Anda di halaman 1dari 43

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN

disusun untuk memenuhi persyaratan lulus Kuliah Kerja Lapangan

dosen pembimbing: Dr. Isnaini Rosyida S.Si, M.Si

oleh:

Akhmad Faid Murtadlo 4101415012

Amrizal Marwan Ali 4101415014

Setyo Irawan 4101415016

Susanti Rahayu 4101415017

Dwi Anggita Sukmawati 4101415018

Rosa Ary Ardhini 4101415019

Putri Dhea Purnama 4101415020

Vita Fadillah 4101415021

Rechika Ardhia Permatasari 4101415023

Devy Kurniawati 4101415024

Kartika Septina Lastriani 4101415025

Evi Fitriani 4101415026

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2018
HALAMAN PENGESAHAN

KULIAH KERJA LAPANGAN

Laporan Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan

dilaksanakan pada,

hari/tanggal : Selasa – Jumat, 5 – 9 September 2017

tempat : LPMP Jawa Timur dan Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM)

Surabaya

Semarang, Desember 2018

mengesahkan,

Pembimbing Ketua Kelompok

Dr. Isnaini Rosyida S.Si, M.Si Akhmad Faid Murtadlo

NIP 197302191998022001 NIM 4101415012

mengetahui,

Ketua Jurusan Matematika

Drs. Arief Agoestanto, M.Si.

NIP 196205241989032001
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas

segala rahmat dan ridha-Nya yang telah diberikan kepada kami, sehingga kegiatan

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Terpadu Jurusan Matematika FMIPA Unnes hingga

penyusunan laporan Kuliah Kerja Lapangan dapat diselesaikan dengan baik.

Sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan oleh Jurusan Matematika

FMIPA Unnes, bahwa untuk seluruh mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA

Unnes yang mengikuti KKL Terpadu Jurusan Matematika FMIPA Unnes Tahun

2017 diharuskan menyusun laporan Kuliah Kerja Lapangan yang menjadi salah

satu syarat untuk pengambilan sertifikat bukti keikutsertaan mahasiswa dalam

kegiatan KKL. Selain dari itu penyusunan laporan Kuliah Kerja Lapangan ini juga

sebagai bukti bahawa kami (penulis) telah melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan di

LPMP Jawa Timur dan Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya untuk melihat

secara langsung kenyataan yang ada di lapangan.

KKL (Kuliah Kerja Lapangan) yang telah diprogramkan oleh perguruan

tinggi ini memang bertujuan dalam memberikan pengalaman dan wawasan kepada

mahasiswa mengenai kehidupan di masyarakat maupun dunia kerja. Pengalaman

belajar yang diperoleh dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan yang didapatkan

mahasiswa harapannya dapat memberikan bekal hidup dalam bersosialisasi selepas

dari perguruan tinggi nanti.

Selesainya laporan Kuliah Kerja Lapangan ini tentunya tidak terlepas dari

bantuan berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini dengan rasa hormat saya

ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang


telah terlibat dan membatu secara langsung maupun tidak langsung dalam

pelaksanaan dan penyusunan laporan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan, khususnya

kepada:

1. Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, Rektor Universitas Negeri Semarang.

2. Prof. Dr. Zaenuri, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

3. Drs. Arief Agoestanto, M.Si., Ketua Jurusan Matematika Fakultas Matematika

dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

4. Dr. Isnaini Rosyida S.Si, M.Si., Dosen Pembimbing Kuliah Kerja Lapangan

Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Semarang.

5. Kepada Instansi LPMP Jawa Timur dan Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM)

Surabaya

6. Seluruh rekan-rekan yang telah membantu kami yang tidak dapat disebutkan

satu-persatu.

Penulis menyadari bahwa penulisan Laporan Kuliah Kerja Lapangan ini

jauh dari kata sempurna. Untuk itu, penulis dengan senantiasa menerima kritik dan

saran dari pembaca yang bertujuan untuk meningkatkan mutu laporan ini. Akhir

kata penulis berharap semoga laporan Kuliah Kerja Lapangan ini dapat bermanfaat

bagi kita semua, khususnya bagi mahasiswa Jurusan Matematika Prodi Pendidikan

Matematika FMIPA Unnes dan Instansi terkait.

Semarang, Desember 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN .........................................................................

KATA PENGANTAR ....................................................................................

DAFTAR ISI ...................................................................................................

DAFTAR TABEL ...........................................................................................

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................

BAB

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah KKL..............................................................

1.2 Rumusan Masalah KKL ......................................................................

1.3 Tujuan KKL ........................................................................................

1.4 Manfaat KKL ......................................................................................

2. SEKOLAH ALAM INSAN MULIA (SAIM) ............................................

2.1 Gambaran Umum Instansi ..................................................................

2.2 Visi dan Misi .......................................................................................

2.3 Konsep Pendidikan .............................................................................

3. LEMBAGA PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN JAWA TIMUR

3.1 Gambaran Umum

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur ..........................

3.2 Perbedaan Kurikulum 2013 Revisi 2016 dan 2017 .............................


3.3 Penanaman Penilaian Karakter ............................................................

4. PENUTUP

4.1 Simpulan ..............................................................................................

4.2 Saran ....................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

DAFTAR TABEL ............................................................................................

DAFTAR GAMBAR .......................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan adalah hal yang paling penting untuk kemajuan suatu bangsa.

Kemajuan suatu bangsa dapat diukur dari kualitas sistem pendidikan yang ada.

Sistem pendidikan merupakan salah satu komponen dalam peningkatan kualitas

pendidikan di dalam suatu negara. Kualitas pendidikan yang bagus akan

meningkatkan pula kualitas sumber daya manusia di dalam suatu negara. Tanpa

pendidikan, suatu negara manapun tentu akan tertinggal jauh dari negara lain.

Kualitas pendidikan juga dijadikan untuk mengukur sampai sejauh mana

pendidikan tersebut berhasil.

Seperti informasi yang diterbitkan oleh Organisation for Economic Co-

operation (OECD) dalam Program for International Student Assessment (PISA)

menyatakan bahwa tingkat pendidikan di Indonesia pada tahun 2015 menempati

urutan ke-57 dari 65 negara. Peringkat tersebut didapat dari segi ilmu pengetahuan

alam, membaca dan matematika. ((OECD), 2015).


Gambar 1.1 Peringkat Indonesia dari segi matematika ((OECD), 2015)

Gambar 1.2 peringkat Indonesia dari segi membaca ((OECD), 2015)


Gambar 1.3 peringkat Indonesia dari segi ilmu pengetahuan alam ((OECD), 2015)

Dilihat dari gambar 1.1, 1.2, dan 1.3, ranking pendidikan di Indonesia jauh

berada di bawah. Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan sistem

pendidikan yang ada di Indonesia selama ini. Salah satu komponen sistem

pendidikan yang paling erat kaitannya dengan proses belajar mengajar adalah

kurikulum. Salah satu cara yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi masalah

sistem pendidikan adalah dengan menerapkan kurikulum 2013. Karakteristik dari

kurikulum ini adalah proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang

meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi

dan mengkomunikasi.

Terlepas dari masalah kurikulum ini, tentu banyak yang diterapkan dalam

proses belajar mengajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Dalam suatu proses belajar mengajar hal terpenting yang harus ditekankan adalah
bagaimana proses seorang guru dalam menyampaikan materi agar dapat di terima

oleh siswa-siswi mereka.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana konsep pendidikan yang dilaksanakan di Sekolah Alam Insan

Mulia?

2. Bagaimana sistem pembelajaran yang dilakukan di Sekolah Alam Insan

Mulia?

3. Bagaimana pandangan pendidikan menurut LPMP (Lembaga Penjaminan

Mutu Pendidikan) Jawa Timur?

4. Bagaimana cara LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa

Timur untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Indonesia?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui konsep pendidikan yang dilaksanakan di Sekolah Alam Insan

Mulia

2. Mengetahui sistem pembelajaran yang dilaksanakan di Sekolah Alam

Insan Mulia

3. Mengetahui pandangan pendidikan menurut LPMP (Lembaga Penjaminan

Mutu Pendidikan) Jawa Timur

4. Mengetahui cara LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa

Timur untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Indonesia


1.4 Manfaat

1. Manfaat Teoretis

Laporan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk

meningkatkan perkembangan pendidikan di Indonesia.

2. Manfaat Praktis

Laporan ini dapat menjadi inspirasi bagi pembaca dalam mewujudkan

pendidikan di Indonesia yang lebih baik.


BAB II

SEKOLAH ALAM INSAN MULIA (SAIM)

2.1 Gambaran Umum Instansi

Sekolah Alam Insan Mulia atau yang biasa dikenal dengan SAIM adalah

sekolah alam berbasis agama dan berwawasan internasional pertama di Surabaya.

SAIM sebagai laboratorium kehidupan memiliki visi menjadi lembaga pendidikan

terbaik yang melahirkan generasi dan pemimpin muslim berakhlaq mulia dan

berkualitas dunia.

a Religious

b Honesty

c Leadership

d Joyful Learning

e Emphaty

f Entrepreneurship

2.2 Visi Dan Misi

2.2.1 VISI

Menjadi lembaga Pendidikan terbaik yang melahirkan generasi dan pemimpin

muslim berkarakter mulia berkualitas dunia.


2.2.2 MISI

a. Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, kreatif, dan

aplikatif dengan memerhatikan perkembangan dan potensi yang

dimiliki siswa.

b. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap nilai Islami serta

budaya bangsa

c. Menjadikan generasi yang memiliki kematangan emosional,

berkepribadian mandiri, jujur, bertanggung jawab, serta peduli terhadap

lingkungan dan sesama.

d. Menumbuhkan kemampuan berkompetisi di era global

2.3 Konsep Pendidikan

2.3.1 Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak

SAIM sebagai laboratorium kehidupan memiliki visi menjadi

lembaga pendidikan terbaik yang melahirkan generasi dan pemimpin muslim

berakhlaq mulia dan berkualitas dunia. Pendidikan Karakter PG-TK SAIM

dikaitkan dengan Sepuluh (10) pilar anak Indonesia adalah sebagai berikut.

1. Religius

2. Hidup Sehat

3. Pembelajar yang aktif

4. Tangguh dan berkarakter

5. Komunikatif (berani berekspresi dan berpendapat) dan kolaboratif

6. Cinta lingkungan dan kontributif

7. Seni dan Budaya


8. Menghargai keberagaman

9. Berjiwa entrepreneur

10. Menguasai teknologi informasi

2.3.2 Sekolah Dasar

SD SAIM merupakan lembaga pendidikan yang memiliki proses belajar

dari alam. Sebagai wujud pembelajaran karakter kepedulian kepada lingkungan, SD

SAIM memiliki beberapa proyek yang selalu melibatkan siswa dan siswinya untuk

proaktif dalam membangun wawasan lingkungan dan kerja nyata untuk

memperbaiki kondisi di sekitarnya.

2.3.2.1 Program Unggulan

SD SAIM memiliki kegiatan yang diberikan secara bertahap dalam

mengantarkan siswa-siswinya pada kehidupan nyata.

Outdoor activity: kegiatan yang membiasakan siswa dalam menghadapi

tantangan dalam kehidupan nyata. Dimulai dari kegiatan di luar kelas, luar sekolah,

hingga ke luar kota. Seperti: Visitasi ke rumah teman, tempat bersejarah, instansi

lain, dan beberapa perusahaan yang terkait dengan tema pembelajaran. Outdoor

activity juga mendekatkan anak dengan alam yang sesungguhnya; pantai (observasi

pantai dan penduduk), hutan (reboisasi dan aneka ragam hayati), pemukiman,

pedesaan (program Homestay), berbagai macam rumah ibadah dan peninggalan

sejarah.

Leadership Camp dan Ramadhan Camp: kegiatan yang menumbuhkan jiwa

kepemimpinan dan kesadaran diri sebagai makhluk ciptaan Alloh SWT, yang harus
selalu menjalin hubungan antar manusia dan hubungan dengan penciptanya. Proses

memahami diri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya.

Outbound activity: kegiatan yang membentuk karakter mandiri, disiplin,

berani, dan dapat mengambil keputusan dengan baik. Menghadirkan empati,

hormat, dan rasa cinta karena jauh dari ayah-bunda, serta belajar bertahan dalam

situasi dan kondisi yang berbeda dari biasanya.

2.3.3 Sekolah Menengah Pertama

Sekolah Menengah Pertama SMP, merupakan jenjang pendidikan lanjutan

dengan metode pembelajaran yang masih diseimbangkan dengan Sekolah Dasar di

Sekolah Alam Insan Mulia. Pembelajaran integratif dilakukan antar kompetensi

melalui proyek bersama. Moving class merupakan sistem yang dibangun agar siswa

lebih proaktif untuk mencari informasi dan mendisiplinkan diri dengan jam

pelajaran serta ruang kelas masing-masing.

SMP adalah waktu di mana proses pembelajaran didesain sebagai sebuah

masa belajar tentang Global Citizen School. Wawasan tentang kebudayaan negara

lain diwujudkan dalam kerja sama sister’s school dengan Como Secondary School

di Australia. Siswa juga tetap belajar tentang wawasan kebangsaan dan cinta tanah

air, sehingga Global Citizen School melatih siswa untuk cinta dan menghargai

bangsa sendiri dan menghormati kebudayaan bangsa lain.

2.3.3.1 Program Unggulan

1. Kultum/Khotbah

2. Woman Teaching Class

3. Mengaji
4. Bravery Survival (Bukit Pundak, Pulau Sempu, dan ujung barat kota

Surabaya)

5. Proyek Hidroponik

6. Cross Cultural Understanding

7. Kunjungan dan belajar dari lembaga lain

8. Community Service

9. Tantangan Membaca

10. Mata Pelajaran Pilihan

11. Ektrakurikuler

12. Program Wawasan Internasional

13. Project Based Session

2.3.4 Sekolah Menengah Atas

Sekolah Menengah Atas, SMA memiliki desain pembelajaran yang

menantang para siswanya untuk berpikir secara komprehensif. Bagaimana

mengelola sebuah acara, atau mengelola modal dari awal hingga akhir.

Manajemen diri dengan proyek yang harus selalu dipertanggung jawabkan,

mulai dari desain hingga hasil yang diperoleh. Evaluasi bersama tim dan guru juga

dilakukan sebagai langkah perbaikan diri. Setelah memahami wawasan

internasional dari jenjang SMP, SMA Sekolah Alam Insan Mulia membuka

wawasan siswa-siswinya untuk mencari peluang pendidikan yang lebih baik.

Melalui kerjasama dengan pemerintah, program beasiswa maupun kerjasama

dengan konsulat yang ada di Surabaya. Mencari informasi peluang untuk maju dan

mendapatkan kesempatan yang terbaik.


SMA dengan Entrepreneurship School membuka peluang bagi siswa-

siswinya untuk kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang sukses. Belajar

semangat dari bangsa lain juga dilakukan bersama dalam program kunjungan

belajar di negara Jepang, negara dengan keunikan tradisional dan modernitas

teknologinya. Diskusi, konsultasi, dan bimbingan karir diberikan pada siswa-siswi

SMA agar mudah memetakan diri dan memperjelas tujuan hidupnya setelah lulus

dari jenjang ini. Siswa SMA juga belajar bahasa Jerman dan bahasa Jepang sebagai

kegiatan intrakurikuler untuk mendukung kemampuan dasar komunikasi

sederhana.

2.3.4.1 Program Unggulan

1. Kultum/Khotbah

2. Woman Teaching Class

3. Mengaji

4. Leadership

5. Bravery Survival (Pendakian Welirang dan Semeru)

6. Backpacking

7. Entrepreneurship

8. Cross Cultural Understanding

9. Belajar kebudayaan negara lain

10. Community Service

11. Tantangan Membaca

12. Mata Pelajaran Pilihan

13. CLUB
14. Project Based Session

2.3.5 Pendidikan Inklusi

Pendidikan INKLUSI di Sekolah Alam Insan Mulia merupakan pendidikan

secara langsung dengan semua keragaman yang dimiliki di SAIM.

Anak-anak terlahir dengan segala keunikan dan keistimewaan masing-

masing. Sebagai amanah bagi orangtua, anak memiliki keistimewaan untuk

dirangkul, disayangi, dan dikenalkan untuk menjalani proses belajar bersama.

SAIM berkomitmen untuk belajar bersama anak-anak istimewa; Autism, ADHP,

Hyperactif, deaf and hearing problem, dan slow learner.

Program pendampingan juga dilakukan dengan guru shadow dalam proses

belajar bersama di kelas. Satu guru shadow mendampingi dua siswa dengan

kebutuhan khusus yang berbeda. Observasi dilakukan bersama psikolog dan guru

di kelas anak-anak istimewa berada. Memberikan apa yang dibutuhkan oleh anak-

anak istimewa, dilakukan dengan program penyesuaian baik dalam materi

pembelajaran maupun kemampuan fisik.

2.3.5.1 Kegiatan Anak Istimewa

1. Treatmen sederhana di ruang khusus

2. Bersosialisasi dan belajar bekerjasama

3. Pentas bersama

4. Proyek bersama semua jenjang

5. Latihan motoric

6. Latihan konsentrasi
BAB III

LEMBAGA PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN

JAWA TIMUR

3.1 Gambaran Umum Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan

Jawa Timur

3.1.1 Objek Tujuan KKL

Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan di Jalan Ketintang Wiyata Pos. BOx.

1/Sb IKIP Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Kunjungan dilakukan pada hari

Selasa, 5 September 2017.

3.1.2 Latar Belakang

Menurut Permendikbud Nomor 14 Tahun 2015, Lembaga Penjaminan Mutu

Pendidikan yang selanjutnya dalam Peraturan ini disebut LPMP, adalah unit

pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di bawah

dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

LPMP mempunyai tugas melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan

pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan. Dalam melaksanakan tugasnya, LPMP menyelenggarakan fungsi:

pemetaan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah; pengembangan dan

pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah;

supervisi satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam pencapaian

standar nasional pendidikan; fasilitasi peningkatan mutu pendidikan terhadap


satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam penjaminan mutu

pendidikan; pelaksanaan kerja sama di bidang penjaminan mutu pendidikan; dan

pelaksanaan urusan administrasi LPMP.

Sebagai mahasiswa program studi Pendidikan Matematika yang

dipersiapkan untuk menjadi guru, kami harus tahu bahwa di Indonesia ada Lembaga

Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai lembaga yang bertugas

melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di

provinsi. Tidak cukup sampai disitu, kami juga harus tahu berbagai hal terkait

LPMP karena lembaga tersebut sangat erat hubungannya dengan pendidikan.

Lembaga tersebut menjamin mutu pendidikan yang dijalankan sekolah-sekolah di

Indonesia. Sedangkan mutu pendidikan suatu sekolah sangat bergantung pada

tenaga pendidiknya (guru).

Berdasarkan beberapa uraian di atas, kami mengunjungi Lembaga

Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur untuk menggali berbagai

informasi terkait lembaga tersebut baik tugas, fungsi, visi dan misi, maupun struktur

organisasinya.
3.1.3 Struktur Organisasi LPMP Jawa Timur

Gambar 3.1 Struktur Organisasi LPMP Jawa Timur

3.1.4 Visi dan Misi

Visi

Menjadi lembaga profesional dan bermartabat yang mampu

menyelenggarakan layanan prima untuk penjaminan mutu pendidikan yang

berstandar nasional dan berwawasan global.

Misi

1. Pemetaan mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan

pendidikan kesetaraan pendidikan dasar dan menengah.

2. Pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan

dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan pendidikan

dasar dan menengah.


3. Supervisi satuan pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan

pendidikan kesetaraan pendidikan dasar dan menengah dalam

pencapaian standar mutu pendidikan nasional.

4. Fasilitasi peningkatan mutu pendidikan terhadap satuan pendidikan

dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan pendidikan

dasar dan menengah dalam pencapaian standar mutu pendidikan

nasional.

5. Pelaksanaan kerjasama di bidang penjaminan mutu pendidikan; dan

6. Pelaksanaan urusan administrasi LPMP.

3.2 Perbedaan Kurikulum 2013 Revisi 2016 dan 2017

Nama kurikulum tidak berubah menjadi kurikulum nasional tapi tetap

Kurikulum 2013 Edisi Revisi yang berlaku secara Nasional.Penilaian sikap KI 1

dan KI 2 sudah ditiadakan di setiap mata pelajaran hanya agama dan ppkn namun

KI tetap dicantumkankan dalam penulisan RPP.Jika ada 2 nilai praktik dalam 1 KD

, maka yang diambil adalah nilai yang tertinggi. Penghitungan nilai ketrampilan

dalam 1 KD ditotal (praktek, produk, portofolio) dan diambil nilai rata2. Untuk

pengetahuan, bobot penilaian harian, dan penilaian akhir semester itu sama.

Pendekatan scientific 5M bukanlah satu-satunya metode saat mengajar dan apabila

digunakan maka susunannya tidak harus berurutan. Silabus kurtilas edisi revisi

lebih ramping hanya 3 kolom. Yaitu KD, materi pembelajaran, dan kegiatan

pembelajaran. Perubahan terminologi ulangan harian menjadi penilaian harian, uas

menjadi penilaian akhir semester untuk semester 1 dan penilaian akhir tahun untuk

semester 2. Dan sudah tidak ada lagi uts, langsung ke penilaian akhir semester.
Dalam RPP, tidak perlu disebutkan nama metode pembelajaran yang digunakan dan

materi dibuat dalam bentuk lampiran berikut dengan rubrik penilaian (jika ada).

Skala penilaian menjadi 1-100. Penilaian sikap diberikan dalam bentuk predikat

dan deskripsi. Remedial diberikan untuk yang kurang namun sebelumnya siswa

diberikan pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang dicantumkan

dalam hasil.

Adapun Salah satu hasil Bimtek Kurikulum Nasional yang akan

diberlakukan tahun pelajaran baru adalah guru harus memiliki Kelengkapan

berikut.

Buku Kerja Guru

1. Buku Kerja 1:

a. SKL, KI, dan KD

b. Silabus

c. RPP

d. KKM

2. Buku Kerja 2:

a. Kode Etik Guru

a. Ikrar Guru

b. Tata Tertib Guru

c. Pembiasaan Guru

d. Kalender Pendidikan

e. Alokasi Waktu

f. Program Tahunan
g. Program Semester

h. Jurnal Agenda Guru

3. Buku Kerja 3:

a. Daftar Hadir

b. Daftar Nilai

c. Penilaian Akhlak/Kepr

d. Analisis Hasil Ulangan

e. Progpel Perbaikan & Pengayaan

f. Daftar buku Pegawai Guru/Siswa

g. Jadwal Mengajar

h. Daya Serap Siswa

i. Kumpulan Kisi soal

j. Kumpulan Soal

k. Analisis Butir Soal

l. Perbaikan Soal

4. Buku Kerja 4:

a. Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru

b. Program Tindak Lanjut Kerja Guru

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat tenaga pendidik

harus memunculkan dan menginsert empat macam point yaitu PPK, Literasi, 4C,

dan HOTS maka perlu kreatifitas tenaga pendidik untuk meraciknya menjadi

RPP yang utuh.

Perbaikan atau revisinya antara lain:


1. Mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam

pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius,

nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas atau 7 Karakter untuk

mapel IPS dari 18 Karakter prioritas.

2. Mengintegrasikan literasi dan menginsert literasi dalam RPP baik

sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran.

Pengertian Literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah

kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara

cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat,

menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk

menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya

literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Literasi lebih dari sekadar

membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir

menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual,

digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi Literasi Dasar

(Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media

(Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi

Visual (Visual Literacy).

3. Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical

thinking, Communicative, dan Collaborative).

Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar

transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan


pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya

di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan

dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C

adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih

bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.

4. Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill) atau kemampuan

berpikir tingkat tinggi Level 3/C4 s/d C6).

Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir

kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan

kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi

pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik

mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan

dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan

berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks

tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil

keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan

kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide.

Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas,

dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan

karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.

Pengintegrasian tersebut antara lain:

1. Pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah

(masyarakat/komunitas);
2. Pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;

3. Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;

Perdalaman dan perluasan dapat berupa:

1. Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada

pengembangan karakter siswa,

2. Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang

waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;

3. Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen

Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan

PPK.

Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/

strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan

siswa dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan

program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar atau 8 jam sehari

sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.

3.3 Penanaman Penilaian Karakter

Pendidikan karakter kini menjadi salah satu wacana utama dalam kebijakan

nasional di bidang karakter pendidikan. Seluruh kegiatan belajar serta mengajar

yang ada dalam Negara Indonesia harus merujuk pada pelaksanaan pendidikan

karakter. Pendidikan karakter juga termuat dalam Naskah Rencana Aksi Nasional

Pendidikan Karakter yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan pada tahun

2010. Dalam naskah tersebut dinyatakan yakni pendidikan karakter menjadi unsur
utama dalam pencapaian visi dan misi pembangunan Nasional yang termasuk pada

RPJP 2005-2025.

Bukan hanya itu dalam UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional; merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan Nasional yang harus

digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Pasal 3 UU

SIKDIKNAS menyebutkan: “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan

membantu watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka

mencerdaskan bangsa. Bertujuan untuk berkembangnya potensi, peserta didik agar

menjadi manusia yang beriman yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara

yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Pendidikan Karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

suasana serta proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan peserta didik guna

membangun karakter pribadi atau kelompok yang unik baik sebagai warga negara.

Dalam kamus lain Pendidikan Karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang

di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi

selanjutnya.

Fungsi pendidikan karakter karakter adalah untuk mengembangkan potensi

dasar seorang anak agar berhati baik, berperilaku baik, serta berpikiran yang baik.

Dengan fungsi besarnya untuk memperkuat serta membangun perilaku anak bangsa

yang multikultur. Selain itu pendidikan karakter juga berfungsi meningkatkan

peradaban manusia dan bangsa yang baik di dalam pergaulan dunia. Pendidikan

karakter dapat dilakukan bukan hanya di bangku sekolah, melainkan juga dari
bergai media yang meliputi keluarga, lingkungan, pemerintahan, dunia usaha, serta

media tegnologi.

Tujuan pendidikan karakter adalah membentuk bangsa yang tangguh,

berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bekerja sama atau bergotong royong.

Selain itu Pendidikan karakter juga membentuk bangsa mempunyai jiwa patriotik

atau suka menolong sesama, berkembang dengan dinamis, berorientasi pada ilmu

pengetahuan serta teknologi, beriman dan bertakwa pada Tuhan yang Maha Esa.

Secara umum untuk mewujudkan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui

pendidikan formal, non formal, dan informal. Saling melengkapi dan mempercayai

dan diatur dalam peraturan dan undang-undang. Pendidikan formal dilaksanakan

secara berjenjang dan pendidikan tersebut mencakup pada pendidikan umum,

kejuruan, akademik, profesi, evokasi keagamaan dan khusus. Dalam pelaksanaan

pendidikan karakter dapat dilakukan melalui jenjang pendidikan yang

diimplementasikan pada kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang memuat

pelajaran normatif, adaptif, produktif, muatan lokal, dan pengembangan diri.

Pendidikan karakter di sekolah yang diimplementasikan pada pendidikan

pengembangan diri antara lain; melalui kegiatan kegiatan ekstrakurikuler di

sekolah, semisal : pengurus OSIS, Pramuka, PMR, PKS, KIR, Olahraga, Seni,

Keagamaan dan lainnya. Dengan kegiatan ekstrakurikuler ini sangat menyentuh,

mudah dipahami, dan dilakukan siswa sebagai bagian penyaluran minat dan

dilakukan siswa sebagai bagian penyaluran minat dan bakat yang dapat

dikembangkan sebagai perwujudan pendidikan karakter bangsa.


Kemudian untuk penilaian karakter yang dilakukan pendidik terhadap peserta

didik pada mata pelajaran yang tidak menanamkan penilaian karakter berbeda-

beda. Pendidikan karakter bukan tergantung dari mata pelajarannya karena di setiap

mata pelajaran sebenarnya bisa ditanamkan nilai-nilai pendidilan karakter. Contoh

sederhana pendidik bisa menilai karakter disiplin peserta didik dari ketepatan waktu

pengumpulan tugas yg diberikan. Kriteria disiplin di sini tidak bergantung terhadap

mata pelajaran apapun. Artinya kita bisa menerapkan karakter disiplin di setiap

mata pelajaran.

Kita bisa melihat bagaimana karakter moral penerus bangsa kita saat ini,

banyak sekali yg perlu diperbaiki. Itulah sebabnya kenapa salah satu tugas penting

pendidik (semua mata pelajaran) adalah menanamkan pendidikan karakter.


BAB IV

PENUTUP

4.1 Simpulan

1. Konsep pendidikan di Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) adalah

lembaga pendidikan terbaik yang melahirkan generasi dan pemimpin

muslim berakhlaq mulia dan berkualitas dunia.

2. SAIM adalah sekolah alam berbasis agama dan berwawasan

internasional pertama di Surabaya. Pendidikan karakter yang

dikembangkan secara umum di SAIM adalah sebagai berikut:

a. Religious

b. Honesty

c. Leadership

d. Joyful Learning

e. Emphaty

f. Entrepreneurship

3. Pendidikan yang dilaksanakan di SAIM adalah pendidikan yang

dilaksnakan dengan cara menciptakan lingkungan belajar yang

menyenangkan, kreatif, dan aplikatif dengan memerhatikan

perkembangan dan potensi yang dimiliki siswa.

4. SAIM memiliki beberapa jenjang instansi, yaitu:

a. Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak

b. Sekolah Dasar
c. Sekolah Menengah Pertama

d. Sekolah Menengah Atas

e. Pendidikan Inklusi

5. LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Jawa Timur

mempunyai tugas melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar

dan pendidikan menengah di provinsi Jawa Timur berdasarkan

kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

4.1. Saran

Berdasakan KKL yang telah dilaksanakan, kami memiliki beberapa saran

yang diharapkan dapat menjadi masukan untuk perbaikan pelaksanaan KKL di

masa mendatang, antara lain sebagai berikut:

1. Pihak jurusan diharapkan dapat mempersiapkan kegiatan ini lebih matang

sehingga tujuan pelaksanaan program dapat lebih maksimal.

2. Pihak jurusan diharapkan lebih memperhatikan dan mempertimbangkan usulan

mahasiswa terkait tempat yang akan dituju untuk kegiatan KKL, mengingat

mahasiswa adalah pihak yang akan menjalani kegiatan tersebut.

3. Koordinasi antar panitia penyelenggara kegiatan diharapkan lebih

ditingkatkan lagi demi kelancaran penyelenggaraan kegiatan. Selain itu, panitia

juga diharapkan lebih memahami rincian kegiatan yang akan dilaksanakan

sehingga dapat membantu mahasiswa apabila ada mahasiswa yang ingin

bertanya mengenai pelaksanaan kegiatan.


4. Dalam pelaksanaan kegiatan, diharapkan mahasiswa peserta KKL mampu

bersikap disiplin sehingga jadwal yang telah dirancang sebelumnya dapat

berjalan dengan semestinya.

5. Kerja sama yang baik dari pihak jurusan, panitia penyelenggara, maupun

peserta perlu ditingkatkan. Sehingga ketika berkunjung ke tempat yang sedang

dituju, mahasiswa mampu mengambil pelajaran terkait dengan jurusan yang

berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.


DAFTAR PUSTAKA

(OECD), O.f.E.C.-o., 2015. Program for International Student Assessment (PISA).


LAMPIRAN

Daftar Anggota kelompok

NIM NAMA

4101415012 Akhmad Faid Murtadlo

4101415014 Amrizal Marwan Ali

4101415016 Setyo Irawan

4101415017 Susanti Rahayu

4101415018 Dwi Anggita Sukmawati

4101415019 Rosa Ary Ardhini

4101415020 Putri Dhea Purnama

4101415021 Vita Fadillah

4101415023 Rechika Ardhia P.

4101415024 Devy Kurniawati

4101415025 Kartika Septina Lastriani

4101415026 Evi Fitriani


DOKUMENTASI

Pemaparan profil SAIM oleh Kepala Sekolah SMP dan SMA


Suasana kelas di SAIM
Gedung sekolah SAIM

Proses KBM di SAIM


Suasana Kantin dan cafe di SAIM
Kegiatan siswa

LPMP Jawa Timur