Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PSIKOLOGI SOSIAL

TENTANG GAYA KEPEMIMPINAN


DOSEN PENGAMPU
Yenny Marito, M.Pd, M.Psi

OLEH :

Muhammad Royhan Tasauri 1183151025

Ianci Putra Sitohang 1183151017

Yoel Putra Valda Gultom 1183151026

Lukman Hakim Hasibuan 1183151028

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur saya ucapkan kepada ALLAH SWT, atas Rahmat dan Karunianya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas “Makalah Ini” mata kuliah “Psikologi Sosial”.
Sholawat berangkaikan salam kita panjatkan kepada ruh Junjungan kita
RASULULLAH SAW, semoga kita mendapatkan syafaat di hari pembalasan kelak. Makalah
ini kami susun dan kerjakan dengan sebaik mungkin, dan juga saya mendapatkan bantuan
dari banyak pihak sehingga memperlancar kami dalam pembuatan Makalah ini. Untuk itu
saya berterima terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam
pembuatan Makalah ini.
Kami menyadari bahwa tugas Makalah ini masih banyak kekurangan dalam hal
penyusunan dan juga reverensi oleh karena itu penyusun memohon maaf jika ada kesalahan
dalam penulisan dan kami juga mengharapkan kritik dan juga saran guna perbaikan tugas ini
dan juga agar saya dapat membuat Makalah yang lebih baik kedepannya.
Akhir kata kami amat berharap semoga makalah ini memberikan manfaat kepada diri
kami pribadi pada khususnya dan para pembaca pada umumnya. Dan dapat memberikan
inspirasi terhadap kita semua.

Medan, Oktober 2019

Tim Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
 Latar Belakang .................................................................................................. 4
 Rumusan Masalah ............................................................................................. 4
 Tujuan ............................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN ISI


 Macam – macam Gaya Kepemimpinan .............................................................. 5

BAB III PENUTUP


 Kesimpulan ......................................................................................................... 10
 Saran ................................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 11


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gaya kepemimpinan merupakan pola menyeluruh dari tindakan seorang
pemimpin baik yang tampak maupun yang tidak tampak oleh bawahannya. Gaya
kepemimpinan menggambarkan dari falsafah yang konsisten, keterampilan, sifat dan
sikap yang mendasari perilaku seseorang. Gaya kepemimpinan akan menunjukkan
langsung tentang keyakinan seorang pemimpin terhadap kemampuan bawahannya.
Artinya gaya kepemimpinan adalah, perilaku dan strategi, sebagai hasil kombinasi
dari falsafah, keterampilan, sifat, sikap, yang sering diterapkan dari seorang pemimpin
ketika ia mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya (Rorimpandey, 2013)
Kepemimpinan berfungsi sebagai tindakan yang dilakukan pimpinan dalam upaya
menggerakkan anggota agar mau berbuat sesuatu untuk mewujudkan program kerja yang
telah dirumuskan. Keberhasilan organisasi tergantung dari kemampuan pimpinannya
dalam melaksanakan fungsi pokok kepemimpinan baik sebagai leader maupun manager
(sergiovanni, 1987 ; grenberg & baron, 1995). Pakar kepemimpinan menyatakan bahwa
gaya kepemimpinan merupakan perilaku pimpinan terhadap pengikutnya, atau cara yang
dipergunakan pemimpindalam mempengaruhi para pengikutnya (Trimo,2005:9)
B. Rumusan Masalah
a. Gaya kepemimpinan transaksional
b. Gaya kepemimpinan transformasional
c. Gaya kepemimpinan situasional

C. Tujuan Penulisan
a. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan transaksional
b. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan transformasional
c. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan situasional
d. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Psikologi Sosial
BAB II
PEMBAHASAN

Macam-Macam Gaya Kepemimpinan


A. Kepemimpinan Transaksional
1. Pengertian Kepemimpinan Transaksional
Menurut Burns (1978) pada kepemimpinan transaksional, hubungan antara pemimpin
dengan bawahan didasarkan pada serangkaian aktivitas tawar menawar antar keduanya.
Karakteristik kepemimpinan transaksional adalah contingent reward dan management by-
exception. Pada contingent reward dapat berupa penghargaan dari pimpinan karena tugas
telah dilaksanakan, berupa bonus atau bertambahnya penghasilan atau fasilitas.
Menurut Bycio kepemimpinan transaksional adalah gaya kepemimpinan di mana
seorang pemimpin menfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal antara
pemimpin dengan karyawan yang melibatkan hubungan pertukaran. Pertukaran tersebut
didasarkan pada kesepakatan mengenai klasifikasi sasaran, standar kerja, penugasan
kerja, dan penghargaan. Dari pengertian tersebut secara sederhana Kepemimpinan
Transaksional dapat diartikan sebagai cara yang digunakan seorang pemimpin dalam
menggerakkan anggotanya dengan menawarkan imbalan/akibat terhadap setiap kontribusi
yang diberikan oleh anggota kepada organisasi.
Kepemimpinan transaksional merupakan perilaku pemimpin yang memfokuskan
perhatiannya pada transaksi interpersonal antara pemimpin dengan anggota yang
melibatkan hubungan pertukaran. Pertukaran tersebut didasarkan pada kesepakatan
mengenai klarifikasi sasaran, standar kerja, penugasan kerja, dan penghargaan.
Pemimpin transaksional harus mampu mengenali apa yang diinginkan anggota dari
pekerjaannya dan memastikan apakah telah mendapatkan apa yang diinginkannya.
Sebaliknya, apa yang diinginkan pemimpin adalah kinerja sesuai standar yang telah
ditentukan.

2. Ciri-Ciri Kepemimpinan Transaksional


Kepemimpinan transaksional sangat memperhatikan nilai moral seperti kejujuran,
keadilan, kesetiaan dan dan tanggung. Kepemimpinan ini membantu orang ke dalam
kesepakatan yang jelas, tulus hati, dan memperhitungkan hak-hak serta kebutuhan orang
lain. Inilah kepemimpinan kepala sekolah dengan mendengarkan keluhan dan perhatian
berbagai partisipan, memutuskan perdebatan dengan adil, membuat orang
bertanggungjawab atas target kerja mereka, menyediakan sumberdaya yang diperlukan
demi pencapaian tujuan.

3. Karakteristik Kepemimpinan Transaksional


Bass mengemukakan bahwa hubungan pemimpin transaksional dengan karyawan
tercermin dari tiga hal yakni:
1. Pemimpin mengetahui apa yang diinginkan karyawan dan menjelasakan apa yang
akan mereka dapatkan apabila kerjanya sesuai dengan harapan;
2. Pemimpin menukar usaha-usaha yang dilakukan oleh karyawan dengan imbalan;
dan
3. Pemimpin responsif terhadap kepentingan pribadi karyawan selama kepentingan
tersebut sebanding dengan nilai pekerjaan yang telah dilakukan karyawan.

Robin Karakteristik kepemimpinan transaksional ditunjukkan dengan prilaku atasan


sebagai berikut:
Penghargaan bersyarat: menjalankan pertukaran kontraktual antara
penghargaan dan usaha, menjanjikan penghargaan untuk kinerja yang bagus, dan
mengakui pencapaian yang diperoleh.

4. Contoh Kepemimpinan Transaksional


Jim Collins dan Bass dalam buku yang sama menggambarkan kepemimpinan
kepala sekolah tansaksional seperti berikut ini:
a. Kepala sekolah transaksional memotivasi guru dan staf dalam arah dan tujuan
yang ditetapkan. Kepala sekolah gaya ini juga menjelaskan persyaratan peran dan
tugas.
b. Kepemimpinan kepala sekolah transaksional didasarkan pada transaksi atau
pertukaran sesuatu yang bernilai. Kepala sekolah transaksional ingin memiliki atau
mengendalikan pengikut agar berada pada koridor tugas, bukan sekedar sebagai
imbalan atas pekerjaan selayaknya mengapresiasi juru kampanye untuk meraih suara.
c. Gaya kepemimpinan kepala sekolaha transaksional menggunakan logika kerja
kontraktor. Kontraktor memberikan layanan sesuai dengan nilai yang mereka beli atau
terima.
d. Kepala sekolah transaksional hanya bekerja dengan baik ketika dia dan guru
atau stafnya memahami dan sepakat mengenai tugas-tugas penting yang harus
dilakukan atau diprioritaskan.
e. Kepala sekolah transaksional mendorong guru dan staf melakukan tugas-tugas
apapun dari organisasi sekolahnya. Dia seringkali menjanjikan imbalan bagi guru dan
staf yang mampu mencapai keluaran di luar dugaan bersama.
f. Kepala sekolah transaksional aktif dalam gaya manajemen untuk memastikan
bahwa guru dan staf yang dipimpinnya tidak menyimpang dari peraturan dan standar,
jika sebaliknya dia akan mengambil tindakan
g. Kepala sekolah transaksional menghindari tindakan pembuatan keputusan yang
bersifat laissez faire dan tidak mencerminkan tanggung jawab dirinya bersama guru
dan staf.

B. Kepemimpinan Transformasional
1. Pengertian Kepemimpinan Transformasional
Kepemimpinan dilaksanakan ketika seseorang memobilisasi sumber daya intitusional,
politis, psikologis dan sumber lain untuk membangkitkan, melibatkan dan memotivasi
pengikutnya (Bass & Avolio, 2002 dalam Hartiti, 2013).
Pemimpin transformasional adalah seseorang pemimpin yang menguasai situasi dengan
menyampaikan visi yang jelas tentang tujuan kelompok, bergairah dalam pekerjaan dan
kemampuan untuk membuat anggota kelompok merasa diisi ulang dan berenergi (Kendra,
2013).
Kepemimpinan transformasional adalah jenis gaya kepemimpinan yang mengarah ke
perubahan positif pada mereka yang mengikuti (pengikut). Pemimpin transformasional
umumnya energik, antusias dan bergairah. Tidak hanya para pemimpin memperhatikan
dan terlibat dalam proses, mereka juga difokuskan untuk membantu setiap anggota
kelompok untuk dapat berhasil juga (Pmcounseling, 2011).
Kepemimpinan Transformasional adalah suatu model kepemimpinan untuk
meningkatkan sumberdaya manusia dengan dan hubungan efek pemimpin terhadap
bawahan dapat diukur, dengan indikator adanya kepercayaan, kekaguman, kesetiaan, dan
hormat terhadap pemimpin, berusaha untuk memotivasi pengikut untuk melakukan
sesuatu yang lebih dan melakukannya melampaui harapan mereka sendiri (Bass, 1994).
2. Karakteristik Kepemimpinan Transformasional
- Adanya pemberian wawasan serta penyadaran akan misi, membangkitkan
kebanggaan, serta menumbuhkan sikap hormat dan kepercayaan pada para
bawahannya (Idealized Influence - Charisma)
- Adanya proses menumbuhkan ekspektasi yang tinggi melalui pemanfaatan
simbol-simbol untuk memfokuskan usaha dan mengkomunikasikan tujuan-tujuan
penting dengan cara yang sederhana (Inspirational Motivation),
- Adanya usaha meningkatkan intelegensia, rasionalitas, dan pemecahan masalah
secara seksama (Intellectual Stimulation),
- Pemimpin memberikan perhatian, membina, membimbing, dan melatih setiap
orang secara khusus dan pribadi (Individualized Consideration).

3. Contoh Kepemimpinan Transformasional


Contohnya adalah bagaimana seorang Nelson Mandela memimpin perubahan
di Republik Afrika Selatan, dan merupakan presiden pertama negara itu yang
dipilih secara demokratis (lihatlah tulisan saya yang berjudul, “Mengenang
Seorang Pemimpin Besar: Nelson Mandela [1918-2013], dalam Kompasiana
tanggal 5 Maret 2014).

C. Kepemimpinan Situasional
1. Pengertian Kepemimpinan Situasional
Gaya kepemimpinan situasional menurut Hersey dan Blanchard dalam Thoha
(2003:317) adalah didasarkan pada saling berhubungannya di antara hal-hal berikut
ini:

1. Jumlah petunjuk dan pengarahan yang diberikan oleh pimpinan.


2. Jumlah dukungan sosioemosional yang diberikan oleh pimpinan.
3. Tingkat kesiapan atau kematangan para pengikut yang ditunjukkan dalam
melaksanakan tugas khusus, fungsi, atau tujuan tertentu.

2. Ciri – ciri Kepemimpinan Situasional

Bisa memahami dinamika situasi dan menyesuaikan kemampuannya dengan


dinamika situasi yang ada. Penyesuaian gaya kepemimpinan yang dimaksud adalah
kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku karena tuntunan situasi
tertentu.
3. Contoh Kepemimpinan Situasional
Seorang insinyur mungkin sangat berkembang (mampu dan mau) menangani
soal-soal teknis dari suatu pekerjaan. Tapi tidak demikian halnya jika ia
dihadapkan dengan soal-soal peraturan anggaran pekerjaan tersebut. Dengan
demikian, sangat tepat bagi atasan sang insinyur dalam menghadapi bawahannya
yang satu ini dengan sedikit mungkin pengarahan dan dorongan dalam hal
pekerjaan teknik, tetapi dengan banyak pengarahan pengawasan ketat terhadap
pekerjaan terhadap pekerjaan pengaturan anggaran yang dilakukan oleh sang
insinyur. Jadi kepemimpinan situasional terutama berbicara tentang ketepatgunaan
dan keberdayahasilan gaya pemimpin dalam kaitannya dengan taraf
perkembangan bahawan dalam melaksanakan tugas yang sesuai.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di makalah ini dapat kami simpulkan bahwasanya,
Pemimpin transaksional harus mampu mengenali apa yang diinginkan anggota dari
pekerjaannya dan memastikan apakah telah mendapatkan apa yang diinginkannya.
Sebaliknya, apa yang diinginkan pemimpin adalah kinerja sesuai standar yang telah
ditentukan. Kepemimpinan Transformasional adalah suatu model kepemimpinan
untuk meningkatkan sumberdaya manusia dengan dan hubungan efek pemimpin
terhadap bawahan dapat diukur, dengan indikator adanya kepercayaan, kekaguman,
kesetiaan, dan hormat terhadap pemimpin, berusaha untuk memotivasi pengikut untuk
melakukan sesuatu yang lebih dan melakukannya melampaui harapan mereka sendiri.
Dan kepemimpinan situasional itu Jumlah petunjuk dan pengarahan yang diberikan
oleh pimpinan, Jumlah dukungan sosioemosional yang diberikan oleh pimpinan,
Tingkat kesiapan atau kematangan para pengikut yang ditunjukkan dalam
melaksanakan tugas khusus, fungsi, atau tujuan tertentu.

B. Saran
Semoga dengan banyaknya gaya kepemimpinan ini dapat dilaksanakan dengan baik
oleh para pemimpin – pemimpin, dan semoga dapat menjadi contoh bagi para
pemimpin. Agar terciptanya pemimpin yang baik , dan semoga makalah ini bermanfaat
bagi kami pribadi maupun para pembaca sekalian.
DAFTRA PUSTAKA

https://www.google.com/search?client=firefox-b-
d&q=KEPEMIMPINAN+KONTRUKSIONAL

https://www.google.com/search?client=firefox-b-d&ei=QB7UXdb1OdCV4-
EP1bObsA0&q=kepemimpinan+transformasional&oq=KEPEMIMPINAN+TRA&gs_l
=psy-ab.3.0.0l10.101635.101972..102761...0.0..0.103.222.2j1......0....1..gws-
wiz.yFrnp1l0ZVc

http://afifulikhwan.blogspot.com/2011/12/kepemimpinan-situasional-suatu-kajian.html