Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL JURNAL REVIEW

“PENGINDERAAN JAUH DALAM ANALISIS BENTUKAN LAHAN ASAL PROSES


FLUVIAL “

GEOMORFOLOGI DASAR

Dosen Pengampu :

Dr.Dwi Wahyuni Nurwihastuti,S.Si.,M.Sc.

Disusun oleh :

KRISTINA SINAGA

(3193331028)
REGULER A 2019

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan karunia-Nya
saya dapat menyelesaikan tugas critical journal review. Adapun tugas ini adalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah “GEOMORFOLOGI DASAR” yang diampu oleh Ibu Dr.Dwi
Wahyuni Nurwihastuti, S.Si., M.Sc. Saya berharap critical journal review ini dapat berguna bagi
kita semua. Dengan Critical Jurnal Review ini dapat membantu sistem pembelajaran serta
memberikan informasi yang bermanfaat.

Namun penulis menyadari bahwa Jurnal Review ini belum dapat dikatakan sempurna
karena mungkin masih banyak kesalahan-kesalahan. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik
dan saran.Akhir kata saya ucapkan terimakasih.

2
IDENTITAS DIRI

Nama :Kristina sinaga

Nim :3191331028

Tempat tgl lahir :Kampung sipirok,07 Juni 2000

Alamat :Jl. Perjuangan Gang Mufakat

Email :kristinasinaga543@gmail.com

No.HP :082273916139

judul CJR :Penggunaan data penginderaan jauh dalam analisis bentukan


lahan asal proses alluvial diwilayah karangsambung

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ i

DAFTAR ISI.......................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang...................................................................................................................1

BAB II RINGKASAN JURNAL

 Identitas Jurnal........................................................................................................2
 Ringkasan bagian jurnal
a. Pendahuluan....................................................................................................................2
b. Kajian Teori.....................................................................................................................3
c. Metode Penelitian....................................................................................................4
d. Pembahasan.............................................................................................................5
e. Kesimpulan dan saran....................................................................................................6

BAB III PEMBAHASAN

a. Relevansi antara topic jurnal dengan geomorfologi..............................................8


b. Pokok-pokok argumentasi penulis dalam pendahuluan..........................................9
c. Pemilihan serta cakupan kajian teori .....................................................................9
d. Metodologi penelitian yang digunakan dan relevansinya.......................................10
e. Kerangka berpikir penulis pada bagian pembahasan.............................................10
f. Kesimpulan dan saran yang diajukan penulis.........................................................11
g. Pembahasan memuat kritik terhadap jurnal ..........................................................11

BAB IV PENUTUP

Kesimpulan dan Saran.......................................................................................................12

iii
BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Geomorfologi (geomorphology) adalah ilmu tenttang roman muka bumi


beserta aspek-aspek yang mempengaruhinya.Dimana geomorfologi merupakan
cabang dari ilmu geografi,mempelajari tentang muka bumi yang meliputi pandangan
luas sebagai cakupan satu kenampakan sebagai bentuk lahan (landform).

Hubungan geomorfologi dengan kehidupan manusia adalah dengan adanya


pegunungan-pegunungan, lembah, bukit, baik yang ada di darat maupun di dasar laut.
Adanya berbgai macam bencana alam seperti gunung berapi, gempa bumi
berhubunga dengan lahan yang ada di bumi yang mendorong manusia untuk
melakukan pengamatan dan mempelajari bentuk-bentu geomorfologi yang ada di
bumi. Sehingga dilakukan pengamatan ddan identifikasi bentuk lahan.

Bumi bersifat dinamis karena dari waktu ke waktu bumi mengalami


perubahan baik struktur, formasi maupun bentang lahan (landscape). Perubahan dapat
kita rasakan dan lihat langsung adalah perubahan bentang lahan (landscape). Banyak
factor yang mengakibatkan perubahan bentuk lahan yaitu tenaga endogen maupun
eksogen.

Air merupakan factor yang menyebabkan perubahan bentuk lahan khusunya


terbentuk lahan fluvial. Bentuk bentang lahan dipermukaan bumi terjadi oleh erosi
atau pengendapan. Air yang berasal dari aliran air hujan bergerak turun melalui
lereng-lereng, jika lereng tersebut terdiri dari lapisan tipis, maka berubah menjadi alur
besar menjadi sungai. Jika gerakan aliran cepat, maka kekuatan pengikisnya akan
besar. Sehingga untuk lebih memperjelas bagaimana semua prose situ terjadi perlu
dibahas bagaimana semua bentang lahan itu terjadi khususnya yang disebabkan oleh
factor air atau bentuk lahan fluvial.

1
BAB II

RINGKASAN JURNAL

 IDENTITAS JURNAL

Judul : PENGGUNAAN DATA PENGINDERAAN JAUH


DALAM ANALISIS BENTUKAN LAHAN ASAL
PROSES FLUVIAL DI WILAYAH KARANGSAMBUNG

Penulis : Puguh Dwi Raharj

Lembaga Penerbit : Staf di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian


Karangsambung, LIPI

Volume/Halaman : 10/167-174

Nomor :2

Tahun : Juli 2013

 RINGKASAN BAGIAN JURNAL


a. Pendahuluan

Geomorfologi dapat didefinisikan sebagai Ilmu tentang yang membicarakan


tentang bentuklahan yang mengukir permukaan bumi, Menekankan cara
pembentukannya serta konteks kelingkungannya (Dibyosaputro, 1998). Obyek
kajian geomorfologi adalah bentuklahan yang tersusun pada permukaan bumi di
daratan maupun penyusun muka bumi di dasar laut, yang dipelajari dengan
menekankan pada proses pembentukan dan perkembangan pada masa yang akan
datang, serta konteksnya dengan lingkungan (Verstappen, 1983).

2
Dalam mempelajari mengenai geomorfologi penekanan utamanya adalah
mempelajari bentuklahan/landform. Bentuk lahan sendiri merupakan bentukan
pada permukaan bumi sebagai hasil perubahan bentuk permukaan bumi oleh
proses-proses geomorfologis yang beroperasi di permukaan bumi. Proses
geomorfologis diakibatkan oleh adanya tenaga yang ditimbulkan oleh medium
alami yang berada di permukaan bumi.Salah satu bagian dari sumberdaya alam
adalah sumberdaya lahan. Informasi mengenai kondisi geomorfologi pada suatu
daerah merupakan dasar utama dalam penyusunan pengelolaan lahan.

Klasifikasi bentuklahan didasarkan pada: genesis, proses, dan batuan.


Bentuklahan bentukan asal fluvial berhubungan dengan daerah-daerah
penimbunan (sedimentasi) seperti lembahlembah sungai besar dan dataran aluvial.
Pada dasarnya bentuklahan ini disebabkan karena proses fluvial akibat proses air
yang mengalir baik yang memusat (sungai) maupun aliran permukaan bebas
(overlandflow). Ketiga aktivitas baik dari sungai maupun aliran bebas mencakup
Erosi, Transportasi, dan Sedimentasi.

Tujuan dalam penelitian ini adalah melakukan analisis bentukan lahan asal
proses fluvial di wilayah Karangsambung dengan menggunakan wahan citra
satelit Sehingga dengan mengetahui jenis bentukan lahan asal proses fluvial pada
kawasan dapat digunakan sebagai perencanaan tata ruang khususnya dalam bidang
sumberdaya air.

b. Kajian Teori
 Geomorfologi dapat didefinisikan sebagai Ilmu tentang yang membicarakan
tentang bentuklahan yang mengukir permukaan bumi, Menekankan cara
pembentukannya serta konteks kelingkungannya (Dibyosaputro, 1998).
 Obyek kajian geomorfologi adalah bentuklahan yang tersusun pada
permukaan bumi di daratan maupun penyusun muka bumi di dasar laut, yang
dipelajari dengan menekankan pada proses pembentukan dan perkembangan

3
pada masa yang akan datang, serta konteksnya dengan lingkungan
(Verstappen, 1983).
 Peta geomorfologi juga dapat berguna untuk penyusunan rencana tata ruang
agar sesuai dengan kondisi fisik lingkungan setempat, sehingga diharapkan
dapat memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan kondisi kehidupan
yang lebih baik bagi masyarakat (Iskandar, 2008).

c. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan bahan dan alat antara lain: Peta RBI skala
1:25.000, Citra Landsat TM daerah penelitian, perangkat keras berupa
seperangkat komputer, perangkat lunak menggunakan program ArcView 3.3
dengan penambahan tolls extensions untuk pengolahan data vektor, EN VI 4.0
untuk pengolahan data raster dan Surfer 7.0, GPS untuk menentukan dalam
cekking lapangan, Abney Level untuk mengetahui kemiringan lereng di lapangan,
serta kamera digital.

Bahan citra berupa satelit landasat TM dilakukan suatu pengkoreksian


sebelum dilakukan analisis, koreksi tersebut meliputi koreksi geometrik, yaitu
koreksi pada citra agar terdapat kesamaan geometri antara citra dengan
permukaan bumi akibat adanya rotasi bumi dan pergerakan wahana sensor.
Koreksi yang kedua adalah koreksi radiometrik yang merupakan koreksi sebagai
pembebasan awan. Komposit warna semu digunakan pada citra dengan maksud
untuk menonjolkan karakteristik tertentu. Pada penelitian ini digunakan analisis
intepretasi citra secara visual.

Band komposit yang digunakan pada penelitian ini antara lain menggunakan
RGB 452. Komposit RGB 452 digunakan dalam mendeteksi konfigurasi
permukaan agar terlihat dengan jelas topografi dan bentukbentuknya. Citra radar
SRTM 30 tile e100n40 digunakan untuk mengetahui nilai DEM dilakukan

4
pengkonversian ke dalam bentuk vektor sehingga dapat dilakukan pengkelasan
terhadap kemiringan lereng dengan menggunakan Metode Horn. Dengan
mengetahui keadaan secara umum permukaan maka akan dapat dilakukan suatu
kajian mengenai karaktersitik.

Penggunaan data DEM SRTM dapat terlihat dengan jelas topografi


permukaan sehingga dapat digunakan untuk menganalisis proses geomorfologi
fluvial, sedangkan dengan menggunakan data Komposit RGB FCC 452 Landsat
TM pancaran spektralnya mempermudah membedakan sub-sub bentuk lahan
fluvial

d. Pembahasan

Dalam melakukan analisis mengenai bentukan lahan asal proses fluvial pada
penelitian ini dilakukan dua tahap, yang pertama dilakukan dengan analisis SIG
dan yang kedua dengan intepretasi citra. Analisis dengan menggunakan sistem
informasi geografis diperlukan suatu data kenampakan tiga dimensional yang
memperlihatkan kondisi topografi wilayah. Dengan menggunakan ektensi 3D
modeling pada software pengolah data vektor data dasar yang berupa garis kontur
wilayah dirubah dalam bentuk TIN yaitu berupa garis-garis yang membentuk
segitiga yang tidak beraturan guna menggambarkan kenampakan 3 dimensional.

Mengingat wilayah ini masih terdapat banyak singkapan batuan dengan


topografi yang berbukit maka air hujan yang jatuh pada permukaan sebagian
besar akan menjadi aliran permukaan dengan tingkat kecepatan dan debit aliran
yang tinggi. Semakin lama bentukan lahan denudasional terbuat akan terkikis
oleh adanya tenaga fluvial dan menjadikan berbagai bentukan lahan asal proses
fluvial pada kawasan karangsambung.

Geomorfologi yang membentuk bentukan lahan asal proses fluvial di wilayah


karangsambung meliputi :

5
a) Bentuklahan dataran banjir yang merupakan daerah yang sering banjir pada
kawasan ini, dataran banjir merupakan sutau tempat akumulasi sedimentasi
akibat adanya luapan banjir sehingga wilayah ini merupakan daerah yang
secara periodik terkena banjir.
b) Bentuklahan sungai meandering ini diakibatkan karena adanya kekuatan
dari aliran permukaan pada sungai yang menghantam batuan dengan
perbedaan kekompakan batuan sehingga akan terjadi pembelokan arah
sungai, belokan sebelah luar merupakan zona dimana material akan tererosi
yang disebut sebagai pothole sedangkan belokan material diendapkan yang
juga disebut sebagai point bar.
c) Bentuklahan sungai teranyam yang diakibatkan karena banyaknya material
dengan ukuran butir besar/ kasar hasil sedimentasi pada gosong sungai
biasanya wilayah ini merupakan wilayah yang landai dan datar, serta juga
terdapat
d) Bentuklahan sungai mati yaitu di dekat bentuklahan meandering,
bentuklahan ini merupakan hasil akhir dari meandering yang membentuk
suatu danau tapal kuda.

Pentingnya mengetahui zonasi-zonasi bentuklahan fluvial ini untuk sebagai salah


satu faktor dalam menentukan kesesuaian lahan sehingga terciptanya produktivitas
lahan yang optimal.

e. Kesimpulan dan Saran


 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat ditarik simpulan bahwa bentukan


lahan asal proses fluvial yang ada pada kawasan Karangsambung berawal dari
bentukan asal proses struktural yang telah terkena tenaga luar dan menjadi
bentukan asal proses denudasional. Penggunaan data DEM SRTM dapat
terlihat dengan jelas topografi permukaan sehingga dapat digunakan untuk

6
menganalisis proses geomorfologi fluvial, sedangkan dengan menggunakan
data Komposit RGB FCC 452 Landsat TM pancaran spektralnya
mempermudah membedakan sub-sub bentuk lahan fluvial.

 Saran

Alangka baiknya yang berada pada daerah tersebut mengurangi kegiatan


penebangan hutan liar dan tidak membuang sampah sembarangan termasuk
dibuang di sungai agar minimnya terjadi luapan banjir.

7
BAB III

PEMBAHASAN

A. Relevansi antara topic jurnal dengan geomorfologi

Obyek kajian geomorfologi adalah bentuklahan yang tersusun pada


permukaan bumi di daratan maupun penyusun muka bumi di dasar laut. Kondisi
geomorfologi yang dimiliki suatu daerah merupakan sumberdaya alam. Salah satu
bagian dari sumberdaya alam adalah sumberdaya lahan.

Dalam mempelajari mengenai geomorfologi penekanan utamanya adalah


mempelajari bentuklahan/landform. Bentuk lahan sendiri merupakan bentukan
pada permukaan bumi sebagai hasil perubahan bentuk permukaan bumi oleh
proses-proses geomorfologis yang beroperasi di permukaan bumi. Proses
geomorfologis diakibatkan oleh adanya tenaga yang ditimbulkan oleh medium
alami yang berada di permukaan bumi.

Kondisi geomorfologi yang dimiliki suatu daerah merupakan sumberdaya


alam. Salah satu bagian dari sumberdaya alam adalah sumberdaya lahan.
Pemanfaatan sumberdaya lahan yang seoptimal mungkin menjadi suatu keharusan
agar mendapat hasil yang optimal, namun perlu diupayakan agar tidak terjadi
kerusakan pada lahan. Data mengenai sumberdaya lahan sangat diperlukan untuk
dapat memanfaatkan potensi sumberdayalahan secara optimal.

Informasi mengenai kondisi geomorfologi pada suatu daerah merupakan dasar


utama dalam penyusunan pengelolaan lahan. Peta geomorfologi yang memuat
data tentang bentuklahan dan proses geomorfologinya, merupakan salah satu
bentuk data yang relatif lengkap mengenai potensi sumberdaya lahan.

8
B. Pokok-pokok argumentasi penulis dalam pendahuluan
a) Geomorfologi dapat didefinisikan sebagai Ilmu tentang yang
membicarakan tentang bentuklahan yang mengukir permukaan bumi,
Menekankan cara pembentukannya serta konteks kelingkungannya
(Dibyosaputro, 1998).
b) Obyek kajian geomorfologi adalah bentuklahan yang tersusun pada
permukaan bumi di daratan maupun penyusun muka bumi di dasar
laut, yang dipelajari dengan menekankan pada proses pembentukan
dan perkembangan pada masa yang akan datang, serta konteksnya
dengan lingkungan (Verstappen, 1983).
c) Peta geomorfologi juga dapat berguna untuk penyusunan rencana tata
ruang agar sesuai dengan kondisi fisik lingkungan setempat, sehingga
diharapkan dapat memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan
kondisi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat (Iskandar, 2008).

C. Pemilihan serta cakupan kajian teori

Adanya jurnal ini merupakan langkah atau bahan pembaharuan penelitian


dimasa yang akan dating sehingga member informasi yang lebih baru dan lebih
lengkap sehingga bermanfaat bagi pembaca yang akan membaca jurnal tersebut.
Jurnal ini mencakup ilmu tentang yang membicarakan tentang bentuklahan yang
mengukir permukaan bumi, menekankan cara pembentukannya serta konteks
kelingkungannya.Selain itu, dijelaskan dalam kajian teori bahwa peta
geomorfologi juga dapat berguna untuk penyusunan rencana tata ruang agar
sesuai dengan kondisi fisik lingkungan setempat, sehingga diharapkan dapat
memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan kondisi kehidupan yang lebih
baik bagi masyarakat.

9
D. Metodologi penelitian dan relevansinya
 Penelitian ini menggunakan bahan dan alat antara lain: Peta RBI skala
1:25.000, Citra Landsat TM daerah penelitian, perangkat keras berupa
seperangkat komputer, perangkat lunak menggunakan program ArcView
3.3
 Penambahan tolls extensions untuk pengolahan data vektor, ENVI 4.0
untuk pengolahan data raster dan Surfer 7.0, GPS untuk menentukan
dalam cekking lapangan, Abney Level untuk mengetahui kemiringan
lereng di lapangan, serta kamera digital.
 Pada penelitian ini digunakan analisis intepretasi citra secara visual.
 Band komposit yang digunakan pada penelitian ini antara lain
menggunakan RGB 452. Komposit RGB 452 digunakan dalam
mendeteksi konfigurasi permukaan agar terlihat dengan jelas topografi dan
bentukbentuknya.
 Citra radar SRTM 30 tile e100n40 digunakan untuk mengetahui nilai
DEM dilakukan pengkonversian ke dalam bentuk vektor sehingga dapat
dilakukan pengkelasan terhadap kemiringan lereng dengan menggunakan
Metode Horn.
 Penggunaan data DEM SRTM dapat terlihat dengan jelas topografi
permukaan sehingga dapat digunakan untuk menganalisis proses
geomorfologi fluvial, sedangkan dengan menggunakan data Komposit
RGB FCC 452 Landsat TM pancaran spektralnya mempermudah
membedakan sub-sub bentuk lahan fluvial.

E. Kerangka berpikir penulis pada bagian pembahasan

Dalam melakukan analisis mengenai bentukan lahan asal proses fluvial pada
penelitian ini dilakukan dua tahap, yang pertama dilakukan dengan analisis SIG

10
dan yang kedua dengan intepretasi citra. Analisis dengan menggunakan sistem
informasi geografis diperlukan suatu data kenampakan tiga dimensional yang
memperlihatkan kondisi topografi wilayah. Kerangka berpikir menggunakan
ektensi 3D modeling pada software pengolah data vektor data dasar yang berupa
garis kontur wilayah dirubah dalam bentuk TIN yaitu berupa garis-garis yang
membentuk segitiga yang tidak beraturan guna menggambarkan kenampakan 3
dimensional.

F. Kesimpulan dan saran yang diajukan penulis

Bentukan lahan asal proses fluvial yang ada pada kawasan Karangsambung
berawal dari bentukan asal proses struktural yang telah terkena tenaga luar dan
menjadi bentukan asal proses denudasional. Penggunaan data DEM SRTM dapat
terlihat dengan jelas topografi permukaan sehingga dapat digunakan untuk
menganalisis proses geomorfologi fluvial, sedangkan dengan menggunakan data
Komposit RGB FCC 452 Landsat TM pancaran spektralnya mempermudah
membedakan sub-sub bentuk lahan fluvial selanjutnya penulis tidak
mencantumkan saran pada bagian jurnal.

G. Pembahasan berupa kritik

Sebaiknya penulis melengkapi saran yang seharusnya ada pada bagian jurnal
bukan hanya mencantumkan bagian kesimpulan saja agar mempermudah
reviewer untuk mereview jurnal guna pembuatan tugas mata kuliah tertentu.

11
BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan dan saran

Obyek kajian geomorfologi adalah bentuklahan yang tersusun pada


permukaan bumi di daratan maupun penyusun muka bumi di dasar laut.
Bentukan lahan asal proses fluvial yang ada pada kawasan Karangsambung
berawal dari bentukan asal proses struktural yang telah terkena tenaga luar
dan menjadi bentukan asal proses denudasional dan sebaiknya masyarakat
yang berada pada daerah tersebut mengurangi kegiatan penebangan hutan liar
dan tidak membuang sampah sembarangan termasuk dibuang di sungai agar
minim terjadinya luapan banjir.

12