Anda di halaman 1dari 78

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL

PENINGKATAN WAWASAN PENGETAHUAN SISWA TERHADAP


PELAJARAN TEMATIK MELALUI MADING DIKELAS VI A
MIN 1 ROKAN HULU

Oleh :
ADDARWADI OMAR, S.Pd
NIP. 199001192019031005

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XXXII

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA


BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN PADANG
TAHUN 2019
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

Nama : ADDARWADI OMAR, S.Pd


NIP : 199001192019031005
Satuan Organisasi : MIN 1 ROKAN HULU
(Habituasi)

Telah Disetujui
Pada hari Selasa Tanggal 05 November 2019

Pembimbing Mentor

Drs. H. Jasrizon Masri Manas, S.Ag


NIP.197603012003121004 NIP. 197003292003121003

Mengetahui

Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan

Drs. H. Khoirul Amani, M.A.


NIP. 196412141993011001

ii
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

Nama : ADDARWADI OMAR, S.Pd


NIP : 199001192019031005
Satuan Organisasi : MIN 1 ROKAN HULU
(Habituasi)

Telah diuji di depan penguji


Pada hari Senin Tanggal 30 September 2019

Penguji

H. Irwan, M. Ag
NIP.197709072000031001

Mengetahui

Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan

Drs. H. Khoirul Amani, M.A.


NIP. 196412141993011001

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, shalawat serta salam kita panjatkan

pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Berkat limpahan rahmat dan

berkah-Nya, penyusun mampu menyelesaikan tugas Rancangan Aktualisasi

guna menunjang implementasi aktualisasi.

Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-

dalamnya kepada,

1. Orang tua yang senantiasa memberikan dukungan baik moril maupun

material kepada penulis setiap saat sehingga penulis memiliki kekuatan

dalam menyelesaikan semua kewajiban penulis pada masa pelatihan dasar

CPNS.

2. Bapak Drs. H. jasrizon selaku coach yang senantiasa dengan sabar,

cermat, teliti dan sepenuh hati membimbing penulis dalam menyusun

rancangan aktualisasi ini.

3. Masri manas, S.Ag sebagai mentor penulis yang telah banyak membantu

dalam memberikan saran dan masukan mengenai perkiraan program

kegiatan dalam pelaksanaan rancangan aktualisasi di instansi nanti.

4. Teman-teman yang paling kubanggakan dan kusayangi, rekan

seperjuangan Angkatan XXXII yang telah memberikan inspirasi selama

penulis menjalani proses diklat prajabatan ini.

Dalam penyusunan proposal rancangan ini, tidak sedikit hambatan yang

dihadapi oleh penulis. Namun dengan penuh kesabaran, kerja keras, dan

pertolongan dari Allah akhirnya proposal ini dapat diselesaikan.

Semoga proposal rancangan ini dapat menjadi panduan dalam

implementasi aktualisasi di Instansi penulis. Saya sadar bahwa proposal

iv
rancangan ini masih memiliki banyak kekurangan dan juga jauh dari sempurna.

Untuk itu, kami memohon masukan demi perbaikan dimasa yang akan datang

dan memohon kritik dan saran dari para pembaca.

Padang, 30 September 2019

Penulis

Addarwadi Omar, S.Pd

v
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ............................................................................ ii


LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. iii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... iv
DAFTAR ISI .................................................................................................. vi

BAB I ............................................................................................................ 1
PENDAHULUAN........................................................................................... 1
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Tujuan dan Manfaat .......................................................................... 3
C. Ruang Lingkup .................................................................................. 3

BAB II ........................................................................................................... 5
RANCANGAN AKTUALISASI ....................................................................... 5
A. Deskripsi Organisasi ......................................................................... 5
B. Deskripsi Isu/Situasi Problematik Satuan Organisasi......................... 9
C. Analisis Isu ........................................................................................ 13
D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih ....................................... 15
E. Nilai-nilai dasar Profesi PNS.............................................................. 17
F. Matrix Rancangan ............................................................................. 31
G. Jadwal Kegiatan ............................................................................... 40
H. Kendala dan Antisipasi ...................................................................... 41

BAB III .......................................................................................................... 42


SIMPULAN .................................................................................................. 42

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 43

vi
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil

dan Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi

pemerintah. Dalam UU No. 5 Tahun 2014 ASN memilki peranan penting

dalam menyelesaikan tugas dan fungsinya. Tugas dan fungsi ASN tersebut

adalah sebagai Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayan Publik, serta Perekat

dan Pemersatu Bangsa.

Untuk dapat membentuk sosok ASN yang mampu bersikap dan

bertindak profesional dalam melayani masyarakat, perlu dilaksanakan suatu

jalur Pelatihan Dasar (Latsar). Pelaksanaan Latsar pola baru ini

mengarahkan peserta Latsar untuk memahami betul tugas dan fungsinya

dilingkungan kerja. Pemahaman ini dibangun melalui mata Latsar yang

terakumulasi dengan nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,

Komitmen Mutu, Anti korupsi, sehingga tercipta ASN yang berkualitas tinggi

dan profesional dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pelayan publik.

Dalam bidang pendidikan, yang menjadi penyelenggara pelayanan publik

adalah seluruh civitas sekolah termasuk didalamnya guru. Sementara

penerima pelayanan adalah peserta didik, wali murid dan seluruh warga

sekolah.

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal dimana pendiriannya

dilakukan oleh negara maupun swasta dengan tujuan untuk memberikan

pengajaran , mengelola dan mendidik peserta didik melalui bimbingan yang

diberikan oleh guru. Terkait sebagai pelayanan publik, fungsi sekolah tidak

1
hanya sebagai tempat pemberi ilmu namun juga sebagai tempat pemberi

keterampilan dasar salah satunya adalah kemampuan menulis. Salah satu

sarana peserta didik di sekolah untuk menunjukkan keterampilan menulis dan

berkreativitas adalah dengan media Majalah Dinding (Mading).

Mading adalah salah satu jenis media tulis yang paling sederhana dan

digunakan untuk komunikasi seperti media massa. Media ini disebut majalah

dinding karena penyajian mading biasanya ditempel pada dinding. Mading

sekolah bagi Peserta didik mempunyai fungsi antara lain sebagai wadah

komunikasi, wadah kreativitas, menanamkan sifat gemar membaca, wadah

berorganisasi, dan tempat Peserta didik melatih kecerdasan berfikir. Oleh

karena itu, peran mading disekolah sangat penting. Melalui mading, peserta

didik dapat menerapkan konsep yang dipelajarinya di kelas sehingga peserta

didik tidak hanya menghapal namun juga mampu mempraktekkan dalam

kehidupan sehari-hari khususnya dalam bentuk tulisan. Dan dengan madding

juga dapat menambah wawasan peserta didik.

Selama peserta mengajar di MIN 1 Rokan Hulu, mading di sekolah

tersebut hanya digunakan untuk menempelkan pengumuman seperti

pengumuman nilai Ujian Akhir Madrasah, pengumuan kegiatan

pembelajaran, dan lainnya. Oleh karena itu peserta membuat rancangan

aktualisasi dengan judul “ Peningkatan Wawasan Pengetahuan Siswa

Terhadap Pelajaran Tematik Melalui Mading Dikelas VI A MIN 1 Rokan

Hulu ”

2
B. TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan Umum dilaksanakan aktualisasi ini adalah :

1. Mengidentifikasikan nilai-nilai dasar profesi PNS, kedudukan dan peran

PNS dalam NKRI, serta mengaktualisasikannya.

2. Mampu melakukan analisis terhadap dampak dari issue yang ada.

Tujuan Khusus dilaksanakan aktualisasi ini adalah karena salah satu syarat

CPNS.

Manfaat dari aktualisasi ini adalah :

1. Bagi peserta diklat mampu mengaktualisasikan nilai-nilai ANEKA dalam

pelaksanaan tugas dan jabatan di tempat kerja.

2. Bagi unit kerja diharapkan dapat melihat dan merasakan dampak positif

dari pelaksanaan aktualisasi yang dilaksanakan.

3. Bagi organisasi adanya sasaran kerja yang hendak dicapai serta

mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk mengembangkan

pengetahuan dan keterampilan.

4. Bagi stakeholder diharapkan mampu meningkatkan minat baca,

kreatifitas, dan menambah wawasan dengan menggunakan media

mading

C. RUANG LINGKUP

1. Lokus

Pelaksanaan dari kegiatan aktualisasi ini dilakukan di MIN 1 Rokan Hulu

yang beralamat di Jalan Tasik Beringin No. 16 Desa Koto Tinggi

Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau.

2. Waktu

3
Sesuai dengan jadwal Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan

XXXII Kementerian Agama Provinsi, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau,

Kegiatan Aktualisasi ini dilaksanakan selama 30 hari kerja terhitung

semenjak tanggal 05 November 2019 sampai dengan 06 Desember 2019.

3. Fokus

Fokus dari aktualisasi ini menginternalisasikan nilai-nilai PNS dalam

peningkatan wawasan pengetahuan siswa terhadap pelajaran tematik

melalui mading dikelas VI A MIN 1 Rokan Hulu sesuai dengan tugas dan

fungsi guru sebagai pelayan publik.

4
BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Deskripsi Organisasi

1. Profil Organisasi

Nama Sekolah : MIN 2 Kota Pekanbaru


NSS : 111114060001
NPSN : 60704465
Kode Satker : 590833
Propinsi : Riau
Kecamatan : Rambah
Kode Pos : 28558
Tahun Berdiri : 1995
Kegiatan Belajar Mengajar : Reguler
Status Akreditasi : A
Tahun Akreditasi : 2019

1.1 Sejarah Berdirinya MIN 1 Kampar

Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Rokan Hulu sekarang yang satu-


satunya sekolah agama yang setingkat SD di Pasir Pengaraian, hal ini di
dorong oleh keinginan pemuka masyarakat Pasir Pengaraian untuk
mendirikan sekolah yang bernuansa Islami.
Pendiri MIN 1 Rokan Hulu yang sekarang ini pada mulanya
didirikan oleh beberapa tokoh masyarakat Pasir Pengaraian antara lain :
1. Bukhori Dahlan : Ka.KUA Kec. Rambah (Penanggung
Jawab )
2. Tengku Rasyid : Ketua Pelaksana
3. Ilyas Nilon : Wakil Ketua
4. Sorat M : Sekretaris
5. Bakhtaruddin : Wakil Sekretaris
6. Syahroni : Bendahara
7. Usup Daulay : Anggota

5
8. Ali Daulay : Anggota
9. Umar Kabut : Anggota
10. Wafdhi : Anggota
Sebelum pendirian MIN 1 Rokan Hulu ini. Pada mulanya sekolah
ini bernama Sekolah Dasar Islam (SDI) yang mana hal ini disebabkan
kalau di beri nama Madrasah orang-orang beranggapan bahwa ini
tempat orang-orang beribadah dan bukan sekolah untuk menghindari
pendapat yang demikian.
Pada tahun 1982 SDI tadi setelah enam bulan berubah dengan
nama MIS . MIS menerima murid sebayak 40 orang murid dari keluaga
yang mampu, sedang dan kurang mampu. Setelah berlangsung
penerimaan murid tersebut tempat belajarnya menumpang pada
Sekolah Dasar 006. hal ini tidak berlangsung tidak lama hanya enam
bulan,kemudian pindah lagi ke Taman Pendidikan Al Qur’an Masjid Raya
Pasir Pengaraian hanya enam bulan dan selanjutnya pindah lagi ke
gedung SMP Muhammaddiyah selama dua tahun .
Setelah dua tahun di Gedung SMP Muhammadiayah, oleh tokoh
masyarakat musyawarah untuk mendirikan gedung MIS yang kemudian
dari hasil kesepakatan tersebut terkumpullah dana dari :
1. Orang tua murid ( BP3)
2. Dari Masyarakat
Dalam usaha pendirian itu MIS ini mendapat tanah wakaf seluas
3375 Meter atau dengan ukuran 45 x 75 Meter. Sejak tahun 1983 yang
mana tahun ini murid yang menumpang pada gedung SMP
Muhammadiayah sudah mempunyai gedung sendiri.
Adapun struktur pelaksana pengajarannya adalah :
1. Wafdhi : Kepala Sekolah Merangkap guru
2. Ahmad Yani (Alm) : Wakil Kepala Sekolah
Dari perjalanan panjang inilah pada tahun 1988 berhasillah meluluskan
murid tuk pertama kali.
Dari tahun berganti tahun akhirnya pembangunan MIS ini berubah
sedikit demi dikit dari bantuan Masyarakat dan Pemerintah, akhirnya
pada tahun 1996 MIS Pasir Pengaraian menjadi MIN 1 Rokan Hulu yaitu
satu-satunya Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Pasir Pengaraian.

6
Perhatian pemerintah terhadap Madrasah ini juga cukup
memuaskan, hal ini dapat dilihat dari bantuan yang diberikan, baik dari
material maupun non material, seperti bantuan Mobiler dan guru Bantu
atau pun kontrak.
Setelah 16 tahun menjadi madrasah negeri, MIN Pasir Pengaraian
telah berhasil meraih berbagai prestasi dibidang akademik maupun
diberbagai cabang olahraga dan seni. Selain itu juga telah memiliki 9
ruang belajar, ruang kepala sekolah, ruang majelis guru, gedung
perpustakaan, gedung laboratorium IPA, musholla, sarana sanitasi dan
ruang lainnya yang keseluruhannya berjumlah 16 ruang yang diperoleh
dari APBN baik itu dana DIPA maupun dana Block Grant. Sedangkan
siswa didik pada saat ini berjumlah 217 Orang yang berasal dari
kelurahan pasir pengaraian dan dengan latar ekonomi keluarga yang
sangat beragam.
1.2 Struktur Organisasi MIN 1 Kampar

Organisasi merupakan salah satu bentuk kerja sama antara

pihak-pihak yang terikat dengan fungsi tugas dan tanggung jawab

yang berbeda satu sama lain yang saling berkaitan dan tidak dapat

dipisahkan.

a. Struktur Pimpinan

Pimpinan MIN 1 Kampar terdiri dari 1 orang Kepala

Madrasah, dibantu 1 orang Wakil Kurikulum Madrasah dan 1

Orang bidang Kesiswaan

 Kepala Sekolah : Masri Manas, S.Ag

NIP : 197003292003121003

Golongan : Pembina / IV.a

 Wakil Kurikulum : Elfiar Joni, S.Pd.I

NIP : 197202820070111038

Golongan : Penata Muda / III a

7
 Bidang Kesiswaan : Zakiah, S.Pd

NIP : 197604012005012011

Golongan : Penata Muda Tk.I / III b

2. Visi, Misi, Nilai-Nilai Organisasi

a. Visi MIN 1 Rokan Hulu

“Meningkatkan siswa didik yang bertaqwa , berakhlak mulia,

berkepribadian, berilmu, terampil dan mampu mengaktualisasikan diri

dalam kehidupan masyarakat”.

b. Misi MIN 1 Rokan Hulu

1. Menciptakan Lembaga pendidikan yang islami dan berkualitas


2. Menciptakan peserta didik yang beriman dan bertaqwa.
3. Mengupayakan menjadi lembaga pendidikan yang sejajar dengan
lembaga pendidikan SD lainnya, baik dari segi
fasilitas,ketenagaan dan siswa.
4. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang menghasilkan
lulusan yang berprestasi
c. Nilai Organisasi

1. Integritas

2. Profesionalitas

3. Inovasi

4. Tanggung Jawab

5. Keteladanan

B. Deskripsi Isu/Situasi Problematik Satuan Organisasi

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia isu dapat diartikan sebagai

masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi; kabar yang tidak jelas asal

usulnya dan tidak terjamin kebenarannya; kabar angin; desas desus.

8
Menurut Regester dan Larkin bahwa sebuah isu mempresentasikan suatu

kesenjangan antara praktek koorporat dengan harapan-harapan para

stakeholdernya. Dengan kata lain, sebuah isu yang timbul ke permukaan

adalah suatu kondisi atau peristiwa, baik didalam maupun diluar organisasi,

yang jika dibiarkan akan menjadi efek yang signifikan pada fungsi atau

kinerja organisasi tersebut atau pada target organisasi tersebut dimasa

mendatang.

Rancangan aktualisasi ini dimulai dengan mengidentifikasi isu yang

muncul pada instansi kerja penulis, yaitu MIN 1 Kampar. Isu muncul dari

berbagai sumber, yaitu : 1) Hasil observasi dan pengalaman penulis selama

masa percobaan (CPNS), 2) Tugas pokok dan fungsi penulis sebagai guru

dan 3) Sasaran kinerja pegawai.

Beberapa isu yang muncul dari sumber-sumber diatas kemudian di

inventarisir dengan mengkategorikannya kedalam tiga prinsip ASN yaitu ; 1)

Manajemen ASN, 2) Pelayanan Publik, dan 3) Whole of Government (WoG).

Langkah selanjutnya adalah penulis mengkonsultasikan isu yang telah

teridentifikasi kepada rekan sejawat, Kepala Madrasah, Coach dan Mentor

untuk kemudian dapat di analisis secara mendalam sehingga terpilihlah

sebuah core issue.

Berdasarkan alur tersebut, maka didapatkanlah 7 buah isu yang telah

diidentifikasi dan terkategorisasi dengan prinsip ASN, sebagai berikut :

1) Kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam belajar

2) Kurangnya kesadaran peserta didik membuang sampah pada tempatnya

3) Kurangnya wawasan siswa terhadap pelajaran tematik

4) Belum kondusifnya pelaksanaan shalat zuhur berjamaah

9
5) Tidak tersedianya ruang aula disekolah

6) Belum optimalnya model pembelajaran

7) Belum bervariasinya media pembelajaran

C. ANALISIS ISU

Penetapan isu aktualisasi menggunakan alat bantu penetapan

kriteria kualitas isu. Alat bantu penetapan isu yang berkualitas menggunakan

teknik tapisan dengan menetapkan rentang penilaian 1 sampai 5 pada

kriteria berikut :

1. Aktual ; artinya isu tersebut benar-benar terjadi dan sedang hangat

dibicarakan dalam masyarakat,

2. Kekhalayakan ; artinya isu tersebut menyangkut hajat hidup orang

banyak,

3. Prolematik ; artinya isu tersebut memiliki dimensi masalah yang

kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya secara

komperehensif,

4. Kelayakan ; artinya isu tersebut masuk akal, realistis, relevan, dan dapat

dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

Indikator yang digunakan untuk penilaian dapat dilihat pada tabel berikut

Skala Nilai
5 Sangat Besar
4 Besar
3 Sedang
2 Kecil
1 Sangat Kecil
Tabel.1 Skala Penilaian AKPL dan USG

10
Penetapan Isu dapat dilihat pada tabel berikut
Kriteria AKPK
No Isu Jlh Peringkat
A K P K
1 Kurangnya kedisiplinan peserta 4 4 4 4 16 2
didik dalam belajar
2 Kurangnya kesadaran peserta didik 4 4 3 4 15 3
membuang sampah pada 3
tempatnya
3 Kurangnya wawasan siswa 5 4 4 5 18 1
terhadap pelajaran tematik
4 Belum kondusifnya pelaksanaan 4 3 3 4 14 4
shalat zuhur berjamaah
5 Tidak tersedianya ruang aula 3 3 2 3 11 7
disekolah
6 Belum optimalnya model 3 3 3 4 13 6
pembelajaran
7 Belum bervariasinya media 4 4 3 4 14 5
pembelajaran
Tabel 2. Analisis Kriteria Isu dengan Alat Analisis AKPK

Setelah melalui penyaringan AKPK, diambil tiga isu yang

mempunyai nilai paling besar yang selanjutnya akan disaring dengan

teknik tapisan USG. Metode USG adalah salah satu alat yang digunakan

untuk menyusun urutan priotitas isu yang akan diselesaikan. USG

merupakan teknik yang menilai unsur sebagai berikut :

1. Urgency ; Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas, dianalisis

dan ditindaklanjuti.

2. Seriousness ; Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan

dengan akibat yang ditimbulkan.

3. Growth ;Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika

tidak ditangani sebagaimana mestinya

11
Kriteria
No Isu Jlh Peringkat
U S G
Kurangnya wawasan siswa terhadap
1 4 4 5 13 1
pelajaran tematik
Kurangnya disiplin peserta didik
2 4 4 4 12 2
dalam belajar
Belum kondusifnya pelaksanaan
3 3 4 4 11 3
shalat zuhur berjamaah
Tabel 3. Penyaringan Isu Melalui Metode USG

D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih

Berdasarkan hasil analisis prioritas masalah dengan teknik

penyaringan isu diatas, maka diperoleh isu utama yang akan dianalisis lebih

lanjut untuk menemukan langkah kegiatan untuk menyelesaikan isu tersebut.

Isu yang akan diambil adalah “Kurangnya Wawasan Pengetahuan Siswa

Terhadap Pelajaran Tematik di Kelas VI A MIN 1 Rokan Hulu” Rencana

aktualisasi ini menggunakan mading untuk meningkatkan wawasan siswa

dikelas VI A yang akan dilaksanakan di MIN 1 Rokan Hulu. Pengerjaan

mading dilakukan oleh guru dan peserta didik kelas VI A perminggunya

dengan pengelolaan dibawah pengawasan wali kelas.

Pada dasarnya mading mempunyai manfaat sebagai media

komunikasi, wadah kreatifitas, salah satu media menanamkan kebiasaan

membaca, melatih kecerdasan berfikir, melatih organisasi, dan mendorong

sifat menulis. Berdasarkan pengamatan peserta selama 3 bulan mengajar di

MIN 1 Kampar, Wawasan siswa mengenai pelajaran tematik sangatlah

kurang. Maka alasan inilah saya sebagai guru ingin membuat program

berupa mading.

Isu yang dipilih dianggap penting dengan pertimbangan jika isu ini

berkelanjutan akan berdampak tidak hanya pada peserta didik, tapi juga

untuk sekolah. Diantaranya sebagai berikut :

12
1. Pembuatan mading dapat menambah wawasan siswa, dan naiknya

minat baca peserta didik.

2. Peserta didik yang mempunyai bakat menulis (jurnalistik) tidak

mempunyai tempat untuk mengembangkan bakatnya.

3. Pembuatan mading juga merupakan salah satu wadah berkreativitas,

sehingga jika mading ditiadakan maka akan mengurangi kesempatan

peserta didik untuk berkreativitas.

Program aktualisasi ini dimulai dari isu yang muncul berdasarkan

hasil pengamatan di MIN 1 Rokan Hulu. Peserta akan melakukan

aktualisasi dengan menerapkan nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme,

Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) pada setiap kegiatannya di

MIN 1 Rokan Hulu dengan melibatkan peserta didik sebagai pelaku dari

pembuatan mading MIN 1 Kampar, peserta sebagai guru akan bekerja

sama dengan guru lain dalam rangka pengoptimalan mading di MIN 1

Rokan Hulu sebagai bentuk nyata dari pemaksimalan layanan publik

dilingkungan madrasah.

E. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS

a. Akuntabilitas

Akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas atau

tanggung jawab. Namun pada dasarnya, kedua konsep itu memiliki

makna yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk

bertanggung jawab. Akuntabilitas adalah suatu kewajiban

pertanggungjawaban yang harus dicapai.

13
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok

atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.

Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama (Bovens, 2007), yaitu untuk

menyediakan kontrol demokratis (peran demokratis); untuk mencegah

korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional); dan untuk

meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).

Akuntabilitas publik terdiri dari dua macam, yaitu : akuntabilitas

vertikal ( pertanggungjawaban kepada otoritas yang lebih tinggi ) dan

akuntabilitas horisontal (pertanggungjawaban pada masyarakat luas).

Untuk memenuhi terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel,

maka mekanisme akuntabilitas harus mengandung dimensi akuntabilitas

kejujuran dan hukum, akuntabilitas proses, akuntabilitas program, dan

akuntabilitas kebijakan. Akuntabilitas tidak akan terwujud apabila tidak

ada alat akuntabilitas berupa : Perencanaan Strategis, Kontrak Kinerja,

dan Laporan Kinerja.

Dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada

beberapa indikator dari nilai-nilai dasar akuntabilitas yang harus

diperhatikan, yaitu :

1) Kepemimpinan : Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke

bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam

menciptakan lingkungannya.

2) Transparansi : Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang

dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi.

3) Integritas : adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak

tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.

14
4) Tanggung Jawab : adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau

perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di

sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan

kesadaran akan kewajiban.

5) Keadilan : adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai

sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.

6) Kepercayaan : Rasa keadilan akan membawa pada sebuah

kepercayaan. Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas.

7) Keseimbangan : Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan

kerja, maka diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan

kewenangan, serta harapan dan kapasitas.

8) Kejelasan : Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus

memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan

hasil yang diharapkan.

9) Konsistensi : adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan

sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.

b. Nasionalisme

Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN.

Bahkan tidak hanya sekedar wawasan saja tetapi kemampuan

mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan

tugasnya merupakan hal yang lebih penting. Diharapkan dengan

nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi

berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara. Nilai-nilai

yang berorientasi pada kepentingan publik menjadi nilai dasar yang harus

dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Pegawai ASN dapat mempelajari

15
bagaimana aktualisasi sila demi sila dalam Pancasila agar memiliki

karakter yang kuat dengan nasionalisme dan wawasan kebangsaannya.

Nasionalisme dalam arti sempit merupakan sikap yang

meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain

sebagaimana mestinya. Dalam arti luas, nasionalisme berarti pandangan

tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus

menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila merupakan

pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa

dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

Ada lima indikator dari nilai-nilai dasar nasionalisme yang harus

diperhatikan, yaitu :

1. Sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa

Ketuhanan YME menjadikan Indonesia bukan sebagai negara

sekuler yang membatasi agama dalam ruang privat. Pancasila justru

mendorong nilai-nilai ketuhanan mendasari kehidupan masyarakat

dan berpolitik. Nilai-nilai ketuhanan yang dikehendaki Pancasila

adalah nilai-nilai ketuhanan yang positif, yang digali dari nilai-nilai

keagamaan yang terbuka (inklusif), membebaskan dan menjunjung

tinggi keadilan dan persaudaraan.

Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan

diharapkan bisa memperkuat pembentukan karakter dan kepribadian,

melahirkan etos kerja yang positif, dan memiliki kepercayaan diri

untuk mengembangkan potensi diri dan kekayaan alam yang

diberikan Tuhan untuk kemakmuran masyarakat.

2. Sila kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

16
Sila kedua memiliki konsekuensi ke dalam dan ke luar. Ke

dalam berarti menjadi pedoman negara dalam memuliakan nilai-nilai

kemanusiaan dan hak asasi manusia. Ini berarti negara menjalankan

fungsi “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah

darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan

mencerdaskan kehidupan bangsa.

3. Sila ketiga: Persatuan Indonesia

Semangat kebangsaan adalah mengakui manusia dalam

keragaman dan terbagi dalam golongan-golongan. Keberadaan

bangsa Indonesia terjadi karena memiliki satu nyawa, satu asal akal

yang tumbuh dalam jiwa rakyat sebelumnya, yang menjalani satu

kesatuan riwayat, yang membangkitkan persatuan karakter dan

kehendak untuk hidup bersama dalam suatu wilayah geopolitik nyata.

Selain kehendak hidup bersama, keberasaan bangsa Indonesia juga

didukung oleh semangat gotong royong. Dengan kegotong royongan

itulah, Indonesia harus mampu melindungi segenap bangsa dan

tumpah darah Indonesia, bukan membela atau mendiamkan suatu

unsur masyarakat atau bagian tertentu dari teritorial Indonesia.

Tujuan nasionalisme yang mau didasari dari semangat gotong

royong yaitu ke dalam dan ke luar. Ke dalam berarti kemajemukan

dan keanekaragaman budaya, suku, etnis, agama yang mewarnai

kebangsaan Indonesia, tidak boleh dipandang sebagai hal negatif dan

menjadi ancaman yang bisa saling menegasikan. Sebaliknya, hal itu

perlu disikapi secara positif sebagai limpahan karunia yang bisa saling

memperkaya khazanah budaya dan pengetahuan melalui proses

17
penyerbukan budaya. Ke luar berarti memuliakan kemanusiaan

universal, dengan menjunjung tinggi persaudaraan, perdamaian dan

keadilan antar umat manusia.

4. Sila keempat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan

dalam Permusyawaratan / Perwakilan

Demokrasi permusyawaratan mempunyai dua fungsi. Fungsi

pertama , badan permusyawaratan/perwakilan bisa menjadi ajang

memperjuangkan asprasi beragam golongan yang ada di masyarakat.

Fungsi kedua, semangat permusyawaratan bisa menguatkan negara

persatuan, bukan negara untuk satu golongan atau perorangan.

Permusyawaratan dengan landasan kekeluargaan dan hikmat

kebijaksanaan diharapkan bisa mencapai kesepakatan yang

membawa kebaikan bagi semua pihak.

Abraham Lincoln mendefinisikan demokrasi sebagai

“pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Ada tiga

prasyarat dalam pemerintahan yang demokratis, yaitu : (1) kekuasaan

pemerintah berasal dari rakyat yang diperintah; (2) kekuasaan itu

harus dibatasi; dan (3) pemerintah harus berdaulat, artinya harus

cukup kuat untuk dapat menjalankan pemerintahan secara efektif dan

efisien.

Secara garis besar, terdapat dua model demokrasi, yaitu :

majoritarian democracy (demokrasi yang lebih mengutamakan suara

mayoritas) dan consensus democracy (demokrasi yang

mengutamakan konsensus atau musyawarah). Oleh karena itu,

pilihan demokrasi konsensus berupa demokrasi permusyawaratan

18
merupakan pilihan yang bisa membawa kemaslahatan bagi bangsa

Indonesia.

5. Sila kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia

Dalam rangka mewujudkan keadilan sosial, para pendiri

bangsa menyatakan bahwa Negara merupakan organisasi

masyarakat yang bertujuan menyelenggarakan keadilan. Keadilan

sosial juga merupakan perwujudan imperative etis dari amanat

pancasila dan UUD 1945.

Peran negara dalam mewujudkan rasa keadilan sosial, antara

lain: (a) perwujudan relasi yang adil di semua tingkat sistem

kemasyarakatan; (b) pengembangan struktur yang menyediakan

kesetaraan kesempatan; (c) proses fasilitasi akses atas informasi,

layanan dan sumber daya yang diperlukan; dan (d) dukungan atas

partisipasi bermakna atas pengambilan keputusan bagi semua orang.

c. Etika Publik

Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta

keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas guna menjaMIN

adanya perlindungan hak-hak individu, mencakup cara-cara pengambilan

keputusan untuk membantu membedakan hal-hal yang baik dan buruk

serta mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan sesuai nila-nilai yang

dianut (Catalano, 1991).

Konsep etika sering disamakan dengan moral. Padahal ada

perbedaan antara keduanya. Etika lebih dipahami sebagai refleksi yang

baik atau benar. Sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk

melakukan yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan. Etika juga

19
dipandang sebagai karakter atau etos individu/kelompokberdasarkan

nilai-nilai dan norma-norma luhur.

Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam

suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal

prinsip dalam bentuk ketentuan tertulis. Kode etik profesi dimaksudkan

untuk mengatur tingkah laku / etika suatu kelompok khusus dalam

masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat

dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu. Berdasarkan UU

ASN, kode etik dan kode perilaku ASN adalah :

1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab dan

berintegritas.

2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.

3. Melayani dengan sikap hormat, sopan dan tanpa tekanan.

4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang

berlaku.

5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat

yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan.

6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.

7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung

jawab, efektif dan efisien.

8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan

tugasnya.

9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada

pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.

20
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,

kekuasaan dan jabtannya untuk mendapat atau mencari keuntungan

atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain.

11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan

integritas ASN.

12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai

disiplin pegawai ASN.

Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam

undang-undang ASN, memiliki indikator sebagai berikut :

1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.

2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan

Republik Indonesia 1945.

3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.

4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.

5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriMINatif.

6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.

7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.

8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program

pemerintah.

9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,

tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.

10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.

11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.

12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.

13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.

21
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis

sebagai perangkat sistem karir.

d. Komitmen Mutu

Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang

lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja

pegawai. Bidang apapun yang menjadi tanggung jawab pegawai negeri

sipil semua mesti dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi

kepuasan kepada stakeholder. Komitmen mutu merupakan tindakan

untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja yang

berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan

publik.

Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang

harus diperhatikan, yaitu :

1. Efektif

Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan

target. Sedangkan efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian

target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun

mutu hasil kerja. Efektifitas organisasi tidak hanya diukur dari

performans untuk mencapai target (rencana) mutu, kuantitas,

ketepatan waktu dan alokasi sumber daya, melainkan juga diukur dari

kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan.

2. Efisien

Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai

hasil tanpa menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan

tingkat ketepatan realiasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana

22
pekerjaan dilaksanakan sehingga dapat diketahui ada tidaknya

pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan

prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.

3. Inovasi

Inovasi pelayanan publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif,

sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter

sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme

layanan publik yang berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar

menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.

4. Mutu

Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk,

jasa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan

melebihi harapan konsumen. Mutu mencerminkan nilai keunggulan

produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan

kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu

merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur

capaian hasil kerja. Mutu menjadi salah satu alat vital untuk

mempertahankan keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibilitas

institusi.

Ada lima dimensi karakteristik yang digunakan pelanggan dalam

mengevaluasi kualitas pelayan (Berry dan Pasuraman dalam Zulian

Zamit, 2010:11), yaitu :

a) Tangibles (bukti langsung), yaitu : meliputi fasilitas fisik,

perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi;

23
b) Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan dalam memberikan

pelayanan dengan segera dan memuaskan serta sesuai dengan

yang telah dijanjikan;

c) Responsiveness (daya tangkap), yaitu keinginan untuk

memberikan pelayanan dengan tanggap;

d) Assurance (jaminan), yaitu mencakup kemampuan, kesopanan,

dan sifat dapat dipercaya;

e) Empaty, yaitu kemudahan dalam melakukan hubungan,

komunikasi yang baik, dan perhatian dengan tulus terhadap

kebutuhan pelanggan.

e. Anti Korupsi

Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya

kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai

kejahatan luar biasa, karena dampaknya yang luar biasa, menyebabkan

kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan

kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tidak hanya terjadi dalam kurun

waktu yang pendek, namun dapat berdampak secara jangka panjang.

Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus

diperhatikan, yaitu :

1) Jujur

Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi

penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran mustahil

seseorang bisa menjadi pribadi yang berintegritas. Seseorang dituntut

untuk bisa berkata jujur dan transparan serta tidak berdusta baik

24
terhadap diri sendiri maupun orang lain, sehingga dapat membentengi

diri terhadap godaan untuk berbuat curang.

2) Peduli

Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki

sifat kasih sayang. Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan

memperhatikan lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat

banyak orang yang tidak mampu, menderita, dan membutuhkan

uluran tangan. Pribadi dengan jiwa sosial tidak akan tergoda untuk

memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar tetapi ia malah

berupaya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk

membantu sesama.

3) Mandiri

Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang

menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas

kemandirian yang dimiliki seseorang memungkinkannya untuk

mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja secara efektif. Pribadi

yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang

tidak bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat.

4) Disiplin

Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan

konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri membuat

seseorang akan selalu mampu memberdayakan dirinya dalam

menjalani tugasnya. Kepatuhan pada prinsip kebaikan dan kebenaran

menjadi pegangan utama dalam bekerja. Seseorang yang mempunyai

pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus

25
dalam kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara yang

mudah.

5) Tanggung Jawab

Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari

bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan

perbuatan baik demi kemaslahatan sesama manusia. Segala tindak

tanduk dan kegiatan yang dilakukannya akan dipertanggungjawabkan

sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, negara, dan

bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini maka seseorang tidak akan

tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.

6) Kerja Keras

Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas

hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar-

besarnya. Ia mencurahkan daya pikir dan kemampuannya untuk

melaksanakan tugas dan berkarya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak

akan mau memperoleh sesuatu tanpa mengeluarkan keringat.

7) Sederhana

Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari

kebutuhannya dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan

semestinya tanpa berlebih-lebihan. Ia tidak tergoda untuk hidup dalam

gelimang kemewahan. Kekayaan utama yang menjadi modal

kehidupannya adalah ilmu pengetahuan. Ia sadar bahwa mengejar

harta tidak akan pernah ada habisnya karena hawa nafsu

keserakahan akan selalu memacu untuk mencari harta sebanyak-

banyaknya.

26
8) Berani

Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian

untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak akan

mentolerir adanya penyimpangan dan berani menyatakan

penyangkalan secara tegas. Ia juga berani berdiri sendirian dalam

kebenaran walaupun semua kolega dan teman-teman sejawatnya

melakukan perbuatan yang menyimpang dari hal yang semestinya. Ia

tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki teman kalau ternyata mereka

mengajak kepada hal-hal yang menyimpang.

9) Adil

Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang

dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut

untukmendapatkan lebih dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia

seorang pimpinan maka ia akan memberi kompensasi yang adil

kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia juga ingin

mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat dan

bangsanya.

F. Matriks Rancangan
Unit Kerja : MIN 1 Rokan Hulu

Identifikasi Isu :

1. Kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam belajar

2. Kurangnya kesadaran peserta didik membuang sampah pada tempatnya

3. Kurangnya wawasan siswa terhadap pelajaran tematik

4. Belum kondusifnya pelaksanaan shalat zuhur berjamaah

5. Tidak tersedianya ruang aula disekolah

6. Belum optimalnya model pembelajaran

27
7. Belum bervariasinya media pembelajaran

Isu yang diangkat : Kurangnya Wawasan Pengetahuan Siswa

Terhadap Pelajaran Tematik di kelas VI.A

Gagasan pemecahan masalah :

1. Mengkoordinasikan dengan atasan langsung

2. Sosialisasi modifikasi mading dengan peserta didik kelas VI.A

3. Membuat Mading dilokal

4. Mengamati pelaksanaan mading

5. Mengevaluasi kegiatan pemecahan isu

28
Tabel 4. Matriks Rancangan Aktualisasi
Kontribusi
Pencapaian
Hasil/ Keterkaitan Subtansi Mata Kontribusi Terhadap Time Schedule
No Kegiatan Tahapan Penguatan
Output Pelatihan Visi-Misi Organisasi (Penjadwalan)
Nilai
Organisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Melakukan Menjelaskan Terlaksananya AKUNTABILITAS : Membuat suatu Membuat 6–7
koordinasi tentang program diskusi Adanya Tanggung Jawab program di madrasah suatu November
dengan atasan yang akan dalam membuat suatu sesuai dengan visi program 2019
langsung dilaksanakan program kerja. MIN 1 Rokan Hulu kegiatan di
kepada Kepala Terlaksananya diskusi tentang yaitu : sekolah
Madrasah. kejelasan program yang akan Meningkatkan terkait
dilaksanakan dan konsisten peserta didik yang dengan nilai-
dalam menjalankan suatu bertaqwa, berakhlak nilai
program. mulia, organisasi
berkepribadian, Integritas,
NASIONALISME : berilmu, terampil dan profesionalita
Menggunakan bahasa mampu s, Inovasi,
Indonesia yang mudah mengaktualisasikan tanggung
dipahami saat berbicara diri dalam kehidupan jawab dan
kepada kepala madrasah bermasyarakat keteladanan
dengan ramah dan santun

KOMITMEN MUTU :
Mempersiapkan draft surat izin
melakukan kegiatan
aktualisasi menggunakan
tulisan sesuai dengan standar
penulisan yang benar

29
Meminta saran Menerima ETIKA PUBLIK :
dan kritikan dari saran dan Meminta dan menerima saran
kepala madrasah kritikan dan kritik melalui komunikasi,
terhadap program konsultasi, dan kerjasama
yang akan di buat untuk terbentuknya suatu
program.

Meminta Mendapatkan ANTI KORUPSI :


persetujuan dari persetujuan Meminta dan mendapatkan
kepala madrasah persetujuan agar terbentuknya
tentang program suatu program kegiatan
akan dilaksanakan menunjukkan sikap berani,
tanggung jawab dan
kerjakeras.

2 Sosialisasi Menentukan Tempat dan ANTI KORUPSI : Sosialisasi modifikasi Sosialisasi 8 November
modifikasi Tempat dan waktu waktu Menentukan tempat dan waktu mading kepada modifikasi 2019
mading pengelolaan pelaksanaan ditentukan menunjukkan sikap peserta didik sesuai mading
dengan mading telah Jujur dan disiplin dengan misi MIN 1 kepada
peserta didik ditentukan Rokan Hulu peserta didik
kelas VI.B NASIONALISME : “Mengupayakan terkait
Memusyawarahkan waktu dan menjadi lembaga dengan nilai-
tempat pengelolaan mading pendidikan yang nilai
sejajar dengan organisasi
ETIKA PUBLIK : lembaga pendidikan Integritas,
Menghargai keputusan hasil SD lainnya, baik dari profesionalita
musyawarah tentang tempat segi fasilitas, s, Inovasi,
dan waktu pengelolaan ketenagaan dan siswa tanggung
mading “ jawab dan
keteladanan

30
3 Membuat Menentukan tema Mendapatkan KOMITMEN MUTU : Mempersiap Mempersiap 9 – 13
mading local mading tema mading Menghasilkan tema mading kan program kan program November
yang memiliki kreatifitas tinggi modifikasi mading modifikasi 2019
sesuai dengan misi mading
ANTI KORUPSI : MIN 1 Rokan Hulu terkait
Menampung ide dari semua “Menciptakan dengan nilai-
peserta didik tentang tema lembaga pendidikan nilai
mading tanpa membeda- yang islami dan organisasi
bedakan berkualitas .” Integritas,
profesionalita
Mengumpulkan Alat dan bahan KOMITMEN MUTU : s, Inovasi,
alat dan bahan pembuatan Mengumpulkan referensi tanggung
untuk membuat mading artikel mading yang sesuai jawab dan
mading terkumpul dengan tema mading keteladanan

AKUNTABILITAS :
Bertanggung jawab dengan isi
referensi yang dicari

31
Mengumpulkan Kumpulan KOMITMEN MUTU :
artikel yang akan artikel mading Memilih artikel yang pantas
ditempel untuk pembaruan mading

Memfasilitasi peserta didik


dengan peminjaman buku
perpustakaan jika dibutuhkan
oleh peserta didik

NASIONALISME :
Menyusun artikel
menggunakan bahasa
Indonesia yang dimengerti
oleh pembaca

AKUNTABILTAS :
Isi atau materi artikel yang
dipilih harus mampu
dipertanggung jawabkan

32
4 Mengamati Mengerjakan Bahan artikel AKUNTABILITAS : Memodifikasi mading Memodifikasi 14 november
pelaksanaan modifikasi mading mading yang Bertanggung jawab dan yang sudah ada mading yang 2019 – 02
mading telah dipilih mencetak artikel yang akan sesuai dengan misi sudah ada Desember
diterbitkan MIN 1 Rokan Hulu terkait 2019
“Menyelenggarakan dengan nilai-
ANTI KORUPSI : proses pembelajaran nilai
Menggunakan printer pribadi yang menghasilkan organisasi
dan tidak menggunakan uang lulusan yang Integritas,
sekolah dalam pencetakan berprestasi.” profesionalita
artikel s, Inovasi,
tanggung
NASIONALISME : jawab dan
Menggunakan Bahasa keteladanan
Indonesia yang baik dalam
mendesain mading
Menghias mading Artikel mading KOMITMEN MUTU :
dan mempelkan tertempel Menempelkan artikel di
artikel mading mading sekolah dengan
menarik dan rapi
sehingga dapat menjadi
contoh bagi peserta didik
selanjutnya.

ANTI KORUPSI :
Penambahan hiasan mading
dilakukan dengan tidak
memungut biaya sekolah

33
5 Megevaluasi Memeriksa isi Isi mading di AKUNTABILITAS : Mengevaluasi Mengevaluas 03 - 05
modifikasi mading periksa Mengamati hasil kerja peserta modifikasi mading i modifikasi Desember
mading didik sesuai dengan misi mading 2019
MIN 1 Rokan Hulu terkait
Mencatat hasil Hasil NASIONALISME : “Menciptakan peserta dengan nilai-
pengamatan di pengamatan di Mencatat hasil pengamatan didik yang beriman nilai
lembar hasil catat dalam pada lembar pengamatan dan bertaqwa “ organisasi
pengamatan lembar menggunakan bahasa yang Integritas,
pengamatan mudah dipahami profesionalita
s, Inovasi,
KOMITMEN MUTU : tanggung
Mencatat hasil pengamatan jawab dan
sesuai dengan standar keteladanan
penulisan

34
Melaporkan hasil Foto, KOMITMEN MUTU :
evaluasi pada Notulen Memeriksa kembali laporan
kepala madrasah evaluasi dan memastikan tidak
terjadi kesalahan pada laporan
evaluasi tersebut

ETIKA PUBLIK :
Menemui kepala madrasah
menggunakan pakaian yang
sopan dan rapi untuk
melaporkan hasil evaluasi
kegiatan aktualisasi yang
dilakukan disekolah.

NASIONALISME :
Mendengarkan dan mencatat
kritik dan saran dari kepala
madrasah untuk perbaikan
kegiatan selanjutnya.

35
F. Jadwal Kegiatan
JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI
6 NOVEMBER 2019 - 5 DESEMBER 2019
OKTOBER
NO KEGIATAN 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 4 5
R K J S M S S R K J S M S S R K J S M S S R K J S M S S R K
1 Mengkoordinasikan
langsung dengan
atasan

2 Sosialisasi
modifikasi mading
dengan peserta
didik kelas VI.B
3 Mempersiapkan
pembuatan mading
dan program
modifikasi mading
4 Mengamati
pelaksanaan
mading

5 Mengevaluasi
modifikasi mading

36
G. KENDALA DAN ANTISIPASI

NO KEGIATAN KENDALA ANTISIPASI


1 Mengkoordinasikan langsung Atasan sedang Membuat janji
dengan atasan tidak berada di terlebih dahulu
tempat
2 Sosialisasi modifikasi mading Terhambatnya Membuat rencana
dengan peserta didik kelas VI.A proses sosialisasi bertemu terlebih
jika peserta didik dahulu
tidak hadir
3 Mempersiapkan pembuatan Persiapan tidak Mepersiapkan
mading dan program modifikasi sesuai dengan dengan sebaik
target mungkin
4 Mengamati pelaksanaan mading Kekurangan Berkoordinasi
bahan atau dengan guru lain
referensi untuk untuk mencari
artikel mading solusi
5 Mengevaluasi modifikasi mading Peserta didik Memberikan
belum memahami pengetahuan yang
tujuan dari lebih detail
modifikasi mading

37
38
BAB III

REALISASI AKTUALISASI

A. JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI

Kegiatan aktualisasi dilaksanakan 2 Oktober 2019 hingga 31 Oktober 2019 di satuan kerja MIN 1 Kampar. Kegiatan
aktualisasi dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah dirancang sebelumnya serta disesuaikan dengan situasi dan
kondisi yang ada. Pada tabel 3.1 dapat dilihat pelaksanaan aktualisasi yang telah dilaksanakan.
Tabel 3.1 Jadwal Rancangan Aktualisasi Kegiatan
Waktu
No Sumber Kegiatan Nama Kegiatan Output Kegiatan Nilai
Pelaksanaan
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Melaporkan kegiatan Melakukan koordinasi Terlaksananya AKUNTABILITAS : 2 Oktober 2019
Latihan Dasar CPNS dengan atasan lansung diskusi Adanya Tanggung
kepada pihak Madrasa h Jawab dalam
membuat suatu
program kerja.
Terlaksananya
diskusi tentang
kejelasan program
yang akan
dilaksanakan dan
konsisten dalam
menjalankan suatu
program.

39
NASIONALISME :
Menggunakan
bahasa Indonesia
yang mudah
dipahami saat
berbicara kepada
kepala madrasah
dengan ramah dan
santun

KOMITMEN MUTU :
Mempersiapkan
draft surat izin
melakukan kegiatan
aktualisasi
menggunakan
tulisan sesuai
dengan standar
penulisan yang
benar

Menerima saran ETIKA PUBLIK :


dan kritikan Meminta dan
menerima saran dan
kritik melalui
komunikasi,
konsultasi, dan
kerjasama untuk
terbentuknya suatu
program.

40
Mendapatkan ANTI KORUPSI :
perdetujuan Meminta dan
mendapatkan
persetujuan agar
terbentuknya suatu
program kegiatan
menunjukkan sikap
berani, tanggung
jawab dan
kerjakeras.

2 Sosialisasi modifikasi Tempat dan waktu ANTI KORUPSI : 3 Oktober 2019


mading dengan peserta pelaksanaan telah Menentukan tempat
didik kelas VI.B ditentukan dan waktu
ditentukan
menunjukkan sikap
Jujur dan disiplin

NASIONALISME :
Memusyawarahkan
waktu dan tempat
pengelolaan mading

ETIKA PUBLIK :
Menghargai
keputusan hasil
musyawarah tentang
tempat dan waktu
pengelolaan mading

41
3 Mempersiap Mendapatkan tema KOMITMEN MUTU : 4 Oktober 2019
kan program modifikasi mading Menghasilkan tema – 14 Oktober
mading mading yang 2019
memiliki kreatifitas
tinggi

ANTI KORUPSI :
Menampung ide dari
semua peserta didik
tentang tema
mading tanpa
membeda-bedakan

Alat dan bahan KOMITMEN MUTU :


pembuatan mading Mengumpulkan
terkumpul referensi artikel
mading yang sesuai
dengan tema
mading

AKUNTABILITAS :
Bertanggung jawab
dengan isi referensi
yang dicari

Kumpulan artikel KOMITMEN MUTU :


mading Memilih artikel yang
pantas untuk
pembaruan mading

42
Memfasilitasi
peserta didik dengan
peminjaman buku
perpustakaan jika
dibutuhkan oleh
peserta didik

NASIONALISME :
Menyusun artikel
menggunakan
bahasa Indonesia
yang dimengerti oleh
pembaca

AKUNTABILTAS :
Isi atau materi artikel
yang dipilih harus
mampu
dipertanggung
jawabkan

4 Memodifikasi mading Bahan artikel AKUNTABILITAS : 15 Oktober 2019


yang sudah ada mading yang telah Bertanggung jawab – 26 Oktober
dipilih dan mencetak artikel 2019
yang akan
diterbitkan

ANTI KORUPSI :
Menggunakan

43
printer pribadi dan
tidak menggunakan
uang sekolah dalam
pencetakan artikel

NASIONALISME :
Menggunakan
Bahasa Indonesia
yang baik dalam
mendesain mading
Artikel mading KOMITMEN MUTU :
tertempel Menempelkan artikel
di mading sekolah
dengan menarik dan
rapi
sehingga dapat
menjadi contoh bagi
peserta didik
selanjutnya.

ANTI KORUPSI :
Penambahan hiasan
mading dilakukan
dengan tidak
memungut biaya
sekolah

5 Mengevaluasi modifikasi Isi mading di AKUNTABILITAS : 28 Oktober


mading periksa Mengamati hasil 2019- 31
kerja peserta didik Oktober 2019

44
Hasil pengamatan NASIONALISME :
di catat dalam Mencatat hasil
lembar pengamatan pada
pengamatan lembar pengamatan
menggunakan
bahasa yang mudah
dipahami

KOMITMEN MUTU :
Mencatat hasil
pengamatan sesuai
dengan standar
penulisan

Foto, KOMITMEN MUTU :


notulen Memeriksa kembali
laporan evaluasi dan
memastikan tidak
terjadi kesalahan
pada laporan
evaluasi tersebut

ETIKA PUBLIK :
Menemui kepala
madrasah
menggunakan
pakaian yang sopan
dan rapi untuk
melaporkan hasil
evaluasi kegiatan
aktualisasi yang

45
dilakukan disekolah.

NASIONALISME :
Mendengarkan dan
mencatat kritik dan
saran dari kepala
madrasah untuk
perbaikan kegiatan
selanjutnya.

46
B. REALISASI RANCANGAN KEGIATAN

Realisasi kegiatan aktualisasi telah dilaksanakan sesuai dengan

rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Pada kegiatan ini juga dilakukan

beberapa penambahan kegiatan sesuai dengan kebutuhan, yang bertujuan

agar nilai-nilai ASN yang dapat dihabituasi semakin optimal. Pelaksanaan

setiap tahapan diupayakan semaksimal mungkin, supaya hasil yang

diinginkan dapat tercapai.

Tabel 3.2 Gambaran Realisasi Rancangan Kegiatan


Hasil
No Realisasi Rancangan Kegiatan
(%)
(1) (2) (3)
1 Melakukan koordinasi dengan atasan langsung 100%
2 Sosialisasi modifikasi mading dengan peserta didik kelas VI.B 100%
3 Mempersiapkan program modifikasi mading 100%
4 Memodifikasi mading yang sudah ada 100%
5 Mengevaluasi modifikasi mading 100%

C. REALISASI KEGIATAN DAN OUTPUT


Realisasi kegiatan aktualisasi dilaksanakan sesuai dengan

rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Realisasi kegiatan dilaksanakan

dari 2 Oktober 2019 – 31 Oktober 2019 di MIN 1 Kampar. Realisasi ini terdiri

atas beberapa rangkaian kegiatan, dimana setiap kegiatan yang dilakukan

memiliki output (keluaran) yang diharapkan dapat mendukung tercapainya

tujuan dari kegiatan aktualisasi ini (tabel 3.3)

47
Tabel 3.3 Uraian Kegiatan yang Telah Dilaksanakan

No Uraian Pelaksanaan Hasil/


Kegiatan Nilai Dasar Ket
Kegiatan Output
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Melakukan Menjelaskan tentang AKUNTABILITAS : Terlaksanany
koordinasi program yang akan Adanya Tanggung a diskusi
dengan atasan dilaksanakan kepada Jawab dalam
langsung Kepala Madrasah. membuat suatu
program kerja.
Terlaksananya
diskusi tentang
kejelasan program
yang akan
dilaksanakan dan
konsisten dalam
menjalankan suatu
program.

NASIONALISME :
Menggunakan
bahasa Indonesia
yang mudah
dipahami saat
berbicara kepada
kepala madrasah
dengan ramah dan
santun

KOMITMEN MUTU :
Mempersiapkan
draft surat izin
melakukan kegiatan
aktualisasi
menggunakan
tulisan sesuai
dengan standar
penulisan yang
benar

48
Meminta saran dan ETIKA PUBLIK : Menerima
kritikan dari kepala Meminta dan saran dan
madrasah terhadap menerima saran dan kritikan
program yang akan di kritik melalui
buat komunikasi,
konsultasi, dan
kerjasama untuk
terbentuknya suatu
program.

Meminta persetujuan ANTI KORUPSI : Mendapatkan


dari kepala madrasah Meminta dan persetujuan
tentang program akan mendapatkan
dilaksanakan persetujuan agar
terbentuknya suatu
program kegiatan
menunjukkan sikap
berani, tanggung
jawab dan
kerjakeras.

2 Sosialisasi Menentukan Tempat ANTI KORUPSI : Tempat dan


modifikasi dan waktu pengelolaan Menentukan tempat waktu
mading mading dan waktu pelaksanaan
dengan ditentukan telah
peserta didik menunjukkan sikap ditentukan
kelas VI.B Jujur dan disiplin

NASIONALISME :
Memusyawarahkan
waktu dan tempat
pengelolaan mading

ETIKA PUBLIK :
Menghargai
keputusan hasil
musyawarah tentang
tempat dan waktu
pengelolaan mading

49
3 Mempersiap Menentukan tema KOMITMEN MUTU : Mendapatkan
kan program mading Menghasilkan tema tema mading
modifikasi mading yang
mading memiliki kreatifitas
tinggi

ANTI KORUPSI :
Menampung ide dari
semua peserta didik
tentang tema
mading tanpa
membeda-bedakan

Mengumpulkan alat KOMITMEN MUTU : Alat dan


dan bahan untuk Mengumpulkan bahan
memodifikasi mading referensi artikel pembuatan
mading yang sesuai mading
dengan tema terkumpul
mading

AKUNTABILITAS :
Bertanggung jawab
dengan isi referensi
yang dicari

50
Mengumpulkan artikel KOMITMEN MUTU : Kumpulan
yang akan ditempel Memilih artikel yang artikel
pantas untuk mading
pembaruan mading

Memfasilitasi
peserta didik dengan
peminjaman buku
perpustakaan jika
dibutuhkan oleh
peserta didik

NASIONALISME :
Menyusun artikel
menggunakan
bahasa Indonesia
yang dimengerti oleh
pembaca

AKUNTABILTAS :
Isi atau materi artikel
yang dipilih harus
mampu
dipertanggung
jawabkan

4 Memodifikasi Mengerjakan modifikasi AKUNTABILITAS : Bahan artikel


mading yang mading Bertanggung jawab mading yang
sudah ada dan mencetak artikel telah dipilih
yang akan
diterbitkan

ANTI KORUPSI :
Menggunakan
printer pribadi dan
tidak menggunakan
uang sekolah dalam
pencetakan artikel

NASIONALISME :
Menggunakan
Bahasa Indonesia
yang baik dalam
mendesain mading

51
Menghias mading dan KOMITMEN MUTU : Artikel
mempelkan artikel Menempelkan artikel mading
mading di mading sekolah tertempel
dengan menarik dan
rapi
sehingga dapat
menjadi contoh bagi
peserta didik
selanjutnya.

ANTI KORUPSI :
Penambahan hiasan
mading dilakukan
dengan tidak
memungut biaya
sekolah
5 Megevaluasi Memeriksa isi mading AKUNTABILITAS : Isi mading di
modifikasi Mengamati hasil periksa
mading kerja peserta didik

Mencatat hasil NASIONALISME : Hasil


pengamatan di lembar Mencatat hasil pengamatan
hasil pengamatan pengamatan pada di catat
lembar pengamatan dalam lembar
menggunakan pengamatan
bahasa yang mudah
dipahami

KOMITMEN MUTU :
Mencatat hasil
pengamatan sesuai
dengan standar
penulisan

52
Melaporkan hasil KOMITMEN MUTU : Foto,
evaluasi pada kepala Memeriksa kembali notulen
madrasah laporan evaluasi dan
memastikan tidak
terjadi kesalahan
pada laporan
evaluasi tersebut

ETIKA PUBLIK :
Menemui kepala
madrasah
menggunakan
pakaian yang sopan
dan rapi untuk
melaporkan hasil
evaluasi kegiatan
aktualisasi yang
dilakukan disekolah.

NASIONALISME :
Mendengarkan dan
mencatat kritik dan
saran dari kepala
madrasah untuk
perbaikan kegiatan
selanjutnya.

53
BAB IV

ANALISA REALISASI AKTUALISASI

A. Analisa Kegiatan Aktualisasi


Nama Kegiatan 1. Koordinasi dengan atasan langsung

Tanggal Pelaksanaan 2 Oktober 2019

Daftar Lampiran

Gambar 4.1
Koordinasi dengan atasan langsung

Gambar 4.2
Surat Izin Aktualisasi

Uraian Laporan Kegiatan pertama yang dilakukan di kampus setelah


melewati latsar on campus adalah melakukan
koordinasi dengan atasan langsung tentang
perencanaan pelaksanaan aktualisasi terkait isu
kurang optimalnya pengelolaan mading. Kegiatan ini

54
dilakukan pada tanggal 2 Oktober 2019. Kegiatan ini
dilakukan guna meminta persetujuan dari mentor
dalam melaksanakan aktualisasi. Kegiatan ini
terlaksana dengan beberapa tahapan, yaitu :
Tahapan Pertama
Menjelaskan tentang program yang akan
dilaksanakan kepada Kepala Madrasah
Analisa Dampak : Rancangan aktualisasi yang
akan dilaksanakan di sekolah disampaikan kepada
kepala madrasah di ruangan kepala madrasah.
Tahapan ini terkait dengan ANEKA yaitu
AKUNTABILITAS Adanya Tanggung Jawab dalam
membuat suatu program kerja. Terlaksananya
diskusi tentang kejelasan program yang akan
dilaksanakan dan konsisten dalam menjalankan
suatu program.
NASIONALISME : Dalam menyampaikan program
rancangan aktualisai menggunakan bahasa
Indonesia yang mudah dipahami kepala madrasah
dengan ramah dan santun
KOMITMEN MUTU : Setelah menyampaikan
program kepada kepala madrasah, selanjutnya
mempersiapkan draft surat izin melakukan kegiatan
aktualisasi menggunakan tulisan sesuai dengan
standar penulisan yang benar
Tahapan Kedua
Meminta saran dan kritikan dari kepala madrasah
terhadap program yang akan di buat
Analisa Dampak : Menerima saran dan kritikan dari
kepala madrasah terhadap rancangan aktualisasi
yang akan dilaksanakan. Tahapan ini terkait dengan
ANEKA yaitu ETIKA PUBLIK : Meminta dan
menerima saran dan kritik melalui komunikasi,

55
konsultasi, dan kerjasama untuk terbentuknya suatu
program.
Tahapan Ketiga
Meminta persetujuan dari kepala madrasah tentang
program akan dilaksanakan
Analisa Dampak : kegiatan ini mengahsilkan
persetujuan dari kepala madrasah untuk
melaksanakan rancangan aktualisasi di sekolah.
Tahapan ini terkait dengan ANEKA yaitu ANTI
KORUPSI :
Meminta dan mendapatkan persetujuan agar
terbentuknya suatu program kegiatan menunjukkan
sikap berani, tanggung jawab dan kerjakeras.
Nama Kegiatan 2. Sosialisasi modifikasi mading dengan peserta
didik kelas VI.B
Tanggal Pelaksanaan 3 Oktober 2019

Daftar Lampiran

Gambar 4.3
Sosialisasi modifikasi mading

Uraian Laporan Kegiatan kedua yang dilakukan di kampus setelah


melewati latsar on campus adalah sosialisasi
modidikasi mading kepada peserta didik kelas VI.B.
Hal ini dilakukan agar peserta didik memahami
tentang program yang akan dilaksanakan. Kegiatan
ini penulis lakukan pada tanggal 3 Oktober 2019.

56
Kegiatan ini terlaksana dengan beberapa tahapan,
yaitu:
Tahapan :
Menentukan tempat dan waktu pengelolaan mading
Analisa Dampak : kegiatan menentukan tempat dan
waktu pengelolaan mading. Tahapan terkait dengan
nilai ANEKA yaitu :
ANTI KORUPSI :
Menentukan tempat dan waktu ditentukan
menunjukkan sikap Jujur dan disiplin
NASIONALISME :
Memusyawarahkan waktu dan tempat pengelolaan
mading
ETIKA PUBLIK :
Menghargai keputusan hasil musyawarah tentang
tempat dan waktu pengelolaan mading

Nama Kegiatan 3. Mempersiapkan program modifikasi mading


Tanggal Pelaksanaan 4 Oktober – 14 Oktober 2019

Daftar Lampiran

Gambar 4.5
Menentukan tema mading

57
Gambar 4.6
Mengumpulkan alat dan bahan

Gambar 4.7
Mengumpulkan artikel

Uraian Laporan Kegiatan ketiga yang dilakukan di kampus setelah


melewati latsar on campus adalah mempersiapkan
program modifikasi mading. Kegiatan ini penulis
lakukan pada tanggal 4 – 14 Oktober 2019. Kegiatan
ini terlaksana dengan beberapa tahapan, yaitu :
TAHAPAN PERTAMA
Menentukan tema mading
Analisis Dampak :
Hasil yang didapatkan dari tahap ini adalah
terpilihnya tema mading. Tahapan ini terkait dengan

58
ANEKA yaitu :
KOMITMEN MUTU :
Menghasilkan tema mading yang memiliki kreatifitas
tinggi
ANTI KORUPSI :
Menampung ide dari semua peserta didik tentang
tema mading tanpa membeda-bedakan
TAHAPAN KEDUA
Mengumpulkan alat dan bahan untuk memodifikasi
mading.
Analisis Dampak :
Hasil yang didapatkan dari tahap ini adalah
terkumpulnya alat dan bahan pembuatan mading.
Tahapan ini terkait dengan nilai ANEKA yaitu :
KOMITMEN MUTU :
Mengumpulkan referensi artikel mading yang sesuai
dengan tema mading
AKUNTABILITAS :
Bertanggung jawab dengan isi referensi yang dicari
TAHAPAN KETIGA
Mengumpulkan artikel yang akan ditempel
Analisis Dampak :
Hasil yang didapatkan dari tahap ini adalah
terkumpulnya artikel yang akan digunakan untuk
modifikasi mading. Tahapan ini terkait dengan nilai
ANEKA yaitu :
KOMITMEN MUTU :
Memilih artikel yang pantas untuk pembaruan
mading.
Memfasilitasi peserta didik dengan peminjaman
buku perpustakaan jika dibutuhkan oleh peserta
didik.
NASIONALISME :

59
Menyusun artikel menggunakan bahasa Indonesia
yang dimengerti oleh pembaca
AKUNTABILTAS :
Isi atau materi artikel yang dipilih harus mampu
dipertanggung jawabkan.
Nama Kegiatan 4. Memodifikasi mading yang sudah ada

Tanggal Pelaksanaan 15 Oktober – 26 Oktober 2019

Daftar Lampiran

Gambar 4.8
Mengerjakan modifikasi mading

Gambar 4.9
Menghias mading

60
Gambar 4.10
Menempel artikel mading

Uraian Laporan Kegiatan keempat yang dilakukan di kampus setelah


melewati latsar on campus adalah memodifikasi
mading yang sudah ada. Kegiatan ini dilakukan
dengan memanfaatkan waktu luang setelah pulang
sekolah. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 15 - 26
Oktober 2019. Kegiatan ini terlaksana dengan
beberapa tahapan, yaitu :
TAHAPAN PERTAMA
Mengerjakan modifikasi mading
Analisis Dampak :
Hasil yang didapatkan dari tahap ini adalah papan
mading yang sebelumnya tidak terurus menjadi lebih
baik dan semakin menarik. Tahapan ini terkait
dengan nilai ANEKA :
AKUNTABILITAS :
Bertanggung jawab dan mencetak artikel yang akan
diterbitkan
ANTI KORUPSI :
Menggunakan printer pribadi dan tidak

61
menggunakan uang sekolah dalam pencetakan
artikel
NASIONALISME :
Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dalam
mendesain mading
TAHAP KEDUA
Menghias mading dan mempelkan artikel mading
Analisis Dampak :
Hasil yang didapatkan dari tahap ini adalah artikel
mading yang telah tertempel semakin memperindah
mading. Tahapan ini terkait dengan nilai ANEKA :
KOMITMEN MUTU :
Menempelkan artikel di mading sekolah dengan
menarik dan rapi
sehingga dapat menjadi contoh bagi peserta didik
selanjutnya.
ANTI KORUPSI :
Penambahan hiasan mading dilakukan dengan tidak
memungut biaya sekolah
Nama Kegiatan 5. Mengevaluasi modifikasi mading
Tanggal Pelaksanaan 27 Oktober – 31 Oktober 2019
Daftar Lampiran

Gambar 4.11
Memeriksa isi mading

62
Gambar 4.12
Mencatat hasil pengamatan

Uraian Laporan Kegiatan kelima yang dilakukan di kampus setelah


melewati latsar on campus adalah mengevaluasi
mading. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan
pengamatan terhadap isi mading. Kegiatan ini
dilakukan pada tanggal 27 - 31 Oktober 2019.
Kegiatan ini terlaksana dengan beberapa tahapan,
yaitu :
TAHAPAN PERTAMA
Memeriksa isi mading
Analisis Dampak :
Hasil yang didapatkan dari tahap ini adalah adanya
kesesuaian antara isi mading dengan tema yang
telah ditentukan. Tahapan ini terkait dengan nilai
ANEKA :
TAHAP PERTAMA :
AKUNTABILITAS :
Mengamati hasil kerja peserta didik dengan teliti dan
bertanggung jawab
TAHAP KEDUA :
Mencatat hasil pengamatan dilembar pengamatan

63
Analisis Dampak :
Hasil yang didapatkan dari tahap ini adalah adanya
lembar pengamatan yang telah berisikan hal-hal
yang telah diamati. Tahapan ini terkait dengan nilai
ANEKA :
NASIONALISME :
Mencatat hasil pengamatan pada lembar
pengamatan menggunakan bahasa yang mudah
dipahami
KOMITMEN MUTU :
Mencatat hasil pengamatan sesuai dengan standar
penulisan
TAHAP KETIGA :
Melaporkan hasil evaluasi pada kepala madrasah
Analisis Dampak :
Hasil yang didapatkan dari tahap ini adalah
beberapa lampiran foto dan dokumen hasil evaluasi.
Tahapan ini terkait dengan nilai ANEKA :
KOMITMEN MUTU :
Memeriksa kembali laporan evaluasi dan
memastikan tidak terjadi kesalahan pada laporan
evaluasi tersebut
ETIKA PUBLIK :
Menemui kepala madrasah menggunakan pakaian
yang sopan dan rapi untuk melaporkan hasil
evaluasi kegiatan aktualisasi yang dilakukan
disekolah.
NASIONALISME :
Mendengarkan dan mencatat kritik dan saran dari
kepala madrasah untuk perbaikan kegiatan
selanjutnya.

64
BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan-kegiatan aktualisasi yang telah


penulis lakukan di MIN 1 Kampar, maka dapat disimpulkan :

1. Setiap rancangan kegiatan yang diaktualisasikan dengan menerapkan


nilai-nilai dasar ANEKA dapat menghasilkan output kegiatan yang bagus
dan memberikan manfaat bagi kualitas pelayanan terhadap siswa MIN 1
Kampar, terutama dalam proses pembelajaran.

2. Melalui kegiatan aktualisasi dengan menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA


akan mampu membentuk pribadi dan mental ASN dengan memegang
teguh nilai-nilai profesionalitas sehingga siap menjalankan tugas sebagai
abdi Negara dan pelayan masyarakat, baik dilingkungan kerja maupun
masyarakat.

3. Kegiatan aktualisasi yang penulis lakukan dengan menerapkan nilai-nilai


dasar ANEKA tidak hanya berpengaruh positif bagi penulis saja. Namun
juga berpengaruh positif kepada pembentukan mental dan pribadi siswa
yang menjadi objek kegiatan aktualisasi ini sehingga juga tertanam nilai-
nilai dasar ANEKA kepada siswa.

B. SARAN

Dengan adanya pola baru dalam memberikan latihan dasar CPNS ,


diharapkan mampu melahirkan PNS yang yang mampu mengimplementasikan
nilai nilai dasar ASN yang disebut Aneka ( Akuntabilitas , Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi ) sehingga pembangunan negara dapat
terselenggara dengan baik.
Demikianlah laporan aktualisasi ini dibuat, semoga dapat bermanfaat bagi
pengelolaan kelas sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik dan
mencapai tujuan yang diharapkan khususnya di lingkungan MIN 1 Kampar.

65
66
67
68
69
70
KESIMPULAN

Dalam pelaksanaan rencana aktualisasi, peserta melaksanakan

suatu program dengan menerapkan nilai Akuntabilitas, Nasionalisme,

Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA). Kegiatan

aktualisasi dilakukan di lingkungan Sekolah berdasarkan isu yang ada di

Sekolah atau instansi masing-masing peserta. Dalam rancangan ini,

peserta mengambil rencana optimalisasi pengelolaan mading di VI.B MIN

1 Kampar sebagai judul rancangan aktualisasi. Rencana optimalisasi

dilakukan dengan melakukan perbaruan mading tiap minggunya yang

dilakukan oleh peserta didik disetiap kelas pada tiap angkatan di MIN 1

Kampar.

Kegiatan optimalisasi pengelolaan mading di kelas VI.B MIN 1

Kampar merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang dilakukan

oleh sekolah guna menyalurkan kreativitas peserta didik dalam bidang

jurnalistik. Selain itu, pengelolaan yang baik juga mampu membuat minat

baca peserta didik meningkat, meningkatkan kerja sama dan gotong

royong peserta didik. Hal ini sejalan dengan program pemerintah Gerakan

Literasi Nasional (GLN). Oleh karena itu, pengelolaan mading harus

dilakukan secara baik, dan berkelanjutan sehingga kreativitas peserta

didik dan GLN dapat berjalan dengan baik.

71
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Aktualisasi: Modul


Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Akuntabilitas: Modul
Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Anti Korupsi: Modul
Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Etika Publik: Modul
Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Komitmen Mutu: Modul
Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Nasionalisme: Modul
Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. WOG: Modul
Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Manajemen ASN:
Modul Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Layanan Publik: Modul
Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen ASN
Perlan No. 12 tahun 2018 tentang pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III.

72