Anda di halaman 1dari 91

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI – NILAI DASAR CALON APARATUR SIPIL NEGARA


GOLONGAN II ANGKATAN II KABUPATEN SERANG

OPTIMALISASI SPO (STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL) MELALUI


PENANDAAN STIKER HIGH ALERT KONSENTRAT TINGGI DI DEPO FARMASI
GAWAT DARURAT RSUD dr. DRADJAT PRAWIRANEGARA
KABUPATEN SERANG

Oleh:

NIZAR PAJRIAH, A.Md. Farm.


NIP. 19940811 201903 2003
NDH: 06 (ENAM)

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA


MANUSIA KABUPATEN SERANG
BEKERJA SAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI BANTEN
TAHUN 2019
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI SPO (STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL) MELALUI


PENANDAAN STIKER HIGH ALERT KONSENTRAT TINGGI DI DEPO FARMASI
GAWAT DARURAT RSUD dr. DRADJAT PRAWIRANEGARA
KABUPATEN SERANG

Nama : Nizar Pajriah, A.Md.Farm.


NIP : 199408112019032003
Unit Kerja : Instalasi Farmasi
Instansi : RSUD dr Dradjat Prawiranegara

Pelatihan Dasar CPNS Golongan II angkatan II tahun 2019


Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Banten

Pandeglang, 09 Oktober 2019


Coach, Mentor,

Drs Tata Zakaria, M.Si Ratna Permanasari, M.Sc., Apt


NIP. 19611220 198309 1 001 NIP. 19791204 200502 2002

Peserta,

Nizar Pajriah, A.Md.Farm


NIP. 19940811 201903 2003
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI SPO (STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL) MELALUI


PENANDAAN STIKER HIGH ALERT KONSENTRAT TINGGI DI DEPO FARMASI
GAWAT DARURAT RSUD dr. DRADJAT PRAWIRANEGARA
KABUPATEN SERANG

Nama : Nizar Pajriah, A.Md.Farm.


NIP : 199408112019032003
Unit Kerja : Instalasi Farmasi
Instansi : RSUD dr Dradjat Prawiranegara

Pelatihan Dasar CPNS Golongan II angkatan II tahun 2019


Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Banten

Pandeglang, 15 Oktober 2019


Coach, Evaluator,

Drs Tata Zakaria, M.Si Dra. Maslihah Kurdi, M.Si


NIP. 19611220 198309 1 001 NIP. 19630206 199601 2 001

Mentor,

Ratna Permanasari, M.Sc., Apt


NIP. 19791204 200502 2002
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang senantiasa
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan laporan aktualiasi latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil dengan
menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN di RSUD dr Dradjat Prawiranegara.
Selain itu, penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu sehingga rancangan aktualisasi ini dapat diselesaikan
dengan baik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak
terima kasih kepada:
1. Ibu Hj. Endrawati, S.Pd., M.M., selaku Kepala Badan Diklat Provinsi
Banten.
2. Bapak Drs Tata Zakaria, M.Si., selaku Coach yang dengan penuh
kesabaran dalam membimbing pelaksanaan aktualsasi hingga penyelesaian
laporan aktualisasi.
3. Ibu Ratna Permanasari, M.Sc., Apt., selaku mentor yang selalu bersedia
mencurhkan gagasan dan bimbingan kepada saya selama penyusunan
lapoan aktualisasi.
4. Ibu Ika Sutanti, S.Farm., Apt., selaku Penanggung Jawab Depo Farmasi
Gawat Darurat yang telah membantu dan mendukung dalam pelaksanaan
kegiatan aktualisasi
5. Teman Sejawat, Farmasis Depo Gawat Darurat atas kerjasamanya selama
pelaksanaan kegiatan aktualisasi
6. Keluarga yang selalu memberikan doa serta dukungan sehingga saya
mampu menyelesaikan laporan ini dengan baik
7. Semua pihak yang membantu dalam pelaksanaan kegiatan Aktualisasi ini,
sehingga dapat berjalan lancar dan dapat diselesaikan tepat waktu.

iii
Saya menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang
membangun untuk dapat menyempurnakan laporan ini. Saya berharap laporan ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Pandeglang, Oktober 2019

Nizar Pajriah, A.Md.Farm

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ....................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................... ii
KATA PENGANTAR ............................................................................... iii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iv
DAFTAR TABEL ...................................................................................... vi
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ vii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................ 1
B. Gambaran Umum Organisasi .................................................. 4
1. Visi Misi Organisasi ........................................................... 4
2. Nilai-nilai Organisasi ......................................................... 5
3. Struktur Organisasi ............................................................ 6
4. Gambaran Unit Kerja ......................................................... 7
5. Role Model ......................................................................... 9
6. Nilai-nilai Dasar PNS ....................................................... 10
C. Tujuan Aktualisasi ................................................................ 17
D. Manfaat Aktualisasi ............................................................... 18

BAB II RANCANGAN AKTUALISASI


A. Identifikasi Isu ...................................................................... 19
B. Pemilihan dan Penetapan Core Isu ....................................... 19
C. Gagasan Pemecahan Core Isu ............................................... 20
D. Implementasi Aktualisasi ..................................................... 21
E. Jadwal Implementasi aktualisasi ............................................ 25

BAB III LAPORAN AKTUALISASI


A. Capaian Aktualisasi .............................................................. 27
B. Kendala dan Strategi dalam Pelaksanaan Aktualisasi .......... 38

v
C. Manfaat Aktualisasi dan Analisis Dampak apabila Nilai-
nilai Dasar PNS Tidak Diterapkan ........................................ 38

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................... 42
B. Saran-saran............................................................................. 43

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 44

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penetapan Core Issue ..................................................................... 19


Tabel 2.2 Implementasi Aktualisasi .............................................................. 21
Tabel 2.3 Jadwal Implementasi Aktualisasi .................................................. 25
Tabel 3.1 Poin SPO yang Diajukan untuk Direvisi ...................................... 32

vii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Pelaksanaan Konsultasi dengan kepala Instalasi Farmasi ........ 41

Lampiran 2 Pelaksanaan koordinasi dengan penanggung jawab depo Farmasi


Gawat Darurat ......................................................................... 48

Lampiran 3 Pengajuan Revisi SPO penanganan obat high Alert kepada Kains
Farmasi ................................................................................... 52

Lampiran 4 Pelaksanaan sosialisasi SPO penanganan obat high alert ...... 59

Lampiran 5 Pelaksanaan monitoring dan evaluasi ..................................... 72


Lampiran 6 Pembuatan Laporan ................................................................ 81

viii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan
rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat (Permenkes No. 72 Tahun 2016).
RSUD dr. Dradjat prawiranegara merupakan Rumah sakit yang dimiliki
pemerintah Kabupaten Serang yang berlokasi di Jl. Rumah Sakit no 1, Serang,
Banten. RSUD dr. Dradjat prawiranegara merupakan rumah sakit Tipe B Non
Pendidikan sebagai pusat rujukan Rumah Sakit sewilayah provinsi Banten yang
mencakup Kabupaten Lebak, Pandeglang, tangerang, Kota tangerang, dan Kota
Cilegon. dituntut untuk dapat memberikan pelayanan secara profesional dan
berkualitas. Kualitas pelayanan rumah sakit terhadap pasien merupakan suatu hal
yang sangat penting, yang pada akhirnya mampu memberikan kepuasan pada
pasiennya. Sehingga diharapkan fungsi dan tujuan rumah sakit tersebut dapat
tercapai.
Fasilitas pelayanan yang telah disediakan oleh RSUD dr. Dradjat
prawiranegara untuk melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
sudah semakin lengkap dan canggih bahkan masih terus dikembangkan baik
sarana, prasarana, dan SDM dalam rangka menghadapi era globalisasi dan era
persaingan antar rumah sakit. Ada 22 poliklinik rawat jalan, IGD, dan poli rawat
inap di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara, kemudian ada instalasi farmasi yang
terdiri dari 6 (enam) depo, yaitu: depo Farmasi Rawat jalan, depo Farmasi rawat
inap 1, Depo Farmasi rawat inap 2, depo Farmasi Pavilliun, depo Farmasi Bedah
Sentral, depo Farmasi Gawat Darurat.
Pelayanan farmasi merupakan salah satu kegiatan dirumah sakit yang
menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Berdasarkan Kepmenkes No.1197
Tahun 2004 Pelayanan farmasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem
pelayanan kesehatan rumah sakit yang utuh dan berorientasi kepada pelayanan

1
pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik yang
terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Berdasarkan aturan Permenkes no. 72 tahun 2016 tentang Standar
Pelayanan Farmasi, Rumah Sakit perlu mengembangkan kebijakan pengelolaan
Obat untuk meningkatkan keamanan, khususnya Obat yang perlu diwaspadai
(High Alert Medication).
High-alert medication adalah Obat yang harus diwaspadai karena sering
menyebabkan terjadi kesalahan/ kesalahan serius (sentinel event) dan Obat yang
berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD).
Kelompok Obat high-alert diantaranya: Obat yang terlihat mirip dan
kedengarannya mirip (Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip/ NORUM, atau Look
Alike Sound Alike/ LASA), Elektrolit konsentrasi tinggi (misalnya kalium klorida
2meq/ml atau yang lebih pekat, kalium fosfat, natrium klorida lebih pekat dari
0,9%, dan magnesium sulfat =50% atau lebih pekat), dan Obat-Obat sitostatika.
Adapun salah satu permasalahan yang sedang berkembang saat ini adalah
sering ditemukannya obat high alert khususnya obat konsentrat tinggi yang tidak
berlabel di Depo Farmasi Gawat Darurat RSUD dr. Dradjat Prawiranegara.
Banyaknya temuan obat High Alert konsentrat tinggi yang tidak berlabel
disebabkan karena kurang patuhnya petugas dalam mengecek obat dan melakukan
penandaan stiker pada obat High Alert konsentrat tinggi.

2
Mengenai data hasil temuan obat high Alert konsentrat tinggi yang tidak
berlabel, dapat digambarkan pada Diagram sebagai berikut :
Diagram 1.1 Persentase temuan obat high alert tidak berlabel di depo farmasi
Gawat Darurat

Temuan obat High Alert konsentrat


tinggi tidak berstiker
100%
80%
60%
40% 12/09/2019

20% 13/09/2019

0% 14/09/2019
NaCl 3% Meylon KCl D40%
12/09/2019 92% 62% 73% 68%
13/09/2019 92% 60% 75% 64%
14/09/2019 92% 58% 80% 94%

Keterangan :
Data temuan high alert tidak berlabel tanggal 12 september 2019

Data temuan high alert tidak berlabel tanggal 13 september 2019

Data temuan high alert tidak berlabel tanggal 14 september 2019

Data diatas diambil dari hasil temuan obat High Alert tidak berlabel yang
terjadi pada tanggal 12-14 september 2019 dengan pengambilan sampel
berdasarkan persentase stok harian yang ada di depo Farmasi Gawat Darurat.
Kemudian, untuk stok NaCl 3 % pada tanggal 12-14 september adalah sebanyak
25 Flabo, Stok Meylon pada tanggal 12 September ( 43 Flabo) 13 september (33
Flabo) 14 September (29 Flabo), Stok KCl pada tanggal 12 september (75 Flabo)
13-14 september (73 Flabo), dan stok D40% pada tanggal 12 september (58 flabo)
tanggal 13 september (55 Flabo) 14 september (79 Flabo).
Adapun mengenai obat-obat High Alert lain seperti obat-obat
antikonvulsan, Thrombolitic Agent, Insulin, Anestesi, Narkotika, Oxytocin, dan

3
LASA (look Alike Sound Alike), tidak ditemukannya obat yang tidak berlabel,
sehingga penyelesaian masalah ini hanya dilakukan untuk obat-obatan dengan
konsentrat tinggi. Selain itu, berdasarkan SPO (Standar Prosedur Operasional)
yang berlaku di RSUD dr. Dradjat prawiranegara, khusus untuk penandaan stiker
obat-obatan konsentrat tinggi wajib menggunakan 2 (dua) Stiker, yaitu : Stiker
berwarna merah yang bertuliskan “High Alert Double Check ” dan Stiker putih
yang bertuliskan “Elektrolit Pekat Harus Diencerkan Sebelum Digunakan”, ini
yang menjadi penyebab kepatuhan petugas farmasi dalam melakukan penandaan
stiker pada obat-obatan konsentrat tinggi tersebut menjadi berkurang.
Berdasarkan Data diatas, maka pemecahan masalah yang akan dibuat oleh
penulis yaitu dengan Optimalisasi SPO (Standar Prosedur Operasional)
Melalui Penandaan Obat High Alert Konsentrat Tinggi di Depo Farmasi
Gawat Darurat RSUD dr Dradjat Prawiranegara dalam bentuk Penandaan
Stiker obat-obatan High Alert Konsentrat tinggi.
B. Gambaran Umum Organisasi
1. Visi dan Misi RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Kab. Serang
Visi : Menjadi Rumah sakit terbaik dengan pelayanan professional dan
berkualitas di Banten
Misi :
a. Memberikan pelayanan kesehatan yang prima.
b. Meningkatkan kualitas SDM melalui system rekrutmen yang baik dan
kualitas SDM melalui pendidikan secara pendidikan berkelanjutan.
c. Meningkatkan sarana dan prasarana yang berkualitas dalam rangka
menunjang pelayanan kesehatan.
d. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi tanpa mengurangi standar
pelayanan kepada masyarakat.
e. Meningkatkan dan menumbuhkan budaya organisasi yang kuat,
berkomitmen tinggi serta bertanggung jawab.
f. Memberikan perlindungan hukum dan meningkatkan kesejahteraan
SDM RS.

4
2. Nilai-Nilai Organisasi
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Dradjat Prawiranegara memiliki
tata nilai yang berdasar pada nilai-nilai ANEKA (Akuntabel,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi) yang terdapat
pada undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Adapun nilai-nilai
organisasi RSUD dr.Dradjat Prawiranegara yaitu: Responsive, Cakap,
Akuntable, Efisien.

5
3. Struktur Organisasi

Gambar 1.1 Struktur Organisasi RSUD dr. Dradjat Prawiranegara

PLT DIREKTUR
Drs. Asep Saepudin Mustofa

SATUAN PENGAWAS INTERNAL

WAKIL DIREKTUR PELAYANAN WADIR UMUM DAN KEUANGAN


Dr. H. Rahmat Fitriadi, M.Kes. Hj. Encup Suplikah, SKM., MM.Kes.

c
BIDANG PELAYANAN MEDIS BIDANG KEPERAWATAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM
Dr. H. Efrizal Hj. Neneng Nurhasanah Hj. Nani Kurniasih, SE. H.Babay Karnawi, S.Sos., M.Si.

SUBAG PEMBENDAHARAAN SUBAG SEK. & RUMAH TANGGA


SUBID PELAYANAN MEDIS Arifin Turga A, SE. MM.Kes. Bagja Saputra, S.STP, M.Si.
Yusuf Riesta, S.Kep., Ners

SUBAG ANGGARAN SUBAG PROGRAM & EVALUASI


SUBID PENUNJANG MEDIS SUBID ETIKA HUKUM KEP. Agus Firdaus, S.Kom, M.Kom. Farid Anwar Ibrahim, S.STP, M.Si
Dr. Hj. Iis Istifaiyatuddianah Ns. H. Sodikon, S.Kep.

SUBAG AKUTANSI SUBAG KEPEGAWAIAN & DIKLAT


Mashudi, SE., M.Si H.E. Jaja Suharja, SE.
INSTALASI

 KOMITE MEDIS INSTALASI


 KOMITE KEPERAWATAN
 KOMITE ETIK DAN
HUKUM
 KOMITE PMKP
 KOMITE PPI
 KOMITE PPRA
 KOMITE FARMASI DAN
TERAPI

6
4. Gambaran unit kerja
a. Instalasi farmasi Gawat Darurat
Instalasi farmasi merupakan bagian dari sub penunjang medis yang
terbagi ke dalam beberapa depo, yaitu : depo Rawat jalan, depo Rawat
inap 1, depo rawat inap 2, Depo Bedah sentral, Depo Gawat Darurat, serta
Depo Pavilliun. Depo Farmasi Gawat Darurat adalah Depo yang bertugas
untuk melakukan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan
penanganan segera. Adapun didalamnya terdapat asuhan profesi yang
berwenang, diantaranya : Apoteker dan Asisten apoteker.

b. Alur pelayanan di depo Farmasi Gawat Darurat


1) Pasien datang membawa resep
2) Pasien menyerahkan resep kepada petugas farmasi
3) Petugas farmasi yang berwenang melakukan telaah resep
berdasarkan SPO
4) Petugas meng-input resep kedalam sistem
5) Resep yang sudah diinput diberikan kepada farmasis yang bertugas
menyiapkan obat
6) Obat yang telah disiapkan, diserahkan kepada apoteker untuk
dilakukan pengecekan ulang
7) Obat yang sudah di cek oleh apoteker, diberikan kepada apoteker
atau asisten apoteker yang diberi kewenangan
8) Obat diserahkan kepada pasien berdasarkan nomor antrian dan
disertai dengan PIO (Pemberian Informasi Obat).

7
c. Struktur organisasi

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Instalasi Farmasi RSUD dr. Dradjat


Prawiranegara

Wadir Pelayanan

Kepala Instalasi Farmasi

Tim Farmasi dan Terapi


Wakil Kepala Instalasi Farmasi

Koordinator Perencanaan dan


Koordinator Farmasi Klinik
Perbekalan Farmasi

Perencanaan Farmasi Farmasi Klinik Rawat jalan


Perbekalan Farmasi Farmasi Klinik Rawat Inap

Pj Depo Farmasi Rawat Jalan


Pj Depo Farmasi Rawat Inap 1
Pj Depo Farmasi Rawat Inap 2
Pj Depo Farmasi Bedah Sentral
PJ Depo Farmasi Gawat Darurat
Pj Depo Farmasi Paviliun

8
d. Kewenangan klinis
1) Memeriksa ketersediaan perbekalan farmasi yang menjadi tanggung
jawabnya termasuk waktu kadaluarsanya.
2) Melapor kepada Apoteker Penanggung Jawab Depo Farmasi Rawat
Jalan apabila ada perbekalan farmasi yang mendekati kadaluarsa (6
bulan sebelum kadaluarsanya.
3) Mengusulkan kepada Apoteker Penanggung Jawab Depo Farmasi
Rawat Jalan kebutuhan perbekalan farmasi rawat Jalan
4) Melakukan permintaan kebutuhan perbekalan farmasi depo rawat
Jalan ke gudang farmasi dan mengeceknya sesuai jadwal yang dibuat
Apoteker Penanggung Jawab Depo Farmasi Rawat Jalan
5) Menyimpan perbekalan farmasi sesuai ketentuan yang berlaku.
6) Mengisi dan meyimpan kartu stok perbekalan farmasi yang menjadi
tanggungjawabnya.
7) Melakukan stok opname setiap bulan.
8) Menerima dan melakukan telaah resep rawat jalan
9) Menginput resep rawat Jalan
10) Meracik obat.
11) Melakukan telaah obat.
12) Melakukan serah terima obat kepada pasien.
13) Memberikan informasi obat kepada pasien atau tenaga kesehatan
lainnya dan mendokumentasikannya pada formulir yang berlaku.
14) Melaporkan setiap kejadian medication error kepada Apoteker /
Apoteker Klinis.

5. Role model
Sosok yang menjadi Role model bagi saya di RSUD dr. Dradjat
Prawiranegara adalah ibu Ratna Permanasari, M.Sc., Apt selaku Kepala
Instalasi Farmasi, karena beliau adalah sosok yang sopan santun terhadap
sesama, manghargai bawahannya, mudah ditemui, serta cepat tangap dalam
memberikan arahan yang solutif.

9
C. Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN

a) Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama, yaitu :
1) untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokratis);
2) untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran
konstitusional);
3) dan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).
Akuntabilitas publik terdiri dari dua macam, yaitu :
1) akuntabilitas vertikal (pertanggungjawaban kepada otoritas yang
lebih tinggi)
2) akuntabilitas horisontal (pertanggungjawaban pada masyarakat luas).

b) Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit merupakan sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain
sebagaimana mestinya. Dalam arti luas, nasionalisme berarti pandangan
tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus
menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan
atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah
airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

c) Etika publik
Etika juga dipandang sebagai karakter atau etos individu/
kelompok berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma luhur.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam undang-
undang PNS, memiliki indikator sebagai berikut :
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.

10
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945.
3) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
10) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
13) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.

d) Komitmen mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang
lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja
pegawai. Bidang apapun yang menjadi tanggung jawab pegawai negeri
sipil semua mesti dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi
kepuasan kepada stakeholder. Komitmen mutu merupakan tindakan
untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja yang
berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan
publik.
Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang
harus diperhatikan, yaitu :
1) Efektif
2) Efisien

11
3) Inovasi
4) Mutu.

e) Anti korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu “Corruptio” yang
artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan
sebagai kejahatan luar biasa, karena dampaknya yang luar biasa,
menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga,
masyarakat dan kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tidak hanya terjadi
dalam kurun waktu yang pendek, namun dapat berdampak secara jangka
panjang.
Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang
harus diperhatikan, yaitu :
1) Jujur,
2) Peduli,
3) Mandiri,
4) Disiplin,
5) Tanggung jawab,
6) Kerja keras,
7) Sederhana,
8) Berani,
9) Dan adil.
f) Manajemen PNS
1. Kedudukan PNS
Manajemen PNS adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi,
bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan
profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber
daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan
perkembangan jaman.

12
Kedudukan atau status jabatan PNS dalam system birokrasi
selama ini dianggap belum sempurna untuk menciptakan birokrasi
yang professional. Untuk dapat membangun profesionalitas
birokrasi, maka konsep yang dibangun dalam UU ASN tersebut
harus jelas. Berikut beberapa konsep yang ada dalam UU No. 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas:
1) Pegawai Negeri Sipil (PNS); dan
2) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
2. Peran ASN
Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka pegawai
ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan public, pelayan public
dan perekat dan pemersatu bangsa. Selanjutnya Pegawai ASN
bertugas untuk melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat
Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan, memberikan pelayanan public yang
professional dan berkualitas, dan mempererat persatuan dan kesatuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selanjutnya peran dari
Pegawai ASN: perencana, pelaksana, dan pengawas
penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan
nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang
professional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik
korupsi, kolusi, dan nepotisme.
3. Hak dan Kewajiban ASN
Hak adalah suatu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan
oleh hukum, suatu kepentingan yang dilindungi oleh hukum, baik
pribadi maupun umum. Dapat diartikan bahwa hak adalah sesuatu
yang patut atau layak diterima. Agar dapat melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya dengan baik dapat meningkatkan produktivitas,
menjamin kesejahteraan ASN dan akuntabel, maka setiap ASN
diberikan hak. Hak ASN yang diatur dalam Undang-Undang Nomor

13
5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, untuk seorang PNS
berhak untuk mendapat gaji, tunjangan, dan fasilitas; cuti; jaminan
pensiun dan jaminan hari tua; perlindungan; dan pengembangan
kompetensi. Sedangkan PPPK berhak memperoleh gaji dan
tunjangan; cuti; perlindungan; dan pengembangan kompetensi.
Sedangkan kewajiban adalah suatu beban atau tanggungan
yang bersifat kontraktual, adapun kewajiban pegawai ASN yang
disebutkan dalam UU ASN adalah:
a) Setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik
Indonesia, dan pemerintah yang sah;
b) Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
c) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah
yang berwenang;
d) Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;
e) Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian,
kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab;
f) Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku,
ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun
di luar kedinasan;
g) Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan
rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan; dan
h) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
4. Kode Etik dan Kode Perilaku ASN
Dalam UU ASN disebutkan bahwa ASN sebagai profesi
berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode
perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan
ASN. Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku agar
Pegawai ASN:

14
a) Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggungjawab, dan
berintegritas tinggi;
b) Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
c) Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
d) Melaksnakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan
e) Melaksnakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau
pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika
pemerintahan;
f) Menjaga kerahasian yang menyangkut kebijakan negara;
g) Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggungjawab, efektif, dan efisien;
h) Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam
melaksanakan tugasnya;
i) Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan
kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait
kepentingan kedinasan;
j) Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari
keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
k) Memegang teguh nilai dasar asn dan selalu menjaga reputasi dan
integritas asn; dan
l) Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan
mengenai disiplin pegawai ASN.
Dalam mencapai menyelesaikan suatu isu, tidak dapat
menyelesaikannya tanpa bekerjasama, berkolaborasi dan
berkoordinasi dengan yang lain sehingga dibutuhkan konsep whole
of government agar kerjasama, kolaborasi dan koordinasi dapat
terlaksana.

15
g) Whole of Government
Dalam pengertian USIP, WoG ditekankan pada pengintegrasian
upaya-upaya kementerian atau lembaga pemerintah dalam mencapai
tujuan-tujuan bersama. WoG juga dipandang sebagai bentuk kerjasama
antar seluruh aktor, pemerintah dan sebaliknya. Pengertian dari USIP
ini menunjukkan bahwa WoG tidak hanya merupakan pendekatan yang
mencoba mengurangi sekat-sekat sektor, tetapi juga penekanan pada
kerjasama guna mencapai tujuan-tujuan bersama.
Dari dua pengertian di atas, dapat diketahui bahwa karakteristik
pendekatan WoG dapat dirumuskan dalam prinsip-prinsip kolaborasi,
kebersamaan, kesatuan, tujuan bersama, dan mencakup keseluruhan
aktor dari seluruh sektor dalam pemerintahan. Dalam banyak literatur
lainnya, WoG juga sering disamakan atau minimal disandingkan
dengan konsep policy integration, policy coherence, cross-cutting
policymaking, joined-up government, concerned decision making,
policy coordination atau cross government.
WoG memiliki kemiripan karakteristik dengan konsep-konsep
tersebut, terutamakarakteristik integrasi institusi atau penyatuan
pelembagaan baik secara formal maupun informal dalam satu wadah.
Ciri lainnya adalah kolaborasi yang terjadi antar sektor dalam
menangani isu tertentu. Namun demikian terdapat pula perbedaannya,
dan yang paling nampak adalah bahwa WoG menekankan adanya
penyatuan keseluruhan (whole) elemen pemerintahan, sementara
konsep-konsep tadi lebih banyak menekankan pada pencapaian tujuan,
proses integrasi institusi, proses kebijakan dan lainnya, sehingga
penyatuan yang terjadi hanya berlaku pada sektor-sektor tertentu saja
yang dipandang relevan.

16
h) Pengertian Pelayanan Publik
i) Pelayanan publik adalah “Sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan
umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan
Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan/atau
jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. (Lembaga
Administrasi Negara: 1998). Sementara Departemen Dalam Negeri
menyebutkan bahwa: Pelayanan publik adalah suatu proses bantuan
kepada orang lain dengan cara-cara tertentu yang memerlukan kepekaan
dan hubungan interpersonal tercipta kepuasan dan keberhasilan. Setiap
pelayanan menghasilkan produk, baik berupa barang dan jasa.
B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi
1. Tujuan
a. Tujuan Umum
Penyusunan rancangan aktualisasi ini bertujuan untuk dapat memberikan
pedoman secara utuh dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi
(ANEKA) di lingkungan kerja khususya Depo Farmasi Gawat Darurat RSUD dr.
Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang. Hal tersebut dilakukan guna
menerapkan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik serta
perekat dan pemersatu bangsa.
b. Tujuan Khusus
Dari rancangan seminar yang dipilih, maka penulis memiliki tujuan yang
ingin dicapai yaitu untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan karena
kesalahan pemberian obat High Alert konsentrat tinggi dengan meningkatkan
kepatuhan petugas farmasi dalam melakukan penandaan Stiker pada obat High
Alert konsentrat tinggi melalui monitoring khusus yang dilakukan oleh petugas
farmasi sendiri.

17
2. Manfaat Aktualisasi
Manfaat Aktualisasi pada kegiatan ini adalah untuk memberikan pelayan
publik yang professional dan berkualitas. Dalam mewujudkan fungsi ASN sebagai
Pelayan Publik yang profesional.
1. Untuk pribadi, memperoleh pengalaman dalam melaksanakan aktualisasi
dengan menerapkan lima nilai dasar ASN yaitu: Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen mutu, Anti korupsi, serta Management ASN dan
WoG.
2. Bagi teman sejawat Tenaga Teknis Kefarmasian, kegiatan aktualisasi ini
dapat meningkatkan kerjasama tim, sehingga pelayanan terhadap masyarakat
dapat berjalan dengan baik.
3. Bagi tenaga kesehatan lain yang bersangkutan yaitu dokter dan perawat,
kegiatan aktualisasi ini dapat membantu dalam memperoleh obat/informasi
obat dengan benar, sehingga meminimalisir kesalahan pemberian obat kepada
pasien.
4. Bagi pasien, kegiatan aktualisasi ini dapat meningkatkan pelayanan kepada
pasien sehingga pasien memperoleh pelayanan sesuai dengan harapannya.

18
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi Issue
1. Kurangnya baiknya pengelolaan penyimpanan obat di gudang farmasi
2. Belum diterapkannya sistem E-Press sehingga mengakibatkan
lamanya kecepatan pelayanan pasien
3. Ketidakpatuhan petugas farmasi di depo farmasi Gawat Darurat dalam
penandaan stiker obat High Alert konsentrat tinggi
B. Pemilihan dan Penetapan Core Issue
Dalam kegiatan pemilihan dan penetapan core issue digunakan
metode analisis USG. Teknik penggunaan metode dan analisis USG dalam
penetapan core isu adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1
Tabel Penetapan Core Issue
No Issue U S G Skor Rank

1. Kurang baiknya pengelolaan 3


2 2 4 8
penyimpanan obat di gudang farmasi
2. Belum diterapkannya sistem e-press
sehingga mengakibatkan lamanya 2
3 3 4 10
kecepatan pelayanan pasien
3. Ketidakpatuhan petugas farmasi di
depo farmasi Gawat Darurat dalam
penandaan stiker obat High Alert 4 5 5 14 1

konsentrat tinggi

Keterangan :
U= Urgency (urgensi)
S= Seriousness (keseriusan)
G= Growth (pertumbuhan)

19
Isu yang diangkat : Ketidakpatuhan petugas farmasi di depo farmasi Gawat
Darurat dalam penandaan stiker obat High Alert konsentrat tinggi.
C. Gagasan Pemecahan Core Issue :
Berdasarkan core isu yang diangkat, maka terobosan yang akan saya lakukan
adalah dengan ”Optimalisasi SPO (Standar Prosedur Operasional)
Melalui Penandaan Obat high alert Konsentrat Tinggi di Depo Farmasi
Gawat Darurat RSUD dr Dradjat Prawiranegara” dalam bentuk
Penandaan Stiker High Alert.

Kegiatan :
1. Pelaksanaan Konsultasi dengan Kepala Instalasi Farmasi
2. Pelaksanaan Koordinasi dengan Penanggung jawab Depo Farmasi
Gawat Darurat
3. Pengajuan revisi SPO penanganan obat high Alert kepada Kepala
Instalasi Farmasi
4. Sosialisasi SPO (Standar Prosedur Operasional) kepada Petugas
Farmasi Gawat Darurat
5. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi penandaan stiker High Alert
Konsentrat tinggi.

20
D. IMPLEMENTASI AKTUALISASI

Tabel 2.2.
Implementasi Aktualisasi Optimalisasi SPO Melalui Penandaan Stiker High Alert Konsentrat Tinggi
di Depo Farmasi Gawat Darurat RSUD dr. Dradjat Prawiranegara

KONTRIBUSI
TAHAPAN TARGET AKTUALISASI NILAI- PENGUATAN NILAI
NO KEGIATAN TERHADAP VISI-
KEGIATAN OUTPUT NILAI DASAR PNS ORGANISASI
MISI ORGANISASI
1 2 4 3 5 6 7
1 Pelaksanaan 1. Membuat Janji Dokumentasi Etika Publik : Membuat Dengan melakukan Penguatan nilai organisasi :
Konsultasi Dengan Kepala janji dan konsultasi konsultasi Akuntabel
dengan kepala Instalasi dengan kepala instalasi mencerminkan visi
Instalasi Farmasi menggunakan bahasa yang Rumah Sakit yaitu Akuntabel adalah dapat
Farmasi sopan dan santun. pelayanan profesional dipertanggungjawabkan sesuai
dan berkualitas. dengan peraturan dan perundang-
2. Melakukan Dokumentasi Akuntabilitas : data Serta misinya yaitu : undangan yang berlaku
Konsultasi. penunjang isu dapat Meningkatkan dan
dipertanggung jawabkan menumbuhkan budaya
kebenarannya. organisasi yang kuat,
berkomitmen tinggi
3. Membuat hasil Dokumen Anti korupsi : Melakukan serta bertanggung
notulensi Notulensi konsultasi dengan jawab, seperti yang
konsultasi Konsultasi memperlihatkan data tertuang dalam misi
penunjang isu secara Rumah sakit poin ke-5
transparan dan jujur.

21
1 2 3 4 5 6 7
2 Pelaksanaan 1. Membuat Janji Dokumentasi Etika Publik : Membuat Dengan melakukan Penguatan nilai organisasi:
Koordinasi dengan janji menggunakan bahasa koordinasi Efisien dan cakap
dengan penanggung yang sopan dan santun. mencerminkan misi
Penanggung jawab Depo Rumah Sakit poin ke-4 Efisien adalah bekerja dengan
Jawab Depo Farmasi yaitu : Meningkatkan menggunakan sumber daya dan
Farmasi Gawat efektifitas dan efisiensi energi yang sesuai tanpa
Gawat Darurat Darurat. tanpa mengurangi pemborosan
standar pelayanan Cakap adalah sanggup
2. Melakukan Dokumentasi Komitmen Mutu : kepada masyarakat. melakukan sesuatu; mampu;
Koordinasi Melakukan koordinasi dapat
secara professional.

3. Melakukan Dokumen Akuntabilitas dan Anti


Notulensi Notulensi korupsi : Melakukan
koordinasi Notulensi Koordinasi
secara Transparan dan
jujur.

3 Pengajuan 1. Membuat janji Dokumentasi Etika Publik : Membuat Pengajuan refisi SPO Penguatan nilai organisasi:
Revisi SPO Dengan Kains janji menggunakan bahasa ini mencerminkan visi akuntabel
Penanganan Farmasi yang sopan dan santun Rumah Sakit poin ke-3
Obat High yaitu: Meningkatkan
Alert kepada 2. Mengkaji SPO Dokumen Komitmen Mutu : sarana dan prasarana Akuntabel adalah dapat
kepala Penanganan SPO sebelum Pengkajian SPO yang berkualitas dalam dipertanggungjawabkan sesuai
Instalasi Obat High di Revisi dilakukan secara aktual, rangka menunjang dengan peraturan dan
Farmasi Alert teliti , dan cermat pelayanan kesehatan.
perundang-undangan yang

22
1 2 3 4 5 6 7
3. Mengajukan Dokumen Akuntabilitas : Berlaku
revisi SPO SPO setelah pengaajuan revisi SPO
Penanganan dilakukan dilakukan dengan penuh
Obat High revisi Tanggung jawab
Alert

4 Pelaksanaan 1. Memberikan Dokumen Akuntabilitas : surat Pelaksanaan Sosialisasi Penguatan nilai organisasi :
sosialisasi undangan Undangan undangan dapat ini Efisien dan akuntabel
SPO dipertanggungjawabkan. Mencerminkan misi
penanganan rumah sakit poin ke-4 Efisien adalah bekerja dengan
obat High 2. Registrasi Dokumen Antikorupsi : peserta yaitu: meningkatkan menggunakan sumber daya dan
alert kepada Daftar Hadir datang tepat waktu. efektivitas dan efisiensi energi yang sesuai tanpa
petugas pelayanan pemborosan.
Farmasi Depo 3. Mempersiapka Dokumen Komitmen Mutu :
Gawat Darurat n materi Materi mempersiapkan materi Akuntabel adalah dapat
sebanyak 8 sosialisasi sosialisasi sosialisasi dilakukan dipertanggungjawabkan sesuai
(delapan) secara aktual, teliti , dan dengan peraturan dan perundang-
orang cermat undangan yang berlaku.

4. Melakukan Dokumentasi Nasionalisme : sosialisasi


sosialisasi SPO ini dilakukan dengan
kerjasama yang baik antar
petugas.

5. Membuat Dokumen Etika Publik : notulensi


notulensi hasil Notulensi dibuat dengan melakukan
sosialisasi Sosialisasi komunikasi & konsultasi

23
1 2 3 4 5 6 7

5 Pelaksanaan 1. Membuat Format Akuntabilitas : format Monev ini Penguatan nilai organisasi:
Monitoring Format Monev Monev monev dibuat secara Mencerminkan misi Akuntabel dan efisien
dan Evaluasi transparan rumah sakit poin ke-4 Akuntabel adalah dapat
penandaan yaitu: meningkatkan
dipertanggungjawabkan sesuai
Stiker High 2. Melaksanakan Laporan Etika Publik : kegiatan efektivitas dan efisiensi
Alert Monev Monitoring dilakukan dengan cermat pelayanan dengan peraturan dan
Konsentrat dan Evaluasi dan disiplin. perundang-undangan yang
Tinggi berlaku.
Komitmen Mutu : Monev Efisien adalah bekerja dengan
dilaksanakan secara menggunakan sumber daya dan
konsisten. energi yang sesuai tanpa
pemborosan.
3. Membuat Dokumentasi Anti Korupsi : Laporan
Laporan Dan dibuat secara jujur dan
Monev dokumen tepat waktu
laporan
Monev

24
D. Jadwal Implementasi Aktualisasi
Waktu pelaksanaan kegiatan dari tanggal 13 september- 13 oktober 2019. Dimana tempat mengaktualisasikan nilai-
nilai ANEKA yakni di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara dengan kegiatan-kegiatan aktualisasi yang disesuaikan dengan tugas
dan fungsi CPNS tersebut.
Tabel 2.3
Jadwal Implementasi Aktualisasi Optimalisasi SPO Melalui Penandaan Stiker High Alert Konsentrat Tinggi di Depo
Farmasi Gawat Darurat RSUD dr. Dradjat Prawiranegara

September Oktober
Jumlah
No Kegiatan Tahapan kegiatan 2019 2019
hari
III IV I II
1. 1.1 Membuat Janji Dengan Kepala Instalasi
Farmasi
Pelaksanaan Konsultasi dengan kepala
1.2 Melakukan Konsultasi. 1
Instalasi Farmasi 1
1.3 Membuat hasil notulensi konsultasi

2. 2.1 Membuat Janji dengan penanggung jawab


Depo Farmasi Gawat Darurat.
Pelaksanaan Koordinasi dengan
Penanggung Jawab Depo Farmasi 2.2 Melakukan Koordinasi 1 1
Gawat Darurat
2.3 Membuat Notulensi Koordinasi dengan PJ
Depo

25
3. 3.1 Membuat janji Dengan Kains Farmasi 1
Pengajuan Revisi SPO Penanganan 3.2 Mengkaji SPO Penanganan Obat High Alert 1
Obat High Alert kepada kepala 9
Instalasi Farmasi 3.3 Mengajukan revisi SPO Penanganan Obat
High Alert 7

4. 4.1 Memberikan undangan

4.2 Registrasi
Pelaksanaan sosialisasi SPO
penanganan obat High alert kepada 4.3 Mempersiapkan materi sosialisasi 2
petugas Farmasi Depo Gawat Darurat
sebanyak 8 (delapan) orang 4.4 Melakukan sosialisasi 2
4.5 Membuat notulensi hasil sosialisasi

5. 5.1 Membuat Format Monev


Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi
penandaan Stiker High Alert 5.2 Melaksanakan Monev 5 7
Konsentrat Tinggi
5.3 Membuat Laporan Monev 2
6. Membuat Laporan 1 1 1 1 4
Total 24

26
BAB III
LAPORAN AKTUALISASI

A. CAPAIAN AKTUALISASI
1. Kegiatan 1
Nama Kegiatan : Pelaksanaan konsultasi dengan Kepala Instalasi
Farmasi
Daftar Lampiran : Dokumentasi, Surat Undangan, Hasil Notulensi
a. Uraian Kegiatan
Sebelum melaksanakan kegiatan, maka penulis melakukan
konsultasi terlebih dahulu dengan Kepala Instalasi mengenai isu
yang akan diangkat. Konsultasi tersebut disertai dengan data dan
fakta yang terjadi di unit terkait, yaitu Depo Farmasi Gawat Darurat.
Kemudian, penulis meminta pendapat dan saran kepada Kepala
Instalasi Farmasi selaku pimpinan yang memiliki peran penting
dalam memberikan arahan serta saran mengenai pemecahan masalah
yang akan dilaksanakan dan di terapkan dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, kepala Instalasi Farmasi memiliki wewenang yang besar
agar kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dapat terlaksana, serta
agar terjalin kerjasama antar Petugas Farmasi sehingga permasalahan
ini dapat diselesaikan dengan baik.
Kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu :
1) Membuat janji dengan Kepala Instalasi Farmasi
Sebelum melakukan konsultasi dengan Kepala Instalasi Farmasi,
penulis membuat janji terlebih dahulu melalui pesan WhatsApp
dengan bahasa yang sopan dan santun, hal ini bertujuan agar
maksud yang akan disampaikan sesuai dengan harapan, serta
dapat terjalin komunikasi yang baik dengan pimpinan.
2) Melakukan Konsultasi dengan Kepala Instalasi Farmasi
Setelah dilakukan konsultasi dengan Kepala Instalasi Farmasi
mengenai isu yang diangkat, maka dibuatlah Surat Undangan

27
Sosialisasi SPO (Standar Prosedur Operasional) mengenai
Penanganan Obat High Alert konsentrat tinggi dengan
ditandatangani oleh Kepala Instalasi dan disetujui oleh
penanggung Jawab Depo Farmasi Gawat Darurat.
3) Membuat hasil Notulensi Konsultasi
Setelah melakukan konsultasi dan mendapatkan persetujuan untuk
dilakukan sosialisasi kepada Petugas Farmasi Depo Gawat
Darurat, kemudian dibuatlah notulensi.

b. Teknik Aktualisasi Nilai-nilai Dasar ASN


1) Akuntabilitas : data penunjang isu yang diperlihatkan dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2) Etika Publik : Membuat janji dan konsultasi dengan Kepala
Instalasi Farmasi menggunakan bahasa yang sopan dan santun sesuai
dengan etika Pegawai ASN
3) Anti korupsi : Melakukan konsultasi dengan memperlihatkan data
penunjang isu secara transparan dan jujur.

c. Manfaat kegiatan untuk stakeholder dan pencapaian visi misi


organisasi
Pelaksanaan konsultasi yang dilakukan oleh penulis dengan Kepala
Instalasi Farmasi ini mencerminkan visi Rumah Sakit yaitu melakukan
pelayanan secara profesional dan berkualitas. Serta merupakan salah
satu bentuk upaya dalam Meningkatkan dan menumbuhkan budaya
organisasi yang kuat, berkomitmen tinggi serta bertanggung jawab,
sehingga akan terjalin komunikasi dan kerjasama yang baik antara
petugas farmasi dan pimpinannya.

28
2. Kegiatan 2
Nama Kegiatan : Pelaksanaan Koordinasi dengan Penanggung
Jawab Depo Farmasi Gawat Darurat
Daftar Lampiran : Dokumentasi, Jadwal Sosialisasi, Hasil Notulensi.
a. Uraian Kegiatan
Pelaksanaan koordinasi dilakukan untuk mendapat persetujuan dari
penanggunng jawab Depo mengenai pelaksanaan kegiatan yang akan
dilakukan. Selain itu, setelah dilakukan koordinasi mengenai isu
yang diangkat, maka dibuatlah jadwal sosialisasi SPO (Standar
Prosedur Operasional) yang akan dilakukan kepada petugas farmasi.
Penanggung Jawab Depo memberikan arahan agar Jadwal
pelaksanaan terbagi menjadi dua waktu, hal ini berdasarkan pada
jadwal dinas Petugas Farmasi. Tujuan dilakukannya Koordinasi ini
adalah agar terjalin kerjasama antar Petugas Farmasi sehingga
penerapan rancangan aktualisasi tersebut dapat berjalan dengan baik.
Kegiatan ini terdiri dari dua Tahapan, yaitu :
1) Membuat janji dengan Penanggung Jawab Depo Farmasi Gawat
Darurat
Sebelum melakukan koordinasi mengenai isu yang diangkat,
penulis terlebih dahulu membuat janji dengan Penanggung Jawab
Depo Farmasi Gawat Darurat melalui pesan WhatsApp dengan
bahasa sopan dan santun sesuai dengan nilai-nilai dasar Pegawai
ASN yaitu Etika Publik. Hal ini dilakukan agar jadwal
pelaksanaan koordinasi tidak berbenturan dengan jadwal kegiatan
Penanggung Jawab Depo Farmasi Gawat Darurat, selain itu agar
terjalin komunikasi yang efektif.
2) Melakukan koordinasi
Setelah membuat janji, penulis menemui penanggung jawab depo
untuk melakukan koordinasi mengenai kegiatan yang akan
dilaksanakan di depo Farmasi Gawat Darurat, setelah
disampaikan isi rancangan aktualisasi serta kegiatan-kegiatan

29
yang akan dilakukan, Penanggung jawab depo memberikan
arahan agar kegiatan sosialisasi dibagi menjadi dua waktu
disesuaikan dengan jadwal petugas Farmasi. Selain itu,
penanggung jawab depo juga memberikan saran mengenai daftar
obat High Alert yang harus diperbaharui menyesuaikan SPO
(Standar Prosedur Operasional) yang direvisi. Kegiatan ini
menghasilkan Output berupa Jadwal Sosialisasi SPO (Standar
Prosedur Operasional) yang akan dilakukan kepada petugas
Farmasi.
b. Teknik Aktualisasi Nilai-nilai Dasar ASN
1) Akuntabilitas : data penunjang isu yang diperlihatkan merupakan
data yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2) Etika publik : Melakukan koordinasi menggunakan bahasa yang
sopan dan santun.
3) Komitmen Mutu : Melakukan koordinasi dengan Penanggungjawab
Depo Farmasi Gawat Darurat secara professional.
4) Anti korupsi : Melakukan koordinasi dengan memperlihatkan data
penunjang isu secara transparan dan jujur.

c. Manfaat kegiatan untuk stakeholder dan pencapaian visi misi


organisasi
Pelaksanaan koordinasi dengan Penanggung jawab Depo Farmasi
Gawat Darurat merupakan salah satu bentuk upaya dalam
Meningkatkan efektifitas dan efisiensi tanpa mengurangi standar
pelayanan kepada masyarakat, sehingga pelayanan yang dilakukan oleh
petugas farmasi dapat meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit.

30
3. Kegiatan 3
Nama Kegiatan : Pengajuan Revisi SPO (Standar Prosedur
Operasional) Penanganan High Alert kepada Kepala Instalasi Farmasi
Daftar Lampiran : Dokumentasi, SPO (Standar Prosedur Operasional)
sebelum Revisi, SPO ( Standar Prosedur Operasional) Sesudah Revisi.
a. Uraian Kegiatan
Seteleh melakukan konsultasi dengan Kepala Instalasi Farmasi,
maka penulis mengkaji ulang SPO (Standar Prosedur Operasional)
mengenai Obat High Alert. Kemudian setelah itu, maka ditemukan
beberapa poin yang harus direvisi sehingga dilakukanlah
pengajuan revisi SPO (Standar Prosedur Operasional) pada point
ke 2, yaitu berkaitan dengan daftar Obat High Alert konsentrat
Tinggi yang terjadi penambahan nama obat. Kemudian pada poin
ke 4, yang berkaitan dengan tempat/ ruangan yang berwenang
menyimpan obat High Alert Konsentrat Tinggi. Selain itu pada
poin ke 8, yaitu yang berkaitan dengan paraf Perawat pada pada
Form Pemberian obat harus Double Check.
Kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu :
1) Membuat Janji dengan Kepala Instalasi Farmasi
Sebelum melakukan konsultasi dengan Kepala Instalasi
Farmasi, saya membuat janji terlebih dahulu melalui pesan
WhatsApp dengan bahasa yang sopan dan santun, hal ini
bertujuan agar maksud yang akan disampaikan sesuai dengan
harapan sehingga terjalin komunikasi yang baik dengan
pimpinan.
2) Mengkaji ulang SPO (Standar Prosedur Operasional)
Penanganan obat High Alert.
Sebelum mengajukan revisi SPO (Standar Prosedur
Operasional) Penanganan obat High Alert maka dilakukan
pengkajian ulang SPO terlebih dahulu, kemudian setelah itu

31
penulis mengajukan beberapa point SPO (Standar Prosedur
Operasional) yang harus direvisi kepada Kepala Instalasi.
3) Mengajukan Revisi SPO (Standar Prosedur Operasional)
penanganan obat High Alert
Setelah penulis mengkaji ulang SPO (Standar Prosedur
Operasional) mengenai penanganan obat High Alert, kemudian
penulis membuat Draft revisi SPO (Standar Prosedur
Operasional) yang akan diajukan kepada Kepala Instalasi
Farmasi. Adapun beberapa Point yang akan diajukan Revisi
nya, yaitu :

Tabel 3.1 Poin SPO (Standar Prosedur Operasional) yang


Diajukan untuk Direvisi

SPO semula Revisi SPO yang diajukan

2. Elektrolit pekat : KCl 7,46 2. Elektrolit pekat : KCl 7,46


%, NaCl > 0,9 %, MgSO4 > %, NaCl > 0,9 %, MgSO4 >
50% 50%, Dextrose 40%, Natrium
Bicarbonate 84 mg

4. Elektrolit pekat/ Konsentrat


4. Elektrolit pekat/ Konsentrat tinggi hanya diperbolehkan
tinggi hanya diperbolehkan untuk disimpan di Instalasi
untuk disimpan di ruangan Farmasi, ruangan Intensive
Intensive Care Unit (ICU), Care Unit (ICU), Neonatal
Neonatal Intensive Care Unit Intensive Care Unit (NICU),
(NICU), High Care Unit High Care Unit (HCU),
(HCU), Instalasi Gawat Instalasi Gawat Darurat
Darurat (IGD), dan Instalasi (IGD), dan Instalasi Bedah
Bedah Sentral (IBS). Sentral (IBS).
8. Pada saat pemberian High 8. Pada saat pemberian High

32
Alert Medication ke pasien Alert Medication ke pasien
rawat inap, maka pada kolom maka pada kolom paraf
paraf perawat di formulir perawat di formulir
Pemberian Obat (RM 9) harus Pemberian Obat (RM 9) harus
diisi paraf dua perawat yang diisi paraf dua perawat yang
berbeda sebagai bukti bahwa berbeda sebagai bukti bahwa
obat sudah melalui obat sudah melalui
Pengecekan Berganda Pengecekan Berganda
(Double Check) sebelum (Double Check) sebelum
diberikan ke pasien. diberikan ke pasien.

b. Teknik Aktuaisasi Nilai-nilai Dasar ASN


1) Akuntabilitas : pengajuan revisi SPO (Standar Prosedur
Operasional) Penanganan obat High Alert dilakukan dengan
penuh Tanggung jawab.
2) Etika Publik : Membuat janji dengan kepala instalasi
menggunakan bahasa yang sopan dan santun sesuai dengan
etika Pegawai ASN
3) Komitmen Mutu : Pengajuan revisi SPO (Standar Prosedur
Operasional) Penanganan obat High Alert dilakukan secara
aktual, teliti, dan cermat.
c. Manfaat Kegiatan untuk stakeholder dan pencapaian visi misi
organisasi
Pengajuan revisi SPO (Standar Prosedur Operasional) ini
mencerminkan salah satu misi Rumah Sakit yaitu meningkatkan
sarana dan prasarana yang berkualitas dalam rangka menunjang
pelayanan kesehatan, sehingga akan meningkatkan mutu pelayanan
Rumah Sakit.

33
4. Kegiatan 4
Nama Kegiatan : Pelaksanaan Sosialisasi SPO (Standar Prosedur
Operasional) Penandaaan Stiker obat High Alert konsentrat tinggi
kepada Petugas Farmasi sebanyak 8 (Delapan) Orang.
Daftar Lampiran : Undangan, Daftar Hadir, Materi Sosialisai,
Dokumentasi, Notulensi
a. Uraian Kegiatan
Sebelum melaksanakan sosialisasi kepada Petugas Farmasi Gawat
Darurat, pada hari senin tanggal 01 Oktober 2019 penulis
menyerahkan surat undangan yang telah ditandatangani oleh
kepala Instalasi Farmasi kepada Penanggung Jawab Depo Farmasi
Gawat Darurat agar memberikan arahan kepada petugas Farmasi
Gawat Darurat untuk mengikuti kegiatan sosialisasi yang akan
dilaksanakan pada hari Rabu & Kamis tanggal 02 & 03 Oktober
2019. Pada saat melaksanakan sosialisasi, Petugas Farmasi mengisi
daftar hadir yang telah disediakan. Setelah itu penulis memberikan
materi sosialisasi yang telah dibuat kepada masing-masing petugas.
Kemudian melakukan sosialisasi kepada petugas farmasi sebanyak
4 orang sesuai dengan jadwal yang telah dibuat yang diawasi
langsung oleh penanggung jawab Depo Farmasi Gawat Darurat.
Selain itu, Penanggung jawab Depo Farmasi Gawat Darurat
memberikan masukan mengenai materi yang disosialisasikan.
Kegiatan ini terdiri dari 5 (lima) tahapan, yaitu :
1) Memberikan undangan kepada Penggung Jawab Depo Farmasi
Undangan sosialisasi SPO yang telah ditandatangani oleh
Kepala Instalasi kemudian diberikan kepada Penanggung
jawab Depo Farmasi Gawat Darurat untuk diinfokan kepada
petugas Farmasi agar hadir pada acara tersebut sesuai dengan
jadwal yang dilampirkan.

34
2) Registrasi
Ketika akan mengikuti sosialisasi SPO (Standar Prosedur
Operasional), petugas Farmasi yang hadir diwajibkan untuk
mengisi daftar hadir yang sudah disediakan dengan
membubuhkan paraf/ tanda tangan pada kolom yang tersedia.
3) Mempersiapkan materi sosialisasi
Materi sosialisasi dikhususkan membahas mengenai
penandaan stiker High Alert konsentrat tinggi diantaranya
membahas mengenai daftar High Alert konsentrat tinggi, cara
pengisian Form monitoring, contoh stiker, serta simulasi cara
penandaan stiker yang baik dan benar. Materi yang telah dibuat
kemudian dicetak dan dibagikan kepada seluruh petugas
Farmasi yang hadir. Sebelum memulai sosialisasi, pemateri
terlebih dahulu membacakan SPO (Standar Prosedur
Operasional) yang telah direvisi.
4) Melakukan sosialisasi kepada Petugas Farmasi Gawat Darurat
Pemateri melakukan sosialisasi mengenai SPO yang telah
direvisi dengan membacakan SPO tersebut, kemudian
menjelaskan materi yang telah dibuat kepada seluruh petugas
Farmasi yang hadir. Setelah selesai, pemateri membuka sesi
tanya jawab dan juga memberikan kesempatan kepada seluruh
petugas yang hadir untuk memberikan masukan.
5) Melakukan notulensi hasil sosialisasi
Setelah penutupan, pemateri kemudian membuat hasil
notulensi kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan.
b. Teknik Aktualisasi Nilai-nilai Dasar ASN
1) Akuntabilitas : pelaksanaan sosialisasi dilakukan oleh
pemateri dan peserta dengan penuh Tanggung jawab.
2) Nasionalisme : pelaksanaan sosialisasi SPO (Standar Prosedur
Operasional) ini dilakukan dengan kerjasama yang baik antar
petugas.

35
3) Etika Publik : Notulensi dibuat dengan melakukan
Komunikasi, konsultasi dan kerjasama dengan Penanggung
jawab Depo Farmasi terlebih dahulu.
4) Komitmen mutu : ketika melakukan sosialisasi, terjadi
diskusi antara Penanggung Jawab Depo, Petugas Farmasi yang
hadir, serta pemateri yang bertujuan untuk menjaga mutu
Rumah Sakit melalui kegiatan yang akan dilaksanakan.
5) Antikorupsi : sosialisasi SPO (Standar Prosedur Operasional)
Penanganan obat High Alert dilaksanakan dengan tepat waktu
sesuai dengan jadwal yang telah dibuat, selain itu pemateri
memberikan pemaparan secara jelas kepada Peserta yang
hadir.
c. Manfaat Kegiatan untuk stakeholder dan pencapaian visi misi
organisasi
Pelaksanaan Sosialisasi yang dilakukan oleh pemateri
kepada petugas Farmasi ini adalah salah satu bentuk upaya dalam
meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan, sehingga
pelayanan dapat dilaksanakan secara optimal.
5. Kegiatan 5
Nama Kegiatan : Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Penandaan
Stiker Obat High Alert Konsentrat Tinggi.
Daftar Lampiran : Format Monitoring Evaluasi, Laporan Monitoring
dan Evaluasi, Dokumentasi dan Laporan
a. Uraian Kegiatan
Sebelum melakukan sosialisasi, penulis membuat format
Monitoring terlebih dahulu untuk disosialisasikan kepada petugas
farmasi. Setelah itu, format Monitoring yang telah dibuat disimpan
di Depo Farmasi Gawat Darurat untuk diisi oleh farmasis yang
sedang bertugas. Format Monitoring dibuat dengan tujuan agar
penandaan stiker High Alert konsentrat tinggi dapat terpantau
dengan baik sesuai dengan SPO (Standar Prosedur Operasional)

36
yang berlaku. Setelah Monitoring Obat High Alert konsentrat
tinggi dilakukan selama 7 hari, maka dibuatlah laporan monitoring
dan evaluasi.
Kegiatan ini terdiri dari 3 (tiga) tahapan, yaitu :
1) Membuat Format Monitoring dan evaluasi
Penulis membuat Format monitoring dan evaluasi penandaan
stiker obat High Alert agar obat High Alert konsentrat tinggi
dapat terpantau dengan baik dan benar sesuai dengan SPO
(Standar Prosedur Operasional) yang berlaku. Format dibuat
dengan periode mingguan yang bertujuan untuk memudahkan
penulis dalam melakukan evaluasi.
2) Melaksanakan Monitoring dan evaluasi
Monitoring dan Evaluasi penandaan stiker obat High Alert
dilakukan selama 7 hari, format yang telah dibuat kemudian
diisi oleh farmasis yang sedang bertugas pada shift pagi dan
Shift Sore dengan mengecek obat-obatan High Alert konsentrat
tinggi, apabila ada obat yang belum diberi stiker, maka petugas
wajib menempelkan stiker pada obat tersebut sehingga semua
obat sudah diberi penandaan stiker sesuai dengan SPO
(Standar Prosedur Operasional) yang berlaku, kemudian
setelah itu petugas yang melakukan pengecekan obat
membubuhkan paraf pada kolom yang tersedia. Format yang
sudah diisi oleh farmasis yang bertugas, ditandatangani oleh
penanggung jawab obat dan penanggung jawab depo Farmasi
Gawat Darurat.
3) Membuat Laporan Monitoring dan evaluasi
Setelah dilakukan Monitoring dan evaluasi penandaan stiker
obat High Alert konsentrat tinggi maka dibuatlah laporan
Monitoring dan evaluasi berdasarkan data yang ada.

37
b. Teknik Aktualisasi Nilai-nilai Dasar ASN
1) Akuntabilitas : Format monitoring dan evaluasi ini dibuat
secara Transparan.
2) Etika Publik : Pelaksanaaan kegiatan dilakukan dengan
cermat dan disiplin.
3) Komitmen Mutu : pelaksanaan Monitoring dan evaluasi ini
dilaksanakan secara konsisten, sehingga laporan yang dibuat
tepat bedasarkan data yang ada.
4) Anti Korupsi : Laporan monitoring dan evaluasi ini dibuat
oleh penulis secara jujur, transparan dan tepat waktu.
c. Manfaat Kegiatan Untuk Stakeholder dan Pencapaian visi misi
organisasi
Pelaksanaan Monitoring dan evaluasi kegiatan merupakan
salah satu misi dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi
pelayanan, sehingga pelayanan kepada pasien dapat dilakukan
secara optimal.

B. Kendala dan Strategi dalam Pelaksanaan Aktualisasi


Ketika melaksanakan proses kegiatan aktualisasi, salah satu yang
menjadi kendala bagi penulis adalah dikarenakan waktu yang dibutuhkan
untuk menerapkan nilai-nilai dasar ASN dalam kegiatan aktualisasi tidak
banyak, sehingga penulis dituntut untuk memanage waktu yang telah
diberikan sebaik mungkin. Adapun stategi yang digunakan dalam kegiatan
ini adalah mengutamakan pada kerjasama yang baik antar petugas farmasi,
serta petugas farmasi dengan pimpinan.

C. Manfaat Aktualisasi dan Analisis Dampak apabila Nilai-nilai Dasar


PNS Tidak Diterapkan
Untuk menjadi seorang ASN yang kompeten di bidangnya, tentu
diperlukan adanya suatu pembinaan dan pelatihan yang disiplin seperti
program yang telah dibuat oleh pemerintah untuk mengikuti Pelatihan

38
Dasar (Latsar) bagi para ASN angkatan tahun 2018 ini. Pelatihan dasar ini
dilaksanakan dengan melakukan proses pembelajaran di dalam kelas /
pemberian materi selama 18 hari kerja yang terdiri dari materi wawasan
kebangsaan dan tentunya nilai-nilai dasar ASN. Kemudian, peserta akan
menjalani masa aktualisasi di tempat kerjanya masing-masing selama 30
hari. Setelah itu, setiap peserta akan melaporkan hasil dari aktualisasi yang
telah dilaksanakannya tersebut. Dalam proses aktualisasi ini peserta dilatih
untuk dapat menerapkan nilai-nilai dasar ASN dengan disiplin dan
sepenuh hati sebagai sarana pelatihan menjadi ASN yang kompeten
sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat sebagai penerima jasa
pelayanan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktualisasi ini
sangat bermanfaat dan berpengaruh untuk pembentukan pribadi ASN yang
unggul sesuai dengan kompetensinya masing-masing untuk dapat
memenuhi harapan masyarakat.
Sebagaimana telah diketahui bahwa ASN memiliki lima nilai-nilai
dasar yang harus diterapkan, yaitu Akuntabulitas, Nasionalisme, Etika
publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi. Kelima nilai dasar ini harus
dapat dipenuhi dan diaktualiasikan agar peserta Latsar dapat menjadi
seorang ASN yang memenuhi kualifikasi untuk bisa menjalankan tugasnya
dengan baik. Karena apabila nilai-nilai dasar ini tidak dipenuhi, maka akan
terjadi dampak-dampak yang tidak diharapkan.
Adapun beberapa dampak yang bisa terjadi apabila nilai-nilai ini
tidak dipenuhi yaitu:
5. Akuntabilitas
Akuntabilitas memiliki kaitan erat dengan tanggung jawab dan integritas.
Apabila akuntabiitas tidak diterapkan, maka akan terjadi:
a) Hilangnya rasa tanggung jawab untuk dapt menyelesaikan pekerjaan
b) Banyak pekerjaan yang terbengkalai
c) Kebutuhan masyarakat akan terabaikan dan tidak dapat terpenuhi
d) Ketiadaan integritas yang menyebabkan aturan hanya akan dilaksanakan
apabila ada pengawasan

39
e) Tidak adanya laporan kerja yang akurat sesuai dengan kenyataan di
lapangan kerja
6. Nasionalisme
Nasionalisme mengutamakan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Menjadi warga negara yang baik
adalah cerminan keberhasilan dalam penerapan nilai-nilai nasionaisme.
Apabila nasionalisme tidak diterapkan, maka akan terjadi:
a) Kesenjangan sosial antar masyarakat
b) Pembentukan klasifikasi strata dalam kehidupan bermasyarakat
c) Tidak adanya toleransi terhadap perbedaan, sedangkan Indonesia terdiri
dari berbagai suku bangsa yang majemuk
d) Runtuhnya semangat persatuan dan kesatuan bangsa
7. Etika publik
Etika publik memiliki fokus terhadap tata cara pemberian pelayanan teradap
masyarakat. Kesesuaian pelayanan dengan prosedur yang berlaku serta
keramahtamahan menjadi wujud dari aktualisasi etika publik yang baik.
Apabila etika publik tidak diterapkan, maka akan terjadi:
a) Ketidaknyamanan dan ketidakpuasan masyarakat dalam menerima
pelayanan
b) Masyarakat akan merasa enggan untuk menggunakan jasa pelayanan
c) Masyarakat akan bersikap apatis terhadap kemajuan program kegiatan
pemerintah
8. Komitmen mutu
Mutu merupakan poin penting yang akan menjadi penentu keberlangsungan
suatu lembaga pelayanan. Terjaminnya mutu akan membuat masyarakat
tetap ingin menggunkaan jasa pelayanan pemerintah. Oleh karena itu,
sedapat mungkin mutu harus selalu ditingkatkan agar sesuai dengan harapan
masyarakat.
Apabila komitmen mutu tidak diterapkan, maka akan terjadi:
a) Penggunaan sumberdaya yang tidak tepat guna sehingga terjadi
pemborosan

40
b) Kegiatan akan berjalan tanpa memperhatikan tujuan, sasaran dan
prosedur yang berlaku
c) Kekecewaan masyarakat karena rendahnya mutu pelayanan
d) Tidak adanya peningkatan atau kemajuan pada lembaga pelayan tersebut

41
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sehubungan dengan terus meningkatnya kebutuhan masyarakat
akan pelayanan yang dapat memenuhi harapannya, maka seharusnya
seorang ASN mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dengan
memenuhi nilai-nilai dasar ANEKA.
Terkait dengan penulisan laporan ini, bahwa sosialisasi SPO
(Standar Prosedur Operasional) Penanganan Obat High Alert ini
memberikan manfaat terhadap berbagai pihak, baik kepada Rumah Sakit,
petugas Farmasi, Dokter, dan Perawat, terutama kepada masyarakat
sehingga dapat memberikan nilai tambah, yakni :
1. Selama pelaksanaan aktualisasi pada masa habituasi yang efektif
selama ± 30 hari di instalasi Farmasi Depo Gawat Darurat bahwa
penandaan Stiker yang dilakukan oleh petugas Farmasi setelah
dilakukan sosialisasi dan monitoring selama 7 (tujuh) hari, terjadi
peningkatan kepatuhan petugas dalam penandaan Stiker obat High
Alert konsentrat tinggi, Hal ini dibuktikan melalui semua obat High
Alert Konsentrat tinggi yang ada di Depo Gawat Darurat telah diberi
stiker merah yang bertuliskan “High Alert Double Check” dan stiker
putih yang bertuliskan “Elektrolit Pekat Harus Diencerkan Sebelum
Digunakan”. Dengan adanya pelaksanaan aktualisasi ini maka
diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kesalahan pemberian obat/
Informasi obat kepada Dokter dan Perawat.
2. Dengan aktualisasi ini seorang ASN dapat mengetahui peran dan
kedudukannya dalam unit kerja. Sehingga dalam melakukan kegiatan
kedepannya selalu diikuti dengan koordinasi kepada atasan, tahu akan
tugas pokok dan fungsi yang dijalankan, serta menjadi seorang
pelayan publik yang prima.

42
B. Saran – saran
Setelah melakukan aktualisasi maupun habituasi di unit kerja, penulis
memberikan saran kepada:
1. Kepada teman sejawat, Tenaga Teknis Kefarmasian agar senantiasa
menanamkan nilai – nilai dasar ASN dalam melaksanakan tugasnya
sebagai Farmasis.
2. Kepada Penanggung Jawab Depo agar senantiasa memberikan
motivasi kepada Farmasis agar tetap patuh melaksanakan tugasnya
sesuai dengan SPO (Standar Prosedur Operasional) dengan sistem
Price and Punishment, yaitu memberikan penghargaan kepada
petugas yang patuh, dan memberikan hukuman kepada petugas yang
kurang patuh dalam melaksanakan tugasnya, sehingga kegiatan ini
akan terus menerus dilakukan secara konsisten oleh petugas farmasi.
3. Kepada Kepala Instalasi Farmasi, Agar senantiasa memberikan
keterjaminan dilakukan kegiatan sehingga kedepannya kegiatan
tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan.
4. Untuk segenap peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Angkatan VI tahun 2019 Kabupaten Serang, agar senantiasa bertindak
sesuai nilai-nilai dasar ASN, dan senantiasa melaksanakan tugas
sesuai fungsi, peran dan kedudukannya sebagai seorang ASN di unit
kerja masing-masing.

43
DAFTAR PUSTAKA

PERMENKES. Standar Pelayanan Kefarmasian Nomor 72 tahun 2016 Binfar Kemkes.


Yuniarsih, T. (2015). "KOMITMEN MUTU" Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Kusumasari, B. (2015). "AKUNTABILITAS" Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Latief, Y. (2015). "NASIONALISME" Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III . Jakarta: Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Kumorotomo, W. (2015). "ETIKA PUBLIK" Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi. (2015). "ANTI KORUPSI" Modul
Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara (LAN).
Suwarno, Y. (2017). “WHOLE OF GOVERNMENT” Modul Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Purwanto, E. (2017). “PELAYAN PUBLIK” Modul Pelatihan Dasar Calon PNS.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
DPR. (2014). Undang Undang Nomor 5 Tentang Aparatur Sipil Negara. Jakarta
MENKES (2010). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
340/MENKES/PER/III/2010 tentang Rumah sakit. Jakarta
PERDA. (2011). Peraturan Bupati Serang Nomor 21 Tentang Pola Tata Kelola
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Serang. Serang.
MENKES. (2017). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No
375/MENKES/SK/III/2017 Tentang Standar Profesi Radiografer. Jakarta.

44
LAMPIRAN 1
KEGIATAN 1
Pelaksanaan Konsultasi dengan kepala Instalasi Farmasi

45
Membuat Janji dengan Kepala Instalasi Melalui Pesan WhatsApp
14 September 2019, pukul 07.33

Melakukan Konsultasi dengan Kains farmasi di ruang kains


14 September 2019, pukul 08.15

46
Hasil Notulensi konsultasi Kepala Instalasi Farmasi
14 September 2019, pukul 08.15

47
LAMPIRAN 2
KEGIATAN 2
Pelaksanaan koordinasi dengan penanggung jawab depo
Farmasi Gawat Darurat

48
Membuat Janji dengan Penanggung Jawab Depo Farmasi Gawat Darurat
14 September 2019, pukul 12.25

Melakukan Koordinasi dengan PJ Depo Farmasi di IGD


14 September 2019, pukul 13.00

49
Notulensi Koordinasi dengan Penanggung Jawab Depo
14 September 2019, pukul 16.00

50
Jadwal Sosialisasi SPO Penandaan Stiker High Alert Konsentrat Tinggi
01 oktober 2019, pukul 13.00

51
LAMPIRAN 3
KEGIATAN 3
Pengajuan Revisi SPO penanganan obat high Alert kepada Kains
Farmasi

52
Membuat Janji Dengan Kepala Instalasi Farmasi
20 September 2019, pukul 07.35

Mengkaji ulang SPO Lama di ruang Kains Farmasi


20 September 2019, pukul 09.15

53
SPO (Standar Prosedur operasiona) Sebelum Revisi
Halaman 1

54
SPO (Standar Prosedur Operasional) Sebelum revisi
Halaman 2

55
SPO (Standar prosedur Operasional) yang Telah Direvisi
Halaman 1

56
SPO (Standar prosedur Operasional) yang Telah Direvisi
Halaman 2

57
SPO (Standar prosedur Operasional) yang Telah Direvisi
Halaman 3

58
LAMPIRAN 4
KEGIATAN 4
Pelaksanaan sosialisasi SPO penanganan obat high alert

59
Undangan Sosialisasi diberikan kepada PJ depo di IGD
01 Oktober 2019, pukul 13..00

60
Daftar Hadir Peserta Sosialisasi di Depo IGD
02 Oktober 2019, pukul 14.00

61
Daftar Hadir Peserta Sosialisasi di Depo IGD
03 Oktober 2019, Pukul 07.30

62
Materi Sosialisasi SPO Penandaan Obat High Alert Konsentrat tinggi
Halaman 1

Materi Sosialisasi SPO Penandaan Obat High Alert Konsentrat tinggi


Halaman 2

63
Materi Sosialisasi SPO Penandaan Obat High Alert Konsentrat tinggi
Halaman 3

Materi Sosialisasi SPO Penandaan Obat High Alert Konsentrat tinggi


Halaman 4

64
Materi Sosialisasi SPO Penandaan Obat High Alert Konsentrat tinggi
Halaman 5

Materi Sosialisasi SPO Penandaan Obat High Alert Konsentrat tinggi


Halaman 6

65
Materi Sosialisasi SPO Penandaan Obat High Alert Konsentrat tinggi
Halaman 7

Materi Sosialisasi SPO Penandaan Obat High Alert Konsentrat tinggi


Halaman 8

66
Materi Sosialisasi SPO Penandaan Obat High Alert Konsentrat tinggi
Halaman 9

Materi Sosialisasi SPO Penandaan Obat High Alert Konsentrat tinggi


Halaman 10

67
Melakukan sosialisasi Kepada Petugas Farmasi
02 Oktober 2019, Pukul 14.00

Melakukan sosialisasi Kepada Petugas Farmasi


02 Oktober 2019, Pukul 14.00

68
Melakukan sosialisasi Kepada Petugas Farmasi
03 Oktober 2019, Pukul 07.30

Melakukan sosialisasi Kepada Petugas Farmasi


03 Oktober 2019, Pukul 07.30

69
Notulensi Sosialisasi SPO Penandaan Stiker High Alert Konsentrat tinggi
02 Oktober 2019 Pukul 14.00 & 03 Oktober 2019 Pukul 07.30
Halaman 1

70
Notulensi Sosialisasi SPO Penandaan Stiker High Alert Konsentrat tinggi
02 Oktober 2019 Pukul 14.00 & 03 Oktober 2019 Pukul 07.30
Halaman 1

71
LAMPIRAN 5
KEGIATAN 5
Pelaksanaan Monitoring Dan Evaluasi

72
Format Monitoring penandaan stiker High Alert Konsentrat Tinggi
23 September 2019

Format Evaluasi penandaan stiker High Alert Konsentrat Tinggi


10 Oktober 2019

73
Form Monitoring yang sudah diceklis oleh Petugas Farmasi di Depo IGD
02-08 Oktober 2019, Pukul 15.00

Laporan Monitoring kepada PJ Depo di Depo Farmasi IGD


08 Oktober 2019, Pukul 15.00

74
Laporan Monitoring dan Evaluasi penandaan Stiker High Alert Konsentrat Tinggi
10 Oktober 2019, pukul 10.00

Laporan Monitoring dan Evaluasi penandaan Stiker High Alert Konsentrat Tinggi
10 Oktober 2019, pukul 10.00

75
Pelaporan hasil Monitoring dan Evaluasi kepada Kepala Instalasi Farmasi
Di Ruang Kains Farmasi
11 Oktober 2019, pukul 09.30

Pelaporan hasil Monitoring dan Evaluasi kepada Kepala Instalasi Farmasi


Di Ruang Kains Farmasi
11 Oktober 2019, pukul 09.30

76
Penandaan Stiker High Alert pada obat Konsentrat tinggi oleh petugas di Depo
02 Oktober 2019, pukul 15.00

Pengisian Form Monitoring oleh petugas di Depo farmasi IGD


02 Oktober 2019, pukul 15.00

77
Obat High Alert Konsentrat Tinggi
Dextrose 40%

Obat High Alert Konsentrat Tinggi


NaCl 3% (Natrium Clorida 3%)

78
Obat High Alert Konsentrat Tinggi
Meylon (Natrium Bicarbonat)

Obat High Alert Konsentrat Tinggi


KCl (Kalium Klorida)

79
Cara Penandaan Stiker High Alert yang Baik dan Benar
Tampak depan

Cara Penandaan Stiker konsentrant tinggi yang Baik dan Benar


Tampak Belakang

80
LAMPIRAN 6
KEGIATAN 6
Pembuatan Laporan Aktualisasi

81
Melakukan Bimbingan dengan Coach di Ruangan Assesment
02 Oktober 2019, pukul 08.00

Melakukan Bimbingan dengan Coach di Ruangan Assesment


09 Oktober 2019, pukul 08.00

82

Anda mungkin juga menyukai