Anda di halaman 1dari 80

LAPORAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI TEKNIK ASEPTIK OLEH PERAWAT UGD


PADA PASIEN INJURY MELALUI SOSIALISASI DI
RUMAH SAKIT DAERAH ( RSD ) MADANI
KOTA PEKANBARU

Disusun Oleh:

SUJARWANTO,A.md.Kep
A34/12

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

ANGKATAN XXXIV

KEMENTERIAN DALAM NEGERI


PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
REGIONAL BUKITTINGGI
TAHUN 2019

i
KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
REGIONAL BUKIT TINGGI
R
Jl. RayaBukittinggi-Payakumbuh KM.14. Baso

LAPORAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI TEKNIK ASEPTIK OLEH PERAWAT UGD PADA


PASIEN INJURY MELALUI SOSIALISASI DI RUMAH SAKIT DAERAH
MADANI KOTA PEKANBARU

Disusun oleh :
SUJARWANTO, Amd. Kep
A34/12

Tim Pembimbing

COACH MENTOR

(MARTA SUARNI, S.Sos) (YENHENDRI, S.Kep)


NIP.196702271987032001 NIP.197710072005011008

Draft ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan


Untuk mengikuti Seminar Laporan Aktualisasi
Tanggal 28 November 2019

Disahkan oleh,
PLT KEPALA BIDANG PENGEMBANGAN KOMPETENSI JABATAN
FUNGSIONAL, PELAKSANA, KEPALA DAERAH, WAKIL KEPALA DAERAH,
DPRD, DAN LURAH

(H. IRWANDI, SE, M.Si)


NIP.196201181993041001

ii
KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
REGIONAL BUKIT TINGGI
R
Jl. RayaBukittinggi-Payakumbuh KM.14. Baso

LAPORAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI TEKNIK ASEPTIK OLEH PERAWAT UGD PADA


PASIEN INJURY MELALUI SOSIALISASI DI RUMAH SAKIT DAERAH
MADANI KOTA PEKANBARU

Disusun oleh :
SUJARWANTO, Amd. Kep
A34/12

Tim Penguji

EVALUATOR MENTOR

(Drs. TARMIZI, M.Si) (YENHENDRI, S.Kep)


NIP.196210311982101001 NIP.197710072005011008

Laporan Aktualisasi ini telah dipertahankan di depan Tim Penguji


Tanggal 28 November 2019
dan dinyatakan “LAYAK TERBIT”

Diketahui oleh,
PLT KEPALA BIDANG PENGEMBANGAN KOMPETENSI JABATAN
FUNGSIONAL, PELAKSANA, KEPALA DAERAH, WAKIL KEPALA DAERAH,
DPRD, DAN LURAH

(H. IRWANDI, SE, M.Si)


NIP.196201181993041001

Disahkan oleh,
KEPALA PUSAT
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENDAGRI REGIONAL BUKITTINGGI

(Drs.H.SUKRIADI SAWAI, M.Si)


NIP.196009301987031001

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
karunia-Nya sehingga Laporan Aktualisasi Nilai-nilai dasar Pelatihan Dasar
CPNS Golongan II ini dapat tersusun dengan baik.

Didalam Pelatihan Dasar Pegawai Negeri Sipil ini, ada Nilai-Nilai Dasar
yang harus dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil dalam melayani
masyarakat yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu,
Anti Korupsi ( ANEKA ).

Penyusunan Laporan aktualisasi ini tidak lepas dari bantuan berbagai


pihak, oleh karena itu saya ingin mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga
kepada :

1. Orang tuaku yang telah memberikan do’a dan dukungan kepada penulis.
2. Istriku Yayuk, S.pd dan bidadari kecilku Gendis Aira Nafisah dan Assyfa
Zanitha yang begitu ku sayangi, terimakasih atas dukungan dan semangat
yang kalian berikan.
3. Bapak Drs. Sukriadi Sawai, M.si selaku KepalaPPSDM Regional Bukittinggi.
4. Bapak Masykur Tarmizi,S.STP,M.si selaku Kepala BKPSDM Kota
Pekanbaru.
5. Bapak Drs. Tarmizi, M.Si selaku Evaluator yang telah memberikan kritik dan
saran.
6. Ibu Marta Suarni, S.sos selaku coach yang telah membimbing penulis.
7. Bapak Yen Hendri, S.Kepselaku mentor yang telah membimbing penulis.
8. Bapak Dr Mulyadi, Sp.BP.RE, Selaku Direktur Rumah Sakit Daerah Madani
Kota Pekanbaru.
9. Bapak Indra Suria, SE, M.si Selaku Kabag TU Rumah Sakit Daerah Madani
Kota Pekanbaru
10. Bapak dan Ibu Widyaiswara dalam Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan
Dasar CPNS golongan II angkatan XXXIV & XXXV PPSDM Regional
Bukittinggi.

iv
11. Seluruh Panitia PenyelenggaraPelatihan Dasar Golongan II angkatan
XXXIV & XXXV PPSDM Regional Bukittinggi Tahun 2019
12. Rekan-rekan Pelatihan Dasar Golongan II angkatan XXXIV & XXXV
PPSDM Regional Bukittinggi Tahun 2019 yang telah memberikan support
dan masukan kepada penulis, kalian memang luar biasa.

Proses penyusunan Laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh


karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk
memperoleh hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.

Pekanbaru, 30 September 2019

Peserta
Pelatihan Dasar CPNS Ang. XXXIV

SUJARWANTO, A.md.Kep

NIP. 198907062019031001

v
DESKRIPSI SINGKAT

LAPORAN AKTUALISASI, NOVEMBER 2019

SUJARWANTO, Amd.Kep

OPTIMALISASI TEKNIK ASEPTIK OLEH PERAWAT UGD PADA


PASIEN INJURY MELALUI SOSIALISASI DI RUMAH SAKIT DAERAH
MADANI

xi + 67 halaman + 1 skema + 33 gambar + 17 tabel + 29 lampiran

Undang- undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,


pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan
perekat pemersatu bangsa. Sejalan dengan UU No. 38 Tahun 2014 tentang
perawat sebagai pelayan publik. Suatu kewajiban sebagai seorang perawat
melakukan tindakan profesional salah satunya melakukan tindakan dengan teknik
aseptik dengan benar. Aktualisasi optimalisasi pengetahuan teknik aseptik
bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan perawat mengenai teknik aseptik
pada pasien injury di Rumah Sakit Daerah Madani. Sasaran aktualisasi yakni
perawat UGD sebanyak 14 orang dan hasil uji core isu pre-test sosialisasi
menunjukan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan minim sebanyak 7 orang
(50%), pengetahuan cukup sebanyak 6 orang ( 42.8%) dan pengetahuan baik
sebanyak 1 orang ( 7.2% ).

Setelah dilakukan Sosialisasi teknik aseptik tanggal 25 Oktober 2019 dan


dilakukan evalusi sosialisasi Post-test dengan quesioner yang sama saat pre-test di
dapat hasil yang menunjukan mayoritas pengetahuan baik tentang teknik aseptik
sebanyak 8 orang ( 57.1% ), pengetahuan Cukup sebanyak 5 orang ( 35.7% ) dan
berpengetahuan minim sebanyak 1 orang ( 7.2% ). Dengan total sampling
sebanyak 14 responden.

Kata Kunci : Pengetahuan Teknik Aseptik

Daftar Pustaka : 9 ( 2008-2019 )

vi
DAFTAR TABEL DAN SKEMA
Halaman

Tabel 1 Identifikasi Isu.................................................................... 3

Tabel 2 Indikator Skala APKL........................................................ 5

Tabel 3 Penilaian Isu di UGD RSD Madani.................................... 6

Tabel 4 Indikator Skala USG........................................................... 7

Tabel 5 Penetapan Isu yang diangkat.............................................. 8

Tabel 6 Rencana kegiatan, Tahapan kegiatan dan output yang


diharapkan................................................................................. 10

Tabel 7 Jumlah tenaga berdasarkan jabatan di RSD Madani................... 16

Tabel 8 Jumlah sarana dan prasarana penunjang..................................... 19

Tabel 9 Realisasi kegiatan pertama.......................................................... 29

Tabel 10 Realisasi kegiatan kedua............................................................. 31

Tabel 11 Realisasi kegiatan Ketiga............................................................ 35

Tabel 12 Realisasi kegiatan Keempat........................................................ 37

Tabel 13 Realisasi kegiatan kelima............................................................ 41

Tabel 14 Realisasi kegiatan keenam.......................................................... 44

Tabel 15 Realisasi kegiatan ketujuh........................................................... 47

Tabel 16 Realisasi kegiatan kedelapan....................................................... 50

Tabel 17 Uji pengetahuan teknik aseptik................................................... 66

vii
DAFTAR LAMPIRAN
Lamp 1 Kegiatan 1 : Persetujuan Judul

a. Catatan konsultasi

b. Lembar persetujuan

Lamp 2 Kegiatan 2 : Pembutan Quesioner

a. Draft quesioner

b. Catatan konsultasi

c. Revisi quesioner

d. Quesioner yang disetujui

e. Foto cetakan quesioner

Lamp 3 Kegiatan 3 : Mengkaji Pengetahuan

a. Lembar ceklist serah terima

b. Quesioner jawaban responden

c. Rekap hasil quesioner

Lamp 4 Kegiatan 4 : Pembuatan Materi

a. Konsep panduan teknik aseptik

b. Lembar konsultasi

c. Panduan teknik aseptik telah disetujui

d. PPT teknik aseptik

Lamp 5 Kegiatan 5 : Pembuatan Leafleat

a. Konsep leafleat

b. Lembar konsultasi

c. Revisi Leafleat

d. Leafleat telah disetujui

viii
Lamp 6 Kegiatan 6 : Membuat Undangan

a. Konsep undangan

b. Lembar konsultasi

c. Revisi undangan

d. Undangan telah disetujui

e. Serah terima undangan

Lamp 7 Kegiatan 7 : Sosialisasi Teknik Aseptik

a. Panduan & PPT teknik aseptik

b. Daftar hadir & notulen

c. Laporan kegiatan sosialisasi

Lamp 8 Kegiatan 8 : Evaluasi Sosialisasi Teknik Aseptik

a. Lembar ceklist quesioner

b. Quesioner yang telah diisi responden

c. Master tabel evalusi

ix
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL i
LEMBAR PENGESAHAN JUDUL ii
LEMBAR PENGESAHAN SEMINAR iii
KATA PENGANTAR................................................................................... iv
DESKRIPSI SINGKAT................................................................................ vi
DAFTAR TABEL DAN SKEMA/BAGAN................................................. vii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................. viii
DAFTAR ISI.................................................................................................. x

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG…………………………………………............... 1
B. IDENTIFIKASI ISU...………………………………..........…………… 3
C. PERUMUSAN DAN PENETAPAN ISU..……............……………….. 5
D. RENCANA KEGIATAN,TAHAPAN KEGIATAN DAN OUTPUT
YANG DIHARAPKAN............................................................................ 9

BAB II DESKRIPSI LOKUS


A. DESKRIPSI UMUM............……….......……...……………………….. 14
1. Deskripsi Wilayah/Gambaran Umum Instansi................................... 14
2. Sumber Daya ..................................................................................... 16
3. Visi dan Misi...................................................................................... 22
4. Tugas pokok dan Fungsi.....................................................................
23
5. Struktur Organisasi.............................................................................
25
B. DESKRIPSI KHUSUS........……………………..……………………... 27
1. Program dan Kegiatan Saat Ini........................................................... 27
2. Role Model......................................................................................... 27
BAB III REALISASI AKTUALISASI
A. Realisasi Kegiatan dan Output..................................................................... 29
B. Faktor Pendukung Realisasi Aktualisasi...................................................... 52

x
C. Faktor Penghambat Realisasi Aktualisasi.................................................... 53

BAB IV ANALISA
A. Realisasi Aktualisasi dan Keterkaitan Dengan Substansi Mata
Pelatihan....................................................................................................... 54
B. Realisasi Aktualisasi dan Kontribusi Terhadap Visi-Misi
organisasi.....................................................................................................
60
C. Realisasi Aktualisasi dan Penguatan Nilai-nilai
Organisasi..................................................................................................... 62

BAB V PENUTUP
65
A. Kesimpulan .................................................................................................
B. Saran ........................................................................................................... 66

DAFTAR KEPUSTAKAAN

LAMPIRAN

BIODATA PENULIS

xi
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam Undang – undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil

Negara, pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan

publik, dan perekat pemersatu bangsa. Sejalan dengan UU No. 38 Tahun

2014 Tentang Keperawatan sebagai Pelayan Publik yang mempunyai tugas

sebagai penyelenggara pembangunan kesehatan diwujudkan dalam pelayanan

keperawatan.

Untuk menjalankan pelayanan publik profesional, seorang perawat

dalam menjalankan tugas keperawatannya harussesuai protokol yang ada.

Salah satunya adalah tindakan keperawatan teknik aseptik. Aseptik berarti

bebas infeksi, sedangkan Teknik aseptik adalah usaha mempertahankan klien

sedapat mungkin bebas dari microorganisme (R.A Oetari; 2017). Teknik

aseptik terbagi 2 macam meliputi: Aseptik medis di kenal teknik bersih dan

Aseptik bedah dikenal teknik steril.

Teknik aseptik sangat menentukan semakin membaik kondisi pasien

atau semakin memburuk. Banyak sekali kita jumpai di tempat pemberi

pelayanan kesehatan,seperti : Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik

pengobatan yang belum optimal menerapkan teknik aseptik. Kasus ini juga

terjadi di Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru. Secara

observasialamiahmasih ada beberapa petugas yang melakukan perawatan

luka/injury belum menggunakan prosedur dengan benar, misalnya :

1
1. Tidak Mencuci tangan sebelum melakukan tindakan medikasi.

2. Tidak melakukan 5 Momen cuci tangan dengan baik dan benar.

3. Melakukan perawatan luka dengan 1(satu) set medikasi digunakan untuk

pasien secara bersama-sama (banyak pasien),

4. Perawat tidak memperhatikan tehnik steril seperti tidak memakai sarung

tangan steril saat medikasi; ( Setiyawati ; 2008 )

Berdasarkan Permasalahan yang telah diuraikan, untuk mewujudkan

pelayanan publik yang profesional, tenaga perawat di perlukan mampu

memiliki pengetahuan 3 (tiga) keterampilan teknik aseptik yakni : Antiseptik,

Desinfektan dan Sterilisasi. Perawat juga sebagai ASN perlu menanamkan

nilai-nilai dasar Profesi dikenal dengan akronim “ANEKA”, yaitu

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti

Korupsi.

Dengan alasan tersebut diatas maka penulis menyusun Laporan

Aktualisasi ini dengan judul “ Laporan Aktualisasi Optimalisasi Teknik

Aseptik oleh Perawat UGD Pada Pasien Injury melalui sosialisasi di

Rumah Sakit Daerah Madani”.Penulis berharap Laporan Aktualisasi ini

bermanfaat demi terciptanya pelayanan publik profesional di lingkungan

Pemerintah Kota Pekanbaru khususnya Rumah Sakit Daerah ( RSD ) Madani

Kota Pekanbaru.

2
B. IDENTIFIKASI ISU
Setelah saya berkonsultasi kepada Bapak Yenhendri,S.kep selaku mentor melalui media telepon dihasilkan beberapa isu yakni:
Tabel 1 Identifikasi Isu di Rumah Sakit Madani

Sasaran Kerja Kondisi yang Keterlibatan


No Realita ISU
Pasien/Penugasan/Inisiatif Diharapkan Agenda III

1. Inisiatif : Banyak Pasien Pasien Hipertensi Belum optimalnya alur pasien Pelayan
Pengarahan pasien Hipertensi Non- Non-emergency di rawat jalan Hipertensi Non- Publik
Hipertensi Non-emergency emergency masuk tangani di Rawat Emergency di RSD Madani
ke Rawat Jalan melalui UGD jalan

2 SKP : Masih Adanya Pendokumentasian Belum optimalnya Pelayan


Melakukan Dokumentasi
Pendokumentasian Asuhan Pendokumentasian Asuhan Publik
Pelaksanaan Tindakan
Askep UGD tidak Keperawatan yang Keperawatan Unit Gawat
Keperawatan (Permen No
lengkap lengkap, sehingga Darurat (UGD) di RSD Madani
25/2014 : 28)
tidak terjadi salah
tindakan/pengobatan

3
Sasaran Kerja Kondisi yang Keterlibatan
No Realita ISU
Pasien/Penugasan/Inisiatif Diharapkan Agenda III

3 SKP : Adanya rekan perawat Rekan perawat UGD Belum optimalnya Teknik Pelayan
Melaksanakan Tugas
UGD yang tidak menerapkan Teknik Aseptik oleh perawat Pada Publik
Lapangan di bidang
menjalankan Teknik aseptik pada pasien Pasien Injury di Unit Gawat
Kesehatan
Aseptik pada pasien injury dengan tepat Darurat (UGD) RSD Madani
(Permen No 25/2014 : 31)
injury dengan benar. dan benar.

4 SKP : Masyarakat merokok di Masyarakat dapat Belum optimalnya wawasan Management


Memfasilitasi Suasana kawasan Rumah Sakit merokok di tempat masyarakat tentang Kawasan ASN
Lingkungan Yang tenang Madani bahkan ada yang ditentukan/ Bebas Rokok Di RSD Madani
dan aman(Permen No yang merokok dalam atau bahkan tidak
25/2014 : 27) ruangan tunggu pasien. merokok di kawasan
Rumah Sakit Daerah
Madani

4
C. PERUMUSAN DAN PENETAPAN ISU

Setelah mendapatkan isu yang didapatkan, selanjutnya permasalahan isu

yang ada tentu harus di pilih untuk dibuatkan suatu kegiatan perumusan.

Dalam kegiatan perumusan dan penentuan isu yang akan dipecahkan, tentu

harus melalui mekanisme ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam

penentuan masalah penulis dalam hal ini menggunakan metode “Likert

AKPL” (Aktualitas,Kekhalayakan, Problemik ,dan Layak). Likert APKL

adalah metode penentu isu aktual prioritas untuk secepatnya diatasi.

 Aktualitas yakni isu yang terjadi/sedang dibicarakan (keadaan sebenarnya)

 Kekhalayakan yakni isu menyangkut orang banyak

 Problematik yakni isu menyimpang dari harapan menimbulkan

kegelisahan.

 Layak yakni isu yang logis, pantas, realitas dan sesuai tupoksi.

Dalam melakukan metode Likert AKPL mempunyai nilai rentang setiap

bagiannya, yang akan di jabarkan sebagai berikut :

Tabel 2 Indikator Skala APKL

Skala Nilai

5 Sangat Mendesak

4 Mendesak

3 Cukup Mendesak

2 Kurang Mendesak

1 Tidak Mendesak

5
Tabel 3 Perumusan Isu

Penilaian

No Isu A K P L Total Ranking

1 Belum optimalnya alur

pasien rawat jalan

Hipertensi Non-Emergency 5 4 2 4 15 III

di RSD Madani

2 Belum optimalnya

Pendokumentasian Asuhan

Keperawatan Unit Gawat 5 4 3 5 17 II

Darurat (UGD) di RSD

Madani

3 Belum optimalnya Teknik

Aseptik oleh perawat pada

pasien Injury di Unit Gawat 5 5 3 5 18 I

Darurat (UGD) RSD

Madani

4 Belum optimalnya wawasan

masyarakat tentang kawasan

bebas rokok di RSD 3 4 2 3 12 IV

Madani.

6
Penetapan Isu

Adapun faktor yang menjadi penetapandari isu “Belum optimalnya

Teknik Aseptik oleh perawat Pada Pasien Injury di Unit Gawat Darurat (UGD)

RSD Madani” adalah sebagai berikut :

1. Belum optimalnya pengetahuan Teknik Aseptik oleh perawat UGD pada

pasien injury di RSD Madani.

2. Belum optimal rasa peduli perawat terhadap kesembuhan pasien.

3. Belum optimal sosialisasi SPO tentang Teknik Aseptik kepada perawat.

4. Minimnya media informasi berkaitan dengan teknik aseptik.

Berdasarkan penyebab isu diatas untuk mendapatkan prioritas isu, digunakan

metode USG ( urgency, Seriousness dan Growth ). Metode USG adalah salah satu

alat yang digunakan untuk menyusun urutan prioritas isu yang akan di selesaikan.

Metode USG mempunyai nilai rentang 1-5 sama seperti skor nilai metode Likert

APKL.

Tabel 4 Indikator Skala USG

Skala Nilai

5 Sangat Mendesak

4 Mendesak

3 Cukup Mendesak

2 Kurang Mendesak

1 Tidak Mendesak

7
Tabel 5 Penetapan Isu yang diangkat

“Belum optimalnya Teknik Aseptik oleh perawat pada pasien Injury di Unit

Gawat Darurat (UGD) RSD Madani”

Penilaian
No Predisposisi Total Rangking
U S G

Belum optimalnya

pengetahuan Teknik Aseptik


1 5 4 5 14 I
oleh perawat UGD pada

pasien injury di RSD Madani.

Belum optimal rasa peduli

2 perawat terhadap kesembuhan 5 4 4 13 II

pasien.

Belum optimal sosialisasi

3 SPO tentang Teknik Aseptik 4 4 3 11 III


kepada perawat.

Minimnya media informasi

4 berkaitan dengan teknik 5 3 2 10 IV


aseptik.

Dengan penilaian diatas dapat di simpulkan yang menjadi Isu utama yakni

“Belum optimalnya pengetahuan teknik aseptik oleh perawat UGD pada pasien

injury di RSD Madani”. Selanjutnya penulis akan menyusun laporan kegiatan

aktualisasi tentang teknik aseptik di halaman berikutnya.

8
D. RENCANA KEGIATAN, TAHAPAN KEGIATAN DAN OUTPUT YANG DIHARAPKAN

LAPORAN AKTUALISASI
Unit Kerja : Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Kota Pekanbaru

Identifikasi Isu : 1 Belum optimalnya alur pasien rawat jalan Hipertensi Non-Emergency di Rumah Sakit Daerah
Madani.
2 Belum optimalnya Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Unit Gawat Darurat (UGD) di RSD
Madani.
3 Belum optimalnya Teknik Aseptik oleh perawat pada pasien Injury di Unit Gawat Darurat (UGD)
Rumah Sakit Daerah Madani.
4 Belum optimalnya wawasan masyarakat tentang kawasan bebas rokok di Rumah Sakit Daerah
Madani.
Isu Yang diangkat : Belum optimalnya teknik aseptik oleh perawat pada pasien Injury di Unit Gawat Darurat (UGD)

Rumah Sakit Daerah Madani.

Gagasan Pemecah Isu: Optimalisasi Teknik Aseptik oleh Perawat UGD pada pasien injury melalui sosialisasi di Rumah

Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru.

9
TABEL 6. RENCANA KEGIATAN, TAHAPAN KEGIATAN DAN OUTPUT YANG DIHARAPKAN

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/


Hasil

1. Melakukan konsultasi dan a. Melakukan konsultasi dengan atasan Lembar konsultasi


meminta persetujuan kepada
atasan

b. Meminta persetujuan kepada atasan Surat persetujuan atasan

2. Melakukan pembuatan quesioner a. Melakukan pembuatan quesioner Draft soal quesioner


objektif tentang teknik aseptik
b. Konsultasi quesioner kepada atasan Lembar konsultasi

c. Merevisi quesioner Revisi quesioner

d. Meminta Persetujuan quesioner kepada Quesioner yang telah disetujui


atasan

10
e. Mencetak quesioner Fotocopy Quesioner yang disetujui

3. Mengkaji pengetahuan perawat a. Memberikan quesioner kepada perawat Lembar ceklist serah terima
tentang teknik aseptik UGD

b. Melakukan pengumpulan data Quesioner yang diisi responden

c. Melakukan pengolahan data Rekap hasil quesioner

4. Melakukan pembuatan materi a. Merancang Materi Konsep materi


sosialisasi teknik aseptik.

b. Berkonsultasikepada atasan Lembar konsultasi

c. Melakukan perbaikan rancangan Pedoman materi aseptik


materi

d. Medesign materi sosialisasi PPt materi teknik aseptik

5. Membuat leaflet tentang teknik a. Mendesain leaflet Konsep leaflet


aseptik.

11
b. Melakukan konsultasi dengan atasan. Lembar konsultasi

c. Melakukan perbaikan Revisi leaflet.

d. Mencetak leaflet. Foto Leaflet siap edar

6. Membuat Undangan Sosialisasi a. Merancang undangan Konsep undangan


teknik aseptik untuk perawat
UGD.

b. Melakukan Konsultasi kepada atasan Lembar konsultasi

c. Melakukan perbaikan (bila ada) Revisi undangan

d. Mencetak Undangan Undangan yang disetujui

12
e. Mendristribusikan undangan Daftar serah terima

7. Melakukan sosialisasi teknik a. Mempersiapkan materi Panduan teknik aseptik dan PPT
aseptik kepada perawat UGD teknik aseptik

b. Memaparkan sosialisasi teknik aseptik Notulen dan Daftar hadir

c. Membuat laporan kegiatan sosialisasi. Laporan kegiatan sosialisasi

8. Evaluasi kegiatan sosialisasi teknik a. Membagikan lembar quesioner. Lembar ceklist responden
aseptik

b. Melakukan pengumpulan data Quesioner yang diisi Responden

c. Melakukan Rekap hasil jawaban Rekap hasil quesioner


quesioner.

13
BAB II
DESKRIPSI LOKUS

A. DESKRIPSI UMUM

1. Deskripsi Wilayah/Gambaran Umum Organisasi

Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru merupakan salah satu

institusi pemerintah yang dibentuk untuk mengemban tugas dan tanggung

jawab memberikan pelayanan kesehatan .

Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru merupakan Unit

Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, memiliki letak

strategis di pinggir jalan raya garuda sakit KM. 2 yang dibangun sejak

tahun 2014 dengan area seluas 30.400 m2 dengan luas bangunan

13,128,51 m2.

Rumah Sakit ini telah diresmikan pada tanggal 26 Januari 2018

oleh Bapak Walikota Pekanbaru. Rumah Sakit yang direncanakan kelas C

ini telah memiliki izin operasional Rumah Sakit Nomor

4/05.12/DPMPTSP/XII/2017. RSD Madani Kota Pekanbaru mempunyai

hubungan koordinatif, kooperatif dan fungsional dengan Dinas Kesehatan

Kota Pekanbaru. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit dilakukan oleh

Pemerintah Daerah sebagai pemilik Rumah Sakit.

a. Logo Rumah Sakit


Adapun logo dari Rumah Sakit Daerah Madani Pemerintah Kota
Pekanbaru yakni sebagai berikut :

14
Makna logo Rumah Sakit yaitu
 Bakti husada dan daun melambangkan bahwa rumah sakit dengan
konsep green hospital;
 Kubah emas melambangkan bahwa rumah sakit bersifat agamis;
 Pucuk rebung melambangkan harapan baik, pohon yang tidak mudah
rebah oleh tiupan angin kencang;
 Sampan melambangkan rumah sakit yang terus menerus
mengembangkan pelayanan terbaik.

b. Motto Rumah Sakit


“LAYANAN YANG BERKUALITAS, AMAN DAN
BERSAHABAT”
c. Tata Nilai

 Modern, yaitu sikap dan cara berfikir serta bertindak sesuai dengan

tuntutan zaman;

 Agamis, yaitu bersifat keagamaan;

 Dinamis, yaitu upaya untuk berkembang secara aktif;

 Aktif, yaitu giat berusaha dan bekerja;

 Normatif, yaitu berpegang pada norma dan aturan yang berlaku;

dan

15
 Inovatif , yaitu mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk

menghasilkan karya baru.

2. Sumber Daya
Adapun sumber-sumber daya yang di miliki Rumah Sakit Daerah
Madani berdasarkan prinsip 6M dalam managemen, meliputi :

a. Jumlah dan Komposisi Pegawai


Pada saat ini jumlah tenaga berdasarkan jabatan di Rumah Sakit
Daerah Madani Pekanbaru adalah sebagai berikut :

Tabel 7 Jumlah Tenaga berdasarkan Jabatan di Rumah Sakit Daerah


Madani Pekanbaru tahun 2019

NO JENIS TENAGA PENDIDIKAN TOTAL

1 DokterSpesialis Spesialis 26

2 DokterUmum S1 Kedokteran 12

3 Dokter Gigi S1 Kedoteran Gigi 3

4 Perawat S1/DIII Keperawatan 37

5 Bidan DIV/DIII Kebidanan 16

6 Apoteker S1 Farmasi 4

7 AsistenApoteker DIII Farmasi 3

8 Nutrisionist DIII Gizi 3

9 AnalisKesehatan DIII AnalisKesehatan 3

10 Radiografer DIII Radiologi 4

11 Fisioterapis DIII Fisioterapi 2

12 Perawat Gigi DIII Keperawatan Gigi 2

16
13 Refraksionis DIII RetraksiOptisi 1

14 RekamMedis DIII RekamMedis & 4

InformasiKesehatan

15 KesehatanMasyarakat S1 KesehatanMasyarakat 1

16 Sanitarian DIII KesehatanLingkungan 1

17 Manejemen 8

18 Struktural 14

JUMLAH 147

b. Biaya/Anggaran

RSD Madani Kota Pekanbaru mempunyaihubungankoordinatif,

kooperatifdanfungsionaldenganDinasKesehatan Kota Pekanbaru.

Pengawasan Pembiayaan/anggaran Rumah Sakitdilakukanoleh Dinas

Kesehatan Kota Pekanbaru sebagaipemilik Rumah Sakit.

c. Sarana dan Prasarana

Sesuai Surat Keputusan Direktur RSD Madani Kota Pekanbaru

Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Penetapan Fasilitas Sarana Dan

Prasarana Pelayanan Kesehatan Pada Rumah Sakit Daerah Madani

Kota Pekanbaru.

Fasilitas sarana dan Prasarana Pelayanan Rumah Sakit Daerah

Madani terdiri dari 8 Instalasi dan 12 Klinik, yaitu:

1. Instalasi Rawat Jalan

a) KlinikPenyakit Dalam

b) Klinik Bedah

17
c) Klinik Anak

d) Klinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan

e) Klinik Gigi dan Mulut

f) Klinik THT

g) Klinik Mata

h) Klinik Kulit dan Kelamin

i) Klinik Paru

j) Klinik Rehabilitasi Medik

k) Klinik VCT (Voluntary Conselling Tes)

l) Klinik MCU

2. Instalasi Rawat Inap

3. Instalasi Gawat Darurat

4. Instalasi Laboratorium

5. Instalasi Radiologi

6. Instalasi Farmasi

7. Instalasi Gizi

8. Instalasi Rekam Medis dan SIMRS

d. Sarana dan Prasarana Penunjang

Sarana dan prasarana penunjang di Rumah Sakit Daerah Madani

Pekanbaru tahun 2019 yaitu :

18
Tabel 8 Jumlah Sarana dan Prasarana penunjang

JENIS SARANA &


NO INSTALASI TOTAL
PRASARANA

1 Transportasi Mobil Ambulans 2

Bed emergency 11

2 UGD Monitor 12

Komputer 1

Bed Pasien -

Kursi Tunggu Pasien 110

3 Rawat Jalan USG 1

Meja Konsultasi 11

4 Laboratorium Alat analisis darah -

5 Radiografer Rontgen -

6 Fisioterapis Alat Akupuntur 1

7 Poli gigi Alat Pemeriksaan gigi 1

8 Apotik Komputer 1

9 Rekam Medis Komputer 2

10 K3 RS APAR 20

11 Sanitarian - -

12 Manejemen Komputer -

13 Struktural Komputer -

19
e. Tata Kerja Organisasi

Selain layanan IGD 24 jam RSD Madani juga memberikan

pelayanan lainnya seperti ambulans yang dilengkapi dengan paramedis

dan berbagai fasilitas pertolongan pasien dalam perjalanan, layanan

farmasi dengan apoteker yang kompeten dibidangnya.

Fasilitas penunjang antara lain:

1. Gedung

2. Pelayanan Laboratorium

3. Pelayanan Konsultasi Gizi

4. Pelayanan Farmasi

5. Ruang Tunggu

6. Lahan Parkir

7. Musholla

8. Kantin

f. Pelaksanaan Pelayanan

Rumah Sakit Daerah Madani dalam menjalankan pelayanan

terhadap masyarakat tampak sebagaiman berikut ini :

Gambar 1Pendaftaran Instalasi Rawat Jalan RSD Madani

20
Gambar 2
Pelayanan Klinik Rawat Jalan RSD Madani Kota Pekanbaru

Gambar 3
Instalasi Gawat Darurat RSD Madani Kota Pekanbaru

21
 Kamar/Ruang Instalasi Rawat Inap

Kamar/Ruang Rawat Inap saat ini masih dalam tahap

penyelesaian pembangunan dan diperkirakan akan beroperasional pada

Tahun 2020.

3. Visi dan Misi Rumah Sakit

Adapun Visi dan Misi Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru

adalah sebagai berikut :

a. Visi Rumah Sakit Daerah Madani

“Terwujudnya Rumah Sakit Madani yang Mandiri, Berbudaya dan

Bernilai (MADANI) di Kota Pekanbaru”

b. Misi Rumah Sakit Daerah Madani

Untuk mewujudkan visi tersebut maka dibuatlah beberapa Misi

Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru antara lain :

1) Menyediakan pelayanan kesehatan rujukan yang terjangkau, bermutu

dan profesional;

2) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang aktif,

inovatif, bernilai dan berbudaya;

3) Menyediakan sarana dan prasarana yang berkualitas dan teknologi

terbaru dengan prinsip efektif dan efisien serta sesuai dengan konsep

green hospital;

4) Menciptakan tata kelola rumah sakit yang mandiri, transparan dan

berkualitas.

22
4. Tugas Pokok dan Fungsi

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014

tentang Jenjang Pangkat, Golongan Ruang Jabatan Fungsional Perawat

Kategori Keahlian sebagaimana dimaksud Pasal 8 (1) Rincian kegiatan

Perawat Keterampilan sesuai dengan jenjang jabatan, sebagai berikut:

Perawat Terampil:

1. melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu;

2. mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat pada individu dalam

rangka melakukan upaya promotif;

3. membuat media untuk peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat

pada individu dalam rangka melakukan upaya promotif;

4. memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan atau pelindung fisik

pada pasien untuk mencegah risiko cedera pada individu dalam rangka

upaya preventif;

5. memantau perkembangan pasien sesuai dengan kondisinya

(melakukan pemeriksaan fisik, mengamati keadaan pasien) pada

individu dalam rangka upaya preventif;

6. memfasilitasi penggunaan pelindung diri pada kelompok dalam

rangka melakukan upaya preventif;

7. memberikan oksigenasi sederhana;

8. memberikan bantuan hidup dasar;

9. melakukan pengukuran antropometri;

10. melakukan fasilitasi pasien dalam memenuhi kebutuhan eliminasi;

23
11. memantau keseimbangan cairan dan elektrolit pasien;

12. melakukan mobilisasi posisi pasien;

13. mempertahankan posisi anatomis pasien;

14. melakukan fiksasi fisik;

15. memfasilitasi lingkungan yang mendukung istirahat;

16. memfasilitasi kebiasaan tidur pasien;

17. memfasilitasi penggunaan pakaian yang mendukung kenyamanan

pada pasien;

18. melakukan pemeliharaan diri pasien;

19. memandikan pasien;

20. membersihkan mulut pasien;

21. melakukan kegiatan kompres hangat/dingin;

22. mempertahankan suhu tubuh saat tindakan (memasang warming

blanket);

23. melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan

keperawatan;

24. melakukan pendampingan pada pasien menjelang ajal (dying care);

25. memberikan perawatan pada pasien menjelang ajal sampai meninggal;

26. memberikan dukungan dalam proses kehilangan, berduka dan

kematian;

27. memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman;

28. melakukan dokumentasi pelaksanaan tindakan keperawatan

29. menyusun rencana kegiatan individu perawat;

24
30. melaksanakan kegiatan bantuan/partisipasi kesehatan;

31. melaksanakan tugas lapangan di bidang kesehatan;

32. melaksanakan penanggulangan penyakit/ wabah tertentu; dan

33. melakukan supervisi lapangan.

5. Struktur Organisasi

Adapun struktur organisasi Rumah Sakit Daerah Madani Kota

Pekanbaru Tahun 2019 adalah sebagai berikut :

25
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT DAERAH MADANI KOTA PEKANBARU
DIREKTUR

Dr. Mulyadi, Sp. BP. RE


KOMITE MEDIS 19751011 200501 1 005
BAGIAN TATA USAHA

KOMITE KEPERAWATAN IndraSuria, SE, M. Si


DAN 19641225 199503 1 003

KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL SUBBAG. UMUM SUBBAG.KEUANGAN SUBBAG. PROGRAM

Rosmiati, SKM DewiSusanti, SE. MM SedyaMulyana, AMKG


19671105 199203 2 004 19821004 200801 2 014 19730327 200501 1 004

BIDANG PELAYANAN MEDIS BIDANG PELAYANAN NON MEDIS BIDANG KEPERAWATAN

dr. ErlinaWilda LinaPrimadesa, S. Farm, Apt DendiZulheri, S. Kep, M. Kes


19800908 200901 2 004 19810517 200501 2 012 19710101 199202 1 005

SEKSI PENGENDALIAN DAN SEKSI SARANA DAN PRASARANA SEKSI ASUHAN KEPERAWATAN
PENGEMBANGAN MEDIS

dr. Eva YulietaDeliana Yenni Eka Diana, S.Kep


19730719 200701 2 002 19760106 200501 2 005

Ns. JaslitaVianti, S. Kep

SEKSI ETIKA DAN MUTU SEKSI REKAM MEDIS 19710718 199602


SEKSI ETIKA 2 001
DAN MUTU
PELAYANAN MEDIS KEPERAWATAN

dr. AnnisaIndrasari dr. Iryunnetti


19761114 200604 2 029 19750622 200604 2 021
Yenhendri, S. Kep

19771007 200501 1 008


26
B. DESKRIPSI KHUSUS

1. Program dan Kegiatan Saat Ini

Saat ini Program yang sedang berjalan di Rumah Sakit Daerah

Madani Kota Pekanbaru yakni sedang mempersiapkan kelengkapan

dokumentasi, sarana dan prasarana serta SDM dalam pelaksanaan

akreditasi di tahun 2020. Salah satu sub bagian akreditasi yakni PPI

(Pencegahan dan Pengendalian Infeksi).

Kegiatan aktualisasi penulis berjudul “Optimalisasi teknik aseptik

oleh perawat UGD pada pasien injury melalui sosialisasi di Rumah Sakit

Daerah Madani” sekiranya akan membantu dalam memperlancar

akreditasi khususnya pokja PPI yang diketuai oleh dr. Fetri.

Setelah melakukan pendalaman core isu, penulis mengkaji awal

isudengan peyebaran quesioner pertamauntuk mengukur pengetahuan

teknik aseptik perawat UGD setelah mendapat persetujuan dari mentor.

Selanjutnya, penyusunan pedoman teknik aseptik berkonsultasi dengan dr.

Fetri. Pedoman teknik aseptik di harapkan sebagai regulasi/acuan dalam

tindakan asepsis yang dilakukan rekan perawat UGD dalam penanganan

pasien injury.

2. Role Model

Ketika saya menetapkan role model, sudah barang tentu saya

mengetahui cukup banyak tentang hal-hal personal tentang idola saya.

Saya akan belajar bagaimana harus bersikap, menentukan target di masa

depan. Adanya role model juga akan memacu motivasi yang lebih tinggi.

27
Jika idola saya bisa melakukannya pasti saya pun juga akan mampu

melakukannya.

Role Model yang saya pilih merupakan pegawai ASN senior 15

tahun mengabdi juga menjabat IPCLN Rumah Sakit Daerah Madani. Saya

yakin dengan bimbingan beliau,program aktualisasi akan laksanaan seperti

yang di harapkan.

Gambar 4 Role Model

Bapak Muhamad Alfian.AMK, atau bisa di panggil Pak AL,

memiliki dedikasi yang tinggi dan pintar dalam organisasi. Beliau dalam

melaksanakn tugas sebagai tim PPI (Pencegahan dan Pengendalian

Infeksi) berfikir secara objektif dalam mencapai target (Akuntabilitas),

mau mendengarkan rekan-rekan kerja (Nasionalisme). Beliau selalu dalam

bertutur kata dengan sopan ( Etika publik ). dibalik sikap kesederhanaan

beliau (Anti-korupsi), ia memiliki gagasan ide-ide yang kreatif dan

inovatif (Komitmen Mutu). Beliau adalah sosok ASN yang memiliki

Nilai-nilai “ANEKA”yang sewajarnya menjadi Role model bagi saya.

28
BAB III
REALISASI AKTUALISASI

A. Realisasi Kegiatan Dan Output

Kegiatan aktualisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan

teknik aseptik pada perawat UGD dalam menangani pasien injury di Rumah Sakit

Madani Kota Pekanbaru, adapun beberapa kegiatan akan dijabarkan sebagai

berikut :

Tabel 9 Realisasi Kegiatan Pertama

Kegiatan Melakukan konsultasi dan meminta persetujuan kepada atasan.

Tanggal 23 September 2019, ACC tanggal 02 oktober 2019

Daftar - Catatan Konsultasi

Output - Lembar Persetujuan

Deskripsi Kegiatan ini awal terlaksana pada tanggal 23 September

Proses 2019 Jam 13.00wib, dan kegiatan ini merupakan hasil dari

seminar rancangan aktualisasi yang di laksanakan di pagi hari.

Tepat selesai dzuhur mentor memberi arahan agar berkumpul di

lobi hotel Dymens. Dan pada tanggal 02 oktober 2019, mentor

menyetujui dengan menandatangani lembar persetujuan

aktualisasi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui

persepsi dan saran dari seluruh rekan perawat atas usulan-usulan

rancangan yang di berikan oleh Evaluator.

Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan, sebagai awal

29
kegiatan persetuan/dukungan mentor untuk di laksanakannya

penyusunan Laporan Aktualisasi saat offcampus yang di beri

judul : “Optimalisasi Teknik Aseptik oleh Perawat UGD

Pada Pasien Injury Melalui Sosialisasi di Rumah Sakit

Daerah Madani ”.

Tahapan 1. Melakukan Konsultasi dengan Atasan

Kegiatan Tanggal 01 oktober 2019jam 10.00 WIB, berkonsultasi

kepada Mentor guna untuk memperkuat gagasan isu yang

ditetapkan, sehingga sinkron dengan Judul dalam menyusun

laporan aktualisasi nantinya.

Gambar 3.1.1 Konsultasi dengan mentor

2. Meminta Persetujuan Kepada Atasan

Tanggal 02 oktober 2019, meminta persetujuan mentor

yang merupakan dukungan mentor kepada penulis dalam

menyusun laporan aktualisasi yang tertuang dalam lembar

persetujuan.

30
Gambar 3.1.2 Lembar Persetujuan Judul

Tabel 10 Realisasi Kegiatan Kedua

Kegiatan Melakukan Pembuatan Quesioner objektif tentang teknik aseptik.

Tanggal 03 Oktober s/d 09 oktober 2019

Daftar - Draft Lembar Quesioner

Output - Catatan Konsultasi

- Koreksi Lembar Quesioner

- ACC Lembar Quesioner

- Lembar Quesioner siap edar

Deskripsi Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 03 Oktober s/d 09

Proses oktober 2019, dan persiapan dilakukan seminggu sebelum di

lakukan uji core isu yang diambil. Kegiatan ini di maksudkan

untuk merancang materi substansi quesioner agar pengetahuan

yang akan di nilai mengenai tiga ( 3 ) keterampilan teknik

aseptik yang wajib di miliki oleh seorang perawat UGD dalam

31
menangani pasien injury. Kegiatan ini penting dilakukan agar

saat uji core isu nanti telah mencakup poin-poin dari teknik

aseptik yang akan di sampaikan kepada perawat UGD RSD

Madani.

Tahapan 1. Melakukan Pembuatan quesioner.

Kegiatan Kegiatan ini di mulai tanggal 03 oktober 2019,

Membuat quesioner dengan jumlah 10 butir soal objektif

mengenai teknik aseptik ( Antiseptik, Desinfektan dan

Sterilisasi ). Bertujuan untuk mengetahui di kategori mana

pengetahuan perawat UGD RSD Madani mengenai teknik

aseptik ini.

Gambar 3.2.1 Draft Quesioner

2. Konsultasi quesioner kepada atasan.

Berkonsultasi kepada Mentor di tanggal 04 oktober

2019 jam 09.00 WIB, guna untuk memperkuat materi

substansi quesioner yang ditetapkan, sehingga tercapai

tujuan penilaian pengetahuan mengenai teknik aseptik.

32
Gambar 3.2.2 Lembar Konsultasi

3. Merevisi quesioner.

Dalam melakukan revisi di harapkan cepat dan tepat

sehingga tidak mengganggu jadwal kegiatan berikutnya.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 05-06

oktober 2019.

Gambar 3.2.3 Koreksi Lembar Quesioner

4. Meminta persetujuan quesioner kepada atasan.

Di tanggal 07 oktober 2019 pukul 09.30 WIB, meminta

persetujuan kepada atasan sebagai bentuk dukungan mentor

dalam pelaksanaan uji core isu yang diambil.

33
Gambar 3.2.4 ACC lembar Quesioner

5. Mencetak/perbanyak quesioner.

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 09 oktober 2019

dengan memperbanyak quesioner yang telah di setujui mentor

di perbanyak sebanyak jumlah perawat UGD RSD Madani

sehingga lebih efiesien dalam hal anggaran.

Gambar 3.2.5 Cetakan Quesioner siap edar

34
Tabel 11 Realisasi Kegiatan Ketiga

Kegiatan Mengkaji pengetahuan perawat UGD tentang teknik aseptik.

Tanggal 10 Oktober s/d 17 oktober 2019

Daftar - Lembar ceklist serah terima quesioner

Output - Lembaran quesioner yang telah terisi.

- Rekap hasil quesioner

Deskripsi Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 10 Oktober s/d 17

Proses oktober 2019, dan kegiatan ini berlangsung 7 hari. Waktu yang

cukup lama di karenakan penyebaran quesioner menyesuiakan

jadwal perawat UGD dan beberapa perawat cuti. Kegiatan ini di

maksudkan untuk menguji core isu tentang pengetahuan teknik

aseptik yang akan di nilai mengenai tiga ( 3 ) keterampilan

teknik aseptik yang wajib di miliki oleh seorang perawat UGD

dalam menangani pasien injury. Kegiatan ini penting dilakukan,

apakah isu yang diambil masih ada atau sudah selesai pada saat

melakukan aktualisasi di lingkungan UGD RSD Madani

danuntuk menentukan kegiatan-kegiatan berikutnya.

Tahapan 1. Memberikan quesioner kepada perawat UGD

Kegiatan Kegiatan menyebarkan quesioner di mulai sejak tanggal

10 oktober s/d 14 oktober 2019 kepada responden yang telah

di tetapkan dengan memberikannya secara langsung.

Quesioner dengan jumlah 10 butir soal objektif mengenai

teknik aseptik ( Antiseptik, Desinfektan dan Sterilisasi ).

35
Kegiatan ini dimaksudkan memastikan quesioner diterima

dan dijawab langsung oleh responden.

Gambar 3.3.1 Lembar ceklist serah terima quesioner

2. Melakukan pengumpulan data

Kegiatan di mulai tanggal 15-16 oktober 2019 dengan

mengumpulkan quesioner yang telah dijawab dari seluruh

perawat UGD RSD Madani. Total keseluruhan 14 buah

quesioner.

Gambar 3.3.2 Lembaran quesioner yang telah terisi.

3. Melakukan pengolahan data

Kegiatan di tanggal 17 oktober 2019 dengan mengolah

data hasil dari quesioner yang terkumpul dari keseluruhan

perawat UGD dan data di masukan dalam master tabel.

36
Dengan pemberian skore jawaban yang benar (1) poin dan

jawaban yang salah dengan poin (0), total skore dapat

menentukan kategori pengetahuan responden. Lembaran

quesioner yang telah terisi.

Gambar 3.3.3 Rekap hasil quesioner pre-test

Tabel 12 Realisasi Kegiatan Keempat

Kegiatan Melakukan pembuatan materi sosialisasi teknik aseptik.

Tanggal 18 Oktober s/d 20 Oktober 2019

Daftar - Draft Materi sosialisasi

Output - Catatan Konsultasi

- Pedoman Teknik Aseptik

- PPT Teknik Aseptik

Deskripsi Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 18 Oktober s/d 20

Proses oktober 2019, dan kegiatan ini berlangsung 3 hari. Kegiatan ini

di maksudkan untuk bahan acuan ataupun regulasi sebelum di

37
lakukan sosialisasi kepada teman sejawat perawat UGD dalam

penanganan pasien injury. Dalam penyusunan materi teknik

aseptik dari referensi yang dapat di pertanggung jawabkan juga

berkonsultasi dengan tim PPI RSD Madani melalui bpk.

Muhamad Alfian, AMK. Kegiatan ini penting dilakukan untuk

pendalaman materi teknik aseptik dan untuk disosialisasikan

pada tanggal 25 Oktober 2019 yang dihadiri seluruh perawat

UGD RSD Madani.

Tahapan 1. Merancang Materi

Kegiatan Kegiatan ini terlaksana tanggal 18 oktober 2019 dalam

menyusun materi apa saja yang termuat dalam teknik aseptik.

Materi ini disusun mengenai pengetahuan dasar dari 3 ( tiga )

keterampilan dasar teknik aseptik yang harus di miliki

perawat UGD, Yakni :Antiseptik, Desinfektan dan Sterilisasi.

Dalam merancang materi selain mencari referensi juga

berkonsultasi dengan tim PPI RSD Madani melalui dr.fetri.

Gambar 3.4.1 Draft Materi Sosialisasi

38
2. Berkonsultasi kepada atasan

Berkonsultasi kepada Mentor di tanggal 19 oktober

2019 jam 09.00 WIB, guna untuk memperkuat pendalaman

materi teknik aseptik yang ditetapkan serta mudah dipahami

seluruh teman sejawat perawat UGD, sehingga tercapai tujuan

penilaian pengetahuan mengenai teknik aseptik.

Gambar 3.4.2 Konsultasi dengan Atasan& lembar konsultasi

3. Melakukan revisi rancangan materi

Dalam melakukan revisi di harapkan cepat dan tepat

sehingga tidak mengganggu jadwal kegiatan berikutnya.

Gambar 3.4.3 Panduan Teknik Aseptik

39
4. Medesign materi sosialisasi

Kegiatan medesign materi di tanggal 20 oktober 2019,

dalam hal ini PPT Teknik Aseptik dibuat semenarik mungkin

sehingga saat kuliah umum (sosialisasi) peserta dapat

mengikuti dengan antusias. PPT teknik aseptik juga di buat

sesingkat mungkin namun dapat dipahami oleh teman sejawat

perawat UGD RSD Madani.

Gambar 3.4.4 PPT Teknik Aseptik

40
Tabel 13 Realisasi Kegiatan Kelima

Kegiatan Membuat leaflet tentang teknik aseptik.

Tanggal 21 Oktober 2019 s/d 22 Oktober 2019

Daftar - Draft Leafleat

Output - Catatan Konsultasi

- ACC Leafleat

- Lembaran leaflet siap edar.

Deskripsi Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 21-22 oktober 2019,

Proses dan kegitatan ini merupakan lanjutan dari rancangan materi

teknik aseptik yang di buat dalam bentuk leaflet tetap memuat

pengetahuan mengenai 3 (tiga) keterampilan dalam teknik

aseptik yakni : antiseptik, desinfektan dan sterilisasi.Diharapkan

dengan media informasi melalui leflet pendalaman materi

pengetahuan tentang teknik aseptik lebih tersampaikan. Kegiatan

ini dimaksudkan sebagai media informasi kepada seluruh rekan

perawat atas keterampilan teknik aseptik yang digunakan dalam

penanganan pasien injury di UGD RSD Madani.

Tahapan 1. Medesign leaflet

Kegiatan Kegiatan medesign leaflet di tanggal 21 oktober 2019

dan disesuaikan dengan materi yang telah dikonsultasikan

dengan mentor juga tim PPI (Pengendalian dan Pencegahan

Infeksi) agar isi dari leaflet memuat materi pengetahuan

tentang teknik aseptik yang diharapkan dan di sampaikan

41
kepada rekan perawat UGD RSD Madani.

Gambar 3.5.1 Draft Leafleat

2. Berkonsultasi kepada atasan

Berkonsultasi kepada Mentor ditanggal 22 Oktober

2019 jam 14.00WIB, guna untuk memperkuat pendalaman

materi leaflet teknik aseptik yang ditetapkan serta mudah

dipahami seluruh rekan perawat UGD, sehingga akan tercapai

tujuan penilaian pengetahuan mengenai teknik aseptik.

Gambar 3.2.2 Konsultasi dengan atasan &Lembar Konsultasi

3. Melakukan revisi leaflet

Dalam melakukan revisi di harapkan cepat dan tepat sehingga

tidak mengganggu jadwal kegiatan berikutnya.

42
Gambar 3.5.3 Leafleat sebelum revisi

4. Mencetak dan memperbanyak leaflet

kegiatan mencetak dan memperbanyak leaflet pada

tanggal 22 oktober 2019 di sesuaikan dengan jumlah seluruh

rekan perawat UGD dan peserta undangan saat dilakukannya

kegiatan sosialisasi teknik aseptik pada tanggal 23 oktober

2019.

Gambar 3.5.4 Cetakan Lembaran leafleat

43
Tabel 14 Realisasi Kegiatan Keenam

Kegiatan Membuat undangan sosialisasi teknik aseptik untuk perawat

UGD RSD Madani.

Tanggal 23Oktober2019 s/d 24 Oktober 2019

Daftar - Draft undangan.

Output - Lembar konsultasi.

- Catatan revisi.

- Undangan siap edar.

- Lembar serah terima.

Deskripsi Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 23-24oktober 2019,

Proses dan kegiatan ini merupakan 3 (tiga) hari persiapan menjelang

sosialisasi teknik aseptik yang dilaksanakan pada tanggal 25

oktober 2019. Diharapkan dengan waktu 3 hari undangan dapat

didistribusikan keseluruh peserta undangan khususnya perawat

UGD keseluruhan. Kegiatan ini penting dilakukan untuk

memastikan jumlah peserta yang hadir pada saat sosialisasi

teknik aseptik nantinya.

Tahapan 1. Merancang Undangan

Kegiatan Di tanggal 23 oktober 2019, merancang undangan resmi

yang di sampaikan kepada rekan perawat UGD RSD Madani.

Isi dalam undangan mulai dari tanggal pelaksanaan, waktu

dan tempat sesuai kesepakatan dengan atasan.

44
Gambar 3.6.1 Draft undangan

2. Berkonsultasi kepada atasan

Berkonsultasi kepada Mentor di tanggal 23 oktober

2019 jam 14.00 WIB, guna untuk menentukan tanggal

pelaksanaan, waktu dan tempat sesuai kesepakatan dengan

atasan. Sehingga tidak terjadi benturan dengan kegiatan

lainya yang saat dilaksanakan di RSD Madani.

Gambar 3.6.2 Lembar konsultasi

45
3. Melakukan revisi undangan

Dalam melakukan revisi di harapkan cepat dan tepat sehingga

tidak mengganggu jadwal kegiatan berikutnya.

Gambar 3.6.3 catatan revisi

4. Mencetak Undangan

Kegiatan terlasana pada tanggal 23 Oktober 2019,

mencetak dan memperbanyak undangan di sesuaikan dengan

jumlah seluruh rekan perawat UGD dan peserta undangan

saat dilakukannya kegiatan sosialisasi teknik aseptik pada

tanggal 25 oktober 2019.

Gambar 3.2.2 ACC Undangan

46
5. Mendistribusikan Undangan

Mendistribusikan undangan di lakukan pada tanggal 24

oktober 2019, sebelum kegiatan sosialisasi teknik aseptik,

dengan cara menyerahkan kepada perwakilan dan disebarkan

melalui grup WhatsApp

Gambar 3.2.2 lembar serah terima undangan

Tabel 15 Realisasi Kegiatan Ketujuh

Kegiatan Melakukan sosialisasi teknik aseptik kepada perawat UGD.

Tanggal 25 September 2019

Daftar - Panduan Teknik Aseptik

Output - Daftar Hadir

- Notulen

Deskripsi Kegiatan ini terlaksana pada hari jum’at 25 September

Proses 2019 Jam 10.00 WIB, kegiatan sosialisasi ke dua setelah

presentasi rekan lainnya. Persiapan kegiatan sosialisasi ini

47
dipersiapkan 2 minggu sebelumnya dimulai dari persiapan

materi dan PPT, pembuatan dan penyebaran undangan,

konsultasi kepada atasan kontrak waktu dan tempat sosalisasi,

dan persiapan dokumen menjelang sosialisasi. Kegiatan

sosialisasi ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan dan

memberikan pengetahuan tentang teknik aseptik bagi perawat

UGD dalam penanganan pasien injury. Diharapkan perawat

UGD RSD Madani mengetahui teknik aseptik dengan 3

keterampilan mulai dari : antiseptik, desinfektan dan sterilisasi.

Tahapan 1. Mempersiapkan materi dan dokumen.

Kegiatan Selain persiapan alat dan juga tempat, mempersiapkan

materi dan dokumen lainnya seperti : Panduan Teknik

Aseptik,PPT Teknik Aseptik, leafleat, daftar hadir, dan

notulensi sangat diperlukan demi kelancaran kegiatan

sosialisasi.

Gambar 3.7.1 Panduan dan PPT

2. Memaparkan sosialisasi teknik aseptik.

Memaparkan materi teknik aseptik pada tanggal 2019, dengan

48
durasi ± 15 menit dengan menggunakan PPT di hadapan 19

peserta yang hadir. Pemaparan sangat singkat namun

penyampaian materi selesai dalam memaparkan point-point

keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang perawat.

Gambar 3.7.2 Kegiatan sosialisasi

3. Membuat laporan kegiatan sosialisasi.

Dalam membuat laporan kegiatan, dalam hal ini penulis

membuat notulensi dan daftar hadir saat sosialisasi serta

menyebarkan leafleat yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Gambar 3.7.3 Absensi dan Notulensi

49
Tabel 16 Realisasi Kegiatan Kedelapan

Kegiatan Evaluasi kegiatan sosialisasi teknik aseptik.

Tanggal 26 september 2019 s/d 30 september 2019

Daftar - Lembar Ceklist quesioner post sosialisasi

Output - Lembar jawaban Quesioner

- Rekap data Quesioner post.

Deskripsi Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 26-30 September

Proses 2019 ± seminggu waktu penyebaran dan rekap hasil. kegiatan ini

merupakan evaluasi kegiatan sosialisasi 25september 2019 yang

di tujukan kepada perawat UGD RSD Madani untuk mengukur

sejauh mana pemahaman tentang aseptik setelah di lakukan

sosialisasi. Kegiatan evaluasi dalam bentuk penyebaran

quesioner dengan soal yang sama yang pernah dijawab oleh

rekan perawat UGD 2 minggu sebelumnya. Sehingga didapat

data perbandingan pengukuran pengetahuan sebelum dan

sesudah sosialisasi teknik aseptik yang di lakukan.

Tahapan 1. Memberikan quesioner kepada perawat UGD

Kegiatan Kegiatan terlaksana tanggal 26 oktober s/d 28 oktober

2019, menyebarkan quesioner kepada responden yang telah di

tetapkan dengan memberikannya secara langsung. Quesioner

dengan jumlah 10 butir soal objektif mengenai teknik aseptik

(Antiseptik, Desinfektan dan Sterilisasi). Kegiatan ini

50
dimaksudkan memastikan quesioner diterima dan dijawab

langsung oleh responden.

Gambar 3.8.1 Daftar Ceklist serah terima

2. Melakukan pengumpulan data

Mengumpulkan quesioner di tanggal 29 oktober 2019,

quesioner yang telah dijawab oleh seluruh perawat UGD RSD

Madani dengan total keseluruhan 14 buah quesioner.

Gambar 3.8.2 Lembar quesioner post

3. Melakukan pengolahan data

Kegiatan terlaksana pada tanggal 30 oktober 2019, mengolah

data hasil dari quesioner yang terkumpul dari keseluruhan

51
perawat UGD dan data di masukan dalam master tabel.

Dengan pemberian skore jawaban yang benar (1) poin dan

jawaban yang salah dengan poin (0), total skore dapat

menentukan kategori pengetahuan responden.

Gambar 3.8.3 Rekap hasil quesioner post-test

B. Faktor Pendukung Realisasi Aktualisasi

Beberapa faktor yang menjadi pendukung selama kegiatan aktualisasi

seperti dukungan penuh dari :

- atasan ( managemen ) dalam memfasilitasi kegiatan selama aktualisasi

baik dari sarana dan prasarana maupun tempat saat sosialisasi.

- Mentor dalam membimbing dengan penuh kesabaran selama kegiatan

aktualisasi dan penyusunan laporan.

- Rekan kerja yang ikut serta berpartisipasi dalam kelancaran kegiatan

aktualisasi ini.

52
C. Faktor Penghambat Realisasi Aktualisasi

Adapun beberapa faktor menjadi penghambat saat realisasi aktualisasi

seperti keterbatasan kemampuan penulis dalam membagi waktu dan

pikiran keterkaitan dengan tanggung jawab kegiatan maupun tugas-tugas

lainnya yang harus diselesaikan secara bersamaan. Faktor lainnya,

keterbatasasan fasilitas seperti infokus saat sosialisasi yang dilakukan

peminjaman secara bergantian sehingga waktu sosialisasi terulur dari

dijadwalkan tanggal 23 oktober menjadi tanggal 25 oktober 2019.

53
BAB IV
ANALISA AKTUALISASI

A. Realisasi Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Substansi


Mata Pelatihan
Dengan metode baru pelaksanaan diklat yaitu Internalisasi penanaman

nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti

Korupsi (ANEKA) dan aktualisasi disatuan kerja masing-masing,diharapkan

metode ini mampu menciptakan ASN professional yang lebih berkualitas

dan menjalankan fungsinya sebagai pelayan publik. Oleh karena itu, dalam

melaksanakan kinerja sebagai ASN perlu dibuat rancangan aktualisasi

sebagai pembelajaran dalam memberikan pelayanan yang prima dan

penerapan ANEKA untuk masyarakat.

Akuntabilitas tidak sama dengan responsibilitas. Responsibilitas

adalah kewajiban untuk bertanggungjawab, sedangkan akuntabilitas adalah

kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas

merupakan kontrak antara pemerintah dengan aparat birokrasi, serta

pemerintah yang diwakili oleh PNS dengan masyarakat. PNS yang

akuntabel harus mampu mengambil pilihan yang tepat ketika terjadi konflik

kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis, melayani warga secara adil

dan konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Nasionalisme dapat diartikan sebagai rasa cinta tanah air, sikap

menghormati bangsa. Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap

ASN. Bahkan tidak sekedar wawasan saja tetapi kemampuan

54
mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan tugasnya

merupakan hal yang lebih penting. Diharapkan dengan nasionalisme yang

kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi berpikir mementingkan

kepentingan publik, bangsa dan Negara.

Etika publik merupakan refleksi tentang standar atau norma yang

menentukan baik atau buruk, benar atau salah baik perilaku, tindakan dan

keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan

tanggung jawab pelayanan publik. Etika publik memiliki indikator yaitu

memberikan pelayanan pada publik secara jujur, bertanggung jawab,

berintegritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada peraturan

perundang-undangan, taat perintah serta menjaga rahasia.

Komitmen mutu atau mutu adalah ukuran baik dan buruk suatu benda,

kadar, taraf, derajat ataupun kualitas. Komitmen mutu bagi ASN berarti

bahwa ASN harus mampu bertindak dengan memperhatikan efektivitas,

efisiensi, mengandung inovasi, serta memiliki kinerja yang berorientasi

pada mutu khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan

publik.

Anti korupsi, dapat diartikan sebagai sikap yang menyadari dampak

perilaku dan tindak pidana korupsi bagi dirinya, keluarga, masyarakat,

bangsa dan kehidupan, mampu menghindari perilaku korupsi, serta dapat

membangun sistem integritas untuk mencegah terjadinya korupsi di

lingkungannya. Indikator nilai yang dapat ditanamkan adalah jujur, disiplin,

55
tanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani serta memiliki

sikap peduli.

Realisasi aktualisasi dengan judul “Optimalisasi teknik aseptik oleh

perawat UGD pada pasien injury melalui sosialisasi di Rumah Sakit Daerah

Madani Kota Pekanbaru” dan keterkaitannya dengan substansi mata

pelatihan adalah sebagai berikut :

1. Melakukan konsultasi dan meminta persetujuan kepada atasan

Pada kegiatanpertama, saya saat berkonsultasisangat

memperhatikan sikap saya yang harus ramah dan sopan(Etika Publik )

serta dalam menyampaikan gagasan hasil dari seminar rancangan

aktualisasi yang di laksanakan di tanggal 23 september 2019. Di saat

berkonsultasi memaparkan gagasan isu yang dipilih serta pemecahan isu

adalah bentuk kejelasan targetyang telah dicapai yaitu adanya upaya

mengoptimalisasi teknik aseptik kepada perawat UGD. Selanjutnya

dengan penandatanganan lembar persetujuan merupakan bentuk sikap

partisipatif dari mentor untuk dapat memberikan ide, saran dan

penyamaan persepsi tentang teknik aseptik (Akuntabilitas). Kegiatan ini

sangat penting untuk dilakukan, sebagai awal kegiatan

persetuan/dukungan mentor untuk penyusunan laporan aktualisasi.

2. Melakukan Pembuatan Quesioner objektif tentang teknik aseptik.

Pada kegiatan kedua,saya dalammenyusun materi quesioner sangat

memperhatikan mutumateri dalam referensi yang dapat di

pertanggungjawabkan. Quesioner di buat hanya 10 butir ( 3 soal

56
antiseptik, 3 soal desinfektan dan 4 soal sterilisasi) sehingga mencangkup

seluruh teknik aseptik(Komitmen Mutu). Selanjutnya, berkonsultasi

memberikan tranparansi dalam bermusyawarah kepada mentor pada

substansi materi quesioner(Nasionalisme). Saat terjadi kesalahan materi

dalam merevisi saya konsisten menyelesaikan dengan

secepatnya(Akuntabilitas) dan meminta persetujuan kepada mentor

dengan cara yang baik (Etika Publik). Kegiatan kedua diakhiri dengan

memperbanyak quesioner teknik aseptik yang telah disetujui oleh mentor

sebanyak perawat UGD RSD Madani. Akhirnya 1 perawat hanya

mengisi 1 quesioner saja( Anti Korupsi ).

3. Mengkaji pengetahuan perawat UGD tentang teknik aseptik.

Pada kegiatan ketiga diawali dengan menyebarkan quesioner teknik

aseptik memastikan secara langsung 1 perawat hanya mengisi 1

quesioner saja( Anti Korupsi ). Tahap pengumpulan data, saya dengan

konsisten menunggu rekan kerja dalam mengisi lembar quesioner hingga

selesai (Akuntabilitas)dan saat pengolahan data dengan jujur dalam

pemberian skore bila jawaban benar point (1) jika salah point(0). (Etika

Publik)

4. Melakukan pembuatan materi sosialisasi teknik aseptik.

Pada kegiatan empat, saya menyusun materi teknik aseptik

memastikan diperoleh dari referensi yang dapat dipertanggungjawabkan

dan berusaha berkonsultasi dengan tim PPI RSD Madani di sela waktu

saat tidak berdinas(Anti Korupsi). Dihari berikutnya, saya berkonsultasi

57
materi teknik aseptik dan meminta persetujuan dengan cara yang baik

dan bersikap sopan dengan atasan(EtikaPublik).Setelah dikoreksi secara

bersama dengan mentor melalui musyawarah (Nasionalisme) materi

teknik aseptik ini dijadikan PPT sebagai bahan materi untuk disampaikan

saat sosialisasi. PPT yang di tampilkan saat sosialisasi dengan materi

sesingkat mungkin dan mudah dipahami oleh rekan-rekan perawat UGD

RSD madani(Komitmen Mutu).

5. Membuat leaflet tentang teknik aseptik.

Pada kegiatan kelima, saya berusaha teliti,cermat dalam

mempersiapkan leafleat teknik aseptik (Komitmen Mutu). Setelah

mempersiapkan, saya berkonsultasi dengan ramah dan sopan kepada

atasan (Etika Publik)danbertanggung jawab melakukan perbaikan

setelah bahan leafleat dikoreksi oleh mentor (Akuntabilitas). Kegiatan

kelima selesai dengan mencetak dan memperbanyak leaflet sebanyak

perawat UGD dan peserta undangan yang hadir pada saat sosialisasi(Anti

Korupsi).

6. Membuat undangan sosialisasi teknik aseptik untuk perawat UGD RSD

Madani.

Pada kegiatan Keenam, saya membuat konsep undangan

melakukan dengan teliti, cermat dan mudah dipahami saat dibaca

(Komitmen Mutu). Setelah selesai konsep undangan, lalu diajukan pada

mentor untuk berdiskusi tentang konsep undangan. Saat konsultasi saya

memperhatikan sikap dengan ramah dan sopan (Etika Publik). Setelah

58
selesai membuat konsep undangan, dan undangan telah disetujui oleh

atasan, maka saya mencetak dan memperbanyak undangan tersebut

sebanyak peserta undangan (Anti Korupsi). Dalam pendistribusiannya

undangan wakilkan serah terima oleh kepala ruangan UGD atau yang

mewakili dan akan disampaikan keseluruh perawat UGD RSD madani

melalui WhatApp.

7. Melakukan sosialisasi teknik aseptik kepada perawat UGD.

Pada kegiatan ketujuh, saya berkonsultasi dengan dr. Fetri dalam

mempersiapkan materi teknik aseptik untuk

disosialisasikan(Nasionalisme).Setelah semua materi siap saya

melakukan sosialisasiteknik aseptik dengan sikap sopan dan santun

serta bertuturkata yang lembut kepada seluruh Peserta undangan yang

hadir(Etika Publik). Di akhir kegiatan membuat laporan kegiatan

sosialisasi dengan sebenar-benarnya mulai dari foto, video, catatan

notulensi dan tanda tangan peserta sesuai yang hadir. Kegiatan ini

merupakan bentuk sikap yang jujur(Anti Korupsi).

8. Evaluasi kegiatan sosialisasi teknik aseptik.

Kegiatan kedelapan, saya menguji pengetahuan teknik aseptik

setelah dilakukan sosialisasi menggunakan quesioner yang sama dengan

uji sebelumnya. Dalam menyebar quesioner teknik aseptik memastikan

secara langsung 1 perawat hanya mengisi 1 quesioner saja(Anti

Korupsi).saya saat pengumpulan data dengan konsisten menunggu rekan

kerja mengisi lembar quesioner hingga selesai sebagai bentuk tanggung

59
jawab saya pada kegiatan ini(Akuntabilitas). Setelah quesioner yang

telah diisi terkumpul dilakukan pengolahan data yang di tuangkan dalam

master tabel dengan memberikan skore sesuai jawaban dari responden

jika jawaban yang benar di berikan (1) poin dan jawaban yang salah

dengan poin (0) (Anti Korupsi).

B. Realisasi Aktualisasi dan Kontribusi Terhadap Visi& Misi

Dengan menerapkan indikator nilai-nilai dasar pada kegiatan diatas akan

meningkatkan hubungan perawat dengan Atasan. Kemudian Tolong

menolong antar perawat guna bersama-sama membangun dan memperbaiki

kualitas pengetahuan tentang teknik aseptik pada pasien injury dengan penuh

komitmen akan terbentuklah suatu pelayanan yang :

- Mandiri ( Bekerja secara sadar dan aktif )

- Berbudaya (Berkerja mengutamakan kepentingan umum )

- Bernilai ( Bekerja secara prosedural/profesional )

Hal ini sesuai dengan Visi dan Misi Rumah Sakit Daerah Madani yakni :

“terwujudnya Rumah Sakit Madani, Berbudaya dan Bernilai ( MADANI ) di

kota pekanbaru”. Selanjutnya, keterkaitan kegiatan aktualisasi dengan Visi

dan Misi RSD Madani Sebagai berikut :

1. Terlaksananya kegiatan pertama, melakukan konsultasi dan meminta

persetujuan kepada atasanmewujudkan Misi organisasi No.2 yaitu :

60
“Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang Aktif,

Inovatif, Bernilai dan Berbudaya.”

2. Terlaksananya kegiatan kedua, melakukan Pembuatan Quesioner objektif

tentang teknik asepticmewujudkan Misi organisasi No.2 yaitu :

“Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang Aktif,

Inovatif, Bernilai dan Berbudaya.”

3. Terlaksananya kegiatan ketiga mengkaji pengetahuan perawat UGD

tentang teknik asepticmewujudkan Misi organisasi No.2 yaitu :

“Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang Aktif,

Inovatif, Bernilai dan Berbudaya.”

4. Terlaksananya kegiatan keempat melakukan pembuatan materi sosialisasi

teknik asepticmewujudkan Misi organisasi No.1 yaitu : “Menyediakan

pelayanan rujukan yang terjangkau, bermutu dan profesional.”

5. Terlaksananya kegiatan kelima membuat leaflet tentang teknik aseptik

mewujudkan Misi organisasi No.2 yaitu : “Meningkatkan Kualitas

Sumber Daya Manusia (SDM) yang Aktif, Inovatif, Bernilai dan

Berbudaya.”

6. Terlaksananya kegiatan keenam membuat undangan sosialisasi teknik

aseptik untuk perawatmewujudkan Misi organisasi No.2 yaitu :

“Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang Aktif,

Inovatif, Bernilai dan Berbudaya.”

7. Terlaksananya kegiatan ketujuh melakukan sosialisasi teknik aseptik

kepada perawat UGDmewujudkan Misi organisasi No.1 yaitu :

61
“Menyediakan pelayanan rujukan yang terjangkau, bermutu dan

professional.”

8. Terlaksananya kegiatan kedelapan evaluasi kegiatan sosialisasi teknik

asepticmewujudkan Misi organisasi No.2 yaitu : “Meningkatkan Kualitas

Sumber Daya Manusia (SDM) yang Aktif, Inovatif, Bernilai dan

Berbudaya.”

C. Realisasi Aktualisasi dan Kontribusi Terhadap Nilai-nilai

Organisasi

Dengan menerapkan indikator nilai-nilai dasar pada kegiatan yang telah

dipaparkan diatas juga akan meningkatkan hubungan perawat dengan Atasan.

kegiatan diatas akan mewujudkan nilai organisasi sebagai berikut yaitu:

1. Terlaksananya kegiatan Pertama ini menguatkan nilai organisasi

 Aktif, yaitu giat berusaha dan bekerja;

 Inovatif , yaitu mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk

menghasilkan karya baru.

2. Terlaksananya kegiatan kedua ini menguatkan nilai organisasi

 Aktif, yaitu giat berusaha dan bekerja;

 Inovatif , yaitu mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk

menghasilkan karya baru.

3. Terlaksananya kegiatan ketiga ini menguatkan nilai organisasi

 Aktif, yaitu giat berusaha dan bekerja;

62
 Inovatif , yaitu mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk

menghasilkan karya baru.

4. Terlaksananya kegiatan keempat ini menguatkan nilai organisasi

 Modern, yaitu sikap dan cara berfikir serta bertindak sesuai dengan

tuntutan zaman;

 Aktif, yaitu giat berusaha dan bekerja;

 Inovatif , yaitu mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk

menghasilkan karya baru.

5. Terlaksananya kegiatan kelima ini menguatkan nilai organisasi

 Dinamis, yaitu upaya untuk berkembang secara aktif;

 Aktif, yaitu giat berusaha dan bekerja;

 Inovatif , yaitu mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk

menghasilkan karya baru.

6. Terlaksananya kegiatankeenam ini menguatkan nilai organisasi

 Normatif, yaitu berpegang pada norma dan aturan yang berlaku;

 Aktif, yaitu giat berusaha dan bekerja;

 Inovatif , yaitu mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk

menghasilkan karya baru.

7. Terlaksananya kegiatan ketujuh ini menguatkan nilai organisasi

 Aktif, yaitu giat berusaha dan bekerja;

 Inovatif,yaitu mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk

menghasilkan karya baru.

 Normatif, yaitu berpegang pada norma dan aturan yang berlaku

63
8. Terlaksananya kegiatan kedelapan ini menguatkan nilai organisasi

 Aktif, yaitu giat berusaha dan bekerja;

 Inovatif , yaitu mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk

menghasilkan karya baru.

 Dinamis, yaitu upaya untuk berkembang secara aktif;

64
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Dalam Undang – undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil

Negara, pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan

publik, dan perekat pemersatu bangsa. Sejalan dengan UU No. 38 Tahun

2014 Tentang Keperawatan sebagai Pelayan Publik yang mempunyai tugas

sebagai penyelenggara pembangunan kesehatan diwujudkan dalam pelayanan

keperawatan.

Untuk menjalankan pelayanan publik profesional, seorang perawat

dalam menjalankan tugas keperawatannya harus sesuai protokol yang ada.

Salah satunya adalah tindakan keperawatan teknik aseptik. dalam

mewujudkan pelayanan publik yang profesional, tenaga perawat di perlukan

mampu memiliki pengetahuan 3 (tiga) keterampilan teknik aseptik yakni :

Antiseptik, Desinfektan dan Sterilisasi.Teknik aseptik sangat diperlukan

sebab menentukan semakin membaik kondisi pasien atau semakin

memburuk. Untuk menciptakan pelayanan profesional dengan tindakan

teknik aseptik di lingkungan Rumah Sakit Daerah Madani. Penulis

melakukan kegiatan realisasi aktualisasi yang telah dilakukan selama 55hari

mengenai “Optimalisasi Teknik Aseptik Oleh Perawat UGD pada Pasien

Injury Melalui Sosialisasi di Rumah Sakit Daerah Madani”, dapat

disimpulkan sebagai berikut :

65
Tabel 17 Uji Pengetahuan Teknik Aseptik

PRE POST ANALISA

NO SOSIALISASI SOSIALISASI PRESENTASE

1 BAIK :1 Orang BAIK :8 Orang Naik 49.9 %

Presentase :7.2 % Presentase :57.1 %

2 CUKUP :6 Orang CUKUP :5 Orang Turun 7.1 %

Presentase : 42.8 % Presentase :35.7 %

3 MINIM :7 Orang MINIM :1 Orang Turun 42.8 %

Presentase :50 % Presentase :7.2 %

Uji pengetahuan teknik aseptik diatas menggunakan pengukuran

pengetahuan kesehatan menurut Nursalam ( 2008 ) yakni ada 3 kategori :

 Tingkat pengetahuan baik apabila skor atau nilai : 76-100%

 Tingkat pengetahuan cukup apabila skor atau nilai : 56-75%

 Tingkat pengetahuan kurang apabila skor atau nilai :< 56%

B. SARAN

1. Pemanfaatan media edukasi seperti : TV, handphone, brosur, Leafleat

dan lain-lain. Dapat meningkatkan pengetahuan perawat UGD dalam

memperoleh pengetahuan mengenai teknik aseptik pada pasien-pasien

injury.

66
2. Diskusi Internal dalam pengembangan pengetahuan teknik aseptik pada

studi kasus pasien injury yang melibatkan tenaga kesehatan lainnya dapat

mempertajam wawasan dan pengetahuan mengenai teknik aseptik.

3. Budaya saling mengingatkan bilamana ada rekan kerja yang tidak

melakukan teknik aseptik. Pada hakikatnya teknik aseptik merupakan

bentuk pesonal safety baik bagi petugas maupun pasien sehingga tidak

berdampak buruk untuk kita semua. Dan untuk selanjutnya dalam

penerapannya perlu diabuat Standard Prosedur Operasional ( SPO )

teknik aseptik dan pengontrolannya di lakukan melalui lembar Monev

(Monitoring evaluasi).

67
DAFTAR PUSTAKA

Nursalam. 2009. Konsep dan Penerapan Metologi Penelitian Ilmu Keperawatan.

Jakarta : Salemba Medik

Rumah Sakit Daerah Madani. Profil Rumah Sakit Daerah Madani tahun 2018

Dra. Maria Susianti,S.M.I.P.,B.N.,R.N.UNE Austr. Keterampilan Keperawatan

Dasar. Penerbit : Erlangga, 2008

Prof.Dr.R.A.Oetari,S.U.,M.M,.M.Sc,.Apt. Teknik Aseptis. Penerbit : Gajah Mada

University Press. 2017

LembagaAdministrasi Negara. 2015. Akuntabilitas. Modul Pendidikan dan

Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi

Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme. Pendidikandan Pelatihan

Prajabatan Golongan III. Jakarta: LembagaAdministrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. EtikaPublik. Modul Pendidikan dan

Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi

Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu. Modul Pendidikan dan

Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi

Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi. Modul Pendidikan dan

Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi

Negara

68
BIODATA PENULIS

DATA PRIBADI
Nama Lengkap
1 SUJARWANTO, Amd.Kep
(dengan gelar)

2 Nama Panggilan SUJAR

3 NIP 198907062019031001

4 Tempat & Tanggal Lahir Bengkalis, 06 Juli 1989

JL. Uka perum Fatma Garden blok BI No. 1


5 Alamat Rumah
Kel. Air putih kec. Tampan Pekanbaru

6 Nomor Hp & WA 0812 772 2020

7 Email sujarwantorsd@gmail.com

8 Pendidikan DIII KEPERAWATAN

9 Agama ISLAM

DATA INSTANSI
12 Unit Kerja RUMAH SAKIT DAERAH ( RSD ) MADANI

13 Jabatan / Formasi PERAWAT TERAMPIL

14 Pangkat / Golongan II/C

JL GARUDA SAKTI KM 02 KEC. TAMPAN

15 Alamat Kantor
Telepon: Fax: Email:

- -

69