Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH FALSAFAH

Marilyn Anne Ray’s Theory of Bureaucratic Caring and Its Application

Oleh:
Kelompok 3Reguler A 2019
AnggotaKelompok :
Putri Okta Mahdarani (04021181924003)
Wika Aprilia (04021181924006)
Nur Lathifa (04021181924008)
Siti Ayu Fatima (04021181924018)
Putri Arum Lestari (04021181924019)
Indrias Meita Sari (04021181924106)
Rahma Diana (04021281924021)
Annisa Putri Cahaya (04021281924025)
Aliefia Annisa Wahid (04021281924026)
Rizky Oktarina (04021281924028)
Shania Nur Astina (04021281924037)
Dinda Fita Rosa (04021281924050)
Dinda Putri Karina (04021281924051)
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2019/2020

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nya penyusun masih
diberi kesehatan sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.Makalah yang
berjudul “Theory of Bureaucrativ caring and its aplication” oleh Marilyn Anna Ray ini disusun
untuk memenuhi pengetahuan pembaca. Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi kita semua dalam hal ini dapat menambah wawasan kita .

Dalam penulisan makalah ini telah banyak persoalan dan halangan yang ada tetapi
semuanya itu dapat teratasi. Namun dalam penulisan makalah ini, masih sangat jauh dari apa
yang di harapkan. Oleh karena itu, kami dengan senang hati atas saran dan kritikan yang di
berikan untuk penyusunan selanjutnya. Demikianlah makalah ini kami susun, mudah-mudahan
bermanfaat bagi kita semua.

Indralaya, 25 November 2019

Kelompok 3

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................................... ii

BAB I .............................................................................................................................................. 4

PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 4

1.1 Latar Belakang ................................................................................................................. 4

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................ 4

1.3 Tujuan............................................................................................................................... 5

1.4 Manfaat............................................................................................................................. 5

BAB II............................................................................................................................................. 6

PEMBAHASAN ............................................................................................................................. 6

2.1 Awal Mula Teori (Historical) ................................................................................................ 6

2.2 Sumber Teoritis (Theoretical Sources) ................................................................................. 7

2.3 Konsep Mayor & Definisi (Mayor Concepts & Definitions) .............................................. 10

2.4 Paradigma Keperawatan ...................................................................................................... 13

BAB III ......................................................................................................................................... 17

PENUTUP..................................................................................................................................... 17

3.1 Kesimpulan.......................................................................................................................... 17

3.2 Saran .................................................................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 18

iii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Marilyn Anne Ray lahir di Hamilton, Ontario, Kanada. Setelah lulus dari program
diploma Marilyn beserta ke tiga teman perawatnya datang ke Los angeles, dan bekerja di
rumah sakit st. joseph. Setelah bekerja di California bagian selatan terutama di bidang
darurat, perawatan kritis, dan departemen ibu- anak.Marilyn melanjutkan pendidikannya di
Universitas Colorado untuk menyelesaikan BSN dan MSN. Untuk sementara Marilyn
menjadi warga Amerika Serikat, dan ditugaskan sebagai letnan satu diangkatan udara
Amerika serikat ( USAF). Selama bekerja di angkatan udara Marilyn pergi kesekolah
penerbangan di USAF, School of Aerospace Medicine, Marilyn bertugas dibidang dibidang
pendidikan, administrasi, dan keperawatan aerospace.Pada tahun 1969, Marilyn pindah ke
San Fransisco, dan memulai mengajar di Universitas California San Fransisco, sekolah
keperawatan. Pada tahun 1973 Marilyn pulang ke Hamilton, kanada dan bekerja di
Universitas Mcmaster, sekolah keperawatan. Pada tahun 1977 Marilyn kembali ke Amerika
serikat untuk berpartisipasi dalam program PhD pertama dalam keperawatan Transcultural di
Universitas Utah di bawah bimbingan Dr.Leinenger. pada tanggal 18 Agustus 1979 setelah
pergi ke Utah Marilyn menikah dengan Jim Droesbeke. Pada tahun 1981 Marilyn
menemukan teori birokrasi merawat, yang mempelajari arti kepedulian dalam kompleks.
Pada tahun 1984 saat mengajar di Universiity of program Colorado, School of Nursing dalam
program PhD dan bekerja sama dengan Dr. Jean Watson, Marilyn mampu memajukan
metode penelitian sains khususnya kualitatif, fenomenologi, filosofi sains,
perawatan dan kesehatan lintas budaya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Definisi caring?
2. Apa pebedaan caring dan curing?
3. Apa teori dari Marilyn Anne Ray?

4
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami konsep caring
2. Untuk mengetahui dan memahami perbedaan caring dan curing
3. unruk memahami dan mengetahui theory bureaucratic caring

1.4 Manfaat
Perawat adalah sebagai fasilitator dalam pentingnya pemberian pelayanan dalam hal
etika dan spiritual tidak dapat memksakan terhadap klien

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Awal Mula Teori (Historical)


Marilyn Anne (Dee) Ray lahir di Hamiliton, Ontario,Kanada dan tumbuh dalam keluarga
yang terdiri dari enam anak. Ketika Ray berusia 15 tahun, ayahnya sakit parah,dirawat dirumah
sakit dan hampir meninggal. Seorang perawat menyelamatkan hidupnya. Marilyn memutuskan
bahwa dia akan menjadi perawat sehingga dia bisa membantu orang lain dan mungkin
menyelamatkan hidup mereka juga.

Pada tahun 1958, Marilyn Ray lulus dari sekolah perawat rumah sakit St.Joseph,Hamilton
dan berangkat ke Los Angeles,California. Dia bekerja di University of California,Los Angeles
Medical Center di sejumlah unit, termasuk kebidanan dan ginekologi,gawat darurat, dan
perawatan jantung dan kritis dengan orang dewasa dan anak-anak. Di California selatan,dia
senang bertemu teman-teman baru dari budaya yang berada dan merawat anak-anak dari
populasi yang rentan. Saat bekerja dengan orang-orang dari beragam budaya,khususnya Afrika-
Amerika dan Latin, Ray mulai melihat betapa pentingnya budaya dalam pengembangan
pandangan orang-orang tentang keperawatan dan dunia.

Pada tahun 1965 Ray kembali ke sekolah untuk mendapatkan BSN dan MSN dalam
Maternal-Child Nursing di University of Colorado,School of Nursing. Di sinilah ia bertemu
Dr.Madeleine Leininger,yang merupakan antropolog perawat pertama dan Direktur program
Perawat ilmuan Federal. Melalui bimbingannya, Leininger sangat dipengaruhi sinar
hidupnya.Ray menaruh minat khusus pada khasus pertamanya tentang keperawatan dan
antropologi,termasuk masa kanak-kanak dan budaya. Dia mempelajari organisasi sebagai budaya
kecil, dan proyek penelitiannya disekolah pascasarjana melibatkan studi rumah sakit anak-anak
sebagai budaya kecil. Ketika sedang dididik di University of Colorado Ray bekerja diorganisasi
dan berlatih dengan anak-anak dan dewasa dalam perawatan kritis dan dialisis ginjal,dan dalam
perawatan keseatan kerja dengan perawatan yang berpusat pada keluarga.

Pada pertengahan 1960an,Ray menjadi warga negara Amerika Serikat. Tidak lama
setelah itu,pada tahun 1967,ia bergabung dan ditugaskan sebagai perwira di Cadangan Angkatan

6
Udara di Amerika Serikat,perawat Korps ( dan Pengawal Nasional Udara). Dia lulus sebagai
perawat penerbangan dari School of Aerospace Medicine di Brooks Air Force Base,San
Antonio,Texas, dan menjabat sebagai perawat evakuasi aero-medis. Dia merawat korban
pertempuran dan pasien lain di dalam berbagai jenis pesawat selama perang Vietnam. Sejak saat
itu, Ray telah melayani lebih dari 30 tahun diberbagai posisi
diperawat,dokter,administrator,pendidik,dan peneliti Angkatan Udara,serta memegang pangkat
kolonel selama lebih dari 10 tahun. Ketertarikanya dalam keperawatan luar angkasa
mendorongnya untuk menghadiri program untuk pendidik di Marshall Space Flight Center di
Huntsville,Alabama` dia tetap menjadi anggota piagam dari Space Nursing Society.

Pada tahun 1990 dia adalah perawat pertama yang pergi ke Uni Soviet dengan Asosiasi
Medis Aerospace,ketika bekas USSR membuka oprasi ruang angkasa untuk insinyur ruang
angkasa amerika dan dokter. Ray dipanggil tugas untuk bertugas aktif selama perang teluk Persia
pertama pada tahun 1991, dimana ia ditugaskan dipangkalan angkatan udara
Egline,Valparasio,Florida,di tempat ia mengatur perencanaan pemecatan dan kemudian
melakukan penelitian di departemen darurat. Ray adalah penelitian sejumlah medali,termasuk
medali pujian Angkatan Udara untuk pendidikan keperawatan dan perkembangan penelitian
yang diterima selama karir Angkatan Udara. Terutama,pada tahun 2000 ia menerima
penghargaan Esai Layanan Perawatan Federal dari Asosiasi Ahli Bedah Militer Amerika Serikat
untuk penelitian tentang dampak TRICARE/ Managed Care pada total Force
Readiness.Penghargaan ini mengakui prestasinya sebagai peserta dalam program penelitian
tentang ekonomi dan hubungan perawat-pasien yang menerima hampir 1 juta dalam pendanaa
dari TriService Military Nursing Research Council. Pada tahun 2008 ia dianugrahi Koin program
penelitian perawatan Triservice untuk keunggulan dalam penelitian keperawatan.Posisi mengajar
sinar pertama diadakan di University of California San Francisco dalam pendidikan keperawatan
sarjana.

2.2 Sumber Teoritis (Theoretical Sources)


Ketertarikan Ray pada kepedulian sebagai topik keperawatan scholarship dirangsang oleh
karyanya dengan Leininger, dimulai pada tahun 1968, yang berfokus pada keperawatan
transkultural dan metode penelitian etnografi-etnonursing.Dia menggunakan metode etnografi

7
dalam kombinasi dengan fenomenologi untuk menghasilkan teori-teori dasar yang substantif dan
formal, menghasilkan teori menyeluruh tentang Birokrasi Peduli (Ray, 1981a, 1984, 1989, 1989,
1994b).Teori formal ini berfokus pada keperawatan di organisasi yang kompleks, seperti rumah
sakit.Apa yang membedakan organisasi sebagai budaya adalah fondasi mereka dalam
antropologi, atau studi tentang bagaimana orang berperilaku dalam komunitas dan signifikansi
atau makna kehidupan kerja (Louis, 1985). Budaya organisasi dipandang sebagai konstruksi
sosial, yang dibentuk secara simbolis melalui makna dalam interaksi (Smircich, 1985).

Ketika dia meninjau kembali dan terus mengembangkan teori formalnya, Ray (2001,
2006) menemukan bahwa temuan studinya sangat cocok dengan penjelasan dari teori chaos,
kontribusi fisika kuantum pada ilmu kompleksitas.Teori chaos menggambarkan keteraturan dan
gangguan simultan, dan keteraturan dalam kekacauan (edge of chaos).Tatanan yang mendasari
atau keterkaitan antar ada dalam peristiwa yang tampaknya acak (Briggs & Peat, 1984). Studi
matematika, dari mana teori chaos berasal, telah menunjukkan bahwa apa yang tampak acak
sebenarnya adalah bagian dari pola yang lebih besar. Penerapan teori ini untuk organisasi
menunjukkan bahwa dalam keadaan kacau, sistem diadakan dalam batas-batas yang tertata
dengan baik (Wheatley, 1999).Selain itu, kekacauan diperlukan untuk menghasilkan hal kreatif
baru. Proses kreatif seperti yang dijelaskan oleh Briggs & Peat dalam teori chaos adalah sebagai
berikut:

. . . ketika kita memasuki turbulensi vital kehidupan, kita menyadari bahwa, pada dasarnya,
semuanya selalu baru. Seringkali kita gagal menyadari fakta ini.Saat kami menjadi kreatif, kami
memperhatikan. (1999, hlm. 30)

Ray membandingkan perubahan dalam organisasi yang kompleks dengan proses kreatif
ini dan menantang perawat untuk mundur dan memperbarui persepsi mereka tentang peristiwa
sehari-hari, untuk menemukan makna yang disirat. Ini sangat penting selama perubahan
organisasi.

Kompleksitas adalah konsep yang lebih umum daripada kekacauan dan berfokus pada
keutuhan atau holonomy (keseluruhan ada di bagian dan di bagian keseluruhan). Sistem yang
kompleks, seperti organisasi, memiliki banyak agen yang berinteraksi satu sama lain dalam
berbagai cara. Akibatnya, sistem ini dinamis dan selalu berubah. Sistem berperilaku nonlinier

8
karena mereka tidak bereaksi secara proporsional terhadap input. Input kecil dapat memiliki efek
besar dan dapat menciptakan efek berbeda pada waktu yang berbeda. Misalnya, intervensi
sederhana seperti meminta bantuan rekan kerja dengan suatu prosedur dapat diakomodasi dengan
mudah atau mungkin dianggap tidak masuk akal pada hari yang sibuk.Ini membuat perilaku
sistem yang kompleks tidak mungkin untuk diprediksi (Vicenzi, White, & Begun, 1997).Namun
demikian, kekacauan ini hanya ada karena keseluruhan sistem bersifat holistik.Briggs dan Peat
(1999, hlm. 156-157) menggambarkan "keutuhan yang kacau" ini sebagai "penuh dengan hal-hal
khusus, aktif dan interaktif, dianimasikan oleh umpan balik nonlinier dan mampu menghasilkan
segala sesuatu dari sistem yang terorganisir sendiri hingga kemiripan kemiripan diri hingga
kekacauan tak terduga”. Gagasan-gagasan ini berpengaruh dalam pengembangan teori
kepedulian birokrasi Ray yang sedang berlangsung, yang menunjukkan bahwa beberapa input
sistem saling berhubungan dengan kepedulian dalam seluruh budaya organisasi. Perawat yang
terlibat dalam kerja kelompok kecil dapat menerapkan ide-ide ini dengan memperluas ruang
lingkup informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan, sambil mempertimbangkan
semua faktor yang relevan yang mungkin.

Refleksi Ray tentang Teori Peduli Birokratis sebagai holografik dipengaruhi oleh revolusi
bersejarah yang terjadi dalam sains berdasarkan pandangan dunia holografik baru (Ray, 2001,
2006).Penemuan keterkaitan antara peristiwa-peristiwa subatom yang tampaknya tidak
berhubungan telah membangkitkan minat para ilmuwan.Dalam percobaan, elektron ditemukan
kehilangan sifat individu ketika mereka berputar, diisi, dan berubah dari materi menjadi energi
untuk memenuhi persyaratan keseluruhan. Dalam proses ini, elektron tidak tetap sebagai bagian;
mereka disatukan oleh proses keterhubungan internal. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa
sistem memiliki kapasitas untuk mengatur diri sendiri; oleh karena itu, perhatian bergeser dari
menggambarkan bagian dan sebaliknya berfokus pada totalitas sebagai proses yang sebenarnya
(Wheatley, 1999). Konseptualisasi hologram menggambarkan bagaimana setiap struktur saling
menembus dan saling menembus oleh struktur lain — jadi bagiannya adalah keseluruhan, dan
keseluruhannya tercermin di setiap bagian (Talbot, 1991).

Hologram telah memberi para ilmuwan cara baru dalam memahami keteraturan. Bohm
mengkonseptualisasikan alam semesta sebagai sejenis hologram raksasa yang mengalir (Talbot,
1991).Dia menegaskan bahwa realitas kita sehari-hari benar-benar sebuah ilusi, seperti gambar

9
holografik.Bohm menyebut tingkat eksistensi kita yang sadar menjelaskan, atau tatanan yang
tidak dilipat, dan lapisan realitas yang lebih dalam yang biasanya tidak disadari manusia, atau
tatanan yang dirangkul. Dalam Theory of Birokrasi Caring, Ray membandingkan struktur
kesehatan dari politik, hukum, ekonomi, pendidikan, fisiologis, sosial-budaya, dan teknologi
dengan keteraturan yang jelas dan kepedulian etis spiritual dengan keteraturan yang tersirat.
Sebuah contoh yang berkaitan dengan perawatan kesehatan mungkin fokus pada keputusan
manajer kasus tentang mendapatkan sumber daya untuk perawatan klien di rumah.Pada
pandangan pertama, jelaskan struktur seperti kontrak perawatan yang dikelola secara hukum atau
kebutuhan fisik klien mungkin tampak memberikan informasi yang cukup.Namun, melalui
hubungan peduli manajer kasus dengan klien, masalah yang lebih berimplikasi, seperti nilai dan
keinginan klien, dapat muncul. Sebenarnya, setiap situasi keperawatan melibatkan pelukan tanpa
akhir dan pengungkapan informasi yang dapat dipandang sebagai keteraturan yang jelas dan
berimplikasi, dan semua penting untuk dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.

Membuat berbagai hal bekerja dalam sistem organisasi layanan kesehatan membutuhkan
pengetahuan dan pemahaman tentang birokrasi, yang kaku, dan kompleksitas perubahan.
Birokrasi dan kompleksitas mungkin tampak seperti antitesis satu sama lain, tetapi dalam
kenyataannya, struktur birokrasi (menerangi sistem politik, ekonomi, hukum, dan teknologi
dalam organisasi) bekerja bersamaan dengan proses relasional yang kompleks dari jaringan
untuk bersama-sama menciptakan pola perilaku manusia dan pola kepedulian. Baik birokrasi
maupun kompleksitas memengaruhi cara peserta yang beragam menggambarkan dan secara
intuitif menjalani pengalaman hidup dunia mereka dalam sistem. Tidak ada satu hal atau orang
dalam suatu sistem yang independen; sebaliknya, mereka saling tergantung.Sistem ini holografik
di mana keseluruhan dan bagian saling terkait. Dengan demikian, birokrasi dan kompleksitas
saling menciptakan dan mengubah satu sama lain. Teori Peduli Birokrasi adalah representasi
keterkaitan sistem dan faktor kepedulian.

2.3 Konsep Mayor & Definisi (Mayor Concepts & Definitions)


Proses teoritis kesadaran melihat kebenaran, atau melihat hal-hal baik (caring), dan
komunikasi yang menjadi inti dari teori. Dialektika kepedulian spiritual-etis (tatanan tersirat)
dalam kaitannya dengan struktur politik, hukum, ekonomi, pendidikan, fisiologis, sosial-budaya,

10
dan teknologi (urutan penjelasan) yang menggambarkan bahwa segala sesuatu itu saling terkait
dengan kepedulian dan sistem dalam makrokosmos dari seluruh budaya.Dalam model yang
tercantum, semuanya diresapi dengan spiritual-etis (pusat) dengan koneksi integratif dan
relasional ke struktur organisasi kehidupan. Spiritual-etis melibatkan proses yang berbeda secara
kualitatif, seperti proses politik, ekonomi, dan teknologi.

Keterkaitan konsep menyebabkan Ray merefleksikan Teori Perawatan Birokrasi sebagai


teori holografik (Ray, 2001, 2006). Holografi berarti bahwa segala sesuatu adalah keseluruhan
dalam satu konteks dan bagian dari yang lain — masing-masing bagian menjadi keseluruhan
(Talbot, 1991). Spiritual-etis termasuk dalam bagian dan keseluruhan.Demikian juga setiap
bagian mengamankan maknanya dari masing-masing bagian, atau dapat dianggap sebagai
keutuhan.

1. Caring

Caring atau kepedulian didefinisikan sebagai proses relasional yang kompleks dan
transkultural, yang didasarkan pada konteks etis dan spiritual. Caring adalah hubungan antara
amal dan tindakan yang benar, antara cinta sebagai kasih sayang dalam menanggapi penderitaan,
kebutuhan, dan keadilan dalam hal apa yang harus dilakukan. Caring terjadi dalam suatu budaya
atau masyarakat, termasuk budaya pribadi, budaya organisasi rumah sakit, dan budaya sosial dan
global (M. Ray, Komunikasi Pribadi, 27 Maret 2002).

2. Spiritual-etis caring

Spiritualitas melibatkan kreativitas dan pilihan.Hal ini terungkap dalam keterkaitan, cinta,
dan komunikasi. Kewajiban etis dari caring bergabung dengan spiritual, dan terkait dengan
kewajiban moral kepada orang lain. Hal ini berarti kita tidak akan memperlakukan seseorang
sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu. Spiritual-etis caring keperawatan berfokus pada
bagaimana fasilitas dari pilihan yang telah dipilih bagi kebaikan orang lain agar dapat
terselesaikan (Ray, 1989,1997a).

3. Pendidikan

11
Contoh dari faktor pendidikan yang berkaitan dengan arti kepedulian adalah program
pendidikan formal dan informal, penggunaan media audiovisual untuk menyampaikan informasi,
dan bentuk lain dari pengajaran dan berbagai informasi. (Ray, 1981a, 1989).
4. Fisik
Faktor fisik berkaitan dengan keadaan fisik, termasuk pola biologis dan mental. Karena
pikiran dan tubuh saling terkait, masing-masing pola mempengaruhi yang lain (Ray 2001,2006).
5. Sosial Budaya
Contoh faktor sosial dan budaya adalah etis dan struktur keluarga, keintiman dengan teman
dan keluarga, komunikasi, interaksi dan dukungan sosial, memahami hubungan timbal balik,
kikutsertaan, struktur kelompok dan budaya, komunitas, dan masyarakat.(Ray, 1981a, 1989,
2001, 2006).
6. Hukum
Faktor hukum yang berkaitan dengan makna kepedulian termasuk tanggung jawab dan
akuntabilitas, aturan dan prinsip untuk memandu perilaku, seperti kebijakan dan prosedur,
penjelasan dan persetujuan, hak atas privasi, malpraktik dan masalah kewajiban : klien, keluarga,
dan hak profesional, dan praktek pengobatan defensif dan keperawatan (Ray, 1981a, 1989).
7. Teknologi
Faktor teknologi termasuk sumber daya bukan manusia, seperti penggunaan mesin untuk
mempertahankan kesejahteraan fisiologis pasien, tes diagnostik, agen farmasi,dan pengetahuan
serta keterampilan yang diperlukan untuk memanfaatkan sumber daya ini (Ray, 1987, 1989).
Begitu pula dengan teknologi yang termasuk praktek dan dokumentasi yang dibantu komputer
(M.Ray, komunikasi pribadi,16 Juni 2004).
8. Ekonomis
Faktor-faktor yang terkait dengan arti kepedulian meliputi uang, anggaran, sistem asuransi,
batasan, dan pedoman yang dipaksakan oleh organisasi keperawatan yang dikelola, alokasi
Sumber Daya Manusia dan material yang langka untuk menjaga kelangsungan ekonomis
organisasi (Ray, 1981a, 1989). Kepedulian sebagai sumber daya interpersonal harus
dipertimbangkan, serta barang, uang, dan jasa (Turkel & Ray, 2000, 2001, 2003).
9. Politik
Faktor politik dan struktur kekuasaan dalam administrasi kesehatan mempengaruhi
bagaimana keperawatan dilihat dalam perawatan kesehatan dan mencakup pola komunikasi serta

12
pengambilan keputusan dalam organisasi, peran dan stratifikasi gender diantara perawat, dokter,
dan administrator, kegiatan serikat, termasuk negosiasi dan konfrontasi, pengaruh pemerintah
dan perusahaan asuransi, penggunaan kekuasaan, prestise, dan hak istimewa, dan secara umum
persaingan untuk sumber daya manusia dan material yang langka (Ray,1989).

2.4 Paradigma Keperawatan


Perawatan

Keperawatan adalah perawatan holistik, relasional, spiritual, dan etis yang mencari
kebaikan diri dan orang lain dalam komunitas yang kompleks, organisasi, dan budaya birokrasi.
Tinggal lebih dalam dengan sifat kepedulian mengungkapkan bahwa dasar kepedulian spiritual
adalah cinta.Melalui pengetahuan tentang misteri batin dari kehidupan inspirasional di dalam,
cinta melahirkan kehidupan etis yang bertanggung jawab yang memungkinkan ekspresi tindakan
konkret merawat dalam kehidupan perawat.Dengan demikian, kepedulian adalah budaya dan
sosial.Kepedulian transkultural meliputi kepercayaan dan nilai-nilai kasih sayang atau cinta dan
keadilan atau keadilan, yang menemukan signifikansi dalam ranah sosial, di mana hubungan
dibentuk dan diubah. Perawatan transkultural berfungsi sebagai lensa unik yang melaluinya
pilihan manusia dapat dilihat, dan pemahaman akan kesehatan dan penyembuhan muncul.
Dengan demikian, melalui belas kasih dan keadilan, keperawatan berusaha menuju keunggulan
dalam kegiatan merawat melalui dinamika konteks budaya yang kompleks dari hubungan,
organisasi, dan masyarakat (M. Ray, komunikasi pribadi, 25 Mei 2004).

Orang

Seseorang adalah makhluk spiritual dan budaya. Orang-orang diciptakan oleh Tuhan,
Misteri Keberadaan, dan mereka terlibat secara kooperatif dalam organisasi manusia dan
hubungan transkultural

Kesehatan

Kesehatan memberikan pola makna bagi individu, keluarga, dan masyarakat.Dalam


semua masyarakat manusia, kepercayaan dan praktik peduli tentang penyakit dan kesehatan
adalah fitur utama dari budaya.Kesehatan bukan hanya konsekuensi dari keadaan fisik

13
makhluk.Orang-orang membangun realitas kesehatan mereka dalam hal biologi, pola mental,
karakteristik citra tubuh, pikiran, dan jiwa, struktur etnis dan keluarga, struktur masyarakat dan
komunitas (politik, ekonomi, hukum, dan teknologi), dan pengalaman kepedulian yang memberi
makna hidup dengan cara yang kompleks. Organisasi sosial kesehatan dan penyakit dalam
masyarakat (sistem perawatan kesehatan) menentukan cara orang diakui sakit atau sehat. Ini
menentukan bagaimana para profesional kesehatan memandang kesehatan dan penyakit, dan
bagaimana individu memandang kesehatan dan penyakit. Kesehatan terkait dengan cara orang
dalam kelompok budaya atau budaya organisasi atau sistem birokrasi membangun realitas dan
memberi atau menemukan makna (Helman, 1997; M. Ray, komunikasi pribadi, 25 Mei 2004).

Lingkungan Hidup

Lingkungan adalah fenomena spiritual, etika, ekologi, dan budaya yang


kompleks.Konseptualisasi lingkungan ini mewujudkan pengetahuan dan hati nurani tentang
keindahan bentuk kehidupan dan sistem simbolik (representasional) atau pola makna.Pola-pola
ini ditransmisikan secara historis dan dipertahankan atau diubah melalui nilai-nilai kepedulian,
sikap, dan komunikasi. Bentuk fungsional yang diidentifikasi dalam struktur sosial atau birokrasi
(yaitu, politik, hukum, teknologi, dan ekonomi) berperan dalam memfasilitasi pemahaman
tentang makna kepedulian, kerja sama, dan konflik dalam kelompok budaya manusia dan
lingkungan organisasi yang kompleks. Praktik keperawatan di lingkungan mewujudkan unsur-
unsur struktur sosial dan pola makna spiritual dan peduli makna (M. Ray, komunikasi pribadi, 25
Mei 2004

Administrasi

Penelitian sinar telah menunjukkan bahwa perawat, pasien, dan administrator menghargai
kepedulian kepedulian yang diciptakan bersama dalam hubungan perawat-pasien atau
administrator-perawat.Dengan menciptakan hubungan peduli etis, administrator dan staf dapat
mengubah lingkungan kerja (Ray, Turkel, & Marino, 2002). Teori Peduli Birokrasi menunjukkan
bahwa organisasi yang mengembangkan pilihan etis, rasa hormat, dan kepercayaan akan menjadi
organisasi yang sukses di masa depan.

Pendidikan

14
Teori ini berguna dalam pendidikan keperawatan dalam hal fokus luas pada keperawatan
dan konseptualisasi sistem perawatan kesehatan.Teori holografik menggabungkan diferensiasi
struktur dalam kerangka kerja holistik. Diskusi tentang struktur atau kekuatan dalam organisasi
yang kompleks (mis., Hukum, ekonomi, sosial-budaya) memberikan ikhtisar faktor yang terlibat
dalam situasi keperawatan. Memasukkan struktur ini dengan perhatian spiritual-etis menekankan
keharusan moral dan pilihan perawat.

Ketika mengembangkan program keperawatan sarjana muda baru di Nevada State


College, fakultas tertarik pada teori karena deskripsi tentang dimensi yang relevan dengan
keperawatan dalam filosofi kepedulian. Kerangka konseptual dari program keperawatan baru
menggabungkan Teori Sinar Perawatan Birokrasi dengan ide-ide teoretis dari Watson (1985) dan
Johns (2000). Gambar 8-3 menggambarkan cara-cara di mana perawat dan klien berinteraksi
dalam sistem perawatan kesehatan dan bagaimana refleksi pada praktik memengaruhi proses ini.

Penelitian

Dari penelitiannya yang menghasilkan Teori Perawatan Birokratis, Ray mengembangkan


pendekatan fenomenologis-hermeneutik yang terus membimbing studinya (Ray, 1985, 1991,
1994b)

Fisik

Faktor fisik berkaitan dengan keadaan fisik, termasuk pola biologis dan mental. Karena
pikiran dan tubuh saling terkait, masing-masing pola mempengaruhi yang lain (Ray 2001,2006).

Teknologi

Faktor teknologi termasuk sumber daya bukan manusia, seperti penggunaan mesin untuk
mempertahankan kesejahteraan fisiologis pasien, tes diagnostik, agen farmasi,dan pengetahuan
dan keterampilan yang diperlukan untuk memanfaatkan sumber daya ini (Ray, 1987, 1989). Juga
termasuk dengan teknologi adalah praktek dan dokumentasi yang dibantu komputer (M.Ray,
komunikasi pribadi,16 juni 2004).

Ekonomis

15
Faktor-faktor yang terkait dengan arti kepedulian meliputi uang, anggaran, sistem
suransi, batasan, dan pedoman yang dipaksakan oleh organisasi perwatan yang dikelola, alokasi
SDM dan material yang langka untuk menjaga kelangsungan ekonomis organisasi (Ray, 1981a,
1989).Kepedulian sebagai sumber daya interpersonal harus dipertimbangkan, serta barang, uang,
dan jasa (Turkel & Ray, 2000, 2001, 2003).

Sosial Budaya

Contoh faktor sosial dan budaya adalah etis dan struktur keluarga, keintiman dengan
teman dan keluarga, komunikasi, interaksi dan dukungan sosial,memahami hubungan timbal
balik,keterlibatan,struktur kelompok budaya, komunitas, dan masyarakat (Ray, 1981a, 1989,
2001, 2006).

Hukum

Faktor hukum yang berkaitan dengan makna kepedulian termasuk tanggung jawab dan
akuntabilitas, aturan dan prinsip untuk memandu perilaku, seperti kebijakan dan prosedur,
penjelasan dan persetujuan, hak atas privasi, malpraktik dan masalah kewajiban : klien, keluarga,
dan hak profesional, dan praktek pengobatan defensif dan keperawatan (Ray, 1981a, 1989).

16
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Ketertarikan Ray pada kepedulian sebagai topik keperawatan scholarship dirangsang oleh
karyanya dengan Leininger dimulai pada tahun 1968, yang berfokus pada keperawatan
transkultural dan metode etnografi-etnonursing.Dia menggunakan metode penelitian etnografi
untuk menghasilkan teori menyeluruh tentang birokrasi peduli.Melihat kebenaran, atau melihat
hal-hal yang baik (caring) dan komunikasi menjadi inti dari teori ini. Dialetika kepedulian
spiritual-etis (tatanan tersirat) dengan struktur politik, hukum, ekonomi, pendidikan, fisiologis,
sosial-budaya , dan teknologi berkaitan dengan kepedulian. Dalam teori ini, paradigma
keperawatannya terdiri atas perawatan, orang, kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan,
penelitian, fisik, teknologi, ekonomis, sosial-budaya dan hukum.

3.2 Saran
Dengan adanya berbagai teori tentang keperawatan dapat kita jadikan acuan dan
pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan. Tetapi saat penerapannya, hendaknya kita
memperhatikan tujuan dan manfaat dari teori tersebut sehingga dapat memberikan dampak yang
baik dan pada akhirnya akan memberikan hasil yang optimal bagi pasien, keluarga, maupun
untuk diri sendiri sebagai seorang perawat.

17
DAFTAR PUSTAKA

Helman, 1997; M. Ray, komunikasi pribadi, 25 Mei 2004

Triana,Alma dkk.2017.theory of bureaucratic caring. Makalah

Ray, M. (1989). The Theory of Bureaucratic Caring for nursing practice in the organizational
culture. Nursing Administration Quarterly, 13(2), 31-42.
Briggs, J., & Peat, F. D. (1999). Seven life lessons of chaos: Spiritual wisdom from the science of
change. New York: Harper Collins.
Chinn, P. L., & Kramer, M. K. (2004). Integrated knowledge development in nursing. St. Louis:
Mosby.
Coffman, S., & Ray, M. A. (1999). Mutual intentionality: A theory of support processes in
pregnant African American women. Qualitative Health Research, 9(4), 479-492.
Risdawatisira.2018.theory of bureaucratic caring.(online) diakses 24 November 2019

18