Anda di halaman 1dari 22

PRE PLANNING

KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI


DI RW VII KELURAHAN ANDURING KECAMATAN KURANJI
PADANG

OLEH:
KELOMPOK A-18

APRI YENI, S.KEP


CARLA NASBAR, S.KEP
HANIFAH HAMDI,S.KEP
HASNATUL FIKRIYAH, S.KEP
IQBAL DANUR HAKIM, S.KEP
NOLA MAKHFIRA WINDA, S.KEP
PUTI LENGGO GENI, S.KEP
PUTRI ALIN KENDE RIARALY, S.KEP
SORAYA DWI AMANDA, S.KEP
WIDIA HANDAYANI, S.KEP
YOSSY AMELIA FARADEA, S.KEP

PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KOMUNITAS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2018
PRE PLANNING PENYULUHAN KESEHATAN HIPERTENSI
RW II KELURAHAN ANDURING
KECAMATAN KURANJI
19 Agustus 2018

A. Latar Belakang
Hipertensi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskuler yang
banyak dijumpai di masyarakat. Hipertensi bukanlah penyakit menular, namun
harus senantiasa diwaspadai. Tekanan Darah tinggi atau Hipertensi dan
arterosclerosis (pengerasan arteri) adalah dua kondisi pokok yang mendasari
banyak bentuk penyakit kardiovaskuler. Lebih jauh, tidak jarang tekanan
darah tinggi juga menyebabkan gangguan ginjal. Sampai saat ini, usaha-usaha
baik mencegah maupun mengobati penyakit hipertensi belum berhasil
sepenuhnya, karena adanya faktor-faktor penghambat seperti kurang
pengetahuan tentang hipertensi (pengertian, tanda dan gejala, sebab akibat,
komplikasi ) dan juga perawatannya. Saat ini, angka kematian karena
hipertensi di Indonesia sangat tinggi. Jumlah penderita hipertensi di seluruh
dunia diperkirakan 972 juta jiwa atau setara dengan 26,4 persen populasi
orang dewasa. Angka prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan riskesdas
(riset kesehatan dasar, 2011) mencapai 30 persen dari populasi. Dari jumlah
itu, 60 persen penderita hipertensi berakhir pada stroke. Sedangkan sisanya
pada jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Sementara di dunia Barat, hipertensi
justru banyak menimbulkan gagal ginjal, oleh karena perlu di galakkan pada
masyarakat mengenai pengobatan dan perawatan Hipertensi.
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh mahasiswa praktek
profesi, penyakit terbanyak yang diderita oleh lansia di RW VII (RT 3,4,5,6 &
7) Kelurahan Anduring adalah hipertensi, yaitu sebanyak 23,3% dari 30 orang
lansia. Oleh karena itu, mahasiswa tertarik untuk melakukan penyuluhan
tentang hipertensi terhadap lansia di RW VII (RT 3,4,5,6 & 7) Kelurahan
Anduring.
A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan, peserta diharapkan mampu
mengetahui konsep teori Hipertensi.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, peserta mampu:
a. Mengetahui pengertian hipertensi
b. Mengetahui tanda dan gejala hipertensi
c. Mengetahui penyebab penyakit hipertensi
d. Mengetahui pencegahan penyakit hipertensi.

C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik Kegiatan
Penyuluhan tentang penyakit hipertensi pada lansia
2. Sasaran
Sasaran umum: Semua warga usia dewasa dan lansia di RWVII Kelurahan
Anduring Kecamatan Kuranji
Sasaran khusus: Lansia yang menderita hipertensi di RW VII Kelurahan
Anduring Kecamatan Kuranji
3. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi
4. Media dan Peralatan
a. Laptop
b. Infokus
c. Leaflet
5. Tempat
Mesjid Raya Kebenaran RW VII Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji
6. Waktu
Hari: Minggu, 19 Agustus 2018
Jam: 08.00 WIB – 08.30WIB
7. Pengorganisasian
a. Setting Tempat Penyuluhan

Keterangan:

: Pembawa Acara : Media / peralatan :Pembimbing


: peserta : presentator
: fasilitator : observer

b. Uraian Tugas
1. Moderator : Nola Makhfira Winda
Tugas :
 Membuka acara
 Membuat kontrak waktu
 Menyerahkan jalannya diskusi kepada presenter
 Menutup acara
2. Presenter : Puti Lenggo Geni
Tugas
 Memberikan penyuluhan tentang Hipertensi
3. Observer : Yossy Amelia Faradea
Tugas :
 Mengamati proses pelakasanaan kegiatan dari awal
sampai akhir
4. Fasilitator
 Carla Nasbar
 Hanifah Hamdi
 Hasnatul Fikriyah
 Soraya Dwi Amanda
Tugas : Memotivasi peserta untuk berperan aktif selama
pertemuan.

B. KEGIATAN PENYULUHAN
TAHAP
KEGIATAN PENGAJAR KEGIATAN KLIEN
KEGIATAN
Pendahuluan 1. Mengucapkan Salam 1. Menjawab salam
(5 menit) 2. Memperkenalkan diri serta 2. Mendengarkan
pembimbing
3. Menjelaskan tujuan materi 3. Mendengarkan
penyuluhan
4. Kontrak waktu dan perkenalan 4. Menjawab dan
mendengarkan
Pelaksanaan 1. Menggali pengetahuan klien 1. Menjawab
(15 menit) tentang pengertian dari hipertensi pertanyaan
2. Memberikan re-inforcement (semampunya)
positif terhadap jawaban klien 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan pengertian
hipertensi 3. Mendengarkan dan
4. Menggali pengetahuan klien memperhatikan
tentang tanda dan gejala dari penyakit
hipertensi 4. Menjawab
5. Memberikan re-nforcement pertanyaan
positif terhadap jawaban (semampunya)
6. Menjelaskan tandan dan
gejala penyakit hipertensi 5. Mendengarkan
7. Menggali pengetahuan klien
tentang penyebab dari penyakit 6. Mendengarkan dan
hipertensi memperhatikan
8. Memberikan re-nforcement 7. Menjawab
positif terhadap jawaban pertanyaan
9. Menjelaskan tentang (semampunya)
penyebab dari penyakit hipertensi 8. Mendengarkan
10. Menggali pengetahuan klien
tentang cara pencegahan dari 9. Mendengarkan dan
hipertensi memperhatikan
11. Memberikan re-nforcement 10. Menjawab
positif terhadap jawaban pertanyaan
12. Menjelaskan cara pencegahan (semampunya)
dari hipertensi 11. Mendengar
13. Menggali pengetahuan klien kan
tentang pengobatan tradisional
penyakit hipertensi 12. Mendengar
14. Memberikan re-nforcement kan dan
positif terhadap jawaban memperhatikan
15. Menjelaskan tentang 13. Menjawab
pengobatan tradisional penyakit pertanyaan
hipertensi (semampunya)
16. Menggali pengetahuan klien
tentang makanan yang tidak 14. Mendengar
dianjurkan untuk penderita hipertensi kan
17. Memberikan re-nforcement
positif terhadap jawaban 15. Mendengar
18. Menjelaskan tentang kan dan
makanan yang tidak dianjurkan untuk memperhatikan
penderita hipertensi
19. Menggali pengetahuan klien
tentang makanan yang dianjurkan
untuk penderita hipertensi
20. Memberikan re-nforcement
positif terhadap jawaban
21. Menjelaskan tentang
makanan yang dianjurkan untuk
penderita hipertensi
22. Memberikan kesempatan
pada klien untuk menanyakan materi
yang kurang jelas
23. Menjawab pertanyaan klien

Bertanya
24. Memberi kesempatan kepada
pembimbing jika ada masukan dan
saran Mendengarkan dan
memperhatikan
Mendengarkan
Penutup
(10 menit) 1. Menyimpulkan materi 1. Menjawab
bersama klien
2. Menjawab salam
2. Terminasi, salam dan Megikuti kegiatan
dilanjutkan dengan pemeriksaan berikutnya
kesehatan gratis.

C. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. 70 % lansia menghadiri kegiatan
b. Tempat dan peralatan yang dibutuhkan tersedia
c. Mahasiswa menjalankan tugas yang diberikan
2. Evaluasi proses
a. Kegiatan terlaksana sesuai dengan waktu yang ditetapkan
b. 70 % peserta yang hadir mendengarkan dan berpatisipasi
aktif dalam penyuluhan
3. Evaluasi Hasil
a. Peserta dapat menyebutkan pengertian penyakit hipertensi
b. Peserta dapat menyebutkan 3 dari 4penyebab hipertensi.
c. Peserta dapat menyebutkan 4 dari 7 tanda gejala hipertensi.
d. Peserta dapat menyebutkan 3 dari 5 akibat lanjut dari
hipertensi.
e. Peserta dapat menyebutkan 5 dari 8 cara mencegah
hipertensi.
f. Peserta dapat menyebutkan 4 dari 6 jenis makanan yang dianjurkan
dan makanan yang 6 dari 10 makanan yang tidak dianjurkan untuk
penderita hipertensi.
LAMPIRAN
HIPERTENSI

A. PENGERTIAN
Definisi atau pengertian hipertensi banyak dikemukakan oleh para ahli. WHO
mengemukakan bahwa hipertensi terjadi bila tekanan darah diatas 160/95 mmhg,
sementara itu Smelttzer & Bare (2002:896) mengemukakan bahwa hipertensi
merupakan tekanan darah persisten atau terus menerus sehingga melebihi batas
normal dimana tekanan sistolik diatas 140 mmhg dan tekanan diastole diatas 90
mmhg. Pendapat yang sama juga diutarakan oleh doenges (2000:42). Pendapat
senada juga disampaikan oleh TIM POKJA RS Harapan Kita, Jakarta (2010:199)
dan Prof. Dr. dr. Budhi Setianto (Depkes, 2012), yang menyatakan bahwa
hipertensi adalah kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 150 mmHg dan
tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg.
Terdapat perbedaan tentang batasan tentang hipertensi seperti diajukan
oleh kaplan (2010:205) yaitu pria, usia kurang dari 45 tahun, dikatakan hipertensi
bila tekanan darah waktu berbaring diatas atau sama dengan 130/90mmhg,
sedangkan pada usia lebih dari 45 tahun dikatakan hipertensi bila tekanan darah
diatas 145/95 mmhg. Sedangkan pada wanita tekanan darah diatas sama dengan
160/95 mmhg. Hal yang berbeda diungkapkan TIM POKJA RS Harapan Kita
(2010:198) pada usia dibawah 40 tahun dikatakan sistolik lebih dari 140 mmhg
dan untuk usia antara 60-70 tahun tekanan darah sistolik 150-155 mmHg masih
dianggap normal. Hipertensi pada usia lanjut didefinisikan sebagai tekanan
sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau tekanan diastolik lebih besar dari 90
mmHg ditemukan dua kali atau lebih pada dua atau lebih pemeriksaan yang
berbeda. (JNC VI, 2012).
Untuk usia kurang dari 18 tahun dikatakan hipertensi bila dua kali
kunjungan yang berbeda waktu didapatkan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau
lebih, atau apabila tekanan darah sistolik pada beberapa pengukuran didapatkan
nilai yang menetap diatas 140mmHg (R. P. Sidabutar dan Waguno P, 2010).
Berdasarkan pengertian – pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa
hipertensi merupakan kenaikan tekanan darah dimana tekanan sistolik lebih dari
140 mmhg dan atau diastolik lebih dari 90 mmhg.
B. TANDA DAN GEJALA
Menurut FKUI (2011:210) dan Dr. Budhi Setianto (Depkes, 2012)
hipertensi esensial kadang tampa gejala dan baru timbul gejala setelah terjadi
komplikasi pada organ target seperti pada ginjal, mata, otak dan jantung. Namun
terdapat pasien yang mengalami gejala dengan sakit kepala, epitaksis.
 Sakit kepala/rasa berat di tengkuk
 mumet (vertigo)
 jantung berdebar-debar
 mudah lelah
 penglihatan kabur
 telinga berdenging tinnitus
 mimisan

C. PENYEBAB HIPERTENSI
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:
1) Genetik: bawaan dari orang tua/keturunan
2) Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang
mengakibatkan tekanan darah meningkat.
3) Stress Lingkungan.
4) Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua
serta pelabaran pembuluh darah. Penyebab hipertensi pada orang dengan
lanjut usia adalah terjadinya perubahan – perubahan pada :
- Elastisitas dinding aorta menurun
- Katub jantung menebal dan menjadi kaku
- Kemampuan jantung memompa darah menurun
1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung
memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan
volumenya.
- Kehilangan elastisitas pembuluh darah. Hal ini terjadi
karenakurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi
- Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer

D. AKIBAT LANJUT HIPERTENSI


 Penebalan pembuluh darah
 Penyakit jantung
 Penyakit ginjal
 Gangguan penglihatan
 Stroke

E. PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN


Terdapat 2 cara penanggulangan hipertensi menurut FKUI (2011: 214-
219) yaitu dengan non farmakologis dan dengan farmakologis.
1. Mengurangi konsumsi rokok
Merokok sangat besar perananya meningkatkan tekanan darah, hal ini
disebabkan oleh nikotin yag terdapat didalam rokok yang memicu hormon
adrenalin yang menyebabkan tekana darah meningkat. Nikotin diserap oleh
pembuluh-pembuluh darah didalam paru dan diedarkan keseluruh aliran darah
lainnya sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan kerja
jantung semakin meningkat untuk memompa darah keseluruh tubuh melalui
pembuluh darah yang sempit. Dengan berhenti merokok tekanan darah akan turun
secara perlahan , disamping itu jika masih merokok maka obat yang dikonsumsi
tidak akan bekerja secar optimal dan dengan berhenti merokok efektifitas obat
akan meningkat (Santoso, 2011 ).
2. Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup dapat menggurangi stress. Istirahat merupakan
suatu kesempatan untuk memperoleh energi sel dalam tubuh,istirahat dapat
dilakukan dengan meluangkan waktu. Meluangkan waktu tidak berarti minta
istirahat lebih banyak dari pada bekerja produktif samapai melebihi
kepatuhan.Meluangkan waku istirahat itu perlu dilakukan secara rutin diantara
ketegangan jam sibuk bekerja sehari – hari. Bersantai juga bukan berarti
melakukan rekreasi yang melelahkan,tetapi yang dimaksudkan dengan istirahat
adalah usaha untuk mengembalikan stamina tubuh dan mengembalikan
keseimbangan hormon dan dalam tubuh ( Amir,2012).

3. Periksa kesehatan secara teratur ke pelayanan kesehatan


Bila ada indikasi untuk melakukan pemerikasaan ke pelayanan
kesehatan, maka kepatuhan dan keteraturan dalam perawatan juga dapat
mempertahankan kesehatan.
4. Aktivitas fisik/ Latihan
Olah raga ringan dengan teratur untuk meningkatkan kebugaran tub
serta untuk seperti jalan kaki, menggerakan sendi-sendi, melakukan nafas
dalam.
5. Menggurangi stress
Stres tidak menyebabkan hipertensi yang menetap, tetapi stress berat
dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah yang bersifat sementara yang sangat
tinggi. Jika periode stress sering terjadi maka akan mengalami kerusakan pada
pembuluh darah, jantung dan ginjal sama halnya seperti yang menetap. (Amir,
2012).
Manfaat olah raga yang sering di sebut olah raga isotonik seperti jalan
kaki, jogging, dan bersepeda sangat mampu meredam hipertensi.
6. Meningkatkan ibadah
7. Bersosialisasi yang baik
8. Mengikuti kegiatan di panti
Pencegahan juga bisa dilakukan dengan pengobatan tradisional yaitu
dengan meremas daun alpukat, seledri, dan daun belimbing bintang, juga bisa
dibuat jus buah mengkudu serta buah belimbing bintang serta di buat sayur pada
buah labu siam dan brokoli.
Sedangkan dengan cara farmakologis yaitu dengan cara memberikan obat-
obatan anti hipertensi seperti diuretik seperti HCT, Higroton, Lasix. Beta bloker
seperti propanolol. Alfa bloker seperti phentolamin, prozazine, nitroprusside
captapril. Simphatolitic seperti hidralazine, diazoxine. Antagonis kalsium seperti
nefedipine (adalat)

G. DIET HIPERTENSI
Makanan yang dibatasi:
- Mengurangi makanan yang bergaram tinggi seperti ikan
asin.
- Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru,
minyak kelapa / makanan yang bersantan, jeroan, hati, jantung)
- Makanan yang yang mengandung soda-soda kue, serta
monosodium glutamat (MSG)
- Membatasi konsumsi garam yaitu dua gram per hari
- Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium
(biscuit, keripik, makanan kering yang asin)
- Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, sayur-sayuran
serta buah-buahan dalam kaleng, soft drink)
- Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon,
udang kering, telur asin, selai kacang)
- Susu full cream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta
sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah
(sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam.
- Bumbu-bumbu seperti kecap, terasi, saus tomat, saus sambal,
tauco,
- Makanan yang mengandung alkohol seperti durian dan tape
Makanan yang dianjurkan :
- Sebaiknya mengonsumsi cukup kalium (K) 80-100 MEq per hari,
karena dapat menurunkan tahanan jalan darah seluruh tubuh, sehingga
tensi dapat turun. Sumber kalium misalnya: pisang.
- Dengan mengonsumsi buah dan sayur segar secara teratur dapat
menurunkan risiko kematian akibat hipertensi, stroke dan penyakit
jantung koroner, menurunkan tekanan darah
- Sayur yang dapat digunakan untuk pencegahan hipertensi ini
seperti seledri, bawang dan sayur hijau lainnya. Bawang putih misalnya
mampu menurunkan tekanan darah tinggi serta menurunkan kolesterol,
- Makanan yang banyak mengandung serat sangat penting untuk
keseimbangan kolesterol. Serat terdapat dalam tumbuhan, terutama
pada sayur, buah, padi-padian, kacang-kacangan, dan biji-bijian,
perbanyak minum air putih yang cukup
- Vitamin dan mineral juga sangat penting untuk menyeimbangkan
proses-proses fisiologi di dalam tubuh kita, termasuk juga untuk
menyeimbangkan tekanan darah.
- Teh telah cukup terkenal sebagai antioksidan yang efektif, selain
itu teh juga dapat mengurangi resiko hipertensi ataupun stroke.
Pengkonsumsian teh secara teratur dan seimbang dapat menjaga pola
hidup sehat.
DAFTAR PUSTAKA

Friedman, M. M. (1998). Keperawatan Keluarga Teori dan Praktek, Edisi 3. alih


Bahasa: Debora R. L & Asy. Y, Jakarta: EGC
Effendy. N (1998). Dasar- dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Edisi 2.
Jakarta; EGC
Long. Barbara. C. Essential of Medical Surgical Nursing, Penerjemah. Karnaen R,
Et. All, Edisi ke 3. 1996. Bandung: Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan
Keperawatan Padjajaran.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Mengenal Hipertensi,
(Online), (http:// depkes.co.id/stroke.html)
Tim POKJA RS Jantung Harapan Kita. (2003). Standar Asuhan Keperawatan
Kardiovaskuler. Direktorat Medik dan Pelayanan RS Jantung dan pembuluh
darah Harapan kita. Jakarta
FKUI. (1990). Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Balai Penerbit FKUI. Jakarta
DIKLAT RS Jantung Harapan Kita. (1993). Dasar-dasar Keperawatan
Kardiovaskuler. RS Jantung Harapan Kita. Jakarta
LAPORAN HASIL PENYULUHAN KESEHATAN
HIPERTENSI
DI RW VII KELURAHAN ANDURING KECAMATAN
PAUH

Nama acara : Penyuluhan Kesehatan Hipertensi


Hari / Tanggal : Minggu/ 19 Agustus 2018
Waktu : 08.30 WIB s/d 09.00 WIB
I. Tahap Persiapan
 Persiapan pre planning dan laporan hasil kegiatan telah
mengkonsultasikan pada pembimbing akademik dan pembimbing klinik.
Persiapan penyajian, meliputi persiapan materi, tempat dan alat-alat lain
yang dilakukan oleh semua anggota kelompok sesuai dengan tanggung
jawab masing-masing
 Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan saat dilakukan
penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi
 Melakukan sebar isu sebelum dilakukan kegiatan penyuluhan
kesehatan

II. Pelaksanaan
 Acara dimulai pukul 08.40 WIB, acara tertunda 10 menit dari yang
direncanakan pukul 08.30 WIB karena keterlamatan saat pembukaan acara
 Jumlah undangan yang hadir sebanyak 30 orang
 Mahasiswa terlibat dalam acara pertemuan dan telah berperan
sesuai tanggung jawab yang diberikan seperti sebagai presenter, observer,
fasilitator, notulen dan dekumentator.
 Selama pelaksanaan, suasana berjalan lancar, peserta senam
antusias dengan senam yang diberikan.
 Para peserta yang hadir mengikuti jalannya kegiatan dari awal
sampai akhir kegiatan berjumlah 30 orang
 Waktu acara berlangsung dari awal sampai akhir selama 30 menit
 Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dilakukan screening
kesehatan yang dimulai pada pukul 09.10 WIB, screening kesehatan yang
dilakukan yaitu pengecekan asam urat, tekanan darah dan gula darah yang
dilakukan hingga pukul 12.00 WIB.

III. Kegiatan
No Acara \Kegiatan Waktu
Pendahuluan 5 menit
1. Mengucapkan Salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
serta pembimbing
3. Menjelaskan tujuan 3. Mendengarkan
materi penyuluhan
4. Kontrak waktu dan 4. Menjawab dan
perkenalan mendengarkan
Pelaksanaan 15 menit
1. Menggali
pengetahuan klien 1. Menjawab
tentang pengertian pertanyaan
dari hipertensi (semampunya)
2. Memberikan
re-inforcement positif 2. Mendengarkan
terhadap jawaban
klien
3. Menjelaskan
pengertian hipertensi 3. Mendengarkan
4. Menggali dan memperhatikan
pengetahuan klien 4. Menjawab
tentang tanda dan pertanyaan
gejala dari penyakit (semampunya)
hipertensi
5. Memberikan
re-nforcement positif 5. Mendengarkan
terhadap jawaban
6. Menjelaskan
tandan dan gejala 6. Mendengarkan
penyakit hipertensi dan memperhatikan
7. Menggali
pengetahuan klien 7. Menjawab
tentang penyebab dari pertanyaan
penyakit hipertensi (semampunya)
8. Memberikan
re-nforcement positif
terhadap jawaban 8. Mendengarkan
9. Menjelaskan
tentang penyebab dari
penyakit hipertensi 9. Mendengarkan
10. Menggali dan memperhatikan
pengetahuan klien
tentang cara 10. Menjawab
pencegahan dari pertanyaan
hipertensi (semampunya)
11. Memberikan
re-nforcement positif
terhadap jawaban 11. Mendengarkan
12. Menjelaskan
cara pencegahan dari
hipertensi 12. Mendengarkan
13. Menggali dan memperhatikan
pengetahuan klien
tentang pengobatan 13. Menjawab
tradisional penyakit pertanyaan
hipertensi (semampunya)
14. Memberikan
re-nforcement positif
terhadap jawaban 14. Mendengarkan
15. Menjelaskan
tentang pengobatan
tradisional penyakit 15. Mendengarkan
hipertensi dan memperhatikan
16. Menggali
pengetahuan klien 16. Bertanya
tentang makanan yang
tidak dianjurkan untuk
penderita hipertensi
17. Memberikan
re-nforcement positif 17. Mendengar
terhadap jawaban kan dan
18. Menjelaskan memperhatikan
tentang makanan yang
tidak dianjurkan untuk 18. Mendengar
penderita hipertensi kan
19. Menggali
pengetahuan klien
tentang makanan yang
dianjurkan untuk
penderita hipertensi
20. Memberikan
re-nforcement positif
terhadap jawaban
21. Menjelaskan
tentang makanan yang
dianjurkan untuk
penderita hipertensi
22. Memberikan
kesempatan pada klien
untuk menanyakan
materi yang kurang
jelas
23. Menjawab
pertanyaan klien
24. Melakukan
pengecekan kesehatan
yaitu pengecekan
tekanan darah, asam
urat dan gula darah

Penutup 10 menit
1. Menyimpulka 1. Menjawab
n materi bersama klien
2. Terminasi, 2. Menjawab salam
salam dan dilanjutkan dan mengikuti
dengan pemeriksaan kegiatan berikutnya
kesehatan gratis

VI. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
 Persiapan alat yang akan digunakan untuk penyuluhan kesehatan
telah dilakukan tepat waktu
 Peserta yang hadir ± 75 %, sesuai dengan target yang seharusnya
yaitu 75%
 Ketersediaan tempat dan alat sudah sesuai dengan yang di
rencanakan.
 Peran dan tugas mahasiswa sudah sesuai dengan yang di tetepakan
sebelumnya.
2. Evaluasi proses
 Waktu pelaksanaan kegiatan direncanakan pada pukul 08.40 WIB,
namun karena beberapa hal waktu pelaksanaan kegiatan mengalami
keterlambatan sekitar 10 menit sehingga dimulai pada pukul 09.10
WIB.
 Undangan yang hadir sudah mengikuti acara dari awal sampai
akhir yaitu pada pukul 09.10 WIB
 Beberapa peserta ada yang aktif mengikuti diskusi selama kegiatan
berlangsung.

3. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan kegiatan musyawarah :
 Sebanyak 50% peserta yang hadir dapat menyebutkan pengertian
penyakit hipertensi
 Sebanyak 50% peserta dapat menyebutkan 3 dari 4 penyebab
hipertensi
 Sebanyak 50% peserta dapat menyebutkan 4 dari 7 tanda gejala
hipertensi
 Sebanyak 50% peserta dapat menyebutkan 3 dari 5 akibat lanjut
dari hipertensi
 Sebanyak 50% peserta dapat menyebutkan 5 dari 8 cara mencegah
hipertensi
 Sebanyak 50% peserta dapat menyebutkan 4 dari 6 jenis makanan
yang dianjurkan dan makanan yang 6 dari 10 makanan yang tidak
dianjurkan untuk penderita hipertensi
LAMPIRAN