Anda di halaman 1dari 2

Medan-Intainews.

com:Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Forum Kantor Jasa


Penilai Publik (FKJPP) Sumatera (foto) bagian utara (Sumbagut) menggelar Seminar
Penilaian dan Tata ruang kepada seratusan Penilai Publik di Lantai 6, Gedung
Keuangan Negara (GKN), Jalan Pangeran Diponegoro No. 30 A, Medan, Senin 8
Oktober 2018.

Seminar memberikan pembekalan para penilai di Kota Medan terkait dengan


praktiknya sehari-hari yang sangat membutuhkan informasi tata ruang dan zonasi.
Hal tersebut dikatakan Ketua DPD MAPPI Sumbagut, Taslim kepada wartawan.
“Dengan seminar ini, ketika para penilai melakukan penilaian tentu tidak keliru.
Karena telah mendapatkan informasi tentang tata ruang dan zonasi,” katanya.

Ia juga menyebutkan di Kota Medan sangat sulit memperoleh akses informasi


tentang penilaian dan tata ruang bahkan sangat terbatas. Dengan adanya informasi
melalui seminar ini pihaknya menjadi sangat yakin dan pasti bahwa bangunan yang
dibangun, atau bangunan yang menjadi objek penilaian i sudah mengacu atau tidak
terhadap suatu peraturan.

“Apalagi penilaian yang untuk memanfaatkan keuangan negara, kalau keliru dalam
penilaian maka akan terjadi kerugian keuangan negara. Semakin kami mendapatkan
sokongan informasi seperti ini nilai yang kita keluarkan akan berkeadilan untuk
semua,” tegasnya.

Sementara, salah seorang narasumber, Hamid Yusuf dalam menjelaskan dalam


penilaian menentukan nilai suatu properti, pertimbangannya diantaranya adalah
pemanfaatan dari nilai tanah. Untuk apa tanah itu boleh digunakan.

“Tanah itu mau digunakan untuk apa, itu ditentukan oleh peraturan tata ruang. Jadi
bila tata ruang ini digunakan untuk sesuatu maka atas dasar itulah penilai
menentukan penilaiannya,” katanya.

Dikatakannya, Kota Medan sebelumnya memiliki peraturan tata ruang yang banyak
ditemukan kelalaian penilai dalam menjalankan tugasnya sebagai penilai. Temuaan
kelalaian yang sering terjadi yakni ditemukannya pembangunan rumah tidak sesuai
dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bahkan, ungkapnya, banyak juga ditemukan tidak ada IMB-nya. Sehingga jika itu
dipakai oleh penilai tanpa IMB, misalnya kredit macet, bangunan tersebut tidak bisa
dijual dan akan muncul masalah-masalah lain. *Inc-03

Medan-Intainews.com:Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Forum Kantor Jasa


Penilai Publik (FKJPP) Sumatera (foto) bagian utara (Sumbagut) menggelar Seminar
Penilaian dan Tata ruang kepada seratusan Penilai Publik di Lantai 6, Gedung
Keuangan Negara (GKN), Jalan Pangeran Diponegoro No. 30 A, Medan, Senin 8
Oktober 2018.

Seminar memberikan pembekalan para penilai di Kota Medan terkait dengan


praktiknya sehari-hari yang sangat membutuhkan informasi tata ruang dan zonasi.
Hal tersebut dikatakan Ketua DPD MAPPI Sumbagut, Taslim kepada wartawan.
“Dengan seminar ini, ketika para penilai melakukan penilaian tentu tidak keliru.
Karena telah mendapatkan informasi tentang tata ruang dan zonasi,” katanya.
Ia juga menyebutkan di Kota Medan sangat sulit memperoleh akses informasi
tentang penilaian dan tata ruang bahkan sangat terbatas. Dengan adanya informasi
melalui seminar ini pihaknya menjadi sangat yakin dan pasti bahwa bangunan yang
dibangun, atau bangunan yang menjadi objek penilaian i sudah mengacu atau tidak
terhadap suatu peraturan.

“Apalagi penilaian yang untuk memanfaatkan keuangan negara, kalau keliru dalam
penilaian maka akan terjadi kerugian keuangan negara. Semakin kami mendapatkan
sokongan informasi seperti ini nilai yang kita keluarkan akan berkeadilan untuk
semua,” tegasnya.

Sementara, salah seorang narasumber, Hamid Yusuf dalam menjelaskan dalam


penilaian menentukan nilai suatu properti, pertimbangannya diantaranya adalah
pemanfaatan dari nilai tanah. Untuk apa tanah itu boleh digunakan.

“Tanah itu mau digunakan untuk apa, itu ditentukan oleh peraturan tata ruang. Jadi
bila tata ruang ini digunakan untuk sesuatu maka atas dasar itulah penilai
menentukan penilaiannya,” katanya.

Dikatakannya, Kota Medan sebelumnya memiliki peraturan tata ruang yang banyak
ditemukan kelalaian penilai dalam menjalankan tugasnya sebagai penilai. Temuaan
kelalaian yang sering terjadi yakni ditemukannya pembangunan rumah tidak sesuai
dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bahkan, ungkapnya, banyak juga ditemukan tidak ada IMB-nya. Sehingga jika itu
dipakai oleh penilai tanpa IMB, misalnya kredit macet, bangunan tersebut tidak bisa
dijual dan akan muncul masalah-masalah lain. *Inc-03