Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN LIPID

A.JUDUL PERCOBAAN : LIPID

B.DASAR TEORI
Lipid adalah nama suatu golongan senyawa organik yang meliputi sejumlah senyawa
yang terdapat di alam yang semuanya dapat larut dalam pelarut-pelarut organik tetapi
sukar larut atau tidak larut dalam air. Pelarut organik yang dimaksud adalah pelarut
organik nonpolar, seperti benzen, pentana,dietil eter,dan karbon tetraklorida.Dengan
pelarut-pelarut tersebut lipid dapat diekstraksi dari sel dan jaringan tumbuhan ataupun
hewan.
Lipid di kelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok lipid sederhana (simple
lipids) dan kelompok lipid kompleks (complex lipid). Lipid sederhana mencakup
senyawa-senyawa yang tidak mudah terhidrolisis oleh larutan asam atau basa dalam air
dan terdiri dari subkelompok-kelompok: steroid,prostaglandin dan terpena.

Lipid kompleks meliputi subkelompok-kelompok yang mudah terhidrolisis menjadi zat-


zat penyusun yang lebih sederhana, yaitu lilin (waxes) dan gliserida.
Komponen-komponen campuran lipid dapat difraksionasi lebih lanjut dengan
menggunakan perbedaan kelarutannya didalam berbagai pelarut organik. Sebagai contoh;
fosfolipid dapat dipisahkan dari sterol dan lemak netral atas dasar ketidaklarutannya di
dalam aseton.
Suatu reaksi yang sangat berguna untuk fraksionasi lipid, adalah reaksi penyabunan.
Alkali menghidrolisa lipid kompleks dan menghasilkan sabun dari komponen-komponen
yang mengandung asam-asam lemak yang dapat diesterkan.

A.ALAT DAN BAHAN


a. Reaksi uji lipid
1).Uji Akrolein
Alat-alat
- Mortir - Spatula
- Tabung reaksi - Pipet tetes
- Penjepit tabung - Neraca analitik
- Pembakar bunsen

Bahan-bahan
- Gliserol - KHSO4
- Lemak - Aquades

2). Uji Penyabunan


Alat-alat
- Tabung reaksi - Penangas air
- Pipet tetes - Gelas kimia
- Gelas ukur
Bahan-bahan
- KOH alkoholis 10 %
- Lemak
- Aquades

3). Uji Peroksida


Alat-alat
- Gelas ukur
- Pipet tetes
- Tabung reaksi

Bahan-bahan
- Minyak olive - laritan KI 10 %
- Kloroform - Asam asetat glasial

b. Sifat-sifat kimia lipid


1). Penentuan Angka Iod
Alt-alat
- Neraca analitik - Statif dan buret
- Erlemeyer - Pipet tetes
- Gelas ukur
Bahan-bahan
- Lipid
- Kloroform
- Larutan iodin hanus
- Larutan KI 15 %
- Na2S2O3 0,1 N
- Larutan kanji 1 %
A.HASIL PENGAMATAN

PERLAKUAN
HASIL PENGAMATAN
1). Uji Akrolein
- 0,5 gr lemak + 0,5 gr KHSO4, dipanaskan
- 0,5 gr gliserol + 0,5 gr KHSO4, dipanaskan

2). Uji Penyabunan


- 10 ml larutan KOH alkoholis 10 % + minyak,dikocok

- Dipanaskan di atas penangas air

- + 10 ml air
- Dipanaskan sampai semua alkohol menguap
3). Uji Peroksida
- 1 ml minyak olive + 1 ml kloroform

- + 1 ml asam asetat glasial,dikocok

- + 1 tetes larutan KI 10 %

- didiamkan selama 5 menit

- Bau lemak (tengik)


- Berbau

- Larutan berwarna kuning muda tidak saling bercampur

- Minyak larut dalam KOH alkoholis dan larutan berwarna kuning muda

- KOH alkoholis bercampur dengan lemak dan larutan berwarna kuning muda.

- minyak larut dalam kloroform

- terbentuk 2 lapisan,lapisan atas minyak yg berwarna kuning dan lapisan bawah


berwarna putih.

- larutan berwarna kuning

- terbentuk 2 lapisan,lap.atas berwarna putih dan lap. Bawah kuning

4). Penentuan Angka Iod


- 0,25 gr lipid padat + 10 ml kloroform

- + 30 ml larutan iodin hanus

- didiamkan selama 30 menit

- + 10 ml larutan KI 15 %

- + 100 ml aquades

- dititrasi dengan Na2S2O3 0,1 N

- + 2 ml indikator kanji
- dititrasi kembali dengan Na2S2O3 sampai larutan berwarna biru

- lipid tidak larut dalam kloroform

- Larutan berwarna cokelat tua

-larutan berwarna cokelat muda

- larutan berwarna kuning

- larutan berwarna putih

- tidak terjadi perubahan warna larutan

B.PEMBAHASAN

Lipid merupakan senyawa yang banyakterjadi di alam. Senyawa ini dapat diperoleh
dengan jalan mengekstraksi bahan-bahan alam baik tumbuhan maupun hewan dengan
pelarut tidak polar sperti petroleum eter, benzena, kloroform, dan lain-lain. Dilihat dari
strukturnya senyawa lipida tersusun oleh rantai hidrokarbon yang panjang, sehingga
lipida ini tidak larut dalam air. Senyawa lipida diberi nama berdasarkan sifat fisikanya
(kelarutan) dari pada secara struktur kimianya. Secara umum lipid dibagi menjadi dua
golongan besar yaitu lipid sederhana dan lipid kompleks. Lipid yang termasuk dalam
golongan sederhana adalah senyawa-senyawa yang tidak mempunyai gugus ester dan
tidak dapat dihidrolisis. Golongan ini merupakan steroid. Golongan lipida kompleks
tersusun oleh senyawa-senyawa yang mempunyai gugus ester dan dapat dihidrolisis,
yang melipti minyak lemak dan lilin.

Yang dimaksud dengan lemak disini adalah suatu ester asam lemak dengan gliserol.
Gliserol ialah suatu trihidroksi alkohol yang terdiri atas tiga atom karbon.Jadi tiap atom
karbon mempunyai gugus –OH.Satu molekul gliserol dapat mengikat satu,dua atau tiga
molekul asam lemak dalam bentuk ester,yang disebut monogliserida,digliserida atau
trigliserida. Pada lemak,satu molekul gliserol mengikat tiga molekul asam lemak,oleh
karena itu lemak adalah Suatu trigliserida, R1-COOH, R2-COOH, dan R3-COOH ialah
molekul asam lemak yang terikat pada gliserol. Ketiga molekul asam lemak itu boleh
sama,boleh berbeda. Pada percobaan ini dilakukan 3 reaksi uji lipid, yaitu uji akrolein, uji
penyabunan, dan uji peroksida. Selain itu dilakukan percobaan penentuan angka iod
untuk sifat larutan kmia lipid.

1.Uji akrolein
Uji akrolein untuk gliserol tergantung pada dehidrasi dan oksidasi gliserol menjadi
akrolein. Dalam uji ini ada dua percobaan yaitu percobaan pertama 0,5 gram lemak cair +
0,5 gram KHSO4 yang sudah digerus, kemudian dimasukkan dalam tabung reaksi kering,
selanjutnya dipanaskan dengan pembakar Bunsen, mula-mula dengan api kecil kemudian
dilanjutkan dengan api dengan nyala besar. Pada saat dan KHSO4 medidih menghasilkan
bau lemak (tengik). Pada percobaan yang kedua untuk uji akrolein, 2 ml gliserol
ditambahkan dengan 0,5 gr KHSO4 kemudian dipanaskan. Dari hasil yang diperoleh,
campuran tersebut menghasilkan bau. Reaksi yang terjadi adalah:

Apabila gliserol dicampur dengan KHSO4 dan dipanaskan hati-hati,akan timbul bau yang
tajam khas seperti bau lemak yang terbakar yang disebabkan oleh terbentuknya
akrilaldehida atau akrolein. Oleh karena timbulnya bau yang tajam itu,akrolein mudah
diketahui dan reaksi ini telah dijadikan reaksi untuk menentukan adanya gliserol atau
senyawa yang mengandung gliserol seperti lemak dan minyak.

Bila lemak dan minyak dicampur dengan KHSO4 dan dipanaskan hati-hati juga akan
terjadi akrolein. Glierol digunakan dalam industri kosmetika sebagai bahan dalam
pembuatan preparat yang dihasilkan. Disamping itu gliserol berguna bagi kita untuk
sintesis lemak didalam tubuh

2.Uji Penyabunan
Uji penyabunan untuk asam-asam lemak dilakukan dengan menambahkan 10 ml KOH
alkoholis 10% kedalam minyak yang hendak diuji, kemudian dikocok. Pencampuran ini
menghasilkan larutan berwarna kuning muda yang tidak saling campur. Setelah itu
minyak dan KOH alkoholisis 10% dipanaskan diatas penangas air. Pada proses
pemanasan ini minyak dapat larut dalam KOH alkoholisis dan larutan berwarna kuning
muda. Adapun reaksi kimia yang terjadi adalah:

Reaksi di atas dikenal dengan reaksi penyabunan (saponifikasi). Reaksi ini bertujuan
untuk pengambilan asam-asam lemak dari minyak, sehingga dihasilkan campuran sabun
dan gliserol yang mudah larut dalam air dan alkohol. Pada pengambilan asam lemak ini,
minyak dihidrolisis dengan larutan alkali yaitu KOH (Kalium hidrosida).

Proses hidrolisis yang menggunakan basa disebut proses penyabunan. Jumlah mol basa
yang digunakan dalam proses penyabunan ini tergantung pada jumlah mol asam
lemak.Untuk lemak dengan berat tertentu,jumlah mol asam lemak tergantung pada
panjang rantai karbon pada asam lemak tersebut. Apabila rantai karbon itu pendek,maka
jumlah mol asam lemak besar,sebaliknya apabila rantai karbon itu panjang,jumlah mol
asam lemak kecil. Jumlah miligram KOH yang diperlukan untuk menyabunkan 1gram
lemak disebut bilangan penyabunan. Jadi besar atau kecilnya bilangan penyabunan ini
tergantung pada panjang atau pendeknya rantai karbon asam lemak atau dapat dikatakan
juga bahwa besarnya bilangan penyabunan tergantung pada berat molekul lemak tersebut.
Makin kecil berat molekul lemak,makain besar bilangan penyabunannya.

3.Uji Peroksida
Minyak atau lemak yang mengandung asam-asam lemak tidak jenuh dapat teroksi dari
oksigen yang menghasilkan suatu senyawa peroksida. Apabila minyak mengalami
oksidasi maka senyawa peroksida yang dihasilkan akan meningkat.
Pada percobaan ini 1 ml minyak olive ditambahkan dengan 1 ml kloroform. Pada proses
penambahan ini minyak larut dalam kloroform, karena kloroform merupakan pelarut
nonpolar.

Campuran minyak olive dan kloroform kemudian ditambahkan 1 ml asam asetat glasial,
kemudian dikocok. Peranan asam asetat glasial dalam pemisahan asam lemak yaitu
sebagai katalis, artinya asam asetat dapat mempercepat reaksi yang sedasng berlangsung
sehingga reaksinya lebih cepat membentuk asam lemak. Minyak olive yang ditambahkan
1 ml kloroform dan 1 ml CH3COOH glasial kemudian dikocok, menyebabkan
terbentuknya 2 lapisan, yaitu pada lapisan atas minyak berwarna kuning dan pda bagian
bawah berwarna putih. Campuran tersebut kemudian ditambahkan dengan 1 tetes larutan
KI 10% sehingga larutan berwarna kuning. Langkah selanjutnya didiamkan selama 5
menit. Dari proses ini kembali terbentuk 2 lapisan. Lapisan atas berwarna putih dan
bawah berwarna kuning.

4.Penentuan Angka Iod

Lipid mengandung bermacam-macam asam lemak tak jenuh yang bereaksi dengan ion.
Jumlah iod yang diabsorpsi menetukan jumlah ketidak jenuhan dalam lipid. Jadi angka
iod didefinisikan sebagai berikut: banyaknya gram iod diabsorpsi oleh 100 gr lipid. Dua
metode yang umumnya dipakai yaitu: metode Hanus yang memakai iodin bromida
sebagai carrier dan metode Wijs yang memakai iodin klorida. Namun metode yang
digunakan pada percobaan ini adalah metode iodin Hanus. Sebanyak 0,25 gr lipid padat
ditambahkan 10 ml kloroform. Lipid padat ini tidak larut dalam kloroform karena lipid
yang digunakan adalah lipid padat, bukan lipid yang sudah dicairkan dengan proses
pemanasan.

Selanjutnya ditambahkan 30 ml larutan iodin Hanus kemudian didiamkan selama 30


menit dengan sesekali dikocok. Hasil yang diperoleh, larutan menjadi cokelat tua.

Setelah 30 menit larutan ini ditambahkan dengan 10 ml larutan KI 15%. Larutan berubah
warna menjadi cokelat muda. Selanjutnya ditambahkan 100 ml aquadest kemudian
dititrasi dengan Na2S2O3 0,1 N, larutan menjadi kuning, setelah itu ditambahkan dengan
2 ml indikator kanji sampai larutan berwarna putih dan dititrasi lagi dengan Na2S2O3.
Pada titrasi kedua ini larutan tidak berubah atau tidak terjadi perubahan warna larutan.
Lemak hewan pada umumnya berupa zat padat pada suhu ruangan,sedangkan lemak yang
barasal dari tumbuhan berupa zat cair.Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi
mengandung asam lemak jenuh,sedangkan lemak cair atau yng basa disebut minyak
mengandung asam lemak tidak jenuh. Lemak hewan dan tumbuhan mempunyai susunan
asam lemak yang berbeda-beda. Untuk menentukan derajat ketidakjenuhan asam lemak
yang terkandung didalamnya diukur dengan bilangan iodium. Iodium dapat bereaksi
dengan ikatan rangkap dalam asam lemak. Tiap molekul iodium mengadakan reaksi adisi
pada suatu ikatan rangkap. Oleh karenanya makin banyak ikatan rangkap,makin banyak
pula iodium yang dapat bereaksi.
Bilangan lodium ialah banyaknya gram iodium yang dapat bereaksi dengan 100 gram
lemak. Jadi makin banyak ikatan rangkap makin besar bilangan iodium

KEISMPULAN
1.Uji akrolein untuk gliserol tergantung pada dehidrasi dan oksidasi gliserol menjadi
akrolein.
2.Reaksi pembentukan sabun dari minyak dilarutkan dengan cara mereaksikan alkali
dengan minyak sehingga didapatkan suatu sabun.
3.Pada reaksi safonifikasi dihasilkan campuran gliserol dan sabun
4.Minyak atau lemak mengandung asam-asam lemak tidak jenuh dapat teroksidasi oleh
oksigen yang menghasilkan suatu senyawa peroksida.
5.Pada percobaan angka iod tidak dihasilkan seperti yang diharapkan, mungkin karena
kesalahan pada prosedur kerja.

KEMUNGKINAN KESALAHAN
Adapun kemungkinan keslahan pada saat percobaan adalah:
1.Saat mereaksikan larutan.
2.Pemanasan larutan.
3.Pengukuran larutan.
4.Pengamatan warna.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar Chairil. 1994. Pengantar Praktikum Kimia Organik. Yogyakarta: Depdikbud


Dirjen Pendidikan Tinggi.

Kristian. 2003. Kimia Organik I JICA. Malang: Universitas Negeri Malang

Teaching Team. 2007. Penuntun Praktikum Biokimia. Gorontalo: Jurusan Pendidikan


Kimia FMIPA UNG.
Diposkan oleh Ilmu Kimia di 9:02 PM
Join Multiply to get updates from Qonita

• Home
• Notes
• Blog
• Photos
• Music
• Calendar
• Reviews
• Links

Jan 13, '08 3:53 AM


Karbohidrat
for everyone

Pengertian

Karbohidrat adalah senyawa organik terdiri dari unsur qforq


karbon, hidrogen, dan oksigen. contoh; glukosa C6H12O6,
sukrosa C12H22O11, sellulosa (C6H10O5)n. Rumus
• Photos of Qonita
umum karbohidrat Cn(H2O)m.
• Personal Message
• RSS Feed [?]
Karena komposisi yang demikian, senyawa ini pernah
disangka sebagai hidrat karbon, tetapi sejak 1880,
• Report Abuse
senyawa tersebut bukan hidrat dari karbon. Nama lain
dari karbohidrat adalah sakarida, berasal dari bahasa
Arab "sakkar" artinya gula. Karbohidrat sederhana
mempunyai rasa manis sehingga dikaitkan dengan gula.
Melihat struktur molekulnya, karbohidrat lebih tepat
didefinisikan sebagai suatu polihidroksialdehid atau
polihidroksiketon. Contoh glukosa; adalah suatu
polihidroksi aldehid karena mempunyai satu gugus
aldehid da 5 gugus hidroksil (OH).

Klasifikasi

Karbohidrat terbagi menjadi 3 kelompok;

1. monosakarida, yi terdiri atas 3-6 atom C dan zat ini tidak


dapat lagi dihidrolisis oleh larutan asam dalam air
menjadi karbohidrat yg lebih sederhana.
2. disakarida, yi senyawanya terbentuk dari 2 molekul
monosakarida yg sejenis atau tidak. Disakarida dpt
dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai
menjadi 2 molekul monosakarida.
3. polisakarida, yi senyawa yg terdiri dari gabungan
molekul2 monosakarida yg banyak jumlahnya, senyawa
ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul
monosakarida.

Fungsi

Bagi manusia; sbg sumber energi. Bagi tumbuhan; amilum


sebagai cadangan makanan, sellulosa sbg pembentuk kerangka
bagi tumbuhan.

Tumbuhan mendapat amilum dan selulosa dari glukosa.


Glukosa dihasilkan pada fotosintesis

Beberapa monosakarida penting

Glukosa

Glukosa disebut juga gula anggur karena terdapat dalam buah


anggur, gula darah karena terdapat dalam darah atau dekstrosa
karena memutarkan bidang polarisasi kekanan. Glukosa
merupakan monomer dari polisakarida terpenting yaitu amilum,
selulosa dan glikogen. Glukosa merupakan senyawa organik
terbanyak. terdapat pada hidrolisis amilum, sukrosa, maltosa,
dan laktosa.

Fruktosa

Fruktosa terdapat dalam buah2an, merupakan gula yang paling


manis. Bersama2 dengan glukosa merupakan komponen utama
dari madu. Larutannya merupakan pemutar kiri sehingga
fruktosa disebut juga levulosa.

Ribosa dan 2-deoksiribosa

Ribosa da 2-deoksiribosa adalah gula pentosa yg membentuk


RNA dan DNA.

Sifat2 monosakarida
1. semua monosakarida zat padat putih, mudah larut dalam
air.
2. larutannya bersifat optis aktif.
3. larutan monosakarida yg baru dibuat mengalami
perubahan sudut putaran disebut mutarrotasi.
4. contoh larutan alfaglukosa yang baru dibuat mempunyai
putaran jenis + 113` akhirnya tetap pada + 52,7`.
5. umumnya disakarida memperlihatkan mutarrotasi, tetapi
polisakarida tidak.
6. semua monosakarida merupakan reduktor sehingga
disebut gula pereduksi.

Identifikasi monosakarida

1. uji umum utk karbohidrat adalah uji Molisch. bila


larutan karbohidrat diberi beberapa tetes larutan alfa-
naftol, kemudian H2SO4 pekat secukupnya sehingga
terbentuk 2 lapisan cairan, pada bidang batas kedua
lapisan itu terbentuk cincin ungu.
2. gula pereduksi yaitu monosakarida dan disakarida
kecuali sukrosa dapat ditunjukkan dg pereaksi Fehling
atau Bennedict. Gula pereduksi bereaksi dg pereaksi
Fehling atau Benedict menghasilkan endapan merah
bata (Cu2O). Selain Pereaksi Benedict dan Fehling, gula
pereduksi juga bereaksi positif dg pereaksi Tollens.
3. reaksi Seliwanoff (khusus menunjukkan adanya
fruktosa). Pereaksi seliwanoff terdiri dari serbuk
resorsinol + HCl encer. Bila fruktosa diberi pereaksi
seliwanoff dan dipanaskan dlm air mendidih selama 10
menit akan terjadi perubahan warna menjadi lebih tua.

O O
â•‘ â•‘
C H C OH
│ │
(CHOH)4 + 2CUO (CHOH)4 + CU2O↓
│ Fehling │ cermin tembaga
CH2OH CH2OH
Glukosa as. glukonat
(wah susah juga buat reaksi...)

Tags: karbohidrat, monosakarida, disakarida


Prev: Aditif Makanan
Next: Kemampuan Memahami Ayat-ayat Allah
reply share

Sponsored Links

Shop at the Hi-Def Video -


Multiply Upgrade to
Marketpla Multiply
ce Premium

Low Prices on * Your photos &


Shoes, Jewelry, videos as large as
Clothing, Food, possible for all your
Accessories, T- friends and family *
Shirts, Electronics Your video in HD
and much more. Safe (up to 1080p) *
Shopping from Automated backup
friendly, trusted and permanent
sellers. Great deals storage * Ad-free
on local items. browsing..
16 CommentsChronological Reverse
Threaded
reply
fatryana wrote on Mar 1, '08
thanx for the info! ^ ^
reply
qforq wrote on Mar 3, '08
ur very welcome.
reply
mfathur wrote on Mar 5, '08
eh mbak saya mau nanya nih. Hubungannya dengan
kecepatan pelepasan energy, mana lebih bagus (untuk
tubuh kita) yang mono atau yang poli?

Sekalian minta ijin untuk ngereferece blog ini ke blog


saya(http://sehatoptimal.wordpress.com). Boleh?
reply
qforq wrote on Mar 6, '08
maf, bukan org jawa :) Dlm hal pelepasan energy,
berdasarkan struktur molekulnya maka polisakarida
memerlukan waktu utk mengurai mjd mono. Misalnya
HCl dan Cl, dari HCl utk mendapatkn Cl mk HCl perlu
terurai dl mjd H + Cl. Dan polisakarida ga larut dalam
air. So, u can decide which is better. Ngereference?
boleh.
reply
litha2607 wrote on May 18, '08
mbak boleh nanya ya...
kalo reaksinya antara fehling A, fehling B ma
karbohidrat tu kayak gimana sih...
makasih....^_^
reply
okvlielyne wrote on Aug 18, '08
mbak saya mw tanya tapi ne keluar jalur dikit..
menurut mbak knapa ada gula fermentasi dan gula
tidak terfermentasi?
alasan nya apa?
makasih..
klu bisa bales ke mail saya
she_okvlie@yahoo.com
reply
qforq wrote on Aug 22, '08
gula fermentasi n gula non fermentasi? baru denger.
Bukan gula pereduksi n nonpereduksi?
Alrite, i'll try to answer it.
Fermentasi: proses produksi energi dalam sel dalam
keadaan anaerob. Nah klo dikaitin ma gula, maka gula
fermentasi akan menghasilkan produk baru seperti
alkohol (biasanya klo gula difermentasikan akan
menghasilkan alkohol). Sedangkan gula nonfermentasi
berarti gula yg ga mengalami fermentasi, dg kata lain
gula itu tdk mengalami proses dlm keadaan anaerobik.
contoh sehari2: untuk membuat wine maka anggur
harus diragi/difermentasi slm bbrp hari supaya
menghasilkan alkohol, semakin lama proses fermentasi
maka kadar alkohol dlm wine semakin tinggi.
So, decide by urself what d reason is.
reply
nisauzzakiyah wrote on Mar 15, '09
Ambil ilmunya dikit teh........
reply
gede070107 wrote on Mar 28, '09
misi...aku mau nanya...kan kita udah uji karbohidrat
dengan tes MOLISCH,BENEDICT,trus udah uji sulfat
dengan hasil endapan putih...trus tes fosfor
menghasilkan warna biru...pertanyaan saya...endapan
putih itu apa???trus kenapa pas uji fosfor warnanya
biru...kenapa dya berwarna biru???kenapa tidak warna
lain...terima kasih sebelumnya...tolong dijawab ya
mba...
reply
qforq wrote on Apr 11, '09
hadooh...maap sodara2. ud lama ga eksis di multiply, jd
bru buka skrang dah. pengen jawab, tar ud telat lagi, ya
next dah.
reply
gegewerehere wrote on May 19, '09
mau tanya: kalo uji molish yang jangan dikocok itu pas
penambahan pertama ( pereaksi molish) atau pada
penambahan yang kedua (as. sulfat pekat).makasih
reply
cherlie05690 wrote on Jul 23, '09
mbk mo nanya nech:
"gman cranya menentukan karbohidrat dg
menggunakan uji cara Luff-Schoorl?"
dan bgaiman uji kimia (luffschrool) untuk karbohidrat
di kentang gimana sih caranya??????
reply
ikameilaty wrote on Sep 12, '09
makasih....
reply
ennol wrote on Sep 26, '09
mbak mo nanya nih...
bntar lagi aku maw praktikum identifikasi karbohidrat
trus ada pretest.nya kira2 yang perlu dipe;ajarin apa aja
ya??? thx b4
reply
iqbalr2hmi wrote on Dec 7, '09
kunjungi juga

iqbal-tembilahan.blogspot.com

kategori Ilmu Gizi --> KARBOHIDRAT

mari kita diskusikan bersama. Thanks.


reply
mbu2007saveu wrote on Sep 24
Hello... Would you mind translating those sentences for
me?
audio reply video reply
Add a Comment

Quote original message


Preview
Submit & Spell Check

© 2010 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise ·


Translate · API · Contact · Help
j