Anda di halaman 1dari 5

Petunjuk Untuk Mahasiswa :

TUTORIAL KE-1 BLOK 11

Tanggal :
Jam :

Tema : Mata Merah dengan Penurunan Tajam Penglihatan


Skenario :
Seorang laki-laki berumur 54 tahun datang ke Puskesmas dibawa oleh
keluarganya, dengan keluhan utama mata kanan merah disertai dengan nyeri kepala hebat
dan penglihatan buram, mata berair dan silau sejak 2 hari yang lalu, tanpa didahului
riwayat trauma pada mata sebelumnya.
Pada pemeriksaan mata didapatkan bahwa penglihatan mata kanan 3/60, mata kiri
6/10. pada pemeriksaan selanjutnya pada mata kanan didapatkan blepharospasme,
konjungtiva bulbi hiperemi, kornea edema, pupil lebar, reflek cahaya (-), dan tekanan
bola mata palpasi N+.
Pada pemeriksaan slit lamp pada konjungtiva bulbi didapatkan conjungtival
injection dan siliar injection, kornea udema, sinechia anterior, bilik mata depan dangkal,
kesan sudut tertutup.
Petunjuk Untuk Fasilitator :

TUTORIAL KE-1 BLOK 11


Tanggal :
Jam : 13.00-15.50 WIB

Tema : Mata Merah dengan Penurunan Tajam Penglihatan


Skenario :
Seorang laki-laki berumur 54 tahun datang ke Puskesmas dibawa oleh
keluarganya, dengan keluhan utama mata kanan merah disertai dengan nyeri kepala hebat
dan penglihatan buram, mata berair dan silau sejak 2 hari yang lalu, tanpa didahului
riwayat trauma pada mata sebelumnya.
Pada pemeriksaan mata didapatkan bahwa penglihatan mata kanan 3/60, mata kiri
6/10. pada pemeriksaan selanjutnya pada mata kanan didapatkan blepharospasme,
konjungtiva bulbi hiperemi, kornea edema, pupil lebar, reflek cahaya (-), dan tekanan
bola mata palpasi N+.
Pada pemeriksaan slit lamp pada konjungtiva bulbi didapatkan conjungtival
injection dan siliar injection, kornea udema, sinechia anterior, bilik mata depan dangkal,
kesan sudut tertutup.
Diagnosa klinis pada penderita ini adalah glaukoma akut OD.

• Sasaran Belajar :
1. mengetahui patofisiologi glaukoma sehingga menyebabkan penurunan tajam
penglihatan.
2. mengetahui diagnosis banding mata merah yang disertai penurunan tajam
penglihatan.
3. mengetahui tanda-tanda objektif mata merah yang disertai dengan penurunan
tajam penglihatan.
4. dapat melakukan diagnosis mata merah dengan penurunan tajam penglihatan.
5. Dapat melakukan tindakan awal dan merujuk ke rumah sakit/dokter spesialis
mata.
6. Dapat menjelaskan aspek-aspek sosial dan medikolegal yang timbul sebagai
dampak dari penyakit glaukoma.

• Hari Pertama :
Langkah kesatu : Klasifikasi istilah yang belum dipahami
 Gangguan penglihatan :
- buram
- halo
- silau
 Nyeri :
- cephalgia
- pusing
- nyeri mata

 Mata berair :
- lakrimasi
- epipora
 Mata merah :
- subconjungtival bleeding
- conjungtival injection
- siliar injection

Langkah kedua : Menentukan masalah


1. bagaimana bisa terjadi penurunan tajam penglihatan ?
2. bagaimana proses terjadinya nyeri okuler ?
3. bagaimana manajemen pengobatan masing-masing penyebab ?

Langkah ketiga : Curah pendapat


 Pengetahuan awal semua anggota diaktifkan.
 Diperlukan penjelasan dan hipotesis sebanyak-banyaknya.
 Pengumpulan pendapat.

Langkah keempat : Menganalisa masalah


 Penjelasan dan hipotesis anggota didiskusikan secara mendalam, dianalisis
secara sistematis.
 Ide hasil curah pendapat diurutkan dan dicari hubungan satu sama lain.

Langkah kelima : Merumuskan isu pembelajaran


 Hal yang belum jelas maupun kontradiktif pada analisis dirumuskan dalam
bentuk pertanyaan.
 Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi dasar aktivitas studi.
 Singkatnya : hal-hal yang tidak diketahui oleh grup dijadikan sebagai isu
pembelajaran.

Langkah keenam : Belajar mandiri


 Anggota grup mencari literatur yang relevan untuk menjawab pertanyaan
dalam isu pembelajaran.
 Menyiapkan diri untuk melaporkan kepada grup.

• Hari Kedua :
Langkah ketujuh : Melaporkan/berbagi pengetahuan
 Laporan hasil belajar mandiri didiskusikan.
 Kemudian disusun sentesis dari berbagai sumber.

TEORI
Seringkali mata merah dianggap sebagai penyakit mata yang ringan (peradangan
ekstraokuler/konjungtivitis), pendapat demikian tidak selalu benar sebab penyakit mata
merah dapat disebabkan oleh peradangan intraokuler, yang bila diagnosis dan
penanganannya terlambat bisa menyebabkan kebutaan.
Keluhan mata merah secara klinis dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu mata
merah dengan tanpa gangguan tajam penglihatan dan mata merah dengan gangguan tajam
penglihatan. Dengan terminologi semacam ini akan lebih mudah mengarah ke suatu
diagnosis.
Mata merah tanpa gangguan tajam penglihatan didapatkan pada konjungtivitis,
skleritis, episkleritis, pinguekulitis, pterigium dan mata merah dengan gangguan tajam
penglihatan didapatkan pada glaukoma akut, iridosiklitis dan keratitis.
Mata merah disebabkan oleh pelebaran atau injeksi/pembuluh darah konjungtiva,
siliar atau pendarahan subkonjungtiva oleh karena trauma. Pada konjungtivitis terdapat
mata merah akibat konjungtiva injeksi, sedangkan siliar injeksi terutama disebabkan
kelainan atau peradangan kornea atau peradangan intraokuler. Oleh karena itu penting
untuk mengetahui perbedaan antara injeksi konjungtiva dan injeksi siliar.
Peradangan kornea atau keratitis adalah peradangan/inflamasi pada kornea.
Biasanya penderita datang dengan keluhan mata berair dan merah serta sering disertai
dengan penurunan tajam penglihatan.
Peradangan uvea atau iridosiklitis adalah peradangan yang traktus uvea anterior
(Uveitis anterior atau iridosiklitis). Pada peradangan ini yang sukar adalah mencari
penyebabnya, sedangkan gambaran kliniknya mudah diketahui dengan jelas.
Glaukoma akut adalah suatu kelainan mata yang ditandai dengan adanya
peningkatan tekanan bola mata secara tiba-tiba yang disebabkan adanya hambatan aliran
humor akuos oleh karena bilik mata depan yang tertutup.