Anda di halaman 1dari 4

D.

Alat dan Bahan

Alat: Bahan:

1. Mikroskop stereo 1. Kloroform


2. Kantong plastik
2. Jaring serangga
3. Kumbang
3. Jarum pentul 4. Kepik
4. Pinset

5. Cawan petri

E. Prosedur Kerja

Ditangkap serangga bahan, lalu dimasukkan dalam kantong plastik kemudian diberi kapas
yang telah diberi kloroform.

Diamati ciri morfologi morfologi umum yang dimiliki serangga Coleoptera

Diamati dan digambar tipe antena, mata majemuk dan tunggal, tipe mulut, thorax bagian
dorsal, thorax bagian ventral, abdomen, sayap, dan kaki
E. HASIL
NO. GAMBAR KETERANGAN

1. Lady bug 1. Kepala


4
2. Antena
5 3. Pronotum
6 4. Thoraks
5. Abdomen
6. Scutelum
8
7. Elytra (sayap
7
1 pelindung)
8. Sayap
9
9. Cerci
10
10. Kaki
3
Tipe mulut: Penghisap
2
Tipe kaki: Ambulatorial
Tipe antena: Gada
(Sumber: Dokumen Pribadi)

(Sumber: Hidayat, 2004)


2. Kepik Daun 1. Antena
2. Kepala
3. Thorax
1 4. Abdomen
5. Kaki
2
6. Cerci
3
7. Scutelum

4 8. Cerci
9. Mata
10. Pronotum

5 Tipe mulut: Penghisap


6
Tipe kaki: Ambulatorial
8 Tipe antena: Lamellate

10

(Sumber: Dokumen Pribadi)

(Sumber: Hidayat, 2004)


G. Analisis Data
Berdasarkan hasil pengamatan morfologi serangga menggunakan mikroskop stereo di
Laboratorium Ekologi, Jurusan Biologi, Universitas Negeri Malang, didapatkan struktur
morfologi yang jelas dari 2 macam serangga yang diamati yakni ladybug dan kepik daun.
Berdasarkan 2 serangga tersebut, memiliki persamaan dan perbedaan sehingga dapat
digolongkan pada 3 macam tipe yakni tipe mulut antena, dan kaki. Kedua serangga ordo
coleoptera yang ditemukan memiliki persamaan yakni pada tipe mulut penghisap dan tipe
kaki yakni tipe ambulatorial, dan memiliki perbedaan pada tipe antena yang berbeda yakni
pada tipe antena ladybug bertipe gada sedangkan pada kepik daun bertpe lamellate.

DISKUSI
2. Ladybug, kepik, seperti serangga lainnya memiliki 3 pasang kaki. Sepasang kaki terdapat
di bagian prothorax, metathorax dan mesothorax. Kaki tersegmentasi dalam enam bagian
yaitu coxae, trochantin, femur, shin (tibia) dan tarsus dan claw (cakar). Pernyataan Elviana
(2015) bahwa, “Coxae adalah artikulasi, penancapan kaki dengan kuat ke dalam toraks,
melepaskan gerakan ke depan dan ke belakang. Trochantin menempel pada coxae dan
seringkali hampir tidak terlihat. Segmen selanjutnya adalah paha, juga disebut femur. Pada
ujung apikal femur, terdapat shin (tibia). Segmen terakhir disebut kaki (tarsus) dan terdiri
dari 2-5, kebanyakan 4-5 bagian. Disertai dengan bagian claw (cakar) yang terletak paling
akhir. Adapun ciri khusus pada kaki ordo coleoptera yang memiliki rambut halus dibagian
kaki dan beruas sesuai dengan tipe kakinya yang berfungsi untuk berjalan yakni
ambulatorial.

DAFPUS

Elviana, Vivin. 2015. Identifikasi Morfologi Hewan Filum Arthropoda. Jember: IAIN Jember
Hidayat. 2004. Dasar-dasar Entomologi. Bandung: IMSTEP.