Anda di halaman 1dari 24

TEKNIK FINISHING ANILIN

SEMESTER V
TPK / 3 SKS

Disusun oleh:

Titik Anggraini, S.E., M.M.


Ragil Yuliatmo, S.Pt., M.Sc.
Eddy Purnomo, B.Sc.

i
POLITEKNIK ATK YOGYAKARTA
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
REPUBLIK INDONESIA
YOGYAKARTA
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga atas Karunia-Nya
modul Mata Kuliah Praktek Teknik Finishing Anilin dapat diselesaikan.
Modul Teknik Finishing Pigmented ini berisi penjelasan mengenai peralatan
finishing, bahan kimia finishing anilin, pemilihan bahan baku dan teknik proses
finishing anilin yang mencakup formulasi, aplikasi dan evaluasi proses. Modul ini
mencakup pengenalan peralatan utama finishing dan 7 macam jenis teknik finishing
anilin. Jenis teknik finishing anilin yang akan dipraktekkan mahasiswa disesuaikan
waktu dan ketersediaan bahan baku serta bahan penunjang yang didasarkan
jumlah SKS yang sudah ditentukan. Materi teknik finishing pigmented dalam modul
ini berisi:
1. Pengenalan spray gun & mesin finishing
2. Kulit dress glove full anilin
3. Kulit sepatu upper semi anilin
4. Kulit upholstery anilin
5. Kulit nappa garmen pull up
6. Kulit biawak glazing
Praktek Teknik Finishing Anilin dilakukan proses pelaksanaan praktek sesuai
dengan jobsheet dan ujian mandiri. Ujian praktek mandiri mahasiswa ini dilakukan
untuk mengetahui capaian kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan praktek
Teknik Finishing Anilin sesuai materi yang telah diberikan.
Kami menyadari bahwa modul ini masih terdapat kekurangan, oleh karena
itu masukan dan kritik dari pembaca dapat membantu perbaikan modul Mata Kuliah
Praktek Teknik Finishing Anilin ini.

Yogyakarta, Agustus 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................. iii

TUJUAN PERKULIAHAN ................................................................................... 1

Tujuan Umum ............................................................................................. 1

Tujuan Khusus ............................................................................................ 1

MATERI UMUM PERKULIAHAN .......................................................................... 2

Finishing Anilin ............................................................................................ 2

Pengenalan alat bantu Finishing anilin............................................................ 2

Spray Gun ............................................................................................... 2

Alat Padding ............................................................................................ 3

Mesin Berat Finishing ................................................................................ 3

Mesin Glazing........................................................................................... 3

Struktur Grain Kulit .................................................................................. 3

1. PENGENALAN SPRAY GUN & MESIN FINISHING ......................................... 4

Pokok Bahasan Materi .................................................................................. 4

1. Spray gun ............................................................................................ 4

2. DRESS GLOVES FULL ANILIN ................................................................ 11

Pokok Bahasan Materi ................................................................................ 11

Alat dan bahan praktikum .......................................................................... 12

Formulasi finishing Dress Gloves Full Anilin ................................................... 13

3. NAPPA UPPER SEMI ANILIN ................................................................... 14

Pokok Bahasan Materi ................................................................................ 14

iii
Alat dan Bahan Praktikum .......................................................................... 14

Formulasi Finishing Nappa Upper Semi Anilin ................................................ 15

4. KULIT NAPPA GARMEN ANILIN PULL UP .................................................. 16

Pokok Bahasan Materi ................................................................................ 16

Alat dan Bahan Praktikum .......................................................................... 17

Bahan ................................................................................................... 17

Bahan Kimia .......................................................................................... 17

Alat ...................................................................................................... 17

Formulasi finishing Nappa Garmen Anilin Pull Up ........................................... 18

5. KULIT BIAWAK GLAZING ...................................................................... 19

Pokok Bahasan Materi ................................................................................ 19

Alat dan Bahan Praktikum .......................................................................... 19

Formulasi Finishing Biawak Aniline Finished Glazing ....................................... 20

iv
TUJUAN PERKULIAHAN

Tujuan Umum

Memahami pengertian umum tentang finishing anilin dan menguasai teknik-


teknik aplikasinya pada artikel kulit yang berbeda dengan benar.

Tujuan Khusus

a. Pembelajaran dan pelatihan dalam menentukan, mengenali, bahan bahan


kimia, membuat formulasi finishing-anilin seperti, staining, base coat, color
coat, top/seasoning coat untuk artikel kulit samak sapi, domba/kambing, reptile
untuk atasan sepatu, garment, sarung tangan, upholstery dengan benar.
b. Pembelajaran dan pelatihan dalam membedakan kulit dengan tipe finishing
anilin dan semi-anilin dengan benar.
c. Melakukan dan membedakan tipe finishing anilin akan dipolishing, glazing atau
ironing dengan benar.
d. Melakukan sortasi kulit yang telah selesai finshing.

1
MATERI UMUM PERKULIAHAN

Finishing Anilin

Anilin diambikan dari kata aniline yang merupakan bahan dasar untuk
membuat dyestuff, sehingga finishing anilin menunjukan bahwa pewarnanya
menggunakan dyestuff yang bersifat tranparan. Berdasarkan alasan tersebut dapat
diambil kesimpulan finishing anilin lebih dititikberatkan untuk kulit full-grain, yang
memiliki kualitas rajah/grain yang baik, atau reptile natural (non-bleaching) untuk
menonjolkan keindahan rajah/marking nya karena sifat dyestuff yang tranparant.
Pada perkembangannya, penggunaan pewarna dapat ditambahkan sedikit pewarna
pigmen dalam campuran formulanya untuk memanipulasi/menyembunyikan cacat
kecil yang ada di permukaan kulit. Penggunaan sedikit pigmen dalam formula anilin
diatas sering disebut “finishing semi anilin/semi pigmen”.
Pengelompokan jenis atau tipe finishing dapat berdasarkan alat/mesin yang
digunakan atau bahan kimia apakah itu binder, wax, oil atau pewarnanya. Pada
awalnya binder yang digunakan pada finishing anilin adalah binder protein kasein
dan diakhiri dengan perlakuan glazing untuk mengkilapkan permukaan kulit
terutama kulit reptile, glaze kid atasan sepatu, namun kini dapat dilihat finishing
anilin dapat dikembangkan dengan menggunakan semua jenis binder bahkan
menggunakan minyak/wax/oil seperti pull-up, crazy horze, distressed, patent
leather dll serta diakhir dengan perlakuan mekanik seperti setrika/ironing.

Pengenalan alat bantu Finishing anilin

Spray Gun
Spray gun merupakan alat dasar utama yang banyak digunakan baik dalam
skala kecil atau besar dalam aplikasi pengecatan tutup. Spray gun atau pistol
semprot merupakan alat dalam satu kesatuan dengan compressor sebagai motor
pengisi udara, yang merupakan sumber tenaga untuk menekan cairan dan
memancarkan cairan keatas menuju atomizer pada spray unit ke-permukaan kulit.
Proses terjadi pada saat trigger (pelatuk) ditekan terjadi aliran udara melalui air

2
inlet yang menekan campuran cat yang naik melalui fluid inlet dimana jumlah yang
akan keluar diatur oleh fluid controll melalui mix nozzle dalam bentuk partikel
halus.

Alat Padding
Alat padding dapat merupakan alat ulas busa ditutup dengan kain yang terbuat
dari beludru atau mohair atau sikat dengan blu pendek dan halus. Biasanya
padding dilakukan pada lapisan impregnasi atau base coat.

Mesin Berat Finishing


Ada beberapa jenis mesin yang sering dan sangat sering digunakan antara lain
mesin Roll Ironing, Plating, Embossing, Roller Coater, Curtain Coating, yang
umumnya sudah dirancang secara komputerising dengan presisi tinggi.

Mesin Glazing
Mesin atau alat penggosok agar kulit menjadi mengkilap. Alat gosok nya
merupakan batu granit, kaca, atau besi yang terpasang pada ujung alat gosok. Alat
ini digunakan apabila formulasi binder nya merupakan binder protein.

Struktur Grain Kulit


Struktur permukaan kulit yang akan dikenai cairan finishing adalah dermal
papillae atau yang dikenal dengan grain rajah kulit yang pada dasarnya
bergelombang seperti tampak pada gambar dibawah ini. Cairan finishing masuk
kedalam dibawah dermal papillae sekitar 0,08 mm.

3
1. PENGENALAN SPRAY GUN & MESIN FINISHING

Pokok Bahasan Materi

1. Spray gun
Sebagai alat dasar utama yang banyak digunakan baik dalam skala kecil atau
besar dalam aplikasi pengecatan tutup. Spray-gun atau pistol semprot merupakan
alat dalam satu kesatuan dengan compressor sebagai motor pengisi udara, yang
merupakan sumber tenaga untuk menekan cairan dan memancarkan cairan keatas
menuju atomizer pada spray unit ke-permukaan kulit.
Proses terjadi pada saat trigger (pelatuk) ditekan terjadi aliran udara melalui
air inlet yang menekan campuran cat yang naik melalui fluid inlet dimana jumlah
yang akan keluar diatur oleh fluid controll melalui mix nozzle dalam bentuk partikel
halus.

Gambar 1. Bagian-bagian spray gun

Masing-masing bagian mempunyai fungsi tersendiri, terutama


1. Needle Adjusting Screw (Baut Pengatur Bentuk Pancaran).
Bila baut ditutup/diputar searah jarum jam maka bentuk pancaran adalah
lingkaran, bidang pancar bulat. Namun apabila diputar kekiri berlawanan dengan
jarum jam maka bidang pacar akan berbentuk oval.

4
2. External Air Nozlle.
Bila air nozzle ditutup akan terbentuk bidang pancar yang bundar atau
lingkaran namun bila bila diatur horizontal akan terbentuk pancaran tegak bentuk
oval. Bila air nozzle diatur vertikal akan terbentuk pan caran datar atau melebar.
3. Fluid Control/Adjusting Screw
Bila baut diputar kearah jarum jam/kekanan atau dikencangkan maka trigger
tidak dapat ditarik cairan tidak mengalir. Sebaliknya bila diputar kearah kiri maka
cairan akan mengalir dengan baik.

Gambar 2 Siphon Spray gun Gambar 3. Gravity Spray gun

`Terdapat 2 tipe spray gun yang biasa digunakan untuk reka oles pada
industri kulit:
1) Tipe pertama disebut shipon spray gun atau juga dikenal dengan istilah pistol
semprot tabung tekan dengan sistem udara buang dimana volume cairan
berada dibawah. Sistem ini mempertahankan udara yang tetap mengalir
walaupun trigger tidak ditekan. Takanan kerja maksimal 3,5 bar, konsumsi
udara 80-130 l/menit, ukuran alat percik 1-2,5 mm
2) Tipe kedua disebut gravity spray gun atau dikenal dengan nama pistol
semprot tabung alir dimana volume cairan berada diatas, bahan cat mengalir
kebawah karena gaya tarik gravitasi, dan keadaan hampa udara. Metoda ini
memerlukan tekanan 2-4 bar dengan konsumsi udara 2,5-11 m3/jam.
Ukuran diameter percik 0,5-2,5mm.

5
Gambar 4. Aliran udara dan cairan dalam Spray gun

Gambar 5. Aliran campuran udara dan cairan cat pada sistem

Gambar 6. Aliran campuran udara dan cairan cat pada sistem

6
Cara melakukan spraying dengan alat ini harus selalu tegak lurus, dengan
pengaturan tekanan udara yang paling baik hasil paternnya. Jarak antara spray
gun tegak lurus antara 6-12 inchi biasanya untuk pengecatan kulit 25-30 Cm.
Pengaturan air nozlle juga berpengaruh terhadap pattern cat pada obyek.

Gambar 7. Cara reka ulas menggunakan Spray gun

Bila air nozzle ditutup akan terbentuk bidang pancar yang bundar atau
lingkaran namun bila bila diatur horizontal akan terbentuk pancaran tegak
bentuk oval. Bila air nozzle diatur vertikal akan terbentuk pancaran datar atau
melebar

7
Tekanan udara yang kurang juga akan menyebabkan terjadinya perubahan
pattern.

8
Dalam kaitannya dengan tekanan udara hasil semprotan akan berbeda pada
tekanan (psi) yang tidak sama.

Bila dikombinasikan factor-faktor tekanan, visikositas dan ukuran nozzle


maka kita dapat membentuk satu pola tertentu yang dapat diatur dan direka oles
seperti yang kita inginkan. Dibawah ini ada tiga bentuk berbeda yang dapat
dikaitkan satu dengan yang lain.

9
P a g e |
27

Kesalahan yang dapat terjadi pada saat menggunakan spray gun terutama bila
spray gun dalam kondisi yang tidak clean & clear.

10
2. DRESS GLOVES FULL ANILIN

Pokok Bahasan Materi


Sarung tangan dressed glove adalah sarung tangan busana yang
dikelompokkan berdasarkan gender pria atau wanita. Sarung tangan ini umumnya
mengalami finishing. Dressed glove sedikit berbeda dengan sarung tangan
kebanyakan. Di samping karena mengalami finishing,sarung tangan ini juga tidak
begitu memerlukan "run" yang baik, lebih menitik beratkan pada ketahanan abrasi,
panas, atau aksi bahan kimia yang lebih baik.

Gambar 8. Dress Glove

Walaupun demikian, tingkat kelemasan tetap lebih tinggi dibandingkan


dengan kulit garment. Finishing kulit sarung tangan ini harus tahan pecah, tidak
marked off sehingga dibuat komposisi dengan hasil film harus tetap fleksibel
dengan daya rekat yang tinggi.
Dressed glove termasuk aniline finished karena harus ditampakkan keutuhan
grain dan kenampakan alami kulit. Jika terdapat cacat maka tentunya diperlukan
penambahan pigmen pada finshingnya yang dengan sendirinya penambahan

11
pigmen akan mengurangi elastisitas cat tutupnya. Penggunaan pigmen harus
dibatasi, harus menggunakan polimer dengan micro molecul (micro binder) 0,08
μm agar penetrasi bahan finishing lebih terpenetrasi dan dapat menyatu dengan
grain.

Alat dan bahan praktikum

Alat
Alat Padding, unit Spray Gun, Compressor, Ironing Machine, Mesin Buffing, Staking
machine, Mesin Toggle, Alat penjepit, Meja Miring
Bahan
Kulit crust domba
Bahan kimia
Air, Non ionic surfactan, Wax emision, Ethyl glycol, Acrylic micro dispersion,
Acrylic medium dispersion, Hand modifier, Nitrocellulose emulsion.

12
Formulasi finishing Dress Gloves Full Anilin

Tipe Kulit : Kambing Crust Dyed


Tipe Finishing : Aniline finished dresed glove
Tanggal :…………..

Prod. 1st 2nd Procedure


Kemikalia Clearing Stainning
Paten coat coat

H2O Air 980 800 900 1. Spray 2x

Peramit LCG 20 Drying


Surfactan
LD 50 2. Spray 1x
500 Drying
Solvent thinner
Spray 1x

Wax emulsion Wax HK 50 3. Spray 2x

Ethyl Glycol 25 Drying

Acrylic Micro RA 2356 100


Binder
Protein casein Melio Top 239 25

Top wax 50 4. Spray 1x


Wax Top B
emultion Drying
50
Spray 1x
Drying
Fluorocarbon
Kiss Plate 1
(MP 400)
sec, 50 bar,
90˚C

13
3. NAPPA UPPER SEMI ANILIN

Pokok Bahasan Materi


Berdasarkan efek yang ditimbulkan salah satu metode dalam finishing adalah
semi aniline finish. Tujuan semi anilin finish untuk menonjolkan penampakan grain
yang alami, namun dengan bantuan penambahan pigmen dalam komposisi cat
tutup nya, mengingat untuk mendapatkan kulit dengan kualitas I, II, III sangat
terbatas jumlah nya. Diharapkan dengan penambahan sejumlah pigmen dapat
menutup cacat ringan dan tetap tampak natural seperti kulit full grain anilin
finished. Kulit yang difinishing semi aniline umumnya kulit crust kambing/domba
kualitas I-IV. Oleh karena itulah untuk kulit yang berasal dari kualitas V ditoleransi
penggunaan pigment dalam jumlah yang sedikit sehingga kulit masuk dalam
kategori semi-aniline finished.

Alat dan Bahan Praktikum


Alat
Alat Padding, Spray Gun unit, Compressor, Ironing Machine, Mesin Buffing,
Staking machine, Milling machine, Mesin Toggle, Alat penjepit, Meja Miring
Bahan
Kulit crust domba warna brown.
Bahan Kimia
Air Resin compact, Resin acrylic, Filler wax colloidal, Water lacquer, Medium
binder, Pigmen, Hand modifier, Water top coat.

14
Formulasi Finishing Nappa Upper Semi Anilin

Tipe Kulit : Kambing Crust Dyed


Tipe Finishing : Aniline finished dresed glove
Tanggal :…………

Prod. 1st 2nd 3rd


Kemikalia Clearing Stainning procedure
Paten coat coat coat
H2O Air 970 900 625 790 100 1. Wetting back,
NH4OH Amonia 10 - - - - spray 2x,
Wetting Peramit keringkan.
20 - - - -
agent LCG
2. Staining, Spray
LD - 100 - - -
1x
Bila larut air tdk
Thinner - 900 - - -
pakai solvent
Melio 3. Spray 1x
Kompak
Resin A - - 100 - Ironing 100˚C, 20
Binder
821 bar
Resin Spray 2x
A 943 - - 200 - -
Acrylic
Lepton
Filler wax - - 50
Filler H
Melio 4. Spray 2x
Poliurethan Promol - - - 50 150 Kiss Plate
C81
Melio
Binder
Top - - - 10
protein
239
Wax-Top Wax
- - - - 50
coat Top B
Water Melio
- - - 150 -
Laquer NC EW 348
Pigment - 75 5. Spray 2x
Hand Kiss plate
AS 6 - - - - 50
Modifier
Water
Laquer - - - - 50
modifier

15
4. KULIT NAPPA GARMEN ANILIN PULL UP

Pokok Bahasan Materi


Kulit pull up ull up merupakan kulit yang memiliki efek khas warna dari jenis
kulit ketika di tarik dari dua arah yang berlawanan. Konsep finishing pull up adalah
pelapisan dengan cara penyemprotan dan penggosokan/padding dengan
mencampur wax dan minyak panas ke bagian grain. Bahan kimia yang umumnya
digunakan adalah mineral oil seperti parafin pasta/cair dan hard paraffin (lilin), bee
wax dll.

Campuran oil dan wax dilapisi dengan spray, padding, hand roll coater
setelah dilakukan staining (bila diperlukan). Teknis pelaksanaan tersebut harus
hati-hati karena implentasi wax dan oil dalam kondisi hangat (50oC). Top coat bisa
16
menggunakan nitrocellulose/PU baik solvent atau water bases. Lapisan top coat
harus tipis (0,1 mm), soft, berfungsi untuk menjaga permukaan dari bahan kimia,
benturan, udara, air, serta daya gosok disamping untuk menutup cacat sehingga
performance kulit semakin indah. Proses ironing menggunakan tekanan 10-12 MPa,
waktu 3 detik, panas 100-110. Perlakuan ironing pertama setelah oil padding,
kedua setelah top coat.

Alat dan Bahan Praktikum

Bahan
Kulit crust kambing/domba berwarna.

Bahan Kimia
Polyethylene-glycol, Filler wax, Resin Acrylic, Polimer Acrylic Binder, liquid dyes non
metal komplek/free chrome, Parrafin wax (hard), Mineral oil, Urethan Soft Binder,
PU hard emulsi, Protein binder/Isocyanate, NC water base.

Alat
Alat Padding, Spray Gun unit, Compressor, Ironing Machine, Mesin Buffing, Mesin
Toggle, Alat penjepit, Meja Miring

17
Formulasi finishing Nappa Garmen Anilin Pull Up

Tipe Kulit : Nappa Garmen


Tipe Finishing : Anilin Pull Up
Tanggal :…………..

Produk Clearing Persiapan 1st 2nd 3rd procedure


coat coat coat
Persiapan: Spray
dengan, larutan
Surfactan 20 surfaktan (5%).
Kering
Polyethylene 20
anginkan.
glycol
Filler wax 50 Ironing 1.
Ironing 1 15 MPa, 110 oC, 1”.

Oil Mineral 850 -1st Coat: Spraying


(jika diperlukan)
Liquid Dyes 300
Parrafin wax 100 -2ndCoat: Mix (50
oC) Padding.
Bee wax 50
NC water base Pull-up 300 Ironing 2
Normal 15 MPa, 110 oC, 1”.
Air/Solvent 980 850 700 700
-3rd Coat:Spray 2x

18
5. KULIT BIAWAK GLAZING

Pokok Bahasan Materi


Kulit reptil seperti biawak harus mempunyai rajah yang halus, patern dan
natural, grain-nya utuh, disamak dengan penyamak krom (chrome tanned), atau
metoda wet white, di-retanning dengan zat penyamak nabati, syntan sebagai
pengendali kemuluran agar saat glazing tidak mengalami perubahan bentuk.
Sebagai catatan penting kulit reptile yang akan mengalami glazing selalu
menggunakan binder protein casein yang berasal dari susu sapi. Sifat lapisan keras
(thermosetting) sehingga perlu sedikit plastiziser dan perlu penambahan crossed
lingker agent aldehyde. Mengingat kulit reptile yg diutamakan patern atau marking
rajahnya maka harus tampak senatural mungkin sehingga harus menggunakan
pewarna dyes atau lake. Untuk itu warna harus dicapai pada diperoleh proses
dyeing dan harus mendekati sasaran warna akhir kulit finished sehingga tampak
karakteristik alaminya. Kulit crust yang di-finishing aniline diperlukan kualitas I-II,
tidak ada bercak atau bekas sisik yang tertinggal karena proses pengapuran tidak
sempurna.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada proses finishing ini diantaranya
adalah pertama seleksi kulit crust-nya. Yang kedua pemilihan bahan kimia, jumlah
dan jenis bahan kimia yang digunakan untuk dapat menghasilkan finishing kulit
yang sesuai dengan standar bakunya sehingga tidak menurunkan kualitasnya,
bahkan nantinya diharapkan dapat meningkatkan nilai kulit. Yang ketiga yaitu
pengaturan teknisnya seperti cara spray, aplikasi alat-alat mekanik dan kontrol
proses selama berlangsungnya. Takaran umum pengecatan kulit dengan spray gun
yaitu dengan tekanan udara 60-70 psi dengan jarak penyemprotan 45-60 cm pada
meja miring.

Alat dan Bahan Praktikum


Bahan
Kulit crust reptile ular dan biawak berbagai warna
Bahan Kimia

19
Binder protein/casein, Binder melamin, gliserin, Wax ground/Filler,
Metalcomplex dyestuff/Liquid dyes/lake color, Hand modifier, Crossed linker agent
protein, Top-wax, Amonia, Non-ionic surfactant.

Alat
Alat Padding, Spray Gun unit, Compressor, Ironing Machine, Mesin Buffing,
Mesin Toggle, Alat penjepit, Meja Miring

Formulasi Finishing Biawak Aniline Finished Glazing


Tipe Kulit : Biawak
Tipe Finishing : Aniline Finished Glazing
Tanggal :

Product- 1st 2nd 3rd 4th 5th procedure


Produk
Generik
Paten coat coat coat coat coat
1. Ulas dgn busa
H2O Air 980 795 700 600 keringkan

20 - - - - 2. Ulas 2x, drying,


Surfactant Anionic Peramit LCG glaze

- 200 - - - 3. Ulas 2x, drying,


Soft Binder
Melio Top 239 glaze
protein
- - 300 400 - 4. Ulas, drying,
Hard binder
Melio Top 297 glazing
protein
- 5*) - - - 5. Ironing/Flating (80
Plastisizer Sorbitol C; 3 detik; 1,5 atm)

Crossed - 20 *)
Jika terlalu soft
lingker
Protein
Glutaraldehyde
PU Glossy Aqualen Top - - 300
- - 20
Crosslinker
Polyisocyanate
agent PU

20