Anda di halaman 1dari 22

SAP Individu

Nama : Qunita Putri


NIM : PO 62.20.1.18.069
Kelas : Reguler XXI B
Prodi : DIII Keperawatan
Mata Kuliah : Promosi Kesehatan

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )

HARI / TANGGAL : JUM’AT 29 MARET 2019


JAM / WAKTU : 12.00 WIB / 25 MENIT
POKOK BAHASAN : BATU GINJAL ( NEFROLITHIASIS )
SUB POKOK BAHASAN : MEMAHAMI TENTANG BATU GINJAL
SASARAN : PASIEN Ny. NENENG DAN KELUARGA
PENYULUH : MAHASISWA / I POLTEKKES PALANGKA RAYA
TEMPAT : R. NUSA INDAH ( BEDAH UMUM )

I. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )


Setelah mendapatkan penyuluhan tentang batu ginjal selama 1 x 25 menit klien
mampu memahami tentang Nefrolithiasis ( batu ginjal ).
II. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
Setelah selesai mengikuti penyuluhan, klien dan keluarga memahami :
a) Pengertian batu ginjal ( nefrolithiasis )
b) Penyebab batu ginjal ( nefrolithiasis )
c) Tanda dan gejala batu ginjal ( nefrolithiasis )
d) Pengobatan batu ginjal ( nefrolithiasis )
e) Komplikasi batu ginjal ( nefrolithiasis )
f) Makanan / diet batu ginjal ( nefrolithiasis )
g) Pencegahan kekambuhan batu ginjal ( nefrolithiasis )
III. Garis – Garis Besar Materi
1. Pengertian batu ginjal
2. Penyebab batu ginjal
3. Tanda dan gejala batu ginjal
4. Pengobatan batu ginjal
5. Komplikasi batu ginjal
6. Pencegahan kekambuhan batu ginjal
IV. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
V. Media dan alat peraga
 Leaflet
VI. Proses kegiatan penyuluhan
No Kegiatan Respon klien
1 Pembukaan ( 5 menit )
Menyampaikan salam Memberi salam
Memperkenalkan diri Mendengarkan
Menjelaskan tujuan Memberi respon
Kontrak waktu
Apersepsi
2 Inti ( 15 menit )
Menjelaskan tentang :
 Pengertian batu ginjal
 Penyebab batu ginjal Mendengarkan dengan
 Tanda dan gejala batu ginjal penuh perhatian.

 Pengobatan batu ginjal


 Komplikasi batu ginjal
 Pencegahan kekambuhan batu ginjal
Tanya jawab Menanyakan yang belum
jelas
3 Penutup ( 5 menit )
Menyimpulkan hasil penyuluhan Aktif bersama
Evaluasi ( Observasi ) Menyimpulkan
Memberi salam penutup Membalas salam
VII. Evaluasi
a. Mengajukan pertanyaan lisan
- Apersepsi apa yang dimaksud dengan batu ginjal ?
- Apa penyebab batu ginjal ?
- Apa tanda dan gejala batu ginjal ?
Tes akhir dengan cara mengajukkan pertanyaan yang sama dengan tes awal
b. Observasi
- Respon / tingkah laku masyarakat saat di beri pertanyaan : apakah mereka diam
atau menjawab ( benar / kurang tepat )
- Masyarakat antusias atau tidak
- Masyarakat mengajukan pertanyaan atau tidak

LAMPIRAN
MATERI PENYULUHAN PEDOMAN
BATU GINJAL
A. Pengertian
Batu ginjal merupakan batu saluran kemih ( urolithiasis ). Batu didalam
saluran kemih ( urinary calculi ) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di
sepanjang saluran kemih dan bias menyebabkan nyeri, pendarahan, penyumbatan
aliran kemih atau infeksi. Batu ini bias terbentuk didalam ginjal ( batu ginjal )
maupun didalam kandung kemih ( batu kandung kemih ). Proses pembentukan batu
ini disebut Urolithiasis ( Lithiasis renalis, nefrolithiasis ).
B. Penyebab batu ginjal
- Dehidrasi, sedikit mengosumsi cairan meningkatkan resiko terkena batu ginjal,
begitu juga dengan penduduk yang tinggal dengan suhu udara yang panas.
- Menjalankan pola makan tertentu, mengosumsi makanan yang sarat protein, garam
atau gula meningkatkan resiko batu ginjal. Ini membuat ginjal bekerja lebih keras
dalam menyaringnya, sehingga memperbesar resiko batu ginjal.
- Riwayat penyakit batu ginjal dalam keluarga atau pernah menderita batu ginjal
sebelumnya.
- Mengalami masalah penceranaan atau pasca operasi organ pencernaan. Gangguan
diare kronis, penyakit peradangan usus atau pasca operasi saluran pencernaan
untuk menurunkan berat badan ( gastric bypass )
- Obesitas memiliki indeks massa tubuh yang besar dengan ukuran pinggang yang
besar dengan ukuran pinggang besar terkait dengan peningkatan resiko batu ginjal.
- Menderita kondisi medis tertentu seperti hiperparatiroidisme atau infeksi saluran
kemih.
C. Tanda dan Gejala Batu Ginjal
 Sakit pinggang, paha, selangkangan dan kemaluan
 Darah dalam urine
 Mual dan muntah – muntah
Gejala batu ginjal yang biasanya terjadi adalah sakit luar biasa ( urinary colic )
yang dating dan pergi dan biasanya bergerak dari bagian samping belakang ( flank )
kebagian bawah perut ( abdomen ).
D. Pengobatan Batu Ginjal
1) Operasi batu ginjal
2) Banyak minum air putih, air lemon, cuka apel
3) Ikutin saran dokter tentang pola makan
4) Minum semua obat yang diberikan
5) Banyak minum cairan, paling tidak 2-3 / liter per hari
6) Hubungi dokter jika kondisi memburuk
E. Komplikasi batu ginjal
1) Kelebihan kalium ( Hiperkalemia )
2) Pembengkakan paru – paru ( Edema )
3) Tingginya kadar asam dalam tubuh ( Asidosis )
4) Gangguan pada otak ( Ensefalopati )
5) Anemia
F. Pencegahan kekambuhan batu ginjal
- Minum air yang banyak
- Batasi makan – makanan asin
- Jaga berat badan tetap ideal
- Batasi makan asupan hewani dan yang mengandung purin

Kepustakaan
https://www.google.com/amp/s/hellosehat.com/penyakit-batu-ginjal-kencing-batu/amp/
https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/health/fitnes/amp/yb/abrahan/5-
komplikasi-penderita-gagal-ginjal-kronis-yang-wajib-kamu-tahu-C1C2
https://www.alodokter.com/batu-ginjal-penyebab
https://id.scribd.com/document/292062280/satuan-acara-penyuluhan-SAP-Batu-Ginjal
SAP Keluarga

Nama : Qunita Putri


NIM : PO 62.20.1.18.069
Kelas : Reguler XXI B
Prodi : DIII Keperawatan
Mata Kuliah : Promosi Kesehatan

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
HARI / TANGGAL : SABTU 30 MARET 2019
JAM / WAKTU : 16.15 WIB / 30 MENIT
POKOK BAHASAN : KELUARGA BERENCANA ( KB )
SUB POKOK BAHASAN : MEMAHAMI TENTANG KELUARGA BERENCANA
SASARAN : PASIEN Ny. DELLA
PENYULUH : MAHASISWA / I POLTEKKES PALANGKA RAYA
TEMPAT : R.TERATAI RS DORIS SYLVANUS

I. Tujuan Istruksional Umum ( TIU )


Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan sasaran mengetahui tentang KB.
II. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, sasaran duharapkan dapat :
- Mengetahui tujuan pelaksanaan KB.
- Mengetahui sasaran KB.
- Mengetahui metode KB.
- Mengetahui tempat pelayanan KB.
III. Garis – Garis Besar Materi
1. Tujuan pelaksanaan KB
2. Sasaran KB
3. Metode KB
4. Tempat pelayanan KB
IV. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
V. Media dan Alat Peraga
- Leaflet
VI. Proses kegiatan penyuluhan
No Tahap Waktu Kegiatan
1 Pembukaan 2’ Menjelaskan tujuan kegiatan
2 Pengembagan 10’ Menggali kebutuhan ibu atau keluarga tentang KB
Menjelaskan tentang :
1. Tujuan pelaksanaan KB
2. Sasaran KB
3. Metode KB
4. Tempat pelayanan KB
Memberi kesempatan untuk bertanya
3 Penutup 3’ Menyimpulkan hasil penyuluhan
Evaluasi
VII. Evaluasi
Prosedur :
a. Selama proses penyuluhan.
b. Setelah proses penyuluhan.
c. Bentuk tes : Subyektif, jenis tes : lisan
Macam pertanyaan :
a. Apa tujuan pelaksanaan KB?
b. Siapa yang menjadi sasaran KB?
c. Bagaimanakah metode KB yang efektif bagi Keluarga?
d. Dimana keluarga dapat memperoleh pelayanan KB?
LAMPIRAN
MATERI PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA

A. PENGERTIAN KELUARGA BERENCANA


Keluarga berencana adalah suatu program yang dicanangkan oleh pemerintah
untuk mengatur jarak kelahiran anak sehingga dapat tercapai keluarga kecil yang bahagia
dan sejahtera.
B. TUJUAN KELUARGA BERENCANA
Tujuan KB adalah:
 Mencegah kematian ibu dan anak.
 Pengaturan perkawinan.
 Pengaturan kehamilan.
 Pembinaan ketahanan keluarga.
 Peningkatan kesejahteraan keluarga.
C. SASARAN KELUARGA BERENCANA
Yang menjadi sasaran program keluarga berencana adalah:
 Ibu dengan penyakit kronis.
 Usia ibu < 20 tahun atau > 30 tahun dengan jumlah anak > 3 orang.
 Ibu yang sudah pernah melahirkan > 5 x melahirkan.
 Ibu dengan riwayat persalinan yang buruk.
 Keluarga dengan sosial ekonomi yang kurang memadai
D. METODE KB YANG EFEKTIF
Beberapa metode KB yang efektif bagi keluarga pasangan usia subur adalah:
Cara sederhana: pantang berkala, senggama terputus, menyusui bayi.
a. Pantang berkala: pantang melakukan hubungan suami istri pada saat – saat
tertentu,misal: pada saat hari raya keagamaan.
b. Senggama terputus: Melakukan senggama tetapi ejakulasi dilakukan di luar
kelamin wanita/istri.
c. Menyusui bayi: Kadar steroid yang tinggi mengakibatkan pematangan sel ovum
(ovulasi) tidak terjadi.
Ketiga cara tersebut di atas, masih belum cukup aman untuk menghindari kehamilan.
Alat: kondom, diafragma, IUD.
a. Kondom:
Keuntungan:
- Tidak menimbulkan resiko terhadap kesehatan.
- Murah an mudah dipakai.
- Tidak perlu resep dokter.
- Pria turut berkontrasepsi.
- Mencegah ejakulasi dini.
- Melindungi PMS dan HIV AIDS.
Kerugian:
- Angka kegagalan tinggi.
- Sensitivitas penis tinggi.
- Dipakai setiap kali berhubungan.
- Mengurangi kenikmatan
- Kondom bekas à pembuangan sulit.
- Sedia setiap hubungan sex.
Diafragma adalah mangkuk karet yang dipasang di dalam vagina,mencegah sperma
masuk ke dalam saluran reproduksi.
Keuntungan:
- Tidak menimbulkan resiko terhadap kesehatan.
- Pemakaina dikontrol sendiri oleh klien.
- Segera dirasakan efektifitasnya.
Kerugian:
- Dipakai setiap kali hubungan sex.
- Perlu pengukuran awal.
- Perlu spermatisida.
- Merepotkan cara memasangnya.
- Dibiarkan dalam vagina lk. 6 jam setelah koitus.
IUD (alat kontrasepsi dalam rahim/ AKDR) adalah alat yang dimasukkan ke dalam rahim
dalam masa reproduksi untuk mencegah kehamilan.
Keuntungan:
- Tidak menimbukan resiko terhadap kesehatan.
- Tidak perlu mengganti setiap kali akan hubungan.
- Lebih praktis dan hemat.
- Dapat dijamin keamanannya.
Kerugian:
- Menimbulkan floting darah kadang – kadang.
- Merepotkan cara memasangnya dan tidak dapat dilakukan sendiri.
- Kadang – kadang terjadi keputihan
- Menimbulkan ketidaknyamanan pada saat hubungan.
-
Obat – obatan: Spermatisida, hormonal.
 Spermatisida: contoh tissu vagina, tablet, busa, krim yang berisi spermasid untuk
mematikan sperma sebelum memasuki vagina.
Keuntungan:
- Berfungsi sebagai pelicin.
- Efek samping sistemik tidak ada.
- Mudah memakainya.
- Tidak perlu resep.
- Segera bekerja efektif.
Kerugian:
- Angka kegagalan tinggi.
- Efektif 1 – 2 jam.
- Mahal dan persediaan sulit.
- Menunggu 7 – 10 menit.
- Beberapa klien merasa seperti terbakar genetalianya.
 Hormonal: obatkontrasepsi yang mengandung hormonal seperti estrogen dan
progesteron.
Kontrasepsi mantap (kontap): suntik, susuk dan pil.
Susuk adalah alat kontrasepsi ynag terdiri dari 6 batang susuk lembut yang
mengandung hormon.
Keuntungan:
- Daya guna tinggi.
- Perlindungan jangka panjang.
- Tidak menunggu kegiatan senggama.\
- Dapat dcabut setiap saat sesuai kebutuhan.
- Ekonomis.
Kerugian:
- Masa lama haid memanjang.
- Perdarahan bercak antara 2 siklus.
- Amenore dalam beberapa bulan.
- Kombinasi pola di atas.
Suntik Pil
Keuntungan:
- Efektifitas tinggi.
- Tidak menimbulkan perdarahan.
- Mudah pemakaian.
- Tidak mengganggu hubungan seksual.
Kerugian:
- Mahal
- Diminum setiap hari.
- Barat badan meningkat.
E. TEMPAT PELAYANAN KB
Tempat – tempat yang dapat melayani KB adalah:
1. Dokter dan bidan praktek swasta.
2. Lembaga masyarakat seperti: posyandu, kelompok akseptor KB.
3. Lembaga kesehatan seperti: Rumah Sakit, puskesmas, klinik swasta dll
Kepustakaan
https://contohmakalah4.blogspot.com/2011/03/sap-keluarga-berencana.html
SAP Kelompok

Nama : Qunita Putri


NIM : PO 62.20.1.18.069
Kelas : Reguler XXI B
Prodi : DIII Keperawatan
Mata Kuliah : Promosi Kesehatan

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
HARI / TANGGAL : MINGGU 31 MARET 2019
JAM / WAKTU : 18.00 WIB / 35 MENIT
POKOK BAHASAN : DEMAM BERDARAH
SUB POKOK BAHASAN :PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT DEMAM
BERDARAH
SASARAN : WARGA DUKUH SEMAMBUNG
PENYULUH : MAHASISWA / I POLTEKKES PALANGKA RAYA
TEMPAT : KELURAHAN DESA DUKUH SEMAMBUNG

I. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )


Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan mampu mengetahui hubungan antara
penyakit Demam Berdarah ( Dengue )
II. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
1. Menjelaskan pengertian Demam Berdarah ( Dengue )
2. Menjelaskan tanda dan gejala Demam Berdarah ( Dengue )
3. Memahami cara pencegahan Demam Berdarah ( Dengue )
4. Menguraikan cara pengobatan Demam Berdarah ( Dengue )
III. Garis – Garis Besar Materi
1. Pengertian Demam Berdarah ( Dengue )
2. Tanda dan gejala Demam Berdarah ( Dengue )
3. Cara pencegahan Demam Berdarah ( Dengue )
4. Cara pengobatan Demam Berdarah ( Dengue )
IV. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
V. Media dan Alat Peraga
Leaflet
VI. Proses kegiatan penyuluhan
No Waktu Kegiatan Kegiatan kelompok
1 5 menit Pendahuluan
 Salam pembuka  Menjawab salam
 Menjelaskan tujuan dari materi yang  Mendengarkan
akan disampaikan  Memberi tanggapan
 Melakukan apersepsi dengan warga
tentang penyakit demam berdarah
2 20 menit Kegiatan inti
 Memberikan penjelasan tentang
demam berdarah, meliputi :  Mendengarkan &
pengertian, penyebab, gejala – memperhatikan
gejala, dampak, cara penularan, dan  Memberikan
pencegahan serta perawatan pertanyaan
penderita dilingkungan sekitarnya.  Mengulangi sesuai
 Memberikan kesempatan bertanya petunjuk petugas
 Menjelaskan hal – hal yang
ditanyakan
 Mendemostrasikan cara pencegahan
penyakit demam berdarah
 Memberikan kesempatan kepada
keluarga untuk melakukan
redemostrasi
3 10 menit Penutup
 Menyimpulkan isi pokok
penyuluhan  Mendengarkam
 Melakukan evaluasi tentang materi  Menjawab pertanyaan
yang sudah di sampaikan secara  Memperhatikan
verbal  Menjawab salam
 Memotivasi warga untuk
mengidentifikasikan dan cepat
bertindak bila diketahui ada warga
dukuh semambung yang menderita
demam berdarah
 Mengucapkan salam
VII. Evaluasi
Bentuk : pertanyaan secara lisan
1) Jelaskan apa demam berdarah ?
2) Bagaimana tanda dan gejala demam berdarah ?
3) Bagaimana cara pengobatannya ?
Observasi :
1) Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yaitu yang
ditularkan oleh nyamuk aides aiygypti.
2) Tanda dan gejala sakit perut, rasa mual, trombositopenia, hemokonsentrasi, sakit
kepala berat, sakit kepala sendi ( arthralgia ), sakit pada otot ( myalgia )
3) Cara pengobatannya alternative yang umum dikenal dengan meminum ekstrak
daun jambu biji, bahan itu juga meningkatkan trombosit tanpa efek samping.
LAMPIRAN
DEMAM BERDARAH
A. Pengertian
Demam berdarah adalah penyakit disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes
Aegypti. Penyakit demam berdarah DHF ini disebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler
dan pada system pembekuan darah. Sehingga mengakibatkan pendarahan – pendarahan ini
terlihat pada banyak penderita demam berdarah yang kulitnya timbul bercak – bercak merah
sebagai ciri khas penyakit demam berdarah ini.
B. Tanda dan Gejala
a. Panas 2 – 7 hari dengan gambaran panas seperti pelana kuda ( naik turun naik )
b. Disertai gejala – gejala seperti influenza, misalnya nyeri otot, nyeri sendi, mual, nafsu
makan menurun, sakit kepala, badan lemas dan tangan hingga kaki dingin.
c. Kemudian timbul bintik merah dimuka atau anggota tubuh lainnya. Lebih lanjut dapat
terjadi pendarahan melalui hidung, gusi / tinja.
C. Cara pencegahan
1. Memelihara lingkungan tetap bersih dan cukup sinar matahari
2. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dengan cara :
1) Menutup & menguras tempat penampungan air setiap minggu agar bebas dari jentik
nyamuk
2) Mengubur, membakar, & membuang kaleng, botol bekas dan sampah lainnya
sehingga tidak menjadi tempat perlindungan nyamuk Aedes Aegypti
3) Rapikan halaman dan jangan biarkan semak – semak dihalaman tidak terurus
4) Bersihkan selokan agar air dapat mengalir dengan lancer
5) Tidak membiarkan kain / baju bergantungan
D. Cara Pengobatan
Dirumah :
a. Beri penderita minum air yang banyak ( air masak, the, susu, atau minum lainnya )
b. Cepat bawa ke dokter, puskesmas atau langsung kerumah sakit apabila penderita tampak
gelisah, lemah, kaki dan tangan dingin, bibir pucat dan denyut nadi lemah
Di Rumah Sakit :
a. Penderita harus tirah baring / istirahat total ditempat tidur
b. Harus banyak minum ( 2 – 2,5 liter / jam ) pemberian cairan merupakan hal yang paling
penting bagi penderita demam berdarah
c. Transfusi darah
d. Pemberian terapi obat
e. Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium ( setiap hari darah diambil
untuk diperiksa )

Kepustakaan
https://khusnulkhaimahstikes.blogspot.com/
SAP Komunitas

Nama : Qunita Putri


NIM : PO 62.20.1.18.069
Kelas : Reguler XXI B
Prodi : DIII Keperawatan
Mata Kuliah : Promosi Kesehatan

SATUAN ACARA PENYULUHAN


( SAP )
HARI / TANGGAL : SENIN, 01 MARET 2019
JAM / WAKTU : 08.00 – 08.45 WIB / 45 MENIT
POKOK BAHASAN : GASTRITIS ( MAAG )
SUB POKOK BAHASAN : MENGENAI GASTRITIS ( MAAG )
SASARAN : BAPAK / IBU PENGUNJUNG PUSKESMAS PAHANDUT
PENYULUH : MAHASISWA / I POLTEKKES PALANGKA RAYA
TEMPAT : PUSKESMAS PAHANDUT

I. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )


Setalah dilakukan kegiatan penyuluhan mengenai gastritis ( Magg ) pengunjung dapat
mengetahui atau memahami tentang cara pencegahan dan penanganan gastritis.
II. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
- Menyebutkan pengertian penyakit gastritis ( Maag )
- Menyebutkan penyebab penyakit gastritis ( Maag )
- Menyebutkan tanda dan gejala penyakit gastritis ( Maag )
- Menyebutkan cara perawatan dan pencegahan penyakit gastritis ( Maag )
III. Garis – Garis Besar Materi
- Menyebutkan pengertian penyakit gastritis ( Maag )
- Menyebutkan penyebab penyakit gastritis ( Maag )
- Menyebutkan tanda dan gejala penyakit gastritis ( Maag )
- Menyebutkan cara perawatan dan pencegahan penyakit gastritis ( Maag )
IV. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
V. Media dan Alat Peraga
Leaflet
VI. Proses Kegiatan Penyuluhan
Tahap pelaksanaan Kegiatan Waktu
Materi Sasaran ( Menit )

Pendahuluan - Memberikan salam dan


memperkenalkan diri
- Menjelaskan tujuan dari
penyuluhan
- Menyebutkan materi Mendengarkan 5 Menit
yang akan diberikan
- Pretes
Pelaksanaan - Menjelaskan pengertian
penyakit gastritis (
Maag )
- Menjelaskan penyebab
penyakit gastritis (
Maag )
- Menjelaskan tanda dan
gejala penyakit gastritis Mendengarkan 15 menit
( Maag )
- Menjelaskan bahaya
penyakit gastritis (
Maag )
- Menjelaskan cara
perawatan dan
pencegahan penyakit
gastritis ( Maag )
Tanya jawab Memberikan kesempatan Memberikan 10 menit
untuk bertanya pertanyaan
Penutup - Mengevaluasi ( post test - Menjawab
) pertanyaan 5 menit
- Menyimpulkan materi - mendengarkan
VII. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Ruangan penyuluhan telah dikoordinasikan 1 hari sebelum kegiatan
b. Peserta diberitahu dan dipersiapkan 10 menit sebelum kegiatan
c. Media ( leaflet ) telah dipersiapkan 1 hari sebelum kegiatan
d. Penyuluh / pemateri menyiapkan materi 2 hari sebelum kegiatan
2. Evaluasi proses
a. Peserta dapat mengikuti kegiatan penyuluhan dengan baik
b. Peserta aktif bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan
c. Penyuluh / pemateri dapat menyampaikan materi dengan baik
d. Leaflet dibagikan 100 %
3. Evaluasi hasil
a. Menyebutkan kembali pengertian gastritis dengan benar
b. Menyebutkan penyebab dari gastritis
c. Menyebutkan 3 dari 5 tanda dan gejala dari gastritis
d. Menyebutkan 4 dari 7 cara pencegahan dan perawatan gastritis
LAMPIRAN
MATERI PENYULUHAN GASTRITIS
A. Pengertian
Maag atau gastritis adalah suatu peradangan pada permukaan lapisan lambung sehingga
terjadi perlukaan akibat asam lambung. Gastritis adalah peradangan local atau menyebar
pada mukosa lambung yang berkembang bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi
dengan bakteri atau bahan iritan lain ( Charlene J 2001 ). Gastritis merupakan suatu
pandangan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronik, difus atau local ( Price,
2005 ).
B. Penyebab
1. Makanan yang merangsang peningkatan asam lambung seperti cabe, cuka, sambal,
ketan dll.
2. Makanan terlalu banyak atau cepat dan makanan yang terinfeksi oleh bakteri
helicobacter phylory
3. Obat – obatan seperti aspirin, antalgin.
4. Minuman berakohol.
5. Minuman yang berkafein contohnya kopi
6. Stress
7. Keracunan makanan
C. Tanda dan Gejala
1. Nyeri ulu hati
2. Mual dan kadang muntah
3. Kembung
4. Nyeri pada perut sehabis makan
5. Rasa pusing, fisik lemah, lelah
D. Bahaya penyakit Maag
Peningkatan asam lambung yang berlebihan akan menyebabkan terjadi perlukaan yang
jika berkelanjutan sampai ke bagian dalam lambung sehingga menyebabkan lambung
menjadi bolong dan akhirnya terjadi pendarahan dan kanker lambung.
E. Cara perawatan dan pencegahan
1. Makanan dengan porsi kecil tapi sering. Contoh : Biskuit, Roti
2. Menghindari alcohol dan kopi
3. Menghindari makanan yang merangsang lambung. Contoh : cabe, cukam sambal dll
4. Makan teratur sesuai dan tepat waktu
5. Istirahat cukup
6. Menghindari stress
7. Minum obat bila maag kambuh sesuai dengan advis dokter.

KEPUSTAKAAN
BRUNER, SUDART.2002.BUKU AJAR KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH, VOL 2, EDISI 8. JAKARTA.EGC

WIDIJIANTO GIANTO; JOWONO DRG ANASTASIA L ; SCHEIBER YASMIN.2011.MENAFSIRKAN TANDA -

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT.JAKARTA : PT INDEKS