT. Nilai CCT lebih tinggi atau lebih rendah dari 520 mm
menghasilkan pengukuran IOP yang tidak dapat dipercaya. Selain pentingnya
pengukuran TIO, diketahui bahwa CCT merupakan faktor risiko dari glaukoma
sudut terbuka.
2. Tujuan

Untuk mengevaluasi selama lima tahun pada perubahan CCT di pasien glaucoma
yang di terapi dengan PG analog monoterapi dan untuk melihat korelasi antara
CCT dan IOP pada pasien
3. Metode

73 pasien glaukoma merupakan kelompok pasien glaukoma dan 75 pasien


glaukoma-suspect merupakan kelompok kontrol. Kriteria inklusi untuk kelompok
glaukoma yang baru didiagnosis pasien glaukoma (hipertensi okular dan
glaukoma sudut terbuka primer) diobati dengan latanoprost 0,005% atau
bimatoprost 0,03% atau travoprost 0,004%. Semua pasien diberikan PG analog
secara rutin dan semua pengukuran dilakukan oleh pemeriksa yang terlatih dan
sama. Semua prosedur sesuai dengan Deklarasi Helsinki. Nilai IOP diukur dengan
GAT, CCT oleh ultrasonic pachymeter PacScan 300p (Sonomed Inc., USA),
biomicroscopy slit-lamp segmen anterior dan pemeriksaan fundus dengan lensa 90
dioptri yang ditemukan dari rekam medis pasien. Untuk pengukuran CCT,
diperoleh dari satu mata setiap pasien secara acak. Data untuk hasil CCT dan IOP
diambil berdasarkan sebelum pengobatan dan setelah 1, 2, 3, 4, dan 5 tahun
pengobatan

4. Hasil

 Tidak ada perbedaan signifikan pada perubahan CCT tahun ke-1, 2 dan 3,
namun terdapat perbedaan signifikan pada tahun ke-4 dan 5. Dimana
perubahan CCT 4,7 µm pada grup latanoprost, 6,7 µm pada grup
bimatoprost, dan 6,4 µm pada grup travoprost

 Terdapat perbedaan signifikan pada kelompok pasien glaukoma, dimana


ketiga PG analog dapat menurunkan IOP secara efektif

 Terdapat korelasi yang signifikan antara CCT dan IOP pada kelompok
pasien glaukoma
5. Diskusi

Pada penelitian sebelumnya, dibuktikan bahwa latanoprost dapat mengurangi


CCT pada pasien normal-tension glaucoma. Pada penelitian sebelumnya,
dibuktikan bahwa travaprost mengurangi CCT 6,9 µm selama 6 minggu. Pada
penelitian sebelumnya, dibuktikan bahwa bimatoprost dapat mengurangi CCT
pada pasien glaucoma < 1 bulan. Pada penelitian ini, ketiga PG analog
menurunkan CCT sekitar 30 µm, sedangkan untuk menurunkan IOP pada
latanoprost group 28,1 %, bimatoprost group 29,8 %, dan travoprost group 30,4
%
6. Kesimpulan

PG analog dapat mengurangi CCT secara signifikan pada pasien glaucoma setelah
pengobatan selama lima tahun