Anda di halaman 1dari 69

1

1
Epilog : USM PKN STAN Background
Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), dahulu bernama Sekolah Tinggi
Akuntansi Negara (STAN), merupakan Pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan yang
bertujuan untuk menghasilkan para tenaga ahli di bidang keuangan negara dengan berbagai
jurusan: Akuntansi, Perpajakan, Pajak Bumi dan Bangunan/Penilai, Kebendaharaan Negara,
Kepabeanan dan Cukai, dan Manajemen Aset.

Lulusan PKN STAN diwajibkan melaksanakan Ikatan Dinas pada Kementerian


Keuangan seperti diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-188/PMK.01/2014.
Bahkan dalam Pengarahan Kelulusan pada tahun 2016, calon lulusan STAN juga diproyeksikan
memenuhi kebutuhan pegawai dan kader-kader pengelola keuangan negara pada unit-unit
Kementerian/Instansi pemerintah lainnya seperti Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Kementerian
Perhubungan, dan Kementerian Koordinator Perekonomian.

USM PKN STAN dikenal dengan persaingan yang sangat ketat dan bersih, memenuhi
standar ISO 9001: 2008 sejak tanggal 19 Oktober 2009, sehingga puluhan hingga ratusan ribu
siswa-siswi dari berbagai SMA di Indonesia setiap tahun berebut kursi untuk menjadi
mahasiswanya.

Tahun Pendaftar Diterima Rasio Penerimaan


2010 113.545 3.770 3,32 %
2011 53.646 1.592 1,03 %
2013 88.079 4.716 5,35 %
2014 103.175 4.467 4,33 %
2015 65.835 3.650 5,54 %
2016 112.666 4.490 3,98 %
*tabel matriks penerimaan mahasiswa PKN STAN 6 tahun terakhir

Berlatar belakang pengalaman tim kerja yang memadai dalam hal pengajaran,
penyusunan modul belajar, manajer operasional bimbel, dan ditopang tingginya minat siswa
untuk mendapatkan pengarahan yang jitu untuk menebus mimpinya menuju kampus PKN STAN,
maka pada tahun 2016 Outstanding - Smart Course berdiri, yang dibentuk dan diajar langsung
oleh lulusan STAN.

Berposes sejatinya adalah tahapan yang menyakitkan. Namun, dengan metode belajar
PRECISE: Professional, Respect, Enthusiasm, Creativity, Ingenuity, Self-Possesion, dan
Excellence, yang ada di Outstanding, memberikan kepastian proses belajar dilewati siswa
dengan menyenangkan, penuh semangat, dinamis, dan tentu saja tanpa mengesampingkan
tujuan utama, yaitu menjadi insan negara dana rakca.
1

You’ll never catch your dream unless you’re Outstanding.


Bergabunglah. Karena PKN STAN ada dalam genggaman Anda.
2
3

BAGIAN
TES POTENSI AKADEMIK
4
5
Penarikan kesimpulan
Pada tes konklusi atau penarikan kesimpulan yang perlu ditekankan adalah tes ini bukan menguji
kemampuan berbahasa Indonesia. Akan tetapi lebih dari itu, tes konklusi atau penarikan
kesimpulan ini menguji kemampuan anda dalam mengolah fakta yang tersedia pada soal untuk
kemudian menarik kesimpulan yang tepat.
 Silahkan diingat kembali pada pelajaran Matematika SMA kelas X tentang ”Logika
Matematika” pada subbab penarikan kesimpulan. Bagaimana cara menarik kesimpulan
yang benar. Itu adalah dasar yang diperlukan dalam menarik kesimpulan pada tipe soal
ini.
 Tapi tidak cukup itu saja yang diperlukan. Kemampuan Anda dalam memanipulasi
informasi tanpa merubah maknanya dan mengambil kesimpulan secara
logis (bukan secara perasaan) juga merupakan salah satu hal penting yang
perlu dipelajari lagi.
Di kelas X SMA tentunya Anda masih ingat tentang penarikan kesimpulan berikut:
Dalam ilmu logika informatika / logika matematika / matematika diskrit dikenal beberapa cara
penarikan kesimpulan, di antaranya:

1. Modus Ponens
2. Modus Tollens
3. Penambahan Dusjungsi
4. Penyederhanaan Konjungsi
5. Silogisme Disjungsi
6. Silogisme Hipotesis
7. Dilema

Berikut penjelasannya:

MODUS PONENS
Modus ponens adalah metode penarikan kesimpulan apabila ada pernyataan "p → q" dan
diketahui "p" maka bisa ditarik kesimpulan "q".
Contoh dalam kalimat:
p : Hari ini hari Senin.
q : Saya belajar Matematika Diskrit.
p→q : Jika hari ini hari Senin maka saya belajar Matematika Diskrit.
p : Hari ini hari Senin.
kesimpulan(q) : Saya belajar Matematika Diskrit.

Tabel kebenaran modus ponens ((p → q) ʌ p) → q :

Tabel kebenaran modus ponens

MODUS TOLLENS
Modus tollens adalah metode penarikan kesimpulan apabila ada pernyataan "p → q" dan
diketahui "-q" maka bisa ditarik kesimpulan "-p".

Contoh dalam kalimat:


p : Hari ini hari Senin.
6
q : Saya belajar Matematika Diskrit.
p→q : Jika hari ini hari Senin maka saya belajar Matematika Diskrit.
-q : Saya tidak belajar Matematika Diskrit.
kesimpulan(-p) : Hari ini bukan hari Senin.

Tabel kebenaran modus tollens ((p → q) ʌ -q) → -p:

tabel 2: tabel kebenaran modus tollens

PENAMBAHAN DISJUNGSI
Penarikan kesimpulan dengan menambahkan disjungsi didasarkan pada fakta yakni jika suatu
kalimat dihubungkan dengan "v" maka kalimat itu akan bernilai benar jika sekurang-kurangnya
salah satu komponennya bernilai benar.

Contoh dalam kalimat:


p : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika.
q : Saya mengambil mata kuliah Kalkulus.
kesimpulan (p v q) : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika atau Kalkulus.

Tabel kebenaran penambahan disjungsi (p ʌ q) → (p v q)

tabel 3: tabel kebenaran penambahan disjungsi

PENYEDERHANAAN KONJUNGSI
Jika suatu kalimat dihubungkan dengan "ʌ" maka dapat diambil salah satu komponennya secara
khusus.

Contoh dalam kalimat:


pʌq : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika dan Kalkulus.
kesimpulan1(p) : Saya mengambil mata kuliah Logika Matematika.
kesimpulan2(q) : Saya mengambil mata kuliah Kalkulus.

Tabel kebenaran penyederhanaan konjungsi (p ʌ q) → p atau (p ʌ q) → q

tabel 4: tabel kebenaran penyederhanaan konjungsi

SILOGISME DISJUNGSI
Silogisme disjungsi adalah penarikan kesimpulan dimana jika diberikan dua pilihan "p" atau "q"
7
sedangkan "q" tidak dipilih maka kesimpulannya yang dipilih adalah "p".

Contoh kalimat:
pvq : Bulan ini saya akan mudik ke Yogyakarta atau pergi ke Bali.
-q : Bulan ini saya tidak pergi ke Bali.
kesimpulan(p) : Bulan ini saya mudik ke Yogyakarta.

Tabel kebenaran silogisme disjungsi ((p v q) ʌ -q) → p atau ((p v q) ʌ -p) → q

tabel 5: tabel kebenaran silogisme disjungsi

SILOGISME HIPOTESIS
Silogisme Hipotesis adalah jika diketahui "p → q" dan "q → r" maka kesimpulannya "p → r".

Contoh kalimat:
p : Saya belajar.
q : Saya bisa mengerjakan soal.
r : Saya lulus ujian.
p→q : Jika saya belajar maka saya akan bisa mengerjakan soal.
q→r : Jika saya bisa mengerjakan soal maka saya lulus ujian.
kesimpulan (p → r) : Jika saya belajar maka saya lulus ujian.

Tabel kebenaran silogisme hipotesis (p → q) ʌ (q → r) → (p → r).

tabel 6: tabel kebenaran silogisme hipotesis

DILEMA
Dilema adalah penarikan kesimpulan jika diketahui "p v q" dan "p → r" dan "q → r" maka
kesimpulannya adalah "r".

Contoh kalimat:
p : Hari ini Rizki ulang tahun.
q : Kemarin Bambang juara LKS nasional.
r : Saya akan ditraktir makan bakso.
pvq : Hari ini Rizki ulang tahun dan Kemarin Bambang juara LKS nasional.
p→r : Jika hari ini Rizki ulang tahun maka saya akan ditraktir makan bakso.
q→r : Jika kemarin Bambang juara LKS nasional saya akan ditraktir makan bakso.
kesimpulan(r) : Saya akan ditraktir makan bakso.
tabel kebenaran dilema ((p v q) ʌ (p → r) ʌ (q → r)) → r
8
Tips dan trik penyelesaian
Dalam Soal TPA Penarikan Kesimpulan ada beberapa metode yang sering keluar. Untuk
mengerjakan soal TPA secara cepat kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana metode dan cara
mudah mengerjakannya. Adapun metode yang sering keluar ialah sebagai berikut:

METODE PERTAMA

Semua A adalah B
Sebagian B adalah C
Sebagian C adalah D

Kesimpulan
Sebagian A adalah D
Sebagian A adalah bukan D

Contoh Soal:
Semua Laki-laki di Kelas XII IPA 2 berambut Cepak
Sebagian yang berambut Cepak ialah pemain basket
Sebagian pemain basket merupakan idola para wanita
Kesimpulannya?

Cara mudah untuk memahami Soal TPA ialah MENCORET PREMIS YANG SAMA, misalnya
seperti dibawah ini:

Semua laki-laki di kelas XII IPA 2 berambut cepak


Sebagian yang berambut cepak ialah pemain basket
Sebagian pemain basket merupakan idola para wanita

Kesimpulannya: sebagian laki-laki di kelas XII IPA 2 merupakan idola para wanita

METODE KEDUA

Semua A adalah B
Semua B adalah C
Semua D adalah A

Kesimpulan
D adalah C

Contoh Soal:
Semua Murid XII IPS 4 pandai Ekonomi
Semua yang pandai Ekonomi juga pandai Akuntansi
Narto ialah Murid XII IPS 4
Kesimpulannya?

Pembahasan:
Semua murid XII IPS 4 pandai ekonomi
Semua yang pandai ekonomi juga pandai akuntansi
Narto adalah murid XII IPS 4

Kesimpulan
Narto pandai Akuntansi
9

Sama seperti Metode Pertama, kita cari dulu premis yang sama, lalu kita coret. lalu kita ambil
sisa pernyataannya tersebut, maka kesimpulannya ialah:
Narto Pandai Akuntansi.

METODE KETIGA

Semua A adalah B
B adalah C
C adalah D

Kesimpulannya
Sebagian A adalah D dan B

Contoh Soal:

Semua Mahasiswa Sastra Jepang fasih berbahasa Jepang


Orang fasih berbahasa Jepang juga fasih berbahasa Inggris
Orang fasih berbahasa Inggris juga pintar berpidato
Kesimpulannya?

Pembahasan:

Semua Mahasiswa HI fasih berbahasa Inggris


Orang fasih berbahasa Inggris juga fasih berbahasa Jepang
Orang fasih berbahasa Jepang juga pintar berpidato
Kesimpulan
Sebagian mahasiswa HI fasih berpidato dan berbahasa Inggris

Dari metode diatas memang tidak semua ada di soal TPA, namun terkadang juga soal TPA
menggunakan metode-metode seperti diatas, oleh karena itu kita harus paham bagaimana
metode penarikan kesimpulan yang diterapkan dalam TPA. Selain itu yang lebih terpenting ialah
JANGAN SEKALI-KALI MENGHAFAL METODE DIATAS, karena hal ini dapat
menghambat kita dalam mengerjakan soal TPA nantinya, akan lebih baik apabila kita
paham mengenai metode tersebut.
10
LATIHAN SOAL
1. Jika Ani menyukai semangka, anis menyukai durian
Jika anis menyukai durian, angga menyukai salak
Angga tidak menyukai salak.
A. Ani tidak menyukai semangka
B. Anis menyukai durian
C. Anis tidak menyukai semangka
D. Anis menyukai salak
E. Tidak ada simpulan yang tepat

2. Setiap B adalah A. Sebagian dari B adalah C


A. Semua B yang bukan A adalah C
B. Semua B yang bukan C adalah A
C. Semua A yang bukan B adalah C
D. Semua C yang bukan B adalah A
E. Semua B yang bukan C adalah bukan A

3. Semua semut menyukai gula. Beberapa hewan yang memiliki antena adalah semut
A. Beberapa semut menyukai gula
B. Semua hewan yang memiliki antena menyukai gula
C. Semua hewan yang memiliki antena pasti semut
D. Ada hewan yang memiliki antena menyukai gula
E. Ada hewan yang memiliki antena menyukai semut

4. Jika tasa memakai kerudung merah muda, Anis mengenakan cardigan putih. Jika anis
mengenakan cardingan putih, budi mengenakan celana basket. Tasa memakai kerudung
merah
A. Budi mengenakan celana basket
B. Budi tidak mengenakan celana basket
C. Budi mengenakan celana training
D. Anis mengenakan cardingan biru
E. Anis mengenakan cardingan putih

5. Seragam kantor Ajie untuk hari jumat adalah batik. Lusa lalu adalah hari sabtu.
A. Tiga hari lagi Ajie memakai batik
B. Lusa Ajie memakai batik
C. Tiga hari yang lalu Ajie memakai batik
D. Dua hari lalu Ajie memakai batik
E. Tiga hari yang lalu Ajie tidak memakai batik
11
12
DERET ANGKA DAN HURUF

Pada soal bentuk tes pola deret bilangan, urutan angka – angka di urutkan dengan memakani pola
– pola tertentu, sehingga setiap jawaban yang diberikan haruslah sesuai dengan pola – pola deret
sebelumnya.

Untuk mengerjakan tes deret huruf atau bilangan, Anda harus menganalisa deret
yang logis dan konsisten. Dalam menganalisa deret angka atau bilangan bisa jadi pola
konsisten itu berupa penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian, pengkuadratan, dan
pengakaran dari bilangan tersebut. Cara menganalisanya adalah

 Dengan membandingkan bilangan pertama dengan bilangan kedua, bilangan kedua


dengan bilangan ketiga, dan bilangan ketiga dengan bilangan keempat.
 Perlu Anda ingat bahwa dalam mengerjakan tes deret huruf maupun bilangan, Anda jangan
sampai menganalisa pola konsisten tersebut hanya 1 kali maksudnya ialah menganalisa
hanya membandingkan bilangan pertama dengan bilangan kedua. Hal tersebut masih
belum masuk kategori pola yang konsisten,
 Karena pola yang konsisten itu adalah pola yang bila dibandingkan berkali-kali memiliki
pola yang sama, sehingga bila sudah dianalisa berkali-kali dan menghasilkan pola yang
sama itulah yang disebut pola konsisten.
Bentuk Pola bilangan
A. Barisan – Barisan Umum
1. Bentuk umum barisan bilangan
Barisan bilangan dinotasikan 5. Barisan bilangan Persegi
sebagai Rumus Umum : Un = n2
U1,U2,U3,U4, dst. Dengan
Un : suku ke n 6. Barisan bilangan Aritmatika
Rumus Umum : Un = Un + b (n –
2. Barisan bilangan Genap 1)
Rumus Umum : Un = 2n
7. Barisan bilangan Geometri
3. Birisan bilangan ganjil Rumus Umum : Un = Un x rn-1
Rumus Umum : Un = 2n + 1
8. Barisan bilangan Segitiga
4. Birisan bilangan fibonacci Rumus Umum : Un = ½ n (n + 1)
Rumus Umum : Un = Un-1 + Un-2
Contoh : 1,1,2,3,5,8 9. Barisan bilangan Kubik
U1 = 1 = 1 (permulaan) Rumus Umum : Un = n3
U2 = 1 = 1 (permulaan)
U3 = 2 = 1 + 1 10. Barisan bilangan Persegi Panjang
U4 = 3 = 1 + 2 Rumus Umum : Un = 1/3 n (n + 1)
U5 = 5 = 2 + 3 (n + 2)

B. Barisan Khusus dan Strategi Penyelesaiannya


Beberapa barisan Umum yang sebelumnya telah dipelajari seringkali keluar dalam USM
PKN STAN, tetapi banyak sekali soal – soal barisan bilangan yang bukan merupakan
barisan – barisan umum tersebut. Untuk itulah akan dipaparkan beberapa strategi ataupun
alternatif yang dapat digunakan untuk menyelesaikan soal – soal barisan khusus tersebut

Dalam menganalisa tes deret huruf dan bilangan sangatlah berbeda. Umumnya dalam
mengerjakan tes deret bilangan lebih mudah, hal ini disebabkan karena Anda sudah bisa memulai
menganalisa deret bilangan tersebut. Berbeda halnya dengan deret huruf, Anda wajib untuk
mengkonversi atau mengubah huruf tersebut menjadi bentuk bilangan. Caranya adalah dengan
menyesuaikan urutan huruf. Misalnya huruf “ K”, huruf “K” merupakan urutan huruf ke 11.
Bagaimana cara Cepat Anda untuk mengkonversi bentuk huruf menjadi bentuk bilangan?. Salah
13
satu alternatif pilihan yaitu dengan mengetahui urutan huruf 5, 10, 15, dan 25. Anda sudah tentu
menghafal semua huruf abjad dari A hingga Z dengan mengetahui urutan huruf 5,10, 15 dan 25
bisa membuat Anda lebih cepat mengkonversi huruf menjadi bilangan.
Ada 3 Konsep Deret huruf maupun bilangan yang patut Anda pahami sehingga mempermudah
dalam menjawab tes deret huruf atau bilangan :
1. Deret pola Satu Tingkat
Pada pola satu tingkat umumnya Anda sudah mendapatkan pola yang konsisten pada satu
tingkatan. Kadang kala dalam menganalisa deret huruf maupun bilangan, Anda sudah
menganalisa berkali-kali bahkan hingga pola yang terakhir namun belum mendapatkan pola
konsisten bisa jadi itu termasuk deret pola dua tingkat. Sehingga bila tidak ditemukan pola
konsisten yang tersebut Anda bisa melakukan analisa lagi dengan pola yang berbeda tersebut
agar mendapatkan pola yang konsisten. Dalam deret pola satu tingkat dibagi menjadi 4 bagian
antara lain :
a. Pola satu larik
Pada deret yang memiliki satu larik, antar suku-suku deret (U1,U2,U3,....) saling
berhubungan langsung dengan beda deret (b) :
Contoh soal :
2,5,8,11,14,.....
Penyelesaian :
Deret ini memiliki pola penjumlahan bilangan sebelumnya dengan 3 pada tiap-tiap bilangan.
2+(3)=5
5+(3)=8
8+(3)=11
14+(3)=17

b. Pola dua larik


Pola deret yang memiliki pola dua larik, antar suku-suku deret ganjil (U1,U3,U5,....) memiliki
pola konsisten, dan antar suku-suku genap (U2,U4,U6,U.....) memiliki pola konsisten. Pola
konsisten antara deret ganjil dan deret genap tidak selalu memiliki pola yang sama, bisa
jadi antara deret ganjil dan deret genap memiiki pola yang berbeda.
Contoh soal :
1024, 5, 256, 25, 64, 125,......
Penyelesaian :
Untuk menyelesaikan dengan cepat, Anda langsung harus analisis yang ditanyakan saja.
Yang ditanyakan adalah deret ganjil, kemudian Anda mengambil sampel deret ganjil
tersebut yaitu : 1024, 256, dan 64. Bila Anda cermati dengan seksama ketiga bilangan
tersebut memiliki pola yang sama yaitu apabila dibagi 4 menghasilkan pola yang konsisten.
1024 : (4)=256
256: (4)=64
64: (4)=16

INGAT !!! : dalam menyelesaikan pola deret huruf maupun bilangan Anda harus
fokus pada soal yang ditanyakan. Apakah itu merupakan urutan deret ganjil
atau genap? Agar anda bisa menyelesaikan dengan cepat.
c. Pola tiga larik
Pada deret yang memiliki pola tiga larik, antar suku-suku deret larik satu (U1,U4,U7,...)
memiliki pola konsisten, antar suku-suku deret larik dua (U2,U5, U8,....) memiliki pola
konsisten, dan antar suku-suku deret larik tiga (U3,U6,U9,.....) memiliki pola yang konsisten.
Contoh soal :
18, 14, 10, 15, 11, 9, 12,....
Penyelesaian :
Yang ditanyakan adalah U8..?, U8 termasuk pada larik kedua yaitu U2, U5, dan U8. Jadi kita
ambil suku-suku yang telah ditentukan tadi. 14, 11,...
14-11=3
14
11-3=8, jadi U8 adalah 8

d. Pola empat larik


Pada deret yang memiliki pola empat larik, antar suku-suku deret larik satu (U1,U5, U9,....)
memiliki pola yang konsisten. Antar suku-suku deret larik kedua (U2, U6,U10,....) memiliki
pola yang konsisten, antar suku-suku deret larik ketiga (U3,U7,U11,.....) memiliki pola yang
konsisten, dan antar suku-suku deret larik keempat (U4,U8,U12,...) memiliki pola yang
konsisten.
2. Deret Pola dua tingkat
Pada deret yang memiliki pola dua tingkat, setiap suku deretnya memiliki selisih yang berbeda
(b1,b2,b3,b4,...). Namun, bila pola (b1,b2,b3,dan b4 ) yang memiliki pola tidak konsisten,
maka Anda bisa melakukan analisa ulang dengan menggunakan pola yang berbeda tersebut.
Contoh soal
2,3,6,11,18,27,.....
Penyelesaian :
3-2=1 (b1)
6-3=3(b2)
11-6=5(b3)
18-11=7(b4)
27-18=9(b5)
Semua bilangan tersebut memiliki pola yang berbeda sehingga kita bisa melakukan analisa
ulang untuk mendapatkan pola konsisten
3-1=2(b)
5-3=2(b)
7-5=2(b)
Sehingga bisa disimpulkan pola konsistennya adalah 2, kemudian kita kembali ke deret
terakhir yaitu 9. 9+2=11 sehingga lanjutan dari pola yang tidak konsisten yaitu 1,3,5,7,9,11.
Jadi bisa disimpulkan bilangan selanjutnya adalah 27+11=38

Trik dan tips penyelesaian


1. Kenali soal tersebut, apakah termasuk dalam barisan Umum? ( terutama biasanya barisan
persegi, barisan fibonacci, barisan ganjil, barisan genap)
Contoh : (soal USM STAN 2009)
1,1,2,3,5,8,13, ...
A. 21,23
B. 21,34
C. 24,35
D. 24,37
Jawaban : B
Perhatikan bahwa barisan ini adalah barisan fibonacci, sehingga jawabannya adalah :
U8 = 21 = 13 + 8
U9 = 34 = 21 + 13

2. Carilah hubungan tiap suku – suku secara terutut


Contoh : (soal USM STAN 2008)
10,30,32,16,48,50
A. 58
B. 32
C. 18
D. 25
Jawaban : D
10 30 32 16 48 50 25
x3 +2 :2 x3 +2 :2

3. Carilah hubungan suku – suku secara terurut sampai dengan beberapa tingkatan
Contoh :
15
8,24,22,56,18,x
A. 122
B. 124
C. 126
D. 128
Jawaban : D
8 24 22 56 18 124
+16 -2 +34 -38 +106
-18 +36 -72 +144

4. Carilah hubungan tiap suku secara berselang


Contoh : (soal USM STAN 2010)
11,25,55,125,275,625,x
A. 1226
B. 1375
C. 2035
D. 3125
Jawaban : D
Barisan tersebut terdiri dari 2 pola sehingga bisa di bagi menjadi

11 55 275
x5 x5

dan
25 125 625 3125
x5 x5 x5

5. Carilah hubungan tiap suku secara berkelompok


Strategi ini digunakan untuk barisan – barisan yang suku – sukunya dapat dikelompok –
kelompokkan dengan tiap kelompok memiliki pola yang sama
Contoh : (soal USM STAN 2005)
50,40,100,90,x,140,200,190
A. 120
B. 130
C. 140
D. 150
Jawaban : D
Soal tersebut kita kelompokkan setiap dua suku (50,40,100,90;dll). Kemudian kita cari
hubungan tiap tiap suku dalam kelompok tersebut.
50 40 100 90 150 140 200 190
-10 -10 -10 -10

6. Carilah hubungan tiap suku secara berkelompok dan berselang


Strategi ini digunakan untuk deret yang dapat dikelompokkan dengan beberapa pola.
Contoh :
Suatu seri huruf terdiri dari ABC FED GHI LKJ M
Seri selanjutnya adalah :
A. O M C. M O
B. O N D. N O
Jawaban : D
Pola urutan nomar (ABC), dibalik (FED), nomal (GHI), dibalik (LKJ), normal (MNO)
1. 100%, 4/3, 3/4, -2/3, 1/2, 8/3, ... 2. 4,2,2,5,6,4,4,7,8,6,6,9,10, ...
A. 25%, -4/3 A. 11
B. ¼, 125% B. 10
C. 25%, -4,67 C. 9
D. 0%, -1,33 D. 8
E. ¼, -1,67 E. 7
16
3. B, C, K, L, D, E, F, M, N, O, G, H, I, ... 6. A, C, E, K, I, I, M, O, Q, ...
A. P, Q A. W, U
B. P, K B. S, U
C. P, J C. U, W
D. J, K D. W, S
E. J,P E. S, W

4. 0, -1, 1, -3, 5, -11, ... 7. O, M, J, F


A. 14 A. E
B. 15 B. D
C. 16 C. C
D. 17 D. B
E. 21 E. A

5. I, L, K, J, M, H, O, F, ... 8. 3, 2, 4, 6, 8, 7, 9, ..., 13, 12, 12, 5


A. D, Q A. 12
B. Q, D B. 11,5
C. D, T C. 11
D. T, D D. 10,5
E. Q,T E. 10

A. G, S, A
B. F, L, T
C. F, S, M
D. G, T, L
E. G, S, L

9. B, D, Z, X, G, I, V, T, ...
A. K, N, R
B. L, N, R
C. N, M, L
D. Q, O, R
E. M, R, K
17
18
PERBANDINGAN

Apa itu perbandingan ?


Perbandingan adalah membandingkan dua nilai atau lebih dari suatu besaran yang sejenis dan
dinyatakan dengan cara yang sederhana atau disimbolkan dengan huruf.

Perbandingan a ke b dinyatakan dalam :


A:B=C:D
Atau
=

Perbandingan dua nilai :


Mencari A jika B diketahui dalam rumus :
A : B =C : D maka A =

Mencari B jika A diketahui dalam rumus :


A : B =C : D maka B =

Mencari perbandingan jika jumlah (A + B) diketahui


A : B = C : D dan A + B diketahui maka
Maka B = (A + B) dan A = (A + B)

Mencari perbandingan jika selisihnya (A – B) diketahui


A : B = C : D dan A – B diketahui maka
Maka B = (A – B) dan A = (A – B)
Contoh :
Uang Ani dibandingkan dengan uang Riedho adalah 4 : 5. Jika uang Riedho adalah Rp.
5.000.000;-. Berapakah uang yang dimiliki Ani ?
Jawab :
A:B=4:5
B = 4/5 x Rp. 5.000.000 = Rp. 4.000

Perbandingan tiga nilai :


A:B:C=P:Q:R

Jika jumlah (A+B+C) diketahui maka :


A= (A+B+C)

B= (A+B+C)

A= (A+B+C)

Jika jumlah (A+B) diketahui maka :


C= (A+B)

Jika jumlah ( A – B) diketahui maka :


C= (A – B)

*Tips :
19
Kenali dulu apakah perbandingan dua nilai atau tiga nilai
Kemudian gunakan rumus perbandingan sesuai kriteria
Jenis – Jenis Perbandingan
Perbandingan dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu perbandingan senilai dan perbandingan
berbalik nilai.

1. Perbandingan senilai
Apabila nilai awalnya diperbesar, maka nilai akhirnya juga akan ikut membesar. Sebaliknya
jika nilai awal diperkecil maka nilai akhir juga akan mengecil.

Nilai awal Niai akhir


X A
Y B
Jika nilai X < Y maka A<B dengan memiliki suatu nilai perbandingan
Dari tabel diatas dapat dihubungkan :
=

Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan tabel seperti di bawah ini.
Nilai awal Niai akhir
X A
Y B

Tanda garis di atas adalah yang harus dikalikan, berarti X.B = Y.A
Contoh :
Dalam 5 minggu ayam Budi bisa berkembang menjadi 6 ekor. Pada awalnya Budi memiliki
5 ekor ayam. Berapa ekor ayamkah yang dimiliki Budi setelah 50 minggu ?
Pembahasan :
=
Maka X adalah 60 ekor.
60 ekor ditambah dengan jumlah ayam mula – mula 5 ekor, jadi totalnya adalah 65 ekor

2. Perbandingan berbalik nilai


Apabila nilai awalnya diperkecil, maka nilai akhirnya akan membesar. Sebaliknya jika nilai
awalnya diperbesar maka nilai akhirnya akan mengecil.

Nilai awal Niai akhir


X A
Y B
Jika nilai X < Y maka A>B dengan memiliki suatu nilai perbandingan
Dari tabel diatas dapat dihubungkan :
=

Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan tabel seperti di bawah ini.
Nilai awal Niai akhir
X A
20
Y B

Tanda garis di atas adalah yang harus dikalikan, berarti X.A = Y.B
Contoh :
Suatu pekerjaan dapat diselesaikan oleh 25 orang dalam waktu 2 bulan. Jika pekerjaan
tersebut hanya dikerjakan 5 orang. Berapa lama pekerjaan tersebut dapat diselesaikan ?
Pembahasan :
Sekarang kita akan menggunakan metode tabel dalam penyelesaian.
orang waktu
25 2
5 Y
Karena ini adalah perbandingan berbalik nilai jadi, 25 x 2 = 5 Y
Y = 10
Jadi waktu yang dibutuhkan oleh 5 orang pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut
selama 10 bulan.
Tips :
 Identifikasi jenis soal ( apakah jenis perbandingan senilai atau berbalik
nilai)
 Gunakan rumus yang sesuai (gunakan table atau persamaan)
 Baik persamaan di sebelah kiri maupun sebelah kanan harus memiliki
satuan yang sama.
3. Skala perbandingan pada gambar.
skala pada gambar menunjukkan nilai perbandingan antara jarak pada gambar dan jarak
sesungguhnya / kenyataan (biasanya pada peta)

dengan A : B
A = jarak pada gambar
B = jarak sebenarnya

Rumus :
Jarak sebenarnya =
Jarak kota P dan Q di peta adalah 5 cm, berapakah jarak sesungguhnya antara kota P dan
kota Q
Pembahasan :
Skala peta = 1 : 50.000 =
Jarak kota P dan Q pada gambar / peta adalah 5cm,
maka jarak sebenarnya = = 5 x 50.000 = 250.000 cm. Jadi jarak sesungguhnya antara
P dan Q adalah 2,5 km.

Tips :
 Jangan keliru memasukkan nilai pada rumus
 Jangan lupa mengubah satuannya ( sesuai yang diminta disoal)

1. Ukuran Panjang 1 mil =1.750 yard 2. Ukuran Waktu


Ukuran panjang ialah : km, 1 yard = 3 kaki 1 dasawarsa= 10 tahun
hm, dam, m, dm, cm, mm. 1 kaki =12 inci 1 lustrum=5 tahun
(turun dikali 10, naik dikali 1 inci =2,54 cm 1 milinium=1000 tahun
10) 1 abad=100 tahun
21
1 windu= 8 tahun 1 kg= 2 pon 1 liter=1 dm3
1 tahun kabisat=366 hari 1 pon=1/2 kg=5 ons 1 cm3=1 cc
1 tahun=365 hari 1 kg=1.000 gram 1 galon=3,79 liter
1 semester= 6 bulan 1 quart=2 pint
1 jam=60 4. Ukuran Luas 1 pint=2 cup
menit=3.600 detik 1 km2=100 hm2 1 cup=8 ounce
1 dekade=10 tahun 1 hm2=1 ha=10.000 m2
1 catur wulan=3 bulan 1 are=100 m2 6. Ukuran Jumlah
1 m2=10.000 cm2 1 kodi=20 buah
3. Ukuran Berat 1 m2=1 ca(centi are) 1 lusin=12 buah
1ton=10 kuintal=1.000kg 1 rim=500 lembar
1 kuintal=100 kg 5. Ukuran Volume 1 gross=144 buah
1 kg= 10 hg=10 ons 1 m3=1.000 dm3 1 krat=2 lusin

1. Pak Herlan yang berusia x tahun, mempunyai anak yang baru lahir tahun ini. Barapa tahun
lagi usia pak Herlan empat kali usia anaknya?
A. ½ x D. 1/5 x
B. 1/3 x E. 2/5 x
C. ¼ x

2. Sekarang kita berada di tahun 2003. Perbandingan umur Ayah Saya, Ibu saya dan Adik saya
adalah 12 : 9 : 1. Lima tahun dari sekarang, ayah saya akan berumur 41 tahun. Pada tahun
berapa Adik saya lahir?
A. 1999 D. 1998
B. 2000 E. 2002
C. 2001

3. Suatu perusahaan konveksi yang memiliki 15 orang pekerja dapat menyelesaikan 75 lusin
baju dalam waktu 12 hari. Berapa banyak pekerja yang harus ditambahkan agar 80 lusin baju
selesai dikerjakan dalam waktu 10 hari ?
A. 1 D. 4
B. 2 E. 5
C. 3

4. Sepuluh tahun yang lalu umur A dua kali umur B, lima tahun kemudiannya umur A menjadi 1,5
kali umur B. Sekarang umur A adalah ...
A. 20 tahun D. 35 tahun
B. 25 tahun E. 40 tahun
C. 30 tahun

5. Tiga ekor kambing dapat menghabiskan rumput di 3 lapangan bola dalam waktu 3 minggu.
Berapa waktu yang dibutuhkan 5 ekor kambing untuk menghabiskan rumput di 5 lapangan
bola ?
A. 14 hari C. 28 hari
B. 21 hari D. 35 hari
E. 42 hari
22
23
#Jarak, Waktu, & Kecepatan
Apa itu kecepatan ?
Kecepatan adalah besarnya suatu jarak yang ditempuh dibagi dengan suatu waktu tertentu
Hubungan antar kecepatan, jarak, dan waktu dapat kita rumuskan sebagai berikut.
S = V. t
Keterangan :
S = jarak yang ditempuh
V = kecepatan
t = waktu yang digunakan

1. Berpapasan pada waktu berangkat yang sama


Langkah – langkah :
Rumus : waktu berpapasan =
Berpapasan = waktu berangkat + waktu di jalan
Jarak bertemu,
Bila dari A, jarak = kecepatan A x waktu
Bila dari B, jarak = kecepatan B x waktu

Ilustrasi gambar sederhana.


A
B
C
Dari ilustrasi di atas bahwa ada dua kendaraan yaitu A dan B serta dengan nama kota yang
sama ( kota A dan kota B). Kedua kendaraan itu berangkat pada waktu yang sama kemudian
bertemu di C. Dari sini terdapat hubungan yaitu jarak yang ditempuh oleh kendaraan A ditambah
dengan jarak yang ditempuh oleh kendaraan B sama dengan jarak antara kota A ke kota B.
Contoh :
Jarak kota Palembang – Lampung 500 km. Rangga naik kereta ekonomi Sriwijaya dari Palembang
menuju Lampung dengan kecepatan 40 km/ jam. Kemudian Cinta naik kereta ekspress Sriwijaya
dari Lampung ke Palembang dengan kecepatan 60 km/ jam.
Jika kedua kereta tersebut berangkat berbarengan pada pukul 07.15, maka :
A. Pukul berapa mereka berpapasan?
B. Dimanakah mereka bertemu?

Penyelesaian :
Ilustrasi gambar sederhana.
palembang
lampung
C

Karena kecepatannya berbeda maka jarak yang ditempuh masing – masing juga berbeda
sehingga jumlah kedua jarak itu akan sama dengan jarak Palembang – Lampung.
40t + 60t = 500
100t = 500
T = 5 jam.
Jadi mereka akan berpapasan pada pukul 12.15 dan akan bertemu pada jarak 40t = S, S =
40 (5) = 200 km.
24
2. Berpapasan pada waktu berangkat yang tidak sama
Langkah – langkah :
Sedikit berbeda dari konsep berpapasan pada waktu berangkat yang sama, pertama kali
kita harus :
a. mencari jarak yang ditempuh oleh A ( orang pertama)
b. mencari sisa jarak yang belum ditempuh
c. menggunakan rumus dibawah ini :
Rumus : waktu berpapasan =
Berpapasan = waktu berangkat + waktu di jalan bagi orang ke2.

Ilustrasi gambar sederhana.


A D
B
C
Dari ilustrasi di atas bahwa ada dua kendaraan yaitu A dan B serta dengan nama kota yang
sama ( kota A dan kota B). Kedua kendaraan itu berangkat pada waktu yang berbeda (A
berangkat terlebih dahulu) kemudian bertemu di C. Ketika B baru saja akan berangkat, A sudah
berada di titik D. cara menyelesaikannya adalah pertama kita cari AD kemudian jarak DB (dengan
menggunakan cara berpapasan pada waktu yang sama) jadi AD + DB = AB
Contoh :
Jarak kota Jakarta ke kota Bandung 380 km. Isyana berangkat dari Jakarta ke Bandung pada
pukul 06.00 menggunakan sepeda motor dengan kecepatan 40 km/jam. Raisha berangkat dari
Bandung ke Jakarta menggunakan kereta api pada pukul 06.30 dengan kecepatan 80 km/jam.
A. Pukul berapa mereka berpapasan di jalan?
B. Di mana mereka bertemu ( jarak) ?
Penyelesaian :
1. Jarak yang sudah ditempuh Isyana (06.30 – 06.00) x 40 km/jam = 20km
2. Sisa jarak yang ditempuh adalah 380 – 20 = 360km
3. Menggunakan rumus berpapasan dengan waktu yang sama :
40t + 80t = 360
120t = 360
t = 3 jam.
Jadi mereka berpapasan pada pukul 09.30 dan pada jarak 80t = S, S = 240.

3. Susul menyusul
Langkah – langkah :
1. Mencari selisih waktu keberangkatan (t)
2. Mencari jarak awal yang telah ditempuh oleh A ( orang yang pertama)
3. Menggunakan rumus dibawah ini :
Rumus : jarak awal A + Va t = Vb t

Ilustrasi gambar sederhana.


A C
B
Pada awalnya A berangkat terlebih dahulu, ketika A tiba di C, B mulai akan berangkat.
Kemudian pada saat B menyusul maka jarak yang telah ditempuh keduanya adalah sama

Contoh :
Icha naik sepeda motor dari Semarang ke Jogja. Ia berangkat pada pukul 08.00 dengan
kecepatan 40 km/jam. Dari Semarang Tapasha menyusul dengan kecepatan 60 km/jam
25
menggunakan sebuah mobil berangkat pada pukul 08.45. pukul berapakah Tapasha
menyusul Icha dalam perjalanan?

Penyelesaian :
1. Selisih berangkat ¾ jam = 45 menit
2. Jarak yang sudah ditempuh Icha terlebih dahulu adalah ¾ jam x 40 km = 30km
3. Selisih kecepatan = 20 km/jam
4. Lama di jalan sehingga 30km/20 (km/jam) = 1 jam 30 menit
Jadi Tapasha akan menyusul Icha dari Semarang ke Jogja pada pukul 08.45 + 1.30 =
10.15

Tips :
 Identifikasi jenis soal ( apakah soal jenis berpapasan pada waktu yang
sama/ tidak sama atau susul menyusul )
 Gunakan rumus yang sesuai ( menggunakan persamaan atau ilustrasi
gambar sederhana
#DERET BILANGAN
26
27
#Sudut
Sudut adalah pertemuan antara dua buah garis yang saling dihubungkan yang berpotongan pada
suatu titik. Titik perpotongan inilah disebut titik sudut
1. Jenis – jenis sudut
Ada 4 jenis sudut dilihat dari besar sudutnya yaitu :
a. Sudut lancip adalah sudut yang jika besarnya antara 0 derajat dengan 90 derajat.

b. Sudut siku – suku adalah sudut yang besarnya tepat 90 derajat

c. Sudut pelurus adalah sudut yang besarnya 180 derajat

d. Sudut tumpul adalah sudut yang besarnya berada antara 90 s.d. 180 derajat.

2. Pasangan sudut
a. Pasangan sudut yang bertolak belakang adalah sama besar
b. Sudut komplemen adalah dua buah sudut yang jumlahnya 90 derajat
c. Sudut suplemen adalah jumlah kedua sudut membentuk sebuah gambar lurus atau
sebesar 180 derajat.

3. Pasangan sudut pada dua garis yang sejajar


a. Dua buah sudut yang searah sama besar
b. Dua buah sudut bersebrangan dalam sama besar
c. Dua buah sudut yang bersebrangan sama besar
#Bangun datar

Persegi Jajar Genjang


Luas = sisi x sisi Luas
Keliling = 4 x sisi = alas x tinggi

Persegi panjang Lingkaran


Luas Luas = ɳ r2
= panjang x lebar Keliling = 2. ɳ r2
Keliling
= 2 x ( panjang + lebar)

Segitiga Layang – layang


Luas Luas = ½ d1. d2
= ½ x alas x tinggi
Keliling
= sisi1 + sisi2 + sisi3

Trapesium Belah ketupat


Luas Luas = ½ d1. d2
= ½ x (jumlah panjang
sisi sejajar) x tinggi

d. Bangun Ruang

kubus Volume = s x s x s
Luas permukaan = 6 x s
Diagonal sisi = s √
Diagonal ruang = s √
28
Balok Volume = p x l x t
Luas permukaan = 2(pl + pt + lt)
Diagonal sisi, ada tiga yaitu :p2 +t2
=√ ;√ ;√
Diagonal ruang
=√
Limas Volume = 1/3 x luas alas x tinggi
Luas permukaan = luas alas + luas sisi
tegak

Kerucut Volume = 1/3 ɳ r3 t


Luas permukaan = ɳ r2 + 2ɳrs
Panjang garis pelukis = √

Prisma Volume = luas alas x tinggi


Luas permukaan = (2 x luas alas) + luas
sisi tegak
Luas sisi tegak = keliling alas x tinggi

Tabung Volume = ɳ r2 t
Luas permukaan = ɳ r2 + 2 ɳ r t

Bola Volume = ¾ ɳ r3
Luas permukaan = 4 ɳ r2
29
LATIHAN SOAL
1. Suatu lingkaran memiliki luas 77/32 x 6. Jika bangun ABCD.EFGH adalah kuBus
cm2. Berapa cm keliling lingkaran dengan panjang sisinya masing 4 cm.
tersebut? Berapakah panjang AO jika diketahui titik
A. 7/6 √ O adalah titik potong garis EG dengan
B. 7/3 √ garis FH ?
C. 11/2 √ A. √
D. 22/3 √ B. √
E. 7/16 √ C. √
D. √
2. Limas segiempat beraturan memiliki E.
volume 216 cm3. Jika tinggi limas sama
dengan tiga kali panjang rusuk alas maka 7. Rooney diminta ibunya untuk menempel
panjang rusuk tegaknya adalah ... cm lapisan kertas bermotif pada sebuah
A. 9/2 √ kotak karton yang memiliki dimensi
B. 3 √ panjang 16 cm dan lebar 6 cm. Dan
C. 3 √ memiliki ketebalan 12 cm. Berapa cm2
D. 27 kah kertas bermotif yang dia butuhkan
untuk dapat melapisi kotak tersebut pada
E. 3 √ semua sisinya?
A. 192
3. Sebuah perusahaan menjual selai
B. 360
kacang dalam kemasan taung kaleng.
C. 720
Bagian pemasaran menyaratkan bahwa
D. 900
jika digunakan kaleng yang lebih lebar
E. 1440
maka akan menaikan penjualan.
Andaikan diameter kaleng ditingkatkan 25
8. Sebuah kolam berbentuk lingkaran
persen tanpa mengubah isinya. Berapa
direnovasi sebesar 154 cm2 sehingga
persenkah ketinggian kaleng harus
hanya dapat digunakan 3/4nya.
dikurangi ?
Berapakah keliling kolam yang sedang
A. 28%
direnovasi ?
B. 30%
C. 32%
D. 35% A. 88
E. 36% B. 44
C. 22
4. Ada dua buah kubus yang selisih D. 50
rusuknya 4 cm dan selisih volumenya 784 E. 40
cm3. Rusuk salah satu kubus tersebut ...
A. 10 9. Jika luas bujur sangka dinaikan dengan
B. 11 69%, maka sisi bujur sangkar tersebut
C. 12 naik dengan :
D. 14 A. 13%
E. 16 B. 30%
C. 39%
5. Sebuah bola diletakkan di dalam sebuah D. 60%
kubus sedemikian sehingga kulit bola E.
menyentuh dinding kubus. Jika panjang
rusuk kubus adalah x, berapakah luas 10. Sisi panjang dari sebuah persegi panjang
permukaan bola tersebut ? adalah 45 cm, maka yang bisa menjadi
luasnya adalah :
A.
I 1.125 cm2
B.
II 2.025 cm2
C.
III 2.250 cm2
D.
A. Hanya I
E. Tidak dapat ditentukan
B. Hanya II
C. Hanya III
30
D. I dan III D. 780 kali
E. II dan III E. 2080 kali

11. Tali sepanjang 228,8 m dan berdaimeter 12. Berapa panjang sabuk lilitan luar yang
3,5 cm digunakan dalam akrobat seorang menghubungkan empat buah lingkaran ?
badut yang mengendarai sepeda roda A. r
satu (jari – jari 7 cm), roda sepeda akan
berputar 360 derajat ketika dikayuh 2 kali. B. r
Berapa kayuh yang harus dilakukan C. r
badut untuk menyusuri tali ? (sin 45 = ½
D. r
√ )
A. 1040 kali E. Semua jawab salah
B. 260 kali
C. 520 kali
31
32
Pecahan, Statistika, Matriks & Fungsi

A. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan


1. Jika penyebutnya telah sama, pembilang dapat langsung dijumlahkan ataupun dikurangi.
Contoh :
1/2 + 1/2 = 2/2=1
2. Jika penyebutnya berbeda, maka perlu disamakan terlebih dahulu penyebutnya.
Contoh :
2/3+ 3/4= 8/12+9/12=17/12

B. Perkalian dan Pembagian Pecahan


1. Untuk Perkalian
a/bxc/d=axc/bxd=ac/bd
2. Untuk Pembagian
a/b:c/d=a/bxd/c=ad/bc

( INGAT !!! : Setiap pembagian pecahan posisi yang kedua setelah pembagi diubah dan
tanda bagi berubah menjadi tanda kali, contoh c/d berubah menjadi d/c dan tanda bagi
berubah menjadi kali )

#Mengubah Pecahan ke Bentuk Desimal


Kalikan pembilang dan penyebut pecahan dengan bilangan yang sama sehingga penyebut
pecahan menjadi 10, 100, 1000 dan seterusnya

(INGAT !!! : cara ini dapat digunakan untuk bilangan yang mampu diubah menjadi
bilangan antara lain : 10, 100, 1000 bila tidak bisa diubah maka cara ini tidak dapat
berlaku)
Contoh :
4/5=4/5x2/2=8/10=0,8 (angka 5 bisa diubah menjadi 10 sehingga cara ini dapat dilakukan)
3/4=3/4x25/25=75/100=0,75 (angka 4 bisa diubah menjadi 100 sehingga cara ini dapat
dilakukan)

#Mengubah Pecahan ke Bentuk Persen


Jika penyebut pada bilangan pecahan merupakan faktor dari 100, maka ubahlah penyebutnya
menjadi 100.
1/4=1x25/4x25=25/100=25%
1/2=1x50/2x50=50/100=50%

#Pecahan Istimewa
Berikut adalah nilai pecahan, desimal, dan persen yang perlu Anda hafal guna mempermudah
dalam menjawab soal.
1/8 = 0,125 = 12,5%
33
1/6 = 0,166 = 16,66%
1/3 = 0,33 = 33,33%
3/8 = 0,375 = 37,5%
5/8 = 0,625 = 62,5%
2/3 = 0,667 = 66,67%
5/6 = 0,833 = 83,33%
7/8 = 0,875 = 87,5%
a/9 = 0,aaa = aa,aa%
ab/99= 0,abab = ab,ab%
abc/999=0,abca = ab,cabc...%

Fungsi komposisi dan fungsi invres


1. Fungsi komposisi
a. Komposisi fungsi
Komposisi fungsi f dan g dituliskan g o f.
f g

X f(x) g(f(x)) = (g o f) (x)

gof

(g o f) (x) = g(f(x))
Dengan cara yang sama diperoleh :
(f o g) (x) = f(g(x))

b. Sifat – sifat fungsi komposisi


1. Fungsi komposisi tidak bersifat komulatif
( f o g) (x) ≠ (g o f) (x)
2. Fungsi komposisi bersifat asosiatif
(f o (g o h)) (x) = ((f o g ) o h) (x)
3. Dalam fungsi komposisi terdapat unsur identitas, yaitu identitas f (x) = x yang
memiliki sifat
34
(f o l) (x) = (l o f) (x) = f(x)

2. Fungsi invers
a. Invers dari fungsi f, ditulis f-1, merupakan kebalikan fungsi f
f

x = f-1(y) y = f(x)

f-1
b. Jika f-1 merupakan fungsi invers dari f, (f-1 o f) (x) = (f o f-1) (x) = I (x)
c. Grafik fungsi f (x) dan grafik fungsi f-1 (x) simetris terhadap garis y = x
d. Jika f(x) dan g(x) fungsi bijektif serta f -1 (x) dan g-1(x) berturut – turut merupakan fungsi
inversnya, berlaku sifat.
1. (f o g)-1 (x) = (g-1 o f-1) (x)
2. (g o f)-1 (x) = (f-1 o g-1) (x)

Matriks

A. Operasi hitung pada matriks


.........................

B. Transpos matriks
.........................

C. Determain dan invers matriks


1. Determinan matriks
Jika A = ⌈ ⌉ determain matrik A

|A| = ⌈ ⌉ = ad – bc

2. Invers matriks
Jika A = ⌈ ⌉, invers matrik A

A-1 = 1/|A| ⌈ ⌉
Apabila |A| = 0, mariks A tidak mempunyai invers dan disebut matriks singular apabila
|A| ≠ 0, mariks A mempunyai invers dan disebut mariks nonsingular

3. Sifat – sifat invers matriks


a. AA-1 = A-1A = I = ⌈ ⌉
-1 -1 -1
b. (AB) = B A
35
LATIHAN SOAL A. 8, 4
B. 7, 4
1. Diketahui matriks ⌈ ⌉ dan N = C. 7, 7
D. 7, 6
⌈ ⌉ jika p = det (M + N) dan q = E. 7, 0
det(M) + det(N), maka ...
A. p > q Seluruh penduduk Desa GGS bermata
B. p < q pencaharian sebagai petani. Diagram
C. p = q lingkaran berikut ini menggambarkan
D. p – q = 5 hasil pertanian penduduk Desa GGS
E. hubungan p dan q tak dapat selama kurun waku 2015. Hasil panen
ditentukan Padi pada tahun itu adalah 22,5 ton.

2. Hanung mendapat nilai 81 untuk IPA.


Nilai 89 untuk IPS. Nilai 78 untuk Bahasa hasil pertanian
Indonesia. Dan nilai 86 untuk
Matematika. Bila Hanung ingin sawi
mendapatkan rata – rata nilainya sebesar
84. Maka berapakah nilai yang harus padi 18%
diperoleh untuk pelajaran Bahasa Inggris
? wortel
A. 88 24,20%
B. 85 jagung 45%
C. 86
D. 84
E. 90 6. Berapa ton hasil total pertanian di Desa
GGS ?
3. Jika rata – rata 30 bilangan bulat A. 405
nonnegatif berbeda adalah 16, maka B. 202,5
bilangan terbesar yang mungkin adalah C. 125
A. 74 D. 82,75
B. 70 E. 112,5
C. 68
D. 62 7. Selama tahun 2015 hasil pertanian
E. 58 jagung sawi, padi, dan wortel jika di rata –
rata adalah... ton
4. Diketahui matriks P = ⌈ ⌉ dan Q = A. 31,25
B. 32,15
⌈ ⌉ jika p = det(P + Q) dan q = det (P C. 32,25
– Q) adalah bilangan positif, maka... D. 32,50
A. p > q E. 32,75
B. p < q
C. p = q 8. Berapa ton hasil panen sawi penduduk
D. p – 4 desa GGS berdasarkan diagram di atas ?
E. hubungan p dan q tidak dapat A. 14
ditentukan B. 16
C. 18
5. Nilai rata – rata ulangan kimia di kelas XII D. 20
IPA 2 SMA Pembangunan Jaya yang E. 22
beranggotakan 19 murid adalah 7.
Kemudian sekar langit, seorang murid 9. Jika f(x) = ax + b, maka f(x) – f(x+1) =...
baru, mengikuti ulangan susulan dan A. -2a
menyebabkan nilai rata – rata di kelas B. 0
tersebut meningkat menjadi 7,02. C. a
Berapakah nilai ulangan murid tersebut ? D. 1
E. –a
36
10. Rataan hitung dari sekumpulan bilangan
a,b,c,d,e adalah 9,4. Jika rata – rata
hitungan a,b,c, adalah 8,2 dan d = 3e,
maka berapa rataan hitungan bilangan
a,b,c, dan e ?
A. 5,6
B. 6,3
C. 7
D. 7,35
E. 7,55
34

BAGIAN
BAHASA INGGRIS

[Type text]
TENSES
Yang dimaksud tenses adalah bentuk-bentuk waktu. Secara umum dapat dijelaskan, bahwa
tenses merupakan sebuah gambaran kapan suatu kejadian, tindakan ataupun perbuatan terjadi
sesuai dengan keadaan dan juga sifatnya.

MACAM-MACAM TENSES
Simple
PAST

Continuous
TENSES PRESENT
Perfect

Perfect Continuous
FUTURE
FORMULA
Perfect
Event Simple Continuous Perfect
Continuous
Past V2 Was/were + Ving Had + V3 Had + been + Ving
Has/have + been +
Present V1 + (s/es) Is/am/are + Ving Has/Have + V3
Ving
Shall/will + have + Shall/will + have +
Future Shall/will + V1 Shall/will + be + Ving
V3 been + Ving

PENGGUNAAN
Perfect
Simple Continuous Perfect
Continuous
a) It snowed He was sleeping I had already I had been
yesterday when i arrived eaten when studying for two
Past
b) I watched tv they arrived hours before my
yesterday friend came
a) It snows in He is sleeping right I have already I have been
Present Alaska now eaten studying for two
b) I watch tv hours
a) It will snow He will be sleeping I will already I will have been
tomorrow when we arrive have eaten studying for two
Future
b) I will watch tv when they hours by the time
tonight arrive you arrive

KETERANGAN
 Inti dari Past Tense adalah untuk menyatakan peristiwa yang telah “lampau”. Lampau di
sini tak harus sudah lama banget, intinya event tersebut sudah berlalu, sudah lewat.
 Present Tense atau Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa atau
kejadian, kegiatan, aktivitas dan sebagainya yang terjadi saat ini. Present Tense juga
digunakan untuk menyatakan suatu fakta, atau sesuatu yang tejadi
berulang-ulang dimasa KINI. Ingat, Present artinya adalah kini, sekarang.
 Future Tense atau Simple Future digunakan untuk menyatakan peristiwa yang akan terjadi.
Future tense adalah tentang “nanti”. Sesuatu arti katanya future yaitu “masa
depan”. Karena itu dalam Future Tense penggunaan kata Will, Shall yang artinya akan.
LATIHAN SOAL

1. The team _____ along the river when they accidently found a big cave.
A. were walking B. walked C. are walking D. walk E. will walk

2. Dewi : What was your sister doing when you arrived home last night?
Tono : She ________ in the kitchen.
A. cooks B. has cooked C . was cooking D. is cooking E. has been
cooking

3. “What a beautiful voice. She is a talented singers.”


“She ________ since she was a child.”
A. sang B. had been singing C. has been singing D. sings E. is singing

4. Bastian : When will your sister finish her study?


Bintang : I hope she ________ by July next year.
A. will have graduated
B. has garduated
C. will graduate
D. is going to graduate
E. intends to graduate

5. 'I have been waiting to go around the world?'


The above sentence means the speaker _________.
A. has never done it
B. has seen a lot of the world
C. is travelling around the world
D. doesn't have to go around the world
E. has often been back from around the world

6. X : Can I have your report on the last week's study tour to Lampung?
Y: I'm still working on it. But I _______ it by the time you're backfrom the meeting.

A. am going to B. will have finished C. am finishing D. have finished E. will finish

7. Pipin leaves Surabaya for Jakarta by GIA 707 at 9 a.m. he ____there.


A. arrive B. will have arrived C. Arrived D. was arriving E. will arrive

8. 'As a student, I always had instant noodles for breakfast.'


This means that I ________ for breakfast.
A. am having instant noodles
B. like to have instant noodles
C. am used to having instant noodles
D. have instant noodles
E. used to have instant noodles

9. 'I have written three letters' means:


A. I am still writing now
B. I have to write now
C. I haven't finished writing yet
D. I am not writing anymore
E. I hope to finish writing

10. 'Do you think the bus driver is speeding?'


'Yes, I'm afraid he ______ the lives of the passenggers.'
A. endanger
B. will endanger
C. would have endangered
D. endangers
E. would endanger

11. 'Have the boys had their breakfast?'


'Not yet, they ________.'
A. have taken a bath
B. are still taking a bath
C. will take a bath
D. were taking a bath
E. would still take a bath

12. 'Which paintings will be exhibited tomorrow?'


'We do not know yet, a team _________.'
A. is still selecting them
B. will still be selecting
C. has been selecting
D. stillselects
E. were still selecting

13. 'The anthropologist has been studying that tribe for the last five years.'
means 'he ________ tribe.'
A. has finished studying
B. studied
C. was studying
D. had studied
E. is still studying
PASSIVE VOICE
Passive voice berarti “kalimat pasif.”
1. Struktur Kalimat Pasif
Nazar gave Musdalifah a flower last Valentine

Subjek Objek Objek


Tak Lgsg Langsung

1. Mengganti posisi antara subjek dan objek tak langsung.


Musdalifah was given a flower by Nazar last Valentine
2. Merubah objek tak langsung menjadi subjek
Musdalifah was given a flower last Valentine
3. Merubah objek langsung menjadi subjek
A flower was given to Musdalifah last Valentine

TIP
1. Kata “by” tidak selalu dipakai dalam kalimat pasif
2. Kata kerja intransitif tidak dipakai dalam pasif. Contoh: They
swim everday
2. Bentuk Kalimat Pasif
Kalimat pasif dibentuk dengan menggunakan past participle (verb 3), memperhatikan struktur
di atas, dengan menggunakan to be sebagai berikut:
 Simple present : is, am, are
 Simple past : was, were
 Continuous : being SUPER TIP:
 Perfect : been Rumus ringkas !!
 Pfct Continuouus : being
 Modal : be

3. Contoh Penggunaan
 Simple Present Tense
 Active : The man helps Joni
 Passive : Joni is helped by the man
 Simple Past Tense
 Active : The man helped Joni yesterday
 Passive : Joni was helped by the man yesterday
 Present Continuous Tense
 Active : Ochid is offering them some chocolate
 Passive : They are being offered some chocolate by Ochid
 Modal
 Active : Ronaldo can bring you a jersey
 Passive : You can be brought a jersey by Ronaldo
LATIHAN SOAL
1. This new TV program, „‟Uttaran” is very popular because ........ by many viewers all over the
world.
A. it is not watched D. it be watched
B. it is watching E. it has watched
C. it is watched

2. Phinta : ........ about the earthquake in Padang, West Sumatera?


Ika : Not yet.
A. have you informed D. have you been informed
B. has you informed E. have you being informed
C. have you be informed

3. Because ........ by the noise in the classroom, Regina moved to the library.
A. she annoyed D. she was annoyed
B. she is annoying E. she be annoyed
C. she was annoying

4. We showed him the easiest way to solve his problem.


The passive sentence : ....... the easiest way to to solve his problem.
A. we are showed by him D. he was showed us
B. we were showed by him E. he was showing us
C. he showed us

5. Niken : The thief broke into our neighbour's house last night
Eka : My Goodness, ........
A. is anything taking? D. will anything be taken?
B. was anything taking? E. was anything taken?
C. has anything been taking?
A. am inviting B. has been invited

6. The music video on GAC‟s single, “Cinta,” .... by Gamaliel.


A. is directed D. have been directed
B. was directed E. had been directed
C. is being directed

7. In Barcelona, privacy tools .... by Tim Cook as Apple CEO, about its flagship, iPhone SE.
A. emphasises
B. was emphasised
C. had been emphasised
D. has been emphasised
E. were emphasised
SENTENCE STRUCTURE
By Elaine Walker, Steve Elsworth, Peterson
INTRODUCTION
Simple Sentences
 Subject + verb:
The rice is burning

 Subject + verb + complement:


She is a lawyer
She is intelligent

 Subject + verb + direct object:


I have heard this book

 Subject + verb + indirect object + direct object


My boyfriend wrote me a lovely letter
Complex Sentences
Complex sentences have a main clause and one or more subordinate clauses or phrases. We
can link the clausess as follows:
 With relative/adjective clauses:
Many people who are out of work become depressed

 With noun clauses:


I’ve always known that he hated me

 With adverbial clauses:


Did you see him when he came in?

 With infinitive or participial consructions:


To do the job properly, you’ll need to get some tools
She ran out of the house calling for help.
CLAUSES
Independent Clauses
1. Every sentences must have at least one independent clauses. An independent clause
consists of at least one subject and one finite verb and is a complete thought:
S v
The president spoke
S v
Betty made some iced tea

S v
He is a doctor

2. Two independent clauses can be joined by and,but, or, nor, or for.


S v s v
He went to the bank, but it was closed
Dependent Clauses
1. A sentence may have one or more dependent clauses, each one of which must have its
own subject and finite verb. A dependent clause must be attached to an idependent clause.
It is incomplete by itself. There are three kinds of dependent clauses: noun, relative
(adjective), and adverb.
NOUN CLAUSE

A noun clause is sometimes called a that-clause. However, noun clause do not always use
that.
 Noun clause as object.
Many verbs can be followed by noun-clause:
I can guarantee (that) it will be there on time.
Do you think (that) she’ll come?
 Noun clause as subject:
That you don’t love him is obvious

However, we more often use the construction:


It + be/seem + adjective + noun clause
It is obvious (that) you don’t love him

Or we use: The fact that....:


The fact that you don’t love him is obvious

 Noun clause with question words.


Noun clause that start with a question word do not start with that.
As object: I will never understand why he did that
Or,Why he did that I will never understand
I looked at what they’d done.
As subject: What happened between us must remain a secret.

 Noun clause with if/whether (or not)


As object:
I don‟t know if/whether he’s coming tonight
As subject:
Whether or not he’s coming tonight is still uncertain
It is still uncertain if/whether/whether or not he’s coming tonight.

Practice
Underline the noun clauses in the following dialogue.
Angie and Helen are talking at work. Angie is Helen‟s boss.
A : Helen, I‟m delighted to hear you‟ve decided to accept the post of junior manager.
H : Yes. I just hope that it turns out all tonight.
A : Oh, I‟m sure it will. Is there anything in paricular that yyou‟re aorried about?
H : Well, yes. I‟m not sure how the staff will respond to me as a manager. After all, i
am quite a bit younger than most of them.
A : Oh, i wouldn‟t worry too much about that. I expect that some of them will be a bit
hostile to you at first but they‟ll soon get used to the fact that you‟re the boss. It‟s
immportant that you appear confident in your position, even if you don‟t feel very
confident. The reason that you got this position at your age is that you‟re good and
you must remember that.
H : Well, i hope that i will live up to your expectations of me. I will certainly try.

RELATIVE/ADJECTIVE CLAUSE
A relative clause functions as an adjective. Each relative clause, which has its own subject and
verb, is introduced by one of following words: who, whom, which, that, and whose.
Look at this sentence:
The family who live next door moved here from Ireland.
Main clause : The family .... moved here from Ireland
Relative clause : who live next door
The main clause does not make proper sense without the relative clause. The relative
clause tells us which family we are talking about. It is defining relative clause. Examples:
 Are you the person who telephoned here an hour ago?
 Can you pick up the knife that/which has just fallen off the table?
 That‟s the woman who/that I met at Torry‟s house. Or simply as, That’s the woman I met at
Torry’s house
 This is the beach (that/which) I was telling you about.
Note: whom/who ?
 Sigit Priadi, on whom we have all depended so much, has just announced her retirement.
(a)
 Sigit Priadi, whom we have all depended on so much, has just announced her retirement.
(b)
 The new pedestrian crossing, which there has been much discussion about, are going to
be in use from the beginning of next month. (c)
 The new pedestrian crossing, about which there has been much discussion about, are
going to be in use from the beginning of next month. (d)
 Preposition: In a) the preposition comes at the end of relative; in b) the preposition
comes before the end of relative
 Who or whom? When the preposition comes before the relative pronoun, it is only
possible to use whom for people. When comes at the end, it is possible to use who
or whom.

Practice
Underline the ten defining relative clauses in the dialogue.
Hanung and Anta, private detective, are discussing a murder.
A : So was the one who killed Mr Rudi?
H : Can‟t you guess?
A : Well. I think it was probably the woman who was staying in the room next door to him.
H : No, Anta, of course it wasn‟t. She only wanted the money he owed her. She won‟t get that
now that he‟s dead.
A : Oh yes, I hadn‟t thought about that. So was it Mr. Grant, the man who always shared their
table in the evening?
H : No, Anta. It‟s true that he loved Mrs. Rudi but he knew that she didn‟t love him. And he
probably believed that she could never fall in love with a man who had murdered her
husband.
A : I suppose that‟s true. So who was it then? The son? Do you think that he wanted to have the
money that would be due to him from his father‟s life insurance policy.
H : Well no, because he knew that the insurance policy would be invalid if his father died
suspiciously. And apart from that, I think that in a way he loved his father. The one he hates
is Mr. Patrik, the man his mother is in love with.
A : So who did kill Mr Rudi?
H : Well, i feel quite sure now that it was Mrs. Rudi?
A : Mrs. Rudi!
H : Yes, she had never loved the man she had married. What she loved was all the money he
had. Then, Mr Patrik came along. He had money too and she loved him. But she had to get
Mr. Rudi out of the way.

ADVERBIAL CLAUSE
Adverbial clauses, like adverbs, tells us something further about the verb and answer the
questions When?, Where?, How?, Why?, etc.
Here some of the most common conjuctions used to introduce adverbial clauses:
Time when, after, before, as, as soon as, by the time (that), once,
since, until/till, whenever, while
Place where, whenever, anywhere, everywhere
Manner as, as if, as though
Comparison than, as ... as
Reason because, as, since
Purpose so that, in order that, in case
Result so ... that, such a .... that
Condition if, unless, provided/providing (that), so/as long as
Contrast although/though/even though, while, whereas, however, ( +
much/good/badly), whatever, whenever, wherever

Note: we generally use the present simple to refer to the future in adverbial clauses of time
and condition:
When/If I come to London, I’ll come and see you.
and we use the present perfect in the place of the future perfect:
When I’ve finished my dinner, I’ll come and help you

Introductory adverb clauses are followed by a comma.


S v
When she left, i told her.

S v
When it began to rain, we left.

S v
Although he tried hard, he did not win the race.

Reducing Adverbial Clause


It must have the same subject as the verb in the main clause:
1. She held his hand and led him through the crowd
 Holding his hand, she led him through the crowd
 She led him through the crowd holding his hand.
2. After spoke to you, i felt much better.
 After speaking/ having spoken to you, i felt much better
 I felt much better after speaking/having spoken to you
3. When i first met him, i didn‟t like him
 I didn‟t like him on first meeting him
4. As i was happy with my results, i decided to go out and celebrate
 Being happy with my results, i decided to go out and celebrate
In Passive forms:
Being + past participle following after, before, when, since, while, on, by:
1. After it was cleaned the bike looked as good as new
 After being cleaned, the bike looked as good as new
2. Since the government was elected, it has had one crisis after another
 Since being elected, the government has had one crisis after another
3. When he was being questioned, he suddenly burst into tears.
 When being questioned, he suddenly burst into tears.

Error Examples
Wrong : Give my regards to everyone asks about me.
Right : Give my regards to everyone who about me ; or
Give my regards to everyone asking about me.
Wrong : Thinking for many centuries that the world was flat
Right : It was thought for many centuries that the world was flat; or
Being thought for many centuries that the world was flat.

Wrong: President Kennedy commited the U.S. to being first to land men on the moon, he died
before he saw his dream realized.
Right : President Kennedy commited the U.S. to being first to land men on the moon, but he died
before he saw his dream realized.

Wrong: That Mt. Everest is the highest peak in the world.


Right : I know that Mt. Everest is the highest peak in the world; or
Mt. Everest is the highest peak in the world.

Wrong: Because i did not have enough money to go on vacation this year.
Right : Because i did not have enough money to go on vacation this year, i stayed home; or
I did not have enough money to go on vacation this year.

Wrong: We were surprised when saw her


Right : We were surprised when we saw her.

Wrong: Where they would be staying in Greece.


Right : She told me where they would be staying in Greece.
LATIHAN SOAL
1. _________ is in indispensable to the economy of that region.
a. That copper mining
b. It is copper mining
c. Although copper mining
d. Copper mining
2. She read _________
a. Several chapters in the library last night
b. Last night several chapters in the library
c. Last night in the library several chapters last night
d. In the library several chapters last night
3. Doris went to the nicest store in the city _________ presents for her children.
a. For to get
b. For getting
c. To get
d. To getting
4. The man on the horse _________ a famous movie star.
a. He is
b. Is he
c. Who is
d. Is
5. Please do not ever mention _________
a. That subject again to us
b. That subject to us again
c. To us that subject again
d. Again to us that subject
6. She cannot remember where _________ her black jacket.
a. Did she leave
b. She did leave
c. She left
d. Left she
e. Whatever
7. Dozens of people _________ around a Teman Ahok (Friends of Ahok) booth in Gandaria
City Mall in South Jakarta were filling the form.
a. Which are gathered
b. Whom gathered
c. Who gathered
d. Who are gathered
8. Could someone please advise _________ airport we should select on booking our flight
into Labuan Bajo, Flores.
a. Which
b. On which
c. Which one
d. Where is
9. On May 31, 2015, Semarang City Government held an annual event _________ “Warak
Ornamental Boat.”
a. Which theme
b. Whose theme
c. That theme is
d. Theme is
CONDITIONAL SENTENCE

Disebut juga kalimat pengandaian. Berdasarkan “Oxford English Grammar”, pengandaian terbagi
menjadi tipe 0, 1, 2, dan 3.
1. Tipe 0 : Digunakan untuk menyatakan rangkaian kejadian yang akan terjadi akibat kejadian
yang lain, dan juga dapat digunakan untuk menyatakan kemungkinan di waktu mendatang.
If ........... + present ...... + present. Contoh:
o If the doorbell rings, the dogs barks
o The batteries take over if we lose power.
o If we win the league, we get promoted.

2. Tipe 1 : Menyatakan kemungkinan terbuka.


If ............ + present...... + will.
o If it rains, we‟ll get wet
o If we dont hurry, we won‟t be in time
Selain present simple, kita juga dapat menggunakan present continuous,
ataupun perfect.
o If they‟re having a party, it‟ll be noisy
o If i‟ve finished my work by ten, i‟ll probably watch a film on TV

3. Tipe 2: Tipe ini digunakan untuk menyatakan kondisi yang berkebalikan dengan kenyataan
saat ini.
If ......... + past...... + would.
o If i had money, i would buy a yacht. (nyatanya saya tidak punya uang)
o I‟d tell you the answer, if i knew it. (nyatanya saya tidak tahu itu)
Selain past simple, kita juga dapat menggunakan past continuous, ataupun could.
o If the sun was shining, it‟d be perfect
o If i could have my child looked after, i would go out to work

4. Tipe 3: Tipe ini digunakan untuk menyatakan kondisi yang berkebalikan dengan kenyataan
masa lalu.
If ......... + past perfect...... + would perfect
o If you had come on your bike, you would have been in time (nyatanya saat itu kamu
tidak datang)
o My brother would have been promoted if he‟d stayed in his job (nyatanya saat itu dia
tidak menetap)
Selain itu, kita juga dapat menggunakan could + perfect di if-clause
o If i could have warned you in time, i would have done
LATIHAN SOAL
1. If Mr Azis ........ time, he would have attended the seminar in Malaysia.
A. had had D. has had
B. had E. would have
C. has

2. Had she known her mother died last week, She ........
A. will cry D. will be crying
B. would cry E. would be crying
C. would have cried

3. If Satria had come earlier, he would have got the job. The sentence means ........
A. Satria had come earlier D. Satria didn't get the job
B. Satria came earlier E. Satria got the job
C. Satria doesn't get the job

4. We will die if we ........ enough food and water.


A. didn't get D. get
B. got E. have got
C. don't get

5. If he ........ more confident during the interview, he might have got the job he wanted.
A. were D. had been
B. would be E. was being
C. could have been

6. If Mrs Yayuk ....... , I ....... to her.


A. comes - would talk D. had come -will talk
B. comes - will talk E. came - will talk
C. had come - will talk

7. Had Dimas studied hard, he would have got a good score. The sentence means
........
A. Dimas studied hard D. Dimas will get a good score
B. Dimas will study hard E. Dimas didn't get a good score
C. Dimas got a good score

8. The man hit by a car yesterday would have died if the doctors had not immediately operated
him. From the above sentence we may conclude ........
A. the man will be immediately operated on
B. the man is still alive
C. it's too late to save the man
D. the man died after the operation
E. the doctor did not operate him
PARALLEL STRUCTURE– CONCORDANCE

JENIS PAIRED CONJUNCTION

Paired conjuction menghubungkan pemakaian jenis dan bentuk kata yang setara, misalnya
gerund dengan gerund, klausa dengan klausa, noun dengan noun, adjective dengan adjective,
dsb. Adapun jenis paired conjunction adalah sebagai berikut, beserta contohnya:
A. And
 Methods of flood control focus on preventing rivers from rising (v-ing) and keeping (v-
ing) them within their banks.
 On Samsung Galaxy S7, we saw the removal of the microSD card (noun), lack of the
water resistance (noun), and an integrated small battery (noun) that had people
charging their phones up at least once just to get through the day.
B. As well as
 Vitamin C is necessary for prevention as well as for cure of scurvy
 Fainting can result from a lack of oxigen as well as a loss of blood
C. Not only...., but also ....
 Land reclamation should not only profit large companies, but also poor residents,
Jhonny told The Jakarta Post.
 An American band, Paramore, is influenced by not only punk bands but also pop
singers: Joy Williams, Gwen Stefani, and Beyonce.
D. Either ... or ...., neither .... nor ...
 A bankruptcy may be either voluntary or involuntary
 Truman Copate‟s in Cold Blood is neither journalistically accurate nor completely
fictitious.
E. Both .... and ....
 Both Tri Rismaharini and Ridwan Kamil dismissed their participation on The Jakarta
Governoor Election.
 The US Congress consists of both the senate and the house of Representative.
USING PAIRED CONJUNCTION
A Both mother and my sister are here Dua subjek yang
dihubungkan both ... and
... menggunakan plural
verb
B Not only my mother but also my sister is here Ketika dua subjek
C Not only my sister but also my parents are here dihubungkan not only ...
D Neither my mother nor my sister is here but also ..., either ...or....,
E Neither my sister nor my parents are here atau neither ... nor
...,subjek yang lebih
dekat dengan verb
menentukan apakah
menggunakan plural verb
ataukan singular verb
F The research project will take both time and In (f): both + noun + and +
money noun
G Yesterday it not only rained but (also) snowed In (g): not only + verb +
but also + verb
H I‟ll take both chermistry and physics next quarter In (h): both + noun + or +
noun
i That book is neither interesting nor accurate In (i): neither + adjective +
nor + adjective

CONCORDANCE

Concordance atau berarti kesesuaian diartikan sebagai:


1. kesesuaian pasangan bentuk baku kata tertentu dengan pasangannya (seperti
dijelaskan sebelumnya, dalam penggunaan “both” dengan “and,” “either” dengan “or”),
maupun
2. kesesuaian bentuk subjek dengan predikatnya.

Kesesuaiaan Bentuk Subjek dengan Bentuk Predikatnya


Kalimat terdiri dari subjek dan predikat. Aturan dalam peragkaian kalimat adalah sebagai berikut:
A. Bila kata-kata di bawah ini digunakan sebagai subjek, maka kata-kata berikut dianggap
singular. Kata-kata tersebut antara lain:
everyone someone anyone
everybody somebody anybody
either neither nothing
everything something anything
none each
 Everyone is here
 Nothing was left when i came

B. Bila kata each dan every mengawali suatu singular subject, kemudian dirangkai dengan kata
and, predikatnya harus tetap singular. Contoh:
 Every girl and boy is going to the beach
 Each student and teacher has a locker

C. Subjek kata it adalah bentuk singular dan selalu diikuti predikat dalam bentuk singular. Contoh:
 It is the cock which always awakens me
 It was his grades that worried him

D. Preposisi yang hadir diantara subjek dan predikat tidak mengubah ketentuan subjek plural,
maka predikatnya juga plural. Bila subjek sebelum preposisi jamak, maka predikatnya juga
jamak. Contoh:
 The girl with her twenty school friends is camping by the river
 The students along with their teacher are having a field trip to Bali
Preposisi yang dimaksud:
Together Accompanied by As well as
With In addition to Along with
E. Kata-kata there, here, where tidak dianggap sebagai subjek. Saat suatu kalimat dimulai
dengan salah satu kata ini, yang menjadi subjek adalah kata yang hadir setelah fungsi
predikat.
Contoh:
 There are many students in the classroom
 There is only one student in the classroom

F. Ungkapan yang menyatakan jumlah uang, waktu, berat, jarak, dan volume
meskipun bentuknya plural, harus diikuti predikat dalam bentuk singular.
Contoh:
 Twelve moths has 365 days
 Nine hundred billion dollars is needed to recover the damage city due to the flood.

G. Beberapa kata selalu berbentuk plural, akan tetapi memiliki makna singular. Kata-kata ini
mengharuskan penggunaan predikat berbentuk singular.
 Nama mata pelajaran: economics, mathematics, physics, statistics, dll.
 Nama penyakit: herpes, rabies, mumps, dll.
 Kata-kata abstrak: news, ethics, politics, dll.

H. Judul buku, majalah, koran, film berbentuk singular.


 The Bandung Times is a media organization focused on creating, collecting, and
distributing news and information.
 Star Wars is American epic space opera franchise, centered on a film series created by
George Lucas.

I. Subjek dalam bentuk verb-ing harus diikuti verb singular


 Swimming is a healthy activity that you can continue for a lifetime.
 Gambling is the wagering of money or something of value on an event with an uncertain
outcome with the primary intent of winning additional money
GERUNDS AND INFINITIVES
Gerunds and infinitives are verb forms that can take the place of a noun in a sentence. The
following guidelines and lists will help you figure out whether a gerund or infinitive is needed.

Following a verb (gerund or infinitive)


Both gerunds and infinitives can replace a noun as the object of a verb. Whether you
use a gerund or an infinitive depends on the main verb in the sentence. Consult the lists below to
find out which form to use following which verbs.
I expect to have the report done by Friday. [INFINITIVE]
I anticipate having the report done by Friday. [GERUND]

Some common verbs followed by a gerund (note that phrasal verbs, marked here with *,
always fall into this category):
acknowledge She acknowledged receiving assistance.
* accuse of He was accused of smuggling contraband goods.
admit They admitted falsifying the data.
advise The author advises undertaking further study.
anticipate He anticipates having trouble with his supervisor.
appreciate I appreciated having a chance to read your draft.
avoid He avoided answering my question.
complete I finally completed writing my thesis.
consider They will consider granting you money.
defer She deferred writing her report.
delay We delayed reporting the results until we were sure.
deny They denied copying the information.
discuss They discussed running the experiments again.
entail This review procedure entails repeating the test.
* look after He will look after mailing the tickets.
* insist on He insisted on proofreading the article again.
involve This procedure involves testing each sample twice.
justify My results justify taking drastic action.
mention The author mentions seeing this event.
* plan on They had planned on attending the conference.
postpone The committee has postponed writing the report.
recall I cannot recall getting those results before.
resent He resented spending so much time on the project.
recommend She recommends reading Marx.
resist The writer resists giving any easy answers.
risk She risks losing her viewing time.
sanction They will not sanction copying without permission.
suggest I suggest repeating the experiment.
* take care of He will take care of sending it to you.
tolerate She can't tolerate waiting for results.
Some common verbs followed by an infinitive:

afford We cannot afford to hesitate.


agree The professors agreed to disagree.
appear The results appear to support your theory.
arrange They had arranged to meet at noon.
beg I beg to differ with you.
care Would you care to respond?
claim She claims to have new data.
consent Will you consent to run for office?
decide When did he decide to withdraw?
demand I demand to see the results of the survey.
deserve She deserves to have a fair hearing.
expect The committee expects to decide by tomorrow.
fail The trial failed to confirm his hypothesis.
hesitate I hesitate to try the experiment again.
hope What do you hope to accomplish?
learn We have learned to proceed with caution.
manage How did she manage to find the solution?
neglect The author neglected to provide an index.
need Do we need to find new subjects?
offer We could offer to change the time of the meeting.
plan They had planned to attend the conference.
prepare He was not prepared to give a lecture.
pretend I do not pretend to know the answer.
promise They promise to demonstrate the new equipment.
refuse She refused to cooperate any longer.
seem Something seems to be wrong with your design.
struggle We struggled to understand her point of view.
swear He swears to tell the truth.
threaten The team threatened to stop their research.
volunteer Will you volunteer to lead the group?
wait We could not wait to hear the outcome.
want She did not want to go first.
wish Do you wish to participate?
Following a preposition (gerund only)
.................................
Following an indirect object (infinitive only)
.................................

Some common verbs followed by an indirect object plus an infinitive:


................................