Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR TERHADAP By.

DI RUANG DELIMA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOEK

BANDAR LAMPUNG

NAMA: RANGGA SETIAWAN

NIM: NIM 144012011077

PRODI: DIII KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)

MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG

PRODI DIII KEPERAWATAN

2013
LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL : ASUHAN KEPERAWATAN BBL TERHADAP By. S DI RUANG DELIMA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR

LAMPUNG

NAMA : RANGGA SETIAWAN

NIM : 144012011077

Bandar Lampung, November 2013

Mengetahui,

Pembimbing Akademik, Pembimbing Lahan,

Ns. Yeti Septiasari, S.Kep Rosdiana, Amd.Keb


1. PENGKAJIAN
A. Identits
a. Pengkajian Identitas
Nama bayi : By. S
Umur bayi : 1 hr
Tanggal/jam lahir : 10 november 2013
Jenis kelamin : laki laki
Anak ke : ke 3
BB : 3200 gr
PB : 49 cm

Nama Ibu : Ny. S


Umur : 23 tahun
Suku/bangsa : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Alamat : Kedondong, Kab Pesawaran

Nama ayah : Tn. R


Umur : 27 Th
Suku bangsa : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : STM
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Kdondong, Kab. Pesawaran
2. Riwayat persalinan
A. G:2 P:2 A:0
B. Lamnya persalinan
Kala I : 5 jam 30 menit
Kala II : 4 jam 45 menit
Kala III : 30 menit
Jumlah :10 jam 45 menit
C. Keadaan Air Ketuban: jernih
D. Waktu pecahnya ketuban:
E. Jenis persalinan: spontan
F. Lilitan tali pusat: terdapatb lilitan tali pusat
G. Di tolong oleh: bidan
H. Komplikasi persalinan
Ibu: tidak ada komplikasi pada bayi
Bayi tidak ada komplikasi pada ibu
I. Resusitssi
a. Penghisapan lendir : tidak
b. Ambu : tidak
c. Massac jantung : tidak
d. Intubasi indotraceal : tidak
e. Oksigen : tidak
f. Therapi : ya
g. Keterangan : tidak
3. Kebiasan ibu waktu hamil
A. Makanan : mkan nasi dan lauk pauk, namun ibu jarang makan daging dan
ikan ikanan
B. Obat obatan : klien tidak pernh mengonsumsi obat obatan saat masa kehamilan
C. Merokok : klien tidak merokok
D. Lain lain :
4. Pemerisaan fisik
A. APGAR Score
No APGAR Menit Ke 1 Menit ke 2
1 Frekuensi jantung > 100 > 100
2 Usaha nafas Lambat tidak teratur Menangis dengan kuat
3 Tonus otot Ektensi/fleksi sedikit Gerakan aktif
Kemerahan,tangan dan Kemerahan, tangan dan
4 Warna kulit
kaki biru kaki biru
Reaksi terhadap
5 Gerakan sedikit menangis
rangsangan
Jumlah 6 9
B. Keadaan umum
C. TTV
a. suhu : 36,80c
b. pernafasan : 110x/m
c. HR :120 x/m
D. Antropometri
a. BB sekarang : 3200 gr
b. Panjang badan : 49 cm
c. Lingkar lengan: 12 cm
d. lingkar dada : 32 cm
e. LILA : 14cm
5. Head to toe
a. Kepala : ubun-ubun besar belum menutup, rambut hitam distribusi merata,
molding (+) terdapat caput succedoneum, dan tidak ada cbphd hematom.
b. Mata : simetri, sclera putih, terdapat gambaran tipis pembuluh darah,
konjungtiva merah muda, tidak ada perdarahan.
c. Mulut : simetris, palatum normal, terdapat corron/secret pada mulut, tidak
ada pembesaran tonsil, reflek menghisap baik, reflek rooting baik, bibir warna
kemerahan.
d. Hidung : simetris, berbentuk sempurna, pernafasan tidak spontan karena
saat proses pengeluaran bayi terlilit tali pusat, ada secret dan sianosis, tidak ada
pernafasan cuping hidung.
e. Telinga : simetris antar kanan dan kiri, tidak ada cairan yang keluar dari
lubang telinga, telinga terbentuk sempuna.
f. Leher : tidak ada hematoma, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak
ada pembesaran kelenjar jugularis
g. Dada : tidak ada fraktur, bentuk dada simetris kanan dan kiri, tidak ada
weezing, ada ronchi dan batuk, ada tarikan dinding dada sesat bayi melakukan
reflek batuk untuk mengeluarkan cairan yang ada di rongga mulutnya.
h. Abdomen : bentuk perut simetris kanan dan kiri, bulat dan datar, pernafasan
abdominal, tidak teraba benjolan, tali pusat masih basah, tidak ada perdarahan.
i. Punggung/panggul dan bokong : tidak ada benjolan atau lesi pada daerah
punggung, panggul dan bokong, terdapat lipatan pada bokong, dari pemeriksaan
colok dubur terdapat lubang anus dengan mekonium (+)
j. Ekstremitas :
1. Atas : simetris pada kedua tangan, tidak ada sindoktili/plidaktili pada jari-
jari tangan, tangan bergerak aktif, teraba dingin persisi tangan fleksi.
2. Simetris : simetris bentuk kedua kaki, tidak ada sidiktili /poliaktili pada
jari-jari kaki, kaki bergerak akttif, telapak kaki kebiruan dan tidak
oedeme.
k. Genetalia : tidak ada kelamin, tampak alat kelamin perempuan.
l. Anus : terdapat lubang anus.

E. Refleks-refleks
1. Moro : bayi langsung kaget saat diberikan rangsangan
2. Rooting : baik, saat diberikan rangsangan bayi langsung mencari arah
rangsangan
3. Walking
4. Graft/plantars : baik, ketika diletakkan benda pada telapak tangan, bayi mampu
menggenggam tersebut dengan baik.
5. Sucking : bayi dapat menghisap kuat saat diberikan susu
6. Tonic neck :bayi dapat menoleh kekiri dan kekanan.
F. kebutuhan sehari-hari :
1. Nutrisi : saat ini klien hanya inum ASI, IND dilakukan setelah ibu bayi
pindah keruang perawatan.
2. Eliminasi : setelah 10 menit kelahiran bayi langsung BAK dengan warna
urine kurang jernih dan bayi langsung BAB atau mengeluarkan mekonium dengan
konsistensi lunak/mencret berwarna hitam.
3. Istirahat tidur : kebutuhan istirahat klien baik.
G. Data penunjang

Pada saat lahir, bayi tidak dilakukan pememriksaan seperti rongent ataupun
laboratorium.

H. Pengobatan/terapi (saat pengkajian)


a. Injeksi protem 0,5 cc IM
b. Perawatan tali pusat
c. Gentamicyn 2 tetes pada mata
d. INC 2 jam
e. ASI

I. Data focus

DS :-

DO :

 Aksal bayi teraba dingin dan pucat


 Ambicor tampak kotor
 Suhu 36,20C
 Tali pusat masih basah
 Bayi menggil
 Ronchi (+)
 Teraba lender/cairan disaluran nafas yaitu dihidung dan mulut bayi
 Klien batuk saat lender masih terdapat dimulut bayi
 Tali pusat terbungkus dengan ambicar
 RR = 50 x/menit
J. Analisa data

No Data Senjang Masalah Etiologi


1. DS : - Bersihan jalan nafas Adanya secret
DO : inefektif
- Terdapat cairan lender
disaluran nafas yaitu
dihidung dan mulut bayi
- Ronchi (+), batuk (-)
- RR = 50 x/menit

2. Ds : - Resiko Infeksi Perawatan tali


DO : pusat
- Tali pusat masih basah
- Tali pusat terbungkus dengan
ambicor
- Ambicor tempte kotor

3. Ds : - Resiko tinggi terhadap Adptasi/perubahan


DO : hipotermi lingkungan
- Ateral3.bayi teraba dingin dan external.
pucat
- Bayi menggil
- Suhu 36,20C
K. . Prioritas masalah

1. Bersihan jalan nafas inefektif

2. resiko infeksi

3. reisiko tinggi terhadap hipormi

L. Diagnosa Keperawatan

1. Bersihan jalan nafas inefektif b.d adanya sekret

2. resiko infeksi b.d perawatan tali pusat

3. reisiko tinggi terhadap hipormi b.d adaptasi/perubahan lingkungan external.

M. . Rencana Keperawatan

No Tujuan Intervensi Rasional


1. Tupan : Setelah dilakukan 1. Bersihan muka bayi 8. Mencegah
askep selama 1x24 jam dari lender segera terhalangnya udara
diharapkan jalan nafas setelah lahir masuk keparu-paru
inefektif teratasi.
2. Hisap lendir dari mulut 9. Waktu menghisap
Tupen : setelah dilakukan dan hidung bayi 5 detik
askep selama 3x24had jam rmembebaskan
menit diharapkan secret bersih jalan nafas dari
dengan KH : secret.
- Ronkhi (-) 3. Posisikan bayi miring 10. Untuk mencegah
- Lendir (-) kanan aspirasi
4. Pakaikan pakaian 11. Memudahkan
cukup longgar ekspansi paru
untuk berkembang
5. Obsevasi TTV 12. Megobservasi
tanda gejala
distress
pernafasan.

2. Tupan : setelah dilakukan 1. Keringkan tubuh dan 1. Mempertahankan


askep selama 1x24 jam resiko kepala bayi segera temperature tubuh
tinggi terphadak terp setelah lahir stabil
hipotermi tidak terjadi 2. Angkat selimut yang 2. Selimut lembab
lembab akan
Tupen : setelah dilakukan menyebabakan
askep selama 3x24 jam bayi hipotermi
diharapkan klien mampu 3. Selimuti bayi dengan 3. Dengan suhu yang
beradaptasi dengan perubahan selimut hangat dan hangat dan
lingkungan eksternal dengan bertopi mencegah
KH : terjadinya
- Suhu 36,5-37,50C hipotermi
- Akral hangat, warna 4. Fasilitasi kontak diri 4. Suhu ibu bisa
kemerahan. dengan ibu ditransferkan
kebayi
5. Letakkan bayi pada 5. Suhu yang hangat
suhu hangat akan mencegah
hipotermi
6. Jangan memandikan 6. Mencegah
bayi sampai suhu stabil hipotermi lebih
370C setelah 6 jam lanjut
7. Pantau TTV 7. Megetahui
keadaan umum
klien dengan
perubahan kondisi

3. Tupan : setelah dilakukan 1. Cuci tangan sebelum 1. Mencegah


askep selama 3x24 jam resiko dan sesudah kontak terjadinya infeksi
infeksi teratasi dengan bayi nosokomial
2. Gunakan sarung 2. Memperhatikan
Tupen : setelah dilakukan tangan jika kontak tekhnik aseptic
askep selama 1x24 jam dengan secret tubuh
diharapkan perawatn tali pusat 3. Cek mata setiap hari 3. Mengobservasi
teratasi dengan KH : kemungkinan
- Tali pusat terawat infeksi
dengan baik. 4. Lakukan perawatan tali 4. Mencegah
pusat dengan baik terjadinya infeksi.

A. Implementasi dan Evaluasi

Dx/tgl Implementasi paraf Evaluasi


I 1. membersihkan muka bayi dari S:
11/11/13 lendir sgera setelah bayi lahir O: -Lendir bayi jernih
H: bayi di bersihkan dengan duk - Ronchi (-)
Steril sebanyak 3x usapan, muka bayi - Lendir (-)
menjadi basah - Klien menangis kuat
- Klien lebih tenang
2.menghisap lendir dengan A: Masalah gangguan bersihan
menggunakan balon, menghisap jalan nafas infektif teratasi
mulai dari mulut dan hidung P: -Perhatikan keadaan umum
H: lendir kental 2 cc, bayi menangis klien
kuat - Monitoring TTV
3.memberikan posisi bayi miring
kanan
H: ada secret keluar dari ulut bayi
4.mengukur TTV bayi
H: nadi 135x/m, rr: 45x/m, s: 360c

II 1.Mengeringkan tubuh bayi dengan S:


11/11/13 kain yang bersih dan kering O: - tubuh klien masih kotor
H: Tubuh bayi terdapat lemak dan banyak terdapat sisa sisa
pada bagian kepala terdapat sisa sisa lemak, teraba lengket
darah, badan bayi terasa lengket - bayi nyaman di letakkan di
2.Menempatkan bayi pada tempat infant warmer, menggigil (-)
yang hangat. - bayi menangis kuat
H: Bayi terlihat nyaman dan tidak - bayi mapu menghisap
menggigil putting ibunya
3.Menyelimuti atau membedong bayi A: Maslah resiko tinggi
setelah dilakukan pemeriksaan fisik terhadap hipotermi teratasi
dan antropometri P: Monitoring suhu tubuh bayi
H: bayi tampak nyaman dan tidak Jaga kehangatan bayi
menangis
4.Memfalitasi kontak dini dengan ibu
H: Setelah 2 jam di letakkan di infant
warmer, bayi di antarkan kekamar
ibunya untuk IMD

III 1.Memandikan bayi dengan S:


11/11/13 menggunakan air hangat O: - Klien bersih
H: setelah di mandikan klien tampak - Klien terlihat lebih
bersih nyaman
2.Melakukan perawatan tali pusat - tali pusat masih basah,
H: setelah di mandikan tali pusat di perdarahan (-)
keringkan kemudian dibunggkus - Tali pusat terbungkus
menggunakan kasa steril dengan kas steril
A: Masalah resiko infeksi pada
tali pusat belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
- Lkukan perawatan tali
pusat dengan baik
LEMBAR KONSUL

No Tanggal Keterangan Paraf