Anda di halaman 1dari 2

Peranan anggota keluarga dalam pengambilan keputusan pembelian konsumen:

Keluarga adalah lingkungan mikro, yaitu lingkungan yang paling dekatdengan


konsumen. Alasan utama mempelajari keluarga dalam pengambilan keputusan adalah
berbagai macam produk dan jasa dibeli oleh beberapa orang konsumen yang
mengatasnamakan sebuah keluarga. Selain itu, pengambilan keputusan pembelian suatu
produk dan jasa tersebut dipengaruhi oleh anggota keluarga lain atau diputuskan oleh
beberapa anggota keluarga atau diputuskan bersama oleh semua anggota keluarga.
Keputusan konsumsi keluarga melibatkan setidaknya ada beberapa peranan yang
dapat didefinisikan. Peranan-peranan ini mungkin dipegang oleh suami, istri, anak, atau
anggota lain dalam rumah tangga. Peranan ganda atau aktor ganda adalah normal.
Berikut adalah peran anggota keluarga dalam pengambilan keputusan pembelian:
1) Inisiator (initiator), seorang anggota keluarga yang memiliki ide atau gagasan untuk
membeli atau mengonsumsi suatu produk. la memberikan informasi kepada anggota
keluarga untuk dipertimbangkan dan untuk memudahkan dalam mengambil
keputusan. Ilustrasi: Budi memberi ide kepada Ayahnya untuk membeli Sepeda
Motor untuk memudahkan ayahnya jika ingin pergi ke warung. Dalam hal ini, Budi
berperan sebagai initiator.
2) Pemberi pengaruh (influencer), seorang anggota keluarga yang selalu diminta
pendapatnya mengenai suatu produk atau merek yang akan dibeli dan dikonsumsi.
Ilustrasi: Budi dan Andi (Kakaknya Budi) selalu meminta pendapat Ibunya jika mereka
ingin membeli buah dan sayuran di pasar. Dalam hal ini, Ibu berperan sebagai
influencer.
3) Penyaring informasi (gate keeper), seorang anggota keluarga yang menyaring semua
informasi yang masuk ke dalam keluarga tersebut. Ilustrasi: Budi ingin membeli
minuman kesehatan di mini market “Serba Ada” di dekat rumahnya, Andi memberi
informasi bahwa beberapa merek minuman kesehatan belum mendapat logo halal dari
MUI dan akan ditarik dari peredaran, sehingga Budi mengurungkan niatnya untuk
membeli minuman kesehatan di mini market tersebut, dan pindah ke toko lain. Dalam
hal ini, Andi berperan sebagai gate keeper.
4) Pengambil keputusan (decider), seorang anggota keluarga yang memiliki wewenang
untuk memutuskan apakah membeli suatu produk atau suatu merck. Ilustrasi: Budi
meminta kepada Ayahnya untuk dibelikan Sepeda Motor merek Honda Vario atau
Yamaha Mio. Dalam hal ini, Ayah berperan sebagai decider untuk membelikan atau
tidak dan merek mana yang dipilih.
5) Pembeli (buyer), seorang anggota keluarga yang membeli suatu produk atau yang
diberi tugas untuk melakukan pembelian produk. Ilustrasi: Ayah menyuruh Andi untuk
membelikan Ayahnya rokok di warung sebelah. Dalam hal ini, Andi berperan sebagai
buyer.
6) Pengguna (user), seorang anggota keluarga yang menggunakan atau mengonsumsi
suatu produk dan jasa. Ilustrasi: Ibu membeli telur di warung sebelah, tetapi karena
tidak ada kembalian tunai, maka kembaliannya adalah berupa rokok. Telur dapat
dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga, artinya user dari telur adalah seluruh
anggota keluarga, sedangkan user dari rokok adalah Ayah.

1. Peranan teknologi dalam mengoptimalkan capaian target pemasaran dengan


memahami perilaku konsumen:
Perkembangan teknologi dan informasi di era digital yang begitu cepat ini sangat
mempengaruhi perilaku konsumen. Teknologi telah membuat segalanya lebih mudah,
karena konsumen ingin serba mudah, praktis dan efisien, baik dalam hal mengonsumsi
produk maupun memilih layanan atau jasa. Momentum inilah yang harus dimanfaatkan
oleh para pelaku bisnis untuk mengoptimalkan capaian target pemasaran. Sebagai
contoh, dalam hal ticketing pesawat, hotel dll, beberapa perusahaan start up seperti
Traveloka, Tiket.com, Pegipegi.com, telah memanfaatkan momentum ini dengan
membuat aplikasi pemesanan ticket online untuk menjawab keinginan dan kebutuhan
konsumen yaitu kemudahan, praktis dan efisien.
Selain itu, dalam bidang perbankan, hampir semua perbankan telah membuat
aplikasi online untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi dan langkah ini dinilai
sangat efektif dalam mengoptimalkan capaian target pemasaran, antara lain peningkatan
transaksi, penambahan jumlah nasabah (user) dan peningkatan fee based income.