Anda di halaman 1dari 54

1

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PENGAWASAN PEKERJAAN FINISHING
PADA PEMBANGUNAN GEDUNG PENDIDIKAN SMK-SMTI
BANDAR LAMPUNG

Diajukan guna memenuhi syarat untuk menyelesaikan


Program Studi Sarjana S1 (Strata Satu)

Oleh :
Danu Tri Hartono
1415012011

PROGRAM STRUDI S1 TEKNIK ARSITEKTUR


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
2019
2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mahasiswa sudah seharusnya memiliki kesiapan dalam menghadapi

keprofesianalan pekerjaannya yang sesuai dengan bidang yang digelutinya.

Banyak sekali hal yang menjadi hambatan bagi seseorang yang belum

mengalami pengalaman kerja untuk terjun ke dunia pekerjaan, seperti halnya

ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus yang bersifat statis (pada

kenyataannya masih kurang adaptif atau kaku terhadap kegiatan kegiatan dalam

dunia kerja yang nyata), teori yang diperoleh belum tentu sama dengan praktik

kerja di lapangan, dan keterbatasan waktu serta ruang yang mengakibatkan ilmu

pengetahuan yang diperoleh masih terbatas. Dikarenakan hal tersebut di atas,

maka universitas menetapkan mata kuliah kerja praktek agar para mahasiswa

memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih dan bersifat nyata.

Kegiatan kerja praktek yang dilakukan pada perusahaan (berkaitan

dengan arsitektur) yang meliputi: kerterkaitan antara gagasan sebuah desain

dengan pelaksanaan, keterampilan teknis yang memadai, dan proses dalam

tahap pembangunan gedungLab. Kimia SMK-SMTI Bandar Lampung.


3

Bangunan tersebut merupakan sebuah proyek pemerintah dimana pekerjaannya

dalam pengawasan sebuah perusahaan jasa konsultan CV. BAYU BROTHERS

yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat melaksanakan

kerja praktek di tempatnya, yang mana penulis dapat menambah pengalaman

dan pengetahuan serta wawasan yang lebih dalam tentang dunia kerja yang

belum sempat diperoleh di bangku perkuliahan.

B. Maksud danTujuan Kerja Praktek Profesi

1. Maksud Kerja Praktek

Adapun maksud dalam kerja praktek profesi, yakni:

a. Mengetahui apa dan bagaimana itu biro konsultan pengawas dan

kontraktor pelaksanadalam mengelola proyek

b. Mengetahui perbedaan antara ilmu di perkuliahan dengan pekerjaan

secara teknis di lapangan;

c. Mengetahui proses pengelolaan proyek termasuk manajemen konstruksi

yang ada pada suatu Konsultan sebagai biro pengawas di lapangan;

d. Mengetahui serta memahami proses kinerja pengawas pekerjaan dalam

biro konsultan.
4

2. Tujuan Kerja Praktek

Tujuan kerja praktek profesi ini adalah

a. Memenuhi persyaratan kurikulum perkuliahan

b. Memberi gambaran pekerjaan dilapangan yang akan dihadapi mahasiswa

pada bidang kerja nantinya.

c. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk membandingkan apa yang

di dapat di bangku kuliah dengan yang di dapat di lapangan;

d. Pelajar memperoleh pengalaman berupa pengamatan serta pembandingan

yang lebih jelas (terkait perencanaan,pengawasan dan pelaksanaan);

e. Menambah pengetahuan tentang wewenang dan tanggung jawab terhadap

pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan proyek;

C. Ruang Lingkup

1. Lingkup Kerja Praktik

Lingkup Kerja Lapangan peserta pada bidang Pengawasan proyek ini

menyangkut bagaimana peserta kerja praktik dapat berperan serta dalam

melaksanakan dan membantu pekerjaan seperti:

 Pemahaman teknis mengenai terlaksananya proyek dilapangan.

 pemahaman gambar-gambar kerja.

 pengawasan terhadap pekerjaan yang berjalan dilapangan.

 pengambilan foto pekerjaan sebagai bukti pekerjaan dilapangan

berlangsung.
5

Lingkup pengawasan ini meliputi; proses kinerja selama tahap pembangunan

yang diubah dalam bentuk laporan,kerja praktek pengawasan ini berlangsung

selama 8 minggu (dua bulan) dengan perinciannya sebagai berikut: Bidang

pengawasanpekerjaan Finishing yang dimulai dari tanggal 24September

hingga Desember 2019.

2. Lingkup Pekerjaan Finishing Arsitektur

a. Pekerjaan Penyelesaian Tangga

b. Pekerjaan Dinding

c. Pekerjaan Pintu Dalam dan Jendela Dalam

d. Pekerjaan Penyelesaian Dinding

e. Pekerjaan Penyelesaian Lantai

f. Pekerjaan Penyelesaian Langit-langit

g. Pekerjaan Sanitair

h. Pekerjaan Atap

i. Pekerjaan Kanopi

D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktik

1. Waktu Pelaksanaaan

Kerja Praktik ini dilaksanakan selama kurun waktu 2 bulan terhitung

mulai pada tanggal 25 September 2019 sampai dengan 20 Desember 2019

dengan waktu kerja 4 hari dalam seminggu menyesuaikan jadwal kuliah


6

peserta kerja praktik. Dalam hal ini, jam kerja peserta dapat dijadwalkan

dengan 2 opsi yakni pukul 08.00 s.d 12.00 dan atau 13.00 s.d 16.30.

2. Tempat Pelaksanaan

Kerja Praktik dilaksanakan pada sebuah perusahaan jasa Kontraktor

Pelaksana bernama CV. Bayu Brothers. Peserta kerja praktik berkesempatan

melakukan kerja praktik sebagai pengawas dalam pelaksanaan sebuah

proyek pembangunan gedung baru padaSMK-SMTI Bandar Lampung Jl.

Jend. Sudirman No.43, Rw. Laut, Kec. Tj. Karang Tim., Kota Bandar

Lampung, Lampung 35213, Indonesia. Proyek mencakup pembangunan

sebuah gedung 4 lantai yang nantinya akan menjadi ruang kelas baru bagi

siswa serta kantor bagi staff pengajar di sekolah tersebut

E. Objek Kerja Praktik

Objek Kerja Praktik merupakan sebuah proyek milik BPSDAI (Badan

Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri) yaitu proyek pembangunan

gedung Lab. Kimia SMK-SMTI Bandar Lampung yang beralamat di Jl. Jend.

Sudirman No.43, Rw. Laut, Kec. Tj. Karang Tim., Kota Bandar Lampung,

Lampung 35213. Kerja Praktik dilaksanakan saat proyek sudah mencapai 60-

63% terbangun dari target 65-70% pada rencana awal bulan juni 2019
7

F. MetodePembahasan dan Sistematika Penulisan Laporan

1. Metode Pengumpulan data

a. Data Primer

 Metode observasi (pengamatan)

Dalam metode observasi ini dilakukan dengan mengamati proses

pekerjaan yang berlangsung di proyek pembangunan GedungLab.

KimiaSMK-SMTI Bandar Lampung.

 Metode Interview (wawancara langsung)

Dalam metode interview ini pelaksanaan yang dilakukan adalah

dengan melakukan wawancara secara langsung kepada semua pihak

yang terlibat dalam proses pembangunan dari pihak Konsultan

Pengawas,

 Metode Pustaka (Literatur)

Dalam metode pustaka, mencari informasi dengan mengumpulkan data

dalam proyek pembangunan GedungSMK-SMTI Bandar Lampung

dengan bereferensikan dari internet, literatur ataupun buku.

 Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi dilakukan dengan menggunakan alat bantu

seperti kamera ataupun alat tulis, guna untuk mendapatkan data-data

ataupun informasi mengenai proyek pembangunan lanjutan Gedung

SMK-SMTI Bandar Lampung.


8

b. Data Sekunder

Data skunder merupakan data yang diperoleh dari sumber yang sudahada,

seperti :

 Jadwal pelaksanaan pekerjaan (team schedule).


 Rencana anggaran biaya.
 Rencana kerja dan syarat (RKS).

Data-data yang diperoleh dari metode-metode di atas akan disusun dalam

suatu laporan yang berisi penjelasan menurut kegiatan yang terpisah-pisah,

yang berlangsung di lapangan mulai dari kegiatan pelaksanaan hingga kegiatan

pengawasan.

2. Sistematika Penulisan

a. BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini dibahas mengenai gambaran umum isi tulisan, yang

meliputi latar belakang masalah kerja praktek profesi, maksud dan tujuan

kerja praktek profesi, lingkup dan pelaksanaan kerja praktek profesi, serta

metode dan sistematika penyusunan laporan kerja praktek profesi.

b. BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Bab ini berisi penjelasan terkait data-data proyek yang dikerjakan seperti

lokasi proyek, latar belakang proyek, struktur organisasi perusahaan, data

umum serta administrasi-administrasi yang berlaku dalam proyek.


9

c. BAB III TINJAUAN PELAKSANAAN KERJA PRAKTIK

Bab ini berisi penjelasan tentangpelaksanaan terkait kerja praktikyang

dibahas oleh peserta kerja praktik berupa: tinjauan-tinjauan yang ada

padapekerjaan finishing.

d. BAB IV TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN dan PEMBAHASAN

Pada babini diuraikan mengenai teknis pelaksanaan kerja praktek berupa:

pelaksanaan pekerjaan finishing pada pembangunan gedung Lab. Kimia

SMK-SMTI Bandar Lampung

e. BAB V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan serta saran yang diambil dari uraian

pembahasan.
10

BAB II
TINJAUAN TEORI DAN TINJAUAN PROYEK

A. Tinjauan Umum Kerja Praktik

Perusahaan Kontraktor Pelaksana CV. Bayu Brothers merupakan tempat

dimana peserta kerja praktik dapat terjun langsung untuk mengetahui setiap

detail pekerjaan yang ada dilapangan dan mempraktikan apa yang sudah

dipelajari di perkuliahan agar mahasiswa tidak merasa asing ketika kelak

memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Sebagai syarat memenuhi tugas

mata kuliah kerja praktik, maka selama waktu yang diberikan peserta kerja

praktik haruslah mampu menyusun rangkaian kegiatannya dalam bentuk

laporan untuk dipresentasikan nantinya.

1. Pengertian Kerja Praktik

Kerja Praktik adalah program akademik universitas yang bertujuan

untuk memberi keterampilan bagi pesertanya dalam bergerak langsung

dilapangan dan berinteraksi langsung dalam sebuah proyek terkait

perencanaan, pelaksanaan serta pengawasan.


11

2. Metode Pelaksanaan Kerja Praktik

a. Pelaksanaan Kerja Praktek

Mengikuti instruksi dan kegiatan pegawai proyek serta mengamati cara

kerjanya. kegiatan peserta kerja praktek ini berfokus pada bagian

pengawasan pelaksanaan pekerjaan finishing gedung Lab. Kimia SMK-

SMTI Bandar Lampung

b. Penulisan Laporan

Penulisan laporan merupakan penjabaran kegiatan harian peserta kerja

praktek serta hasil dari pelaksanaannya

B. Tinjauan Perusahaan

1. Bidang Pekerjaan

Kontraktor merupakan sebuah perusahaan atau perorangan yang

profesional dalam mengerejakan sebuah proyek dengan landaasan sebuah

kontrak kerja yang telah disepakati atau disetujui bersama. Secara umum,

lingkup pekerjaan kontraktor adalah sebagai pelaksana sebuah proyek

berbentuk badan hukum yang ditunjuk berdasarkan keahliannya pada

lingkup proyek pembangunan.

Sistem kerja kontraktor: yaitu jika penawaran harganya telah diterima dan

juga sudah diberikan surat penunjukan oleh owner (Pemilik) dan telah

menandatangani surat perjanjian pemborong kerja dan pemberi tugas yang

berhubungan dengan pekerjaan yang ada di proyek tersebut.


12

Pekerjaan kontraktor akan dimulai pada suatu tanggal yang telah disepakati

bersama atau dengan sebuah surat perintah kerja (SPK) yang diterbitkan oleh

pemilik proyek (Owner).

Tugas dan tanggung jawab kontraktor didasarkan oleh Kontrak kerja dengan

pemilik proyek (Owner), kontraktor juga diawasi oleh tim konsultan

pengawas yang sudah di tugaskan atau di pekerjakan oleh pemilik (Owner)

sebagai konsultan pengawas.

Kontraktor bisa berkonsultasi kepada konsultan pengawas dari pemilik

pekerjaan apabila terjadi masalah dalam pelaksanaan proyek, sebelum

melaksanakan pekerjaan proyek desain dan batasan RAB harus benar-benar

tertata dengan baik.

Adapun tugasa dan tanggung jawab yang dibebani kepada kontraktor,

diantaranya :

1. Pekerjaan pembangunan konstruksi mesti sesuai dengan peraturan-

peraturan (RKS) dan spesifikasi yang sudah di rencanakan dalam kontrak

perjanjian pemborongan.

2. Membuat laporan kemajuan pelaksanaan proyek atau biasanya disebut

dengan progress yang isinya antara lain laporan harian, mingguan , dan

laporan bulanan kepada pemilik proyek, biasanya terdiri dari laporan

Pelaksanaan pekerjaan, Kemajuan kerja yang sudah dicapai, Jumlah

tenaga kerja yang dipekerjakan, Pengaruh alam seperti cuaca dan Laporan

Perubahan pekerjaan (Jika ada).


13

3. Menyesuaikan kecepatan pekerjaan pembangunan agar waktu

pelaksanaan pekerjaan pembangunan tepat waktu dan sesuai dengan

jadwal.

4. Menyediakan sumber daya untuk pembangunan seperti tenaga kerja,

material-material bangunan, peralatan dan lain lain demi kelancaran

pelaksanaan

5. Menjaga keamanan dan juga kenyamanan lokasi proyek, demi kelancaran

pelaksanaan pembangunan

6. Mengevaluasi desain rumah atau bangunan yang dikerjakanya apabila

terjadi atau ada sesuatu yang janggal.

7. Menjamin, secara profesional bahwa bangunan yang dibangun telah

memenuhi semua unsur keselamatan bangunan, dan sesuai dengan

perundang undangan yang berlaku.

2. Struktur Organisasi Perusahaan

3. Mekanisme Kerja Perusahaan

C. Tinjauan Teori Finishing Arsitektural

1. Definisi Finishing Arsitektural

Pekerjaan finishing bangunan yaitu pekerjaan yang berkaitan dengan

desain arsitektural yang mencangkup pekerjaan estetika façade, desain interior,


14

dan landscape. Pekerjaan ini dilakukan setelah semua pekerjaan struktur

sudah selesai. Finishing adalah sebuah proses terakhir dari seluruh pekerjaan

bangunan.Terdapat 2 (dua) jenis pekerjaan finishing yaitu finishing kering

dan finishing basah (Asiyanto, 2005).

Finishing merupakan suatu cara / tehnik yang di gunakan untuk

memberikan suatu sentuhan akhir/finishing dalam suatu bangunan, yang di

aplikasikan untuk semua element bangunan. Dari finishing inilah tampilan fisik

suatu bangunan akan terlihat lebih menarik dan indah.

2. Pengetahuan Dasar Pekerjaan Finishing

a. Pekerjaan Dinding

Dinding merupakan pekerjaan non struktur. Pemasangan dinding

perhari tidak boleh melebihi 1,2 m karena bila dilakukan maka dinding

akan rubuh akibat spesi mortar belum kering. Dinding bisa dibuat dari

berbagai macam bahan, contohnya batu bata, batako. Untuk batu bata

ukuran umumnya 5 x 11 x 23 cm diperlukan batu bata sebanyak 85 buah

per m2, sedangkan untuk batako ukuran 39 x 19 x 10 cm diperlukan 13

buah per m2.

Untuk merekatkan pasangan dinding diperlukan campuran antara

semen dan pasir yang biasa disebut spesi/mortar. Perbandingan campuran

tersebut disesuaikan dengan kebutuhan atau keinginan dari si pembuat

bangunan. misalnya 1 semen: 4 pasir.

b. Pekerjaan Keramik
15

Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani, keramikos yang

artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses

pembakaran. Lantai keramik atau ubin keramik adalah bahan penutup

(finishing) lantai dari bahan keramik. Tujuan pemasangan ubin

keramikselain sebagi penutup lantai adalah menambah kekuatan lantai,

mempermudah pemeliharaan dan kebersihan lantai, serta mendekorasi

ruangan (lantai). Selain fungsi-fungsi tersebut, efek pemasangan keramik

lantai juga bisa menghadirkan atmosfer tertentu pada ruangan, tergantung

jenis dan corak keramik yang dipilih.

Dalam kaitan dengan mutu ubin keramik dikenal istilah KW1,

KW2, KW3, artinya dalam (1) satu kotak keramik KW1 berisi keramik

kualitas paling baik dan nol kerusakan atau tidak ada yang cacat (reject),

sedangkan KW berikutnya kualitasnya lebih rendah, seperti warna tidak

sama persis sama, ukuran berselisih antara satu dengan lainnya berkisar 1

– 1.5 mm. Jenis dan merk lantai keramik yang ada dipasaran antara lain:

Roman, KIA, IKAD, INA, White Horse, Masterina, Mulia, Acura,

Hercules, KIG, Milan, Platinum, Genova dan sebagainya.

D. Pekerjaan Finishing pada Bangunan

1. Definisi Pekerjaan Finishing

Pada dasarnya pekerjaan finishing adalah pekerjaan akhir dari sebuah

kegiatan pembangunan gedung, jembatan, jalan maupun sebuah kegiatan

lainnya. Pekerjaan finishing merupakan pekerjaan yang memakan biaya


16

yang tidak sedikit oleh sebab itu seharusnya di hindari untuk mereduksi

pekerjaan finishing memang tidak mudah tetapi dapat dilakukan dengan

mengurangi kesalahan dan meningkatkan kualitas produksi serta kompetensi

tenaga kerja pada pekerjaan tersebut. Pekerjaan finishing adalah upaya untuk

menghaluskan dengan menambah beberapa assesoris sehingga bangunan

tersebut menjadi lebih indah. Dengan melihat pemahaman diatas maka dapat

disimpulkan bahwa pekerjaan finishing adalah pekerjaan akhir dari sebuah

kegiatan pembangunan dalam rangka menutupi, melapisi dan memperindah

dari sebuah bangunan atau konstruksi tersebut Adapun pekerjaan finishing

dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

 Pekerjaan finishing basah yaitu pekerjaan finishing yang dalam

aplikasinya menggunakan air sebagai medianya yang meliputi pasangan

batu bata, plesteran,acian, pasangan tegel keramik, pasangan granit dan

pekerjaan pengecatan.

 Sedangkan pekerjaan finishing kering yaitu pekerjaan yang dalam

aplikasinya tidak menggunakan air sebagai medianya yang meliputi :

pekerjaan Wall Paper, dinding partisi, karpet, dinding enamel dll.

2. Fungsi Pekerjaan Finishing

Berdasar penjelasan diatas maka pekerjaan finshing cukup mahal

namun tetap dibutuhkan sebab pekerjaan tersebut memberi nilai tambah dari
17

sebuah konsep membangun dari sebuah kegiatan pemabngunan. Adapun

fungsi dari pekerjaan finshing adalah :

1. Menambah nilai estetika pada sebuah objek atau gedung agar terlihat

menarik dan indah.

2. Merapikan setiap bagian konstruksi agar terlihat sempurna sesuai dengan

gambar desain dan standar yang beralku.

3. Melapisi bagian-bagian yang harus ditampilkan dengan bahan lain agar

menambah keawetan bangunan gedung.

3. Jenis dan Macam Pekerjaan Finishing

Seperti penjelasan diatas bahwa pekerjaan finishing basah adalah

merupakan pekerjaan finishing yang dalam proses pengerjaannya

berhubungan dengan bahan cair sehingga dapat diidentifikasikan sebagai

berikut, antara lain:

a. Pekerjaan Finishing Basah

1. Pasangan batu bata (bricklaying).

Pasangan batu bata dapat dikategorikan pekerjaan finishing dengan

mengacu pada pengertian pekerjaan finishing yaitu untuk menutupi

bagian bangunan dan jika pasangan bata tersebut di ekspose atau tanpa

diplester sehingga nampak keindahan pasangan batu batanya.

2. Pasangan tegel keramik (wall and floor tiling).

Pasangan tegel keramik berfungsi untuk memberikan keindahan dan

kebersihan dari sebuah bangunan gedung, dengan corak warna dan


18

pola yang dipilih maka bangunan mejadi indah dan berkualitas.

Pemasangan tegel keramik pada dinding dan lantai dapat diaplikasikan

dengan dua cara yaitu cara tebal dan cara tipis. Cara tebal yaitu cara

mengaplikasikan keramik dimana spesi adalah campuran semen dan

pasir dengan komposisi 1 pc : 2 ps dengan ketebalan spesi 1 cm – 2cm.

Sedangkan cara tipis adalah metode mengaplikaiskan tegel keramik

dengan mengunakan bahan dry mix (campuran kering yang sudah siap

pakai), dimana komposisi sudah sesuai dengan standar industri dan

memiliki tingkat keplastisan yang bagus.

3. Pekerjaan plesteran dan acian.

Plesteran merupakan salah satu lapisan penutup yang berfungsi untuk

melindungi dan menutupi permukaan batu bata agar permukaan

menjadi rata dan terlindung dari pengaruh cuaca, sehingga bangunan

menjadi lebih awet dan sehat.

4. Pekerjaan pasangan batu alam/granit.

Pasangan granit menrupakan lapisan penutup yang terdiri dari dua

macam cara pengerjaan yaitu cara basah dan cara kering, jadi keramik

atau granit dapat dikelompokan pada dua jenis pekerjaan finishing.

5. Pekerjaan pengecatan.

Pengecatan akan memperindah konstruksi bangunan dengan variasi

warna yang berbeda membuat bangunan akan menjadi indah namun

ketahanan terhadap pengaruh cuaca menjadikan pekerjaan finishing ini

tidak awet.
19

6. Finishing permukaan beton

Finishing permukaan beton dilakukan agar permukaan menjadi rata,

padat dan halus sehingga terlihat lebih bagus, disamping itu dapat juga

dibuat teksture dengan efek-efek tertentu sehingga menampilkan

permukaan beton yang lebih menarik. Adapun finishing permukaan

beton dapat diaplikasikan seperti hard finish, epoxy, grinding,

finishing sudut dan lain-lain.

b. Pekerjaan Finishing Kering

Pekerjaan finishing kering merupakan pekerjaan tambahan setelah proses

arsitektural pada sebuah bangunan telah tercapai sepenuhnya. Pekerjaan ini

dilaksanakan berdasarkan adanya kebutuhan lanjutan pengguna bangunan.

Berikut adalah jenis pekerjaan finishing kering:

1. Pekerjaan Pelapisan Dinding ( Wallpaper).

2. Pekerjaan Pemasangan Karpet.

3. Pekerjaan Pemasangan Parket.

4. Pekerjaan Dinding Partisi Papan Gipsum.


20

E. Gambaran Umum Proyek

1. Latar Belakang Proyek

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat

penting diperoleh karena pendidikan mempunyai tugas untuk menyiapkan

SDM bagi pembangunan bangsa dan negara. Kemajuan ilmu pengetahuan

dan teknologi (IPTEK) mengakibatkan perubahan dan pertumbuhan kearah

yang lebih kompleks. Pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami

perkembangan yang drastis terutama dalam sarana dan prasarana, seperti hal

nya kekurangan ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar, minimnya

ruang kantor bagi staf yang beriringan dengan semakin bertambahnya

jumlah siswa setiap tahun.

Melihat kondisi sekarang maka kebutuhan akan sarana dan prasarana

pendidikan perlu diadakannya peningkatan, tak terkecuali di kota Bandar

Lampung dengan penduduknya yang semakin padat menuntut kebutuhan

manusianya terkait fasilitas, sarana dan prasarana pendidikan. Dengan

melihat fenomena tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung melakukan

sebuah peningkatan terkait infrastruktur pada beberapa sekolah yang ada di

Bandar Lampung guna meningkatkan pelayanan pendidikan di suatu daerah,

salah satunya adalah proyek pembangunan gedung Lab. Kimia SMK-SMTI

Bandar Lampung.
21

2. Data Umum Proyek

Adapun penjelasan detail tentang proyek yang di gunakan dalam Kerja

Prakik pengawasan adalah berikut ulasannya.

1. Pekerjaan : PENGADAAN PEMBANGUNAN GEDUNG


PENDIDIKAN
2. Nama proyek : Pembangunan gedung Lab. Kimia SMK-SMTI
Bandar Lampung
3. Alamat proyek : Jl. Jendral Sudirman No.43, Rawa Laut, Kec. Tj.
Karang Timur, Bandar Lampung 35213
4. Pemilik proyek : Badan Pengembangan SDM Teknik Industri
5. Nomor Kontrak : 1743/BPSDMI/SMTI-LAMPUNG/VII/2019
6. Konsultan perencana :
7. Kontraktor pelaksana : CV. BAYU BROTHERS
8. Konsultan pengawas :
9. Luas lahan :
10. Luas bangunan :
11. Jumlah lantai : 4 Lantai
12. Biaya pelaksanaan : Rp. 6.264.758.000
13. Waktu pelaksanaan : 6 bulan, dimulai sejak tanggal 3 Juli s/d 30
desember 2019.
22

3. Lokasi Proyek

Kerja praktik yang dilaksanakan oleh peserta/mahasiswa ini berlokasi di

sebuah sekolah SMK-SMTI Bandar Lampung yang berada di Jl. Jendral

Sudirman No.43, Rawa Laut, Kec. Tj. Karang Timur, Bandar Lampung

35213

Gambar : Lokasi site mikro.


Sumber: google.com/maps/place/SMK+SMTI+Bandar+Lampung.

Gambar : Lokasi site makro.


Sumber: google.com/maps/place/SMK+SMTI+Bandar+Lampung.
23

4. Jadwal Pelaksanaan

Jadwal pelaksanaan pekerjaan finishing pada proyek tersebut mulai

berlangsung pada tanggal 24 September 2019 sampai dengan Desember

2019.

5. Struktur Organisasi Proyek

Dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan Gedung SMK-SMTI ini,

terdapat empat pihak yang terlibat di dalamnya:

1. Pemilik proyek (owner)

2. Konsultan perencana (arsitektur, struktur, ME)

3. Pengawas

4. Kontraktor

Pimpinan Proyek

Konsultan Perencana Kontraktor Pelaksana


EPM CV. BAYU
BROTHERS

Arsitek/Drafter Administrasi Pengawas

Arsitek/Drafter Arsitek/Drafter Arsitek/Drafter

r r r
Bagan 1.1. Struktur Organisasi Proyek.
24

Keempatnya merupakan suatu kesatuan. Dimana keempat pihak tersebut

saling mendukung kerja masing-masing. Keempat pihak tersebut memiliki

tugas, tanggung jawab, dan wewenang demi terwujudnya proyek pengadaan

gedung sekolah ini.

a. Pemilik Proyek

Pemilik proyek/owner adalah suatu instansi atau perorangan,

swasta, dan pemerintah, yang memiliki proyek dan sebagai sumber dana

untuk membiayai kegiatan. Dalam pembangunan Gedung SMK-SMTI

Bandar Lampung ini, owner proyek adalah Badan Pengembangan SDM

Teknik Industri.

Tugas dan wewenang owner proyek, antara lain:

 Menyediakan dana.

 Mengatur pelaksanaan tender.

 Mengeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

 Menyetujui dan menolak perubahan pekerjaan.

 Mengesahkan berita acara kemajuan pekerjaan.

 Berhak menolak pekerjaan yang tidak sesuai dengan dokumen tender.

 Mengeluarkan instruksi kepada kontraktor melalui konsultan pengawas

atau langsung.

b. Konsultan

Konsultan terdiri dari pengawas dan perencana. Konsultan

pengawas adalah pihak yang membantu pemilik proyek untuk mengolah


25

keinginan pemilik proyek menjadi sebuah rencana yang matang sehingga

nantinya tidak terjadi banyak masalah dan siap dilaksanakan.

Dalam proyek ini, konsultan perencana diserahkan kepada EPM

sebagai konsultan arsitektur dan perencana struktur, PT Rayosa Cipta

Mandiri sebagai perencana ME. Atas dasar wawancara dengan

kontraktor, tugas konsultan perencana adalah antara lain:

• Merencanakan struktur, bentuk, dan desain bangunan maupun

interiornya serta seluruh instalasi yang mendukung bangunan tersebut.

• Jika terjadi perubahan gambar kerja, maka konsultan perencana wajib

melaksanakn dan melaporkan perubahan gambar kerja kepada owner.

• Konsultan perencana wajib membuat estimasi biaya rencana.

Pengawas dalam proyek ini adalah Bapak Yohanes yang ditunjuk

untuk mewakili owner. Pengawas secara aktif mengawasi pelaksanaan

pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Tugas konsultan pengawas

antara lain,

• Mengawasi jalannya proyek (spesifikasi material, bahan, proses

pelaksanaan, dan mutu pekerjaan)

• Wajib mengikuti rapat dengan owner dan konsultan perencana

• Harus dapat memutuskan bila terjadi masalah mengenai gambar dan

pelaksanaan dilapangan

• Jika terjadi keterlambatan, maka pengawas wajib mempertanyakan dan

meminta tanggung jawab kontraktor.


26

• Pengawas juga mengawasi kinerja konsultan perencana jika terjadi

perubahan gambar

c. Kontraktor

Kontraktor adalah badan hukum yang penawarannya telah diterima

oleh pemilik kegiatan untuk melaksanakan pekerjaan dibawah

persyaratan dan harga kontrak yang sudah ditentukan. Pada pembangunan

Gedung baru SMK-SMTI Bandar Lampung ini, kontraktor yang ditunjuk

adalah CV. BAYU BROTHERS. Berdasarkan wawancara dengan pihak

kontraktor, tugasnya antara lain:

• Melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan isi kontrak dan gambar

• Jika ada pekerjaan tambahan, harus tetap dilampirkan didalam berita

acara

• Kontraktor dapat mensubkan beberapa item pekerjaan jika diperlukan.

Dalam proyek ini, item pekerjaan yang disubkan seperti CCTV, dan

networking

• Kontraktor juga mencari penawaran yang paling murah dengan spek

yang harus tetap terpenuhi untuk diajukan ke owner.

F. Gambaran Khusus Proyek

1. Konsep Arsitektural

2. Penggunaan Material Finishing


27

Material-material yang digunakan pada pekrjaan finishing

pembangunan gedung Lab. Kimia SMK-SMTI Bandar Lampung ini dibeli

dengan sistem borongan sehingga penggunaanya mayoritas tidak terlalu

bervariasi pada interior maupun eksterior

Tabel 1.1. Material pekerjaan finishing.


No. Material Penggunaan Material
1 Batu Bata Dinding

2 Cat finihsing Dulux watershield Dinding

3 Plamir alkali Pelapisan dinding

4 Hollow galvanis Rangka plafond

5 Panel gypsum Tutup plafond

6 Kompon cornice Plafond

7 Serat kasa Sambungan plafond

8 Ubin granit 50x50 Lantai

9 Dempul epoxy Lantai

10 ACP (alluminum composite panel) Fasade

11 Rangka hollow Fasade

12 Kusen aluminum Fasade bukaan

13 Railling tangga

3. Pelaksanaan/Schedule Pekerjaan Finishing

4. Rencana Kerja dan Syarat


28
29

BAB III
TINJAUAN PELAKSANAAN

A. Mekanisme Pelaksanaan Kerja Praktik

1. Prosedur Kerja Praktik

Kerja praktik merupakan sebuah langkah bagi setiap orang untuk

mendapatkan pengalaman dan mendalami bidang keilmuannya. Adapun

tahapan bagi mahasiswa mendapatkan kerja praktik dapat dijabarkan sebagai

berikut:

a. Menentukan bidang apa yang akan didalami

b. Mulai mencari informasi tentang sebuah pekerjaan atau proyek yang

sedang berjalan sebagai objek kerja praktik.

c. Mencari data umum proyek yang biasanya dapat dilakukan dengan cara

menemui orang kantor pada proyek tersebut

d. Mendaftarkan diri sebagai kerja praktik di jurusan untuk mendapatkan

surat perintah/pengantar kerja praktik.

e. Jika persyaratan sudah terpenuhi dan pihak proyek menyetujui,

mahasiswa dapat langsung terjun kelapangan untuk mulai kerja praktik

sesuai minat mereka.

f. Membuat laporan KP
30

g. Meminta penilaian KP dari instansi atau lembaga tempat KP sesuai form

penilaian yang terdapat pada Buku Bimbingan

h. Konsultasi dan revisi (membawa Buku Bimbingan) serta pengesahan

laporan KP kepada Dosen Pembimbing

i. Mengajukan permohonan Ujian KP sesuai jadwal yang telah ditentukan

2. Jadwal dan Waktu Kerja Praktik

Agar dapat memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk

mendalami ilmu lapangan, maka dari itu mahasiswa yang telah terdaftar

sebagai peserta kerja praktik haruslah memiliki jadwal dan waktu kerja

praktik yang digunakan seefisien mungkin. Adapun Jadwal dan kerja praktik

‘Pengawasan Pekerjaan Finishing’ pada proyek pembangunan Lab.

KimiaSMK-SMTI Bandar Lampung ini adalah sebagai berikut:

c. Jadwal : 4 hari kerja dalam seminggu yaitu pada hari senin, rabu, kamis,

jumat dan sabtu.

d. Waktu : 4-6 jam dalam sehari namun tentatif menyesuaikan jadwal

kegiatan kampus lainnya.

3. Peran Peserta Kerja Praktik

Mahasiswa yang melakukan kerja praktik ini memiliki peran sebagai berikut:

j. Membantu mengawasi proyek pembangunan gedung SMK-SMTI

Bandar Lampung.

k. Membantu pengendalian schedulepelaksanaan proyek.


31

l. Membuat pelaporan kendala proyek kepada pembimbing kerja

praktik di lapangan..

4. Rincian Kegiatan Peserta Kerja Praktik

Pada proyek pembangunan Gedung SMK-SMTI Bandar Lampung ini,

mahasiswa kerja praktik mengambil posisi pada bagian pengawasan atau

monitoring. Michaelson dan Griffin. 2005, dalam tesisnya “A New Model for

Media Content Analysis”, Institute for Public Relations, mengatakan tujuan

aktivitas Pengawasan/Monitoring adalah menemukenali (to dettect) dan

mengantisipasi/mencegah (to detter).

Dalam hal ini, mahasiswa melakukan monitor terhadap

pekerjaanfinishing sangat diperlukan untuk mendapatan kualitas kerja yang

baik sebagai bentuk feedback atas kesempatan yang diberikan untuk kerja

praktik. Adapun rincian pelaksanaan peserta kerja praktik dapat diuraikan

sebagai berikut:

 Memahami dokumen kontrak


 Menyusun metode pelaksanaan
 Memimpin dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan di lapangan waktu,
mutu, dan biaya
 Membuat program kerja mingguan
 Mengadakan evaluasi, membuat laporan hasil pelaksanaan pekerjaan di
lapangan
 Memproses berita acara kemajuan pekerjaan di lapangan
 Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program kerja mingguan, metode
kerja, dan spesifikasi teknis
32

 Menyiapkan tenaga kerja


 Mengupayakan efisiensi dan efektifitas pemakaian bahan, tenaga, dan alat
 Membuat laporan harian
 Membuat laporan harian tentang pelaksanaan pekerjaan
 Menerapkan program keselamatan kerja dan kebersihan di lapangan

B. Volume Pekerjaan Finishing

1. Tenaga Kerja

Tenaga Kerja

2. Material

3. Biaya

4. Waktu

C. Rencana Kerja dan Syarat

D. Manajemen Mutu

Manajemen Mutu adalah aspek-aspek dari fungsi manajemen

keseluruhan yang menetapkan dan menjalankan kebijakan mutu suatu

perusahaan/organisasi. Dalam rangka mencukupkan kebutuhan dan

ketepatan waktu dengan anggaran yang hemat dan ekonomis, seorang

manager proyek harus memasukkan dan mengadakan pelatihan management

kualitas.
33

Hal hal yang menyangkut kualitas yang di maksud diatas adalah :

• Produk / pelayanan / proses pelaksanaan.


• Proses management proyek itu sendiri.

a. Sistem Pengendalian Mutu/Kualitas

Untuk menjaga kualitas pekerjaan yang sedang dilaksanakan pada

langkah awal perencana harus sudah menyusun flowchart pekerjaan

tersebut. Test – test / pengujian seperti yang ditentukan dalam Spesifikasi

Teknis seperti pengujian beton, besi beton tanah dan lain – lainnya akan

dilaksanakan pada laboratorium yang telah mendapat persetujuan dari

Direksi / Pengawas Pekerjaan. Untuk menjaga kualitas terhadap ukuran

baik elevasi, jarak maupun ketepatan geogarfi maka sebelum

dilaksanakan pengukuran, harus dilakukan kalibrasi terhadap alat ukur

yang akan dipakai.

b. Jaminan Mutu

Pemberian wewenang penuh kepada Pengendali Mutu dalam

melaksanakan pengawasan terhadap mutu kerja dan mutu produk..

Dengan berfungsinya tugas dari Pengendali Mutu, maka secara maksimal

diharapkan kwalitas kerja / produk bisa tercapai dengan baik. Dan

pekerjaan bongkar pasang selama pekerjaan berlangsung bias dihindari.

Pengendali Mutu selama melaksanakan tugasnya disesuaikan

dengan prosedur yang telah ditentukan dan bersifat mengikat.

Tugas dan tanggung jawab Staf Pengendali Mutu ( Staff PM ) :


34

 Membantu Kepala Proyek dalam penyusunan Rencana Mutu.


 Melakukan perencanaan dan pelaksanaan Audit Mutu Internal
termasuk menunjuk Tim Auditor di Proyek.
 Mengelola dan mendistribusikan semua Dokumen yang berkaitan
dengan System Manajemen Mutu.
 Menyusun kriteria penerimaan bahan / produk yang dipasok.
 Menemu kenali produk dan menjamin mampu telusur produk.
 Mengendalikan bahan / produk yang tidak sesuai.
 Membuat rencana Inspeksi dan test, memelihara catatan mutu.
 Mengendalikan tindakan perbaikan atas keluhan pelanggan.
 Mengadakan Rapat Tinjauan manajemen dan membuat laporannya.
 Melakukan koordinasi dengan bagian lain dan pelaksana yang
berkaitan dengan mutu.
 Menyusun program, menyelenggarakan dan mengkoordinasi kegiatan
pagelaran gugus kendali mutu di proyek.
 Melakukan hubungan dengan lembaga / instansi / perusahaan lain
dalam rangka kegiatan Pengendalian Mutu Terpadu.

E. Manajemen Waktu

Manajemen waktu adalah mengatur waktu dengan semaksimal

mungkin agar proses pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan waktu yang

telah disepakati tanpa terjadi peringatan. Proses utama yang terlibat pada

manajemen waktu proyek ini adalah :

1. Definisi Aktifitas ( Activity Definition )

Pendefinisian aktivitas menghasilkan WBS yang lebih spesifik dan

penjelasan support oleh tim proyek. Tujuan dari proses ini adalah utuk
35

memastikan tim proyek memiliki pengertian yang mendalam akan

aktivitas atau tahapan yang harus dijalankan sebagai bagian dari ruang

lingkup proyek.

2. Barisan Aktifitas ( Activity Sequencing )

Setelah mendefinisikan aktifitas, langkah selanjutnya adalah barisan

aktifitas, yaitu meliputi memeriksa kembali aktifitas pada detail WBS,

detail deskripsi produk, asumsi, dan batasan untuk menentukan hubungan

antar aktifitas.

3. Estimasi Durasi Aktifitas ( Actifity Duration Estimating )

Proses selanjutnya ialah mengestimasi durasi aktifitas. Output dari proses

ini ialah estimasi durasi untuk setiap aktifitas.

4. Pengembangan Jadwal ( Schedule Development )

Pengembangan jadwal menggunakan hasil dari keseluruhan proses

manajemen waktu proyek yang sudah dilakukan untuk menentukan waktu

dimulai dan diakhirinya suatu proyek. Tujuan umum pengembangan

jadwal adalah untuk membuat jadwal proyek yang realistis yang

menyediakan basis atau dasar untuk mengawasi kemajuan proyek.

Beberapa tools dan teknik dapat membantu dalam proses ini :

a Gant Chart
b Critical Path Method ( CPM )
c Program Evaluasi dan review technique ( PERT )

5. Kontrol Jadwal ( Schedule Control )


36

Banyak hal yang terlibat dalam mengontrol perubahan jadwal proyek.

Sangat penting untuk pertama-tama memastikan bahwa jadwal proyek

sudah realistis. Tahap inimeliputi aktifitas pengontrolan dan pengaturan

perubahan schedule proyek.

a) Masalah pada proyek

Terhambatnya pekarjaan dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara

lain :

 Penjadwalan dari program-program kerja yang tidak baik


(mingguan).
 Pengiriman / pengadaan bahan / material yang tidak tepat waktu.
 Kualitas tenaga kerja dan atau mandor yang kurang profesional.
 Kurangnya pengarahan.
 Perencanaan dan pengawasan yang kurang memadai.

b) Solusi keterhambatan pekerjaan.

Untuk menghindari terhambatnya pekerjaan dan untuk menjaga

kontinuitas kerja dilapangan, maka perlu diadakan tindakan-tindakan

sebagai berikut :

 Mengadakan rapat mingguan yang dipimpin oleh Kepala proyek


untuk program kerja dan evaluasi kerja.
 Mengadakan pertemuan harian yang biasa dipimpin Kepala proyek,
Teknik atau Pelaksana untuk membahas rencana kerja harian.
 Mengadakan rapat mingguan dengan mandor yang dipimpin
pelaksana yang membahas evaluasi pekerjaan dan rencana kerja
mingguan.
37

 Mengadakan seleksi terhadap mandor / pekerja sebelum dan selama


pelaksanaan pekerjaan.
 Tanggung jawab menyeluruh team proyek, sehingga personil
mempunyai fungsi “Control” terhadap aktifitas proyek sesuai
dengan profesi masing-masing.
38

BAB IV
TEKNIS PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

A. Lingkup Pekerjaan Finishing

1. Pekerjaan Finishing Dinding

Pekerjaan ini dimaksudkan untuk membentuk ruang-ruang pada bangunan

agar nantinya dapat digunakan oleh manusianya. Umumnya pekerjaan

dinding dikerjakan seletah lebih dari 70% dari keseluruhan pekerjaan

struktur terlaksana agar mempersingkat waktu pembangunan. Proyek

pembangunan gedung SMK-SMTI Bandar Lampung ini menggunakan

pasangan batu bata berlubang dengan finishing arsitektural modern.

a. Pekerjaan Bata

1.Syarat Pekerjaan:

Syarat-syarat pelaksanaan yaitu bahan yang digunakan sebelum

pemasangan harus menyerahkan beberapa contoh kepada Direktur

Pengawas minimal 3 contoh dari hasil produk yang berbeda untuk

mendapatkan persetujuan. Seluruh dinding dari pasangan bata ini

menggunakan semen jadi yang dicampur dengan air sesuai dengan

ketentuan yang ada. Pemasangan bata pun harus rapi dan rata sesuai

dengan gambar.
39

2. Teknis Pelaksanaan:
- Persiapan alat
- Persiapan bahan
- Persiapan profil/tongkat ukur/pengukuran menggunakan benang
kasur dan kayu
- Membuat adukan
- Pemasangan batu bata
- Kontrol ketepatan agar pasangan bata berdiri tegak

Gambar : Pekerjaan pasangan dinding batu bata.


Sumber: Dokumentasi pribadi.

b. Pekerjaan Plester dan Acian

Plesteran adalah suatu lapisan sebagai penutup permukaan dinding

baik luar atau dalam bangunan dari pasangan bata merah atau batu cetak,

yang berfungsi sebagai perata permukaan, memperindah dan

memperkedap dinding. Di dalam pelaksanaannya, pekerjaan plesteran

dapat dibagi atas 3 lapis utama, adapun syarat dan teknis pelaksanaanya

dijelaskan sebagai berikut:


40

1. Syarat Pekerjaan:
 Semenyangdigunakanharus ex. Mortar Utama dan disetujui Direksi
Pengawas serta memenuhi syarat-syaratdalam RKS atau Spesifikasi
material.
 Air harus bersih, tidak mengandung asam, basa, tidak mengandung
lumpur, dan tidak berbau.
 Campuran (agregate) untuk plester harusdipilihyang benar-benar
bersih danbebas dari segala macamkotoran,harus bersih dan melalui
ayakan1,6 - 2,0mm.
 Yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan plesteran ini adalah :
 Untuk setiap jarak 1,00 m dibuat kepala plesteran yang bertujuan
untuk kerataan plesteran.
 Pada pertemuan bidang yang satu dengan yang lainnya dibuat
kepala plesteran yang jaraknya lebih dekat.
 Agar penggunaan bahan plesteran bisa sama dan tidak berlebihan
maka bahan tersebut diaduk pada satu tempat dan semua pekerja
mengambil adukan dari tempat tersebut.
 Plesteran dinaikkan 10 cm dari elevasi plafond, yang bertujuan
untuk menjaga kelurusan pertemuan bidang plafond dan dinding.
 Pemberhentian plesteran pada bagian bawah adalah setinggi 15 cm
dari elevasi lantai dan dibuat rata (untuk pemasangan plint).
 Adukan yang jatuh dan tertampung ditatakan harus segera diambil
untuk dipergunakan kembali.
 Untuk perawatan plesteran dilakukan penyiraman air 2x sehari
selama 3 hari
41

2. Teknis Pekerjaan

• Lapis pertama yang disebut badan plesteran setebal 10-15 mm, dari
campuran semen-pasir yang plastis berfungsi untuk mengatur
kerataan permukaan dinding.
• Lapis kedua disebut kamprotan dengan tebal 15mm dari campuran
semen-pasir yang berfungsi untuk membentuk mal permukaan
dinding, pelekatan badan plesteran dan mengurangi penyusutan.
• Lapis ketiga yang disebut acian setebal 2 mm, dari pasta semen
(dapat juga ditambah pasir halus), dan berfungsi sebagai penghalus
permukaan dan pelindung dari pengaruh cuaca.

Gambar :Tahap pekerjaan plesteran dinding.


Sumber: Dokumentasi pribadi.

2. Pekerjaan Finishing Lantai

a. Pekerjaan Lantai Keramik

Pekerjaan finishing lantai bangunan ini merupakan pekerjaan pemasangan

keramik yang ditujukan guna memberikan keindahan pada lantai. Pekerjaan

keramik lantai membutuhkan metode kerja yang tepat serta pelaksanaan

yang teliti sehingga dapat dihasilkan pekerjaan dengan kualitas yang baik

apabila dikerjakan dengan metode pelaksanaan terbaik, berbagai cara dapat


42

dilakukan sebagai bagian dari upaya menghasilkan permukaan lantai yang

bagus. Ada 3 macam ukuran keramik pada pekerjaan lantai keramik, yaitu:

a. Keramik Granit ukuran 60 x 60 cm untuk bagian dalam ruangan.


b. Keramik Bertekstur ukuran 25 x 40 untuk kamar mandi dan ruang janitor.
c. Keramik Granit ukuran 60 x 60 untuk bagian selasar dan teras bangunan.

1. Syarat Pekerjaan

Pada pelaksanaan pekerjaan keramik, hal yang harus diperhatikan

sebelum keramik dipasang pada objek yang telah ditentukan adalah:

 Keramik yang dipasang adalah keramik yang telah dipilih dengan baik
warna, motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak, gompal, atau
cacat lainnya.
 Pemotongan keramik harus menggunakan alat potong khusus untuk
memotong keramik.
 Pola keramik harus memerhatikan ukuran/letak dan semua peralatan
yang terpasang di dinding.
 Keramik yang tepasang harus dihindarkan dari sentuhan / beban
selama 3 x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari
pekerjaan lain.

2. Teknis Pelaksanaan

Persiapan pekerjaan dinding keramik adalah sebagai berikut :

 Menyiapkan tenaga kerja, bahan dan peralatan yang cukup.


 Bahan-bahan diletakkan didekat lokasi pekerjaan pemasangan.
 Membersihkan lokasi pekerjaan.
 Memilih keramik yang akan dipasang sehingga dapat dibedakan
ukurannya yang sama dan tidak ada yang cacat.
43

 Mempersiapkan saluran instalasi yang tertanam didalam dinding


keramik.

Berdasarkan data-data pengukuran di lapangan yang telah dimuat

dalam gambar kerja untuk pembagian pemasangan keramik dinding

tersebut, maka pengukuran lantai ruangan yang akan dipasang keramik

yaitu sebagai berikut:

 Membuat garis-garis waterpas pada lantai keramik keliling ± 1cm


untuk menentukan ketinggian dan kedataran pemasangan keramik.
 Membuat lot pada dinding di tiap pojok ruangan dan kesikuannya
serta garis pertengahan lantai untuk pembagian ubin keramik.
 Mengukur jarak-jarak dinding untuk lebar dan tinggi ruangan, serta
bagian-bagian yang terpasang pada ruangan tersebut.

Langkah-langkah pekerjaan keramik lantai adalah sebagai berikut :


 Lantai yang akan dipasang keramik, terlebih dahulu harus
dipadatkan agar pasangan tidak turun / retak sewaktu menerima
beban di atasnya.
 Permukaan lantai harus dibersihkan, kemudian dikasarkan agar
pelekat adukan spesi lebih sempurna.
 Permukaan keramik bagian belakang harus terisi padat oleh semen
sewaktu keramik dipasang.
 Naad keramik diisi dengan bahan semen yang tahan asam, basa, dan
kedap air.
 Pengisian naad dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik
terpasang.
44

3. Pekerjaan Langit-Langit

a. Syarat Pelaksanaan

b. Teknis Pelaksanaan
45

4. Pekerjaan Finishing Fasad

a. Pekerjaan Kusen Pintu dan Jendela


46

b. Pekerjaan ACP

ACP (Allumunium Composite Panel) merupakan material

pelapis dinding luar bangunan. ACP merupakan panel datar yang

terdiri dari non- inti alumunium yang disatukan di antara dua

lembar alumunium. Lembar alumunium dilapisi dengan cat PVDF

atau Polyester. Ketebalan ACP umumnya 4 mm dengan

allumunium dari 0,21 mm s/d 0,5 mm.

1. Syarat Pelaksanaan

Syarat pemasangan ACP yaitu sebagai berikut :


 Dinding plesteran sudah rapi dan siap untuk dipasang bracket.
 Memastikan memasang sesuai dengan spesifikasi ruangan,
misalnya untuk area exterior atau area luar ruangan yang
47

terkena hujan dan panas secara langsung dengan


menggunakan finish PVDF.

2. Teknis Pelaksanaan

Langkah-langkah pemasangan ACP adalah sebagai berikut :


 Pengikatan material harus menggunakan screw, bolts, rivet,
nuts, fixing anchors dan adjustable alumunium.
 Semua fastening achors harus diinstal.

 Ukuran ACP yang dilaksanakan di lapangan harus sesuai.


 Brackets harus memenuhi syarat untuk adjustable ke 3 arah
yang memungkinkan panel terpasang sempurna pada
tempatnya.
 Semua bolt harus tepasang dengan benar dan kuat.
 Celah antar panel ditutp dengan silicone sealant.

B. Progres Pekerjaan

1. Finishing Interior

2. Finishing Fasade
48

3. Finishing Lansekap

C. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Manajemen waktu proyek ini adalah sebagai berikut :

1. Dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan proyek ini, maka sebelum

pelaksanaan pekerjaan dimulaikontraktor akan mempersiapkan Construction

Planning berupa:

- Schedule Detail item per item .


- Detail Detail Construction Methode.
- Detail pencapaian kualitas dan kuantitas

Ketiga hal diatas sudah harus mencakup pengadaan alat, bahan, tenaga

kerja, dan urutan pekerjaan, serta program pengujian. Disamping itu

dilakukan pengkajian terhadap persiapan peralatan dan bahan – bahan yang

akan dipakai terutama untuk peralatan tes, juga persiapan ijin – ijin yang

diperlukan , seperti ijin dari daerah setempat baik tingkat desa, kelurahan

atau Pemda. Dengan demikian diharapkan pada saat penunjukan CV. BAYU

BROTHERS sudah benar – benar siap untuk segera memulai pekerjaan ,

sehingga mobilisasi peralatan, bahan, tenaga dll, tidak memerlukan waktu

yang lama.

2. Karena dalam proyek ini ada beberapa bagian pekerjaan yang dilaksanakan

oleh Sub Kontraktor , maka koordinasi yang baik sangat diperlukan untuk

pencapaian target yang diinginkan.


49

3. Peralatan dan bahan didatangkan sesuai waktu yang sudah dijadwalkan dan

sesuai dengan construction methode serta spesifikasi yang disetujui Direksi

Pekerjaan. Bahan – bahan yang didatangkan akan diperiksa secara teliti

sebelum diterima untuk digunakan. Bahan – bahan tersebut harus sesuai

dengan spesifikasi yang ditentukan. Kebutuhan jumlah bahan harus selalu

dihitung per schedule waktu sehingga kelambatan pekerjaan akibat

kelambatan pendatangan dapat dihindarkan.

4. Selalu mengevaluasi time schedule dalam periode harian, mingguan dan

bulanan sehingga bila ada bagian pekerjaan yang terlambat, segera dapat

diketahui dan segera diambil langkah penanggulangannya.

5. Pengadaan Tenaga Kerja juga merupakan hal yang penting, maka untuk ini

memerlukan manajemen dan koordinasi yang tepat untuk memenuhi jumlah

dan keahlian tenaga kerja yang memadai setiap harinya. Pada proyek ini

telah mempunyai team tenaga kerja/buruh/mandor yang berpengalaman

dalam pekerjaan sejenis serta pantauan keamanan tim K3sebagai jaminan

sosial terhadap tenaga kerja.

6. Disamping dilakukan pengendalian hal – hal tersebut diatas, juga sangat

penting dilakukan pengendalian Cash Flow Project.


50

7. Hubungan yang baik antar personil (human relationship), rapat koordinasi

rutin diproyek disamping selalu memperhatikan pengarahan Direksi

Pekerjaan, akan selalu diperhatikan untuk membantu kelancaran Proyek.

Dengan uraian tersebut diatas diharapkan pencapaian target mutu dan

progress pekerjaan akan lebih terkendali yang pada gilirannya dapat memenuhi

sasaran target yang ditetapkan.

Sistem Pengendalian Proses

1. Skejul Acuan

Time schedule merupakan grafik hubungan antara waktu pelaksanaan

dengan prosentase kumulatif pekerjaan yang telah diselesaikan. Dari time

schedule dapat diketahui waktu pelaksanaan yang sesungguhnya. Apabila

kurva pelaksanaan pekerja terletak di atas kurva rencana pelaksana berarti

pelaksanaan pekerjaan tersebut mempunyai kemajuan lebih cepat dari yang

direncanakan.

Dan sebaliknya bila berada di bawah kurva rencana pelaksanaan

pekerjaan berarti terjadi keterlambatan pekerjaan. Sebelum memulai

pelaksanaan pekerjaan maka akan disiapkan skejul acuan sebagai berikut:

- Diagram bar (barchart)


- Kurva S (S Curve)
- Network Planning
- Jadwal Material, Alat dan Tenaga kerja

2. Daily Meeting
51

Daily Meeting yang dimaksud adalah pertemuan antara pelaksana dan wakil

sub kontraktor yang dipimpin Kepala Proyek/Pelaksana untuk mengadakan

perencanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan dan mengevaluasi pekerjaan

sehari sebelumnya dilapangan. Biasanya dilaksanakan pada pagi hari, agar

tugas yang harus dikerjakan, berupa target harian dapat terkontrol. Rapat

singkat ini penting untuk saling koordinasi antara pelaksana, subkontraktor

dan dapat memudahkan hubungan kerja satu dengan lainnya.

3. Weekly Meeting

Weekly Meeting atau rapat mingguan adalah rapat internal dari

organisasi lapangan, seluruh struktur organisasi lapangan dilibatkan dalam

Rapat Mingguan ini serta mengundang sub kontraktor terkait dan mandor

bila diperlukan. Hasil evaluasi akan dibahas didalam rapat ini, begitu pula

rencana mingguan disiapkan termasuk jadwal dari Inspeksi dan Test ISO

9002 yang makan dilaksanakan. Rencana mingguan ini dibuatkan jadwalnya

untuk panduan secara rinci bagi staff logistik, peralatan dan pelaksana serta

bagian teknik sehingga semua mempunyai persepsi yang sama dan punya

pengertian yang sama baik secara teknis maupun non teknis.

4. Coordination Meeting

Untuk memperlancar proses pelaksanaan pekerjaan, diharapkan

minimal satu kali dalam satu bulan diadakan rapat koordinasi secara rutin

yang dipimpin oleh Pemimpin Proyek atau yang mewakilinya.


52

Apabila situasi yang dihadapi mendesak/crash program atau secara

teknis mempunyai masalah yang kompleks, maka rapat koordinasi dapat

dilaksanakan minimal 1 kali dalam 2 minggu. Rapat Koordinasi ini dihadiri

oleh :

- Pemimpin Proyek atau yang mewakili.


- Konsultan Supervisi.
- Kontraktor.
- Team teknis (bila perlu).

Setiap permasalahan lapangan hendaknya dapat dipecahkan dengan

segera yang merupakan Keputusan Rapat. Dan Keputusan Rapat yang

diwujudkan dalam suatu notulen yang telah disepakati bersama oleh peserta

Rapat Koordinasi adalah merupakan bagian ketentuan yang mengikat untuk

dilaksanakan dan dipakai sebagai acuan / dasar pelaksanaan. Hal ini harus

disepakati bersama agar tidak timbul permasalahan yang baru di kemudian

hari.

5. Laporan kemajuan proyek

akan diajukan oleh kontraktor secara periodik. Yaitu berupa laporan

mingguan dan bulanan. Setelah laporan mingguan disetujui oleh konsultan

pengawas dan pemilik, selanjutnya laporan mingguan digunakan sebagai

data untuk laporan bulanan.

Secara garis besar, laporan kemajuan proyek dapat berupa:

1) Kemajuan pekerjaan persiapan


53

2) Evaluasi mengenai tenaga kerja, material, peralatan, keadaan cuaca dan

kualitas pekerjaan.

3) Permasalahan dan penyelesaiannya.

Apabila terjadi keterlambatan maka konsultan pengawas akan segera

melakukan penelitian terhadap keterlambatan dan mengeluarkan instruksi

untuk segera menanggulangi penyebab keterlambatan tersebut.

D. Pembahasan Pekerjaan dan Jadwal Pelaksanaan

1. Permasalahan Pekerjaan Dinsing dan Solusinya

Permasalahan Solusi
Pencampuran air pada mortar utama
Campuran adukan untuk spesi tidak
harus sesuai dengan spesifikasi yang
sesuai dengan perbandingan
ada
Ketebalan spesi / perekat pada tiap
Harus menggunakan alat tertentu,
pasangan dinding kurang sesuai
seperti cetok bergigi
dengan standart
Ditimbang levelnya, baik dari arah
Pemasangan tidak center vertikal maupun horizontal dinding
bata.

2. Alternatif Metode Pelaksanaan Pekerjaan Dinding

 Pada plesteran dinding dalam yang menggunakan MU 301 bisa diganti

dengan 1 PC : 5 pasir.

 Untuk plesteran pada trasram menggunakan perbandingan 1 PC : 3 pasir


54

E. Fungsi pekerjaan Arsitektur pada Bangunan