Anda di halaman 1dari 7

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BABI PENDAHULUAN

 Latar belakang

 Rumusan masalah

 Tujuan penulisan

BAB II PEMBAHASAN

Konsep, Teknik, Dan Prosedur Dalam Berkarya Tari Kreasi

BAB III PENUTUP

 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengalaman pribadi merupakan modal dasar yang sangat penting dalam menggarap
sebuah karya seni, baik seni tari, karawitan dan lainnya. Tanpa didasari pengalaman yang pernah
dialami secara langsung oleh seorang pencipta atau penggarap, maka akan kesulitan dalam
merancang sebuah garapan apapun bentuknya. Penciptaan sebuah karya seni didorong oleh aspek
budaya dan pelestarian warisan budaya leluhur, serta didorong keinginan untuk mendobrak pola
budaya yang memungkinkan untuk menemukan pola-pola baru berdasarkan pengalaman-
pengalaman hidup.
BAB II

PEMBAHASAN

KONSEP, TEKNIK, DAN PROSEDUR DALAM BERKARYA TARI KREASI

A. Konsep Karya Tari Kreasi


Karya tari adalah sebuah produk dari masyarakat. Dalam karya tari akan tercermin
budaya masyarakat penyangganya. Tari kreasi tercipta oleh para seniman dengan stimulus
lingkungan sekitarnya, sehingga mendorong untuk meniru gerak-gerak alami, selanjutnya diolah
dengan ‘digayakan’ untuk menjadi sebuah tari dengan konsep:
1. peniruan terhadap perilaku alam, manusia, dan binatang;
2. perwujudan tokoh cerita; dan
3. mengacu lagu atau guru lagu.
Proses pengolahan gerak tari kreasi dilakukan dengan cara penggayaan untuk memperindah
(stilatif) atau bisa juga dengan merombak gerak sehingga berbeda dari gerak asalnya (distortif).

B. Teknik Berkarya Tari Kreasi


1. Teknik gerak kepala
Gerak kepala menunduk, lalu gerakan dan bayangkan kamu membuat angka 8 dengan dahi.
Bayangkan kamu menggerakan dagu dengan arah seperti membuat angka 8.
2. Teknik gerak badan
Badan tegak menghadap ke depan dan dapat digerakkan diputar ke kiri dan kanan. Apabila
diputar ke ke kanan badan menjadi serong kanan, apabila ke kiri menjadi serong kiri. Gerak
badan juga dapat dilakukan ke atas, dan ke bawah. Hampir disetiap tari di Indonesia
menggunakan arah hadap yang bervariasi. Gerak badan yang berputar 180 derajat terdapat pada
Topeng Cirebon Gaya Losari yang disebut ngelier.
3. Teknik gerak tangan
Contohnya: gerak lonteng kembar (Sunda) kedua telapak tangannya membuka ke depan dan
gerak tumpang tali (Sunda) tangan silang dengan jari – jari menghadap ke bawah.
4. Teknik gerak kaki
Contohnya: Adeg-adeg (Sunda), atau tanjak (Jawa) dengan kedua kaki membuka ke depan
berat badan berada di kaki kiri, Engke gigir (Sunda) dengan kaki kanan diangkat ke atas setinggi
betis dan tumpuan berada di kaki kiri, dan Gerak tanjak (Jawa) yang merupakan pose awal untuk
melakukan gerak selanjutnya.

C. Prosedur Meramgkai Gerak Tari Kreasi


Langkah dan kaidah proses penciptaan tari, seperti yang telah diungkapkan Hawkins (2003)
dalam bukunya yang berjudul Creating Trough The Dance sebaga berikut:
1. Eksplorasi
Yaitu pengalaman melakukan penjajakan gerak, untuk menghasilkan teknik gerak. Pada
kegiatan ini kamu dipersilahkan untuk berimajinasi dan melakukan penafsiran gerak terhadap
apa yang telah dilihat dan didengar. Kamu dapat bebas bergerak mengikuti kata hati, mengikuti
imajinasi/daya hayal, dan menafsirkannya ke dalam bentuk gerak.
2. Improvisasi
Yaitu pengalaman secara spontanitas mencoba atau mencari kemungkinan teknik gerak yang
telah diperoleh pada waktu eksplorasi. Dari setiap teknik gerak yang dihasilkan pada waktu
eksplorasi/pencarian gerak, selanjutnya dikembangkan dari aspek tenaga, ruang, dan waktu
sehingga menghasilkan teknik gerak yang sangat banyak.
3. Evaluasi
Yaitu pengalaman untuk menilai dan menyeleksi teknik gerak yang telah dihasilkan pada
tahap improvisasi. Dalam kegiatan ini kalian mulai menyeleksi dengan cara membuat teknik
gerak yang tidak sesuai dan memilih teknik gerak yang sesuai dengan gagasannya. Hasil inilah
yang akan digarap oleh kalian pada tahap komposisi tari.
4. Komposisi
Yaitu tujuan akhir mencari gerak untuk selanjutnya membentuk tari dari gerak yang kamu
temukan.
Latihan Ekspresi Ragam Gerak

Contoh ekspresi ragam gerak yang dapat digunakan sebagai latihan:


1. Gerak tangan proses ukel (Sunda)
2. Gerak tangan proses akhir ukel menjadi lontang kembar (Sunda)
3. Gerak lontang kembar (Sunda)
4. Gerak tangan lontang kanan (Sunda)
5. Gerak sembada kanan (Sunda)
6. Gerak tumpang tali (Sunda)
7. Gerak engke gigir (Sunda)
8. Gerak kaki dalam tari Melayu
9. Rangkaian gerak miles, angkat, nyogok, taruh pada tari Bali
10. Gerak gabungan dengan properti dalam tari Danshare karya Gianti
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan melalui
stimulan individu, social dan komunikasi. Dengan demikian tari dalam memenuhi kebutuhan
individu dan social merupakan alat yang digunakan untuk penyampaian ekspresi jiwa dalam
kaitannya dengan kepentingan lingkungan. Oleh karena itu tari dapat berperan sebagai pemujaan,
sarana komunikasi, dan pernyataan batin manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak.
Secara garis besar fungsi tari ada 3 antara lain :tari sebagai upacara , tari sebagai sarana hiburan
dan tari sebagai sarana pertunjukkan
Dalam sebuah tarian antara tubuh, gerak komposisi tari tidak dapat dipisahkan.Dalam
sebuah tarian terdapat unsur-unsur yang membangunnya yakni unsur gerak, tenaga dan waktu.
Tari kreasi adalah bentuk gerak tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari
tradisional kerakyatan dengan tradisional klasik. Gerak ini berasal dari satu daerah atau berbagai
daerah di Indonesia. selain bentuk geraknya, irama, rias, dan busananya juga merupakan hasil
modifikasi tari tradisi. Bentuk tari yang lebih baru lagi misalnya tari pantomim (gerak patah-
patah penuh tebakan), operet (mempertegas lagu dan cerita), dan kontemporer (gerak ekspresif
spontan, terlihat tak beraturan tapi terkonsep).
DAFTAR PUSTAKA

https://thefikkar.blogspot.com/2016/09/makalah-tari-kreasi.html
http://chacalidiyah.blogspot.com/2012/11/pengertian-tari-kreasi.html.
http://www.jatikom.com/2015/11/kumpulan-tari-tradisional-indonesia.html