Anda di halaman 1dari 2

Nama : Iqbal Abie Pramana

NIM : 031257296

TUGAS TUTORIAL KE-3


PROGRAM STUDI MANAJEMEN

Nama Mata Kuliah : Pemasaran Strategik


Kode Mata Kuliah : EKM4475
Jumlah sks : 3
Nama Pengembang : Eco Femiandini, SE., M.Si.
Nama Penelaah : Ramdhan Kurniawan, S.Tr.Par.,MM.
Status Pengembangan : Baru/Revisi* (coret yang tidak sesuai)
Tahun Pengembangan : 2019
Edisi Ke- : 1

Sumber
Skor
No Tugas Tutorial Tugas
Maksimal
Tutorial
1 Perusahaan-perusahaan raksasa saat ini banyak yang 100 Modul 8
merupakan pionir dibidangnya. Ada tiga pilihan strategi bagi
pionir: penetrasi pasar secara massal (mass-market
penetration), penetrasi ceruk pasar (niche penetration), atau
skimming dan keluar dari pasar dengan cepat (skimming and
early witdrawal).
GoJek merupakan suatu perusahaan pionir dibidang layanan
ojek online di Indonesia. Kemudian, Grab masuk Indonesia
pada tahun 2014. Meski setelah mengakuisisi Uber, Grab
menjadi terdepan di Asia Tenggara, namun posisinya masih
berada di bawah bayang-bayang GoJek untuk pasar
Indonesia.
1. Menurut pemahaman dan pandangan Anda, strategi apa
yang digunakan GoJek untuk bersaing dengan Grab di pasar
Indonesia? Jelaskan!
2.Dalam kasus persaingan GoJek dan Grab di Indonesia,
manakah yang lebih baik, pionir atau late entry?

NB: Carilah informasi dari berbagai sumber untuk


memudahkan Anda dalam menganalisa!

* coret yang tidak sesuai


Nama : Iqbal Abie Pramana
NIM : 031257296

1. Gojek menggunakan strategi penetrasi pasar secara massal guna menyaingi pemasaran dari
aplikasi GRAB. Hal tersebut terlihat dari beragamnya fitur yang dikeluarkan gojek guna
memanjakan pengguna. Mulai dari Go-Ride, Go-Pay, Go-Food, Go-Massage, Go-Clean, Go-
Med, Go-Send dan lain-lain. Dengan menambah fitur maka pangsa pasar/konsumen yang
disasar akan semakin luas. Sejalan dengan teori pemasaran yakni bauran produk, Gojek
menerapkan fasilitas kemudahan baik itu dalam segi akses aplikasi maupun memperbanyak
kerja sama dengan mitra Gojek. Hal tersebut guna memetrasi pasar dengan berbagai
kemudahan lewat aplikasi Gojek. Ditambah lagi strategi Gojek yang cukup masif demi menyaingi
GRAB adalah menambang fitur pembayaran Pay Later dengan Go-Pay. Hal ini dirasa perlu guna
menyasar konsumen kalangan menengah yang terbiasa melakukan aktivitas pengeluaran secara
kredit seperti layaknya kartu kredit. Sesuai dengan visi utama Gojek, yakni One Stop Service in
Just One Click.
2. Menurut saya dalam kasus persaingan Gojek dengan Grab ini, hendaknya Gojek mengambil
posisi late-entry saja. Mengingat masih banyaknya kekurangan dalam aplikasi pendahulunya
(pionir) yakni Grab dalam hal ini yang bisa dijadikan pelajaran dalam mengembangkan fitur
layanan di aplikasi Gojek. Dengan masuknya Gojek sebagai Late-entry juga berguna untuk
membaca strategi pemasaran dari Grab yang dirasa masih kurang/menjadi celah, tentu saja ini
bisa dijadikan opportunity/kesempatan bagi Gojek untuk memenuhi celah permintaan yang masih
kosong tersebut.

Anda mungkin juga menyukai