Anda di halaman 1dari 5

YAYASAN ALKHAIRAAT

SAYYID IDRUS BIN SALIM ALDJUFRIE


RUMAH SAKIT UMUM SIS ALDJUFRIE
PALU – SULAWESI TENGAH
JL. SIS - ALJUFRI NO. 72 PALU  (0451) 456925 – 426575

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


TENTANG PELATIHAN GAWAT DARURAT (TRIASE)
RSU SIS ALDJUFRIE
PALU, 30 NOVEMBER 2019

a. Pendahuluan
Pelayanan kesehatan adalah upaya yang diselenggarakan oleh suatu organisasi
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit
serta memulihkan kesehatan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Pelayanan
kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap
pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk,
serta yang penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi
yang telah ditetapkan.
Pelayanan gawat darurat merupakan pelayanan yang dapat memberikan tindakan
yang cepat dan tepat pada seorang atau kelompok orang agar dapat meminimalkan angka
kematian dan mencegah terjadinya kecacatan yang tidak perlu. Upaya peningkatan gawat
darurat ditujukan untuk menunjang pelayanan dasar, sehingga dapat menanggulangi
pasien gawat darurat baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaaan bencana.

b. Latar belakang
Dengan semakin meningkatnya jumlah penderita gawat darurat, maka diperlukan
peningkatan pelayanan gawat darurat baik yang diselenggarakan ditempat kejadian,
selama perjalanan ke fasilitas pelayanan kesehatan maupun di fasilitas pelayanan
kesehatan.

c. Tujuan umum dan tujuan khusus


Tujuan umum
Meningkatkan pelayanan masyarakat dengan meningkatkan ketrampilan petugas UGD

Tujuan khusus
Meningkatkan kemampuan petugas di ruang gawat darurat (ruang tindakan)

d. Metode Pelaksanaan
Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu :
a. Ceramah Singkat dan Tanya Jawab
b. Simulasi Triase

e. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan


Ruang lingkup pelayanan ruang Gawat Darurat meliputi :
1. Pasien dengan kasus True Emergency yaitu pasien yang tiba – tiba berada dalam
keadaan gawat darurat atau akan menjadi gawat dan terancam nyawanya atau
anggota badannya (akan menjadi cacat) bila tidak mendapat pertolonngan
secepatnya.
2. Pasien dengan kasus False Emergency yaitu pasien dengan :
1
YAYASAN ALKHAIRAAT
SAYYID IDRUS BIN SALIM ALDJUFRIE
RUMAH SAKIT UMUM SIS ALDJUFRIE
PALU – SULAWESI TENGAH
JL. SIS - ALJUFRI NO. 72 PALU  (0451) 456925 – 426575

 Keadaan gawat tetapi tidak memerlukan tindakan darurat


 Keadaan gawat tetapi tidak mengancam nyawa dan anggota badannya
 Keadaan tidak gawat dan tidak darurat

f. Cara melaksanakan kegiatan


1. Ruang Gawat Darurat
Adalah unit pelayanan di rumah sakit yang memberikan pelayanan pertama pada pasien
dengan ancaman kematian dan kecacatan secara terpadu dengan melibatkan berbagai
multidisiplin.

2. Triase
Adalah pengelompokan korban yang berdasarkan atas berat ringannya trauma/
penyakit serta kecepatan penanganan / pemindahannya.

3. Prioritas
Adalah penentuan mana yang harus didahulukan mengenai penanganan dan pemindahan
yang mengacu tingkat ancaman jiwa yang timbul.

4. Survey Primer
Adalah deteksi cepat dan koreksi segera terhadap kondisi yang mengancam jiwa.

5. Survey Sekunder
Adalah melengkapi survei primer dengan mencari perubahan – perubahan anatomi yang
akan berkembang menjadi semakin parah dan memperberat perubahan fungsi vital yang
ada berakhir dengan mengancam jiwa bila tidak segera diatasi.

6. Pasien Gawat darurat


Pasien yang tiba-tiba berada dalam keadaan gawat atau akan menjadi gawat dan terancam
nyawanya atau anggota badannya ( akan menjadi cacat ) bila tidak mendapat pertolongan
secepatnya.

7. Pasien Gawat Tidak Darurat


Pasien berada dalam keadaan gawat tetapi tidak memerlukan tindakan darurat misalnya
kanker stadium lanjut.

8. Pasien Darurat Tidak Gawat


Pasien akibat musibah yang datang tiba – tiba tetapi tidak mengancam nyawa dan
anggota badannya, misalnya luka sayat dangkal.

9. Pasien Tidak Gawat Tidak Darurat


Misalnya pasien dengan ulcus, TBC kulit , dan sebagainya.

10. Kecelakaan (Accident)

2
YAYASAN ALKHAIRAAT
SAYYID IDRUS BIN SALIM ALDJUFRIE
RUMAH SAKIT UMUM SIS ALDJUFRIE
PALU – SULAWESI TENGAH
JL. SIS - ALJUFRI NO. 72 PALU  (0451) 456925 – 426575

Suatu kejadian dimana terjadi interaksi berbagai faktor yang datangnya mendadak, tidak
dikehendaki sehingga menimbulkan cedera fisik, mental dan sosial.
Kecelakaan dan cedera dapat diklasifikasikan menurut :
1. Tempat kejadian :
 Kecelakaan lalulintas
 Kecelakaan di lingkungan rumahtangga
 Kecelakaan di lingkungan pekerjaan
 Kecelakaan di sekolah
 Kecelakaan di tempat – tempat umum lain sepertihalnya
:tempat rekreasi, perbelanjaan, di area olah raga, dan lain – lain.
2. Mekanisme kejadian
Tertumbuk, jatuh, terpotong, tersedak oleh benda asing, tersengat, terbakar baik
karena efek kimia, fisik maupun listrik atau radiasi.
3. Waktu kejadian
a. Waktu perjalanan ( travelling / transport time )
b. Waktu bekerja, waktu sekolah, waktu bermain dan lain – lain.

11. Cidera
Masalah kesehatan yang didapat / dialami sebagai akibat kecelakaan.

12. Bencana
Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam dan atau manusia yang
mengakibatkan korban dan penderitaaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan
lingkungan, kerusakan sarana dan prasarana umum serta menimbulkan gangguan
terhadap tata kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional yang memerlukan
pertolongan dan bantuan.

Kematian dapat terjadi bila seseorang mengalami kerusakan atau kegagalan dari salah
satu system / organ di bawah ini, yaitu :
1. Susunan saraf pusat
2. Respirasi
3. Kardiovaskuler
4. Hati
5. Ginjal
6. Pancreas

Kegagalan ( kerusakan ) System / organ tersebut dapat disebabkan oleh :


1. Trauma / cedera
2. Infeksi
3. Keracunan( poisoning )
4. Degerenerasi( failure)
5. Asfiksi

3
YAYASAN ALKHAIRAAT
SAYYID IDRUS BIN SALIM ALDJUFRIE
RUMAH SAKIT UMUM SIS ALDJUFRIE
PALU – SULAWESI TENGAH
JL. SIS - ALJUFRI NO. 72 PALU  (0451) 456925 – 426575

6. Kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar( excessive loss of water and
electrolit )
7. Dan lain-lain.

Kegagalan sistem susunan saraf pusat, kardiovaskuler, pernapasan dan


hipoglikemia
dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat, sedangkan kegagalan sistem/organ
yang lain dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang lama.
Dengan demikian keberhasilan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat
(PPGD) dalam mencegah kematian dan cacat ditentukan oleh :
1. Kecepatan menemukan penderita gawat darurat
2. Kecepatan dan kualitas pertolongan yang diberikan
a. Ditempat kejadian
b. Dalam perjalanan ke rumahsakit
Pertolongan selanjutnya lebih advice di rumah sakit

g. Tema Kegiatan
“Meningkatkan Kemampuan dan Kualitas Triase di RSU Sis Aldjufrie

h. Peserta
Kegiatan ini diikuti oleh Tenaga Perawat, Bidan dan dokter umum yang bertugas di RSU
SIS Aldjufrie Palu dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.

i. Materi
Adapun materi yang dibawakan dalam pelatihan ini terdiri atas :
a. Pengantar panduan Triase
b. Stabilisasi pasien
c. Simulasi Triase

j. Narasumber
Narasumber pada kegiatan pelatihan ini yaitu dr. ihklas, Sp.B Selaku Ketua Komite RSU
Sia Aldjufrie.

k. Tempat dan Waktu


Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 13 Desember 2019
Pukul : 10.00 wita – selesai
Tempat : Ruang Pertemuan RSU SIS Aldjufrie
Peserta : Dokter umum, Perawat, dan Bidan

l. Susunan kepanitiaan
Ketua :A

4
YAYASAN ALKHAIRAAT
SAYYID IDRUS BIN SALIM ALDJUFRIE
RUMAH SAKIT UMUM SIS ALDJUFRIE
PALU – SULAWESI TENGAH
JL. SIS - ALJUFRI NO. 72 PALU  (0451) 456925 – 426575
Sekretaris :B
Bendahara :C
Koordinator Seksi Acara :D
Koordinator Seksi Konsumsi :E
Koordinator Seksi Humas & Perlengkapan :F
Seksi Dokumentasi : G ???

m. Biaya
Pelatihan ini sepenuhnya menggunakan sumber dana dari RSU SIS Aldjufrie Palu Tahun Anggaran
2019.

n. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat. Semoga kegiatan ini dapat terlaksana sebagaimana yang
kita harapkan.

Palu, 30 November 2019


RSU SIS ALDJUFRIE PALU
Ketua Panitia DIREKTUR

A. Usharini, S.Si., Apt dr. Syahrir Abdurrasyid, Sp.OG