Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN

IDENTIFIKASI RESIKO INFEKSI


INFECTION CONTROL RISK ASSESSMENT (ICRA)
DI AREA PERAWATAN JUNI 2019

Disusun Oleh :
TIM PPI

RS. SANTA ANNA

KENDARI

2019
LAPORAN
Identifikasi Resiko Infeksi
Infection Control Risk Assessment (ICRA)
Di area perawatan Juni 2019

A. Pendahuluan
Untuk pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit perlu dilakukan kajian resiko
untuk menentukan Prioritas Program dan Pencegahan Infeksi Rumah Sakit. Tim
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RS. Santa Anna turut berperan dalam memberikan
masukan berkaitan dalam pencegahan dan pengendalian infeksi mulai dari tahap
perencanaan, proses sampai denganf inishing bangunan dengan melampirkan kajian
Identifikasi Risiko Infeksi / ICRA (Infection Control Risk Assessment ) yang
dikeluarkan oleh PPIRS pada setiap akan melaksanakan konstruksi/renovasi bangunan.

B. Tujuan
1. Mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang di dapat dan ditularkan di
antara pasien, staf dan pengunjung.
2. Mengidentifikasi jenis aktivitas dengan mempertimbangkan pasien, petugas
kesehatan dan risiko terhadap pengunjung

C. Perencanaan
1. Tanggal : Juni 2019
2. Lokasi : Area perawatan
3. Kegiatan : Membuat raung perawatan rawat inap

D. Analisis ICRA
Aktivitas Konstruksi bangunan berdasarkan :
1. Tipe:TIPE C
2. Kelompok risiko :Risiko TINGGI
3. Level ICRA:Level III/IV
KELOMPOK PASIEN TIPE A TIPE B TIPE C TIPE D
RISIKO

II
Kelompok risiko rendah I II III/IV

III
Kelompok risiko sedang I II IV

III/IV
Kelompok risiko tinggi I II IV

III/IV
Kelompok risiko sangat tinggi II III/IV IV
Tipe proyek renovasi bangunan di area perawatan masuk dalam: Level III/IV dimana
terdapat hal-hal yang harus diperhatikan dan dilakukan sebagai berikut :
a. Sebelum Melakukan Renovasi :
1) Lakukan pekerjaan dengan metode yang dapat meminimalkan debu dari
aktifitas konsruksi.Misalnya memasang terpal untuk mengurangi
penyebaran debu.
2) Petugas renovasi menggunakan alat pelindung diri masker untuk
meminimalkan paparan debu.
3) Melakukan metode yang aktif untuk mencegah debu beterbangan dari
tempatnya keudara,misalnya menyiram daerah bangunan sehingga debu
tidak gambang terbang jika tertiup angin.

b. Selama Renovasi :
1) Dapatkan ijin pembanguan dari tim PPI RS. Santa Anna.
2) Beri tanda tulisan atau peringatan “Dilarang masuk kecuali staff proyek”.
3) Pasang semua penyekat dan pastikan penyekatan di lakukan dengan
menggunakan triplek atau pembatas kayu untuk memisahkan area kerja
dengan area yang lain sebelum proyek di laksanakan.
4) Letakkan keset adhesive atau keset lembab di depan semua pintu keluar dan
masuk proyek.
5) Kepala tukang bertanggung jawab menjaga area proyek/konstruksi selalu
dalam keadaan bersih dengan cara menggunakan lap basah setiap hari atau
lebih sering jika dianggap perlu untuk meminimalkan debu.
6) Seluruh puing dan sampah material yang dihasilkan, harus dibersihkan dan
dibuang setiap hari.
7) Keset lembut di cek dan di ganti secara teratur agar berfungsi efektif.
8) Jika ada debu atau kotoran yang keluar dari area proyek harus segera
dibersihkan.
9) Pembersihan akhir akan dilakukan sesuai dengan petunjuk yang diberikan
oleh tim infection control.

c. Sesudah Renovasi
1) Jangan membuka partisi/pembatas sebelum proyek selesai dan proyek sudah
inspeksi oleh manajemen dan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
RS. Santa Anna area proyek sudah dibersihkan oleh cleaning servis rumah
sakit.
2) Buka partisi dengan hati-hati untuk meminimalkan penyebaran kotoran dan
partikel dari bangunan.
3) Pel area proyek dengan menggunakan larutan desinfektan.
Identifikasi area di sekitar proyek bangunan untuk mengkaji pengaruh potensial:

NO KATEGORI UNIT NAMA UNIT POTENSI RISIKO INFEKSI

Kamar operasi Bising dan debu


1 Samping kanan

Poli ortopedi Bising dan debu


2 Samping kanan
Poli mata dan
Bising dan debu
3 Depan perawatan

E. Kesimpulan
Pembangunan gedung poli bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan potensi risiko
infeksi bagi staf, pasien,pengunjung dan lingkungan rumah sakit.

F. Penutup
Demikian hasil identifikasi risiko infeksi Infection Control Risk Assessment (ICRA)
sebagai upaya PPI dalam pencegahan risiko infeksi sebelum dilakukan
renovasi/pembanguan.

Kendari, 17 juni 2019


Ketua Tim PPI

dr Fedelia Raya.M.kes,.Sp.PK

Anda mungkin juga menyukai