Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA

(SUMBER DAYA MANUSIA)

DISUSUN OLEH :
1. NISSA AULIA
2. RANTI MEILANA MULYAWATI
3. HADIATNA EKA JAYA RAMDHANI

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) BANTEN


Jln.Letnan Jidun No.5C
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Di dalam masyarakat modern, kekayaan dinilai dengan uang dan setiap


transaksi aliran kekayaan antar individu di dalam masyarakat diukur dengan satuan
uang. Untuk mendapakan berbagai barang dan jasa yang diperlukan, masyarakat
modern memerlukan uang sebagai ukuran transaksi. Pengunaan uang telah
menerobos ke semua aspek kehidupan. Manusia modern memerlukan akuntansi
sebagai komunikasi keuangan antar individu di dalam masyarakat. Kebutuhan akan
informasi akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan kekayaan yang
dimiliki oleh masyarakat.

Setiap pihak yang diserahi wewenang untuk mengelola kekayaan investor


berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan kekayaan tersebut
kepada investor. Dalam mempertanggungjawabkan kekayaan, manajemen
perusahaan mengunakan akuntansi sebagai bahasa komunikasi. Untuk itu,
perusahaan perlu menyelengarakan akuntansi yang memungkinkan disajikannya
laporan pertanggungjawaban kepada para investor. Pertanggungjawaban keuangan
memerlukan dua unsur yaitu: kompetensi dalam bidang akuntansi dan keandalan
informasi akuntansi yang dihasilkan. Semakin kompleks perekonomian suatu
masyarakat, semakin kompleks transaksi keuangan yang dilakukan oleh masyarkat
tersebut, sehingga memerlukan kompetisi yang tinggi untuk mencerminkan
transaksi keuangan mereka dengan informasi akuntansi.

Pengetahuan auditing menjadikan orang kompeten untuk menilai kewajaran


pertanggungjaawaban keuangan, sehingga memungkinkan orang yang terjun dalam
profesi akuntan publik mampu menghasilkan jasa yang menjadikan masyarakat
dapat memperoleh informasi keuangan yang andal. Informasi keuangan yang andal
bagi masyarakat penting dalam menggambil keputusan pengalokasian sumber daya
ekonomi secara efektif dan efesien.

1
Dalam makalah ini siklus kegiatan perusahaan akan digunakan sebagai objek
pengujian pengedalian khususnya jasa penggajian atau personalia yang
berhubungan langsung dengan sumber daya manusia. Sumber daya manusia
merupakan faktor penting perusahaan dalam menjalankan segala aktivitas
perusahaan . Salah satu kewajiban perusahaan adalah pemberian gaji sebagai balas
jasa perusahaan. Pemberian jasa ini merupakan proses yang dalam pelaksanaannya
butuh suatu pengendalian yang memadai agar tidak terjadi penyimpangan.

Biaya gaji merupakan suatu masalah yang sangat penting, biaya gaji
merupakan biaya yang membutuhkan jumlah yang cukup besar dibandingkan yang
lain. Sehingga perlu adanya audit atas penggajian guna menghindari berbagai
macam kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan siklus penggajian.

Bertolak dari uraian diatas, penulis membahas tentang siklus penggajian


beseta prosedur-prosedur nya. Penulis memberikan judul makalah Audit Siklus
Penggajian dan Personalia.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dapat dibuat
adalah sebagai berikut :

1. Akun dan dokumen apa saja yang terkait dalam audit siklus penggajian
dan personalia?
2. Fungsi fungsi apa saja yang terkait dalam audit siklus pengganjian
dan personalia?
3. Apa tujuan dari audit siklus pengganjian dan personalia?
4. Apa saja yang menjadi bahan pertimbangan struktur pengendalian intern?
5. Bagaimana menentukan resiko pengendalian dalam audit siklus
pengganjian dan personalia?

2
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui akun dan dokumen yang terkait dalam audit siklus penggajian
dan personalia.
2. Mengetahui fungsi audit siklus penggajian dan personalia.
3. Mengetahui tujuan audit siklus penggajian dan personalia.
4. Mengetahui pertimbangan struktur pengendalian audit siklus penggajian
dan personalia.
5. Mengetahui cara menentukan risiko pengendalian audit siklus penggajian
dan personalia.

3
BAB II

PEMBAHASAN

Siklus penggajian dan personalia (payroll and personnel cycle) melibatkan


pekerjaan dan pembayaran kepada semua karyawan. Ketidaktepatan dalam
penilaian dan pengalokasian biaya tenaga kerja dapat mengakibatkan salah saji laba
bersih yang material.

Perbedaan utama antara siklus penggajian dan personalia serta siklus lainnya :

 Hanya ada satu kelas transaksi untuk penggajian.


Penggajian hanya memiliki satu kelas karena penerimaan jasa dari karyawan
dan pembayaran jasa tersebut melalui penggajian biasanya terjadi dalam
periode waktu yang singkat.
 Transaksi pada umumnya jauh lebih signifikan daripada akun neraca
terkait.
Akun-akun yang terkait dengan penggajian seperti penggajian akrual dan
potongan pajak biasanya bernilai kecil dibandingkan dengan total transaksi
selama tahun bersangkutan.
 Pengendalian internal terhadap penggajian sudah efektif bagi hampir
semua perusahaan, bahkan perusahaan yang kecil sekalipun.
Keefektifan dari pengendalian atas pemotongan dan pembayaran pajak
penggajian diatur oleh pemerintah. Adanya ketidakadilan dalam pembagian
gaji karyawan dapat menimbulkan masalah moral.

Audit penggajian menekankan pada pengujian pengendalian, pengujian


substantif atas transaksi, dan prosedur analitis.

2.1 Akun dan Transaksi dalam Siklus Penggajian dan Personalia

Tujuan keseluruhan dari audit siklus penggajian dan personalia adalah untuk
mengevaluasi apakah saldo akun yang terpengaruh oleh siklus tersebut telah
dinyatakan secara wajar sesuai degan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima
umum.

4
Akun yang umum dalam siklus penggajian dan personalia umunya dijelaskan
dengan akun T, yang menggambarkan cara informasi akuntansi mengalir melalui
berbagai akun dalam siklus penggajian dan personalia.

Dalam sebagian besar sistem, akun gaji dan upah akrual hanya digunakan
pada akhir periode akuntansi. Selama periode berjalan, beban baru akan dicatat
apabila karyawan telah benar-benar dibayar dan bukan ketika biaya tenaga kerja
terjadi. Akrual untuk tenaga kerja dicatat dengan ayat jurnal penyesuaian pada akhir
periode bagi setiap biaya tenaga kerja yang dihasilkan tetapi belum dibayar.

2.2 Fungsi Bisnis dalam Siklus Penggajian dan Personalia serta Dokumen
dan Catatan Terkait
2.2.1 Akun dalam Siklus Penggajian dan Personalia

Siklus penggajian dan personalia melibatkan perolehan jasa dari


karyawan yang konsisten dengan tujuan perusahaan, dan akuntansi yang tepat
untuk jasa tersebut. Transaksi utama siklus ini adalah transaksi gaji dan upah.
Transaksi ini mempengaruhi beberapa rekening berikut:

1. Biaya gaji dan upah,


2. Berbagai bentuk tunjangan hari raya, tunjangan kesehatan, tunjangan hari
tua, dan sebagainya,
3. Biaya tenaga kerja langsung,
4. Utang gaji dan upah,
5. Pajak penghasilan karyawan,
6. Rekening kas di bank, dengan sistem imprest atau dana tetap, yang
khusus digunakan untuk membayar gaji dan upah.

5
Hubungan antar rekening tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

2.2.2 Klasifikasi Transaksi, Akun, Fungsi-fungsi Bisnis, Dokumen dan


Pencatatan Terkait untuk Siklus Penggajian dan Personalia

6
Kolom ketiga mengidentifikasi empat fungsi bisnis dalam siklus
penggajian dan personalia yang umum serta mengilustrasikan hubungan
antara fungsi bisnis, kelas transaksi, akun-akun, dan dokumen serta catatan.

1. Personalia dan kesempatan kerja


Departemen sumber daya manusia menyediakan sumber yang
independen untuk mewawancarai dan merekrut personil yang memenuhi
kualifikasi. Departemen tersebut juga merupakan sumber catatan yang
independen nagi verifikasi internal atas informasi upah.
o Catatan personalia
Meliputi data seperti tanggal mulai bekerja, investigasi personil,
tingkat pembayaran, pembayaran, pengurangan yang diotorisasi,
evaluasi kinerja, dan tanggal berhenti bekerja.
o Formulir otorisasi pengurangan
Formulir ini digunakan untuk mengotorisasi pengurangan gaji,
termasuk jumlah pembebasan untuk pemotongan pajak penghasilan
dan program tabungan lainnya, obligasi tabungan, serta iuran serikat
pekerja.
o Formulir otorisasi tingkat pembayaran
Digunakan untuk mengotorisasi tingkat pembayaran. Sumbernya
adalah kontrak tenaga kerja, otorisasi oleh manajemen, atau otorisasi
dari dewan direksi.
2. Pencatatan waktu dan persiapan penggajian
Pencatatan waktu dan persiapan penggajian mempengaruhi secara
langsung beban penggajian setiap periode. Untuk mencegah salah saji
dalam empat aktivitas berikut, diperlukan penggajian yang memadai :
o Penyiapan kartu waktu oleh karyawan
o Pengikhtisaran dan penghitungan pembayaran kotor, pengurangan,
dan pembayaran bersih
o Penyiapan cek gaji
o Penyiapan catatan gaji

7
a. Kartu waktu
Dokumen yang mengindikasikan waktu per jam karyawan mulai dan
berhenti bekerja setiap hari serta jumlah jam kerja karyawan.
b. Tiket waktu pekerjaan
Formulir yang menunjukkan pekerjaan mana yang dikerjakan
karyawan selama periode waktu tertentu.
c. File transaksi penggajian
File ini mencantumkan semua transaksi penggajian yang diproses
oleh sistem akuntansi selama suatu periode.
d. Jurnal atau daftar penggajian
Laporan ini dibuat dari file transaksi penggajian dan umumnya
mencantumkan nama karyawan, tanggal, jumlah penggajian kotor
dan bersih, jumlah pemotongan, serta klasifikasi akun atau
klasifikasi setiap transaksi.
e. File induk penggajian
File komputer yang digunakan untuk mencatat transaksi penggajian
bagi setiap karyawan dan mempertahankan total upah karyawan
yang dibayar selaa tahun tersebut hingga tanggal saat ini.
3. Pembayaran Gaji
a. Cek gaji
Cek gaji ditulis dan kemudian diserahkan kepada karyawan sebagai
pertukaran atas jasa yang dilaksanakannya. Jumlah dalam cek
tersebut merupakan pembayaran kotor dikurangi pajak dan
pemotongan lainnya.
b. Rekonsiliasi rekening bank penggajian
Rekonsiliasi bank independen merupakan hal yang penting bagi
semua akun kas termasuk penggajian, untuk menemukan kesalahan
dan kecurangan. Akun penggajian imprest adalah akun penggajian
terpisah di mana saldo bernilai kecil dipertahankan. Akun imprest
membatasi exposure klien terhadap kecurangan penggajian, serta
menyederhanakan rekonsiliasi rekening bank penggajian.

8
4. Penyiapan SPT Pajak penggajian dan pembayaran pajak
Sebagian besar sistem penggajian yang terkomputerisasi menyiapkan SPT
Pajak penggajian dengan menggunakan informasi tentang transaksi
penggajian dan file induk. Untuk mencegah salah saji dan kewajiban pajak
serta penalti yang potensial, individu yang kompeten harus memverifikasi
output secara independen.
a. Formulir W2
Formulir yang dikirim ke setiap karyawan yang mengikhtisarkan
penghasilan karyawan selama tahun kalender, termasuk pembayaran
kotor, pemotongan pajak penghasilan, dan pemotongan jaminan
sosial.
b. SPT pajak penghasilan
Formulir yang diserahkan ke unit pemerintah lokal, negara bagian, dan
federal untuk menunjukkan pembayaran pajak yang dipotong dan pajak
perusahaan.
2.2.3 Catatan dan Dokumen dalam Siklus Penggajian dan Personalia

Dokumen-dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan dalam


prosedur penggajian antara lain sebagai berikut :

a. Catatan personalia (personel records)


Meliputi data seperti tanggal mulai bekerja, investigasi personil, tingkat
pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, evaluasi kinerja dan tanggal
berhenti bekerja.
b. Formulir Otorisasi (Personal Authorization)
Adalah surat keputusan yang berisi penempatan dan penugasan seseorang
karyawan dalam posisi dan jabatan tertentu
c. Pencatatan waktu (timekeeping) dan persiapan penggajian
Merupakan hal yang penting dalam audit penggajian karena mempengaruhi
secara langsung beban penggajian dalam setiap periode. Untuk mencegah
salah saji dalam tepat aktivitas berikut diperlukan pengendalian yang
memadai :
o Penyiapan kartu waktu oleh karyawan

o Pengikhtisaran dan penghitungan pembayaran kotor, pengurangan dan


pembayaran bersih
9
o Penyiapan cek gaji
o Penyiapan catatan gaji
d. Kartu waktu (time card)
Adalah dokumen yang mengidentifikasi waktu per jam karyawan mulai dan
berhenti bekerja setiap hari serta jumlah jam kerja karyawa. Kartu waktu ini
dapat berupa formulir kertas atau electronic, dan dapat disiapkan secara
otomatis oleh jam waktu atau pembaca kartu identifikasi. Kartu waktu ini
biasanya diserahkan setiap minggu.
e. Tiket waktu pekerjaan (Time tickect)
Tiket waktu pekerjan adalah formulir yang menunjukkan pekerjaan mana
yang dikerjakan karyawan selama periode waktu tertentu. Formulir ini hanya
digunakan oleh seorang karyawan yang melakukan pekerjaan berbeda atau
bekerja dalam departemen yang berbeda. Tiket waktu pekerjan seringkali
diakukan secara electronic dengan system pelaporan waktu dan beban.
f. File transaksi penggajian
File yang dibuat oleh komputer ini mencantumkan semua transaksi
penggajian yang diproses oleh sistem akuntansi selama satu periode, seperti
satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun. File tersebut berisi semua
informasi yang dimasukkan kedalam sistem dan informasi tentang setiap
transaksi seperti nama karyawan, dan nomer identifikasi, tanggal,
pembayaran kotor dan bersih, berbagai jumlah pemotongan pajak dan
klasifikasi akun atau klasifikasi
g. Jurnal atau data penggajian
Laporan ini dibuat dari file transaksi penggajian dan umumnya
mencantumkan nama karyawan, jumlah penggajian kotor dan bersih, jumlsh
pemotongan, serta klasifikasi akun atau klasifikasi transaksi. Transaksi yang
sama dimasukkan kedalam jurnal atau daftar juga diposting secara simultan
kebuku besar umum dan ke file besar induk penggajian.
h. File induk penggajian (payroll master file)
Adalah file komputer yang digunakan untuk mencatat transaksi penggajian
bagi setiap karyawan dan mempertahankan total upah karyawan yang dibayar
selama tahun tersebut hingga tanggal saat ini. Catatan setiap karyawan
mencantumkan pembayaran kotor selama setiap periode penggajian,
pengurangan dari pembayaran kotor, pembayaran bersih, nomer cek, dan

10
tanggal. File induk ini diperbaharui dari file transaksi peggajian. Total
penghasilan setiap karyawan dalam file induk sama dengan saldo penggajian
kotor dalam berbagai akun buku besar umum
i. Cek gaji.
Cek gaji ditulis untuk selanjutnya diserahkan kepada karyawan sebagai
pertukaran atas jasa yang dilakasanakannya. Jumlah cek tersebut merupakan
pembayaran kotor dikurangi pajak dan potongan lainnya. Cek itu disimpan
sebagai bagian dari fungsi penyiapan penggajian, tetapi tanda tangan yang
diotorisasi telah membuat cek tersebut sebagai aktiva. Setelah cek gaji
dicairkan oleh karyawan, cek yang dibatalkan lalu dikembalikan ke
perusahaan dari bank. Cek gaji seringkali disetorkan secara langsung dari
rekening bank setiap karyawan.
j. Rekonsiliasi rekening bank penggajian
Rekonsiliasi bank independen merupakan hal yang penting bagi semua akun
kas, termasuk penggajian, untuk menemukan kesalahan dan kecurangan.
Akun penggajian impress (imprest payroll account) adalah akun penggajian
terpisah dimana saldo bernilai kecil dipertahankan. Jumlah setiap gaji bersih
yang ditransfer berdasarkan cek atau transfer dana elektronik dari akun
umum ke akun impress segera sebelum distribusi penggajian
k. Formulir W2
Formulir yang dikirim ke setiap karyawan yang mengikhtisarkan penghasilan
karyawan selama tahun kalender, termasuk pembayaran kotor, pemotongan
pajak penghasilan, dan pemotongan jaminan sosial.
l. SPT pajak penghasilan
Formulir yang diserahkan ke unit pemerintah lokal, negara bagian, dan
federal untuk menunjukkan pembayaran pajak yang dipotong dan pajak
perusahaan.

2.2.4 Fungsi-fungsi yang Terkait pada Siklus Penggajian Personalia

Fungsi personalia melibatkan aktivitas bagian-bagian lain yang berkaitan


dengan pemberian kompensasi kepada sesorang karyawan perusahaan. Kerjasama
diantara berbagai bagian tersebut menunjukkan fungsi tertentu yang antara lain :

1. Fungsi penerimaan karyawan baru (Hiring Employees)

11
Fungsi inilah yang bertugas untuk menentukan layak atau tidaknya
seseorang diterima sebagai karyawan baru perusahaan.
2. Fungsi pengotorisasi pengubahan gaji dan upah (Authorizing Payroll
Changes)
Fungsi ini dipegang oleh departemen personalia. Supervisor
(pengawas) karyawan atau atasan karyawan tersebut dapat mengusulkan
perubahan tarif gaji dan upah atau kenaikan jabatan.
3. Fungsi pelaksana absensi dan data waktu kerja (Preparing Attendance
dan Time Keeping Data)
Fungsi ini sangat penting dalam audit gaji dan upah karena secara
langsung mempengaruhi biaya gaji dan upah suatu periode.
4. Fungsi pelaksana gaji dan upah (Preparing the Payroll)
Fungsi ini dipegang oleh departemen gaji dan upah serta EDP (pada
sistem komputer). Departemen ini mengolah data jam kerja karyawan untuk
menentukan (menghitung) gaji dan upah yang didukung dengan voucher gaji
dan upah.
5. Fungsi pencatat gaji upah (Recording the Payroll)
Fungsi ini dipegang oleh bagian accounting. Pengendalian yang
dilakukan oleh fungsi ini berupa pencatatan biaya gaji dan upah berdasar
salinan cek gaji dan upah yang disukung dengan voucher gaji dan upah.
6. Fungsi pembayar gaji dan upah (Paying the Payroll)
Bendahara kantor biasanya memegang fungsi ini. Bendahara kantor
memegang kopi register voucher dan cek gaji dan upah. Personel bendahara
karyawan kantor kemudian mengecek kesesuaian nama dan jumlah cek
dengan voucher register. Apabila sesuai, maka karyawan yang berwenang
menandatangani cek dan menyerahkan cek pada karyawan yang berhak.
7. Fungsi penyiapan dan pembayaran pajak penghasilan karyawan (Filling
Payroll Tax Return)
Sesuai dengan peraturan perundang-undangan pajak penghasilan,
perusahaan harus memotong gaji dan upah karyawannya.

2.3 Tujuan Audit Terhadap Siklus Gaji dan Personalia


Tujuan audit siklus jasa personalia dibedakan untuk setiap asersi laporan
keuangan.

12
1. Asersi Keberadaaan atau Keterjadian
Berkaitan dengan asersi keberadaan atau keterjadian, auditor menekankan pada
apakah seluruh saldo biaya gaji dan upah, utang gaji dan upah, tunjangan, bonus,
dan saldo rekening lain yang terkait, benar-benar eksis pada tanggal neraca. Selain
itu, asersi ini juga menekankan pada apakah seluruh transaksi gaji dan upah yang
tercatat benar-benar terjadi dan tidak ada transaksi pembayaran gaji dan upah fiktif.
2. Asersi Kelengkapan
Asersi kelengkapan menekankan apakah seluruh transaksi dan saldo yang
semestinya tercantum dalam laporan keuangan, sudah benar-benar dicatat dan
disajikan. Auditor akan mencoba mendeteksi apakah ada transaksi pembayaran gaji
dan upah yang belum tercatat.
3. Asersi Hak dan Kewajiban
Berkaitan dengan asersi ini, auditor berusaha memastikan apakah perusahaan
mempunyai kewajiban legal atas biaya dan utang gaji dan upah, dan pajak
penghasilan karyawan.
4. Asersi Penilaian dan Pengalokasian
Berkaitan dengan asersi penilaian, auditor akan berusaha memperoleh bukti
mengenai apakah saldo biaya gaji dan upah, bonus karyawan, tunjangan, utang gaji
dan upah, dan pajak penghasilan karyawan telah disajikan dalam laporan keuangan
pada jumlah yang tepat. Auditor akan memastikan apakah saldo tersebut diperoleh
melalui penilaian dan pengalokasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum.
5. Asersi Pelaporan dan Pengungkapan
Selain memperoleh bukti mengenai keempat asersi tersebut, auditor perlu
menghimpun bukti mengenai apakah transaksi dan saldo yang tercatat telah tepat
diklasifikasikan, dijelaskan, dan diungkapkan.

2.4 Program Audit


Prosedur pengujian pengendalian yang dapat diterapkan untuk siklus gaji dan
upah dibedakan atas prosedur:

1. Pengujian Pengendalian
a. Pengujuan pengendalian biaya gaji dan upah
Langkah-langkahnya:

13
1. Himpun register gaji dan upah dari bagian gaji dan upah, dan
memeriksa ketepatan perhitungan matematis.
2. Himpun ringkasan gaji dan upah, dan ringkasan distribusi tenaga kerja
terkait.
3. Pilih sampel karyawan secara random dari register gaji.
4. Himpun arsip personalianya, kemudian :
- Periksa kelengkapan arsip karyawan tersebut
- Bandingkan informasi pengurangan gaji dan upah dalam catatan
personalia dengan penjurnalan dalam register gaji, himpun laporan
waktu dan hitung penerimaan kotornya
- Mengusut penjurnalan dalam register gaji tersebut dengan posting- nya
5. Mendokumentasikan setiap temuan penyimpangan yang diperoleh
melalui keempat langkah diatas.
b. Pengujian Pengendalian Pendistribusian Gaji dan Upah

Langkah-langkahnya:
1. Pilih dan minta sampel cek gaji yang sudah di-cancelled.
2. Mengusut rincian dalam cek dengan penjurnalan dalam register gaji dan
upah.
3. Membandingkan tanda tangan penerima cek dengan tanda tangan
dalam catatan personalia.
4. Mengamati pendistribusian cek secara langsung.
5. Mendokumentasikan setiap temuan penyimpangan yang diperoleh
melaui keempat langkah diatas.
2. Pengujian Substantif
a. Program audit awal
1. Buat top schedule.
2. Minta rincian biaya gaji, upah dan rekening terkait.
3. Lakukan tes matematis.
4. Cocokkan.
b. Prosedur analitis
1. Bandingkan saldo gaji, upah dan rekening terkait dengan saldo tahun
sebelumnya.
2. Bandingkan saldo dan anggaran.
3. Hitung rasio.
14
c. Detail transaksi
1. Telusuri nama dan tarif gaji dan upah untuk dasar pencatatannya.
2. Telusuri waktu yang tampak pada kartu hadir dan pulang serta laporan
yang ditandatangani mandor.
3. Tentukan dasar pengurangan dan penggajian dan bandingkan dengan
catatan pengurangan yang telah diotorisasi.
4. Bandingkan total gaji dan upah dan rekening terkait dari data yang
dibuat.
5. Adakan observasi pengadaan mesin absensi dan kartu absensi yang
tidak digunakan.
d. Detail Saldo

1. Buat ringkasan daftar kompensasi staff atau pimpinan dan telusuri ke


kontrolnya.
2. Periksa daftar gaji untuk satu atau beberapa bulan dan tes perhitungan
PPh apakah sesuai Undang-Undang.
3. Bandingkan total biaya gaji, upah dan rekening terkait dalam laporan
Laba Rugi dan SPT.
4. Bandingkan data yang ada dalam daftar gaji dan upah dengan catatan
personal.
5. Lakukan observasi pada saat pembayaran gaji dan upah.
e. Penyajian dan Pengungkapan
1. Periksa penyajian dan pengungkapan dalam neraca dan Laporan laba
Rugi apakah sudah tepat.

2.5 Pertimbangan Struktur Pengendalian Intern

Auditor harus memperoleh pemahaman struktur pengendalian intern


transaksi gaji dan upah. Pemahaman tersebut meliputi:

1. Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian meliputi beberapa faktor lingkungan pengendalian,
yaitu:
- Pertanggungjawaban urusan karyawan ada pada direktur hubungan
industrial atau personalia,

15
- Metode pengendalian manajemen termasuk penggunaan biaya standar dan
anggaran serta perhitungan varians,
- Adanya internal auditor,
- Praktik dan kebijakan ketenagakerjaan.
2. Penaksiran Risiko
Sebagai unsur dari perhitungan risiko, manajemen harus mempertimbangkan risiko
yang telah dibahas pada uraian tentang risiko bawaan dan perancangan
pengendalian di atas.
3. Informasi dan Komunikasi (Sistem Akuntansi)
Dalam pemahaman sistem akuntansi, akuntan harus kompeten dalam menggunakan
komputer karena transaksi gaji dan upah yang biasanya pertama kali diterapkan
dalam komputerisasi.
4. Pemantauan
Pengendalian dan pemantauan yang dilakukan manajemen dalam siklus personalia
mencakup umpan balik dari para karyawan seperti misalnya informasi mengenai
data karyawan itu sendiri yang nantinya terkait erat dengan proses penentuan
tunjangan untuknya.

2.6 Aktivitas Pengendalian

Aktivitas pengendalian yang relevan dengan audit atas transaksi penggajian dan
pengupahan dapat digolongkan menjadi beberapa kebijakan dan prosedur yang
berkaitan dengan:

1. Riview kinerja. Aktivitas pengendalaian ini mencakup review atas kinerja


sesungguhnya dari transaksi yang berkaitan dengan penggajian dan pengupahan
periode sebelumnya.
2. Pengolahan informasi. Dua pengelompokan untuk aktivitas pengendalian jenis ini
adalah pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Pengendalian umum ini
terkait dengan pengendalian atas operasional dari transaksi penggajian dan
pengupahan, pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Pengendalian
aplikasi berlaku untuk pengolahan aplikasi secara individual untuk masing- masing
transaksi tersebut.

16
3. Pengendalian fisik. Untuk mengendalikan penggunaan uang yang tidak
seharusnya dan biaya tenaga kerja yang tidak diotorisasi, manajemen harus
menentukan kebijakan untuk membatasi akses ke personel dan catatan gaji.
4. Pemisahan tugas. Pembebanan tanggung jawab ke orang yang berbeda untuk
memberikan otorisasi transaksi penggajian dan pengupahan, pencatatan transaksi
penggajian dan pengupahan, menyelenggarakan penyimpanan aktiva yang dikelola
dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan atau kesempatan orang untuk
berbuat curang.

2.7 Penghimpunan dan Pendokumentasian Pemahaman


1. Review Pendahuluan
Dalam review pendahaluan, auditor mengembangkan pemahaman umum mengenai
lingkungan pengendalian perusahaan, alur personel dan transaksi gaji serta
pencatatan semua sistem akuntansinya.
2. Dokumentasi Sistem
Auditor dapat menggunakan flowchart atau kuesioner untuk mendokumentasikan
pemahamannya dan menyiapkan narasi deskriptif pelaksanaan pembayaran gaji
dan upah bagi karyawan perusahaan.
3. Menganalisa Alur Transaksi
Untuk menguatkan pemahamannya akan pengendalian intern perusahaan klien,
auditor dapat memilih salah satu lini pemrosesan transaksi gaji dan upah dan
melakukan tracing terhadapnya.

2.8 Penentuan Risiko Pengendalian

Proses penentuan risiko pengendalian meliputi identifikasi salah saji potensial,


pengendalian yang perlu, dan tes pengendalian. Dalam menentukan risiko
pengendalian, auditor perlu menyadari bahwa salah saji gaji dan upah dapat disebabkan
karena kesalahan yang tidak disengaja maupun manipulasi. Auditor perlu
memperhatikan adanya risiko overstatement gaji dan upah. Risiko understatement
(asersi kelengkapan) dapat dikatakan sangat kecil karena tenaga kerja akan mengklaim
apabila gajinya dibayar dalam jumlah lebih kecil dari semestinya.

Risiko overstatement meliputi:


1. Pembayaran tenaga kerja fiktif,

17
2. Pembayaran tidak fiktif tapi karyawan yang bersangkutan tidak bekerja,
3. Pembayaran melebihi tarif.

Kedua risiko pertama diatas berhubungan erat dengan asersi keberadaan atau
keterjadian. Sedangkan risiko ketiga berkaitan dengan asersi penilaian dan
pengalokasian.

Pengujian pengendalian dititikberatkan kepada pengendalian yang dapat mencegah


dan mendeteksi overstatement. Prosedur pengujian yang sangat berguna adalah
vouching. Auditor pertama kali melihat catatan gaji dan upah, kemudian dilanjutkan
dengan memeriksa keberadaan dokumen pendukungnya. Disamping itu, auditor dapat
mengamati distribusi gaji dan upah. Dalam hal ini auditor dapat mengamati pelaksanaan
pemisahaan tugas, dan pembayaran gaji dan upah.

18
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Siklus jasa personalia meliputi semua kejadian dan kegiatan yang berkaitan
dengan kompensasi eksekutif dan tenaga kerja. Kompensasi tersebut meliputi gaji,
upah per jam, dan insentif lembur (upah lembur), komisi, bonus, dan berbagai
bentuk tunjangan karyawan.

Tujuan audit siklus jasa personalia meliputi: (1) asersi keberadaan dan
keterjadian, (2) asersi kelengkapan, (3) asersi hak dan kewajiban, (4) asersi
penilaian dan pengalokasian, dan (5) asersi pelaporan dan pengungkapan.

Risiko bawaan asersi penilaian atau alokasi pada siklus jasa personalia
mungkin saja tinggi karena adanya kompleksitas perhitungan biaya gaji dan upah
misalnya besarnya volume, perhitungan gaji dan upah berdasar satuan jumlah
produk yang dihasilkan maupun jumlah jam kerja, serta penentuan jumlah gaji
berikut bonus dan kompensasi yang berdasar prestasi karyawan. Saldo utang gaji
akhir tahun sering tidak material.

Pertimbangan struktur pengendalian intern meliputi:


(1) lingkungan pengendalian
(2) penaksiran risiko
(3) sistem akuntansi
(4) pemantauan.

Penghimpunan dan pendokumentasian pemahaman pada audit siklus jasa


personalia meliputi:
(1) Review pendahuluan
(2) Dokumentasi system
(3) menganalisa alur transaksi
(4) indentifikasi pengendalian untuk memperoleh keyakinan.

Dalam menentukan risiko pengendalian, auditor perlu menyadari bahwa salah


saji gaji dan upah dapat disebabkan karena kesalahan yang tidak disengaja maupun
manipulasi. Auditor perlu memperhatikan adanya risiko overstatement gaji dan

19
upah. Risiko understatement (asersi kelengkapan) dapat dikatakan sangat kecil
karena tenaga kerja akan mengklaim apabila gajinya dibayar dalam jumlah lebih
kecil dari semestinya.
Prosedur pengujian pengendalian yang dapat diterapkan untuk siklus gaji dan
upah dibedakan atas prsedur: pengujian pengendalian biaya gaji dan upah, dan
pengujian pengendalian pendistribusian cek gaji.

Pengujian substantif saldo utang gaji dan upah meliputi: prosedur analitis,
perhitungan kembali utang gaji dan upah yang dibebankan, verifikasi kompensasi
eksekutif, dan menganalisis penyajian dan pengungkapan laporan keuangan.

20
DAFTAR PUSTAKA

Arens, Alvin. A, Randal J. Elder, Mark S.Beasley. 2008. Auditing dan Jasa
Assurance Edisi 12-Jilid 2.Erlangga. Jakarta
https://andinurhasanah.wordpress.com/2013/05/18/audit-siklus-penggajian-dan-
personalia/ (Diakses pada 26 April 2018).
https://www.academia.edu/32176335/Pengauditan_Siklus_Jasa_Personalia.docx/
(Diakses pada 26 April 2018).

21