Anda di halaman 1dari 43

TUGAS BIOKIMIA

RINGKASAN MATERI BIOKIMIA

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Biokimia


Pada Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Magelang

Dosen Pengampu : Bambang S, S.Kep, M.Kes

Disusun Oleh:
Revi Nur Ristanti
NIM. P1337420718009

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN


MAGELANG
JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2018/2019
Pertemuan 1
Enzim dan Koenzim

 BIOKIMIA : BIOS ( hidup/hayati)


: CHEMIOS (senyawa kimia)
 BIOKIMIA : ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan unsur-unsur
kimiawi dalam sel hidup dan dengan berbagai reaksi serta proses yang di
alaminya
 Hubungan antara BIOKIMIA dengan ilmu lain :
- Kedokteran
Peranan Biokimia Kedokteran :
 diagnostik  rehabilitasi
 patofisiologi  preventif
 prognosa  farmasi
 terapi  perawatan
- Nutrisi : memahami proses-proses yang terjadi dalam
tubuh, yang diharapkan agar mampu mengjindari hal-hal dari luar yang
akan mempengaruhi proses dalam sel-sel tubuh
- Mikrobiologi : mempelajari sel tunggal dan virus, agar mampu
memahami jalur-jalur metabolisme dan mekanisme pengendalian yang
mampu dilakukan
- Fisiologi : mempelajari proses kehidupan pada tingkat
jaringan dan organisme
- Biologi sel : mempelajari pembagian kerja biokimia dalam sel
- Biofisik : memanfaatkan teknik-teknik fisika untuk
mempelajari struktut biomolekul
- Genetik : mempelajari ilmu mengenai gen serta
mengembangkannyang dimana besar kaitannya pada biokimia
- Kimia organik : mempelajari struktur serta sifat dari biomolekul

1
2

ENZIM DAN KOENZIM


A. ENZIM :
o katalisator : suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada
suhu tertentu tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh
reaksi itu sendiri.
o Biokatalisator : enzim yang berperan untuk mempercepat reaksi
kimia dalam metabolisme.
 ENZIM : suatu senyawa organik berupa protein yang berfungsi
sebagai biokatalisator
 Terdiri 2 komponen : a. apo enzim (bagian yang termobil, tidak tahan
panas)
b. koenzim (bagian yang aktif, tahan panas)
 METABOLISME :
 KATABOLISME
Molekul yang lebih besar  molekul yang lebih kecil
glukosa  CO2 + H2O + energi
 ANABOLISME = SINTESIS
Molekul yang lebih kecil  molekul yang lebih besar
glukosa+galaktosa  laktosa
 Sifat-sifat umum enzim
1. Enzim adalah protein, memiliki sifat yang sama
2. Berfungsi sebagai katalis, yaitu meningkatkan kecepatan reaksi
tanpa mengubah produk/hasilnya
3. Bekerja secara khusus/ spesifik, hanya bekerja mengkatalisa satu
reaksi
4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit
5. Enzim bekerja secara bolak balik
6. Enzim dipengaruhi oleh faktor lingkungan

 Tata Nama & Klasifikasi Enzim :


 Nama enzim diberi akhiran ase
3

 Berdasarkan nama substrat yang dikatalisa enzim tersebut,


misalnya :
1. Proteinase 2. Lipase 3. Amilase
 Enzim dibagi menjadi 6 kelas utama berdasarkan atas jenis
mekanisme kerja reaksinya menurut sistem IUB :
1. Kelas oksido reduktase : mengatalisis reaksi
oksidasi/reduksi
2. Kelas transferase : mentransfer gugus fungsi
3. Kelas hidrolase : mengatalisis hidrolisis
berbagai ikatan
4. Kelas liase : memutuskan berbagai ikatan
kimia selain melalui hidrolisis dan oksidasi
5. Kelas isomerase : mengatalisis isomerisasi
6. Kelas ligase : menggabungkan dua
molekul dengan ikatan kovalen
 letak enzim dalam sel
1. enzim mitrokondrial 4. enzim lisosom
reaksi penggandaan ,berkaitan dengan
energi, reaksi oksidasi proses digestif
yang menghasilkan intraseluller
energi ,destruksi bahan yang
2. enzim ribosomal diperlukan sel
reaksi biosintesis 5. enzim mikrosomal
protein ,sintesis hormon
3. enzim inti steroid
berkaitan dengan ,metabolisme dan
perangkat genetika inaktivasi obat

 jenis enzim berdasarkan tipe reaksi


NO JENIS ENZIM TIPE REAKSI
1 OKSIDOREDUKTASE REAKSI OKSIDASI DAN
4

REDUKSI
DEHIDROGENASE, OKSIDASE
2 TRANSFERASE PEMINDAHAN GUGUS
FUNGSIONAL
TRANSAMINASE, KINASE
3 HIDROLASE REAKSI HIDROLISIS
ESTERASE, PEPTIDASE,
FOSFATASE
4 LIASE PENAMBAHAN IKATAN
RANGKAP
FUMARASE
5 ISOMERASE REAKSI ISOMERASE-
PEMBUATAN SENYAWA
PADANAN
ALANIN RASEMERASE
6 LIGASE PENEMPELAN
IKATAN/SENYAWAAN,
ALANIN SINTETASE

1. oksidoreduktase
enzim ini mengkatalisis reaksi oksidasi reduksi, yang merupakan
pemindahan elektron, hidrogen atau oksigen. Sebagai contoh
adalah enzim transfer elektron oksidase dan hidrogen
peroksidase(katalase). Ada beberapa macam enzim transfer
elektron oksidase, yaitu enzim oksidase, oksigenase, hidroksilase
dan dehidrognase.
5

2. Transferase
Pemindahan mengkatalisis perpindahan molekul dari suatu
molekul ke molekul yang lain. Sebagai contoh adalah beberapa
enzim sebagai berikut :
a. Transaminase adalah transferase yang dipindahkan gugusan
amina.
b. Transfosforilase adalah transferase yang dipindahkan gugusan
fosfat
c. Transasilase adalah transferase yang dipundahkan gugusan asil
3. Hidrolase
Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis, dengan contoh
enzim adalah :
a. Karboksilesterase adalah hidrolase yang menghidrolisis
gugusan etser karboksil
b. Lipase adalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester
lipida)
c. Peptidase adalah hidrolase yang menghidrolisis protein dan
polipeptida
4. Liase
Enzim ini berfungsi untuk mengkatalisis pengambilan atau
meminta gugusan dari suaty tempat tanpa proses hidrolisis, sebagai
contoh adalah:
a. L malat hidrolase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis
reaksi pengambilan udara dari malat sehingga menghasilkan
fumarat
b. Dekarboksiliase (dekarboksilase) yaitu enzim yang
mengkatalisis reaksi memasuki gugus karboksil
5. Isomerase
Isomerase menambahkan enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi
isomerisasi, yaitu :
a. Rasemase
Mengubah I-alanin menjadi D-alanin
6

b. Epimerase
Mengubah D-ribulosa-5-fosfat menjadi D-xylulosa-5-fosfat
c. Isomerase cis-trans
Mengubah transmetinal menjadi cisrentolal
d. Intramolekul ketol isomerase
Mengubah D-gliseraldehid-3-fosfat menjadi dihidroksi aseton
fosfat
e. Intramolekul transferase atau mutase
Mengubah metilmalonil-CoA menjadi suksinil-CoA
6. Ligase
Enzim ini mengkatalisis reaksi penggabungan 2 molekul dengan
melengkapinya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat,
sebagai contoh adalah enzim asetat = CoASH ligase yang
mengkatalisis reaksi sebagai berikut :
Asetat + CoA-SH+ATP menjadi Asetil CoA+AMP+PP

 Jenis Enzim Berdasarkan Mekanisme Reaksi


NO JENIS ENZIM TIPE REAKSI
1 OKSIDOREDUKTASE REAKSI OKSIDASE DAN
REDUKSI
CH-OH; C=O; CH=CH; CH-NH2;
CH-NH; NADH, NADPH
2 TRANSFERASE PEMINDAHAN GUGUS
FUNGSIONAL; GUGUS SATU
KARBON; GUGUS ALDEHIDE,
GUGUS ASIL; GUGUS
GLIKOSIL;GUGUS FOSFAT;
GUGUS SULFUR
3 HIDROLASE ESTER, IKATAN GLIKOSIDA,
IKATAN PEPTIDA, IKATAN C-N
LAIN, ANHIDRIDA ASAM
7

4 LIASE PENAMBAHAN IKATAN


RANGKAP
C=C;C=O;C=N
5 ISOMERASE REAKSI ISOMERASE
6 LIGASE PEMBENTUKAN IKATAN; C-O,
C-N, C-S, C-C

 Menurut sistem IUB, nsms enzim dapat ditulis dengan KODE ENZIM
(KODE NOMER ENZIM) terdiri dari 4 angka :
 Angka pertama - kelas enzim
 Angka kedua - subkelas
 Angka ke tiga -subsubkelas
 Angka ke empat - nama spesifik enzim
Contoh : E.C. 2.7.1.1
2 = KELAS 7 = FOSFAT
1 = ALKOHOL 1 =
HEKSOKINASE
ATP : D-HEKSOSA-6 FOSFOTRANSFERASE
(HEKSOKINASE)
ATP + D-HEKSOSA  ADP + D-HEKSOSA-6 FOSFAT
 LOKASI ENZIM
 Semua enzim ( = protein ) disintesis di ribosom.
 Ekskresi enzim sudah dalam bentuk aktif sebagian ada yg
belum aktif = zimogen = pro - enzim
 Bentuk zimogen  contoh pada enz pencernaan.
 Lokasi kerja enzim di dalam sel organel, kecuali beberapa
enzim, seperti enzim pencernaan, enzim koagulasi (
pembekuan ) darah.
8

 BAGIAN AKTIF DARI MOL. ENZIM

REAKSI : E+S [ES] E+P


1. TEORI FISHER : (KEY & LOCK THEORY)

2. TEORI INDUKSI MODEL KOSHLAND (INDUCE FIT


THEORY) :
 Sebelum terjadi hubungan E-S, kedua molekul
saling mendekat karena adanya gugus-gugus aktif
(-NH2, -PO4,-SH, -OH, -COOH, dsb)  terjadi
“konfirmasi” dari molekul  bentuk molekul jadi
sesuai dan serasi dengan molekul s  terjadi E-S
complex
9

 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


KECEPATAN REAKSI ENZIMATIK :
1. Faktor suhu : kecepatan reaksi enzimatik
10

2. Faktor Ph :
Pengaruh perubahan pH :
a. pH asam /sangat asam atau basa / sangat basa
 denaturasi enzim  fungsi hilang
b. perubahan pH  perubahan muatan pada
gugus gugus dari pembentukan E-S kompleks
 kecepatan reaksi berubah
3. faktor kadar substrat & enzim :
• Kadar S << kadar E = penambahan S
akan menaikkan
Kecepatan reaksi   enzim jenuh dengan
S =
Kecepatan reaksi tidak meningkat lagi.
• kadar E << kadar S = penambahan E
akan mening-
Katkan kecepatan reaksi   setelah terjadi
kese-
Timbangan = penambahan E tidak akan
meningkat-kan kecepatan reaksi.

4. Pengaruh modifier :
Modifier  senyawa yang mampu mempengaruhi
aktivitas/ kecepatan reaksi enzimatik.
4.1. Modifier positip = aktivator :
Ion-ion logam : Mn, Mg, Ca, dll.
4.2. Modifier negatip = inhibitor :
11

4.2.a. penghambat bersaing = competitive


inhibitor
4.2.b. penghambat tak bersaing = non
competitive inhibitor
Competitive inhibitor :
• Bentuk / struktur mirip dengan substrat
• kerjanya : bersaing dengan s dalam
memperebutkan
“ active site “ dari enzim.
Contoh :
1. Sulfanilamide menghambat
perkembangan bakteri
2. Dicoumarol  mirip vitamin K

Non competitive inhibitor :


A. Irreversible non competitive inhibitor
Merusak enzim  enzim tak dapat bekerja
B. Reversible non competitive inhibitor
 Tidak mirip dengan substrat
 Tidak menempati “catalytic site” tetapi
menempati “ allosteric site”
 Kerja enzim jadi terhambat  tidak
mencapai kecepatan yang maksimal
 APLIKASI ENZIM
 Enzim memiliki aplikasi industri dan medis
yang berharga.
 Ragi, anggur, adonan asam roti, pembekuan
keju dan pembuatan bir.
 Kegunaan enzim dalam medis diantaranya
membunuh mikroorganisme yang
menyebabkan penyakit, meningkatkan
12

penyembuhan luka dan mendiagnosa penyakit


tertentu
B. BIOKIMIA
1. KOENZIM adalah substrat yang mengaktifkan enzim
bagian non protein dari holoenzim.
* sebagai substrat kedua = CO substrat :

 Banyak enzim memerlukan koenzim


sebagai katalisator
 Koenzim memperbesar kemampuan enzim
sebagai katalis melebihi ekspetasinya
 Koenzim berkaitan dengan enzim melalui
ikatan kovalen dan non kovalen (gugus
prostetik)
 Koenzim identik dengan vitamin, dapat
diperoleh dalam tubuh atau input dari luar
tubuh berupa makanan.
13

KLASIFIKASI KOENZIM:
1. Untuk perpindahan gugus H :
 NAD+ , NADP+
 ASAM LIPOAD
 FMN, FAD
 KOENZIM Q
2. Untuk pemindahan gugus-gugus selain H :
 KoA
 BIOTIN
 KOENZIM KOBAMIDA (B12)
 PIRIDOKSAL FOSFAT
 TIAMIN PIROFOSFAT
 KOENZIM FOLAT
 ASAM LIPOAT
Sebagian besar koenzim merupakan devirat
vitamin B complex
Enzim-enzim kelas 1,2,5 dan 6 memerlukan
koenzim
Enzim-enzim kelas 3 dan 4 tidak memerlukan
koenzim

ISOZIM :
 Enzim yang berbeda sifat fisik, kimia
dan immunokimia nya, tetapi
mempunyai fungsi katalik yang sama.
 Lebih dari satu subunit/isomer
 Dapat dipisankan dengan elektroforesa
 Contoh : - laktat dehidrogenase = LDH
punya 4 sub unit/ protomer, dengan 2
tipe H & M
14

I1 :HHHH

I2 : H H H M
I3 :HHMM

I4 :HMMM

I5 : M M M M
Malat dehidrogenase

ENZIM DAN DARAH :


1. Functional plasma enzyme ( enzim fungsional
plasma )
 Lipoprotein lipase
 Pseudocholin esterase
 Enzim-enzim pembekuan darah
2. Non functional plasma enzyme ( enzim non
fungsional plasma )
 Penting untuk diagnosa dan prognosa
penyakit
Contoh :
 Plasma lipasae
 Plasma amilase
 Fosfatase
 Transmirase : G O T & G P T
 Laktat dehisrogenase = LDH
Analisis Enzim
1. Analisis enzim amilase
 Enzim yang mencerna tepung menjadi
glukosa
 Tertama berasal dari kelenjar ludah dan
pankreas
 Aktifitas serum biasanya naik pada
tahao awal inflamasi pankreas yang
15

akut, pada gangguan duktud pankreatik


dan pada penyakit gondok
2. Analisis enzim lipase
Enzim yang mencerna lemak mulai di dalam
pankreas dan memperlihatkan variasi klinis
yang sama seperti amilase pada penyakit yan
melibatkan pankreas
3. Analisis enzim alkalin fosfat
 Ditemukan pada kebanyakn jaringan
tubuh, khususnya pada sumsum tulang
(bone marrow) dan liver.
 Dan memerlihatkan nilai yang tinggi
didalam serum pada kondisi penyakit
radang tulang, osteomalacia
(melemahkan tulang), hepatitis dan
gangguan penyakit kuning.
4. Analisis enzim asam fosfatase :
 Ditemukan dalam jaringan tubuenzim
mempercepatenzimenzim
mempercepath tetapi biasanya tidak
dalam konsentrasi tinggi pada kelenjar
prostat dewasa
 Enzim ini dilepaskan kedalam sirkulasi
pada kanker prostat metastatik
5. Analisis enzim peptidase
 Sekelompok protein enzim pencernaan
ditemukan dalam konsentrasi yang
lebih besar pada serum yang terkait
dengan gangguan jaringan begitu
banyak
16

 Seperti shock, demam, luka traumatik


dan anemia yang disebabkan oleh
kerapuhan sel-sel darah merah
6. Analisis enzim transaminase : yaitu
 Transaminase glutamik- aspartik dan
glutamik-alanin, enzim yang ditemukan
pada kebanyakan jaringan tubuh
 Enzim ini meningkat besar didalam
serum pada penyakit liver, seperti
hepatitis, hati dan infraksi miokardium

Regulasi dan Aktivitas Enzim

 Enzim mempercepat reaksi kimia, dengan


menurunkan energi aktivitasnya
 Regulasi enzim dilakukan dengan 2 cara
1. Mekanisme umpan balik
2. Pengendalian genetik melalui sintesa
protein dalam sel
Pertemuan 3
Keseimbangan Asam Basa Tubuh

 Cairan tubuh  seluruh air/cairan yang ada dalam tubuh


1. Cairan intraseluler  dalam sel (2/3 cairan tubuh)
2. Cairan ekstraseluler  diluar sel (1/3 cairan tubuh)
- Intravascular (plasma) = 25% CES
- Intersisial = 75% CES
 Air
- Daging dan kulit : 50-60%
- Tulang : 22%
- Lemak : 30%
 Fungsi air
1. Pelsrut zat-zat (elektrolit dan non elektrolit)
2. Media berbagai reaksi biokimia dalam tubuh
3. Transportasi berbagai zat-zat makanan
4. Pengatur suhu
5. Memperttahankan pH dalam kisaran tertentu melalui keseimbangan
elektrolit

17
18

Pertemuan 4
Nutrisi Anorganik

 Vitamin
1. Pengertian = merupakan nutrient organic yang dibutuhkan dalam
jumlah kecil untuk brbagai fungsi biokimia dan umumnya tidak
disintesis oleh tubu sehingga harus dipasok dari makanan
2. Macam macam vitamin
- Vitamin yang larut dalam air
a. Vitamin B1 (tiamin)
b. Vitamin B2 (riboflavin)
c. Vitamin B3 (niasin)
d. Vitamin B5 (asam pantotenat)
e. Vitamin B6 (piridoksin)
f. Vitamin B7 (biotin)
g. Vitamin B9 (asam folfat)
h. Vitamin B12 ( sianokobalamin)
i. Vitamin C (asam askorbat)
- Vitamin yang larut dalam lemak
a. Vitamin A (retinol)
b. Vitamin D (kalsiferol)
c. Vitamin E (tokoferol)
d. Vitamin K

 Mineral
1. Pengertian  yaitu mineral yang sangat dibutuhkan dalam proses
fisiologi manusia untuk membantu kerja enzim atau pembentukan
organ
2. Jenis mineral
a. Mineral non esensial  merupakan mineral yang tidak
dibutuhkan serta tidak berguna bagi tubuh
19

b. Mineral esensial merupakan mineral yang dibutuhkan


serta berguna baig tubuh yang dapat diperoleh melalui
makanan yang dikonsumsi setiap hari
Menurut jenis, esensiak dibedakan menjadi :
 Mineral makro/ makromineral
 Mineral mikro/ trace mineral
3. Fungsi mineral
- Sebagai katalis berbagai reaksi biokimiawi dalam tubuh
- Transmisi sinyal/pesan pada sel syaraf
- Produksi hormone pencernaan dan penggunaaan makanan
- Bagian dari organ vital seperti tulang, darah, gigi, dan lainnya
- Sebagai kofaktor
Pertemuan 5
Nutrisi Organik

1. Pengertian nutrisi organik


Adalah substansi organic yang dibutuhkan organ untuk fungsi normal dari
sistem tubuh, pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan
2. Karbohidrat
- Pengertian
Adalah zat gizi sebagai sumber utama yang paling penting bagi
makhluk hidup karena molekulnya menyediakan unsur karbon yang
dapat didefinisikan sebagai turunan aldehid atau keton dari alcohol
polihidrik , penguruaian, dan perubahan bentuk pada karbohidrat
dalam makhluk hidup
- Fungsi
 Sebagai sumber energy untuk tubuh
 Melancarkan sistem pencernaan
 Membuat protein melaksanakan tugasnya yang utama sebagai zat
pembentuk tubuh
 Pengatur metabolisme lemak didalam tubuh
 Membantu didalam penyerapan kalsium yang dibutuhkan oleh
tubuh
3. Protein
- Pengertian
Adalah senyawa organic kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimw=er dari monomer asam amino yang dihubungkan
satu sama lain dengan ikatan peptide
- Fungsi protein
a. Biokatalisator (enzim), mengkatalis perubahan proses biokimia
b. Bagian struktur organic utama sebagai jaringan/organ/sel
c. Alat transport sebagai senyawa penting didalam darah (oksigen,
electron)

20
21

d. Memeprtahankan keseimbangan asam basa cairan tubuh


e. Sistem pertahanan tubuh (antibody)
f. Mengendalikan metabolisme berbagai senyawa di dalam tubuh
- Klasifikasi berdasarkan fungsi iologi :
o Enzim, misalnya dehidrogenase, kinase.
o Protein penyimpanan, misalnya feritin, mioglobin.
o Protein pengatur, misalnya protein pengikat DNA, hormon
peptida.
o Protein struktural, misalnya kolagen, proteoglikan.
o Protein pelindung, misalnya faktor pembekuan darah,
imunoglobulin.
o Protein pengangkut, misalnya hemoglobin, lipoprotein plasma.
o Protein kontraktil/motil, misalnya aktin, tubulin.
- Klasifikasi protein berdasarkan keseluruhan bentuk:
o Protein globuler, Pada umumnya memiliki peranan dalam
reaksi metabolik. Misalnya enzim, hemoglobin
o Protein fibrosa, Pada umumnya melakukan fungsi struktural
dan penyimpanan. Misalnya keratin, kolagen
- struktur
a. Struktur primer  susunan atau urutan dimana asam-asam amino
disatukan dan susunan ini mencakup lokasi setiap ikatan disulfida.
b. Struktur sekunder  merup konformasi tulang punggung
polipeptida pada protein / adanya pelipatan-pelipatan di dalam
struktur protein.
c. Struktur tertier  Mengacu pd hubungan spasial antar-unsur
struktur sekunder.
d. Struktur kuartener  Protein dengan dua atau lebih rantai
polipeptida yg terikat oleh kekuatan nonkovalen dan ikatan
disulfida akan memperlihatkan struktur kuartener.
4. Lemak
- Pengertian
22

Adalah zat organic hidrofobik yang bersifat sukar larut dalam air,
namun mudah larut dalam pelarut organic seperti kloroform, benzene,
dan eter
- Fungsi
 Pelindung tubuh dari suhu rendah
 Pelarut vitamin A, D, E, K
 Pelindung latalat tubuh vital sebagai bantalan lemak
 Penghasil energy terbesar
 Penahan rasa lapar, karena lemak akan memperlambat pencernaan
 Bahan penyusun membrane sel
Pertemuan 6

Metabolisme

Metabolisme adalah proses kimia yang berlangsung dalam tubuh makhluk


hidup meliputi anabolisme dan katabolisme

 Metabolisme meliputi :
a. Anabolisme (pementukan/nesisi)
b. Katabolis (pemecahan/lisis)
 Komponen metabolisme :
a. Enzim
Senyawa organik sebagai biokatalisator
b. Adenosin tri phospat
Senyawa kimia yang berenergi tinggi
c. Reaksi oksidasi dan reduksi
Reaksi yang melibatkan oksigen dengan pelepasan elektron
d. Vitamin
Nutrien organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk
fungsi biokimiawi dan umumnya tidak disintesisi oleh tubuh
e. Hormon
Zat rganik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin tubuh

23
Pertemuan 7 dan 8

Metabolisme karbohidrat

 Metabolisme karbohidrat
a. Metabolisme karbohidrat yang tinggi memacu :
 Glikolisis – glukosa. Fruktosa, fosfeonol piruval
 Glikogenesis – pembentukan glikogen dari glukosa,
terjadi dihati dan otot. Terdapat enzim glikogen
sintetase
 Heksosa mono phospot (HMP)  jalan lain untuk
oksidasi glukosa yang tidak bertujuan utnuk
menghasilkan ATP
 Sisa  ditimbun sebagai lemak
 Piruvat  asetil-koA  siklus asitrat
 Siklus as sitrat
b. Metabolisme karbohidart yang rendah/ menyebabkan
puasa/menyebabkan kelaparan mengacu :
 Glikogenesis  penguraian glikogen menjadi
glukosa, terjadi di dalam otot untuk mendapat
energi bagi otot dan hati untuk mempertahankan
kadar glukosa darah diantara dua waktu makan.
 Glukoneogenesis  pembentukan glukosa dari
senyawa bukan karbohidrat, terjadi dihati dan ginjal
 Perubahan antar bahan makanan :
a. Makan bnayak karbohidrat, karbohidrat dapat dibentuk menjadi
asam lemak
b. Makan banyak protein, kelebihan protein dapat dibentuk
menjadi lemak
c. Makan banyka lipid, lipid tidak dapat diubah menjadi protein
ataupun karbohidrat
 Uji karbohidrat, dilakukan untuk emngidentifikasi adanya
karbohidrat dalam suatu bahan yan dapat dilakukan dengan
berbagai cara, yaitu:
a. Uji molish  larutan sampel ditambah dengan α-naftol 10%
dan H2SO4 sehingga timbul dua lapisan. Cincin warna merah
pekat pada permukaan menunjukkan adanya karbohidrat.
b. Uji seliwanoff  larutan sampel ditambah dengan pereaksi
yaitu HCl dan resolsinol 0,5% yang kemudian ditempatkan

24
dalam air mendidih selama 10 menit. Warna merah
menunjukkan sampel mengandung fruktosa.
c. Uji antron  larutan sampel ditambah dengan larutan antron.
Warna hijau menunjukkan adanya karbohidrat.
d. Uji benedict  merupakan campuran dari CuSO4, natrium
sitrat dan Na2CO3. Endapan merah bata menunjukkan adanya
glukosa.
e. Uji barfoed  larutan sampel ditambah dengan pereaksi yaitu
tembaga (II) asetat. Endapan merah oranye menunjukkan
adanya monosakarida.
f. Uji iodin  digunakan untuk menunjukkan adanya
polisakarida. Larutan sampel ditambah dengan larutan iodin.
Warna tergantung jenis karbohidratnya biru menunjukkan
sampel mengandung amilum. warna merah ungu mengandung
amilopektin, sedangkan warna merah coklat mengandung
glikogen dan dekstrin..
g. Uji fehling  digunakan untuk menunjukkan adanya
monosakarida, laktosa dan maltos. Larutan ditambah dengan
pereaksi yaitu larutan fehling. Endapan merah bata
menunjukkan adanya monosakarida.

25
Pertemuan 9 & 10

Metabolisme Protein & Asam Amino

1. PROTEIN
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimer dari monomer asam amino yang dihubungkan satu
sama lain dengan ikatan peptida.
• Protein mengisi 20% dari berat badan tubuh manusia
• Semua enzim adalah protein
• Protein tersimpan 50% di otot
• 20% di tulang dan
kartilago
• 30 % di kulit dan
jaringan lain

2. Metabolism asam amino


- 75% asam amino digunakan untuk sintesis protein
- Asam-asam amino dapat diperoleh dari protein yang kita
makan atau dari hasil degradasi protein di dalam tubuh kita
- Degradasi ini merupakan proses kontinu. Karena protein di
dalam tubuh secara terus menerus diganti (protein turnover
3. Katabolisme asam amino
- Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh
- Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan
sumber energi lain (karbohidrat dan lipid), tubuh akan
menggunakan asam amino sebagai sumber energy
- Tidak seperti karbohidrat dan lipid, asam amino memerlukan
pelepasan gugus amin
- Gugus amin ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi
tubuh

26
27

4. Pembentukan urea
a. Dengan peran enzim karbamoil fosfat sintase I, ion amonium bereaksi
dengan CO2 menghasilkan karbamoil fosfat. Dalam raksi ini
diperlukan energi dari ATP
b. Dengan peran enzim ornitin transkarbamoilase, karbamoil fosfat
bereaksi dengan L-ornitin menghasilkan L-sitrulin dan gugus fosfat
dilepaskan
c. Dengan peran enzim argininosuksinat sintase, L-sitrulin bereaksi
dengan L-aspartat menghasilkan L-argininosuksinat. Reaksi ini
membutuhkan energi dari ATP
d. Dengan peran enzim argininosuksinat liase, L-argininosuksinat
dipecah menjadi fumarat dan L-arginin
e. Dengan peran enzim arginase, penambahan H2O terhadap L-arginin
akan menghasilkan L-ornitin dan urea.

1. Fungsi protein
1. Komponen membran dinding sel dan
mitokondria.
2. Komponen darah.
3. Komponen hemoglobin.
4. Enzim (katalis biologis).
5. Hormon.
2. Komposisi protein
C = 50-55%, H = 6-7,3%, O = 19-24%, N = 13-19%, S = 0-4%.
Protein juga dilaporkan mengandung P, Fe, Cu, I, Mn, Zn.
3. Reaksi uji protein
a. Reaksi milion : tirosin
b. Reaks biuret : ikatan peptida
c. Reaksi xantoprotein : asam amino aromatik
d. Reaksi hopkins cole : triptofan
28

e. Reaksi ninhidrin : gugus karboksil dan amino bebas


4. REAKSI WARNA UNTUK PROTEIN
a. Uji biuret
CuSO4 dalam suasana basa bereaksi dengan senyawa yang
mengandung dua atau tiga ikatan peptida membentuk kompleks
berwarna violet.
Asam amino  negatif : tidak mempunyai ikatan peptida
Dipeptida  negatif : hanya mempunyai satu ikatan peptida
Warna yang dihasilkan  karena terbentuknya kompleks
koordinasi antara Cu2+, gugus karbonil dan gugus –NH- yang terdapat
pada ikatan peptida
b. Uji millon
Reagen Millon + larutan protein  pertama-tama protein diendapkan
sebagai garam-merkuri (endapan berwarna putih). Pada pemanasan
dengan nyala api kecil endapan berubah seperti warna merah-daging
(+)
c. Uji hopkins- cole
Gugus indol pada triptofan merupakan gugus yang merespon uji ini.
Gugus aldehid pada asam glioksilik membantu merubah gugus indol
menjadi senyawa berwarna violet.
d. Uji Liebermann
Jika HCl pekat ditambahkan pada protein (padatan), kemudian
dididihkan, dan ditambah beberapa tetes larutan sukrosa, maka warna
violet akan terlihat jika protein mengandung triptofan. Mirip dengan
uji Hopkins-Cole, gugus aldehid di sini berasal dari kerja HCl terhadap
gula
e. Uji acre rosenhiem
Uji ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi formaldehid dalam
susu. Protein yang mengandung triptofan pada susu, dengan adanya
formaldehid (mempunyai gugus aldehid), memberikan hasil positif
(ditunjukkan dengan cincin berwarna ungu) dengan uji ini jika
ditambah asam (HCl) dan dipanaskan.
29

f. Uji p DAB ehrlich


Ehrlich menyarankan digunakannya p-DAB (p-dimetil-
aminobenzaldehid) sebagai aldehid untuk uji triptofan.
g. Uji diazo ehlich
Pada penambahan larutan protein yang mengandung histidin atau
tirosin, dan larutan dibuat basa dengan NH4OH  terjadi warna merah
hingga orange. Histidin akan memberikan warna merah hingga orange;
tirosin memberikan warna orange terang.
h. Uji sulfur
Jika larutan protein dididihkan dengan campuran larutan KOH atau
NaOH dan Pb-asetat, endapan berwarna hitam akan terbentuk jika
terdapat asam amino yang mengandung sulfur (misalnya sistein dan
metionin). Larutan basa kuat memutus ikatan sulfur pada asam amino,
membentuk K2S, yang dengan Pb-asetat membentuk PbS, senyawa
berwarna hitam.
i. Uji molish
Uji ini ditujukan untuk beberapa KH, tetapi baik juga digunakan untuk
keperluan memperoleh larutan protein murni yang berasal dari
glikoprotein.
j. Uji ninhydrin
Selain oleh protein, hasil positif juga diberikan oleh peptone, asam
amino, dan amin primer lainnya, termasuk amoniak.
Pertemuan 11 & 12
Metabolisme Lemak

1. Metabolisme lemak
- Lipid  tidak larut air  diekstraksi dari mahkluk hidup dengan
menggunakan pelarut non polar
- Turunan berkaitan dengan asam lemak :
a. Triasilgliserol (TG)
b. Kolesterol
c. Fosfolipid
d. Steroid
2. Fungsi lipid
- Su,ber energy
- Cadangan penghasilan energy
- Hormone
- Pelarut beberapa vitamin ( A,D,E,K)
- Isolator panas
- Pelindung organ penting pada suhu rendah
- Bahan penyusun :
 Membrane sel/organel
 Lipoprotein
3. Proses pencernaan lemak dalam tubuh
- Pencernaan lemak tidak terjadi di mulut dalam lambung
- Absorpsi lemak sebagian besar terjadi di usus halus KARENA
mengandung enzim lipase
- Lemak keluar dari lambung masuk ke usus sehingga merangsang
hormon kolesistokinin
- Hormon kolesistokinin menyebabkan kantong empedu berkontraksi
shg mengeluarkan cairan empedu ke duodenum
4. Asam lemak jenuh
- Tak ada ikatan rangkap

30
- Rumus umum CnH2n+1COOH
- As. Lemak jenuh rantai panjang bersifat padat pd suhu kamar
Contoh : (ada 10 asam lemak jenuh)
- asam butirat ,
- asam stearat
- asam palmitat
- Asamavalerat
5. Asam lemak tak jenuh
Dibagi :
- Asam tak jenuh tunggal (monoethenoid, monoenoat)  mengand 1
ikatan rangkap
- Asam tak jenuh ganda (poliethenoid, polienoat) mengand 2 atau
lebih ikatan rangkap
6. trigliserida
- Trigliserida = jenis lemak yang dapat ditemukan dalam darah
- merupakan hasil uraian tubuh pada makanan yang mengandung lemak
dan kolesterol yang telah dikonsumsi dan masuk ke tubuh serta juga
dibentuk di hati.
- Setelah mengalami proses di dalam tubuh, trigliserida ini akan diserap
usus dan masuk ke dalam plasma darah yang kemudian akan
disalurkan ke seluruh jaringan tubuh dalam bentuk klomikron dan
VLDL (very low density lipoprotein).
7. Fosfolipid
- Lipid yg mengandung gugus fosfat = Fosfoasil Gliserol
- Gugus yg diikat, a.l. :
1. Kolin
2. Serin
3. Inositol
4. Etanolamin
Kolestrol

31
Adalah zat metabolic yang mengandung lemak yang ditenykan pada
membrane sel dan disirkulasikan dalam plasma darah
1. Khilomikron
2. VLDL
3. IDL
4. LDL
5. HDL

MOBILISASI ASAM LEMAK


 Stress
- Sekresi epinefrin dan nor epinefrin meningkat
 DM yg tidak terkontrol
- oleh karena kadar insulin rendah
Hati tidak memiliki enzim utk memecah senyawa keton menjadi Asetil-KoA
- Senyawa keton digunakan di jaringan ekstrahepatik (otot, otak,
jantung dll)
- Senyawa aseton tdk dapat digunakan oleh jaringan ekstrahepatik,
karena itu dikeluarkan melalui paru-paru
KOLESTEROL
- Bahan utama penyusun membran sel
- Bahan utama penyusun lipoprotein
- Sebagai prazard hormon steroid
- Sebagai prazard asam empedu
KONVERSI KHOLESTEROL MENJADI ASAM EMPEDU :
a. Terjadi dalam hati
b. Memerlukan vitamin C
c. Dihambat oleh asam empedu (feed back inhibiton)
d. Hasilnya berupa : asam empedu primer
(kholat dan khenodeoksikholat dimana dlm hati e. Terkonjungasi
dgn glisin dan taurin)

32
1. Metabolisme Lemak
• Pencernaan lemak tidak terjadi di mulut dalam lambung. Absorpsi
lemak sebagian besar terjadi di usus halus KARENA mengandung
enzim lipase. Lemak keluar dari lambung masuk ke usus sehingga
merangsang hormon kolesistokinin yang menyebabkan kantong
empedu berkontraksi shg mengeluarkan cairan empedu ke duodenum.
2. Bio sintesis asam lemak
 Asam lemak alami  derivat rantai lurus & mengandung atom karbon
dg jumlah genap
a. Rantai jenuh  tdk mengand ikatan rangkap
b. Rantai tak jenuh  mengandung 1 atau lebih ikatan rangkap
 Asam lemak bebas asam lemak dalam bentuk tidak teresterifikasi
dalam plasma darah

3. Asam Lemak Jenuh


 Tak ada ikatan rangkap
 Rumus umum CnH2n+1COOH
 As. Lemak jenuh rantai panjang bersifat padat pd suhu kamar
Contoh : a. asam butirat
b. asam stearat
c. asam palmitat
d. Asamavalerat
Asam Lemak Tak Jenuh
Dibagi :
A. Asam tak jenuh tunggal (monoethenoid, monoenoat) -> mengandung 1
ikatan rangkap
B. Asam tak jenuh ganda (poliethenoid, polienoat)-> mengandung 2 atau
lebih ikatan rangkap
C. Eikosanoid, berasal dari asam lemak eikopolienoat (20 karbon), tdd :
1. Prostanoid prostaglandin
prostasiklin

33
tromboksan
2. Leukotrien : berasal dari omega 3 dan 6 asam lemak.

4. Trigliserida
Jenis lemak yang dapat ditemukan dalam darah merupakan hasil uraian
tubuh pada makanan yang mengandung lemak dan kolesterol yang telah
dikonsumsi dan masuk ke tubuh serta juga dibentuk di hati. Setelah
mengalami proses di dalam tubuh, trigliserida ini akan diserap usus dan
masuk ke dalam plasma darah yang kemudian akan disalurkan ke seluruh
jaringan tubuh dalam bentuk klomikron dan VLDL (very low density
lipoprotein).

Bentuk Trigliserida :
a. Bentuk klomikron, berasal dari penyerapan usus setelah konsumsi
makanan berlemak.
b. Bentuk VLDL, trigliserida dibentuk oleh hati dengan bantuan insulin
dari dalam tubuh.
c. Bentuk LDL, berasal dari hidrolisis oleh enzim lipoprotein lipase dan
dimetabolisme oleh hati
SINTESIS TRIASILGLISEROL (=TG)
 Untuk disimpan (dalam jaringan lemak)
 Untuk ditransport dalam lipoprotein (epitel mukosa usus dan sel
hati)
 Untuk dikeluarkan dalam air susu (gl. Mammae) pada masa laktasi
 Di otot dan ginjal relatip sedikit jumlahnya

Perbedaan trigliserida dengan kolesterol


1. Kolesterol
a. Kolesterol akan disimpan dalam jaringan hati atau dinding
pembuluh darah.

34
b. Kolesterol berfungsi membangun sel-sel dan hormon-hormon
tertentu dalam tubuh.
2. Trigliserida
a. Trigliserida akan disimpan dalam sel lemak di bawah jaringan kulit.
b. Fungsi trigliserida adalah menghasilkan energi bagi tubuh,
melindungi tulang dan mencegah cedera
SINTESIS FOSFOLIPID =PL
Di sintesis dalam hati dan usus untuk kepentingan pembentukan
lipoprotein DAN pembentukan membran sel ( jaringan ekstrahepatik )
komponen utama dari semua membran sel, dan mempengaruhi
sejumlah organ dan jaringan, seperti jantung, sel-sel darah dan sistem
kekebalan tubuh.

Pada hati dan usus :


- untuk menyusun lipoprotein jaringan tubuh lain
- untuk bahan penyusun membran sel
Macam Fosfolipid :
I. Fosfotidil Cholin/Fosfotidil Etanolamin
- Choline/Etanolamin harus diaktifkan dulu
oleh ATP dan CTP baru berikatan dengan
gliserol
II. Fosfotidil Serin/Fosfotidil Inositol
- Kerangka gliserol (Fosfatidat=1,2 diasilgliserol fosfat) harus
diaktifkan dulu oleh CTP
Fosfolipid juga berguna dalam pengobatan masalah memori yang
berhubungan dengan zat kronis karena mereka meningkatkan
kemampuan organisme untuk beradaptasi dengan stres kronis.
Kolesterol
• adalah zat metabolik yang mengandung lemak yang ditemukan pada
membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah
• Merupakan sterol penting di alam

35
• Terdapat pd sel hewan dan manusia pd konsentrasi tinggi dlm darah
mengkristal mengendap penyempitan pembuluh darah
( ATEROSKLEROSIS ! )
• Bentuk 7-Dehidrokolesterol :
- terdapat di bawah kulit, bersama2 dgn kolesterol
sinar u.v.
- 7-dehidrokolesterol  vit. D
• kolestrol yang termasuk kategori LDL saja yang berakibat buruk
• kolestrol HDL merupakan kolestrol yang dapat melarutkan kolestrol jahat
dalam tubuh.
• Batas normal kolesterol dalam tubuh adalah 160–200 mg.

ABSORBSI LIPID DR GIT


• Lipid dr diet  TG
• Lipid keluar dari lambung  hormon kolesistokinin  merangsang
pengeluaran cairan empedu ke dalam usus.
• Pencernaan dan Absorbsi Lemak mutlak perlu asam / garam empedu
untuk emulsifikasi lemak dlm sistem pencernaan dan melarutkannya
dalam  MICELLE
TRANSPORT LIPID dlm DARAH
Dasar :
• Lipid (Hidrofobik)  Tdk larut dalam air
• Darah terutama terdiri dari air
Transport Lipid Dlm Darah  LIPOPROTEIN, strukturnya terdiri dari :
- Lemak polar : Fosfolipid
- Lemak agak polar : Kholesterol Bebas
- Lemak Nonpolar :TG, Kholesterol Ester
- Protein : Apoprotein
TRANSPORT LIPID
• TG dari Usus (Asal Makanan)
Usus  Jaringan Ekstrahepatik  Oksidasi
Usus  Jaringan Lemak  Ditimbun/Esterifikasi

36
• TG dari Hati (Hasil Sintesis)
Hati  Jaringan Ekstrahepatik  Oksidasi
Hati  Jaringan Lemak  Ditimbun/Esterifikasi
Asam Lemak Hasil Lipolisis TG Dalam Jar.lemak 
Jar. Lemak  Jaringan Ekstrahepatik  Oksidasi
Jar. Lemak  Hati  Diesterifikasi
Dioksidasi
Ketogenesis
LIPOPROTEIN
Fungsi :
• Pengangkut lipid eksogen (Khilomikron)
• Pengangkut lipid endogen (VLDL, IDL, LDL)
• Pengangkut balik kholesterol jaringan ke hati (HDL, VLDL, LDL)
VLDL = Very Low Density Lipoprotein
IDL = Intermediate Density Lipoprotein
LDL = Low Density Lipoprotein
HDL = High Density Lipoprotein
OKSIDASI ASAM LEMAK
Dasar
• Asam lemak adalah sumber energi
• Hidrolisis TG/fosfolipid untuk membebaskan asam lemak  Oksidasi
asam lemak (oksidasi beta) Oksidasi Asam lemak atau  Oksidasi
• Terjadi oksidasi atau dehidrogenasi pertama kali pada atom karbon posisi

• Terjadi pembuangan 2 atom karbon dari ujung karboksil
Secara Keseluruhan Proses Oksidasi beta, berlangsung
• Tahap Pertama : Aktivasi asam lemak (sitoplasma) menjadi Asil-KoA
dikatalisis enzim tiokinase
• Tahap Kedua : Dalam mitokondria, terjadi pemindahan Asil-KoA dari
sitoplasma ke dalam mitokondria oleh “Sistem Transporter Karnitin”
Sistem Transporter Karnitin, terdiri dari :
- Enzim Karnitin asil transferase I (A)

37
- Enzim Karnitin asil transferase II (B)
- Enzim Karnitin asil karnitin translokase (C).

38
Pertemuan 13&14
Metabolisme purin dan pirimidin
- Nukleosida
Nukleosida merupakan suatu basa (purin atau pirimidin) yang berikatan
dengan gula pentosa. Terdapat nukleosida alam, antara lain :
1. Adenin nukleotida /Adenosin Mono fosfat (AMP)
2. Guanin nukleotida /Guanosin Mono fosfat (GMP)
3. Hipoksantin nukleotida/Inosin Mono fosfat (IMP)
4. Urasil nukleotida/Uridin Mono fosfat (UMP)
5. Sitidin nukleotida/Sitidin Mono fosfat (SMP)
6. Timin nukleotida/Timidin Mono fosfat (TMP)
7. Adenosin Trifosfat (ATP) → ikatan energi tinggi
8. Uridin Trifosfat (UTP) → ikatan energi tinggi
- Nukleotida
Nukleotida merupakan senyawa yang mengandung nitrogen yang terdiri
dari basa purin atau pirimidin. Nukleotida merupakan nukleosida dan asam
fosfat. Nukleotida purin dan pirimidin merupakan unsur non esensial
secara dieretik. Asam nukleat dalam makanan akan diurai menjadi
nukleosida purin dan pirimidin di dalam usus. Manusia dapat mensintesis
nukleotida purin dan pirimidin secara de novo. Nukleotida juga dapat
disintesis dari hasil pemecahan nukleotida yang telah ada yaitu salvage
pathway (recylce), dari degradasi pirimidin dan purin dan dari sel yang
mati (regenerasi) atau dari makanan.
- Konfigurasi basa nukleosid-nukleotida
Basa Nukleosid Nukleotid
1.Purin
Adenin Adenosin Adenosin monoposfat (AMP) = asam adonilat
Guanin Guanosin Guanosin monoposfat (GMP) = asam guanilat
Hipoksantin Inosin Inosin monoposfat (IMP) = asam inosinat
2. Pirimidin
Urasil Uridin Uridin monoposfat (UMP) = asam uridilat
Cytosine Cytidine Cytidine monoposfat (CMP) = asam sitidilat
Timin Timidin Timidin monoposfat (TMP) = asam timidilat

39
40

- Biosintesis purin
1. Sintesis de novo/sintesis intermediat amfibolik
2. Fosforibolasi purin
3. Fosforilasi nukleosida purin
- Asam nukleat
Asam nukleat atau asam inti pertama kali diketemukan di dalam inti sel
yang merupakan gabungan nukleotida. Di dalam inti sel asam nukleat ada
dalam bentuk :
1. DNA (Deeoksiribo Nukleic Acid)  merupakan bahan genetik yang
disebut gen. Terdiri dari gula pentosa yaitu doeksiribosa dan basa-basa
yaitu adenin, guanin, sitosinin dan timin. Berbentuk double heliks.
2. RNA (Ribo Nukleic Acid)  merupakan bahan cetakan atau template
informasi genetic. Terdiri dari gula pentosa yaitu ribosa dan basa-basa
yaitu adenin, guanin, sitosin dan urasil. Berbentuk rantai tunggal.
Macam RNA :
a) mRNA (messenger RNA)  membawa kode genetik dari inti ke
ribosom, sebagai tempat sintesa protein, kode terdiri dari 3 nukleotida
yang disebut kodon
b) tRNA (transfer RNA)  membawa bahan sintesa protein dari
sitoplasma ke ribosom, sesuai kode yang dibawa mRNA, kode dalam
rRna disebut antikodon
c) rRNA (ribosomal RNA)  tempat sintesa protein
- Purin dan Pirimidin
Inti purin dan pirimidin merupakan inti dari senyawa komponen molekul
nukleotida asam nukleat RNA dan DNA. Purin dan pirimidin merupakan
komponen utama DNA, RNA, koenzim (NAD, NADP, ATP, UDPG).
Derivat purin berupa senyawa adenin dan guanin sedangkan derivat
pirimidin berupa senyawa sitosin, urasil dan timin. Contoh dari purin
adalah adenin, guanin, hipoxantin, xantin yang kemudian dimetabolisme
menjadi asam urat, dan congoh pirimidin adalah sitosin, urasil, timin yang
dimetabolisme menjadi CO2 dan NH3.
41

PURIN PIRIMIDIN

- Karabolisme
1. Katabolisme asam nukleat
Nukleoprotein dalam pencernakan akan dipecah menjadi molekul yang
lebih kecil yaitu nukleoprotein
- Nukleoprotein  asam nukleat + protein
- Asam nukleat  nukleotida  nukleosida + asam fosfat
- Nukleosida  basa purin/pirimidin + pentosa
- Hidrolisis nukleoprotein  protein, asam fosfat, pentosa, basa
purin atau basa pirimidin
2. Katabolisme purin
- Adenosin  inosin  hiposantin  santin  asam urat
- Guanosin  guanin  santin  asam urat
*santin oksidase (enzim yg terdapat di hati, ginjal, dan usus halus) =
santin  asam urat
3. Katabolisme pirimidin
- Sitosin  Urasil  Dihidrourasil  Asam β ureidopropionat 
CO2 + NH3
- Timin  Dihidrotimin  Asam β ureidoisobutirat → CO2 + NH3
42

- Asam urat
Asam urat dibentuk dari metabolisme purin dan diekskresi melalui ginjal.
Jika produksi purin meningkat atau ekskresi menurun maka akan terjadi
pemumukan asam urat dalam darah dan menyebabkan penyakit Gout.
- Penyakit herediter metabolisme purin
1. Hiperurisemia/Gout  Tingginya kadar natrium urat dalam darah
2. Hipourisemia  rendahnya kadar natrium urat dalam darah
3. Xantin urea/cantinlitiasis  defisiensi xantin okaidase
4. Penyakit gout  merupakan penyakit dimana terjadi penumpukan asam
urat dalam tubuh secara berlebihan diakibatkan peningkatan kadar asam
urat. Gout terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh akan asam urat karena
kadarnya yang tinggi. Pengobatan gout dilakukan dengan memberikan
obat analgesik/NSAID, kortikosteroid atau dengan pemberian kolkisin.
Pasien gout juga harus menghindari penggunaan obat yang dapat
menaikkan kadar asam urat dalam darah, obat tersebut antara lain diuretik,
aspirin, dan niasin.