Anda di halaman 1dari 63

LAPORAN HASIL AKTUALISASI NILAI–NILAI DASAR ASN SEBAGAI

PENJAGA TAHANAN DALAM UPAYA MENGOPTIMALKAN


PENGGELEDAHAN BADAN DI PINTU BLOK TERHADAP
WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI LAPAS
PEREMPUAN KELAS III KENDARI

OLEH:

NAMA : SAMSIAH
NIP : 19961111201712 2 001
ANGKATAN : IV
UNIT KERJA : LAPAS PEREMPUAN KENDARI

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN IV


KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM BEKERJA SAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI TENGGARA
TAHUN 2018
ii
iii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil Aktualisasi yang
telah dilaksanakan di tempat penulis bertugas yaitu Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas
III Kendari.
Penulisan laporan hasil aktualisasi ini disusun sebagai syarat pemenuhan tugas pelatihan
dasar Aparatur Sipil Negara pada Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Prajabatan golongan II
Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Sulawesi
Tenggara.
Penulis menyadari dalam penyusunan laporan hasil aktualisasi ini tidak akan selesai
tanpa bantuan dari berbagai pihak. Karena itu pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Ibu Rita Ribawati SH selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III
Kendari
2. Bapak Dr. Ali Rosdin, M.Hum selaku Coach
3. Ibu Nuryati Yusuf selaku Mentor
4. Segenap Widyaiswara selaku Tenaga Pengajar
5. Seluruh rekan-rekan peserta Diklat Pelatihan dasar golongan II tahun 2018, terutama
rekan-rekan angkatan I atas kerjasamanya melalui kegiatan diklat ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan
kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka penulis menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar penulis dapat memperbaiki laporan ini.
Akhir kata Penulis berharap semoga laporan hasil Aktualisasi ini dapat memberikan
manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Kendari, November 2018
Penyusun

SAMSIAH
NIP. 19961111 201712 2 001

iv
DAFTAR ISI
Halaman

HALAMAN JUDUL ............................................................................................


HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii
KATA PENGANTAR .......................................................................................... iv
DAFTAR ISI ......................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2 Tujuan.............................................................................................. 3
1.3 Manfaat............................................................................................ 3
1.4 Ruang Lingkup ................................................................................ 4
1.5 Waktu dan Tempat ......................................................................... 4

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEPSI NILAI DASAR


2.1 Gambaran Umum Organisasi .......................................................... 5
2.1.1 Kedudukan Organisasi ....................................................... 5
2.1.2 Visi dan Misi ...................................................................... 5
2.1.3 Nilai Organisasi .................................................................. 5
2.1.4 Struktur Organisasi ............................................................. 6
2.1.5 Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi .................................. 7
2.1.6 Tugas Pokok dan Fungsi ASN (Penulis) ............................ 7

2.2 Konsepsi Nilai Dasar ...................................................................... 8


2.2.1 Akuntabilitas ....................................................................... 8
2.2.2 Nasionalisme ...................................................................... 9
2.2.3 Etika Publik ........................................................................ 9
2.2.4 Komitmen Mutu ................................................................. 10
2.2.5 Anti Korupsi ....................................................................... 12
2.2.6 Manajemen ASN ................................................................ 13

v
2.2.7 Whole of Goverment .......................................................... 14
2.2.8 Pelayanan Publik ................................................................ 15

BAB III DESKRIPSI KEGIATAN AKTUALISASI


3.1 Keadaan yang diharapkan dan Keadaan saat ini ............................ 17
3.2 Identifikasi, Analisis, dan Penetapan Isu ....................................... 18
3.3 Analisa Faktor Penyebab Isu .......................................................... 19
3.4 Kegiatan Terpilih sebagai Pemecahan Isu ..................................... 19
3.5 Deskripsi Kegiatan ......................................................................... 20
3.6 Rencana dan Jadwal Kegiatan ......................................................... 27

BAB IV LAPORAN CAPAIAN HASIL AKTUALISASI


4.1 Realisasi Agenda Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN .................. 29
4.1.1 Realisasi Kegiatan sesuai dengan rancangan.................. ............ 30
4.2 Deskripsi Kegiatan ....................................................................... 31
4.2.1 Kegiatan 1 .................................................................................. 31
4.2.2 Kegiatan 2 .................................................................................. 32
4.2.3 Kegiatan 3 ................................................................................... 33
4.2.4 Kegiatan 4 ................................................................................... 34
4.2.5 Kegiatan 5 .................................................................................. 35
4.2.6 Kegiatan 6 .................................................................................. 36
4.2.7 Kegiatan 7 .................................................................................. 37
4.2.8 Kegiatan 8 .................................................................................. 38
4.2.9 Kegiatan 9 .................................................................................. 39
4.2.10 Kegiatan 10 .............................................................................. 40

BAB V PENUTUP
5.1 Kesmpulan........................................................................................ 41
5.2 Saran ................................................................................................. 41
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Aparatur Sipil Negara (selanjutnya disingkat ASN) adalah profesi bagi pegawai
negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja pada instansi pemerintah
ASN merupakan salah satu unsur utama dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang
tertuang pada alinea 2 dan 4 pembukaan Undang Undang Dasar 1945 yaitu Negara
yang merdeka, berdaulat adil dan makmur, melalui cara memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Untuk dapat mewujudkan tujuan nya maka ASN harus melaksanakan fungsinya sebagai
pelayan publik, pemersatu bangsa dan pelaksana kebijakan publik di berbagasi aspek
kehidupan. Pelayanan terbaik adalah salah satu hak dasar warga Negara yang harus
terpenuhi oleh pemerintah. Dalam konteks inilah peran ASN menjadi sangat relevan
dan penting, karena ASN merupakan penyelengara pemerintahan, yang secara otomatis
menjadi penyelenggara pelayanan publik. Muara akhir dari kegiatan pelayanan adalah
kesejahteraan.

Dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja penyelenggaraan baik dalam hal


pelayanan publik sebagaimana diatur dalam keputusan Menteri Negara PAN Nomor
63/KEP/M.PAN/7/2003 tanggal 10 Juli 2003 tentang Pedoman Umum
Penyelenggaraan Pelayanan Pubik dan kinerja organisasi satuan kerja di Lingkungan
Kementerian Hukum dan HAM diharapkan dapat memberikan pelayanan yang sebaik-
baiknya dengan berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan penerima pelayanan
sehingga dapat meningkatkan daya saing dalam memberikan pelayanan
publik.Pengawasan atas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Hukum dan
HAM dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM sebagai
unit kerja pengawasan terhadap satuan kerja pelayanan yang berada di lingkungan
Kementerian Hukum dan HAM.

Penyelenggaraan pelayanan publik merupakan upaya negara untuk memenuhi


tujuan, pelaksanaaan mandat publik secara efektif dan ekonomis, serta melaksanakan
kebijakan pemerintah yang secara umum dapat meningkatkan kualitas hidup semua
orang dalam memenuhi kebutuhan dasar dan hak asasi setiap warga negara dan
pelayanan administrasi. Salah satu indikator efektivitas suatu sistem pemerintahan
1
ditentukan oleh baik buruknya penyelenggaraan pelayanan publik oleh instansi
pemerintah itu sendiri. Kementerian Hukum dan HAM sebagai salah satu entitas
instansi pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik, memiliki karakteristik
tugas pelayanan yang beragam dengan tuntutan kompleksitas tersendiri. Terlebih lagi
dalam merespon isu strategis terkait tuntutan masyarakat terhadap reformasi
penyelenggaraan pelayanan publik.

Dalam pasal angka 3 UU Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Permasyarakatan


tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan.
Sebelum dikenal istilah lapas di Indonesia, tempat tersebut di sebut dengan istilah
penjara. Lembaga Pemasyarakatan merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah
Direktorat Jenderal PemasyarakatanKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Lembaga Pemasyarakatan sebagai wadah pembinaan narapidana yang berdasarkan
sistem pemasyarakatan berupaya untuk mewujudkan pemidanaan yang integratif yaitu
membina dan mengembalikan kesatuan hidup masyarakat yang baik dan berguna.

Namun, pada kenyataannya masih banyak diantara pelayanan publik yang tidak
berkompeten, belum menjalankan tugas tepat sasaran, pelayanan yang rumit, tidak
adanya kesadaran diri dalam mengembangkan kompetensi diri, tindakan yang tidak
profesional, bermalas-malasan, tidak adanya transparansi, kurang bertanggungjawab,
dan komitmen dalam bekerja. Terlihat pula manajemen pelayanan publik dan
pemerintahan yang tidak terkoordinasi, belum optimalnya sinergitas dalam bekera satu
dan yang lainnya.

Dengan demikian, Diklatsar merupakan terobosan baru yang diatur dalam


Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 38 Tahun 2014 merupakan
salah satu inovasi untuk menciptakan ASN yang bermutu. Hal ini sesuai dengan aturan
pemerintah melalui UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara secara
profesional sebagai pelayan masyarakat yang meliputi berakuntabilitas,
mengedepankan kepentingan nasional, menjunjung tinggi standar etika publik,
berinovasi untuk meningkatkan mutu pelaksanaan tugas jabatan, dan tidak korupsi serta
mendorong percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan instansi. Kemampuan
tersebut diperoleh melalui pembelajaran dalam menerapkan ANEKA (nilai-nilai dasar
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika dan Anti korupsi) sehingga dapat memperkuat
pemahaman dalam internalisasi nilai-nilai dasar ASN.
2
Saat ini peserta Latihan Dasar ditugaskan di Lembaga Pemasyarakatan
Perempuan Kelas III Kendari sebagai anggota regu penjagaan dalam blok. Lapas ini
merupakan salah satu unit kerja yang menjadi tempat para peserta latsar untuk
melaksanakan habituasi rancangan aktualisasi yang telah dibuat. Selain itu, masih
terdapat beberapa permasalahan yang sering terjadi dikarenakan kurang optimalnya
penggeledahan. Sehingga diharapkan dengan adanya habituasi maka peserta diklatsar
memiliki peran untuk memberikan pelayanan, meningkatkan keamanan dan ketertiban
agar tercipta kondisi yang dapat terkendali, aman dan kondusif. Selanjutnya dapat pula
membangun integritas moral, kejujuran, semangat motivasi nasionalisme dan
kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab, serta
memperkuat profesionalisme dan kompetensi bidang dalam penjagaan blok warga
binaan. Berkaitan dengan itu, diatur pula dalam PERMENKUMHAM RI No. 33
Tahun 2015 Pengamanan Lapas/Rutan pada pasal 8 butir (d) dan dikembangkan pasal
12 ayat 1 butir (a dan b) tentang penggeledahan badan dan barang. Oleh Karena itu,
perlunya “Upaya Mengoptimalkan Penggeledahan Badan di Pintu Blok Terhadap
Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Perempuan Kelas III Kendari” . Hal ini
tercantum dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI nomor 33 tahun 2015 tentang
pengamanan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara.

1.2. Tujuan
Tujuan Aktualisasi nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara ini adalah untuk:
1. Memahami dan memperoleh pengalaman nyata untuk menerapan nilai dasar
ANEKA dalam bentuk Tindakan dan Perilaku serta Disiplin, dalam Kedudukan dan
perannya sebagai anggota ASN yang akan diterapkan di instansi tempat bekerja.
2. Penerapan aktualisasi nilai dasar ANEKA dalam upaya mengoptimalkan
penggeledahan Badan dan Barang di Pintu Blok terhadap warga binaan di Lapas
Perempuan Kelas III Kendari.

1.3. Manfaat
Manfaat dari kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan adalah agar para peserta
latsar mampu melaksanakan tugas secara profesional sebagai pelayan masyarakat
dengan menerapkan nilai-nilai profesi ASN (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti korupsi) untuk kepentingan instansi, masyarakat, dan negara.

3
1.4. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam kegiatan aktualisasi dan habituasi ini meliputi kegiatan-
kegiatan tentang Penyelenggaraan Layanan dan Penjagaan pada warga binaan yang
dilaksanakan di Lapas Perempuan Kelas III Kendari. Kegiatan tersebut berupa
implementasi dari nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) yang diterapkan sesuai dengan
Sasaran Kerja Pegawai (SKP), serta pelaksanaan peran dan kedudukan ASN yang
meliputi Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole of Government.

1.5 Waktu dan Tempat


Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi dilakukan di tempat Penulis melaksanakan tugas
sebagai Penjaga Tahanan, yaitu di Unit Pelaksanaan Teknis Lapas Perempuan Kelas III
Kendari.
Tanggal : Rabu, 1 Agustus s/d Minggu, 25 November 2018
Waktu : 80 (delapan puluh) hari kerja.

4
BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEPSI NILAI-NILAI DASAR,
KEDUDUKAN DAN PERAN ASN

2.1. GAMBARAN UMUM ORGANISASI


2.1.1. Kedudukan Organisasi
Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor : M.HH-
10.OT.01.01 Tahun 2016 tanggal 15 Juli 2016 Tentang Pembentukan Lembaga
Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Denpasar, Lembaga Pemasyarakatan
Perempuan Kelas IIB Padang, Jambi, Bengkulu, Yogyakarta, Manado, Batam dan
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Pangkal Pinang, Mataram, Gorontalo,
Palu, Kendari, Ambon, Ternate, Jayapura, Manokwari. Lokasi Lapas Perempuan Kelas III
Kendari bertempat di Jalan Kapten Pierre Tendean No. 1B Baruga-Kendari, terdiri dari
bangunan rumah dinas Lapas Kelas IIA Kendari yang difungsikan sebagai Kantor dan
Blok Warga Binaan Perempuan berada dalam lingkungan Lapas Kelas IIA Kendari.

2.1.2. Visi Misi Organisasi

Visi :
Mewujudkan Lapas Perempuan Kendari sebagai sarana pembinaan bagi perempuan
untuk menjadi manusia yang bermartabat dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat
bangsa dan Negara.
Misi :
1. Menjadikan ajaran agama sebagai dasar perilaku perempuan dalam bermasyarakat.
2. Mewujudkan perempuan yang bermartabat dan bermanfaat bagi keluarga sebagai tiang
negara.
3. Melaksanakan pelayanan prima dalam segala aspek.
4. Mengedepankan keamanan dan ketertiban, sebagai pondasi pelaksanaan tugas dan
fungsi lembaga pemasyarakatan perempuan.

2.1.3. Nilai Organisasi

Nilai organisasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yaitu KAMI PASTI
(Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif).
5
1. Profesional, Aparat Kementerian Hukum dan HAM adalah aparat yang bekerja keras
untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan bidang tugasnya, menjunjung
tinggi etika dan integritas profesi.
2. Akuntabel, Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan atau peraturan
yang berlaku.
3. Sinergi, Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama yang
produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan untuk
menemukan dan melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat dan berkualitas.
4. Transparan, Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses atau kebebasan bagi
setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan,
yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaannya, serta hasil-
hasil yang dicapai.
5. Inovatif, Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreativitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsinya.

2.1.4. Struktur Organisasi

Keterangan:
KA. LAPAS PEREMPUAN : Rita Ribawati, SH
Ka.Subsi TU : Abdi Amin, S.H
6
Ka. Subsi AO : ST. Halijah S, S.Sos.,M.AP
Ka.Subsi Pembinaan : Nuryati Yusuf,S.H
Ka. Subsi Kamtib : Misyulwati,S.H M.M
Regu Pengamanan : Rupam 1 sampai 4 dengan jumlah anggota regu 2 atau 4 orang

2.1.5. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik


lndonesia Nomor: M.HH-05.OT.01.01 Tahun 2011 tanggal 24 November 2011 tentang
Perubahan Atas Keputusan Menteri Kehakiman Nomor: M.01-PR.07.03 Tahun 1985
tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemasyarakatan. Tugas pokok dan fungsi
lapas adalah sebagai berikut.
Tugas Pokok :
Melaksanakan pemasyarakatan narapidana/anak.
Fungsi Organisasi :
1. Melakukan pembinaan narapidana/anak didik
2. Memberikan bimbingan, mempersiapkan sarana dan mengelola hasil kerja
3. Melakukan bimbingan sosial/kerohanian narapidana /anak didik
4. Melakukan pemeliharaan keamanan dan tata tertib Lapas
5. Melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga

2.1.6. Tugas Pokok ASN (Uraian Tugas Penjaga Tahanan)

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik

lndonesia Nomor: 33 Tahun 2015 tentang Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan dan

Rumah Tahanan.

1. Melakukan penjagaan dan pengawasan terhadap tahanan dan narapidana.


2. Melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap WBP dan Tahanan.
3. Menjaga jangan terjadi keributan, perkelahian, dan pelarian dalam lapas.
4. Menjaga keharmonisan kehidupan antar WBP dalam lapas.
5. Melakukan pemriksaan dan pemantauan lalu lintas wbp dan barang-barang yang
keluar masuk lapas.

7
6. Melakukan pemeriksaan kamar hunian wbp dan pembersihan di dalam lapas
7. Melakukan tertib pembukaan dan penutupan kamar-kamar.
8. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan dari atasan.
9. Menjaga dan merawat sarana dan prasarana pengamanan.

2.2. Konsepsi Nilai Dasar, Kedudukan dan Peran ASN


2.2.1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan kewajiban setiap individu, kelompok atau instansi untuk
memenuhi tanggungjawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang ASN adalah
menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Akuntabilitas adalah prinsip dasar bagi
organisasi yang berlaku pada setiap level/unit organisasi sebagai kewajiban jabatan dalam
memberikan pertanggungjawaban yang harus dicapai, seorang ASN dituntut tidak hanya
memiliki sifat responsibilitas namun juga akuntabilitas.
Untuk menciptakan lingkungan kerja yang akuntabilitas didukung oleh nilai-nilai
akuntabilitas. Nilai-nilai dasar akuntabilitas yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Kepemimpinan : Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana
pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan lingkungannya.
b. Transparansi : Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh
individu maupun kelompok/instansi.
c. Integritas : adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam
menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
d. Tanggung Jawab : adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya
yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat
sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
e. Keadilan : adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik
menyangkut benda atau orang.
f. Kepercayaan : Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan
ini yang akan melahirkan akuntabilitas.
g. Keseimbangan : Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka
diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan
kapasitas.
h. Kejelasan : Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus memiliki gambaran
yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan.
8
i. Konsistensi :merupakan sebuah tindakan yang dilakukan secara terus menerus sampai
pada tercapai tujuan akhir.

2.2.2. Nasionalisme

Nasionalisme merupakan pendangan atau paham kecintaan manusia Indonesia


terhadap bangsa dan negara dan sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme
pancasila bangsa dan tanah air adalah pendangan atau paham kecintaan manusia Indonesia
terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya
sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini
jelas mencerai beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Keadaan seperti ini
sering disebut chauvinisme. Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan
tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati
bangsa lain.
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Bahkan tidak
sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih penting. Diharapkan dengan
nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi berpikir
mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara. Pegawai ASN akan berpikir tidak
lagi sektoral dangan mental blocknya, tetapi akan senantiasa mementingkan kepentingan
yang lebih besar yakni bangsa dan negara. Untuk itu pegawai ASN harus
memahami dan mampu mengaktualisasikan Pancasila dan semangat nasionalisme serta
wawasan kebangsaan dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugasnya, sesuai bidangnya
masing-masing. Pegawai ASN dapat mempelajari bagaimana aktualisasi sila demi sila
dalam Pancasila, dan berbagai kisah ketauladanan yang dapat diambil hikmahnya.

2.2.3. Etika Publik

Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan


baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengerahkan kebijakan
publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok
khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan-

9
ketentuan tertulis (LAN, 2018:9). Kode etik profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah
laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis
yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.
Berdasarkan undang-undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN yakni sebagai
berikut:
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi.
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang
sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan
etika pemerintahan.
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif,
dan efisien.
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang
memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri
atau untuk orang lain.
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN.
l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin pegawai
ASN.
Dimensi etika publik terdiri dari dimensi tujuan pelayanan publik yang bertujuan
untuk mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan relevan, dimensi modalitas yang terdiri
dari akuntabilitas, transparansi, dan netralitas, serta dimensi tindakan integritas publik
(LAN, 2018:11). Ketiga dimensi tersebut dapat menjadi dasar untuk dapat menjadi
pelayan publik yang beretika.

2.2.4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang
tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. LAN RI (2015: 9)
10
menjelaskan bahwa karakteristik utama yang dapat dijadikan dasar untuk mengukur
tingkat efektivitas adalah ketercapaian target yang telah direncanakan, baik dilihat dari
capaian jumlah maupun mutu hasil kerja, sehingga dapat memberi kepuasan, sedangkan
tingkat efisiensi diukur dari penghematan biaya, waktu, tenaga, dan pikiran dalam
menyelesaikan kegiatanKarakteristik ideal dari tindakan yang berorientasi mutu dalam
penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik yaitu diarahkan untuk meningkatkan
kepuasan masyarakat sebagai pelanggan.
Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus diperhatikan,
yaitu :
a. Efektif
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target.
Sedangkan efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah
direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektifitas organisasi
tidak hanya diukur dari performans untuk mencapai target (rencana) mutu, kuantitas,
ketepatan waktu dan alokasi sumber daya, melainkan juga diukur dari kepuasan dan
terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
b. Efisien
Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa
menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan realiasi
penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga dapat
diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,
penyimpangan prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.
c. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif,
sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur
yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari
sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.
d. Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia,
proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen. Mutu
mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai
dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan
salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja. Mutu

11
menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan keberlanjutan organisasi dan
menjaga kredibilitas institusi.

2.2.5. Anti Korupsi

Anti korupsi adalah salah satu sikap melawan atau menentang penyelewengan atau
penyalahgunaan uang negara atau perusahaan untuk keuntungan pribadi atau orang lain.
KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi nilai-nilai dasar anti
korupsi, ada 9 nilai dasar yang telah disepakati yaitu : jujur, peduli, mandiri, disiplin,
tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil (LAN, 2017).
a. Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi penegakan
integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran mustahil seseorang bisa menjadi
pribadi yang berintegritas.
b. Peduli
Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat kasih
sayang. Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan lingkungan
sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu, menderita, dan
membutuhkan uluran tangan.
c. Mandiri
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi tidak
bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas kemandirian yang dimiliki
seseorang memungkinkannya untuk mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja secara
efektif.
d. Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan konsistensi
untuk terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu mampu
memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya. Kepatuhan pada prinsip kebaikan
dan kebenaran menjadi pegangan utama dalam bekerja.
e. Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa
keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik demi
kemaslahatan sesama manusia.
f. Kerja Keras
12
Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil kerjanya
demi terwujudnya kemanfaatan publik serta mencurahkan daya pikir dan
kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan berkarya dengan sebaik-baiknya..
g. Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari kebutuhannya
dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan. Ia
tidak tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan.
h. Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk
menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak akan mentolerir adanya
penyimpangan dan berani menyatakan penyangkalan secara tegas.
i. Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia terima
sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untuk mendapatkan lebih dari apa
yang ia sudah upayakan.
2.2.6. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang
profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada
pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur
sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.
Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan
yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan
intervensi semua golongan dan partai politik. Untuk menjalankan kedudukannya tersebut,
maka Pegawai ASN berfungsi sebagai berikut:
1. Pelaksana kebijakan public;
2. Pelayan public; dan
3. Perekat dan pemersatu bangsa
Selanjutnya Pegawai ASN bertugas:
1. Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan
2. Memberikan pelayanan public yang professional dan berkualitas, dan
3. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia
13
2.2.7. Whole of Government (WOG)

WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan


upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup
koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuantujuan pembangunan kebijakan, manajemen
program dan pelayanan publik. Oleh karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan
interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan
urusan-urusan yang relevan. WoG ditekankan pada pengintegrasian upaya-upaya
kementerian atau lembaga pemerintah dalam mencapai tujuan-tujuan bersama. WoG juga
dipandang sebagai bentuk kerjasama antar seluruh aktor, pemerintah dan sebaliknya. WoG
menjadi penting, karena diperlukan sebuah upaya untuk memahami pentingnya kebersamaan
dari seluruh sektor guna mencapai tujuan bersama. Sikap, perilaku, dan nilai yang
berorientasi sektor harus dicairkan dan dibangun dalam fondasi kebangsaaan yang lebih
mendasar, yang mendorong adanya semangat persatuan dan kesatuan.

Jenis pelayanan publik yang dikenal yang dapat didekati oleh pendekatan WoG adalah:
1. Pelayanan yang Bersifat Adminisitratif
Pelayanan publik yang menghasilkan berbagai produk dokumen resmi yang
dibutuhkan warga masyarakat. Dokumen yang dihasilkan bisa meliputi KTP, status
kewarganegaraan, status usaha, termasuk dokumen-dokumen resmi seperti SIUP, ijin trayek,
ijin usaha, Praktek WoG dalam jenis pelayanan administrasi dapat dilihat dalam praktek-
praktek penyatuan penyelenggaraan izin dalam satu pintu seperti PTSP atau kantor
SAMSAT.
2. Pelayanan Jasa
Pelayanan yang menghasilkan berbagai bentuk jasa yang dibutuhkan warga
masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perhubungan, dan lainnya.
3. Pelayanan Barang
Pelayanan yang menghasilkan jenis barang yang dibutuhkan warga massyarakat,
seperti misalnya jalan, perumahan, jaringan telepon, listrik, air bersih, dan seterusnya.
4. Pelayanan Regulatif
Pelayanan melalui penegakan hukuman dan peraturan perundang-undangan, maupun
kebijakan publik yang mengatur sendi-sendi kehidupan masyarakat.

14
2.2.8. Pelayanan Publik

Definisi yang saat ini menjadi rujukan utama dalam penyelenggaraan pelayanan
publik sebagaimana termuat dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang
Pelayanan Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian
kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan bagi setiap
warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang
disediakan
oleh penyelenggara pelayanan publik.
Terdapat 3 unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu unsur pertama, adalah
organisasi penyelenggara pelayanan publik, unsur kedua, adalah penerima layanan
(pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan unsur ketiga,
adalah kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan (pelanggan).

9 Prinsip Pelayanan Publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima yaitu :
1. Partisipatif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat pemerintah
perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi
hasilnya.
2. Transparan
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai penyelenggara
pelayanan publik harus menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui segala hal
yang terkait dengan pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut, seperti: persyaratan,
prosedur, biaya, dan sejenisnya.
3. Responsif
Dalam penyelenggaraan pelayananpublik pemerintah wajib mendengar dan
memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya. Tidak hanyaterkait dengan bentuk dan jenis
pelayanan publik yang mereka butuhkan akan tetapi juga terkait dengan mekanisme
penyelenggaraan layanan, jam pelayanan,prosedur, dan biaya penyelenggaraan pelayanan.
4. Tidak diskriminatif
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh dibedakan antara
satu warga negara dengan warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga

15
negara, seperti: status sosial, pandangan politik, enisitas, agama, profesi, jenis kelamin atau
orientasi seksual, difabel, dan sejenisnya;
5. Mudah dan Murah
Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus memenuhi berbagai
persyaratan dan membayar fee untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus
diterapkan prinsip mudah, artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut masuk akal
dan mudah untuk dipenuhi. Murah dalam arti biaya yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk
mendapatkan layanan tersebut terjangkau oleh seluruh warga negara.
6. Efektif dan Efisien
Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang
hendak dicapainya (untuk melaksanakan mandat konstitusi dan mencapai tujuan-tujuan
strategis Negara dalam jangka panjang) dan cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan
dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah;
7. Aksesibel
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau oleh
warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik (dekat, terjangkau dengan kendaraan
publik, mudah dilihat, gampang ditemukan, dan lain-lain.) dan dapat dijangkau dalam arti
non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat
untuk mendapatkan layanan tersebut.
8. Akuntabel
Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dipertanggung-
jawabkan secara terbuka kepada masyarakat. Pertanggungjawaban di sini tidak hanya secara
formal kepada atasan (pejabat atau unit organisasi yang lebih tinggi secara vertikal) akan
tetapi yang lebih penting harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat
luas melalui media publik baik cetak maupun elektronik.
9. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah memiliki berbagai
tujuan. Salah satu tujuan yang penting adalah melindungi warga negara dari praktik buruk
yang dilakukan oleh warga negara yang lain. Oleh karena itu penyelenggaraan pelayanan
publik harus dapat dijadikan sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu
menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok yang
kuat.

16
BAB IV
LAPORAN CAPAIAN HASIL AKTUALISASI

4.1 Realisasi Agenda Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN

Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN mulai dilaksanakan tanggal 1 Agustus 2018

sampai dengan tanggal 24 November 2018. Sesuai dengan rancangan kegiatan yang disusun

dalam Rancangan Aktualisasi (RA), terdapat 10 (sepuluh) kegiatan yang akan dilaksanakan.

Kegiatan aktualisasi ini diawali dengan melapor dan meminta izin untuk melaksanakan

kegiatan habituasi kepada Ibu Rita Ribawati S.H selaku kepala Lapas Perempua Kelas III

Kendari, kemudian melapor kepada mentor untuk meminta arahan dan kepada kepala

subseksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Perempuan Kelas III Kendari dikarenakan kegiatan

aktualisasi ini dilaksanakan di lingkungan Kamtib. Selama periode aktualisasi (off campus)

seluruh kegiatan yang direncanakan telah terlaksana secara keseluruhan di Lapas Perempuan

Kelas III Kendari dengan dukungan dan persetujan Kalapas. Selama pelaksanaan aktualisasi,

semua kegiatan yang direncanakan dalam rancangan aktualisasi berhasil dilakukan tanpa ada

kegiatan yang di kurangi ataupun di tambah.. Penulis juga menerapkan hasil pembelajaran

mata diklat yang diterima selama perkuliahan (on campus) berupa nilai-nilai ANEKA,

Pelayanan Publik, Manajemen ASN dan WoG.

Daftar kegiatan yang teraktualisasi ada pada tabel 4.1 :

29
4.1.1 Kegiatan Sesuai dengan Rancangan yang Teraktualisasi

No. Kegiatan Keterangan Waktu

1. Terlaksananya apel serah Teraktualisasi pada tanggal 1


terima tugas penjagaan tepat waktu Agustus – 24 November 2018
2. Terlaksananya kontrol kamar Teraktualisasi pada tanggal 1
hunian warga binaan Agustus – 24 November 2018
3. Terlaksananya koordinasi kepada pimpinan terkait Teraktualisasi pada tanggal 2
dengan optimalnya penggeledahan badan di pintu Agustus 2018
blok terhadap warga binaan
4. Tersedianya banner tentang tata tertib Teraktualisasi pada tanggal 9
petugas penjagaan dan warga binaan. Agustus 2018
5. Terkomunikasinya terkait tata tertib Teraktualisasi pada tanggal 11
petugas penjagaan dan warga binaan kepada wbp Agustus 2018
6. Tersedianya banner tentang barang-barang Teraktualisasi pada tanggal 14
yang tidak boleh masuk dalam lapas. Agustus 2018
7. Tersedianya banner tentang prosedur dalam Teraktualisasi pada tanggal 20
penggeledahan sesuai dengan SOP. Agustus 2018
8. Terkomunikasinya penggeledahan yang sesuai Teraktualisasi pada tanggal 21
SOP dan barang-barang yang tidak boleh masuk Agustus – 24 November 2018
dalam lapas kepada warga binaan.
9. Terlaksananya penggeledahan badan Teraktualisasi pada tanggal 21
secara intensif sesuai SOP dengan benar. Agustus - 24 November 2018
10. Terlaksananya penulisan laporan anggota jaga di Teraktualisasi pada tanggal 1
pintu blok. Agustus – 24 November 2018

30
4.2 Deskripsi Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN

Tabel 4.2.1 Aktualisasi Terlaksananya apel serah terima tugas penjagaan tepat
waktu
Kegiatan 1 Terlaksananya apel serah terima tugas
penjagaan tepat waktu
Tahapan kegiatan 1. Tiba di kantor 15 menit sebelum apel
serah terima dilaksanakan.
2. Melakukan aplos penghuni blok.
3. Memperhatikan kerapian dan atribut
dalam berpakaian

Output 1. Dokumentasi berupa foto

Deskripsi kegiatan:
1. Tiba di kantor 15 menit sebelum apel serah terima dilaksanakan.
Penulis memulai kegiatan ini dengan mengikuti apel serah terima tugas
penjagaan tepat waktu, yakni tiba di kantor 15 menit sebelum apel
serah terima dilaksanakan. Tanggung jawab (Akuntabilitas)

2. Melakukan aplos penghuni blok.


Melakukan aplos penghui blok dengan mengecek seluruh jumlah warga
binaan sesuai dengan kamar masing-masing. Disiplin dan tanggungjawab
(Nasionalisme)

3. Memperhatikan kerapian dan atribut dalam berpakaian


Dengan berpakaian rapi dan melengkapi atribut menandakan kedisiplinan
dan sopan santun (etika publik)

Keterkaitan dengan Visi Misi Organisasi


Terwujudnya misi :
- Melaksanakan misi pelayanan prima dalam segala aspek

Keterkaitan dengan Nilai – Nilai Organisasi


Memperkuat Nilai:
- Profesional, Akuntabel dan Sinergi

Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Aktualisasi kegiatan:


Saya tidak mendapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini

31
Tabel 4.2.2 Aktualisasi terlaksananya kontrol kamar hunian warga binaan
secara intesif
Kegiatan 2 Terlaksananya kontrol kamar hunian
warga binaan secara intesif
Tahapan kegiatan 1. Mengecek kamar hunian warga
binaan.
2. Melaksanakan dengan tingkat
kewaspadaan.
3. Mengamati kondisi kamar tetap
kondusif
Output 1. Dokumentasi berupa foto
Deskripsi kegiatan:
1. Mengecek kamar hunian warga binaan dengan alat penerangan.
Melakukan pengecekan kamar hunian warga binaan dengan
menggunakan senter secara keseluruhan tanpa diskriminasi
(nasionalisme), dengan sikap yng ramah dan sopan (Etika publik)

2. Melaksanakan dengan tingkat kewaspadaan.


Petugas melakukan dengan kewaspadaan yang tinggi dan lebih teliti
(komitmen mutu)

3. Mengamati kondisi kamar tetap kondusif


Petugas mengamati kondisi kamar hunian warga binaan tetap aman dan
kondusif sehimgga warga binaan dapat selalu mengontrol situasi dalam
kamar dengan penuh tanggung jawab (akuntabilitas)

Keterkaitan dengan Visi Misi Organisasi


Terwujudnya misi :
- Melaksanakan misi pelayanan prima dalam segala aspek

Keterkaitan dengan Nilai – Nilai Organisasi


Memperkuat Nilai:
- Profesional, Akuntabel dan Sinergi

Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Aktualisasi kegiatan:


Saya tidak mendapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini

32
Tabel 4.2.3 Aktualisasi terlaksananya koordinasi kepada pimpinan terkait
dengan optimalnya penggeledahan badan di pintu blok terhadap
warga binaan
Kegiatan 3 Terlaksananya koordinasi kepada pimpinan
terkait dengan optimalnya penggeledahan
badan di pintu blok terhadap warga binaan
Tahapan kegiatan 1. Meminta izin kepada atasan mengenai
kegiatan yang akan di aktualisasika
2. Menjelaskan maksud dan tujuan
3. Mendengarkan arahan atasan dan meminta
persetujuan
Output 1. Dokumentasi berupa foto
Deskripsi kegiatan:
1. Meminta izin kepada atasan mengenai kegiatan yang akan di aktualisasikan.
Petugas meminta izin kepada atasan yaitu kepala lapas dan ibu kasubsi kamtib
mengenai kegiatan yang akan diaktualisasikan dengan ramah dan sopan
(etika publik).

2. Menjelaskan maksud dan tujuan


Menyampaikan maksud dan tujuan yang akan diaktualisasikan yakni
pengoptimalnya penggeledahan badan dan barang di pintu blok terhadap warga
binaan dengan rasa tanggungjawab (Akuntabilitas) dan berani (anti
korupsi), berbicara menggunakan bahasa yang baik kepada atasan dengan
sopan santun serta berpakaian rapi (Etika Publik).
3. Mendengarkan arahan atasan dan meminta persetujuan
Kemudian mendengarkan arahan dan masukan dari atasan dengan penuh
perhatian sesuai prosedur (Komitmen mutu) dan bermusyawarah untuk
mendapatkan persetujuan dalam menjalankan aktualisasi tersebut
(nasionalisme).

Keterkaitan dengan Visi Misi Organisasi


Terwujudnya misi :
- Melaksanakan misi pelayanan prima dalam segala aspek

Keterkaitan dengan Nilai – Nilai Organisasi


Memperkuat Nilai:
- Profesional, Akuntabel dan Sinergi serta Transparan

Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Aktualisasi kegiatan:


Saya tidak mendapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini

33
Tabel 4.2.4 Aktualisasi tersedianya banner tentang tata tertib petugas dan warga
binaan kepada warga binaan pemasyarakatan

Kegiatan 4 Tersedianya banner tentang tata tertib petugas dan


warga binaan
Tahapan kegiatan 1. Menyiapkan bahan desain banner tentang tata tertib
petugas dan warga binaan
2. Membawa bahan ke percetakan
3. Mencetak banner kemudian memasang di dalam
blok
Output 1. Dokumentasi berupa foto
Deskripsi kegiatan:
1. Menyiapkan desain banner tentang tata tertib petugas dan warga binaan
Petugas bersemangat (Nasionalisme) dalam menyiapkan desain banner.
Membuat desain dengan ketelitian dan sesuai prosedur (komitmen mutu).

2. Membawa bahan ke percetakan


Petugas membawa bahan ke percetakan dengan penuh rasa tanggung
jawab (akuntabilitas), lalu membayar sesuai dengan harga banner
(anti korupsi)

3. Mencetak banner kemudian memasang di dalam blok


Petugas mencetak dengan penuh rasa tanggung jawab (akuntabilitas) serta
jujur (anti korupsi) dalam mencetak poster kemudian memasang di dinding
blok.

Keterkaitan dengan Visi Misi Organisasi


Terwujudnya misi :
- Melaksanakan misi pelayanan prima dalam segala aspek
- Mengedepankan keamanan dan ketertiban, sebagai pondasi pelaksanaan
tugas dan fungsi Lapas Perempuan.

Keterkaitan dengan Nilai – Nilai Organisasi


Memperkuat Nilai:
- Profesional, Akuntabel dan Transparan serta Inovatif

Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Aktualisasi kegiatan:


Saya tidak mendapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini

34
Tabel 4.2.5 Aktualisasi Terkomunikasinya terkait tentang tata tertib petugas
penjagaan dan warga binaan.
Kegiatan 5 Terkomunikasinya tentang tata tertib petugas
penjagaan dan warga binaan kepada wbp

Tahapan kegiatan 1. Menyiapkan bahan komuikasi tentang


tata tertib petugas jaga dan warga
binaan
2. Mempersiapkan peserta yang
mengikuti sosialisasi
3. Mengkomunikasikan tata tertib petugas
dan warga binaan tersebut.
Output 1. Dokumentasi berupa foto
Deskripsi kegiatan:
1. Menyiapkan bahan komuikasi tentang tata tertib petugas jaga dan warga binaan.
Petugas menyiapkan bahan tentang tata tertib petugas jaga dan warga binaan
yang diambil dari PERMENKUMHAM NO.6 THN 2013 dengan penuh
tangung jawab (Akuntabilitas) dan sesuai prosedur (Komitmen Mutu).

2. Mempersiapkan peserta yang mengikuti sosialisasi


Petugas masuk ke dalam kamar- kamar hunian memberitahu dengan sopan
(etika publik) untuk berkumpul di ruang tengah untuk mengikuti sosialisasi
dengan tanggung jawab (akuntabilitas)

3. Mengkomunikasikan tata tertib petugas dan warga binaan tersebut.


Setelah warga binaan dan petugas sudah berkumpul dirungan tengah,
kemudian saya menyampaikan maksud mengumpulkan mereka dengan
sopan (etika pubik), lalu menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan tata
tertib petugas dan warga binaan sehingga seluruh masyarakat lapas
terutama di dalam blok dapat berungguh-sungguh mematuhi aturan
tersebut (anti korupsi) serta sesuai prosedur (komitmen mutu).

Keterkaitan dengan Visi Misi Organisasi


Terwujudnya misi :
- Melaksanakan misi pelayanan prima dalam segala aspek
- Mengedepankan keamanan dan ketertiban, sebagai pondasi pelaksanaan tugas
dan fungsi Lapas Perempuan.

Keterkaitan dengan Nilai – Nilai Organisasi


Memperkuat Nilai:
- Profesional, Akuntabel dan Transparan serta Inovatif

Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Aktualisasi kegiatan:


Saya tidak mendapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini

35
Tabel 4.2.6 Aktualisasi tersedianya banner tentang barang-barang yang tidak
boleh masuk dalam lapas.

Kegiatan 6 Tersedianya banner tentang barang-barang


yang tidak boleh masuk dalam lapas.

Tahapan kegiatan 1. Menyiapkan desain banner tentang


barang-barang yang tidak boleh masuk
dalam blok lapas.
2. Mencetak banner.
3. Memasang banner dalam blok

Output 1. Dokumentasi berupa foto


Deskripsi kegiatan:
1. Menyiapkan desain poster tentang barang-barang yang tidak boleh masuk dalam
blok lapas.
Petugas datang ke tempat percetakan dengan rasa tanggungjawab
(Akuntabilitas) akan membuat banner tentang barang-barang yang tidak boleh
masuk dalam blok lapas, serta melaksanakan dengan penuh ketelitian dan sesuai
prosedur (Komitmen mutu) yang diambil dari aturan PERMENKUMHAM
NO.6 TAHUN 2013.

2. Mencetak banner.
Setelah mendesain banner dengan penuh ketelitian (komitmen mutu)
petugas mencetak banner sesuai ukuran dengan semangat yang tinggi
(nasionalisme), kemudian mengecek kembali (komitmen mutu) hasil
dari banner yang tercetak tersebut.

3. Memasang banner dalam blok


Petugas membawa banner tersebut ke dalam blok dengan tanggung jawab
(akuntabilitas), kemudian meminta izin kepada kasubsi kamtib dengan ucapan
yang sopan dan santun (etika publik) bahwa akan memasang banner. Setelah
mendapatkan izin, petugas memasang banner ditempat yang strategis dengan
rasa semangat (nasionalisme) serta keberanian dan peduli( anti korupsi).

Keterkaitan dengan Visi Misi Organisasi


Terwujudnya misi :
- Melaksanakan misi pelayanan prima dalam segala aspek
- Mengedepankan keamanan dan ketertiban, sebagai pondasi pelaksanaan tugas
dan fungsi Lapas Perempuan.

Keterkaitan dengan Nilai – Nilai Organisasi


Memperkuat Nilai:
- Profesional, Akuntabel dan Transparan serta Inovatif

Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Aktualisasi kegiatan:


Saya tidak mendapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini

36
Tabel 4.2.7 Aktualisasi tersedianya banner tentang prosedur dalam
penggeledahan sesuai dengan SOP.
Kegiatan 7 Tersedianya banner tentang prosedur dalam
penggeledahan sesuai dengan SOP.

Tahapan kegiatan 1. Menyiapkan desain banner tentang


prosedur dalam penggeledahan
sesuai dengan SOP
2. Mencetak banner.
3. Memasang banner dalam blok.
Output 1. Dokumentasi berupa foto
Deskripsi kegiatan:
1. Menyiapkan desain poster tentang prosedur dalam penggeledahan sesuai
dengan SOP.
Petugas datang ke tempat percetakan dengan rasa tanggungjawab
(Akuntabilitas) akan membuat banner tentang prosedur dalam
penggeledahan sesuai dengan SOP Lapas perempuan, serta melaksanakan
dengan penuh ketelitian dan sesuai prosedur (Komitmen mutu) yang diambil
dari aturan PERMENKUMHAM NO.6 TAHUN 2013.

2. Mencetak banner.
Setelah mendesain banner dengan penuh ketelitian (komitmen mutu)
petugas mencetak banner sesuai ukuran yang ditetapkan dengan semangat
(nasionalisme), kemudian mengecek kembali hasil dari banner yang
tercetak tersebut.

3. Memasang banner dalam blok


Petugas membawa banner tersebut ke dalam blok dengan tanggung jawab
(akuntabilitas), kemudian meminta izin kepada kasubsi kamtib dengan ucapan
yang sopan dan santun (etika publik) bahwa akan memasang banner. Setelah
mendapatkan izin, petugas memasang banner ditempat yang strategis dengan
rasa semangat (nasionalisme) serta keberanian dan peduli( anti korupsi).

Keterkaitan dengan Visi Misi Organisasi


Terwujudnya misi :
- Melaksanakan misi pelayanan prima dalam segala aspek
- Mengedepankan keamanan dan ketertiban, sebagai pondasi pelaksanaan tugas
dan fungsi Lapas Perempuan.

Keterkaitan dengan Nilai – Nilai Organisasi


Memperkuat Nilai:
- Profesional, Akuntabel dan Transparan serta Inovatif

Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Aktualisasi kegiatan:


Saya tidak mendapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini

37
Tabel 4.2.8 Aktualisasi Terkomunikasinya penggeledahan yang sesuai SOP dan
barang-barang yang tidak boleh masuk dalam lapas kepada warga
binaan.
Kegiatan 8 Terkomunikasinya penggeledahan yang
sesuai SOP dan barang-barang yang tidak
boleh masuk dalam lapas kepada warga
binaan.
Tahapan kegiatan 1. Mempersiapkan warga binaan
pemasyarakatan yang mengikuti
sosialisasi.
2. Mengsosialisasikan banner tentang
penggeledahan yang sesuai SOP dan
barang-barang yang tidak boleh
masuk dalam lapas kepada warga
binaan.
Output 1. Dokumentasi berupa foto
Deskripsi kegiatan:
1. Mempersiapkan warga binaan pemasyarakatan yang mengikuti sosialisasi.
Petugas mempersiapkan wbp untuk mengikuti sosialisasi dengan
tanggungjawab (Akuntabilitas), menyampaikan dengan keramahan
(Etika Publik) agar berkumpul dan mendengarkan sosialisasi serta tidak
mendiskriminasi (Nasionalisme) warga binaan yang mengikuti
sosialisasi.

2. Mengsosialisasikan banner tentang penggeledahan yang sesuai SOP dan barang-


barang yang tidak boleh masuk dalam lapas kepada warga binaan.
Setelah mengumpulkan warga binaan, kemudian petugas menyampaikan
dengan sopan (etika publik) maksud dan tujuan lalu menjelaskan sesuai
prosedur (Komitmen Mutu) sehingga wbp bisa memahami penggeledahan
yang dilaksanakan oleh petugas.

Keterkaitan dengan Visi Misi Organisasi


Terwujudnya misi :
- Melaksanakan misi pelayanan prima dalam segala aspek
- Mengedepankan keamanan dan ketertiban, sebagai pondasi pelaksanaan tugas
dan fungsi Lapas Perempuan.

Keterkaitan dengan Nilai – Nilai Organisasi


Memperkuat Nilai:
- Profesional, Akuntabel dan Transparan serta Inovatif

Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Aktualisasi kegiatan:


Saya tidak mendapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini

38
Tabel 4.2.9 Aktualisasi terlaksananya penggeledahan badan secara intensif
sesuai SOP dengan benar
Kegiatan 9 Terlaksananya penggeledahan badan
secara intensif sesuai SOP dengan benar.

Tahapan kegiatan 1. Menyiapkan alat penggeledahan


2. Menyampaikan kepada wbp bahwa
akan digeledah
3. Menggeledah warga binaan sebelum
dan setelah besukan secara intensif
sesuai SOP dengan benar

Output 1. Dokumentasi berupa foto


Deskripsi kegiatan:
1. Menyiapkan alat penggeledahan.
Petugas menyiapkan alat penggeledahan seperti handscun sebagai inovasi
(Komitmen Mutu) untuk setiap melakukan penggeledahan kepada warga
binaan dengan tanggungjawab (Akuntabilitas)

2. Menyampaikan kepada wbp bahwa akan digeledah


Petugas menyampaikan dengan sopan (Etika Publik) akan menggeledah
badan wbp agar tercipta kenyamanan dan saling menghargai antara
petugas dan warga binaan.

3. Menggeledah warga binaan sebelum dan setelah besukan secara intensif


sesuai SOP dengan benar.
Petugas menggeledah warga binaan yang keluar dari pintu blok sesuai
dengan Standar Operasional Prosedur dalam penggeledahan Badan,
melaksanakan dengan penuh tanggungjawab (akuntabilitas), teliti dan
cermat (komitmen mutu), Kemudian adil (Anti Korupsi) dalam
melakukan penggeledahan tanpa melihat latar belakang warga binaan,
jujur dan disiplin (Anti Korupsi) dalam melaksanakan tugas
menggeledah. Sehingga penggeledahan dapat dilaksanakan secara
intensif.

Keterkaitan dengan Visi Misi Organisasi


Terwujudnya misi :
- Melaksanakan misi pelayanan prima dalam segala aspek
- Mengedepankan keamanan dan ketertiban, sebagai pondasi pelaksanaan tugas
dan fungsi Lapas Perempuan.

Keterkaitan dengan Nilai – Nilai Organisasi


Memperkuat Nilai:
- Profesional, Akuntabel dan Transparan serta Sinergitas

Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Aktualisasi kegiatan:


Saya tidak mendapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini

39
Tabel 4.2.10 Aktualisasi terlaksananya penulisan laporan anggota jaga di pintu
blok
Kegiatan 10 Terlaksananya penulisan laporan anggota
jaga di pintu blok.

Tahapan kegiatan 1. Menyiapkan buku laporan petugas


pintu blok.
2. Melaksanakan tugas penggeledahan
3. Menulis setiap tugas penggeledahan
serta yang melitas di pintu blok ke
dalam laporan anggota jaga.

Output 1. Dokumentasi berupa foto


Deskripsi kegiatan:
1. Menyiapkan buku laporan petugas pintu blok
Petugas menyiapkan buku laporan sesuai dengan prosedur (komitmen
mutu) dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab
(Akuntabilitas) dalam membuat laporan.

2. Melaksanakan tugas penggeledahan


Melaksanakan tugas penggeledahan dengan rasa tanggung jawab
(akuntabilitas), menyampaikan akan melakukan penggeledahan dengan
sopan dan santun (etika publik), serta ketelitian (komitmen mutu)
dalam menggeledah.

3. Menulis setiap kegiatan penggeledahan serta yang melitas di pintu blok


ke dalam laporan anggota jaga.
Petugas menulis laporan dengan penuh kejujuran dan rasa tanggung
jawab (akuntabilitas), Menulis laporan dengan ketelitian sesuai dengan
apa tugas yang dilaksanakan agar jelas infomasinya dan terpantau
(komitmen mutu).

Keterkaitan dengan Visi Misi Organisasi


Terwujudnya misi :
- Melaksanakan misi pelayanan prima dalam segala aspek
- Mengedepankan keamanan dan ketertiban, sebagai pondasi pelaksanaan
tugas dan fungsi Lapas Perempuan.

Keterkaitan dengan Nilai – Nilai Organisasi


Memperkuat Nilai:
- Profesional, Akuntabel dan Transparan serta Sinergitas

Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Aktualisasi kegiatan:


Saya tidak mendapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini

40
BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Proses pelaksanaan kegiatan aktualisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada unit
kerja Lapas Perempuan Kelas III Kendari telah terlaksana sesuai dengan rencana
yang tercantum dalam rancangan aktualisasi sebanyak sepuluh kegiatan. Dengan
mengaplikasikan penerapan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yakni ANEKA
(Akuntabitas, Nasionalime, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya
terhadap perubahan perilaku ASN itu secara pribadi ke arah yang positif dalam arti
terjadi peningkatan profesionalisme, akuntabel, sinergitas, transparansi serta inovatif
terhadap ASN sebagai tunas pengayoman dalam melaksanakan tugas serta
berpengaruh positif terhadap tujuan organisasi khususnya Lapas Perempuan klas III
Kendari.

5.2 SARAN
Penerapan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang telah diaktualisasikan
sebaiknya dilanjutkan dan dikembangkan secara terus-menerus bukan hanya ketika
latihan dasar saja melainkan disetiap waktu baik dalam melaksanakan tugas maupun
di kehidupan sehari-hari sebab ASN adalah pelekat dan penetral masyarakat.

41
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara RI, 2015 : Modul Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan
Golongan I/II Dan III, AKUNTABILITAS.

......, 2015 : Modul Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan I/II Dan III,
Nasionalisme.

......, 2015 : Modul Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan I/II Dan III, Etika Publik.

......, 2015 : Modul Pendidikan Dan Pendidikan Prajabatan Golongan I/II Dan III, Komitmen
Mutu.

......, 2015 : Modul Pendidikan Dan Pendidikan Prajabatan Golongan I/II Dan III, Anti
Korupsi.

......, 2015 : Modul Pendidikan Dan Pelatihan Prajabatan Golongan I/II Dan III, Manajemen
ASN.

......, 2015 : Modul Pendidikan Dan Pendidikan Prajabatan Golongan I/II Dan III, WoG.

......, 2015 : Modul Pendidikan Dan Pendidikan Prajabatan Golongan I/II Dan III, Pelayanan
Publik.

42
BAB III

DESKRIPSI KEGIATAN AKTUALISASI

3.1 Keadaan yang Diharapkan dan Keadaan Saat Ini

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi penjaga tahanan terdapat beberapa


kendala/permasalahan yang perlu untuk dilakukan perbaikan. Adapun identifikasi
permasalahan yang terjadi adalah sebagai berikut :

No UraianTugas Kondisi saat Ini Kondisi yang diharapkan Rumusan Isu/Masalah


1. Melakukan - Belum adanya - Penggeledahan berjalan - Belum optimalnya
penggeledahan tindakan tegas tertib dan lancar sesuai penggeledahan badan
badan dan dalam melakukan dengan SOP. dan barang di pintu
barang setiap penggeledahan - Warga binaan blok terhadap warga
warga binaan badan dan barang dinyatakan “bersih” binaan dan petugas
dan petugas bagi wbp dan sebelum memasuki sehingga masih
petugas. blok hunian. terdapat barang
terlarang di dalam blok.
- Penggeledahan
berjalan tidak
maksimal
dikarenakan waktu
penggeledahan
sangat singkat

2 Melakukan - Kegiatan kontrol - Kegiatan kontrol blok - Kurang optimalnya


kontrol kamar kamar huniam seharusnya dilakukan kinerja petugas regu
hunian warga masih kurang setiap 15 atau 30 menit jaga dalam
binaan dilaksakan terutama sekali menciptakan keadaan
pada jam istirahat - Petugas harus jeli yang aman dan
warga binaan dan terhadap segala kondusif di daerah
diasat keadaan aktifitas warga binaan kamar hunian.
dirasa aman terutama pada saat
- Masih kurangnya berada dalam kamar
jumlah personil hunian.
ditiap regu jaga
3 Melakukan - Masih kurang - Pemeriksaan dan - Kurang optimalnya
pemeriksaan dan dilakukan pemantauan lalu lintas pemeriksaan dan
pemantauan lalu pemeriksaan dan wbp dan barang yang pemantauan lalu lintas
lintas wbp dan pemantauan lalu masuk pintu blok harus wbp dan barang yang
barang-barang lintas barang wbp lebih intensif. keluar masuk pintu
yang keluar dan barang yang blok.

17
masuk lapas. keluar masuk pintu
blok.
4 Melakukan apel - Masih adanya - Petugas diharapkan Kurangnya kesadaran
serah terima oknum petugas hadir 15 menit sebelum oknum petugas akan
tugas penjagaan yang hadir pada apel serah terima tugas pentingnya mengikuti apel
saat apel serah dilaksanakan serah terima tugas
terima tugas sedang - Berjalan lancar dan penjagaan (regu
berlangsung. tertib pengamanan)
.
Tabel 3.1 Identifikasi dan Analisis Masalah

3.2. Identifikasi, Analisis dan Penetapan Isu

Dalam merancang aktualisasi ini, terdapat 4 (empat) yang akan ditetapkan 1 (satu) isu
yang paling utama. Penetapan 4 isu berdasarkan rumusan isu masalah pada tabel di bawah
ini, Isu aktual ini akan dianalisis dengan menggunakan metode APKL (Aktual, Problematik,
Kekahalayakan dan Layak). Langkah selanjutnya adalah menetapkan isu aktual yang

No Isu/Masalah A P K L Total Ranking


.
1. Tidak optimalnya penggeledahan badan di pintu
blok terhadap warga binaan dan petugas sehingga 4 5 5 5 19 1
masih terdapat barang terlarang di dalam blok.
2. Kurangnya fungsi dan tugas jaga regu dalam
menciptakan keadaan yang aman dan kondusif di daerah 4 3 3 3 13 4
blok hunian.
3. Kurang optimalnya pemeriksaan dan pemantauan lalu
4 4 4 4 16 2
lintas wbp dan barang yang keluar masuk pintu blok.
4. Kurangnya kesadaran oknum petugas akan pentingnya
4 3 3 4 14 3
mengikuti apel serah terima tugas penjagaan
Tabel 3.2 Identifikasi dan Analisis Isu Diangkat

18
Keterangan :
- APKL yaitu tingkat Aktual (isu tersebut benar-benar terjadi), Problematik (isu tersebut
memiliki dimensi masalah yang kompleks, Kekhalayakan (isu tersebut menyangkut hajat
hidup orang banyak), Layak (isu tersebut masuk akal, realistis, relevan dan dapat
dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya)
- Pengukuran menggunakan skala likert : 1 = rendah pengaruhnya, 2 = kecil pengaruhnya, 3
= cukup pengaruhnya, 4 = tinggi pengaruhnya, 5 = sangat tinggi pengaruhnya

3.3. Analisa Faktor Penyebab Isu

No. Input Proses Output Lingkungan

1. - Adanya SOP - Petugas - Tugas -Bekerja sesuai


Tentang melaksanakan tugas berdasarkan SOP dengan SOP, seluruh
Penggeledahan penggeledahan sesuai berjalan maksimal. petugas saling
- Sumber Daya dengan SOP. - Tidak terdapat mendukung dan
Petugas - Semua yang keluar barang terlarang bekerja sama dalam
- WBP masuk pintu blok dalam blok. menegakkan aturan.
harus digeledah
secara intensif.
Tabel 3.3 Analisa Faktor Penyebab Isu

3.4. Kegiatan Terpilih sebagai Pemecahan Isu

No. Kegiatan Yang Terpilih


1. Terlaksanakannya apel serah terima tugas penjagaan tepat waktu
2. Terlaksanakannya kontrol kamar hunian warga binaan secara intesif
3. Terlaksanakannya koordinasi kepada pimpinan terkait dengan isu yang diangkat.
4. Tersedianya benner tentang tata tertib petugas penjagaan dan warga binaan.
5. Terkomunikasikannya tentang tata tertib petugas penjagaan dan warga binaan kepada wbp
6. Tersedianya benner tentang barang-barang yang tidak boleh masuk dalam lapas.
7. Tersedianya benner tentang prosedur dalam penggeledahan sesuai dengan SOP.
8. Terkomunikasikannya penggeledahan yang sesuai SOP dan barang-barang yang tidak boleh masuk
dalam lapas kepada warga binaan.
9. Terlaksanakannya penggeledahan badan secara intensif sesuai SOP dengan benar.
10. Tertulisnya laporan anggota jaga di pintu blok.

19
3.5. Deskripsi /Penjelasan Kegiatan

Tabel 3.5 Kegiatan Terpilih Pemecahan Masalah

Keterkaitan Keterkaitan Dengan


Keterkaitan Dengan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Kegiatan Dengan Nilai Visi dan Misi
Nilai-Nilai Organisasi
ANEKA Organisasi
1 Terlaksanakan- Dengan mengikuti apel
nya apel serah Tiba di kantor Mengetahui jumlah serah terima dengan
Tanggungjawab tepat waktu Tanggung jawab
terima tugas 15 menit real warga binaan
(Akuntabilitas) berkontribusi terhadap dan disiplin.
penjagaan tepat sebelum apel sebelum menerima
serah terima tugas misi organisasi: (Professional
waktu
dilaksanakan. Melaksanakan dan akuntabel).
Dengan berpakaian Sopan santun pelayanan prima
dalam segala aspek, Sinergi
Melakukan aplos rapi menandakan dan ramah
penghuni blok. kedisiplinan (Etika public) Transparan
Mengedepankan
Memperhatikan Melaksanakan apel keamanan dan
Disiplin dan
kerapian dan serah terima dengan ketertiban, sebagai
tanggungjawab
atribut dalam tertib pondasi pelaksanaan
(Nasionalisme) tugas dan fungsi
berpakaian
lapas perempuan.

2 Terlaksananya Dengan melakukan


kontrol kamar Mengecek Terciptanya kondisi Tidak kontrol kamar hunian
hunian warga kamar hunian yang aman dengan diskriminasi waraga binaan Penuh tanggung
warga binaan memantau aktifitas (Nasionalisme) berkontribusi terhardap jawab. (Professional)
binaan secara
intesif dengan alat warga binaan Sopan santun dan misi organisasi:
penerangan Melaksanakan Sinergi
Ramah (Etika
Meningkatkan publik) pelayanan prima Akuntabel

20
Keterkaitan Keterkaitan Dengan
Keterkaitan Dengan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Kegiatan Dengan Nilai Visi dan Misi
Nilai-Nilai Organisasi
ANEKA Organisasi
Melaksanakan ketelitian serta dalam segala aspek
dengan tingkat kewaspadaan Waspada dan
kewaspadaan. petugas. telitin Mengedepankan
(Komitmen
keamanan dan
Terciptanya Mutu)
Mengamati ketertiban, sebagai
kondisi kamar kewaspadaan pondasi pelaksanaan
Tanggungjawab
tetap kondusif. petugas terhadap tugas dan fungsi
(Akuntabilitas)
segala kemungkinan lapas perempuan.
yang dapat terjadi

3 Terlaksanakan- Dengan melakukan


Meminta izin Terciptanya Sopan santun konsultasi kepada atasan Penuh tanggung
nya koordinasi
kepada atasan koordinasi dan ramah berkontribusi terhadap jawab.(Professional)
kepada mengenai (Etika
pimpinan dan misi organisasi: Transparan
kegiatan yang Publik)
pimpinan terkait petugas Melaksanakan Akuntabilitas
akan di
dengan aktualisasika Berani (Anti pelayanan prima Sinergi
Dapat Korupsi) dalam segala aspek
optimalnya
Menjelaskan melaksanakan
penggeledahan maksud dan tugas sesuai Musyawarah Mengedepankan
tujuan dengan persetujuan (Nasionalisme) keamanan dan
badan di pintu
atasan. ketertiban, sebagai
blok terhadap Mendengarkan Sesuai prosedur
arahan atasan pondasi pelaksanaan
warga binaan (Komitmen
dan meminta Mutu) tugas dan fungsi
persetujuan lapas perempuan.

4 Tersedianya Dengan membuat Profesional


Menyiapkan Adanya poster tata Semangat benner tentang tata tertib Akuntabel
benner tentang
desain poster tertib petugas dan (Nasionalisme) maka berkontribusi Inovatif
tentang tata warga binaan.

21
Keterkaitan Keterkaitan Dengan
Keterkaitan Dengan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Kegiatan Dengan Nilai Visi dan Misi
Nilai-Nilai Organisasi
ANEKA Organisasi
tata tertib tertib petugas terhadap misi Transparan
dan warga Teliti dan sesuai organisasi:
petugas dan
binaan. prosedur Melaksanakan
warga binaan
(Komitmen pelayanan prima
Membawa
bahan mutu) dalam segala aspek
ke percetakan
Tanggung jawab Mengedepankan
Mencetak (Akuntabilitas). keamanan dan
Poster ketertiban, sebagai
kemudian Jujur
pondasi pelaksanaan
memasang di (Anti Korupsi). tugas dan fungsi
dalam blok
lapas perempuan.

5 Terkomunikasikan Dengan
Menyiapkan Adanya bahan Tanggungjawab mengkomunikasikan Profesional
nya tentang tata
bahan sosialisasi tentang (Akuntabilitas) tentang tata tertib maka Akuntabel
tertib petugas komuikasi tata tertib petugas
berkontribusi terhadap Sinergi
tentang tata jaga dan warga
penjagaan dan Tidak misi organisasi: Transparan
tertib petugas binaan
warga binaan jaga dan warga diskriminatif Melaksanakan
binaan (Nasionalisme) pelayanan prima
kepada wbp
Terlaksananya dalam segala aspek
Mempersiapkan kegiatan sosialisasi Sopan satun dan
peserta yang sehingga petugas ramah (Etika Mengedepankan
mengikuti dan warga binaan
Publik) keamanan dan
sosialisasi dapat memahami
tata tertib ketertiban, sebagai
Mengkomunika pondasi pelaksanaan
-sikan tata tugas dan fungsi
tertib petugas Sesuai prosedur lapas perempuan.

22
Keterkaitan Keterkaitan Dengan
Keterkaitan Dengan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Kegiatan Dengan Nilai Visi dan Misi
Nilai-Nilai Organisasi
ANEKA Organisasi
dan warga (Komitmen
binaan tersebut. Mutu)

Sederhana(Anti
Korupsi)
6 Tersedianya Dengan Membuat
Menyiapkan Adanya poster Semangat benner tentang barang- Profesional
benner tentang desain poster tentang barang- (Nasionalisme) barang yang tidak boleh Inovatif
barang-barang tentang barang- barang yang tidak
masuk dalam lapas Akuntabilitas
barang yang boleh masuk dalam
yang tidak tidak boleh lapas. Teliti, cermat maka berkontribusi Transparan
masuk dalam dan sesuai terhadap misi
boleh masuk lapas. prosedur organisasi:
dalam lapas. (Komitmen Melaksanakan
Mencetak mutu) pelayanan prima
poster. dalam segala aspek
Tanggung
Memasang
jawab Mengedepankan
poster dalam
blok (Akuntabilitas). keamanan dan
ketertiban, sebagai
Jujur, peduli
pondasi pelaksanaan
dan berani
tugas dan fungsi
(Anti Korupsi). lapas perempuan.

7 Tersedianya Dengan Membuat


Menyiapkan Adanya benner Semangat benner tentang prosedur Profesional
benner tentang desain benner tentang prosedur (Nasionalisme) dalam penggeledahan Inovatif
prosedur tentang penggeledahan
sesuai dengan SOP Akuntabilitas
prosedur dalam sesuai dengan

23
Keterkaitan Keterkaitan Dengan
Keterkaitan Dengan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Kegiatan Dengan Nilai Visi dan Misi
Nilai-Nilai Organisasi
ANEKA Organisasi
dalam penggeledahan SOP. Sopan Santun maka berkontribusi Transparan
sesuai dengan (Etika Publik) terhadap misi
penggeledahan SOP. organisasi:
sesuai dengan Teliti, cermat Melaksanakan
Mencetak
SOP. benner. dan sesuai pelayanan prima
prosedur dalam segala aspek
Memasang (Komitmen
benner dalam mutu) Mengedepankan
blok keamanan dan
Tanggung ketertiban, sebagai
jawab pondasi pelaksanaan
(Akuntabilitas). tugas dan fungsi
lapas perempuan.
Jujur dan
Peduli
(Anti Korupsi).

8 Terkomunikasi Dengan
Mempersiapkan Adanya bahan Tanggungjawab mengkomunikasikan Profesional
kannya warga binaan sosialisasi tentang (Akuntabilitas) tentang penggeledahan Sinergi
penggeledahan pemasyarakatan penggeledahan
sesuai SOP maka Akuntabilitas
yang mengikuti yang sesuai SOP
yang sesuai sosialisasi. dan barang-barang Tidak berkontribusi terhadap Transparan
yang tidak boleh diskriminatif misi organisasi:
SOP dan masuk dalam lapas (Nasionalisme) Melaksanakan
barang-barang Mengsosialisasi pelayanan prima
kan benner Terlaksananya Sopan satun dan dalam segala aspek
yang tidak tentang kegiatan sosialisasi ramah (Etika
penggeledahan sehingga petugas
boleh masuk yang sesuai dapat
Publik) Mengedepankan

24
Keterkaitan Keterkaitan Dengan
Keterkaitan Dengan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Kegiatan Dengan Nilai Visi dan Misi
Nilai-Nilai Organisasi
ANEKA Organisasi
dalam lapas SOP dan melaksanakan keamanan dan
barang-barang tugas sesuai Sesuai prosedur ketertiban, sebagai
kepada warga yang tidak dengan SOP dan (Komitmen pondasi pelaksanaan
binaan. boleh masuk warga binaan
Mutu) tugas dan fungsi
dalam lapas paham tentang
kepada warga penggeledahan. lapas perempuan.
binaan.

9 Terlaksanakan Dengan melaksanakan


Menyiapkan Tersedianya alat Sopan santun dan penggeledahan sesuai Profesional
nya alat penggeledahan ramah (Etika SOP maka berkontribusi Sinergitas
penggeledahan penggeledahan yang sederhana. Publik) terhadap misi Akuntabilitas
badan secara Menyampaikan organisasi: Transparan
Terlaksananya
kepada wbp penggeledahan Netral Melaksanakan
intensif sesuai bahwa akan (Nasionalisme) pelayanan prima
badan secara
SOP dengan digeledah intensif sesuai SOP dalam segala aspek
dengan benar. Teliti, cermat
benar dan sesuai Mengedepankan
Menggeledah
prosedur keamanan dan
warga binaan
sebelum dan (Komitmen ketertiban, sebagai
setelah besukan Mutu) pondasi pelaksanaan
secara intensif tugas dan fungsi
sesuai SOP Tanggung lapas perempuan.
dengan benar jawab
(Akuntabilitas).

Jujur dan
Berani
(Anti Korupsi).

25
Keterkaitan Keterkaitan Dengan
Keterkaitan Dengan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Kegiatan Dengan Nilai Visi dan Misi
Nilai-Nilai Organisasi
ANEKA Organisasi
10 Terlaksananya Dengan melakukan
Menyiapkan Meminimalisir Tidak sosialisasi tentang
penulisan masuknya barang Profesional
buku laporan membedakan penggeledahan barang
laporan petugas pintu yang dilarang warga binaan dan badan sesuai SOP Inovatif
blok masuk ke dalam (Nasionalisme) maka berkontribusi Akuntabilitas
anggota jaga Transparan
lapas terhadap misi
di pintu blok Melaksanakan Sopan santun organisasi:
tugas Menciptakan dan ramah Melaksanakan
penggeledahan ketertiban dan (Etika Publik) pelayanan prima
keamanan dalam segala aspek
Menulis setiap Tidak menerima
kegiatan Menciptakan pola suap (Anti Mengedepankan
penggeledahan atau kebiasaan keamanan dan
korupsi)
serta yang baru yang bernilai
ketertiban, sebagai
melitas di pintu positif
Tanggungjawab pondasi pelaksanaan
blok ke dalam (Akuntabilitas) tugas dan fungsi
laporan lapas perempuan.
anggota jaga. Produktif
(Komitmen
Mutu)

26
3.6. Rencana dan Jadwal Kegiatan

NO. KEGIATAN JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEBER

(3) (4) (5) (6) (7)


(1) (2)
5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4

1. Terlaksanakannya apel
serah terima tugas
penjagaan tepat waktu

2. Terlaksanakannya kontrol
kamar hunian warga
binaan secara intesif

3. Terlaksanakannya
koordinasi kepada
pimpinan terkait dengan
isu yang diangkat.

4. Tersedianya benner
tentang tata tertib petugas
penjagaan dan warga
binaan.

5. Terkomunikasikannya
terkait tata tertib petugas
penjagaan dan warga
binaan kepada wbp.

27
NO. KEGIATAN JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEBER

(3) (4) (5) (6) (7)


(1) (2)
5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4

6. Tersedianya benner
tentang barang-barang
yang tidak boleh masuk
dalam lapas.

7. Tersedianya benner
tentang prosedur dalam
penggeledahan sesuai
dengan SOP.

8. Terkomunikasikannya
kepada warga binaan
terkait penggeledahan
yang sesuai SOP dan
barang-barang yang tidak
boleh masuk dalam lapas.

9. Terlaksanakannya
penggeledahan badan
secara intensif sesuai SOP
dengan benar.

10. Tertulisnya laporan


anggota jaga di pintu
blok.

28
29
LAMPIRAN
1. Bukti Aktualisasi Kegiatan 1

Gambar 4.2.1 Terlaksanakannya apel serah terima tugas penjagaan tepat waktu
2. Bukti Aktualisasi Kegiatan 2

Gambar 4.2.2 Terlaksanakannya kontrol kamar hunian warga binaan


3. Bukti Aktualisasi Kegiatan 3

Gambar 4.2.3 Melakukan koordinasi kepada pimpinan terkait dengan optimalnya


penggeledahan badan di pintu blok terhadap warga binaan
4. Bukti Aktualisasi Kegiatan 4

Gambar 4.2.4 Tersedianya benner tentang tata tertib petugas dan warga binaan kepada
warga binaan pemasyarakatan
5. Bukti Aktualisasi Kegiatan 5

Mengkomunikasikan tata terib petugas jaga kepada sesama petugas

Gambar 4.2.5 Foto Terkomunikasikannya terkait tentang tata tertib petugas penjagaan
dan warga binaan.
6. Bukti Aktualisasi Kegiatan 6

Gambar 4.2.6 Tersedianya benner tentang barang-barang yang tidak boleh masuk
dalam lapas.
7. Bukti Aktualisasi Kegiatan 7

Gambar 4.2.7 Tersedianya benner tentang prosedur dalam penggeledahan sesuai


dengan SOP
8. Bukti Aktualisasi Kegiatan 8

Gambar 4.2.8 Terkomunikasikannya penggeledahan yang sesuai SOP dan barang-


barang yang tidak boleh masuk dalam lapas kepada warga binaan.
9. Bukti Aktualisasi Kegiatan 9

Gambar 4.2.9 Terlaksanakannya penggeledahan badan secara intensif sesuai SOP


dengan benar.
10. Bukti Aktualisasi Kegiatan 10

Gambar 4.2.10 Terlaksananya penulisan laporan anggota jaga di pintu blok

Anda mungkin juga menyukai