Anda di halaman 1dari 1

Penatalaksaan

Penanganan untuk Cushing Syndrome tergantung dari penyebab munculnya keabnormalan.


Pengobatan dapat dilakukan dengan prosedur pembedahan, radiasi, kemoterapi, atau penggunaan
obat. Obat-obatan yang sering digunakan seperti aminoglutethimid, ketanazol, metirapon yang
berkerja untuk menghambat sintesis kortisol. Ada juga obat yang bekerja dengan cara
menghancurkan sel-sel korteks adrenal yang menyekresi kortisol dan bromokripin untuk menghambat
sekresi kortikotropin. Jika penyebab munculnya cushing sindrom adalah konsumsi yang lama dan
berlebihan terhadap obat glukokortikoid, maka dokter akan menurunkan dosis secara bertahap
hingga dosis terendah yang cukup untuk mengontrol penyakit.

Pemeriksaan terhadap kondisi klien perlu diperhatikan, beberapa hal akan menjadi
pertimbangan khusus terhadap pengobatan, yaitu:

1. Pantau TTV dengan sering, khususnya untuk tekanan darah (TD).

2. Periksa laporan laboratorium untuk hipernatremia (kadar natrium tinggi di dalam darah),
hipokalemia (kadar natrium dalam darah rendah), hiperglikemia dan glukosuria.

3. Periksa edema, berat badan, pengeluaran urin dan asupan cairan setiap harinya karena klien
dengan sindron cushing juga mengalami retensi urin.

4. Rentannya klien terhadap infeksi diperlukan pencegahan infeksi.

5. Klien akan memiliki ketidakstabilan emosi, karena itu diupayakan untuk mencatat hal-hal yang
menyebabkan klien emosi sehingga tidak terulang kembali.

6. Jika klien juga mengalami osteoporosis dan harus berbaring total, dapat dilakukan latihan
rentang gerak sendi (range of motion-ROM), tetapi harus dengan hati-hati karena klien mudah
mengalami fraktur patologis.

Daftar Pustaka:

1. Aini, Nur., dan Ledy Martha Aridiana. 2016. Asuhan Keperawatan pada Sistem Endokrin dengan
Pendekatan NANDA NIC NOC. Jakarta:Salemba Medika.