Anda di halaman 1dari 9

SPO

Tanggap Darurat Insenerator

1999

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUD LEWOLEBA 1/1

Ditetapkan tgl......................2019
Direktur
Prosedur Tetap Tanggal Terbit

dr. Bernardus Yoseph Beda


Pembina
NIP. 19761108 200803 1 001
Pengertian Tanggap darurat adalah kondisi dimana pengelolaan limbah
B3 ( Limbah Padat ) terhenti atau terganggu pengelolaannya
akibat bencana atau darurat lainnya seperti kerusakan
insenerator
1.Menjaga penanganan limbah B3 tetap maksimal
Tujuan
2.Mencegah penumpukan atau penimbunan limbah B3 yang
dihasilkan

1. SK Direktur RSUD Lewoleba tentang Kebijakan Tata Cara


Kebijakan
Pengoperasian Insenerator.
2. Pedoman PPI di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan
Lainnya
3. Permenkes No. 07 Tahun 2019 Tentang Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit

Prosedur Oleh karena pihak Rumah Sakit dalam mengelola Limbah B3


dengan sistem On - Site ( Secara Mandiri ) maka ketika mesin
pengolah ( Insenerator ) mengalami kegagalan operasional
atau rusak dalam kondisi darurat sistem penanganan limbah
B3 diganti dengan sistem total Off -Site dimana seluruh
limbah B3 yang dihasilkan diserahkan ke pihak ketiga untuk
dikelola

1.Instalasi Penyehatan Lingkungan


Unit Terkait
2.Pihak Manajemen Rumah Sakit ( Seksi Penunjang )
SPO
PENGOPERASIAN INSENERATOR
1999

RSUD LEWOLEBA No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/3

Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan tanggal............... 2019


Direktur

dr. Bernadus Yosep Beda


Pembina
NIP: 19761108 200803 1 001

Pengoperasian Insenerator adalah Upaya penggunaan


Pengertian insenerator agar sesuai dengan kemampuan operasional
alat yang aman bagi operator dan lingkungan sekitar
sehingga sesuai dengan ketentuan yang berlaku

1. Mengelolah limbah B3 sesuai dengan ketentuan


Kemenkes sehingga tidak mencemari lingkungan
Tujuan yang dapat menjadi sumber penularan penyakit bagi
petugas maupun penderita
2. Mencegah menumpuknya limbah B3 ( limbah
padat ) sehingga mengurangi kenyamanan,
keindahan dan terkesan kumuh
3. Mencegah terjadinya Infeksi Nosokomial
4. Mencegah perindukan serangga ataupun
binatang yang menyebarkan penyakit pada
masyarakat sekitarnya

1. SK Direktur RSUD Lewoleba tentang Kebijakan Tata


Kebijakan Cara Pengoperasian Insenerator.
2. Pedoman PPI di Rumah Sakit dan Fasilitas
Kesehatan lainnya.
3. Permenkes No. 07 Tahun 2019 Tentang Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit
SPO
PENGOPERASIAN INSENERATOR
1999

RSUD LEWOLEBA No. Dokumen No. Revisi Halaman


2/3

Prosedur 1. Operator menggunakan APD : Masker, Sarung


tangan dan Sepatu Booth
2. Persiapan Limbah Padat B3 :
o Siapkan Bahan limbah B3 yang akan dibakar
di insenerator
o Masukkan limbah B3 kedalam insenerator
dengan membuka pintu primary chamber
o Limbah B3 yang dimasukan kedalam
insenerator maksimal 3/4 dari kapasitas
utama chamber insenerator
3. Penggunaan Panel Control :
 Aktifkan MCB incoming
 Aktifkan semua MCB untuk beban dan kontrol
 Setting timer pembakaran minimal satu jam
 Putar selector Switch ke kanan untuk power maka
lampu merah menyala
 Setting thermo Control di 800 º C
 Putar selector switch ke kanan untuk blower maka
blower on maka lampu hijau menyala
 Putar selector switch ke kanan untuk Fan Burner
maka Fan Burner On dan lampu hijau menyala
 Putar selector switch ke kanan untuk burner maka
burner on dan lampu hijau menyala maka proses
pembakaran berlangsung
 Setelah waktu pembakaran selesai maka blower,
Fan Burner dan burner off bersamaan secara
otomatis
 Putar selector switch ke kiri untuk power, blower,
Fun Burner dan burner pada posisi off, maka lampu
indicator on. Blower, fun burner dan burner off
 Proses pendinginan berlangsung selama satu jam
 Putar selector switch ke kanan untuk power maka
lampu merah menyala
SPO
PENGOPERASIAN INSENERATOR
1999

RSUD LEWOLEBA No. Dokumen No. Revisi Halaman


3/3

 Putar selector switch ke kanan untuk blower , maka


blower on dan lampu hijau menyala
 Putar selector switch ke kanan untuk fun burner
maka fun burner on dan lampu hijau menyala
 Setelah selesai pendinginan secara otomatis blower
dan fun burner off
 Putar selector switch ke kiri untuk power. Blower
dan fun burner posisi off
 Apabila melakukan pembakaran lagi ikuti langkah
1 - 18

1. Instalasi Penyehatan Lingkungan


Unit Terkait 2. Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Rumah
Sakit
SPO
PENANGANAN ABU INSENERASI

1999

No. Dokumen No. Revisi Halaman


½
RSUD LEWOLEBA

Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan tanggal.............. 2019


Direktur

Bernadus Yosep Beda


Pembina
NIP: 19761108 200803 1 001

Penanganan Abu Insenerasi adalah suatu kegiatan


Pengertian pengumpulan dan pewadahan abu sisa hasil pembakaran
insenerator

Tujuan Mencegah terjadinya kontaminasi

1. SK Direktur RSUD Lewoleba tentang Kebijakan Tata


Cara Pengoperasian Insenerator.
Kebijakan 2. Pedoman PPI di Rumah Sakit dan Fasilitas
Kesehatan Lainnya
3. Permenkes No. 07 Tahun 2019 Tentang Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit

1. Cuci tangan dengan Sabun di air mengalir


2. Pakai APD : Sepatu Booth, Sarung tangan RT,
Masker, Helm, Apron
3. Buka pintu utama insenerator (primary chamber )
dengan posisi tepat berada dibelakang pintu supaya
Prosedur abu yang keluar dari dalam ruang bakar tidak
mengenai petugas secara langsung
4. Buka ruang bawah untuk mengeluarkan abu
5. Bersihkan abu dalam ruang bakar dengan
penggaruk besi dan pastikan dapur utama bersih
SPO
PENANGANAN ABU INSENERASI

1999

No. Dokumen No. Revisi Halaman


2/2
RSUD LEWOLEBA

6. Masukkan abu ke dalam ember lalu timbang


7. Abu yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam tong
untuk Limbah B3 yang sudah dilapisi kantong
plastik untuk dikemas
8. Setelah itu tutup rapat tong untuk Limbah B3
9. Tutup kembali pintu ruang bakar dan bersihkan area
sekitar insenerator.
10. Lepaskan APD : Sepatu Booth, Sarung tangan RT,
Masker, Helm, Apron
11. Cuci tangan dengan Sabun di air mengalir
12. Catat semua kegiatan pada Buku Monitoring
Insenerator

1. Instalasi Penyehatan Lingkungan


Unit Terkait 2. Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Rumah
Sakit
SPO
PENGOPERASIAN MESIN IPAL

1999

No. Dokumen No. Revisi Halaman


½
RSUD LEWOLEBA

Prosedur Tetap Tanggal Terbit Ditetapkan tanggal.............. 2019


Direktur

Bernadus Yosep Beda


Pembina
NIP: 19761108 200803 1 001

Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL ) adalah suatu


Pengertian proses pengolahan limbah cair di Rumah Sakit
menggunakan sistem biologis dengan menggunakan
jasa/bantuan mikroorganisme ( bakteri – bakteri ) untuk
mendegradasi limbah cair

Memberikan acuan dalam optimalisasi tangki septic


Tujuan sebagai Instalasi Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit
agar kinerja dapat berjalan secara efektif dan efisien
memenuhi baku mutu limbah cair serta tidak berdampak
negatip bagi lingkungan.

1. SK Direktur RSUD Lewoleba tentang Kebijakan Tata


Cara Pengoperasian IPAL.
Kebijakan 2. Pedoman PPI di Rumah Sakit dan Fasilitas
Kesehatan Lainnya
3. Permenkes No. 07 Tahun 2019 Tentang Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit

1. Petugas IPAL memakai Alat Pelindung Diri berupa


Prosedur Masker dan sarung tangan
2. Naikkan MCB semuanya
3. Voltmeter di posisi RS
4. On- kan Limit Switch Panel
SPO
PENGOPERASIAN MESIN IPAL

1999

No. Dokumen No. Revisi Halaman


2/2
RSUD LEWOLEBA

Prosedur 5. Apabila sudah seding bakteri, Blower dan In let di


posisi Auto
6. Setelah itu gunakan sirkulasi.
7. Sirkulasi, Blower dan In let hidup 24 jam.
8. Nyalakan Dosing kurang lebih 30 menit setiap
harinya.

1. Instalasi Penyehatan Lingkungan


Unit Terkait 2. Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Rumah
Sakit
CARA MENGATASI MASALAH PADA MESIN IPAL

1. Apabila ada masalah pada mesin IPAL maka muncul bunyi alarm di

panel indikator ( tripe lamp akan berwarna kuning )

2. Setelah itu di cek dimana indikator tripe lamp yang nyala

Sebagai contoh Blower :

Apabila Blower mengalami trouble, indikator tripe lamp di blower

akan berubah menjadi warna kuning

3. Selanjutnya pencet tombol emergency dan di cek di overload manual

huruf “ T “ tekan tombol reset warna biru sampai huruf “ T ” hilang.

Setelah itu ditambah daya. Contoh : dari 4 ke 4,5 dst

Apabila sudah disetel maka emergency stop di putar kembali

Catatan : Seding bakteri sebulan sekali setiap tanggal 16 dalam

bulan.

Anda mungkin juga menyukai