Anda di halaman 1dari 16

TEKNIK PENYUSUNAN KARYA ILMIAH

Makalah Bahasa Indonesia

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia Kelas 3

Disusun oleh:
1. Fanny Widayanti (14020119130060)
2. Sofia Sri Mahardika (14020119120021)
3. Florentina Nurika Retno (14020119120024)
4. Hanif (14020119130076)
5. Ritanty (14020119130095)

DEPARTEMEN ADMINISTRASI PUBLIK

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG 2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai .Tidak lupa tim penulis juga
mengucapkan terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan tim penulis semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi para pembaca sehingga untuk kedepannya dapat
memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, tim penulis yakin


masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu tim penulis sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Semarang, 22 November 2019

Tim
Penulis

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................. 2

Daftar Isi.........................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN............................................................................4
A. Latar Belakang...............................................................................4
B. Rumusan Masalah............................................................................4
C. Tujuan Penulisan.............................................................................4

BAB II PEMBAHASAN.............................................................................5

A. Pengertian Karya Ilmiah...........................................5


B. Ciri ciri Karya Ilmiah.......................................................................... 6
C. Jenis Karya Iilmiah.............................................................................. 7
D. Syarat Menulis Karya Ilmiah............................................................................ 8
E. Sifat Karya Ilmiah............................................................................ 9
F. Manfaat Karya Ilmiah............................................................................ 10
G. Teknik Penulisan Abstrak Karya Ilmiah..................................................... 10
H. Tahap Penyusunan Karya Ilmiah...................................................................... 11

BAB III PENUTUP................................................................................. 14

Daftar Pustaka............................................................................ 16

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Semenjak di bangku sekolah menengah pertama, para siswa sudah memulai
menulis karya ilmiah. Kegiatan menulis karya tulis tidak berhenti hingga di
tingkat perguruan tinggi. Sejalan dengan itu, penulisan karya tulis ilmiah
semakin berkembang baik dari segi cara menulis maupun topik yang dibahas.
Namun, kendala yang masih ditemui ialah metode penulisan karya ilmiah
yang baik dan benar.

Karya tulis biasanya memiliki landasan teori yang benar, menggunakan


bahasa yang lugas dan efektif. Selain itu, karya ilmiah ditulis secara objektif,
bukan menurut pendapat pribadi. Penulisannya pun sistematis, yang berarti
tidak asal dan acak-acakan.

Pada makalah ini, tim penulis memaparkan tentang karya ilmiah, yang
meliputi pengertian, ciri-ciri, jenis, syarat menulis, sifat, manfaat, teknik
penulisan, dan tahap penyusunan karya ilmiah. Tim penulis berharap supaya
makalah ini membantu pembaca memahami bagaimana menulis karya tulis
yang baik dan benar.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu karya ilmiah?
2. Apa ciri-ciri karya ilmiah?
3. Apa saja jenis karya ilmiah?
4. Apa syarat menulis karya ilmiah?
5. Bagaimana sifat karya ilmiah?
6. Apa manfaat karya ilmiah?
7. Bagaimana teknik menulis karya ilmiah yang baik dan benar?
8. Bagaimana tahap menyusun karya ilmiah yang baik dan benar?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari karya ilmiah.
2. Mengetahui ciri-ciri karya ilmiah.

4
3. Mengetahui jenis-jenis karya ilmiah.
4. Mengetahui syarat menulis karya ilmiah.
5. Mengetahui sifat dari karya ilmiah.
6. Mengetahui manfaat menulis karya ilmiah.
7. Mengetahui teknik menulis karya ilmiah yang baik dan benar.
8. Mengetahui tahap penyusunan karya ilmah yang baik dan benar.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan jenis karya tulis yang memaparkan suatu bahasan atau
gagasan penulis atau peneliti dimana dipaparkan pula pemecahan masalah di
dalamnya. Karya ilmiah disajikan secara objektif, menggunakan bahasa baku,
didukung oleh teori, fakta, serta bukti-bukti empirik.

Karya ilmiah dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi ilmu pengetahuan karena,
karya ilmiah adalah karya tulis sebagai hasil kegiatan penelitian sehingga, bahasan
yang disajikan dapat diuji kebenarannya, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain
itu, data maupun bukti-bukti yang dicantumkan juga sesuai dengan kenyataan
karena, karya ilmiah sifatnya objektif.

Karya ilmiah dibedakan menjadi karya ilmiah murni yang ditulis oleh para ilmuwan
dan akademisi dengan berdasarkan pada penelitian yang dilakukan dan karya ilmiah
populer yang ditulis dengan bahasa populer atau bahasa yang mudah dipahami.

Menulis merupakan tindak komunikasi yang pada hakikatnya sama dengan


berbicara. Persamaan itu terletak pada tujuan dan muatannya. Tujuan menulis
adalah untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain, sedangkan muatannya
adalah berupa pikiran, perasaan, gagasan, pesan, dan pendapat. Kemahiran
menulis adalah kemahiran menggunakan lambang bunyi bahasa. Ada dua hal

5
penting yang diperlukan dalam menulis, yaitu bahan tulis dan cara menuliskannya
(Dalman, 2013:2).

B. Ciri-ciri Karya Ilmiah

Karya tulis yang didasarkan pada fakta di lapangan digolongkan sebagai karya
ilmiah. Ciri-ciri karya ilmiah antara lain sebagai berikut :

1. Objektif

Suatu karya tulis dikatakan objektif atau tidak dapat dilihat dari fakta atau
bukti-bukti yang dicantumkan. Bukti yang dicantumkan dapat dilihat
keakuratannya melalui sumber yang dicantumkan karena, dalam karya ilmiah
harus mencantumkan sumber-sumber yang digunakan agar dapat
dipertanggungjawabkan.

2. Netral

Karya ilmiah adalah karya tulis yang berdasarkan fakta di lapangan


sehingga, di dalam penulisannya tidak dipengaruhi oleh pihak manapun serta
tujuannya murni untuk memaparkan hasil penelitian yang dilakukan.

3. Sistematis

Suatu tulisan dapat dikatakan sistematis apabila dalam penulisannya


mengikuti pola pengembangan tertentu seperti, pola urutan, klasifikasi,
kausalitas, dan sebagainya.

4. Logis

Kelogisan suatu karya tulis ilmiah dapat dilihat dari pola nalar yang
digunakan. Suatu karya tulis yang bermaksud menyimpulkan fakta atau data
maka pola nalar yang digunakan adalah pola induktif. Sedangkan karya tulis
yang bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis maka pola nalar
yang digunakan adalah pola deduktif.

5. Menyajikan fakta

6
Karya tulis ilmiah merupakan karya tulis hasil penelitian sehingga gagasan
yang disajikan sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

6. Tidak Pleonastis

Kata-kata yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah tidak berbelit-belit


dan hemat kata serta tepat sasaran.

7. Menggunakan ragam bahasa formal

Bahasa yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah harus bahasa


Indonesia yang formal.

C. Jenis Karya Ilmiah

Menurut Arifin (2006:15), jenis karya ilmiah dibedakan menjadi karya ilmiah
pendidikan dan karya ilmiah penelitian,

1. Karya Ilmiah Pendidikan


a. Paper
Merupakan jenis tulisan hasil resume atau ringkasan yang bertujuan
untuk melatih mahasiswa agar mampu mengambil intisari dari suatu mata
kuliah atau ceramah yang disampaikan oleh dosen.

b. Praskripsi
Menurut Djuroto dan Supriadi (2002:24) praskripsi adalah karya tulis
ilmiah yang digunakan sebagai persyaratan untuk mendapat gelar
sarjana muda bagi mahasiswa jenjang akademik atau setingkat
Diploma 3.

c. Skripsi
Merupakan jenis karya tulis ilmiah yang dijadikan sebagai persyaratan
bagi mahasiswa jenjang S1 untuk mendapatkan gelarnya.

d. Tesis

7
Merupakan karya tulis ilmiah sebagai persyaratan untuk mendapat gelar
S2 dimana tujuan dari penulisan ini adalah untuk mensintesiskan ilmu
yang diperoleh dari perguruan tinggi guna memperluas khazanah ilmu
yang didapatkan dari bangku kuliah master.

e. Disertasi
Merupakan karya tulis yang mengemukakan suatu dalil dimana penulis
berpedoman pada data dan fakta akurat dengan analisis terinci. Penulis
disertasi akan mendapatkan gelar Doktor.

2. Karya Ilmiah Penelitian


Karya tulis yang termasuk karya ilmiah penelitian antara lain sebagai berikut:
a. Makalah seminar
b. Laporan hasil penelitian
c. Jurnal penelitian

D. Syarat Menulis Karya Ilmiah

1. Syarat Khusus

Di dalam Jurnal Pendidikan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:6)


dikemukakan bahwa persyaratan karya tulis ilmiah antara lain yaitu:

 Menyajikan fakta objektif secara sistematis.


 Ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan.
 Disusun secara sistematis setiap langkah direncanakan secara
terkendali, konseptual, dan prosedural.
 Menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan
yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.
 Mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian
berdasarkan suatu hipotesis.

8
 Mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing
pertanyaan yang bernada keraguan.

Hal-hal yang harus ada dalam karya ilmiah yaitu:

 Memuat gagasan ilmiah melalui pikiran dan alur pikiran yang dapat
dicerna oleh otak.
 Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-
unsur yang menyangganya. Dalam penulisan karya ilmiah terdapat
unsur-unsur penyangga suatu permasalahan yang diangkat berupa
landasan teori atau kerangka pikir.
 Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
 Terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang
tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
 Mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat
ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
 Terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan),
deskripsi (lukisan), dan argumentasi (alasan)

E. Sifat Karya Ilmiah

Menurut Khairur Rizal terdapat beberapa sifat karya ilmiah, antara lain yaitu sebagai
berikut:

 Mengacu pada teori sebagai landasan kerangka pikir atau acuan dalam
pembahasan.
 Berdasarkan fakta.
 Logis.
 Objektif.
 Sistematis.
 Sahih/Valid. Artinya isi karangan ilmiah sudah sah.
 Jelas. Yaitu setiap informasi diungkapkan secara gamblang dan jelas.
 Seksama. Yaitu dilakukan secara cermat, teliti, dan penuh kehati-hatian.

9
 Pokok bahasan diselesaikan secara tuntas.
 Bahasa yang digunakan bahasa baku.
 Penulisan sesuai dengan aturan standar (nasional/internasional)

F. Manfaat Karya Ilmiah


 Melatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif.
 Melatih kemampuan untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai.
 Mengenalkan kegiatan kepustakaan.
 Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis.
 Memperoleh kepuasan intelektual.
 Memperluas wawasan.

G. Teknik Penulisan Abstrak Karya Ilmiah

Abstrak yang merupakan intisari dari karya ilmiah sering dijadikan acuan oleh
pembaca untuk memilah karya ilmiah mana yang perlu dibacanya. Pada dasarnya,
sebuah abstrak pada jurnal internasional terdiri dari beberapa unsur yaitu : a) latar
belakang pentingnya karya ilmiah yang biasanya berisi permasalahan dan
bagaimana memecahkannya, b) tujuan penelitian, c) materi dan metode atau
prosedur penelitian, d) hasil, e) evaluasi hasil, f) kesimpulan. Tidak semua abstrak
mempunyai semua unsur tersebut di atas. Sementara, Adnan dan Zifirdaus (2005)
menemukan bahwa abstrak berisi empat tahapan, yaitu tahap 1 menciptakan ruanag
penelitian, tahap 2 menguraikan prosedur penelitian, tahap 3 merangkum hasil
penelitian dan tahap 4 mengevaluasi hasil penelitian. Tidak semua tahap ada dalam
setiap abstrak.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat abstrak antara lain: a.
Merupakan uraian singkat, cermat, dan menyeluruh, b. Tanpa komentar, c. Biasanya
terdapat pada awal karya ilmiah, d. Berisi sekitar 250 kata, e. Tanpa pergantian
paragraf, f. Hindari kalimat aktif, g. Hindari penulisan kepustakaan, singkatan,
ilustrasi, grafik dan tabel, h. Dicantumkan kata kunci antara 3-10 kata atau kelompok
kata” (Haryanto et al., melalui Santoso, 2014:48).

10
Teknik penulisan abstrak (Adnan dan Zifirdaus, 2005) dengan menggunakan metode
CARS (Create a Research Space).

1) Menciptakan ruang penelitian


Pada tahap ini ditulis tentang pentingnya topik dan posisi penelitian di antara
penelitian lain yang sejenis. Ada tiga langkah dalam tahap ini, yaitu :
A. Langkah pertama, menyatakan pentingnya penelitian/kajian yang
dibahas.
B. Langkah kedua, menunjukkan celah atau kekurangan dari penelitian-
penelitian terdahulu.
C. Langkah ketiga, menyatakan tujuan penelitian.
2) Menguraikan materi dan metode penelitian
3) Menguraikan secara ringkas pokok-pokok hasil penelitian
4) Membahas hasil penelitian
Pada tahap ini dibahas hasil penelitian, dibandingkan dengan hasil penelitian
lain, dan/atau menarik simpulan. Dalam tahap ini, hanya terdapat simpulan
hasil penelitian.

H. Tahap Penyusunan Karya Ilmiah

“Pada dasarnya, dalam penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap, yaitu (1)
persiapan, (2) pengumpulan data, (3) pengorganisasian dan pengonsepan, (4)
pemeriksaan/penyuntingan konsep, dan (5) penyajian/ pengetikan”(Arifin,2003:7).

Berikut ini adalah rincian tahap-tahap penyusunan karya ilmiah :

I. Tahap Persiapan
1. Pemilihan Topik/Masalah
Topik/masalah adalah pokok pembicaraan (Widyamartaya dan
Sudiati,1997:31; Sudarmoyo, 2000:11; Arifin, 2003:8). Arifin (2003:8)
menyampaikan hal-hal berikut yang patut dipertimbangkan dengan
saksama oleh penyusun karya ilmiah yaitu :
a) Topik yang dipilih harus berada di sekitar kita, baik di sekitar
pengalaman kita maupun di sekitar pengetahuan kita.

11
b) Topik yang dipilih harus topik yang paling menarik perhatian
kita.
c) Topik yang dipilih terpusat pada suatu segi lingkup yang
sempit dan terbatas.
d) Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang objektif.
e) Topik yang dipilih harus kita ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya,
walaupun serba sedikit. Artinya topik yang dipilih itu janganlah
terlalu baru bagi kita.
f) Topik yang dipilih harus memiliki sumber acuan, memiliki
bahan kepustakaan yang dapat memberikan informasi tentang
pokok masalah yang hendak ditulis.

2. Pembatasan Topik dan Penentuan Judul


Jika sudah dilakukan pembatasan topik, judul karya ilmiah
bukanlah hal yang sulit ditentukan karena pada dasarnya langkah-
langkah yang ditempuh dalam pembatasan topik sama saja dengan
langkah-langkah dalam penentuan judul. Perbedaannya adalah
pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah,
sedangkan penentuan judul dapat dilakukan sebelum atau sesudah
penulisan karya ilmiah.
Selain dengan pembatasan topik, menurut Arifin (2003:9)
penentuan judul karya ilmiah dapat ditempuh dengan melontarkan
pertanyaan-pertanyaan masalah apa, mengapa, bagaimana, di mana,
dan kapan.
Judul karya haruslah berbentuk frasa, bukan berbentuk
kalimat. Agar karya ilmiah dapat berpijak pada suatu masalh yang
terbatas dan ruang lingkup yang tidak terlalu mengambang, judul
karya ilmiah tersebut harus dibatasi lagi, misalnya dengan menyebut
suatu tempat. Adakalanya pembatasan judul dilakukan dengan
memberikan subjudul. Subjudul itu selain berfungsi membatasi judul
juga berfungsi sebagai penjelasan atau keterangan judul utama.

12
3. Pembatasan Kerangka Karya
Kerangka karya disebut juga ragangan (outline). Penyusun
karya ilmiah dapat membuat ragangan buram, yakni ragangan yang
hanya memuat pokok-pokok gagasan sebagai pecahan dari topik
yang sudah dibatasi, atau dapat juga membuat ragangan kerja, yaitu
ragangan yang sudah merupakan perluasan atau penjabaran dari
ragangan buram (Arifin,2003:15).
Penulis karya ilmiah harus menentukan dahulu judul bab dan
judul subbab sebelum menentukan kerangka karya. Judul bab dan
judul subbab itu merupakan pecahan masalah dari judul karya ilmiah
yang ditentukan.
Jika ragangan dianggap final, langkah berikutnya adalah
pembuatan rencana daftar isi karya ilmiah. Untuk membuat daftar isi
yang lengkap, analisis masalah yang hanya satu bab, dilengkapi
dengan tajuk prakata, daftar isi, daftar tabel (jika ada), daftar gambar
(jika ada), daftar lampiran (jika ada), dan bab pendahuluan. Bab 1
Pendahuluan itu terdiri atas latar belakang masalah, identifikasi
masalah, cakupan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan
kegunaan penelitian. Kemudian, pada bagian akhir daftar isi
dicantumkan tajuk bab simpulan dan saran, daftar pustaka, dan
lampiran (jika ada).

II. Pengumpulan Data

Langkah pertama yang harus ditempuh dalam pengumpulan data adalah mencari
informasi dari kepustakaan mengenai hal-hal yang ada relevansinya dengan judul
tulisan. Di samping pencarian informasi dari kepustakaan, penyusun juga dapat
memulai terjun ke lapangan. Data di lapangan dapat dikumpulkan melalui
pengamatan (observasi), wawancara, atau eksperimen (percobaan).

III. Pengorganisasian/Pengonsepan

13
Jika data sudah terkumpul, penyusun menyeleksi dan mengorganisasi data tersebut.
Penyusun harus menggolongkan data menurut jenis, sifat, atau bentuk. Penyusun
harus mengolah dan menganalisis data yang ada dengan teknik-teknik yang
ditentukan. Selanjutnya, penyusun dapat mulai mengonsep karya ilmiah itu dengan
urutan dalam ragangan yang ditetapkan.

IV. Pemeriksaan/Penyuntingan’

Sebelum mengetik koinsep, penyusun terlebih dahulu memeriksanya. Secara


ringkas, pemeriksaan konsep mencakupi pemeriksaan isi karya dan cara penyajian
karya, termasuk penyuntingan bahasa yang digunakan.

V. Pengetikan/Penyajian

Dalam mengetik naskah, penyusun hendaklah memperhatikan segi kerapian dan


kebersihan. Penyusun memperhatikan tata letak unsur-unsur yang tercantum dalam
kulit luar, unsur-unsur dalam halaman judul, unsur-unsur dalam daftar isi, dan unsur-
unsur dalam daftar pustaka.

BAB III

PENUTUP

a. Kesimpulan

Karya ilmiah adalah karya tulis yang memaparkan bahasan dari suatu penelitian
sekaligus pemecahan permasalahannya. Isi karya ilmiah dapat
dipertanggungjawabkan karena dapat dibuktikan dengan pengujian serta didukung
oleh teori, fakta dan bukti empirik. Karya ilmiah dibagi menjadi; karya ilmiah murni
yang dituliskan oleh para ilmuwan yang berdasarkan penelitian dan karya ilmiah
popular yang dituliskan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Sebuah karya ilmiah harus mengungkapkan sikap ingin tahu, kritis, terbuka, objektif
sikap rela menghargai pendapat orang lain, dan sikap mampu mempertahankan
kebenaran. Adapun karakteristik dari karya ilmiah sendiri adalah mengkaji fakta-

14
fakta, menyajikan definisi dari suatu permsalahan, cara menguraikan masalah, tata
penerapan teori, membahas, memecahkan, dan menyimpulkan masalah.

Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah, yaitu untuk menyampaikan gagasan,
memaparkan hasil penelitian, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan.
Karya ilmiah juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan menulis, dan
membaca untuk memperluas wawasan, dan memberi kepuasan intelektual.

b. saran

melalui makalah yang kami buat, diharapkan mahasiswa menjadi lebih teliti dalam
mengerjakan tugas karya ilmiah. Dan mampu membujuk pembaca untuk
menambah wawasan dengan menambah buku bacaan agar lebih memahami
tentang penulisan karya ilmiah.

Penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurnya karena masih terdapat
beberapa kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan
kepada pembaca agar memberikan kritikan dan saran yang bersifat membangun.

15
Daftar Pustaka

DaIman.Menulis Karya Ilmiah.Cetakan ke 2.Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2013.

Dwiloka, Bambang dan Rati Riana.Teknik Menulis Karya Ilmiah.Jakarta : PT Rineka


Cipta, 2005.

Urip, Santoso.Kiat Menulis Artikel Ilmiah.Cetakan ke I.Yogyakarta:Graha Ilmu, 2014.

16

Anda mungkin juga menyukai