Anda di halaman 1dari 20

Tes Proyeksi:

SAKS SENTENCE COMPLETION TEST (SSCT)

I. Teori Tes Proyeksi


Menurut Sadli (dalam koenjaraningrat, 1994; 220-221) proyeksi adalah
istilah yang sering digunakan dalam psikologi klinis maupun psikologi sosial.
Secara historis istilah projection berasal dari aliran psikoanalisa dan untuk
pertama kalinya diperkenalkan oleh Sigmund freud pada tahun 1894 dalam
karangannya yang berjudul The Anxiety neurosis. Di situ dikatakan:

“the psycho develops the neurosis when it feels it selfuniqual to the


task of mastering (sexual) excitation arising endogenously. That is to
say, it acts as if it had projectedthis excitation into the outer world.”

Jiwa seseorang akan menghasilkan suatu kecemasan neurotis ketika


situasinya tidak sama dengan rangsangan seksual yang muncul dari dalam.
Dapat dikatakan bahwa jiwa akan bertindak jika telah ada proyeksi dari
rangsang-rangsang itu kedunia luar. Selanjutnya pada tahun 1896 dalam
bukunya On the Defense Neuropsychoses, freud mengatakan bahwa proyeksi
adalah proses dimana seseorang menganggap bahwa dorngan-dorongan,
perasaan-perasaan dan sentiment-sentimen diri sendiri disebabkan karena
orang lain atau karena keadaan dunia luar. Dalam pengertian ini, maka
proyeksi adalah suatu defensive yang memungkinkan orang yang
bersangkutan untuk tidak sadar akan gejala-gejala yang kurang diingini.
Berdasarkan konsep ini, Heal, Bronner dan bowers memberikan definisi
proyeksi sebagai berikut:

…..a defensive process under the sway of the pleasure principle


whereby the ego thrustsforth on the external world unconsciousness
wishes and ideas which, if allowed to penetrate into consciousness,
would be paintful to the ego.”

1
Suatu proses pertahanan dibawah kendali dari prinsip kenikmatan
dengan cara ego mendorong seterusnya ke dunia luar keinginan-keinginan dan
ide-ide tidak sadar, yang dibiarkan masuk kealam kesadaran justru akan
menyiksa ego. Selanjutnya dikatakan oleh sadli (dalam koentjaraningrat
1994;221) bahwa diantara berbagai bentuk proses defensive (seperti represi,
regresi reaksi formasi dan lain-lain), proyeksi dianggap sebagai salah satu
proses defensive yang utama, sementara para ahli lain beranggapan bahwa
proyeksi justru merupakan kosep psikoanalisa yang dianggap kurang
mendapat perhatian.

II. Pengertian SSCT ( Saks Sentence Completion Test )

SSCT (Saks Sentence Completion Test) adalah suatu teknik proyeksi


yang digunakan untuk mengungkap dinamika kepribadian, yang dapat
menampakkan diri individu dalam hubungan interpersonal dan dalam
interpretasi terhadap lingkungan. Tes ini dibuat oleh Joseph M. Sacks, Sidney
Levy dan beberapa psikolog lainnya dari New York Veterans Administration
Mental Hygiene Service. Tes ini berbentuk kalimat-kalimat tidak sempurna
yang harus dilengkapi oleh testee sehingga menjadi kalimat yang utuh (teknik
proyektif: Completion task). Kalimat-kalimat tidak sempurna (incomplete
sentences) dapat merangsang seseorang untuk memproyeksikan keadaan atau
isi psikisnya sesuai dengan rangsang yang terdapat atau berkaitan dengan isi
kalimat tersebut (aufferderungs character). Tes ini biasanya digunakan untuk
orang dewasa dan bertujuan untuk mengetahui individu adjustment & struktur
kepribadian. Isi kalimat-kalimat tersebut berkaitan dengan area-area masalah
kepribadian yang meliputi sikap individu terhadap 4 area individual
adjustment; penyesuaian dalam bidang:

1. Keluarga (serangkaian sikap terhadap ibu, ayah dan unit keluarga)


2. Seks (sikap terhadap wanita dan hubungan antar lawan jenis atau
heteroseksual)

2
3. Hubungan Interpersonal (sikap terhadap teman & kenalan, atasan atau
bawahan, dan sejawat di sekolah, kantor atau di tempat kuliah)
4. Konsep diri (ketakutan, perasaan bersalah, sikap seseorang terhadap
kemampuannya, terhadap masa lalu, masa depan, cita-cita/tujuan hidup).

Asesmen kepribadian melalui proyeksi sikap individu terhadap


masalah tersebut akan diperoleh:

1. Gambaran sikap individu terhadap hal-hal yang penting yang berkaitan


dengan adjustment dirinya (hubungan masing-masing daerah sikap).
2. Gambaran keadaan psikis dalm dirinya atau kepribadiannya (kemampuan
berfikir terhadap realita, keadaan emosi, cara menyelesaikan konflik, dll)
3. Gambaran konflik atau masalah-masalah yang dialami menyangkut
penyesuaian diri (individual Adjustment).
4. Dalam kaca mata klinis dapat menampakkan suatu gangguan sehingga tes
ini bermanfaat untuk terapi.
5. SSCT dapat digunakan sebagai bahan awal untuk suatu wawancara
eksploratif lebih dalam, karena jika waktunya cukup kita bisa menanyakan
per item
6. Konstruksi tes ini terdiri dari 60 item

III. Dasar Pemikiran SSCT ( Saks Sentence Completion Test )


1. Termasuk dalam tes proyektif.
2. SSCT terdiri dari sejumlah kalimat tidak lengkap yang disajikan untuk
dilengkapi.
3. Biasanya bukan merupakan tes standar dan tidak diperlakukan secara
kuantitatif.
4. Penting sebagai bahan pertimbangan dalam situasi klinis.
5. Asumsi: respon individu terhadap stimulus yang ambigu merupakan
proyeksi dari hal-hal yang ada dalam ketidaksadaran.

3
IV. Prosedur Pelaksanaan SSCT
Dalam melaksanakan Tes SSCT (Sacks Sentences Completion Test)
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Dapat dilakukan secara individu atau kelompok.
2. Biasanya berlangsung antara 20-40 menit tapi untuk klinis normal 1 jam
juga kasikal biasanya 1 jam.
3. Jawaban dari item harus merupakan jawaban yang spontan.
4. Jika ada item yang tidak dijawab atau dianggap sukar, maka lompati saja
namun jangan lupa untuk memberi tanda.
5. Semua respon tidak ada yang salah.
6. Dapat dilakukan inquiry atau menanyakan lebih lanjut tentang jawaban
subjek yang kurang jelas..
7. Kadang-kadang testee menggunakan tes SSCT sebagai ventilasi untuk
katarsis yaitu mengungkapkan hal-hal yang sukar diungkap secara oral.

V. Interpretasi Skor
Untuk mengetahui derajat permasalahan, digunakan penilaian
kuantitatif (judgement):
a) 2: sangat terganggu (membutuhkan pertolongan untuk mengolah konflik).
b) 1: agak terganggu (masih dapat menyelesaikan konflik tanpa bantuan
luar).
c) 0: tidak ada tanda-tanda gangguan dalam daerah sikap tersebut.
d) X: tidak diketahui atau kurang cukup bukti adanya gangguan dalam daerah
sikap tersebut.

VI. Daerah sikap dan Itemnya


1. Keluarga:
1) Sikap terhadap ibu, terdapat pada nomor:
14. Ibu saya. . .
29. Ibu saya dan saya. . .

4
44. Saya berpikir bahwa kebanyakan ibu. . .
59. Saya suka ibu saya tapi. . .
2) Sikap terhadap ayah terdapat pada nomor:
1. Saya merasa bahwa ayah saya jarang. . .
16. Seandainya ayah saya hanya. . .
31. Saya berharap ayah saya. . .
46. Saya merasa bahwa ayah saya. . .
3) Sikap terhadap unit keluarga terdapat pada nomor:
12. Dibandingkan dengan kebanyakan keluarga, keluarga saya. . .
27. Keluarga saya memperlakukan saya seperti. . .
42. Sebagian besar keluarga yang saya tahu. . .
57. Ketika saya masih kecil, keluarga saya. . .

2. Seks:
1) Sikap terhadap wanita terdapat pada nomor:
10. Pemikiran saya tentang wanita yang sempurna. . .
25. Saya pikir sebagian besar anak perempuan. . .
40. Saya percaya sebagian besar wanita. . .
55 pa yang kurang saya sukai dari wanita. . .
2) Sikap terhadap heteroseks terdapat pada nomor:
11. Ketika saya melihat seorang pria dan seorang wanita bersama-
sama…
26. Perasaan saya tentang kehidupan pernikahan adalah. . .
41. Jika saya memiliki hubungan seks. . .
56. kehidupan seks saya. . .

3. Hubungan Interpersonal:
1) Sikap terhadap teman dan kenalan terdapat pada nomor:
8. Saya merasa bahwa sahabat sejati. . .
23. Saya tidak suka orang-orang yang. . .
38. Orang-orang yang paling saya sukai. . .

5
53. Ketika saya tidak ada, teman-teman saya. . .
2) Sikap terhadap atasan terdapat pada nomor:
6. Orang-orang terhadap saya. . .
21. Di sekolah, guru saya. . .
36. Ketika saya melihat bos datang. . .
51. Orang yang saya anggap lebih unggul dari saya. . .
3) Sikap yang harus diawasi atau bawahan terdapat pada nomor:
4. Jika saya mampu dalam. . .
19. Jika orang bekerja untuk saya. . .
34. Orang yang bekerja untuk saya. . .
48. Dalam memberikan perintah kepada orang lain, saya. . .
4) Sikap terhadap teman sejawat terdapat pada nomor:
13. Di tempat kerja, saya bisa mendapatkan yang terbaik dengan. . .
28. Mereka yang bekerja dengan saya adalah. . .
43. Saya suka bekerja dengan orang-orang yang. . .
58. Orang yang bekerja dengan saya biasanya. . .

4. Kondisi diri:
1) Sikap terhadap perasaan ketakutan terdapat pada nomor:
7. Saya tahu itu konyol tapi saya takut untuk. . .
22.Sebagian besar teman-teman saya tidak tahu bahwa saya takut
terhadap. . . . .
37. Saya berharap saya dapat mengalahkan rasa takut terhadap. . .
52. Ketakutan saya kadang-kadang memaksa saya untuk. . .
2) Sikap terhadap perasaan bersalah terdapat pada nomor:
15. Saya akan melakukan apa saja untuk melupakan waktu ketika
saya…
30. Kesalahan terbesar saya adalah. . .
45. Ketika saya masih muda, saya merasa bersalah apabila. . .
60. Hal terburuk yang pernah saya lakukan. . .
3) Sikap terhadap kemampuan diri sendiri terdapat pada nomor:

6
2. Ketika rintangan menentang saya. . .
17. Saya percaya bahwa saya memiliki kemampuan untuk. . .
32. Kelemahan terbesar saya adalah. . .
47. Ketika keberuntungan berbalik melawan saya. . .
4) Sikap terhadap masa lalu terdapat pada nomor:
9. Ketika saya masih anak-anak. . .
24. Sebelum perang, saya. . .
39. Jika saya kembali muda lagi. . .
54. Kenangan masa kecil saya yang paling jelas. . .
5) Sikap terhadap masa depan terdapat pada nomor:
5. Bagi saya masa depan terlihat. . .
20. Saya berharap untuk. . .
35. Suatu hari saya. . .
50. Ketika saya lebih tua. . .
6) Sikap terhadap cita-cita (tujuan hidup) terdapat pada nomor:
3. Saya selalu ingin. . .
18. Saya benar-benar bahagia jika. . .
33. Ambisi rahasia dalam hidup saya . . .
49. Apa yang saya inginkan yang terbaik dari kehidupan. . .

7
Lampiran 1.

Contoh Soal SSCT

Waktu Mulai:
Waktu Selesai:
Nama:
Jenis kelamin :
Umur:
Tanggal :

Petunjuk: Dibawah ini terdapat enam puluh bagian kalimat yang harus
dilengkapi. Bacalah masing-masing dan selesaikan dengan menuliskan hal
pertama yang muncul dalam pikiran Anda. kerjakan secepat yang Anda bisa. Jika
Anda tidak dapat menyelesaikan salah satu item, lingkari nomornya dan kerjakan
kembali nanti.

1. Saya merasa bahwa ayah saya jarang. . .


2. Ketika rintangan menentang saya. . .
3. Saya selalu ingin. . .
4. Jika saya mampu dalam. . .
5. Bagi saya masa depan terlihat. . .
6. Orang-orang terhadap saya. . .
7. Saya tahu itu konyol tapi saya takut untuk. . .
8. Saya merasa bahwa sahabat sejati. . .
9. Ketika saya masih anak-anak. . .
10. Pemikiran saya tentang wanita yang sempurna. . .
11. Ketika saya melihat seorang pria dan seorang wanita bersama-sama. . .
12. Dibandingkan dengan kebanyakan keluarga, keluarga saya. . .
13. Di tempat kerja, saya bisa mendapatkan yang terbaik dengan. . .
14. Ibu saya . . .

8
15. Saya akan melakukan apa saja untuk melupakan waktu ketika saya. . .
16. Seandainya ayah saya hanya. . .
17. Saya percaya bahwa saya memiliki kemampuan untuk. . .
18. Saya bisa benar-benar bahagia jika. . .
19. Jika orang bekerja untuk saya. . .
20. Saya berharap untuk. . .
21, Di sekolah, guru saya. . .
22. Sebagian besar teman saya tidak tahu bahwa saya takut terhadap. . .
23. Saya tidak suka orang yang. . .
24. Sebelum perang, saya. . .
25. Saya pikir sebagian besar anak perempuan. . .
26. Perasaan saya tentang kehidupan pernikahan adalah. . .
27. Keluarga saya memperlakukan saya seperti. . .
28. Mereka yang bekerja dengan saya adalah. . .
29. Ibu saya dan saya. . .
30. Kesalahan terbesar yang pernah saya lakukan adalah. . .
31. Saya berharap ayah saya. . .
32. Kelemahan terbesar saya adalah. . .
33. Ambisi rahasia dalam hidup saya . . .
34. Orang-orang yang bekerja untuk saya. . .
35. Suatu hari saya. . .
36. Ketika saya melihat bos datang. . .
37. Saya berharap saya dapat mengalahkan rasa takut terhadap. . .
38. Orang-orang yang paling saya sukai. . .
39. Jika saya kembali muda. . .
40. Saya percaya sebagian besar wanita. . .
41. Jika saya memiliki hubungan seks. . .
42. Sebagian besar keluarga yang saya tahu. . .
43. Saya senang bekerja dengan orang-orang yang. . .
44. Saya berpikir bahwa kebanyakan ibu. . .
45. Ketika saya masih muda, saya merasa bersalah apabila. . .

9
46. Saya merasa bahwa ayah saya. . .
47. Ketika keberuntungan berbalik melawan saya. . .
48. Dalam memberikan perintah kepada orang lain, saya. . .
49. Apa yang saya inginkan yang terbaik dari kehidupan. . .
50. Ketika saya lebih tua. . .
51. Orang yang saya anggap lebih unggul dari saya. . .
52. Ketakutan saya kadang-kadang memaksa saya untuk. . .
53. Ketika saya tidak ada, teman-teman saya. . .
54. Kenangan masa kecil saya yang paling jelas. . .
55. Apa yang kurang saya sukai dari wanita. . .
56. Kehidupan seks saya. . .
57. Ketika saya masih kecil, keluarga saya. . .
58. Orang yang bekerja dengan saya biasanya. . .
59. Saya suka ibu saya tapi. . .
60. Hal terburuk yang pernah saya lakukan. . .

10
Lampiran 2.
Contoh Scoring SSCT

I. SIKAP TERHADAP IBU. Rating: 2


14. Ibu saya telah menjadi masalah bagi saya.
29. Ibu saya dan saya sangat erat terikat bersama-sama.
44. Saya berpikir bahwa kebanyakan mbthers mencintai anak-anak mereka.
59. Saya suka ibu saya tapi dia telah menjadi masalah besar bagi saya.
Ringkasan interpretatif: Sangat prihatin tentang ikatan emosional menjadi-
tween ibu dan diri dan masalah yang terlibat dalam hubungan ini.
(Clinical Impression: ketergantungan Ambivalen dengan keinginan incest
dan permusuhan.)

II. SIKAP TERHADAP AYAH. Rating: 2


1. Saya merasa bahwa ayah saya jarang menunjukkan kasih sayang terhadap
saya.
16. Jika ayah saya hanya akan bertindak seperti seorang ayah.
31. Saya berharap ayah saya lebih dari seorang pria.
46. Saya merasa bahwa ayah saya tidak banyak pria.
Ringkasan interpretatif: Menunjukkan perlu hubungan dengan ayah-gambar yang
memadai. Merasa bahwa ayahnya sendiri gagal untuk memenuhi peran ini.
(Clinical Impression: Ayah bukan orang yang kuat tidak bisa mengidentifikasi
dengan dia.)

III. SIKAP TERHADAP KELUARGA UNIT. Rating: 2


12. Dibandingkan dengan kebanyakan keluarga, saya lebih ketat dan Eropa.
27. Keluarga saya memperlakukan saya seperti orang yang cerdas.
42. Sebagian besar keluarga saya tahu senang.

11
47. Ketika saya masih kecil keluarga saya didrit membayar banyak perhatian
kepada saya.
Ringkasan interpretatif: Terasa ia ditolak oleh keluarga di masa kecil, tetapi
bahwa ia dihormati oleh mereka sekarang. Merasa dia telah terhalang oleh sikap
kaku orang tua dan cara-cara lama-dunia.
(Clinical Impression: loyalitas Kompulsif berdasarkan ketergantungan.)

IV. SIKAP TERHADAP PEREMPUAN. Rating: 0


10. Ide saya seorang wanita yang sempurna adalah orang yang cantik dan pintar.
25. Saya pikir sebagian besar gadis-gadis mencari suami.
40. Saya percaya sebagian besar wanita memiliki kualitas yang baik.
55. Apa yang saya suka paling tentang wanita (tidak ada respon)
Ringkasan interpretatif: Menguntungkan tapi pemalu.
(Clinical Impression: impuls libido Ekstrim, yang ia takut.)

V. SIKAP TERHADAP hubungan heteroseksual. Rating: 2


11. Ketika saya melihat seorang pria dan seorang wanita bersama-sama / iri pada
mereka.
26. Perasaan saya tentang kehidupan pernikahan adalah bahwa hal itu
membengkak
41. Jika saya memiliki hubungan seks Tm tidak yakin bagaimana PLL bereaksi.
56. kehidupan seks saya telah menciptakan perasaan bersalah bagi saya.
Ringkasan interpretatif: Lacks kepercayaan kejantanan atau kemampuan untuk
menikmati hubungan. Sarat dengan perasaan bersalah.
(Clinical Impression: superego parah asuhan kaku).

VI. SIKAP TERHADAP teman dan kenalan. Rating: 1


8. Saya merasa bahwa sahabat sejati akan tetap oleh saya.
23. Saya tidak suka orang-orang yang tinggi dan perkasa.
38. Orang-orang yang saya sukai adalah mereka yang seperti saya.
53. Ketika aku tidak ada, teman-teman saya berbicara tentang saya.

12
Ringkasan interpretatif: Dependent dan pasif.
(Impression klinis: Sosialisasikan baik).

VII. SIKAP TERHADAP ATASAN KERJA ATAU SEKOLAH. Rating:0


6. Orang-orang di atas saya adalah laki-laki yang bertanggung jawab,
21. Di sekolah, guru saya menyukai saya.
36. Ketika saya melihat bos datang 7 melanjutkan apa yang saya lakukan.
51. Orang-orang yang saya anggap atasan saya harus lebih pintar dari 1.
Ringkasan interpretatif: Hormati mereka dan merasa diterima oleh mereka.
(Clinical Impression: Ketergantungan terkontrol dengan baik.)

VIII. SIKAP TERHADAP ORANG diawasi, Rating: 2


4. Jika saya jawab / akan melakukan yang terbaik untuk menjadi pemimpin yang
baik.
19. Jika orang bekerja untuk saya 7 akan membiarkan mereka pergi terlalu mudah.
34. Orang-orang yang bekerja untuk saya tidak suka saya
48. Dalam memberikan perintah kepada orang lain, saya merasa mereka akan
menyukai saya.
Interpretatif Ringkasan: Ketakutan ia tidak akan mampu menangani permusuhan
terangsang oleh otoritas.
(Clinical Impression: Unknown.)

IX. SIKAP TERHADAP KOLEGA KERJA ATAU SEKOLAH. Rating: O


13. Di tempat kerja saya bergaul terbaik dengan semua orang.
28. Mereka saya bekerja dengan orang-orang yang baik.
43. Saya suka bekerja dengan orang-orang yang bekerja dengan Anda dan
melakukan bagian mereka.
58. Orang-orang yang bekerja dengan saya biasanya suka saya.
Ringkasan interpretatif: Merasa mereka koperasi dan baik-dibuang
ke arahnya.
(Clinical Impression: Co-operative, perhatian.)

13
X. KETAKUTAN. Rating: 2
7. Saya tahu itu konyol tapi aku takut menjadi luar biasa dan re- menolaknya.
22. Sebagian besar teman-teman saya tidak tahu bahwa saya takut menjadi re-
diproyeksikan dan luar biasa.
37. Saya berharap saya bisa kehilangan rasa takut membiarkan diriku pergi.
52. Ketakutan saya kadang-kadang memaksa saya untuk menggambar ke shell rny
dan bahkan muntah.
Ringkasan interpretatif: Takut bahwa setiap menonjol di pihaknya, penolakan
oleh orang lain, menyebabkan dia untuk menarik atau untuk berlindung dalam
gejala pencernaan.
(Clinical Impression:. Impuls libido, permusuhan, rayuan)

XI. BERSALAH. Rating: 2


15. Saya akan melakukan apa saja untuk melupakan waktu saya menjadi histeris
30. Kesalahan terbesar saya adalah
45. Ketika saya masih muda, saya merasa bersalah tentang semua Feelings A seks
saya.
60. Hal terburuk yang pernah saya lakukan adalah untuk menjaga diri -dari
memajukan kapasitas -fullest saya.
Ringkasan interpretatif: Rasa bersalah terlibat dalam perasaan seks telah dicegah
pengembangan potensi kepribadiannya.
(Impression klinis: Masturbasi, perasaan libido terhadap anak perempuan, ibu, dan
adik.)

XII. SIKAP TERHADAP KEMAMPUAN SENDIRI. Rating: 1


2. Ketika kemungkinan besar terhadap saya / mendapatkan biru.
17. Saya percaya bahwa saya memiliki kemampuan untuk melakukan apapun
yang saya pilih.
32. kelemahan terbesar saya adalah rasa takut.
47. Ketika keberuntungan berbalik melawan saya / tunggu sampai berubah.

14
Ringkasan interpretatif: Terasa dia memiliki potensi yang tinggi tetapi tertekan
ketika berhadapan dengan rintangan. Pasif dan compang-camping dalam
berurusan dengan mereka.
(Clinical Impression: berambisi dalam kaitannya dengan kemampuan Akan.
ingin menjadi lebih cemerlang daripada dia.)

XIII. SIKAP TERHADAP MASA LALU. Rating: 1


9. Ketika saya masih kecil saya mendapat sedikit perhatian.
24. Sebelum perang, saya senang.
39. Jika saya masih muda lagi Vd mungkin mendapatkan dengan cara yang sama
seperti yang saya miliki.
54. memori masa kecil yang paling jelas saya adalah pengalaman saya dengan
seorang gadis.
Ringkasan interpretatif: Merasa ditolak. Terkesan dengan masa pengalaman
seksual.
(Impression klinis: Sibuk dengan masturbasi dan dengan penyakitnya.)

XIV. SIKAP TERHADAP MASA DEPAN. Rating:


5. Bagi saya masa depan terlihat cerah.
20. Saya berharap untuk saat Pm baik.
35. Beberapa hari saya akan benar-benar bahagia.
50. Ketika saya tua / akan lebih bijaksana.
Interpretatif Ringkasan: Optimis terhadap kesehatan, kebahagiaan, : pertumbuhan
intelektual.
(Klinis Impression: Tidak ada konflik. Merasa mampu melakukan hal-hal yang
ingin ia lakukan).

XV. TUJUAN. Rating: 1


3. Saya selalu ingin menjadi luar biasa.
1 8. Saya bisa bahagia jika / memiliki ketenangan pikiran.
33. Saya ambisi rahasia dalam hidup adalah untuk menjadi -famous.

15
49. Apa yang saya inginkan maksimal dari hidup adalah ketenangan pikiran.,
Kemudian Til mendapatkan semua sisanya.
Interpretatif Ringkasan: Ingin menjadi terkenal dan luar biasa meskipunketakutan
disebutkan sebelumnya. Gol tampak agak samar-samar.
(Clinical Impression:. Istri, keluarga, kelas menengah yang hidup)

16
Lampiran 3.
SOAL DAN JAWABAN

Soal:
1. Untuk siapa biasanya tes SSCT ditujukan?

2. Bagaimana karakteristik utama tes SSCT?

3. Sebutkan tujuan SSCT!

4. Jelaskan aspek-aspek yang diungkap dalam SSCT!

5. Sebutkan dan jelaskan scoring dalam SSCT!

6. Teknik scoring yang digunakan dalam SSCT?

7. Jelaskan prosedur pelaksanaan Tes SSCT!

8. Berapa waktu yang dibutuhkan dalam tes SSCT?


9. Salah satu aspek yang diungkap dalam SSCT yaitu sikap subyek terhadap
konsep diri. Sebutkan beberapa sikap yang tergolong dalam aspek
tersebut!
10. Apa itu SSCT?

Jawaban:
1. Tes SSCT biasanya ditujukan untuk orang dewasa

2. Tes ini berbentuk kalimat-kalimat tidak sempurna yang harus dilengkapi


oleh testee sehingga menjadi kalimat yang utuh (teknik proyektif).

3. Untuk mengetahui individu adjustment dan struktur kepribadian subjek.


4. SSCT mengungkap empat aspek yaitu :
a. Sikap subyek terhadap keluarga

Hal ini meliputi : hubungan antara subyek dengan ayah dan ibunya,
sikap subyek terhadap ayah dan ibunya, dan pandangan subyek
mengenai keluarganya.

17
b. Sikap subyek terhadap seks

Hal ini meliputi : sikap subyek terhadap wanita, sikap ubyek terhadap
hubungan heteroseksual.

c. Sikap subyek terhadap hubungan interpersonal (hubungan antar


individu)

Hal ini meliputi : sikap subyek terhadap atasan, sikap subyek terhadap
bawahan, sikap subyek terhadap kenalan/sesame, sikap subyek
terhadap lingkungan

d. Sikap subyek terhadap konsep diri

Hal ini meliputi : ketakutan-ketakutan yang dimiliki, rasa bersalah,


pandangan mengenai masa depannya(cita-cita), pandanga tentang masa
lalu, sikap terhadap kemampuan diri sendiri

5. Scoring 2 : Bila subyek mengalami gangguan dan memllbutuuhkan


tindakan terapi.
Scoring 1: Diperkirakan bahwa subyek mengalami sediikit gangguan dan
mungkin butuh konseling.
Scoring 0 : Bila tidak ada gangguan
Scoring x : Bila jawaban subyek meragukan, tidak ada tanda-tanda yang
jelas.
6. Rating Sheet.
7. Dapat dilakukan secara individu atau kelompok.
Biasanya berlangsung antara 20-40 menit tapi untuk klinis normal 1 jam
juga kasikal biasanya 1 jam.
Jawaban dari item harus merupakan jawaban yang spontan.
Jika ada item yang tidak dijawab atau dianggap sukar, maka lompati saja
namun jangan lupa untuk memberi tanda.
Semua respon tidak ada yang salah.

18
Dapat dilakukan inquiry atau menanyakan lebih lanjut tentang jawaban
subjek yang kurang jelas..
Kadang-kadang testee menggunakan tes SSCT sebagai ventilasi untuk
katarsis yaitu mengungkapkan hal-hal yang sukar diungkap secara oral.
8. Biasanya berlangsung antara 20-40 menit tapi untuk klinis normal 1 jam
juga kasikal biasanya 1 jam.
9. Ketakutan-ketakutan yang dimiliki, rasa bersalah, pandangan mengenai
masa depannya(cita-cita), pandanga tentang masa lalu, sikap terhadap
kemampuan diri sendiri
10. SSCT (Saks Sentence Completion Test) adalah suatu teknik proyeksi yang
digunakan untuk mengungkap dinamika kepribadian, yang dapat
menampakkan diri individu dalam hubungan interpersonal dan dalam
interpretasi terhadap lingkungan.

19
DAFTAR PUSTAKA

Aiken, L.R & Groth-Marnat, G. (2009). Pengetesan dan Pemeriksaan Psikologi,

Jilid 2, Edisi Kedua Belas. Jakarta: PT Indeks.

Alwisol. (2009). Psikologi Kepriadian. Malang: UMM Press.

Lawrence Edwin Abt, L. B. (1959). Projective Psychology. New York: Grove

Press, Inc.

20