Anda di halaman 1dari 12

Nama : Ihda Rizqiyatul Afifah

Kelas : 3A RMIK
NIM : P1337437116008
Mata Kuliah : Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Dosen Pengampu : Lina Umboro, A.MdPK, SKM, M.Kes

ANTROPOMETRI DI BIDANG REKAM MEDIS

A. Pengertian
Antropometri berasal dari bahasa yunani yaitu Anthropos yang berarti manusia dan
Metros yang berarti pengukuran. Jadi istilah antrometri dapat diartikan sebagai
pengukuran manusia. Antropometri adalah sebuah studi tentang pengukuran tubuh
dimensi manusia dari tulang, otot dan jaringan adiposa atau lemak (Survey, 2009).
Menurut (Wignjosoebroto, 2008), antropometri adalah studi yang berkaitan dengan
pengukuran dimensi tubuh manusia. Bidang antropometri meliputi berbagai ukuran tubuh
manusia seperti berat badan, posisi ketika berdiri, ketika merentangkan tangan, lingkar
tubuh, panjang tungkai, dan sebagainya. Ilmu yang berhubungan dengan aspek ukuran
fisik manusia (meliputi: metode pengukuran, pemodelan dimensitubuh dan aplikasiteknik
untuk perancangan).

B. Tujuan dan Rancangan


Tujuan dari antropometri adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengurangi tingkat kelelahan kerja
2. Untuk meningkatkan performasi kerja
3. Meminimasi potensi kecelakaan kerja.
Cakupan perancangan berbasis antropometri yang berhubungan dengan rekam
medis antara lain :
1. Rancangan ruang kerja
2. Rancangan mesin dan peralatan
3. Rancangan lingkungan kerja
4. Rancangan alat kebutuhan rumah tangga.
C. Jenis – jenis
1. Antropometri Statis
Adalah pengukuran yang dilakukan pada saat tubuh dalam keadaan diam/ posisi
diam/tidak bergerak. Contohnya tinggi tubuh tegak, tinggi duduk normal, panjang
lengan bawah dll.
2. Antropometri Dinamis
Adalah pengukuran dimensi tubuh diukur dalam berbagai posisi tubuh yang
sedang bergerak. Contohnya putaran lengan, putran telapak tangan, sudut telapak kaki
dll.

D. Faktor – faktor yang mempengaruhi antropometri


1. Umur
Secara umur dimensi tubuh manusia akan tumbuh dan bertambah besar
seiring dengan bertambahnya umur yaitu sejak awal kelahirannya sampai dengan
umur sekitar 20 tahunan. Dari suatu penelitian yang dilakukan oleh A.F Roche
dan G.H Davila (1972) di USA diperoleh kesimpulan bahwa laki-laki akan
tumbuh dan berkembang naik sampai dengan usia 21.2 tahun, sedangkan wanita
sampai dengan usia 17.3 tahun, meskipun ada sekitar 10% yang masih terus
bertambah tinggi sampai usia 23.5 tahun (laki-laki) dan 21.1 tahun (wanita).
Setelah itu tidak lagi akan terjadi pertumbuhan bahkan justru akan cenderung
berubah menjadi penurunan ataupun penyusutan yang dimulai sekitar umur
40 tahun.
2. Jenis Kelamin
Dimensi ukuran tubuh laki-laki umumnya akan lebih besar dibandingkan
dengan wanita, terkecuali untuk beberapa bagian tubuh tertentu seperti pinggul, dsb.
3. Suku Bangsa
Setiap suku, bangsa ataupun kelompok etnik akan memiliki karakteristik fisik
yang akan berbeda satu dengan yang lainnya.
4. Postur Tubuh
Sikap (posture) atau posisi tubuh akan berpengaruh terhadap ukuran tubuh.
Oleh sebab itu, posisi tubuh standar harus diterapka untuk survei pengukuran.
E. Tahapan Perancangan Antropometri

F. Metode Pengukuran
1. DIMENSI LINEAR (JARAK) : jarak terpendek antara dua titik pd tubuh manusia:
panjang jari, tinggi lutut, lebar pinggul.
2. LINGKAR TUBUH : panjang keliling: lingkar paha, lingkar perut, lingkar kepala.
3. KETEBALAN LAPISAN KULIT, untuk mengetahui kandungan lemak sebagai
acuan tingkat kebugaran tubuh.
4. SUDUT, secara PASIF untuk melihat kecenderungan posisi tubuh ketika bekerja dan
AKTIF untuk mengetahui fleksibilitas tubuh dlm kemampuan maksimum gerakan
otot sendi. Dibutuhkan untuk rehabilitasi, olahraga dan biomekanika
5. BENTUK dan KONTUR TUBUH, untuk perancangan produk demi kenyamanan.
6. BOBOT TUBUH SECARA KESELURUHAN
a. Metode langsung dengan alat ukur antropometri meliputi : pita ukur/mistar ukur,
jangka sorong, alat ukur ketebalan (caliper) dan sudut dua segmen tubuh
(goniometer).
b. Metode tidak langsung dengan metode fotografi, dengan kamera digital (praktis,
murah untuk target populasi yang besar)
G. Konsep Pengukuran Antropometri
1. Posisi Berdiri

2. Posisi Duduk
H. Penilaian Desain dan Penataan Ruang Sarana Rak Filing Dokumen Rekam Medis
Berdasar Antropometri Petugas dan Dimensi Dokumen Rekam Medis
Rak Filing merupakan salah satu Sarana kerja yang penting di Unit Rekam
Medis, Seluruh Dokumen Rekam Medis (DRM) Pasien disimpan dalam Rak tersebut.
DRM merupakan dokumen yang sangat penting sebagai catatan kondisi medis pasien
dan semua tindakan medis yang pernah diberikan kepada pasien. Melalui DRM dapat
ditelusuri riwayat penyakit dan tindakan medis pada pasien dan DRM merupakan salah
satu alat bukti apabila terjadi kasus dugaan malpraktik. Oleh karena itu keutuhan DRM
harus dijaga dengan baik.
Salah satu cara menjaga keutuhan DRM adalah dengan menyediakan Rak Filing
yang sesuai dengan Ukuran DRM, sehingga seluruh bagian DRM terlindungi saat
disusun dalam Rak Filing. Selain keutuhan DRM yang harus diperhatikan dalam desain
Rak Filing adalah kesesuaian ukuran tubuh petugas dengan dimensi rak filing,
mengingat petugas filing harus sigap dalam pengambilan dan pengembalian DRM
selama proses pelayanan administrasi data medis pasien. Apabila Desain rak filing tidak
sesuai dengan ukuran tubuh petugas dan Ukuran DRM maka proses
pengambilan/Pengembalian DRM akan lebih lambat dan dapat pula menimbulkan
cedera akibat kerja apabila ukuran tinggi rak terlalu tinggi.
PENGATURAN RUANG SESUAI ERGONOMI DI BIDANG REKAM MEDIS

Dalam pengelolaan Rekam Medis perlu memperhatikan ergonomi karena untuk


mepermudah tata kerja dalam mencapai efisiensi dan efektifitas kerja. Ergonomi juga
berpengaruh terhadap kelelahan kerja yaitu jika sikap dan cara kerja seseorang, contohnya
posisi duduk saat kerja didukung dengan peralatan dan tata letak yang dirancang secara
ergonomik maka akan lebih nyaman untuk melakukan suatu pekerjaan dan dapat meningkatkan
produktifitas kerja. Ergonomi juga dapat mengurangi beban kerja yang berperan untuk
memaksimalkan, kenyamanan dan efisiensi kerja.

A. Pengertian Ergonomi
Ergonomi adalah suatu ilmu yang dapat digunakan untuk menggunakan
informasi/data sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang sistem kerja
yang ergonomis (Haslindah, 2007).
Ergonomi merupakan suatu usaha untuk mencapai desain yang terjamin,
berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Fokus utama dari ilmu ergonomi
adalah dipertimbangkannya unsur manusia dalam perancangan objek, prosedur kerja dan
lingkungan kerja.

B. Prinsip Ergonomi
1. Sikap tubuh dalam pekerjaan sangat dipengaruhi oleh bentuk, susunan, ukuran dan
penempatan mesin-mesin, penempatan alat-alat penunjuk dan cara-cara menjalankan
mesin
2. Sikap duduk yang baik adalah sikap duduk yang tegak dengan diselingi istirahat sedikit
membungkuk
3. Tempat duduk yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Tinggi dataran duduk dapat diatur dengan papan kaki agar sesuai dengan tinggi lutut
dan paha dalam keadaan datar
b. Tinggi papan sandaran dapat diatur dan menekan pada punggung
c. Lebar papan duduk minimal 35 cm
d. Tinggi meja merupakan ukuran dasar sesuai dengan ukuran ukuran kerja diatas
4. Kemampuan seorang bekerja seharinya adalah 8-10 jam, lebih dari itu efisiensi dan
kualitas kerja sangat menurun
C. Perancangan Manajemen Ruang Tempat Pendaftaran dan Unit Rekam Medis
1. Desain Kursi Kerja
Pekerjaan sejauh mungkin harus dilakukan sambil duduk. Bekerja dalam sikap
duduk akan mengurangi kelelahan pada kaki, terhindar dari sikap-sikap tidak alamiah
dan mengurangi pemakaian energi. Pemakaian kursi yang tepat tidak menyebabkan
keluhan-keluhan pada tenaga kerja. Ukuran-ukuran kursi kerja yang baik misalnya
sebagai berikut :
a. Tinggi alas duduk sebaiknya dapat disetel antara 38-48 cm (pakai tambah alas
kaki)
b. Tompangan pinggang dapat disetel ke atas ke bawah dan bergerak 8-12 cm di
atas alas duduk
c. Dalamnya tompangan pinggang adalah 35-38 cm dari ujung dapan alas duduk
d. Dalamnya alas duduk 36 cm
e. Kursi harus stabil dan tidak goyang atau bergerak
f. Kursi harus memungkinkan cukup memberikan kebebasan bagi gerakan khusus
pemakainya
2. Desain Meja Kerja
Dalam perencanaan suatu meja kerja perlu disediakan cukup ruangan bagi
peralatan, perlengkapan kerja, aneka kerja dan aneka tempat penyimpanan bahan agar
gerakan tidak terganggu. Meja kerja paling ideal yaitu meja kerja yang dapat disetel
menurut tinggi tenaga kerja yang bersangkutan. Apabila tinggi meja kerja tidak dapat
disetel, maka tinggi meja kerja disesuaikan dengan ukuran tenaga kerja yang tertinggi
atau menggunakan tinggi badan yang sepadan untuk memudahkan perencanaan tinggi
meja kerja. Ukuran-ukuran meja kerja yang baik misalnya sebagai berikut :
a. Tinggi meja kerja adalah 54-58 cm yang diukur dari permukaan daun meja
sampai ke lantai
b. Tinggi permukaan atas dari meja di buat setinggi siku dan disesuaikan dengan
sikap tubuh pada waktu kerja
c. Tebal daun meja dibuat sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kebebasan
bergerak pada kaki
d. Permukaan meja rata dan tidak menyilaukan
e. Lebar meja diukur dari pekerjan ke arah depan dengan ukuran kurang lebih 80
cm
f. Penataan meja kerja di IRM juga harus sesuai dengan urutan kerja dari unit rekam
medik lainnya agar dapat meningkatkan kualitas mutu pelayanan dokumen rekam
medik itu sendiri.
Penataan meja kerja yang baik misalnya sebagai berikut :
a. Peralatan kerja hendaknya dekat dengan penggunanya
b. Meja para pekerja sebisa mungkin menghadap kearah yang sama dan berjarak 70-
80 cm
c. Setiap petugas sebisa mungkin membutuhkan 2,1 m2 termasuk ruang untuk
peralatan dan jalan
d. Sebaiknya tidak menempatkan ruang filing dekat dengan pintu utama ruang kerja
karena untuk mengurangi kemungkinan masuknya orang yang tidak berwenang
e. Pekerjaan transkripsi termasuk yang banyak menimbulkan suara sehingga perlu
dikelompokkan di suatu ruangan
f. Pekerjaan coding umumnya membutuhkan area kerja yang lebih tenang untuk
konsentrasi
g. Petugas yang sering terlibat kontak dengan pasien atau dengan petugas lainnya
sebaiknya ditempatkan didekat pintu masuk ruangan
h. Jalur atau gang utama sebaiknya minimal 1,5 m dan jalur lainnya minimal selebar
90 cm
3. Desain Loket Pembayaran
Dalam mendesain loket pendaftaran ada yang perlu diperhatikan antara lain
mengenai kerahasiaan komunikasi, keselamatan, keamanan dan kenyamanan.Dalam
hal kerahasiaan, desain loket pendaftaran perlu adanya pembatas atau penyekat pada
masing-masing loket karena begitu penting dan rahasianya dokumen rekam medik,
kerahasiaannya harus dijaga sejak mulai pendaftaran.
Untuk menunjang keamanan dan keselamatan dalam proses pendaftaran, maka
mebel dan bentuknya harus diperhatikan. Bola loket terbuat dari kayu, papan atau
tembok maka harus dibuat halus, rata serta bagian tepinya jangan lancip agar tidak
tajam. Pekerjaan yang dilakukan pasien ketika mendaftar adalah jenis pekerjaan
ringan, maka tinggi optimum meja loket pendaftaran adalah 5-10 cm di bawah tinggi
siku.
D. Perancangan Manajemen Ruang Filing
1. Kapasitas Rak File
Faktor yang mempengaruhi kapasitas rak file, yaitu :
a. Volume rak
b. Rata-rata tebal berkas
c. Sistem penjajaran yang digunakan
d. Dalam aktifitas filing mungkin terjadi penambahan berkas (admission) dan
penyusutan (discharge). Tingkat pertumbuhan berkas dapat diperkirakan dengan
menggunakan trend atau formula untuk menghitung beberapa kebutuhan jumlah
rak
2. File Expansion
Perancangan untuk perluasan file dipengaruhi oleh pilihan sistem penomoran.
a. Pada sistem penomoran dan pengarsipan unit, perlu tersedia daerah kosong 25%
karena akan dipakai untuk perluasan catatan medik
b. Pada sistem pengarsipan serial unit yang mengambil catatan medik lama ke
depan, akan terdapat celah-celah di rak arsip karena catatan tersebut dipindahkan.
Hal ini akan mudah terjadi kalau tingkat readmission tinggi
c. Sistem penomoran dan pengarsipan serial jumlah rak akan konstan dan perluasan
hanya terjadi pada satu arah pada saat diterbitkannya nomor baru untuk pasien
yang akan datang

E. Beban Kerja, Kebutuhan Tenaga Kerja dan Produktifitas


1. Beban Kerja
Untuk menghitung jumlah beban kerja pertahun dapat menggunakan metode
kuadrat terkecil dengan rumus :
y=a+bx
Keterangan :
y = nilai variabel pada suatu waktu tertentu
a = pemotongan antara garis trend dengan sumbu tegak (y)
b = kemiringan garis trend besarnya variabel y yang terjadi pada setiap perubahan satu
unit variabel x
x = periode waktu deret berkala
2. Kebutuhan Tenaga Kerja
Kebutuhan tenaga kerja dapat dihitung menggunakan metode FTE (Full Time
Equivalent) atau the member of individual
3. Produktifitas
DAFTAR PUSTAKA
Sandi, Novica, 2013, “PENGELOLAAN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. RM SOEDJARWADI”, (Online), (
http://rekammedisinformatika.blogspot.com/2013/10/ergonomi.html, diakses 06
November 2018)
Cahyawati, Nur, 2014, “Antropometri”, (Onine), diakses 06 November 2018
Putri, Kemala, 2015, “Analisa Perancangan Kerja dan Ergonomi