Anda di halaman 1dari 18

Dosen:

Dr. Nengah Tela, ST.,M.Sc

dan

Winda Fitria, SST., MT

TAHAPAN PELAKSANAAN KONTRAK

TAHAPAN ADMINISTRASI KONTRAK

1. Penyerahan Lapangan

2. Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (PCM)

3. Program Mutu (RMK) dan Rencana Penerapan SMK3

4. SPMK

5. Mobilisasi

6. Pemeriksaan Bersama (MC 0%)

7. Pembayaran Uang Muka

8. Pembayaran Prestasi Pekerjaan

9. Perubahan Kegiatan Pekerjaan

TAHAPAN ADMINISTRASI KONTRAK

10. Denda dan Ganti Rugi

11. Keadaan Kahar (Force Majeur)

12. Pemberlakuan Kontrak Kritis (SCM)

13. Penghentian dan Pemutusan Kontrak

14. Laporan Hasil Pekerjaan

15. Perpanjangan Waktu Pelaksanaan

16. Kerjasama antara penyedia B/J dengan subkontraktor

17. Serahterima Pekerjaan

18. Kompensasi

PENYERAHAN LAPANGAN

PENYERAHAN LAPANGAN 1. Dilakukan sebelum SPMK terbit 2. Pemeriksaan bersama (direksi teknis dan/atau konsultan pengawas

1. Dilakukan sebelum SPMK terbit

2. Pemeriksaan bersama (direksi teknis dan/atau konsultan pengawas serta penyedia jasa)

3. Inventarisasi batang milik PPK

4. Buat berita acara penyerahan lapangan

konsultan pengawas serta penyedia jasa) 3. Inventarisasi batang milik PPK 4. Buat berita acara penyerahan lapangan

SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)

1. Diterbitkan paling lambat 14 hari kerja setelah kontrak ditanda tangani

2. Bila penyedia jasa tidak segera memulai kerja setelah SPMK maka Pejabat Pembuat Komitmen menerbitkan surat peringatan

3. Bila penyedia jasa tidak dapat mulai pekerjaan karena kesalahan

Pejabat Pembuat Komitmen, maka penyedia jasa berhak

mendapatkan kompensasi dari Pejabat Pembuat Komitmen.

PRE CONSTRUCTION MEETING

1. Diselenggarakan selambat- lambatnya 7 hari setelah SPMK , diikuti oleh direksi pekerjaan, direksi teknis, unsur perencanaan dan penyedia jasa.

2. Untuk menghasilkan kesepakatan- kesepakatan beberapa materi yang

dapat menimbulkan masalah dalam pelaksanaan pekerjaan.

3. Membahas:

- Pasal- pasal dalam dokumen kontrak : Pekerjaan tambah kurang,

penyelesaian perselisihan, pemeliharaan pekerjaan, Kompensasi, Denda,

Pemutusan kontrak.

- Tata cara penyelenggaraan pekerjaan : Organisasi kerja, Tata cara

pengaturan pekerjaan, Jadwal pelaksanaan kegiatan, pengadaan bahan, mobilisasi peralatan, shop drawing, sosialisasi pada masyarakat dan

laporan.

Hasil rapat persiapan pelaksanaan kontrak dituangkan dalam berita acara.

SERAH TERIMA PEKERJAAN

1. Setelah pekerjaan selesai 100%, penyedia mengajukan

permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan

pekerjaan.

2. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Apabila memerlukan keahlian teknik khusus, dapat dibantu oleh tim/tenaga ahli untuk membantu pelaksanaan tugas Panitia/ Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.

PENGAMBILALIHAN

PPK akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan selesai/

pengakhiran pekerjaan

ADDENDUM

Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lokasi pekerjaan

pada saat pelaksaan dengangambar dan spesifikasi yang ditentukan dalam

dokumen kontrak, maka PPK bersama penyedia dapat melakukan perubahan kontrak, meliputi:

1.

Menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam

kontrak.

2.

Menambah atau mengurangi jenis pekerjaan.

3.

Mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lokasi pekerjaan

4.

Melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam kontrak

yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai lingkup kontrak awal.

PERUBAHAN LINGKUP PEKERJAAN

1. Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya anggaran dan paling tinggi 10% dari nilai kontrak awal.

2. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertullis

kepada penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis

dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak awal.

PERUBAHAN WAKTU PELAKSANAAN

1. Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal- hal sebagai berikut: pekerjaan tambahan, perubahan desain, keterlambatan yang disebabkan oleh PPK, masalah yang timbul diluar kendali

dan bencana alam.

2. Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurang kurangnya sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat keadaan bencana atau waktu yang diperlukan untuk

menyelesaikan pekerjaan.

JAMINAN PELAKSANAAN

Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada PPK selambat- lambatnya 14 hari kerja atau setelah SPPBJ dan sebelum dilakukan penandatangan kontrak dengan besaran/ nilai:

1. 5% dari nilai kontrak

2. 5% dari nilai total HPS bagi penawaran yang lebih kecil dari

80%.

KOMPENSASI

peristiwa kompensasi yang dapat diberikan kepada penyedia yaitu:

a.

PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan

pekerjaan.

b.

Keterlambatan pembayaran kepada penyedia

c.

PPK tidak memberikan gambar- gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan.

d.

Penyedia belum bisa memasuki lokasi pekerjaan sesuai jadwal dalam

kontrak

e.

PPK Menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan.

f.

PPK memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan

g.

PPK memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh PPK.

KOMPENSASI

1. Perpanjanngan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat peristiwa kompensasi

2. Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan perpanjangan waktu jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini

dalam mengantisispasi dampak peristiwa kompensasi

PENYELESAIAN SENGKETA

Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS)

APS

SENGKETA Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) APS PENGADILAN NON PENGADILAN Pemilihan cara

PENGADILAN

NON

PENGADILAN

Penyelesaian Sengketa (APS) APS PENGADILAN NON PENGADILAN Pemilihan cara penyelesaian sengketa ditetapkan

Pemilihan

cara

penyelesaian

sengketa

ditetapkan

dalam

dokumen

pemilihan/

Kontrak.

Timbulnya sengketa:

1. Adanya pihak yang merasa dirugikan

2. Tidak puas yang bersifat

subyektif dan tertutup

3. Tidak adanya titik temu antara pihak- pihak yang bersengketa

SAMPAI JUMPA PADA PERTEMUAN BERIKUTNYA