Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PENYULUHAN UNIT KESEHATAN BALITA RW VII

KELURAHAN ANDURING KECAMATAN KURANJI

Bidang studi : Keperawatan Komunitas


Topik :Pendidikan Kesehatan Infeksi Saluran Pernafasan Akut.
Sasaran : Masyarakat RW VII kelurahan Anduring
Tempat : Posyandu RW VII
Hari/tanggal : Selasa, 7 Agustus 2018
Waktu : 09.00 – 09.30 WIB

A. Latar Belakang
ISPA merupakan penyakit yang mudah sekali menular. Penularan ISPA
terutama droplet (partikel-partikel kecil) yang keluar saat penderita batuk atau
bersin. Penularan ISPA juga dapat terjadi melalui kontak langsung (menyentuh
penderita langsung) dengan penderita maupun kontak tidak langsung yaitu
menyentuh benda yang terkontaminasi droplet infeksius.
ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular
di dunia. Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun, 98%-
nya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Tingkat mortalitas
sangat tinggi pada bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia, terutama di negara-
negara dengan pendapatan per kapita rendah dan menengah. Begitu pula, ISPA
merupakan salah satu penyebab utama konsultasi atau rawat inap di fasilitas
pelayanan kesehatan.
Kematian karena penyakit ISPA seringkali disebabkan karena penderita
yang datang untuk berobat sudah dalam keadaan menderita penyakit ISPA yang
berat dan sering disertai penyulit-penyulit serta kurang gizi. Sementara itu
dimasa tumbuh kembangnya setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode
ISPA setiap tahunnya. 40 % -60 % dari kunjungan pasien di Puskesmas adalah
disebabkan oleh penyakit ISPA.
Program Pemberantasan Penyakit ISPA membagi penyakit ISPA dalam 2
golongan yaitu pneumonia dan yang bukan pneumonia. Pneumonia dibagi atas
derajat beratnya penyakit yaitu pneumonia berat dan pneumonia tidak berat.
Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas
bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia. Etiologi dari
sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah virus dan tidak
dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis oleh kuman Streptococcus jarang
ditemukan pada balita. Bila ditemukan harus diobati dengan antibiotik
penisilin, semua radang telinga akut harus mendapat antibiotik.
ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernapasan
yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran
pernapasannya. Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama yang
disebabkan oleh virus, sering terjadi pada semua golongan masyarakat pada
bulan-bulan musim dingin. Tetapi ISPA yang berlanjut menjadi pneumonia
sering terjadi pada anak kecil terutama apabila terdapat gizi kurang dan
dikombinasi dengan keadaan lingkungan yang tidak hygiene. Risiko terutama
terjadi pada anak-anak karena meningkatnya kemungkinan infeksi silang,
beban immunologisnya terlalu besar karena dipakai untuk penyakit parasit dan
cacing, serta tidak tersedianya atau berlebihannya pemakaian antibiotik.
Pada umumnya suatu penyakit saluran pernapasan dimulai dengan
keluhan-keluhan dan gejala-gejala yang ringan. Dalam perjalanan penyakit
mungkin gejala-gejala menjadi lebih berat dan bila semakin berat dapat jatuh
dalam keadaan kegagalan pernapasan dan mungkin meninggal. Bila sudah
dalam kegagalan pernapasan maka dibutuhkan penatalaksanaan yang lebih
rumit, meskipun demikian angka kematiannya masih tinggi, maka perlu
diusahakan agar yang ringan tidak menjadi lebih berat dan yang sudah berat
cepat-cepat ditolong dengan tepat agar tidak jatuh dalam kegagalan pernapasan

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang infeksi saluran pernafasan
akut (ISPA) diharapkan masyarakat memahami tentang pengertian,
penyebab, tanda gejala, klasifikasi. pencegahan ISPA dan akibat lanjut dari
ISPA seperti pneumonia.
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang ISPA, diharapkan
masyarakat mampu:
a. Menyebutkan pengertian ISPA
b. Menyebutkan penyebab ISPA
c. Menyebutkan tanda dan gejala ISPA
d. Menyebutkan klasifikasi ISPA
e. Menyebutkan cara pencegahan ISPA
f. Menyebutkan akibat lanjut dari ISPA yaitu pneumonia

C. Materi (Terlampir)

D. Pelaksanaan
1. Topik
Penyuluhan kesehatan mengenai infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
2. Sasaran
Masyarakat RW VII Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji
3. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Diskusi
4. Media dan alat
a. Leaflet
b. LCD
c. Laptop
5. Waktu dan tempat
 Hari : Selasa, 7 Agustus 2018
 Jam : 09.00 – 09.30 WIB
 Tempat: Posyandu RW VII
6. Pengorganisasian
Penanggung Jawab : Carla Nasbar, S.Kep
Moderator : Puti Lenggogeni, S.Kep
Pemateri : Nola Makhfira Winda, S.Kep
Observer : Hasnatul Fikriyah, S.Kep
Fasilitator : Widia Handayani, S.Kep
Iqbal Danur Hakim, S.Kep
Soraya Dwi Amanda, S.Kep
Hanifah Hamdi, S.Kep
Yossy Amelia Faradea, S.Kep
Putri Alin Kende Riaraly, S.Kep

Dokumentator : Apri Yeni, S.Kep

7. Setting Tempat
P
M MF F MF M F
F B

MF
A
F
M M F M M F O

Keterangan :
P : Pembimbing F : Fasilitator
B : Pemateri O : Observer
A : Moderator M : Peserta
8. Uraian Tugas
1. Penanggung Jawab
 Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan
2. Pemateri
 Mempresentasikan materi
 Mengevaluasi peserta tentang materi yang diberikan

3. Moderator
 Pada acara pembukaan
1. Membuka acara
2. Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing
3. Menjelaskan topik dan tujuan penyuluhan
4. Menjelaskan kontrak waktu dan bahasa
5. Menjelaskan tata tertib penyuluhan
 Kegiatan Inti
1. Meminta peserta memberikan pertanyaan atas penjelasan
yang tidak dipahami.
2. Memberikan kesempatan pada mahasiswa menjawab
pertanyaan yang diajukan peserta.
 Pada acara penutup
1. Menyimpulkan dan menutup diskusi
2. Mengucapkan salam
4. Fasilitator
 Memotivasi peserta agar berperan aktif
 Membuat absensi penyuluhan
 Mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan
penyuluhan
5. Observer
 Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir
 Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan
6. Dokumentator
 Mendokumentasikan kegiatan penyuluhan yang dilakukan

9. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Penyuluh Kegiatan Waktu
No Audiens/Sasaran
1 Pembukaan
- Moderator memberi salam - Menjawab salam 5 menit
- Moderator memperkenalkan - Mendengarkan dan
anggota penyuluhan memperhatikan
- Moderator memperkenalkan - Mendengarkan dan
pembimbing klinik dan memperhatikan
pembimbing akademik - Mendengarkan dan
- Moderator menjelaskan tentang memperhatikan
topik penyuluhan - Mengemukakan
- Menjelaskan dan membuat pendapat
kontrak waktu, bahasa, tujuan
dan tata tertib penyuluhan 20 menit

2 Pelaksanaan
- Mengemukakan
- Mengkaji pengetahuan audiens
pendapat
tentang ISPA
- Mendengarkan dan
- Memberi reinforcement (+)
memperhatikan
- Menjelaskan tentang pengertian
- Mengemukakan
ISPA
pendapat
- Mengkaji pengetahuan audiens
- Mendengarkan dan
tentang penyebab ISPA
memperhatikan
- Memberi reinforcement (+)
- Mengemukakan
- Menjelaskan penyebab ISPA
pendapat
- Mengkaji pengetahuan audiens
- Mendengarkan dan
tentang tanda dan gejala ISPA
memperhatikan
- Memberi reinforcement (+)
- Mendengarkan dan
- Menjelaskan tanda dan gejala
memperhatikan
ISPA
- Mendengarkan dan
- Mengkaji pengetahuan audiens
memperhatikan
tentang klasifikasi ISPA
- Mengemukakan
- Memberi reinforcement (+)
pendapat
- Menjelaskan klasifikasi ISPA.
- Mendengarkan dan
- Mengkaji pengetahuan audiens
memperhatikan
tentang pencegahan ISPA
- Mengemukakan
- Memberi reinforcement (+)
pendapat
- Menjelaskan tentang pencegahan
- Mendengarkan dan
ISPA
memperhatikan
- Mengkaji pengetahuan audiens
tentang akibat lanjut ISPA yaitu
pneumonia
- Memberi reinforcement (+)
3. - Mengajukan 5 menit
Penutup pertanyaan
- Mendengarkan dan
memperhatikan
- Memberi kesempatan audiens
- Mengemukakan
untuk bertanya
pendapat
- Menjawab pertanyaan
- Mendengarkan
- Meminta audiens mengulang
- Menjawab salam
beberapa informasi yang telah
diberikan
- Memberi reinforcement (+)
- Bersama peserta menyimpulkan
materi
- Menutup dengan salam

10. Evaluasi
a. Evaluasi struktur
1. 75 % atau lebih peserta menghadiri acara
2. Alat dan media sesuai dengan rencana
3. Peran dan fungsi masing-masing sesuai dengan yang direncanakan
b. Evaluasi proses
1. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
2. Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
3. Peserta berperan aktif dalam jalannya diskusi
c. Evaluasi hasil
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 75% peserta mampu :
1. 75 % audiens mampu menyebutkan pengertian ISPA
2. 75 % audiens mampu menyebutkan penyebab ISPA
3. 75 % audiens mampu menyebutkan tanda dan gejala ISPA
4. 75 % audiens mampu menyebutkan klasifikasi dari ISPA
5. 75 % audiens mampu menyebutkan pencegahan dari ISPA
6. 75 % audiens mampu menyebutkan akibat lanjut dari ISPA yaitu
pneumonia.
LAMPIRAN MATERI

INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA)

I. Pengertian
Infeksi saluran pernafasan adalah suatu keadaan dimana saluran
pernafasan (hidung, pharing dan laring) mengalami inflamasi yang
menyebabkan terjadinya obstruksi jalan nafas dan akan menyebabkan retraksi
dinding dada pada saat melakukan pernafasan (Pincus Catzel & Ian
Roberts,1990).

II. Penyebab
ISPA dapat disebabkan oleh:
 Bakteri, misal: Staphilococcus.
 Virus, misal: virus influenza
 Jamur, misal: Candida Albicans
 Aspirasi (tersedak) karena makanan, ASI atau benda asing.
 Kabut asap

III. Tanda dan Gejala

 Pada sistem pernafasan adalah: napas tak teratur dan cepat,


retraksi/ tertariknya kulit kedalam dinding dada, napas cuping
hidung/napas dimana hidungnya tidak lobang, sesak kebiruan, suara napas
lemah atau hilang, suara nafas seperti ada cairannya sehingga terdengar
keras
 Pada sistem peredaran darah dan jantung : denyut jantung cepat
atau lemah, hipertensi, hipotensi dan gagal jantung.
 Pada sistem Syaraf adalah : gelisah, mudah terangsang, sakit
kepala, bingung, kejang dan coma.
 Pada hal umum adalah : letih dan berkeringat banyak.
IV. Klasifikasi
Program Pemberantasan ISPA (P2 ISPA) mengklasifikasikan ISPA sebagai
berikut:
a) Bukan pneumonia: ditandai secara klinis oleh batuk pilek, bisa
disertai demam, tanpa tarikan dinding dada kedalam, tanpa napas cepat.
Rinofaringitis, faringitis dan tonsilitis tergolong bukan pneumonia

b) Pneumonia: ditandai secara klinis oleh adanya napas cepat.

c) Pneumonia berat: ditandai secara klinis oleh adanya tarikan


dinding dada ke dalam dan pernafasan cuping hidung

V. Pencegahan
 Bukalah jendela setiap hari agar udara segar dapat masuk ke dalam
rumah
 Menjaga keadaan gizi agar tetap baik.
 Imunisasi
 Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan.
 Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA.

VI. Prinsip Perawatan ISPA


 Prinsip perawatan ISPA antara lain :
a) Menigkatkan istirahat minimal 8 jam perhari.

b) Meningkatkan makanan bergizi.

c) Bila demam beri kompres dan banyak minum.

d) Bila hidung tersumbat karena pilek bersihkan lubang hidung


dengan sapu tangan yang bersih.

e) Bila badan seseorang demam gunakan pakaian yang cukup tipis


tidak terlalu ketat.
f) Bila terserang pada anak tetap berikan makanan dan ASI bila anak
tersebut masih menetek

 Pengobatan antara lain :


a) Mengatasi panas (demam) dengan memberikan parasetamol atau
dengan kompres, bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus segera
dirujuk. Parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara
pemberiannya, tablet dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus
dan diminumkan. Memberikan kompres, dengan menggunakan kain
bersih, celupkan pada air (tidak perlu air es).
b) Mengatasi batuk
1. Tarik napas dalam dan batuk efektif. Cara napas dalam dan batuk
efektif :
- Ambil napas dalam (melalui hidung)

- Tahan sejenak ± 5-10 detik, lalu hembuskan pelan-pelan


melalui mulut

- Ulangi cara (1) dan (2) sebanyak 3 X

- Setelah itu, batukkan dengan keras

- Jika ada cairan/lendir/sekret yang keluar, langsung buang


ke tempat yang sudah disediakan (Sputum Pot atau jika tidak ada
boleh menggunakan botol/kaleng/wadah berisi pasir).
- Berkumur-kumur.
- Lakukan dengan teratur (minimal 3 x sehari).
2. Ramuan tradisional yaitu jeruk nipis-kecap. Cara pembuatan
larutan jeruk nipis-kecap, yaitu :
- Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan larutan
jeruk nipis-kecap :
1. Beberapa buah jeruk nipis yang masih segar.
2. Setengah sendok teh kecap manis.
3. Satu buah gelas minum ukuran belimbing.
- Langkah-langkah :
1. Peras jeruk nipis dan tempatkan dalam gelas.
2. Campurkan dengan ½ - 1 sendok kecap manis, aduk rata.
3. Diminum sekali habis, lakukan secara rutin, agar batuknya
hilang.
- Aturan pakai larutan jeruk nipis – kecap adalah:
1. Bagi orang dewasa, minum 3 x 1 sdm larutan tanpa
dicampur air.
2. Bagi anak-anak, minumkan larutan 3 x ½ sdm larutan tanpa
dicampur air.
3. Bila ingin minum air setelah minum larutan, minumlah air
matang yang masih hangat.
4. Bila batuk tidak berkurang, segera periksakan diri ke pusat
pelayanan kesehatan terdekat.
- Mengatasi pilek bisa dengan cara inhalasi uap/penguapan
sederhana (tradisional)
Carannya :
1. Persiapkan alat dan bahan (baskom berisi air panas, minyak
kayu putih, kain/handuk kering).
2. Campurkan minyak kayu putih dengan air panas dalam
baskom dengan perbandingan 2-3 tetes minyak kayu putih untuk
250 ml (1 gelas) air hangat.
3. Tempatkan penderita dan campuran tersebut di ruangan
tertutup supaya uap tidak tercampur dengan udara bebas (bisa
ditutupi dengan kain/handuk kering).
4. Hirup uap dari campuran tersebut selama ± 5-10 menit atau
penderita sudah merasa lega dengan pernafasannya.
5. Kontra indikasi : pada balita karena bau minyak penghangat
terlalu kuat serta risiko kecelakaan terkena tumpahan air panas
.
VII. Akibat Lanjut ISPA (Pneumonia)
Pneumonia
Pneumonia adalah infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah yang
mengenai parenkim paru. Menurut anatomis, pneumonia pada anak
dibedakan menjadi pneumonia lobaris, pneumonia interstisialis, dan
bronkopneumonia. (Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2 :2000)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2002. Pedoman Pemberantasan Penyakit ISPA untuk penanggulangan


Pnemonia pada Balita, Jakarta.

_______, 2004. Sistem Kesehatan Nasional, Jakarta.

_______, 2007. Profil Kesehatan di Indonesia. Depkes R.I , Jakarta.

Catzel, Pincus & Ian robets. (1990). Kapita Seleta Pediatri Edisi II. alih bahasa
oleh Dr. yohanes gunawan. Jakarta: EGC.

DepKes RI. Direktorat Jenderal PPM & PLP. 2002. Pedoman Pemberantasan
Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Jakarta.

Dr.Karel A,L,Staa,SpA Mila Meila Sari. 2005. Menjadi Dokter Anak di


rumah. Jakarta:Puspa Swara.

Meadow,Sir Roy dan Simen.2002.Lectus Notes:Pediatrika.Jakarta:PT.Gelora


Aksara Pratama

Ngastiyah. 1997. Perawatan Anak sakit.Jakarta:EGC

Notoadmodjo. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat.jakarta ;EGC


Ranuh, IG. G. 1980. Pendekatan Risiko Tinggi Dalam Pengelolaan Pelayanan
Kesehatan Anak. Continuing Education Ilmu Kesehatan Anak. FK-
UNAIR.

Santosa, G. 1980. Masalah Batuk pada Anak. Continuing Education Anak. FK-
UNAIR.

Whaley dan Wong. 2000. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik, edisi 2, Jakarta :
EGC.

LAPORAN HASIL KEGIATAN UNIT KESEHATAN BALITA RW VII


KELURAHAN ANDURING KECAMATAN KURANJI

Nama acara : Kegiatan Penyuluhan Pencegahan ISPA


Hari / Tanggal : Selasa / 7 Agustus 2018
Waktu : 09.00 – 09.30 WIB
I. Tahap Persiapan
 Persiapan awal yaitu konsultasi pre planning pada pembimbing
akademik dan pembimbing klinik. Persiapan kegiatan, meliputi persiapan
instruktur, tempat dan alat-alat lain dilakukan oleh semua anggota
kelompok sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.

II. Pelaksanaan
 Kegiatan penyuluhan ISPA dimulai pukul 10.00 WIB, terlambat 60
menit dari yang direncanakan dikarenakan peserta yang belum terkumpul
dan cuaca yang tidak mendukung (hujan).
 Jumlah peserta penyuluhan ISPA pada tanggal 07 Agustus 2018
adalah 6 orang.
 Mahasiswa telah berperan sesuai tanggung jawab yang diberikan
seperti sebagai moderator, presentator, observer, dan fasilitator.
 Selama pelaksanaan, peserta aktif bertanya dalam sesi diskusi.
 Semua peserta mengikuti jalannya penyuluhan ISPA dari awal
sampai akhir dan tidak ada yang meninggalkan kegiatan penyuluhan
sebelum kegiatan berakhir
 Waktu kegiatan berlangsung dari awal sampai akhir selama 30
menit

III. Kegiatan

No Kegiatan Penyuluh Kegiatan Audiens/Sasaran Waktu

1 Pembukaan 5 menit
- Moderator - Menjawab salam
memberi salam
- Moderator - Mendengarkan dan
memperkenalkan memperhatikan
anggota
penyuluhan - Mendengarkan dan
- Moderator memperhatikan
memperkenalkan
pembimbing klinik
dan pembimbing
akademik - Mendengarkan dan
- Moderator memperhatikan
menjelaskan
tentang topik - Mengemukakan
penyuluhan pendapat
- Menjelaskan
dan membuat
kontrak waktu,
bahasa, tujuan dan
tata tertib
penyuluhan
2 Pelaksanaan 20 Menit
- Mengkaji - Mengemukakan
pengetahuan pendapat
audiens tentang
ISPA - Mendengarkan dan
- Memberi memperhatikan
reinforcement (+) - Mengemukakan
- Menjelaskan pendapat
tentang pengertian
ISPA - Mendengarkan dan
- Mengkaji memperhatikan
pengetahuan
audiens tentang - Mengemukakan
penyebab ISPA pendapat
- Memberi
reinforcement (+) - Mendengarkan dan
- Menjelaskan memperhatikan
penyebab ISPA - Mendengarkan dan
- Mengkaji memperhatikan
pengetahuan
audiens tentang - Mendengarkan dan
tanda dan gejala memperhatikan
ISPA - Mengemukakan
- Memberi pendapat
reinforcement (+)
- Menjelaskan - Mengemukakan
tanda dan gejala pendapat
ISPA
- Mengkaji
pengetahuan
audiens tentang - Mendengarkan dan
klasifikasi ISPA memperhatikan
- Memberi - Mengemukakan
reinforcement (+) pendapat
- Menjelaskan
klasifikasi ISPA.
- Mengkaji
pengetahuan - Mendengarkan dan
audiens tentang memperhatikan
pencegahan ISPA - Mengemukakan

- Memberi pendapat

reinforcement (+)
- Menjelaskan
tentang pencegahan
ISPA
- Mengkaji
pengetahuan
audiens tentang
akibat lanjut ISPA
yaitu pneumonia
- Memberi
reinforcement (+)
3 Penutup 5 menit
- Memberi - Mengajukan
kesempatan pertanyaan
audiens untuk
bertanya
- Menjawab - Mendengarkan dan
pertanyaan memperhatikan
- Mengemukakan
- Meminta pendapat
audiens mengulang
beberapa informasi
yang telah
diberikan
- Memberi
reinforcement (+) - Mendengarkan
- Bersama Menjawab
peserta
menyimpulkan
materi
- Menutup
dengan salam
IV. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
 Berdasarkan data awal, dari 13 keluarga dengan balita, yang
mengisi kuesioner hanya 6 orang yang hadir berpatisipasi dalam
penyuluhan pencegahan ISPA tanggal 07 Agustus 2018.
 Tempat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, semua
perlengkapan tidak tersedia hanya ada 2 meja di posyandu.
 Waktu pelaksanaan tidak sesuai dengan yang direncanakan.
 Peran dan tugas masing-masing mahasiswa sesuai dengan uraian
tugas yang telah ditetapkan bersama seperti moderator, presentator,
dan observer.
 Kurangnya fasilitator dalam mengajak peserta ke dalam ruangan
penyuluhan sehingga membuat ketrelambatan pengumpulan peserta.
2. Evaluasi Proses
 Waktu pelaksanaan kegiatan penyuluhan ISPA sesuai dengan yang
direncanakan
 Peserta kegiatan penyuluhan ISPA tidak ada yang meninggalkan
kegiatan selama kegiatan berlangsung
 Peserta penyuluhan yang hadir aktif bertanya mengikuti diskusi
penyuluhan pencegahan ISPA dari awal sampai akhir
3. Evaluasi Hasil
 Semua peserta mampu menjawab pertanyaan tentang pengertian
dari ISPA
 Semua peserta mampu menjawab pertanyaan tentang tanda dan
gejala dari ISPA
 Hanya 3 dari 6 peserta yang mampu menjawab tentang akibat
lanjut dari ISPA
 Hanya 4 dari 6 peserta yang mampu menjawab pencegahan tentang
ISPA
DOKUMENTASI UNIT KESEHATAN BALITA RW VII
KELURAHAN ANDURING KECAMATAN KURANJI