Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

ALIRAN FLUIDA

BRAMA PRAYUDA
05021381823063

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN


JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2019
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Fluida adalah suatu zat yang dpat mengalir bisa berupa cairan atau gas. Fluida
mengubah bentuknya dengan mudah dan didalam kasus mengenai gas,mempunyai
volume yang sama dengan volume uladuk yang membatasi gas tersebut.
Definisi yang lebih tepat untuk membedakan zat padat dengan fluida adalah
dari karakteristik deformasi bahan-bahan tersebut. Zat padat dianggap sebagai bahan
yang menunjukkan reaksi deformasi yang terbatas ketika menerima atau mengalami
snatu gaya geser (shear). Sedangkan fluida ,memperlihatkan penomena sebagai zat
yang terus menerus berubah bentuk apabila mengalami tekanan geser; dengan kata
lain yang dikategorikan sebagai fluida adaIah suatu zat yang tidak mampu mcnahan
tekanan geser tanpa berubah bentuk.
Aliran fluida yang melingkupi sebuah benda secara penuh akan menimbulkan
tegangan pada benda tersebut, baik tegangan normal maupun tegangan geser.
Tegangan normal disebabkan karena adanya tekanan dari fluida, sedangkan tegangan
geser timbul akibat adanya viskositas fluida. Jika ditinjau pada aliran dua dimensi,
aliran yang mengalir secara horizontal akan menimbulkan gaya drag atau gaya
hambat karena arah dari gaya ini berlawanan dengan arah aliran, sedangkan aliran
yang mengalir secara vertikal menimbulkan gaya lift atau gaya angkat. Gaya drag
sering dianggap mengganggu, tetapi dalam situasi tertentu gaya drag justru
diharapkan. Aplikasi gaya lift dapat dilihat pada penggunaan pesawat terbang dan
mobil balap. Pada pesawat terbang gaya lift yang diharapkan adalah gaya lift positif,
artinya gaya angkat positif. Sedangkan pada aplikasi mobil balap, gaya lift yang
diharapkan adalah gaya lift negatif agar mobil tetap melaju di atas tanah.
Gaya angkat pesawat terbang bukan karena mesin, tetapi pesawat bisa terbang
karena memanfaatkan hukum bernoulli yang membuat laju aliran udara tepat di
bawah sayap, karena laju aliran di atas lebih besar maka mengakibatkan tekanan di
atas pesawat lebih kecil daripada tekanan pesawat di bawah.

2 Universitas Sriwijaya
Akibatnya terjadi gaya angkat pesawat dari hasil selisih antara tekanan di atas dan di
bawah di kali dengan luas efektif pesawat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah fluida itu?
2. Bagaimana penerapan fluida?
3. bagaimana pemahaman prinsip dan konsep masing-masing aliran fluida ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari fluida
2. Mengetahui penerapan fluida
3. Mengetahui pemahaman prinsip dan konsep masing-masing aliran fluida

3 Universitas Sriwijaya
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Fluida
Fluida adalah suatu bentuk materi yang mudah mengalir misalnya zat cair dan
gas.Sifat kemudahan mengalir dan kemampuan untuk menyesuaikan dengan
tempatnya berada merupakan aspek yang membedakan fluida dengan zat benda tegar.
Fluida adalah zat yang dapat mengalami perubahan bentuk secara kontinu bila
terkena tegangan geser walaupun ernoull kecil.Fluida adalah zat yang
dapat mengalami perubahan bentuk secara kontinu bila terkena tegangan geser
walaupun ernoull kecil. Gaya geser adalah komponen gaya yang menyinggung
permukaan dan jika dibagi dengan luas permukaan tersebut menjadi tegangan geser
rata-rata pada permukaan itu.
Pemakaian mekanika kepada medium kontinyu,baik benda padat maupun
fluida adalah didasari pada hukum gerak newton yang digabungkan dengan hukum
gaya yang sesuai.Sala satu cara untuk menjelaskan gerak suatu fluida adalah dengan
membagi –bagi fluida tersebut menjadi elemen volume yang sangat kecil yang dapat
dinamakan partikel fluida danmengikuti gerak masing-masing partikel ini.
Suatu massa fluida yang mengalir selalu dapat dibagi-bagi menjadi tabung
aliran,bila aliran tersebut adalah tunak, waktu tabung-tabung tetap tidak berubah
bentuknya dan fluida yang pada suatu saan berada didalam sebuah tatung akan tetap
berada dalam tabung ini seterusnya. Kecepatan aliran didalam tabung aliran adalah
sejajar dengan tabung dan mempunyai besar berbanding terbalik dengan luas
penampangnya(pantar,s, 1997).Fluida adalah gugusan yang tersusun atas molekul-
molekul dengan jarak pisah yang besar untuk gas dan kecil untuk zat cair. Molekul-
molekul itu tidak terikat pada suatu kisi, melainkan saling bergerak bebas terhadap
satu sama lain. Fluida adalah benda yang dapat mengalami perubahan bentuk secara
terus menerus karena gaya gesek yang bekerja terhadapnya.
Fluida merupakan zat yang dapat mengalir yang mempunyai partikel yang
mudah bergerak dan berubah bentuk tanpa pemisahan massa. Ketahanan fluida
terhadap perubahan bentuk sangat kecil sehingga fluida dapat dengan mudah

4 Universitas Sriwijaya
mengikuti bentuk ruang.Konsep aliran fluida yang berkaitan dengan aliran fluida
dalam pipa adalah :
1. Hukum kekentalan Massa
2. Hukum Kekentalan energy
3. Hukum kekentalan momentum
4. Katup
5. Orifacemeter
6. Arcameter (rotarimeter). (martomo, s, 1999)
Hidrometer adalah alat yang dipakai untuk mengukur massa jenis zat cair. Nilai
massa jenis zat dapat diketahui dengan membaca skala pada hidrometer yang
ditempatkan mengapung pada zat cair. Hidrometer terbuat dari tabung kaca dan
desainnya memiliki tiga bagian.Pada alat ini diterapkan hukum Archimedes.

Agar tabung kaca terapung tegak didalam zat cair, bagian bawah tabung dibebani
dengan butiran timbal. Diameter bagian bawah tabung kaca dibuat lebih besar supaya
volume zat cair yang dipindahkan ke hidrometer dapat mengapung di dalam zat cair
Tangkai tabung kaca didesain supaya perubahan kecil dalam berat benda yang
dipindahkan (sama artinya dengan perubahan kecil dalam massa jenis zat cair)
menghasilkan perubahan besar pada kedalaman tangkai yang tercelup di dalam zat

5 Universitas Sriwijaya
cair. Ini berarti perbedaan bacaan pada skala untuk berbagai jenis zat cair menjadi
lebih jelas.

2.2 Macam-macam Aliran Fluida

2.2.1 Aliran Laminer

Aliran laminer adalah aliran fluida yang bergerak dengan kondisi lapisan-lapisan
yang membentuk garis-garis alir dan tidak berpotongan satu sama lain. Alirannya
relatief mempunyai kecepatan rendah dan fluidanya bergerak sejajar (laminae) &
mempunyai batasan-batasan yang berisi aliran fluida. Aliran laminar adalah aliran
fluida tanpa arus turbulent ( pusaran air ). Partikel fluida mengalir atau bergerak
dengan bentuk garis lurus dan sejajar.Laminar adalah ciri dari arus yang berkecepatan
rendah, dan partikel sedimen dalam zona aliran berpindah dengan menggelinding
(rolling) ataupun terangkat (saltation).Pada laju aliran rendah, aliran laminer
tergambar sebagai filamen panjang yang mengalir sepanjang aliran.Aliran laminer
mempunyai Bilangan Reynold lebih kecil dari 2300.Aliran laminar adalah semacam
aliran cairan atau gas dimana fluida melewati saluran secara teratur atau lancar.Hal
ini bertentangan dengan aliran turbulen, di mana cairan melewati pencampuran dan
fluktuasi yang tidak teratur.Tekanan, kecepatan dan properti lainnya dalam larutan
tetap konstan dalam aliran laminar.Pada permukaan horizontal, aliran laminar
mungkin muncul untuk terdiri dari lamina atau lapisan tipis yang terlihat sisi sejajar
dengan sisi.Sebuah bola di Stokes mengalir, dengan harga yang sangat rendah
bilangan Reynolds .Sebuah benda bergerak melalui cairan mengalami kekuatan
dalam arah berlawanan dengan gerakannya.

Dalam dinamika fluida , aliran laminar (atau merampingkan aliran) terjadi ketika
aliran fluida di lapisan paralel, dengan tidak ada gangguan antara lapisan. Pada
kecepatan rendah, cairan cenderung mengalir tanpa lateral yang pencampuran, dan
lapisan yang berdekatan meluncur melewati satu sama lain seperti bermain kartu.
Tidak ada cross-arus tegak lurus terhadap arah aliran, atau pusaran atau gumpalan

6 Universitas Sriwijaya
cairan. Dalam aliran laminar, gerakan partikel cairan yang sangat teratur dengan
semua partikel bergerak dalam garis lurus sejajar dengan dinding pipa .aliran Laminar
adalah rezim aliran ditandai dengan tinggi difusi momentum dan momentum rendah
konveksi .
Ketika mengalir fluida yang melalui saluran tertutup seperti pipa atau antara dua
piring datar, salah satu dari dua jenis aliran dapat terjadi tergantung pada kecepatan
dan viskositas fluida: aliran laminar atau aliran turbulen .aliran laminar cenderung
terjadi pada kecepatan yang lebih rendah, di bawah ambang batas di mana ia menjadi
bergolak. Aliran turbulen adalah rezim aliran kurang teratur yang ditandai dengan
pusaran atau paket-paket kecil partikel cairan yang menghasilkan lateral yang
pencampuran. Dalam hal non-ilmiah, aliran laminar halus sementara aliran turbulen
kasar.
Contoh pada Slang penyemprotan
Ujung slang ditekan yang berarti memperkecil penampang agar diperoleh laju aliran
yang lebih besar.

7 Universitas Sriwijaya
Contohsoal
Minyak (beratspesifik = 8900 N/m³, viskositas = 0,10 N.s/m²)
mengalirmelaluisebuahtabung horizontal berdiameter 23mm seperti yang ditunjukkan
pada gambar di bawah ini. Sebuah manometer tabung-U
digunakanuntukmengukurpenurunantekanansepanjang

tabung. Tentukankisarandarinilai h agar alirannyalaminer!Untukaliranlaminer, Re ≤


2100, atau (ρVD/µ)≤ 2100, dimana ρ = γ/g. Maka, nilai minimum h adalah h = 0
(tidakadaaliran) dan nilaimaksimum h adalahuntuk Re = 2100.

2.2.2 Aliran turbulensi


Aliran turbulen adalah aliran fluida yang partikel-partikelnya bergerak secara
acak dan tidak stabil dengan kecepatan berfluktuasi yang saling interaksi.Akibat
dari hal tersebut garis alir antar partikel fluidanya saling berpotongan. Turbulen
mentransport partikel-partikel dengan dua cara; dengan penambahan gaya fluida
dan penurunuan tekanan lokal ketika pusaran turbulen bekerja padanya.

8 Universitas Sriwijaya
Keduanya adalah penyebab terjadinya transportasi pasir sepanjang bawah
permukaan. Di alam hampir semua mekanisme transport pasir terjadi secara
turbulen. Turbulen terutama terjadi di sungai akibat penggerusan sepanjang batas
arus air, dan meningkat akibat kekasaran bawah permukaan; sepanjang garis
pantai dan laut penyebabnya adalah ombak, tekanan angin permukaan, dan
penggerusan arus.Di udara turbulen yang membawa bekas ledakan volkanis
ditransport angin. Besarnya gerakan turbulen bervariasi dari mikro hingga makro,
yang terakhir tadi sangat mudah dilihat di sungai dengan penampakkan pusaran
yang kompleks atau dengan boil yang berbenturan dengan permukaan sungai,
secara terus menerus. Aliran turbulen mempunyai bilangan reynold yang lebih
besar dari 4000.Pada arus turbulen, massa air bergerak keatas, kebawah, dan
secara lateral berhubungan dengan arah arus yang umum, memindahkan massa
dan momentum. Dengan gerakan tidak beraturan seperti itu, massa atau
gumpalan fluida akan mempunyai percepatan menyimpang yang hanya sedikit
persentasinya dari kecepatan rata-rata, meskipun begitu arus turbulen bersifat
menentukan arus, sebab turbulen menjaga patikel-partikel dalam suspensi, secara
konstan, seperti clay dan silt pada sungai dan pasir pada arus turbidit, atau secara
berangsur, seperti pada kebanyakan butir pasir di sungai, pantai dan bukit pasir.
Menurut hasil percobaan oleh Reynold, apabila angka Reynold kurang
daripada 2000, aliran biasanya merupakan aliran laminer.Apabila angka Reynold
lebih besar daripada 4000, aliran biasanya adalah turbulen.Sedang antara 2000
dan 4000 aliran dapat laminer atau turbulen tergantung pada faktor-faktor lain
yang mempengaruhi.

9 Universitas Sriwijaya
Contoh Soal :
Air pada suhu 200C mengalirdenganmassa 8 kg/s
melewatidifusersepertiditunjukkangambarberikutini. Diameter pada penampang 1
adalah 3,0 cm,dan diameter pada penampang 2 adalah 7,0 cm.

Carilahkenaikantekananstatikantarapenampang 1 dan penampang 2.


Anggaplahalirantanpagesekan

Jawab:
Luas penampangaliranadalah:
A1 = πd1 2 /4 = π(0,03)2 /4 = 7,069 x 10-4 m2
A2 = πd2 2 /4 = π(0,07)2 /4 = 3,848 x 10-4 m2
Kerapatan air pada 200 C adalah 1000 kg/m3 ,sehingga:
𝑚
𝑢
𝑝𝐴
8,0
𝑢1 =
(1000)(7,069𝑋10) = 11,32 𝑚/𝑠
8,0
𝑈2 =
(1000)(3,848𝑋10) = 2,079 𝑚/𝑠

2.2.3 Aliran Kompresibel dan Inkompresibel


Fluida diklasifikasikan kompresibel atau inkompresibel berdasarkan variasi rapat
massa fluida tersebut selama mengalir. Aliran di mana perbedaan dalam massa jenis

10 Universitas Sriwijaya
dapat diabaikan disebut inkompresibel. Ketika perbedaan massa jenis aliran yang
tidak dapat diabaikan, aliran ini disebut kompresibel. Pada kenyataannya tidak ada
fluida yang massa jenisnya konstan, tetapi ada beberapa masalah aliran fluida yang
dapat disederhanakan dengan menganggap massa jenisnya konstan. Hal ini tidak
mengurangi keakuratan solusi yang didapat.Parameter yang menjadi acuan utama
untuk menentukan suatu aliran kompresibel atau tidak, dilihat dari nilai Mach
Number M, yang didefinisikan sebagai rasio antara kecepatan aliran lokal terhadap
kecepatan suara lokal.
Aliran tak termampatkan adalah kondisi aliran dimana rapat massa fluidanya
tidak berubah. Contohnya adalah air,minyak,dll.
Aliran termampatkan adalah kondisi aliran dimana rapat massa fluidanya berubah.
Contohnya adalah gas.Pada fluida jenis ini berlaku hukum termodinamika.
Pengukuran aliran adalah untuk mengukur kapasitas aliran, massa laju aliran,
volume aliran. Pemilihan alat ukur aliran tergantung pada ketelitian, kemampuan
pengukuran, harga, kemudahan pembacaan, kesederhanaan dan keawetan alat ukur
tersebut.
Dalam pengukuran fluida termasuk penentuan tekanan, kecepatan, debit, gradien
kecepatan, turbulensi dan viskositas. Terdapat banyak cara melaksanakan
pengukuran-pengukuran, misalnya : langsung, tak langsung, gravimetrik,volumetrik,
elektronik, elektromagnetik dan optik. Pengukuran debit secara langsung terdiri dari
atas penentuan volume atau berat fluida yang melalui suatupenampang dalam
suatu selang waktu tertentu. Metoda tak langsung bagi pengukuran debit
memerlukan penentuan tinggi tekanan, perbedaan tekanan atau kecepatan dibeberapa
dititik pada suatu penampang dan dengan besaran perhitungan debit. Metode
pengukuran aliran yang paling teliti adalah penentuan gravimerik atau penentuan
volumetrik dengan berat atau volume diukur atau penentuan dengan mempergunakan
tangki yang dikalibrasikan untuk selang waktu yang diukur.
Pada prinsipnya besar aliran fluida dapat diukur melalui :
1. Kecepatan (velocity)
2. Berat (massanya)

11 Universitas Sriwijaya
3. Luas bidang yang dilaluinya
4. Volumenya.

Contoh soal aliran kompresibel :


diketahuiudaramelaluitabung yang diisolasi. Udara
tersebutberasaldarisumburuangbesar yang dihisapmelalui converging nozzle yang
permukaansangathalus.Hitung : M, Po2 dan gaya pada dindingsaluran.
To = 296 KPo = 101 kPa (abs
D = 7.16 mm

To = 296 K Po = 101 kPa (abs)

P1 = 98.5 kPa (abs)T2 = 287 K

Diketahui :
k
P01  k  1 2  k 1
 1  M1 
P1  2 
1 1
   2  1.01 105  0.286   2
2  P01 
k 1 2

 
k

M1      1      1   0.190
 k  1  P1     0.4  9.85  10 4   
    
T01 296 K
T1    294 K
k  1 2 1  0.2  0.190 2
1 M1
2
Untuk gas ideal :
P N kg.K 1 kg
1  1  9.85  10 4 2    1.17 3
R.T1 m 287 N.m 294 K m
1

 N.m kg.m  2 m
V1  M 1c1  M 1 k .R.T1  0.19  1.4  187  294 K    65.3
 kg.K N.sec  sec
 .D 2  7.16  10 3  m 2
2

A1  A    4.03  10 5 m 2
4 4

12 Universitas Sriwijaya
Contoh soal aliran inkompresibel :
Letak pipa besarialah 5 m di atastanah, sedangkan pipa kecil 1 m di
atastanahsepertigambarberikut

kecepatan yang dimiliki oleh sebuahaliran pipa air ialahsebesar 36 km.jam-


1.
Sedangkanuntuktekananbesarnyaialah 9,1 x 105 Pa dan tekanan di pipa kecil
2.105 Pa. Jadi, berapakahlajukecepatan air pada pipa kecil, jikamassajenis air ialah
103 kg.m-3 ?
Pembahasan:
Diketahui:
 Tekanan air pada pipa besar (p1) = 9,1 x 105 Pascal = 910.000 Pascal

 Tekanan air pada pipa kecil (p2) = 2 x 105 Pascal = 200.000 Pascal

 Kecepatan air pada pipa besar (v1) = 36 km/jam = 36(1000)/(3600) = 36000/3600


=10 m/s

 Tinggi pipa besar (h1) = -4 meter

 Tinggi pipa kecil (h2) = 0 meter

 Percepatangravitasi (g) = 10 m.s-2

 Massa jenis air = 1000 kg.m-3

Jadikecepatan air yang ada di pipa II dapatdihitungdenganpersamaan


Bernoulli:
910.000 + ½ (1000)(102) + (1000)(10)(0) = 200.000 + ½ (1000)(v22) + (1000)(10)(-
4)
910.000 + 50.000 + 0 = 200.000 + 500 v22 – 40.000
960.000 = 160.000 + 500 v22

13 Universitas Sriwijaya
800.000 = 500 v22
800.000 / 500 = v22
1600 = v22
v2 = √1600
v2 = 40 m/s

2.3 Bilangan Reynolds


Bilangan Reynolds merupakan bilangan tak berdimensi yang dapat
membedakan suatu aliran itu dinamakan laminar, transisi atau turbulen.
Re = ρ VD / µ

Dimana :
V kecepatan (rata-rata) fluida yang mengalir (m/s)
D adalah diameter dalam pipa (m)
ρ adalah masa jenis fluida (kg/m3)
µ adalah viskositas dinamik fluida (kg/m.s) atau (N. det/ m2)
Dilihat dari kecepatan aliran, diasumsikan/dikategorikan laminar bila aliran
tersebut mempunyai bilangan Re kurang dari 2300, Untuk aliran transisi berada pada
pada bilangan Re 2300 dan 4000 biasa juga disebut sebagai bilangan Reynolds kritis,
sedangkan aliran turbulen mempunyai bilangan Re lebih dari 4000.
Dalam mekanika fluida, bilangan Reynolds adalah rasio antara gaya inersia
(vsρ) terhadap gaya viskos (μ/L) yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya
tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu. Bilangan ini digunakan untuk
mengidentikasikan jenis aliran yang berbeda, misalnya laminar , turbulen atau
transisi. Namanya diambil dari Osborne Reynolds (1842–1912) yang
mengusulkannya pada tahun 1883.
Re = (ρ v D)/μ
V = Kecepatan aliran (m/dt)
D = Diameter pipa (m)
ρ = massa jenis (kg/m3)

14 Universitas Sriwijaya
μ = viskositas dinamik (N.s/m3)
Besarnya bilangan Reynold yang terjadi pada suatu aliran dalam pipa dapat
menunjukkan apakah profil aliran tersebut laminer atau turbulen.Biasanya angka
Re<2000 merupakan batas aliran laminer dan angka lebih besar dari Re >4000
dikatakan aliran turbulen.Sedangkan Rd diantara keduanya dinyatakan sebagai aliran
transisi. Karakteristik lain yang mempengaruhi pengukuran laju aliran adalah
temperatur dan tekanan fluida tersebut, khususnya bila fluida tersebut adalah fluida
gas. Hal ini disebabkan karena massa jenis (ρ) fluida gas sangat dipengaruhi oleh
kedua besaran yang disebutkan diatas. Jenis aliran fluida didalam pipa tergantung
pada beberapa faktor, yaitu:
a.Kecepatan fluida (v) didefinisikan besarnya kecepatan aliran yang mengalir
persatuan luas:
v = QA [m/detik]
b.Kecepatan (Q) didefinisikan suatu kecepatan aliran fluida yang memberikan
banyaknya volume fluida dalam pipa:

Q = A x v [m3/detik].

15 Universitas Sriwijaya
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Fluida adalah suatu bentuk materi yang mudah mengalir misalnya zat cair dan
gas. Sifat kemudahan mengalir dan kemampuan untuk menyesuaikan dengan
tempatnya berada merupakan aspek yang membedakan fluida dengan zat
benda tegar.
2. Dalam kehidupan sehari-hari, dapat ditemukan aplikasi Hukum Bernoulli
yang sudah banyak diterapkan pada sarana dan prasarana yang menunjang
kehidupan manusia masa kini seperti untuk menentukan gaya angkat pada
sayap dan badan pesawat terbang, penyemprot parfum, penyemprot racun
serangga dan lain sebagainya.

3.2 Saran
1. Semoga penerapan Fluida dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari
maupun dibidang keteknikan semaksimal mungkin
2. Bagi masyarakat semoga dapat memanfaatkan penerapan fluida dengan baik
3. Bagi masyarakat haruslah memahami fluida dengan baik.

16 Universitas Sriwijaya
DAFTAR PUSTAKA

Dhani. 2009. Perlindungan Pipa Bawah Laut. Departement of Ocean Enggenering.


http://www.wordpess.com/zona_dhani.
Dwitama, Akbar.2012. https://akbardwitama.wordpress.com/2012/05/25/aliran-
laminar-dan-turbulen/.
R. Munson, dkk.2002. Mekanika Fluida jilid 2.Jakarta : Erlangga.
Rouza, Eka S.2009 Tugas Akhir :Analisis Pola Aliran Terhadap Pengaruh Variasi
Flange Pipa Penyalur Hidrokarbon. Surabaya : ITS.
Setyawan, M, S.T, 1999. Buku Petunjuk Praktikum Lanjut Teknik Kimia.Yogyakrta
:Universitas Ahmad Dahlan
Stiaban, Pantur, Ph.D, 1997. Fisika edisi ke-3, jilid 1. Bandung :Erlangga.

17 Universitas Sriwijaya