Anda di halaman 1dari 20

MIDDLE RANGE THEORY: POSTPARTUM DEPRESSION

“CHERYL TATANO BECK”

Oleh : Kelompok 4
Kelas : Reguler A 2019
Dosen Pengampu : Nurna Ningsih, S.Kp, M.Kes
Anggota Kelompok :
1. Dea Vitasari ( 04021181924005 )
2. Bella Saphira ( 04021181924009 )
3. Resty Amilia ( 04021181924010 )
4. Dewi Yunita ( 04021181924015 )
5. Viona Francellia Citra ( 04021181924017 )
6. Sonia Gian Yokanande ( 04021281924023 )
7. Haura Nadira ( 04021281924032 )
8. Debora Kusdianingtyas Caroline ( 04021281924033 )
9. Asrid Patrisia ( 04021281924044 )
10. Gita Aprilia ( 04021281924048 )
11. Shefa Mursalinda ( 04021281924052 )
12. Wiwin Marlenia ( 04021281924053 )
13. Rina Widayani ( 04021281924056 )

Program Studi Ilmu Keperawatan


Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha


Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan
sehingga makalah ini bias selesai pada waktunya.

Terimakasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang telah


berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bias disusun
dengan baik dan rapi.

Kami berharap semoga makalah ini bias menambah pengetahuan para


pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih
jauh dari kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran
yang bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik
lagi.

Indralaya, 21 November 2019

Kelompok

ii
DAFTAR ISI
BAB 1 ................................................................................................................................. 2
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 2
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 2
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................... 3
1.3 Tujuan ....................................................................................................................... 3
BAB II................................................................................................................................. 4
TEORI ................................................................................................................................. 4
2.1 Latar Belakang Teori ................................................................................................ 4
2.2 Sejarah....................................................................................................................... 5
2.3 Filosofi Teori ............................................................................................................ 6
2.4 Visi dan Misi Teori ................................................................................................... 7
2.5 Nilai Teori ................................................................................................................. 7
2.6 Keyakinan Teori........................................................................................................ 7
2.7 Tujuan Teori.............................................................................................................. 7
2.8 Konsep Teori ............................................................................................................. 8
2.9 Asumsi Utama ....................................................................................................... 12
2.9 Kerangka teori ...................................................................................................... 14
2.10 Konstruksi Konsep ................................................................................................ 15
2.10.1 Analisis Konsep ............................................................................................. 15
2.10.2 Sintesis Konsep .............................................................................................. 15
BAB III ............................................................................................................................. 17
PENUTUP ........................................................................................................................ 17
I. Kesimpulan ........................................................................................................... 17
II. Saran ..................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 18
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pelayanan keperawatan merupakan bagian penting dalam pelayanan
kesehatan yang bersifat komprehensif meliputi biopsikososiokultural dan spiritual
yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, baik dalam
keadaan sehat maupun sakit dengan pendekatan proses keperawatan. Pelayanan
keperawatan yang berkualitas didukung oleh pengembangan teori dan model
konseptual keperawatan. Perlu diyakini bahwa penerapan suatu teori keperawatan
dalam pelaksanaan asuhan keperawatan akan berdampak pada peningkatan
kualitas asuhan keperawatan. Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan
profesional akan berkembang bila didukung oleh teori dan model keperawatan
serta pengembangan riset keperawatan dan diimplementasikan di dalam praktek
keperawatan.
Penerapan suatu teori keperawatan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan
akan berdampak pada peningkatan kualitas asuhan keperawatan. Pelayanan
keperawatan sebagai pelayanan profesional akan berkembang bila didukung oleh
teori dan model keperawatan serta pengembangan riset keperawatan dan
diimplementasikan didalam praktek keperawatan.
Profesi keperawatan mengenal empat tingkatan teori, yang terdiri dari
meta theory, grand theory, middle range theory , dan practice theory. Teori-teori
tersebut diklasifikasikan berdasarkan tingkat keabstrakannya, dimulai dari meta
theory sebagai yang paling abstrak, hingga practice theory sebagai yang lebih
konkrit. Level ke empat dari teori tersebut (metatheory) adalah teori dengan level
tertinggi dan dijelaskan dengan prefix “meta”, yang berarti “perubahan pada
posisi”, “diluar”, pada level tertinggi, atau “melebihi” dan merujuk pada body of

2
knowledge atau tentang suatu bidang pembelajaran seperti metamatematika (
Walker, 1995 ).
Level ke kedua dari teori keperawatan adalah middle range theory yang
berfokus pada suatu dimensi terbatas yaitu pada realitas keperawatan ( Smith dan
Liehr, 2008 ). Model konseptual keperawatan dikembangkan oleh para ahli
keperawatan dengan harapan dapat menjadi kerangka berpikir perawat, sehingga
perawat perlu memahami konsep ini sebagai kerangka konsep dalam memberikan
asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan.
Salah satu konsep model keperawatan yang termasuk dalam middle range
theory yang menunjang pengembangan keperawatan baik dalam pengembangan
ilmu maupun dalam praktek adalah model teori keperawatan yang dikembangkan
oleh Cheryl Tatano Beck. Oleh karena itu, penulis akan melakukan analisis
konsep teori keperawatan Cheryl Tatano Beck dalam keperawatan.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimanakah konsep teory Cheryl Tatano Beck dalam pelayanan
keperawatan?

1.3 Tujuan
A. Mengidentifikasi Latar Belakang Teori Cheryl Tatano Beck
B. Mengidentifikasi Sejarah Teori Cheryl Tatano Beck
C. Mengidentifikasi Filosofi Teori Cheryl Tatano Beck
D. Mengidentifikasi Visi dan Misi Teori Cheryl Tatano Beck
E. Mengidentifikasi Nilai Teori Cheryl Tatano Beck
F. Mengidentifikasi Keyakinan Teori Cheryl Tatano Beck
G. Mengidentifikasi Tujuan Teori Cheryl Tatano Beck
H. Mengidentifikasi Konsep Teori Cheryl Tatano Beck
I. Mengidentifikasi Kerangka Teori Cheryl Tatano Beck

3
BAB II

TEORI

2.1 Latar Belakang Teori


Menurut beck sekitar 13% sampai dengan 25% wanita yang melahirkan
mengalami depresi setelah melahirkan. Mengingat tingginya angka wanita yang
mengalami depresi setelah melahirkan sehingga beck tertarik untuk
mempelajarinya, walaupun sebenarnya beck tidak pernah mengalami depresi
setelah melahirkan anak – anaknya. Beck menggunakan kualitatif dan kuantitatif
dalam tulisan - tulisannya karena dia menyadari bahwa metodology kuantitatif itu
tidak cukup untuk merefleksikan perawatan transpersonal yang ideal sebagaimana
dikatakan oleh watson.
Cheryl Tatano Beck adalah seorang profesor di University of Connecticut,
School of Nursing. Gelar Sarjana Science dalam Keperawatan dari Western
Connecticut State University. Cheryl Tatano Beck menerima gelar Master-nya
dalam merawat ibu dan bayi yang baru lahir dari Yale University. Cheryl Tatano
Beck memiliki sertifikat Nursing Maternity dari Yale University. Cheryl Tatano
Beck menerima gelar doktor of Science Keperawatan dari Boston University.
Beck adalah anggota dalam American Academy of Nursing. Cheryl Tatano Beck
telah menerima berbagai penghargaan seperti Keperawatan Timur Research
Society, Distinguished Penghargaan Peneliti, Distinguished Award dari Alumna
Yale University dan Perawat Connecticut „Association Diamond Jubilee Award
untuk kontribusinya terhadap penelitian keperawatan.
Walaupun beck sudah melakukan 7 penelitian mayor mengenai pendidikan
dan isu - isu keperawatan bersama para siswa keperawatan, akan tetapi selama 3
dekade beck berkonstribusi terhadap perkembangan pengetahuan dalam
keperawatan maternitas. Ide Jean Watson sangat berperan penting dalam
penelitian - penelitian beck, yang mana dikatakan bahwa perawatan itu berpusat
pada perawat.

4
Selama 20 tahun terakhir Beck telah memfokuskan penelitiannya pada
upaya pengembangan program penelitian pada mood postpartum dan gangguan
kecemasan. Beliau telah meneliti secara ekstensif menggunakan metode penelitian
kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan temuan dari beberapa penelitian
kualitatifnya, Cheryl Tatano Beck telah mengembangkan Skala Skrining Depresi
Postpartum/ Postpartum Depression Screening Scale ( PDSS ) yang diterbitkan
oleh Western Psychological Services
Beliau juga salah seorang penulis produktif yang telah menerbitkan lebih
dari 100 artikel jurnal tentang beberapa topik seperti depresi postpartum, trauma
lahir, PTSD/ posttraumatic stress disorder karena melahirkan, fenomenologi,
grounded theory, metaanalisis, pengembangan instrumen, meta-sintesis, dan
analisis naratif. Saat ini upaya penelitian Beck difokuskan pada (1) dampak
trauma lahir pada menyusui, (2) efek DHA pada depresi postpartum, dan (3)
penilaian psikometri dari Postpartum Depression Screening Scale melalui
administrasi telepon. Beliau telah menjadi anggota Dewan Pembina Depresi
Setelah Pengiriman-Nasional dan Dewan Eksekutif Marce Internasional Society.
Beliau telah ditunjuk untuk Presiden Dewan Pertimbangan Postpartum Dukungan
Internasional.

2.2 Sejarah
Sejarah muncul teori ini berawal dari penelitian Beck pada keadaan ibu
postpartum yang mengalami gangguan mood yang sering diabaikan dalam
perawatan kesehatan, mengabaikan ibu dengan postpartum menderita dalam
ketakutan, kebingungan dan keheningan. Jika hal ini tidak terdiagnosa, dapat
mempengaruhi hubungan ibu-bayi dan menyebabkan masalah emosional jangka
panjang bagi anak. Teori ini membedakan depresi postpartum dari gangguan
mood dan kecemasan postpartum lainnya dan aspekaspek depresi postpartum:
gejala, prevalensi, faktor risiko, intervensi, dan efek pada hubungan dan
perkembangan anak.

5
2.3 Filosofi Teori
Teori ini mengungkapkan bahwa caring ( Teori Jean Watson ) sebagai
pusat dalam pelayanan keperawatan. Sehingga Beck, mengaplikasikan teori caring
dalam bentuk membantu klien yang mengalami depresi pada postpartum. Beck
menegaskan bahwa depresi merupakan hasil dari kombinasi stres fisiologis,
psikologis, dan lingkungan dan bahwa gejala bervariasi dan kemungkinan akan
muncul beberapa gejala.

6
2.4 Visi dan Misi Teori
Beck memperkenalkan NURSE program untuk menangani depresi
postpartum. NURSE program ini meliputi 5 aspek perawatan yang diperlukan
untuk menyembuhkan depresi postpartum, yaitu :
1. Nourishment and needs ( nutrisi dan kebutuhan lain )
2. Understanding ( pemahaman )
3. Rest and relaxation ( istirahat dan relaksasi )
4. Spirituality ( spiritualitas )
5. Exercise ( latihan )
Masing-masing aspek didiskusikan secara terpisah dan dikolaborasikan
dengan ibu yang mengalami depresi postpartum. Wanita dengan depresi
postpartum seringkali hanya bisa berfokus pada satu atau dua aspek dalam satu
waktu, namun program ini harus diselesaikan dalam setiap tahap penyembuhanya.

2.5 Nilai Teori


Hasil dari metasyntesis teori depresi postpartum memberikan implikasi
bagi pelayanan keperawatan dimana konsep kehilangan ( Kubler-Ross, 1969 )
yang dimunculkan sebagai komponen kunci dari postpartum depresi dapat
digunakan perawat untuk membantu membedakan bentuk kehilangan dari
pengalaman wanita dengan postpartum.

2.6 Keyakinan Teori


Beck tidak mengarah kepada caring sebagai teori atau filosofi yang
membangun secara khusus penelitian – penelitiannya. Akan tetapi dia melakukan
penelitian yang membuktikan keyakinannya tentang penting nya
caring/kepedulian dalam perawatan wanita dengan depresi postpartum. H

2.7 Tujuan Teori


Tujuan Cheryl Tatano Beck mengembangkan teori depresi postpartum
yaitu :

7
A. Memahami postpartum sebagai suatu cara yang memberi jalan kepada
para professional untuk mengembangkan strategi pencegahan yang
adekuat.
B. Mengembangkan program screening agar bisa memberikan intervensi
sedini mungkin, dan;
C. Mengembangkan strategi treatment yang adekuat untuk mennegah hal
hal yang berbahaya terhadap para wanita, anak - anak mereka serta
keluarga mereka.

2.8 Konsep Teori


Cheryl Tatano Beck menggunakan ide - ide dari Jean Watson yaitu
perawat sebagai pusat perawatan. Beck juga menggunakan studi phenomenology
dalam penelitiannya terhadap bagaimana wanita mengalami depresi postpartum (
pendekatan Colaizzi‟s 1978 ). Selanjutnya Beck menggunakan teori grounded
sebagai pengaruh dari ide - ide teori dan filosofi glasser ( 1978 ), Gkasser dan
Strauss ( 1967 ), dan Hutchinson ( 1986 ). Sumber teori yang tidak seperti
biasanya juga diambil oleh Beck dari Sichel dan Driscoll ( 1999 ).
i. Definisi postpartum
Menurut Beck ( 2002 ) dalam Records, Rice, Beck ( 2007 ), depresi postpartum
adalah episode depresi mayor yang bisa terjadi selama 12 bulan pertama setelah
melahirkan.
ii. Faktor penyebab postpartum
Menurut Beck, faktor - faktor yang menyebabkan depresi postpartum ada 13,
yaitu ( Varney, et al., 2008 ) :
a. Depresi prenatal
Depresi prenatal ( selama kehamilan ) merupakan salah satu faktor
pemicu terjadinya depresi postpartum yang paling kuat. Depresi prenatal
bisa terjadi pada beberapa atau keseluruhan dari trimester kehamilan (
Beck, 2001 ).
b. Stress merawat anak
Hal-hal yang membuat stres yang berhubungan dengan perawatan
anak meliputi faktor - faktor seperti masalah kesehatan yang dialami bayi,

8
dan kesulitan dalam perawatan bayi khususnya mengenai masalah
makanan dan tidur ( Beck, 2001 )
c. Stress dalam kehidupan
Stress dalam kehidupan merupakan penunjuk terjadinya stress
selama kehamilan dan setelah kehamilan. Stres yang terjadi dalam hidup
seseorang, bisa karena hal yang positif maupun negative, dan termasuk
juga sebuah pengalaman seperti, perubahan dan krisis yang terjadi (
contohnya, kecelakaan, perampokan, krisis ekonomi, dan penyakit kronis )
(Beck, 2001 )
d. Dukungan social
Ibu yang baru saja mengalami proses reproduksi sangat
membutuhkan dukungan psikologis dari orang – orang terdekatnya.
Kurangnya dukungan dari orang – orang terdekat dapat menyebabkan
penurunan psikologis seperti mudah menangis, merasa bosan, capek, tidak
bergairah, dan merasa gagal yang akan menyebabkan ibu menjadi depresi.
e. Ansietas prenatal
Ansietas pada masa kehamilan bisa terjadi selama beberapa
trimester dan kadang terjadi diseluruh masa kehamilan. Ansietas ini
merupakan suatu perasaan ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi
mengenai sesuatu yang tidak jelas, ancaman yang belum jelas ( Beck,
2001 ).
f. Kepuasan perkawinan
Derajat kepuasan dengan sebuah hubungan perkawinan ditandai
dengan seberapa bahagia atau puasnya seorang wanita pada hal – hal
tertentu dari perkawinannya, seperti komunikasi, keterbukaan, kesamaan
dala saling menghargai, saling membantu, menghargai terhadap suatu
keputusan, dan hal – hal yang baik secara global lainnya ( Beck, 2001 )
g. Riwayat depresi sebelumnya
Sarafino dalam Ryan ( 2009 ), menyatakan bahwa perempuan yang
memiliki sejarah masalah emosional rentan terhadap gejala depresi ini,
kepribadian dan variable sikap selama masa kehamilan seperti kecemasan,

9
kekerasan dan kontrol eksternal berhubungan dengan munculnya gejala
depresi ( Ryan, 2009 )
h. Tempramen bayi
Temperamen bayi yang sulit digambarkan sebagai seorang bayi
yang lekas marah, rewel, dan susah dihibur ( Beck, 2001 ). Hal tersebut
sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Whiffen dan Gotlib ( 1989 )
dalam Hagen ( 1999 ), yang menyimpulkan bahwa temperamen sebagai
salah satu penyebab terjadinya depresi postpartum.
i. Maternity blues
Maternity blues adalah sebuah fenomena yang hanya sekilas dari
perubahan suasana hati yang dimulai pada beberapa hari pertama setelah
melahirkan dan paling sedikit 1 sampai 10 hari atau lebih. Keadaan
tersebut ditandai dengan perasaan ingin menangis, cemas, kesulitas
konsentrasi, lekas marah, dan suasana hati yang labil ( Beck, 1998a dalam
Beck, 2001 ).
j. Harga diri
Harga diri ditunjukkan kepada perasaan seorang wanita secara
umum dalam hal harga diri dan penerimaan diri sendiri, artinya adalah
kepercayaan diri dan kepuasan terhadap diri sendiri. Dendahnya harga diri
menggambarkan negatifnya evaluasi terhadap diri sendiri dan perasaan
terhadap diri seseorang atau kemampuan seseorang ( Beck, 2001 ).
k. Status sosioekonomi
Segre, Lisa, Losch, O‟Hara dalam Wikipedia ( 2010 ),
mengungkapkan bahwa status sosial ekonomi berhubungan dengan
kejadian depresi postpartum. Semakin rendah pendapatan keluarga,
semakin tinggi pula resiko terjadinya depresi postpartum.
l. Status perkawinan
Status demografi ini berfokus pada kedudukan seorang wanita
dalam hal pernikahan. Tingkatannya adalah tidak menikah, menikah/hidup
bersama, bercerai, janda, berpisah, memiliki pasangan ( Beck, 2001 ).

10
m. Kehamilan tidak diinginkan atau tidak direncanakan
Kehamilan yang tidak direncanakan, bisa disebabkan oleh perasaan ragu -
ragu terhadap kehamilan yang dialami. Jika kehamilan itu direncanakan, mungkin
saja 40 minggu bukanlah waktu yang cukup bagi pasangan untuk menyesuaikan
diri terhadap perawatan bayi yang ada kalanya membutuhkan usaha yang cukup
keras ( The American College of Obstetricians and Gynecologist ( ACOG ), 2009
). Seorang bayi mungkin dilahirkan lebih awal dari perkiraan lahirnya, hal ini juga
dapat menjadi faktor pemicu terjadinya depresi postpartum, karena jika bayi lahir
lebih awal dapat menyebabkan perubahan secara tiba - tiba, baik di lingkungan
rumah maupun perubahan terhadap rutinitas kerja yang tidak diharapkan oleh
orang tua ( ACOG, 2009 ).

iii. Pencegahan Depresi Postpartum


Pencegahan terjadinya depresi postpartum dapat dilakukan dengan
memberikan psikoedukasi maupun konseling yang dilakukan oleh perawat
maternitas dan profesi kesehatan lain. Hal ini disebabkan karena bantuan yang
diberikan pertama kali adalah dari tenaga kesehatan. Ibu biasanya gagal keluar
dari kondisi yang sulit karena perasaan yang kurang nyaman, sehingga sangat
penting memberikan pelatihan konselor pada tenaga kesehatan professional agar
mampu menolong ibu secara professional. Kegiatan konseling yang dilakukan
dapat meliputi :
A. Konseling perkawinan bagi pasan gan yang akan menikah ataupun sudah
menikah.
Konseling perkawinan bertujuan untuk membangun dan membina
keluarga yang harmonis. Seorang konselor menjelaskan tentang tujuan
perkawinan, mempersiapkan perkawinan, membina perkawinan, membina
hubungan seksual dalam perkawinan, dan mengasuh serta membimbing
anak dalam keluarga. Konselor juga membantu untuk mengatasi masalah
dalam kehidupan keluarga ( Nurbaeti, 2002 ).
B. Konseling anternatal
Tujuan dari menyelenggarakan konseling antenatal bagi ibu hamil dan
keluarga adalah untuk mendapatkan pengetahuan tentang persalinan dan

11
perawatan bayi, pengetahuan dan perhatian pada aspek emosional serta
bagaimana penyelesaian masalah emosional. Kenyataan menunjukkan bahwa
pemberian informasi tentang depresi postpartum dapat mengurangi
kejadian depresi postpartum ( Zahra, 2010 ).

iv. Penatalaksanaan Depresi Postpartum


Penatalaksanaan Depression and Bipolar Support Alliance ( DBSA ) (
2010 ), Jika mengalami depresi postpartum hal-hal yang dapat dilakukan adalah :
(1) bicaralah dengan ahli kesehatan tentang semua gejala - gejalanya, riwayat
kesehatan yang lalu, (2) bergabunglah dengan sebuah kelompok, dimana bisa
berbagi perasaan dan pikiran di dalamnya, (3) makan secara seimbang dan teratur,
(4) lakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki, (5) beri kesempatan kepada
keluarga dan teman untuk menolong, seperti mengerjakan pekerjaan rumah dan
mengasuh anak.

2.9 Asumsi Utama

 Keperawatan
Beck mendeskripsikan keperawatan sebagai profesi yang memiliki filosofi
caring. Caring diberikan kepada individu yang dirawat dan sesamanya.
Selain itu, interaksi interpersonal antara perawat dan pihak yang kita rawat
adalah langkah utama dalam pencapaian status sehat dan utuh.

 Manusia
Individu dideskripsikan sebagai suatu kebutuhan baik dalam komponen
biologis, sosiologis, dan psikologis. Terlebih, adanya pemahaman bahwa
setiap individu atau hubungan antar individu dipahami di dalam konteks
keluarga dan komunitas.

 Kesehatan
Beck tidak menjabarkan secara jelas mengenai definisi sehat. Namun,
Beck menuliskan definisi sehat mencakup pandangan tradisional mengenai

12
sehat fisik dan mental. Sehat adalah kontribusi respons seorang perempuan
dalam konteks kehidupannya dan lingkungannya. Konteks sehat adalah
vital untuk dipahami dalam berbagai isu kesehatan.

 Lingkungan
Beck menuliskan tentang lingkungan dalam arti luas yang mencakup
faktor individu serta dunia luar setiap orang. Lingkungan luar mencakup
kejadian, situasi, budaya, ekosistem fisik, dan sistem sosiopolitik. Selain
itu, ada pemahaman bahwa perempuan dalam periode proses melahirkan
mendapatkan perawatan dari lingkungan tenaga kesehatan terstruktur
dalam model medis dan dengan ideologi patriakal.

13
2.9 Kerangka teori

Faktor or risk factor for PPD :


1. Prenatalde presion
2. Child care stress
3. Life stress
4. Social support
5.Prenata activity
6.Martial satisfaction
7.History of depression
8. Infant Temperament
9. Maternity blues
10. Self-esteem
11. Socioeconomic status
12. Mariatalstatus
CARING 13. Unplanned or unwanted pregnance

Kerangka kerja yang disebut faktor karatif


a. system nilai humanistic
b. kejujuran dan harapan
c. sensitifitas pada pribadi seseorang dan orang lain
d. Rasa tolong-menolong. Saling percaya, hubungan antar sesame manusia
e. Mengekspresikan perasaan positif dan negative
f. Proses pemecahan masalah keperawatan yang kreatif
g. Proses belajar mengajar transpersonal
h. Lingkungan fisik, social, spiritual dan mental yang supportif, protektif dan korektif
i. Pertolongan dalam memenuhi kebutuhan manusia
j. Kekuatan spiritual –fenomenologikal-eksistensial
( Watson, 1979/1985 )

Spiraling downward
a. Kecemasan
b. Berpikir diluar kemampuan
c. Berpikir obsesif
d. Marah
e. Gangguan Kognitif
f. Isolasi dan Kesepian
g. Rasa Bersalah
h. Resiko menciderai diri
Kesenjangan antara harapan
dan realitas pada ibu : Membuat Keputusan
a. Harapan yang bertentangan a. Menyerah
b. Impian yang hancur b. Berjuang untuk berjuang hidup
c.Takut hukuman moral c. Rentegrasi dan perubahan
d. Konteks budaya
Konsep Kehilangan
a.Kehilangan control
b. Kehilangan diri
c. Kehilangan hubungan
d. Kehilangan suara

14
2.10 Konstruksi Konsep

2.10.1 Analisis Konsep

Menghadapi Merasa tidak berguna Berjuang Membangun


suatu untuk kembali Kontrol
1. Adanya 1. Mengkhawatirkan 1. Melawan 1. Perubahan yang
kecemasan yang suatu yang tidak nyata kondisi yang tidak bisa
menakutkan 2. Menarik diri ada diprediksi
2. Pikiran yang 3.Percobaan melukai 2. Berdoa 2. Mengaggap
obsesif diri sendiri untuk yang lalu biarkan
3. Kehilangan ketenangan berlalu
Konsentrasi 3. Mencari 3. Merasa selalu
(Envoloping dukungan berhati-hati jika
Foggines) sosial munculnya depresi
kembali

1. Model Kasus kontra : Ny B terlihat duduk bersimpuh disamping jenazah anak


satu - satunya yang meninggal saat usia 15 th, Ny B terlihat tegar dan bibirnya
dengan fasih melafalkan ayat - ayat suci al Quran dan tak hent- hentikan
mendoakan anaknya sesekali menyalami para tamu yang datang melayat dan
menyampaikan rasa bela sungkawa.

2. Model Kasus Pro : Ny B melakukan percobaan bunuh diri dengan cara


memotong urat nadi di pergelangan tangannya, dikarenakan Ny B merasa sedih
yang psikopatologis akibat kehilangan putranya yang berumur 4 tahun karena
tenggelam di kolam renang saat Ny B memasak didapur.

2.10.2 Sintesis Konsep


Konsep ini dikembangkan berdasarkan berbagai penelitian kualitatif dan
kuantitatif. Beck melakukan temuan dari beberapa penelitian kualitatifnya, Cheryl
Tatano Beck telah mengembangkan Skala Skrining Depresi Postpartum atau
Postpartum Depression Screening Scale (PDSS).

15
a. Kelebihan
1. Teori beck memberikan pemahaman yang holistic terkait
postpartum depresi
2. Teori ini memungkinkan pada pelayanan kesehatan tidak hanya
melihat mengapa postpasrtum itu bisa terjadi tetapi perawat bisa
memahami pola pikir klien dengan depresi postpartum
3. Teory ini lebih sederhana dan mudah dibaca;
4. Teory ini telah mengeksplorasi tentang kesadaran dan pentingnya
penanganan pada ibu dengan postpartum depresi.
b. Kelemahan
1. Terbentuknya stigma yang lemah dalam teori ini, karena sedikitnya
literature
2. Penelitian teori ini merupakan penelitian kualitati$ sehingga tidak
semua individu berbagi pengalaman yang dialami pada saat
mengalami depressi postpartum

16
BAB III

PENUTUP
I. Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa Teori Cheryl Tatano Beck membedakan


depresi postpartum dari gangguan mood dan kecemasan postpartum
lainnya dan aspekaspek depresi postpartum: gejala, prevalensi, faktor
risiko, intervensi, dan efek pada hubungan dan perkembangan anak.

II. Saran
Penulis meyadari bahwa dalam penulisan makalah ini jauh dari
kesempurnaan dan banyak kesalahan. Maka dari itu penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca mengenai pembahasaan
makalah ini.

17
DAFTAR PUSTAKA

Alligood, Martha Raile. 2017. Pakar Teori Keperawatan dan Karya Mereka.
Volume 2. Terjemahan oleh Prof. Achir Yani S. Hamid, MN, DNSc dan Kusman
Ibrahim, SKp, MNS, PhD. elsevier Singapore Pte Ltd.

Beck, C.T. 2001. Predictors Of Postpartum Depression : An Update. Nursing


Research

Beck, C.T. 2002. Predictors Of Postpartum a meta-syntesis. Quality health


research

Beck, C.T. 2007. Exemplar. Teetering on the edge : A continually emerging


Theory of postpartum depressin in p munhal (Ed). Boston.

Maeve, M.K. 2014. Nursing Theory and Their Wor, Eight Edition

Marsh, J.R. 2013. A Middle Range Theory of Posrpartum Depression : Analisis


And Application

Walker, L.O. 1995. Strategis for Theory Contruction In Nursing. Appleton &
Lange : USA

18