Anda di halaman 1dari 6

Nama : Anjely Hutagaol

Nim : 7182142010
Kelas : A 2018
Prodi : Pendidikan Akuntansi
Mata Kuliah : Perangkat Pembelajaran Akuntansi

Anda adalah guru dalam salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK} Prodi
Akuntansi di Kota Medan. Anda masuk di kelas XI mata pelajaran akuntansi biaya. Pada
pertemuan pertama Anda harus menyampaikan materi pengertian biaya dan mengidentifikasi
biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan. Di kelas yang anda masuki Anda menemukan
bahwa kelas didominasi oleh siswa dengan tipe belajar visual (70%) dan kinestetik (30%).
Disamping itu, sekolah mengarahkan guru untuk menggunakan pendekatan konstruktivisme
kepada siswa dan sekolah menetapkan bahwa KKM siswa adalah 75. Di sisi lain tidak semua
siswa memiliki self esteem yang tinggi, bahkan sebagian besar siswa memiliki motivasi yang
rendah. Kemudian, infrastruktur di dalam kelas dilengkapi dengan projector, namun tidak ada
buku dan peraga apapun di dalam kelas kecuali papan tulis dan spidol.

Berdasarkan gambaran di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Rumuskanlah tujuan pembelajaran pada pertemuan awal tersebut!

Jawab :

a. Setelah guru menberi ceramah / penyampaian informasi terkait materi akuntansi


biaya, siswa mampu menjelaskan pengertian biaya.

b. Setelah menjelaskan pengertian biaya yang terjadi dalam perusahaan siswa mampu
mengidentifikasi biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan.

2. Pada level kognitif berapakah (C1-C6) tujuan pembelajaran yang Anda rumuskan pada
soal no. 1? Jelaskan secara teoritik!

Jawab :

Pada level kognitif C1 karena sesuai dengan tujuan pembelajaran yang saya
rumuskan di soal no 1 yakni siswa mampu menjelaskan pengertian biaya serta siswa
mampu mengidentifikasi biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan merupakan ranah
dari C1.

Yang secara teoritiknya Ranah dari C1 itu sendiri mengutip, menyebutkan,


menelusuri, menggambar, membilang, mengidentifikasi, mendaftar, menunjukkan,
memberi label, memberi indek, memasangkan, menamai, menandai, membaca,
menyadap, menghapal, menulis, mencatat, mengulang, memproduksi, meninjau,
memilih, menyatakan dan mempelajari.

3. Sebagai seorang guru, kompetensi apa yang harus Anda utamakan dalam mengelola kelas
tersebut? Berikan alasan Anda!

Jawab :

Semua kompetensi sangat penting dalam menegelola kelas tersebut. Sesuai dengan UU
NO.14 / 2005 Tentang Guru dan Dosen yakni : Kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi social. Dan dalam mengelola kelas
tersebut kompetensi yang paling saya utamakan selaku calon pendidik adalah Kompetensi
Pedagogik yang dalam hal ini saya selaku calin pendidik harus mampu mehami peserta
didik saya terlebih dahulu terkait kondisi fisik maupun mental dari masing-masing peserta
didik, mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran evaluasi belajar dalam
pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Hal ini dapat dirinci sebagai berikut :

a) Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi mengenali peserta didik
dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, kepribadian, dan
mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.

b) Merancang pembelajaran termasuk memahami landasan pendidikan untuk


kepentingan pembelajaran yang meliputi : memahami landasan pendidikan,
menerapkan teori belajar dan pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik,
kompetensi yang ingin dicapai dan materi ajar serta menyususun rancanagan
pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.

c) Melaksanakan pembelajaran yang kondusif.


d) Memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program
pembelajaran.

4. Perlukah Anda membuat pembelajaran di luar kelas? Dalam hal apa dan kompetensi apa
yang akan Anda gunakan untuk melalukan pembelajaran tersebut?

Jawab:

Dengan kondisi kelas yang demikian yakni tidak adanya buku maka saya selaku
calon pendidik berpikir bahwa perlu membuat pembelajaran di luar kelas guna
memantapkan materi yang sebelumnya telah disampaikan di ruang kelas. Kompetensi yang
saya gunakan adalah kompetensi social yang dalam hal ini guru harus mampu
berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, orangtua / wali peserta
didik dan masyarakat sekitar. Yang dapat dirincikan sebagai berikut :

a) Bertindak objektif tidak diskriminatif.

b) Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan sesama pendidik, tenaga
kependidikan orangtua dan masyarakat terkait problema yang dihadapi di dalam kelas.

c) Mampu berkomunikasi secara efektif dan efisien baik lisan maupun tulisan.

5. Dalam upaya memberikan pengalaman belajar kepada siswa, strategi belajar manakah
yang akan terapkan pada kondisi diatas? Jelaskan!
Jawab:
Adapun strategi belajar yang saya terapkan untu memberikan pengalaman belajar siswa
adalah strategi belajar kooperatif. Dimana strategi belajar kooperatif adalah strategi belajar
yang dilakukkan siswa dalam bentuk kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran jadi
dengan strategi ini siswa dapat berbagi pengetahuan dengan teman sekelompok maupun
menanyakna hal-hal yang tidak diketahui atau siswa dapat berdiskusi.
Dengan strategi ini siswa dapat berbagi ilmu yang dapat memeberikan pengalaman
belajar siswa, misalnya pembahasan masalah yang kurang dipahami siswa dapat berdiskusi
untuk pemecahan permasalahannya dengan teman lainnya sehingga hal ini dapat
meningkat daya ingat terhadap pebelajaran.
6. Jika setelah pembelajaran berlangsung anda melakukan tes formatif dan menemukan siswa
memiliki nilai hasil formatif rata-rata 60. Tindak lanjut apa yang anda akan lakukan
sebagai guru mata pelajaran?
Jawab:
Tindak lanjut yang dapat saya lakukan sebagai guru mata pelajaran yaitu:
a. Memberikan motivasi
Artinya guru memberikan dorongan kepada siswa untuk belajar lebih giat lagi agar
tujuan pemebelajaran dapat tercapai dengan baik sehingga pada ujian formatif
berikutnya nilai yang didapat smaki baik.
b. Menggunakan strategi belajar yang sesuai dengan keadaan kelas
Artinya guru harus menyesuaikan strategi belajar apa yang sesuai diterapkan
dikelas tersebut, misalnya sebelum tes formatif guru menerapakan strategi belajar
berbasis masalah akan tetapi hasil tes menunjukan siswa memiliki nilai dibawah
rata-rata oleh karena itu guru harus menereapkan strategi belajar yang lebih sesuai
dengan keadaan kelas tersebut.
c. Memberikan bahan pembelajaran secara menyeluruh
Artinya guru harus mengajarkan secara menyeluruh kepada sisiwa dengan begitu
dalam ujian peseta didik tidak gugup untuk menjawab pertanyaan yang disediakan.

7. Jelaskan pentingnya perencanaan pembelajaran!


Jawab:
Bebarapa alasan mengapa harus melakukan perencanaan pembelajaran
a. Sebagai alat untuk mencapai tujuan pemebelajaran
Dengan adanya perencanaan proses pencapaian tujuan pembelajaran daat
dilakukan dengan baik. Dimana dengan kita merancang kita mengetahui apa-apa
saja yang perlu diterapkan dalam proses pembelajaran tersebut agar mencapai
tujuan dengan baik.
b. Sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran baik terhadap guru maupun
peserta didik
Perencanaan ini dapat menjadi pedoman bagi guru maupun peserta didik dimana
dengan adanya perencanaan maka proses pembelajaran dapat berjalan dengan
baik sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
c. Sebagai alat untuk menganalisis,mengidentifikasi dan memecahkan masalah
Sebuah rencana yang telah dirancang dengan baik tentunya diharapkan dapat
mencapai tujua secara maksimal sehingga hal ini dapat dijadikan sebagai alat
untuk menganalisis, mengidentifikasi da memecahkan masalah.
8. Jelaskan konsep sistem dalam pembelajaran!

Jawab :

Sistem adalah satu kesatuan atau komponen yang satu sama lain saling
berhubungan guna tercapainya tujuan tertentu. Dalam pembelajaran sendiri yang
menjadi konsep sistem dalam pembelajaran adalah:

a) Komponen guru dan siswa dalam pendidikan.

b) Setiap komponen dalam suatu sistem saling berhubungan atau saking berinteraksi,
saling memengaruhi dan saling berkaitan harus berfungsi dengan baik sehingga tidak
merusak keberadaan sistem pembelajaran secara keseluruhan ( antara pendidik, peserta
didik, stakeholder, pengawas, prasarana, dan sebagainya. )

c) Setiap komponen dalam suatu sistem merupakan keseluruhan yang bermakna.

d) Setiap komponen dalam suatu sistem adalah sub sistem dari suatu sistem.

9. Jelaskan Esensi dari Kurikulum 2013 dan keunggulannya dibandingkan dengan KBK!

Jawab :

Esensi dan Keunggulan K-13 VS KBK

KURIKULUM 2013 KBK

Merangsang pendidikan siswa dari awal, Dalam kurikulum dan hasil belajar indicator
misalnya melalui jenjang pendidikan usia sudah disusun, padahal indicator sebaiknya
dini. disusun oleh guru karena guru yang paling
mengetahui tentang kondisi peserta didik
dan lingkunagn.

Guru terus dipacu kemampuannya melalui Konsep KBK sering mengalami perubahan
pelatihan-pelatihan dan pendidikan calon termasuk pada urutan standar kompetensi
guru untuk meningkatkan kecakapan dan kompetensi dasar sehingga menyulitkan
professionalism secara terus menerus. guru untuk merancang pembelajaran
berkelanjutan.
Proses pembelajarannya lebih berpusat pada Proses pembelajarannya lebih bersifat
peserta didik. Dalam hal ini guru hanya teacher oriented, yang pada dunia nyatanya
sebagai fasilitator sedangkan peserta didik peserta didiklah yang paling penting untuk
yang paling banyak menagmbil peranan belajar bukan pendidiknya.
dalam kegiatan belajarnya. Seperti : mencari
bahan, membandingkan, dan menganilisis,
dan jika bertemu pada titik sulitnya disaat
itulah peranan guru sebagai fasilitator
diimplementasikan.

10. Jelaskan sejauh apa teknologi dalam mendisrupsi pembelajaran dikelas dan sejauh apa
guru harus mempersiapkan diri mengacu pada empat kompetensi yang dimilki!
Jawab:
Teknologi pada saat ini telah memiliki peran yang sangat penting dalam dunia
pendidikan. Perkembangan IPTEK tentunya memeberi kemudahan dalam proses
pembalajaran contonya penggunaan google clsroom yang dapat memudahkan proses
pembelajaran tanpa harus tatap muka haya melalui aplikasi yang terkoneksi internet.
Kadang kala dalam proses pembelajaran guru memiliki urusan yang sagat penting
sehingga tidak dalam melukan pembelajaran di kelas. Dengan adanya tekonolgi guru
tersebut dapat membuat clasroom untuk menggantikan pelajaran yang tertinggal.
Sebagai seorang guru hendaknya harus menguasai teknologi karan pada era ini
perkembangan teknologi tidak adapat dihindari. Seorang guru yang buta akan tekonologi
tentunya akan memberikan kesulitan dalam proses pembelajaran. Adapun langkah yang
guru dapat ambil untuk mempersiapkan diri yaitu:
a. Melalui program pelatihan guru (PPG), dengan adanya progaram ini seorang guru
dapat mempersiapkan diri untuk menghapi perkembangan teknologi.
b. Melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), dalam hal ini seorang guru
yang gagap atau buta akan teknologi dapat diatasi dimana dalam musywarah ini
guru dapat meminta penjelasan mengenai teknologi kepada gurunlainnya.
c. Tidak menutup diri pada perkembangan jaman, yang seoran guru harus membuka
diri atau menerima perkembangan teknologi yang terjadi agar tidak gugup daam
menghadapi masalah-masalah yang terkait dengan teknologi.