Anda di halaman 1dari 12

CRITICAL JOURNAL REVIEW

Dosen Pengampu : Sulaiman Lubis, S.E, M.M

Mata Kuliah : Etika Bisnis

Disusun Oleh :

Ananda Rida Bancin (7183510036)

Rizal Sa’ban Hrp (7183510045)

Yusda Taslila (7181210021)

Kelas : Manajemen B

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun tugas Critical Journal
Review ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Critical Journal Review initelah dibuat dari beberapa sumber dan beberapa bantuan
dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama
mengerjakan tugas ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas Ciritical Journal
Review ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada Ciritical
Journal Review ini.Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran
serta kritik yang membangun. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan tugas selanjutnya.
Akhir kata semoga tugas yang kami buat ini dapat memberikan manfaat bagi kita
semua dan dapat memberikan nilai lebih pada proses pembelajaran mata kuliah Etika Bisnis.

Medan, 21 April 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..............................................................................................................ii

DAFTAR ISI........................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ............................................................................................................ 1

1.2. Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1

1.3. Tujuan.......................................................................................................................... 1

BAB II ANALISIS JURNAL

2.1. Identitas Jurnal ................................................................................................................ 2

2.2. Ringkasan Isi Jurnal ........................................................................................................ 2

BAB III PEMBAHASAN

3.1. Kelebihan Jurnal .............................................................................................................. 7

3.2. Kelemahan Jurnal ............................................................................................................ 7

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan...................................................................................................................... 8

4.2. Saran ................................................................................................................................ 8

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. iii

iii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang

Tujuan penelitian menjelaskan beberapa signifikansi teori dalam proses pembentukan


lahirnya konsep CSR bagi perusahaan Tanggung jawab dikomunikasikan oleh perusahaan
kepada stakeholder melalui pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) CSR
menjadi sinyal yang diberikan pihak manajemen kepada seluruh stakeholder termasuk calon
investor mengenai prospek perusahaan di masa depan serta menunjukkan nilai lebih yang
dimiliki oleh perusahaan atas kepeduliannya terhadap dampak ekonomi, sosial dan
lingkungan yang timbul dari aktivitas perusahaan Perbedaan kepentingan antara masyarakat
dan perusahaan terhadap penilaian dan harapan melahirkan legitimacy gap Secara teoretikal
konsep dapat dijelaskan bahwa pengungkapan CSR oleh pihak perusahaan dapat
meminimalkan Legitimacy gap.

Jurnal kedua memiliki tujuan penelitian menjelaskan seberapa besar pengaruh CSR
bagi kinerja keuangan perusahaan dan apakah CSR berpengaruh signifikan terhadap kinerja
pasar perusahaan.

1.2.Rumusan Masalah

 Bagaimana cara penyajian jurnal?


 Apa kelemahan dan kelebihan dalam jurnal yang dibahas?

1.3.Tujuan

 Untuk mengetahui cara penyajian jurnal.


 Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan jurnal.
 Untuk melatih mahasiswa lebih paham tentang suatu karya ilmiah.

1
BAB II

ANALISIS JURNAL
2.1. Identitas Jurnal
Jurnal 1
 Judul Jurnal : Corporate Social Responsibility: Implikasi Stakeholder Dan
Legitimacy GAP Dalam Peningkatan Kinerja Perusahaan
 Nama Jurnal :Jurnal Akuntansi Multiparadigma
 Penulis : Ang Swat Lin Lindawati dan Marsella Eka Puspita
 Volume : Volume 6, Nomor 1, Hlm. 157-174
 Nomor ISSN: 2086-7603, e-ISSN 2089-5879
 Tahun : Malang, April 2015

Jurnal 2
 Judul Jurnal : Pengaruh Corporate Social Responsibility pada Kinerja Perusahaan
Manufaktur
 Nama Jurnal : E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
 Penulis : Gede Aditya Praman dan Ketut Yadnyana
 Volume : Vol.16.3. September (2016): 1965-1988
 Nomor ISSN: 2302-8556
 Tahun : Bali, September 2016

2.2. Ringkasan Isi Jurnal


Jurnal 1
 Pendahuluan Jurnal
Dalam konsep sustainability development, keberlanjutan suatu perusahaan bergantung
pada seberapa besar perusahaan dapat bertanggungjawab terhadap dampak yang ditimbulkan
dari aktivitas perusahaan. Tanggung jawab tersebut meliputi tanggung jawab sosial dan
tanggung jawab financial. Tanggung jawab kemudian dikomunikasikan oleh perusahaan
kepada stakeholder melalui pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR).
Pengungkapan CSR menjadi sinyal yang diberikanpihak manajemen kepada seluruh
stakeholder termasuk calon investor mengenai prospek perusahaan dimasa depan serta
menunjukkan nilai lebih yang dimiliki oleh perusahaan atas kepeduliannya terhadap dampak
ekonomi, sosial dan lingkungan yang timbul dari aktivitas perusahaan tersebut. Perubahan
nilai dan norma sosial dalam masyarakat menyebabkan pergeseran legitimasi (Lindblom
1994) dan perusahaan dituntut untuk peka dan mampu menyesuaikan perubahan tersebut
sehingga keberlanjutan perusahaan akan terjamin. Social responsibility dan social disclosure
dapat menjadi cara untuk mengurangi tekanan dari stakeholder yang muncul akibat adanya
legitimacy gap. Selain itu,protes yang berasal dari stakeholders akan berdampak pada
eksistensi dan stabilitas operasional perusahaan. Oleh karena itu, pengungkapan CSR sangat
bermanfaat bagi perusahaan untuk meminimalkan legitimacy gap melalui peningkatan
kesesuaian antara operasional perusahaan dan pengharapan masyarakat.
 Landasan Teori
Wibisono (2007), mendefiniskan CSR sebagai suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia
usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari

2
komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup
pekerja beserta keluarganya. Menurut Kotler dan Lee (2005) menganggapnya sebagai
komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis
yang baik dan mengontribusikan sebagian sumber daya perusahaan.Pengungkapan CSR
kemudian menjadi media bagi perusahaan untuk memberikan informasi dari berbagai aspek
selain keuangan seperti aspek sosial dan lingkungan yang tidak dapat dijelaskan secara
tersirat dalam setiap komponen dalam laporan keuangan perusahaan kepada stakeholder
maupun shareholder perusahaan.

 Hasil dan Pembahasan


Konsep “the triple bottom line”. Sejalan dengan berkembangnya waktu, pemahaman arti
dan manfaat nilai usaha dalam bisnis mengalami pergeseran konsep bisnis dari single P yaitu
profit menjadi 3P (Triple Bottom Line) yaitu economic prosperity, environmental quality dan
social justice. Triple Bottom Line telah menjadi pilar untuk mengukur nilai kesuksesan suatu
perusahaan (El kington 1997), dan membangun keunggulan bersaing yang menjadi bagian
dari strategi perusahaan (Porter dan Kramer 2006). Perusahaan konsultasi Sustainability yang
didirikan Elkington tahun 1987 mendeskripsikan konsep The Triple Bottom Line di dalam
konsep pelaporan keuangan sebagai berikut. Konsep ini kemudian memuat pengertian bahwa
bisnis yang dilakukan oleh suatu perusahaan tidak hanya berorientasi untuk mencari
keuntungan (profit) melainkan juga mampu menyejahterakan orang (people) dan mampu
menjamin keberlangsungan hidup planet yang dalam hal ini adalah bumi (Nugroho
2007). Keuntungan (profit) merupakan tujuan utama dari setiap kegiatan usaha. Dalam
kerangka keberlanjutan, keuntungan hanya dilihat sebagai manfaat ekonomi yang dapat
digunakan untuk menjamin kelangsungan hidup dari suatu perusahaan. Selain itu, profit
dalam konsep ini lebih dari sekedar keuntungan namun lebih pada fair trade dan ethical trade
dalam berbisnis. Keberadaan, kelangsungan hidup, dan perkembangan perusahaan tidak
terlepas dari adanya dukungan masyarakat (people).
Hal ini menempatkan masyarakat sebagai salah satu stakeholder penting bagi perusahaan.
Operasi perusahaan yang berpotensi memberi dampak kepada masyarakat membuat
perusahaan perlu berkomitmen untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada
masyarakat. Selain itu, people dalam konsep ini juga menekankan pentingnya praktik bisnis
suatu perusahaan yang mendukung kepentingan dari tenaga kerja. Dengan melakukan CSR,
perusahaan telah melakukan investasi masa depan dan sebagai timbal baliknya masyarakat
juga akan ikut serta dalam menjaga eksistensi dari perusahaan.

3
Stakeholder Theory pada CSR. Pengungkapan informasi keuangan, sosial, dan
lingkungan merupakan dialog antara perusahaan dengan stakeholder-nya dan menyediakan
informasi mengenai aktivitas perusahaan yang dapat mengubah persepsi dan ekspektasi
(Adam dan McNicholas 2007) Pengungkapan tersebut dilakukan dengan harapan dapat
memenuhi kebutuhan informasi bagi para stakeholder serta mendapatkan dukungan dari para
stakeholder demi kelangsungan hidup suatu perusahaan Semakin baik pengungkapan
CSRyang dilakukan oleh perusahaan maka stakeholder akan semakin memberikan dukungan
penuh kepada perusahaan atas segala aktivitasnya yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja
dan mencapai laba yang diharapkan perusahaan Konsep tentang tanggung jawab sosial
perusahaan telah mulai dikenal sejak tahun 1970an dan secara umum dikenal dengan
stakeholder theory. Istilah stakeholder diperkenalkan pertama kali oleh Standford Research
Institute (SRI) di tahun 1963 (Freeman 1984) Menurut Freeman (1984:46), stakeholder
didefinisikan sebagai sebuah organisasi, grup atau individu yang dapat dipengaruhi dan
mempengaruhi tujuan organisasi tersebut Kemudian, Freeman (2010: 32) menambahkan
bahwa: The stakeholder concept was originally defined as “those groups without whose
support the organization would cease to exist.” The list of stakeholders originally included
shareowners, employees, customers, suppliers, lenders and society. Pengertian stakeholders
dapat dijelaskan berdasarkan pengklasifikasiannya. Menurut Kasali (2005)
mengklasifikasikan stakeholder menjadi beberapa jenis yaitu; Stakeholders internal adalah
stakeholders yang berada dalam lingkungan organisasi, misalnya karyawan, manajer dan
pemegang saham (shareholders) sedangkan penyalur atau pemasok, konsumen atau
pelanggan, masyarakat dan pemerintah termasuk dalam stakeholders eksternal karena
stakeholders ini berada diluar lingkungan organisasi.
Ada 3 (tiga) hal yang menyebabkan legitimacy gap terjadi yaitu, pertama adalah ada
perubahan dalam kinerja perusahaan, tetapi harapan masyarakat terhadap kinerja perusahaan
tidak berubah. Perusahaan yang sebelumnya melaksanakan tanggung jawab sosialnya secara
rutin kemudian menghentikan pelaksanaan program tersebut dengan berbagai alasan.
Masalah legitimasi kemudian muncul karena terjadi perubahan kinerja perusahaan namun di
sisi lain masyarakat telah bergantung pada program rutin tersebut dan tidak ingin dihentikan.
Kedua, adalah kinerja perusahaan tidak berubah namun harapan masyarakat terhadap kinerja
perusahaan sudah berubah. Masyarakat mengharapkan perusahaan untuk memberikan
kepedulian lebih dari sekedar sumbangan kemanusiaan seperti jaminan hidup dengan
membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Sedangkan perusahaan menganggap bahwa dengan membuka peluang kerja bagi masyarakat
sekitar tidak akan memberikan efek positif bagi perusahaan karena adanya keterbatasan
pendidikan sehingga hal tersebut tidak dilakukan. Kemudian ketiga adalah kinerja perusahaan
dan harapan masyarakat berubah ke arah yang berbeda atau ke arah yang sama dalam waktu
yang berbeda. Perusahaan menggunakan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja di
perusahaan tersebut karena dianggap lebih murah dan saat itu angka pengangguran
dilingkungan tersebut berkurang. Namun kemudian perusahaan melakukan pemutusan
hubungan kerja dan yang terkena dampak adalah masyarakat lokal yang bekerja diperusahaan
tersebut. Perusahaan mengganti tenaga kerja manusia menggunakan mesin karena dianggap
lebihmenguntungkan bagi perusahaan dan dapat mengurangi beban perusahaan. Masyarakat
menerima keputusan tersebut dan berharap perusahaan tetap membantu kehidupan mereka
yang selama ini ditopang dari upah yang diberikan perusahaan dengan memberikan bantuan
pembiayaan usaha kecil menengah bagi masyarakat. Masalah legitimasi muncul ketika
perusahaan tidak memenuhi harapan mereka tersebut.

4
Jurnal 2
 Pendahuluan Jurnal
Peningkatan pertumbuhan perusahaan di bidang ekonomi tidak terlepas dari para pemilik
modal yang menanamkan modalnya diperusahaan. Perusahaan sebaiknya memperhatikan para
stakeholder dalam kegiatan bisnis yang dilakukan. Stakeholders dalam hal ini yaitu karyawan,
masyrakat, pemerintah, dan pelanggan. Untuk menjaga keselarasan antar sesama maka perlu
dilakukan Corporate Social Responsibility (CSR). CSR memiliki arti yaitu wujud nyata kegiatan-
kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan tersebut secara berkala
dan terus-menerus. Perusahaan hendaknya melakukan tanggung jawab sosial secara teratur agar
timbal balik yang yang didapatkan selaras.
Pentingnya peran Corporate Social Responsibility dalam membangun perusahaan secara
berkelanjutan saat ini dirasakan penting oleh pelaku bisnis dan pendidik. Pernyataan Nejati, et al.,
(2011) yang mengatakan bahwa ada minat yang tumbuh antara akademis dan pelaku bisnis dalam
membangun perusahaan secara berkelanjutan dengan menerapkan sistem CSR didalam suatu
perusahaan. Selama dekade terakhir atau bahkan lebih CSR menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dengan praktik bisnis. Banyak perusahaan mendedikasikan sebuah bagian laporan
tahunan mereka dan situs web perusahaan untuk kegiatan CSR untuk menggambarkan pentingnya
melampirkan kegiatan CSR yang telah dilakukan. CSR sebagai tolak ukur rasa percaya bagi
masyarakat pada perusahaan serta sebagai aksi nayata perusahaan akan tangungg jawab secara
sosial di masyarakat. Jika pelaksanaan tanggung jawab sosial yang baik perusahaan akan
mendapatkan suatu penghargaan tersendiri yaitu berupa nama baik dimata investor khususnya
dan masyarakat pada umumnya.
Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan memfokuskan pada
perusahaan manufaktur. Perusahaan manufaktur sangat banyak dan merupakan perusahaan besar.
Data laporan keuangan dapat dilihat pada website resmi BEI sehingga peneliti sangat mudah
mendapatkan data. BEI merupakan salah satu pusat perdagangan saham terbesar diindonesia saat
ini (Kemper dkk., 2012). Berbagai perusahaan ada didalamnya dan dipantau oleh kementrian dan
juga masyarakat luas tentunya.
 Hasil dan pembahasan
Hasil analisis sampel dengan menggunakan purposive sampling pada Tabel 2
menunjukkan bahwa terdapat 55 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI yang layak
digunakan sebagai sampel penelitian. Periode pengamatan adalah selama 3 tahun, sehingga total
pengamatan adalah 165 unit pengamatan.
Hasil uji deskriptif dari masing-masing variabel. Hasil perhitungan corporate social
resonsibility (CSR), dan Return On Assets (ROA) dan Cumulative Abnormal Return (CAR).
Tabel 2. (output sampel yang digunakan)
No. Keterangan Total

1 Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara 141


berturut-turut untuk periode 2011-2013
2 Perusahaan manufaktur yang tidak menerbitkan annual (48)
report secara berturut-turut terdaftar tahun 2011-2013
3 Perusahaan manufaktur yang tidak melaporkan informasi (21)
tanggung jawab sosial selama tahun 2011-2013
4 Perusahaan manufaktur yang tidak menyajikan laporan (17)
keuangan dengan mata uang rupiah tahun 2011-2013

5
Total perusahaan 55

Untuk H2 diketahui nilai koefisien regresi CSR = 0,042 dan nilai t hitung = 4,133 dengan
signifikansi 0,000 yang nilai signifikansinya < tingkat signifikansi (α) = 5% atau 0,05. Melalui
hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa CSR juga memberikan pengaruh positif terhadap
kinerja pasar suatu perusahaan. Sehingga H2 : CSR berpengaruh positif pada kinerja pasar
perusahaan diterima. Artinya perusahaan yang melakukan pengungkapan CSR yang bagus akan
direspon positif oleh para investor melalui fluktuasi harga saham yang semakin naik dari periode
ke periode. Penelitian ini berbeda dengan penelitian Cahyono (2011), Oktavia dan Hermi (2014)
yang mengatakan bahwa tidak adanya pengaruh pengungkapan CSR terhadap kinerja pasar
perusahaan. Hasil yang berbeda dikarenakan jangka waktu penelitiannya berbeda, kondisi
ekonomi yang berbeda dari tahun sebelumnya.
 Kesimpulan dan saran
Hasil dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan yaitu, CSR berpengaruh signifikan
pada kinerja keuangan perusahaan dan CSR berpengaruh signifikan kinerja pasar perusahaan.
Artinya kinerja keuangan dan kinerja pasar ini memiliki pengaruh yang sama bagi perusahaan.
Dilihat dari kinerja keuangan perusahaan berupa laporan keuangan yang menerangkan dimana
kesehatan suatu perusahaan dan dapat memberitahukan dimana posisi suatu perusahaan berada.
Yang dimaksudkan yaitu apakah perusahaan mengalami laba atauh kerugian jika diteliti untuk
kedepanya.
Untuk kinerja pasar perusahaan dilihat juga berdasarkan laporan keuangan yang
dipublikasikan ke BEI. Laporan ini dijadikan sebagai pedoman bagi investor dan masyarakat
dalam menilai perusahaan nantinya. Maka perusahaan hendaknya selalu merencanakan dan
memfasilitasi setiap bagian didalam suatu perusahaan dengan baik agar perusahaan dapat berjalan
dengan semestinya dengan tidak hanya berpatokan pada keuntungan belaka.
Berikutnya dalam melakukan penlitian kedepan mengenai CSR ini baiknya mengadopsi
penelitian yang sudah ada, dikembangan lagi mengenai variabel yang digunakan serta dapat
mengembangkan ruang lingkup perusahaan yang digunakan perusahaan dan juga tahun pelaporan
keuangannya.

6
BAB III

PEMBAHASAN
3.1. Kelebihan Jurnal
Jurnal 1

 Judul, isi dan hasil penelitian sudah menggambarkan keadaan yang wajar dan benar,
karena ada hubungan antara teori dengan hasil penelitian yang dilakukan, juga
landasan teori dicantumkan dengan pengertian menurut beberapa para ahli serta
adanya hasil dan pembahasan yang penjelasannya terperinci.
 Pada jurnal telah memuat beberapa hal penting yang dapat menentukan pembaca
terhadap jurnal yang akan dipilihnya seperti volume, nama jurnal, halaman, dan issn.
 Jurnal ini memiliki isi yang cukup lengkap dari mulai abstrak yang menjelaskan
metode hingga hasil penelitian.Teori dan pedoman materi yang banyak digunakan
oleh peneliti, ini berdampak kepada hasil penelitian yang luwes dan menarik serta
tersentralisasi.
Jurnal 2

 Jurnal memaparkan hasil penelitian dengan rinci dan jelas, dengan tahap-tahap yang
dijelaskan secara bertahap.
 Data-data identitas jurnal lengkap
 Hasil penelitian sesuai dengan teori yang dikemukakan beberapa ahli

3.2. Kelemahan Jurnal


Jurnal 1

Jurnal tersebut tidak mencantumkan bagian-bagian atau judul besar daripada jurnal
agar bisa dimengerti oleh pembaca seperti tinjauan pustaka, metodologi penelitian, populasi
dan sampel apa yang dipakai dalam penelitian tersebut, selain itu tidak adanya hipotesis dan
kerangka pemikiran teoritis pada jurnal tersebut.
Jurnal 2

Jurnal tidak mencantumkan landasan teori penelitian, metode penelitian yang


digunakan, populasi dan sampel dan lainnya. Bab dalam jurnal tidak lengkap. Karena hal
tersebut, jika ada orang yang membacanya maka jurnal ini akan membuat pembaca
kebingungan.

7
BAB IV

PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Perusahaan dituntut peka dengan kecenderungan investor saat ini yang akan
berinvestasi pada perusahaan dengan etika bisnis yang baik, peduli terhadap dampak
lingkungan dan memiliki tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholder-nya (Patten
1990) dan CSR dapat memfasilitasi kebutuhan stakeholder terhadap informasi sosial tersebut.
Pengungkapan CSR faktanya memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan terutama
manfaat jangka panjang seperti peningkatan nilai perusahaan yang tercermin pada harga
saham, menjaga legitimasi yang diperoleh perusahaan, meningkatkan penjualan dan secara
tidak langsung akan membuat masyarakat turut serta dalam menjaga eksistensi dari
perusahaan. Namun, pengungkapan CSR tidak terlepas dari berbagai konflik kepentingan di
dalamnya. Perusahaan dituntut untuk mengeluarkan biaya yang akan mengurangi laba tahun
berjalan dan pemegang saham kurang menyukai hal ini. Disisi lain, manager dituntut untuk
mengungkapkan informasi sosial dalam rangka untuk meningkatkan image perusahaan,
menjaga legitimasi yang diperoleh perusahaan sekaligus memenuhi peraturan yang berlaku
Legitimacy gap memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menjaga eksistensi perusahaan
dan mengganggu stabilitas operasional yang akan berakhir pada profitabilitas. CSR
digunakan perusahaan untuk meningkatkan kesesuaian antara operasi perusahaan dengan
pengharapan masyarakat dalam rangka mengurangi legitimacy gap yang terjadi. Dengan
demikian, perusahaan sebagai pihak yang telah memperoleh keuntungan dari adanya
pemanfaatan terhadap suatu sumber daya dituntut untuk memiliki kepedulian sosial dan
lingkungan dengan mengembalikan sebagian keuntungan yang diperolehnya kepada
masyarakat dan lingkungan.

4.2. Saran
Dalam penilaian terhadap sebuah jurnal akan semakin bermanfaat ketika sebuah
jurnal telah melengkapi kriteria dalam pembuatan jurnal yang baik dan sesuai dengan subjek
dan metode yang telah di tentukan penulis. Dengan adanya makalah jurnal ini diharapkan
kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Penulis juga diharapkan dapat
mengembangkan Jurnal ini menjadi lebih baik sehingga lebih menarik minat pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Adam, C A dan P McNicholas 2007 “Making a Difference: Sustainability Reporting,


Accountability and Organizational Change” Accounting, Auditing & Accountability Journal,
Vol 20, No 3, hlm 382 – 402 Aupperle, K.E., A.B Carroll dan J.D. Hatfield. 1985 “An
Empirical Examination of the Relationship between Corporate Social Responsibility and
Profitability”. The Academy of Management Journal Vol 28, No 2, hlm 446 – 463 Bodie, Z
A Kane dan A J Marcus 2009 Investments. 8thEd. Mc Graw-Hill, New York Brammer, S
C Brooks dan S Pavelin 2006 Corporate Social Performance and Stock Returns: UK
Evidence from Disaggregate Measures Financial Management Vol 35, Iss: 3, hlm 97 – 116

8
Budiarto, Arif dan Baridwan, Zaki. 1999. Pengaruh Dari Pengumuman Right Issue Pada
Tingkat Keuntungan dan Likuiditas Saham Periode 1994-1996, Jurnal Riset Akuntansi
Indonesia , 2 (1), hal :91-116.
Cahyono, Budi, 2011. Analisis Pengaruh CSR Pada Kinerja Perusahaan dengan Kepemilikan
Asing Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Diponogoro
Semarang.
Dahlia, LelIy, & Sylvia V. 2008. Pengaruh Corporate Social Responsibility Pada Kinerja
Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi XI Pontianak.
Howard, M. 2014. The Effects of CSR in Corporate Banking International, Journal
International Buiness. 8 (4), pp:39-58
Kemper, J., Schilke, O., Reimann, M., Wang X., and Brettel, M. 2012. Competition-
Motivated Corporate Social Responsibility. Journal of Business Research, Forthcoming, 2 (4)
.pp: 34-56
Mulyadi, S.M., & Anwar,Y. 2012. The Impacted of “Corporate Social Responsibility”
Toward Firm Value and Profitability. Journal The Business Review Cambridge, 19 (2),
pp:316-322.
Nejati, Shafaei, Salamzadesh, Y., & Darai. 2011. It’s CSR & Universities: A Study of Top 10
World Universities’. Businesss Managemenst Journal, 5 (2), pp :440-447.
Octavia, Helen dan Hermi 2014. Pengaruh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terhadap
Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Tercatat di Bursa Efel
Indonesia Pada Tahun 2010 dan 2011). Jurnal ekonomi, 1(1), hal:41-49.

Anda mungkin juga menyukai