Anda di halaman 1dari 15

DASAR-DASAR PSIKOLOGI

Tugas ini dianjukkan untuk memenuhi tugas Psikologi Pendidikan

Dosen Pembimbing:

Dra. Zikri Neni Iska M.Psi.

Disusun oleh:
Nurhadi Setiawan 11180110000081
Ghina Listya 11180110000091
Farhah Maulida 11180110000103

Program Studi Pendidikan Agama Islam


Kelas 3 C
Semester Ganjil
Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta
2019 M / 1441 H

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga
tugas makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu, meskipun dengan berbagai macam
halangan. Shalwat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang
telah membawa kita dari zaman kegelapan hingga kezaman terang benderang.
Makalah ini disusun sebagai bahan diskusi yang akan kami presentasikan dan
merupakan implementasi dari program belajar aktif oleh dosen Dra. Zikri Neni Iska
M.Psi. pengajar mata kuliah Psikologi Pendidikan
Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat menambah wawasan keilmuan
kita dalam mempelajari Bahasa Indonesia dan memberikan manfaat bagi
pembacanya. Dalam penyusunan makalah ini, penyusun menyadari masih banyak
kesalahan dan kekhilafahan di dalamnya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
bersifat membangun senantiasa kami harapkan demi menyempurnakan makalah
berikutnya.

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................... 2


DAFTAR ISI..................................................................................................... 3
PENDAHULUAN ............................................................................................ 4
DASAR-DASAR PSIKOLOGI........................................................................ 5
A. Pengertian Psikologi.............................................................................. 5
B. Sejarah Psikologi................................................................................... 7
C. Perspektif Psikologi............................................................................... 8
D. Ruang Lingkup...................................................................................... 9
E. Aliran dalam Psikologi.......................................................................... 11
PENUTUP ………............................................................................................ 13
A. Simpulan ............................................................................................... 13
B. Saran ..................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 15

3
PENDAHULUAN

4
DASAR-DASAR PSIKOLOGI

A. Pengertian Psikologi
Sebutan psikologi berasal dari kata yunani ‘psyche’ yang artinya jiwa dan
‘logos’ yang berarti ilmu, sehingga secara harfiah psikologi umumnya dimengerti
sebagai ‘ilmu jiwa’ atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa, maka dituntut
mempunyai ciri tertentu sebagai suatu ilmu pngetahuan.1 Karena jiwa merupakan
pengertian yang abstrak, tidak bisa dilihat dan belum bisa diungkapkan secara
lengkap dan jelas, maka orang lebih cenderung mempelajari “jiwa yang memateri”
atau gejala “jiwa yang meraga/menjasmani” yaitu bentuk tingkah laku manusia
(segala aktivitas, perbuatan, penampilan diri) sepanjang hidupnya.2 Yang di maksud
aktivitas dalam hal ini tidak selama seperti berbicara, menulis, berjalan, menyanyi,
bergrak dan lain-lain tetapi juga mencakup seperti melihat, mendengar, mengingat,
berpikir, menghayal, tersenyum, dll. Karna pada hakikatnya segala sesuatu yang
dilakukan oleh manusia meskipun terlihatnya diam sebenernya manusia itu setiap saat
melakukan kegiatan aktivitas, berkahirnya suatu aktivitas manusia yaitu ketika
manusia itu kehilangan nyawanya/mati.
Dalam pengertian lain Wundt menyatakan psikologi adalah ilmu tentang
kesadaran manusia (devidoff, 1981). Dapat diketahui bahwa keadaan jiwa hanya
direfleksikan dalam suatu keadaan manusi. Jadi, unsur kesadaranlah yang dipelajari
dalam psikologi itu. Woodworth dam Marqius (1957) mengemukakan pemikirannya
yang lebih luas lagi bahwa psikologi itu adalah ilmu yang mempelajari aktivitas
individu.3 Ahli lain, Branca (1964) menyatakan bahwa psikologi itu adalah ilmu
tentang perilaku. Morgan dkk (1984) mengemukakan hal yang serupa namun lebih
khusus dengan menyebut objek perilakunya yaitu psikologi adalah ilmu yang
mempelajari perilaku manusia dan hewan (psychology is the science of human and

1
2
Dwi Prasetia Danarjati, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta:Graha Ilmu, 2014, hlm. 1
3

5
animal behavior).4 Menurut Muhibbin Syah, Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu
maupun kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka
adalah itngkah laku yang bersifat psikomotorik yang meliputi perbuatan berbicara,
duduk, berjalan, dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi
berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.5
Dari pengertian yang ada dapat dipahami bahwa psikologi memiliki unsur-unsur
yaitu6
1. Tingkah laku atau perbuatan
Tingkah laku mempunyai arti yang lebih penting kongkret daripada jiwa. Karena
itu, maka tingkah laku lebih mudah dipelajari daripada jiwa, dan melalui tingkah
laku; kita dapat mengenal seseorang. Termasuk dalam tingkah laku disini adalah
perbuatan-perbuatan yang terbuka maupun tertutup. Tingkah laku tertutup yaitu
tingkah laku yang hanya dapat diketahui secara tidak langsung oleh alat-alat atau
metode khusus, misalnya berfikir, sedih, khayal, bermimpi, takut, dan sebagainya.
Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang dapat diketahui secara langsung
dari orang yang bersangkutan, seperti berbicara, bercakap-cakap, dan sebagainya.
2. Manusia
Makin lama objek material psikologi makin mengarah pada manusia, karena
manusialah yang paling berkepentingan dengan ilmu ini. Manusia membutuhkan
ilmu ini dalam berbagai segi kehidupannya
3. Lingkungan
Lingkungan yaitu tempat manusia hidup, menyesuaikan dirinya (beradaptasi), dan
mengembangkan dirinya. Manusia diciptakan oleh Tuhan tidak bentuk yang
sesuai dengan lingkungannya tapi menusialah yang dituntut berusaha untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan baik itu fisik maupun sosial melalui alat
yang disebut akal.

4
5
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Offset, 2014, hlm. 9
6
Drs. H. Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, Bandung: CV. Pustika Setia, 1999, cet. 2, hlm. 13

6
B. Sejarah Psikologi
Jiwa sejak jaman Yunani telah menjadi topik pembahasan para filosof, namun
psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri baru dimulai pada tahun 1879 ketika
Wilhelm Wundt (1832-1920) mendirikan laboratorium psikologi pertama di kota
Leipzig, Jerman. 7
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari seluk-beluk kejiwaan manusia.
Penyelidikan gejala-gejala kejiwaan itu sendiri mula-mula dilakukan oleh para filsuf
yunani kuno. Pada waktu itu belom ada pembuktian-pembuktiannya nyata atau
empiris, melaikan segala teori dikemukakan berlandaskan argumentasi-argumentasi
logis (akal) belaka.
Telah berkembang filsafat mental dari filsuf besar Socrates (469-399 SM),
plato (427-347 SM), dan Aristoteles (384-322 SM) yang membicarakan persoalan
jiwa raga (body-mind problem). Filsuf yang secara nyata membahas persoalan ini
adalah Rene Descartes (1596-1650) yang memandang manusia memiliki dua unsur
yang tidak dapat dipisahkan yakni jiwa dan raga yang saling memengaruhi satu
dengan yang lainnya (Walgito, 2010).
Sebelum tahun 1879, jiwa dipelajari oleh para ahli filusuf dan para ahli ilmu
Fasal (psikologi), sehingga psikologi dianggap sebagai bagian kedua dari ilmu
tersebut. Para ahli filsafat kuno, seperti Plato, Aristoteles dan Socrates telah
memikirkan hakikat jiwa dan gelaja-gejalanya. Filsafat sebagai induk ilmu
pengetahuan adalah ilmu yang mencari sesuatu dengan menciptakan pertanyaan dan
jawaban secara terus-menerus sehingga mencapai pengertian yang hakiki tentang
sesuatu.8
Psikologi menunjukkan perkembangan yang cukup pesat pada awal abad XIX
yang banyak melakukan eksperimen fisika, fisiologi, dan kimia yang mencakup
reaksi manusia pada kondisi tertentu. Perkembangan psikologi modern erat kaitannya
dengan eksperimen tentang pengalaman indrawi (sesantion). Diantaranya terdapat
Gustav Theodor Fechner (1801-1887), beliau adalah seorang ahli matematika dan

7
Drs. H. Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, Bandung: CV. Pustika Setia, 1999, cet. 2, hlm. 14
8
Drs. H. Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, Bandung: CV. Pustika Setia, 1999, cet. 2, hlm. 14

7
fisika yang berasal dari jerman yang bekerja sama dengan dokter Ernst Heinrich
Weber (1795-1878). Kerja sama ini menghasilkan hokum Weber-Fechner. Tokoh
psikologi eksperimen yang sangat terkenal adalah Wilhelm Wundt (1832-1920), ia
melakukan eksperimen tentang proses kesadaran tentang pengindraan dan perasaan.
Pada tahun 1879, Wundt dan muri-muridnya mendirikan laboratorium psikologi
pertama di Leipzig, Jerman. Peristiwa ini oleh para ahli dianggap sebagai saat
lahirnya psikologi sebagai ilmu mandiri di luar filsafat, biologi, fisika, maupun kimia.

C. Perspektif dalam Psikologi9


Berbagai hal dalam psikologi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang
(perspektif). Menurut Atkinson dkk. (2012) ada lima perspektif dalam penelitian
psikologi modern. Kelima perspektif tersebut adalah:
1. Perspektif Biologis
Dalam otak manusia terdapat lebih dari 10 miliar sel saraf dan jumlah
interkoneksi yang tidak terbatas. Pada dasarnya, setiap pristiwa psikologis
berkenaan dengan aktivitas otak dan sistem saraf. Perspektif biologis di antaranya
menghasilkan perkembangan dalam penelitian belajar dan memori.
2. Perspektif Perilaku
Dengan pendekatan perilaku, kita dapat mempelajari individu dengan melihat
perilakunya dari pada mempelajari otak dan sistem sarafnya. Contohnya:
menangis, tertawa, dan berbicara.
3. Perpektif Kognitif
Penelitian modern tentang kognisi mengurusi proses mental seperti persepsi, daya
ingat, penalaran pemilihan, dan pemecahan masalah. Dalam membuat
interprestasi tersebut ahli psikologi kognitif sering kali menggunakan analogi
antara pikiran dan komputer. Informasi yang masuk diproses dengan berbagai
cara dipilih, dibandingkan dan dikombinasikan dengan informasi lain yang telah
ada dalam memori, ditransformasi dan disusun kembali.
4. Perspektif Psikoanalitik

8
Konsep psikoanalitik tentang perilaku manusia dikembangkan di eropa oleh
Sigmund Freud yang pada waktu itu kira-kira bersamaan dengan perkembangan
behaviorisme di Amerika Serikat. Asumsi dasar teori Freud adalah bahwa
sebagian besar perilaku manusia berasal dari proses tidak sadar (unconscious).
5. Perspektif Fenomenologi
Perspektif ini berhubungan dengan pandangan pribadi dari individu terhadap
suatu peristiwa, dan ingin menjelaskan kehidupan dalam diri dan pengalaman
individual daripada dengan mengembangkan teori atau memperkirakan sesuatu.
Psikologi fenomenologi lebih berkaitan dengan literatur kemanusiaan daripada
dengan ilmu pengetahuan, karena alasan inilah sulit memberikan deskripsi dengan
jelas tentang suatu masalah seperti rasa takut.

D. Ruang Lingkup Psikologi10


Ditinjau dari segi objeknya, psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan
yang besar:
1. Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia
2. Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan yang umumnya lebih tegas
disebut psikologi hewan.
Sedangkan ditinjau dari sifatnya psikologi dibagi menjadi dua yaitu psikologi
umum dann psikologi khusus
1. Psikologi Umum ialah psikologi yang mempelajari kegiatan-kegiatan atau
aktivitas-aktivitas psikis manusia.
2. Psikologi khusus yaitu pembicaraan hal-hal tentang psikologi yang menyimpang
dari psikolgi umum.
Adapun beberapa psikologi khusus yaitu
a. Psikologi Perkembangan
Membicarakan perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai masa tua
b. Psikologi Sosial

10
Drs. H. Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, Bandung: CV. Pustika Setia, 1999, cet. 2, hlm. 15

9
Khususnya membicarakan tingkah laku atau aktivitas manusia dalam
hubungannya dengan situasi sosial
c. Psikologi Pendidikan
Menguraikan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas manusia dalam
hubungannya dengan situasi pendidikan.
d. Psikologi Kepribadian dan Tipologi
Menguraikan tentang struktur pribadi manusia, mengenai tipe-tipe
kepribadian manusia
e. Psipatologi
Menguraikan mengenai keadaan psikis yang tak normal (abnormal)
f. Psikologi Kriminal
Berhubungan dengan soal kejahatan atau kriminalitas
g. Psikologi perusahaan
Berhubungan dengan soal-soal perusahaan.
Namun dari cabang psikologi khusus sampai sekarang msasih mengalami
perkembagan sesuai dengan bidang peranannya psikologi. Pada umumnya,
psikologi khusus merupakan prikologi praktis yang diaplikasikan sesuai dengan
bidangnya.
Ditinjau dari segi objeknya maka psikologi dapat dibagi sebagai berikut:
1. Psikologi Metafisika (meta = dibalik, diluar, fisik = alam nayata)
Yang menjadi objek ialah hal-hal yang mengenai asal usul jiwa, wujud
jiwa akhir jadinya, sesuatu yang tidak berwujud nyata dan tidak pula diselidiki
dengan ilmu alam biasa atau fisik. Oleh karena itu psikologi tersebut disebut
Psikologi Metafisis.
2. Psikologi Empiris (empiri = pengalaman)
Menurut ahli empiri, psikologi tidak dapat didasarkan dan diuraikan
dengan falsafah atau teologi, melainkan harus berdasarkan pengalaman.
Semua peristiwa diamati, dikumpulkan, dan dari hasil pengalaman nyata itu
diambilah suatu kesimpulan atau ketentuan
3. Psikologi Behaviorisme (behavior = tingkah laku)

10
Menurut aliran ini, psikologi ialah pengetahuan yang mempelajari
tingkah laku (behavior) manusia atau gerak lahir yang nyata atau reaksi-reaksi
manusia terhadap perangsang-perangsang tertentu. Aliran ini timbul pada
abab 20, dipelori oleh Mac Dougall.

E. Aliran dalam Psikologi11


Dalam perkembagannya psikologi yang terus mengalami sebuah kemajuan
kemudian melahirkan sebuah aliran-aliran, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Aliran Struktural
Aliran struktural berpendapat bahwa pengalaman-pengalamaan mental yang
kompleks itu sebenarnya adalah struktur yang terdiri dari keadaan mental yang
sederhana, seperti halnya persenyawaan kimiawi yang tersusun dari unsur-unsur
kimiawi. Mereka berkerja atas dasar premise bahwa bidang usaha psikolog itu
terutama menyelidiki struktur kesadaran dan mengembangkan hukum-hukum
pembentukannya. Pendekatannya mereka yang terutama ialah dengan analisis
introspektif.
2. Aliran Psikologi Fungsionalisme
Aliran ini merupakan reaksi terhadap strukturalisme, yang berusaha menganalisis
gejala kejiwaan untuk mengetahui strukturnya, isi kesadaran, dan menanyakan
hakikat jiwa sehingga merumuskan bahwa jiwa adalah sejumlah pengalaman
kesadaran. Sebaliknya aliran fungsionalisme mempelajari aktivits tingkah laku
untuk mencari fungsi dan kegunaannya dalam hubungan dengan lingkungan fisik
maupun sosial, sehingga merumusan bahwa jiwa adalah pemelihara kelangsungan
hidup seseorang dalam penyesuian diri dengan lingkungan.
3. Aliran Psikologi Gestalt
Istilah gestalt sukar diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Dalam bahasa Inggris
berarti form, shape, configuration, whole dan dalam bahasa Indonesia berarti
bentuk, keseluruhan, esensi, totalitas, hal, pertistiwa, dan hakikat. Aliran ini
merupakan protes terhadap pandangan elementaristis dan metode kerjanya

11
Drs. H. Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, Bandung: CV. Pustika Setia, 1999, cet. 2, hlm. 25

11
menganalisis unsur-unsur kejiwaan. Menurut aliran gestalt, yang utama bukanlah
elemen tetapi keseluruhan. Kesadaran dan jiwa manusia tidak mungkin dianalisis
ke dalam elemen-elemen. Gejala kejiwaan harus dipelajari sebagai suatu
keseluruhan totalitas. Keseluruhan adalah lebih dari sekedar penjumlahan unsur-
usnurnya. Keseluruhan itu lebih dahulu ditanggapi dari bagian-bagiannya dan
bagian-bagian itu harus memperoleh makna dalam keseluruhan. Arti atau makna
gestalt bergantung pada unsur-unsurnya dan sebaliknya arti usnur-usnur itu
bergantung pula pada gestalt.
4. Aliran Psikonalisis
Aliran ini muncul pada permulaan tahun 1900. Kemajuan-kemajuan di bidang
psikologi medis dan praktek-praktek yang dilanjutkan oleh aliran-aliran hypnosis
permulaan, mendorong berkembangnya psikologi ini, para psikoanalisis
menekankan adanya proses mental tak sadar. Menurut Freud, sumber utama
konflik dan gangguan gangguan mental terletak pada ketidaksadaran ini. Karena
itu, untuk mempelajari gejala-gejala ini Freud mengembangkan teknik
psikoanalisis yang sebagian besar didasarkan atas interpretasi “arus pikiran pasien
yang diasosiasikan secara bebas” dan analisis mimpi.
5. Aliran Behavourisme
Aliran ini mengemukakan bahwa objek psikologi hanyalah perilaku yang
kelihatan nyata dan menolak pendapat sarjana psikolgi lain yang mempelajari
tingkah laku yang tidak tampak dari luar. Peletak dasar aliran ini ialah Ivan
Petrovich Pavlov (1849-1936) dan William McDougall (1871-1938)
6. Aliran Psikologi Faali
Pada permulaannya psikologi sangat dipengaruhi oleh fisika terutama ilmu faal
beserta metode-metodenya, seperti penggunaan metode eksperimen. Sebagian
para ahli mempelajari segala kejiwaan kejiwaan sebagai kelanjutan studi mereka
dibidang ilmu faal, seperti kegiatan alat-alat indera, fungsi otak, dan lokalisasi
gejala kejiwaan pada otak, oleh karena itu aliran ini disebut aliran psikologi faal.

12
PENUTUP
A. Kesimpulan
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka
dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok dalam
hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah itngkah laku yang
bersifat psikomotorik yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan, dan lain
sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan,
berperasaan dan lain sebagainya
Unsur-unsur Psikologi yaitu
1. Tingkah laku atau perbuatan
2. Manusia
3. Lingkungan
Jiwa sejak jaman Yunani telah menjadi topik pembahasan para filosof,
namun psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri baru dimulai pada tahun 1879
ketika Wilhelm Wundt (1832-1920) mendirikan laboratorium psikologi pertama
di kota Leipzig, Jerman. Psikologi menunjukkan perkembangan yang cukup pesat
pada awal abad XIX yang banyak melakukan eksperimen fisika, fisiologi, dan
kimia yang mencakup reaksi manusia pada kondisi tertentu. Perkembangan
psikologi modern erat kaitannya dengan eksperimen tentang pengalaman indrawi
(sesantion). Diantaranya terdapat Gustav Theodor Fechner (1801-1887), beliau
adalah seorang ahli matematika dan fisika yang berasal dari jerman yang bekerja
sama dengan dokter Ernst Heinrich Weber (1795-1878). Kerja sama ini
menghasilkan hokum Weber-Fechner. Tokoh psikologi eksperimen yang sangat
terkenal adalah Wilhelm Wundt (1832-1920), ia melakukan eksperimen tentang
proses kesadaran tentang pengindraan dan perasaan. Pada tahun 1879, Wundt dan
muri-muridnya mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman.
Peristiwa ini oleh para ahli dianggap sebagai saat lahirnya psikologi sebagai ilmu
mandiri di luar filsafat, biologi, fisika, maupun kimia.
Perspektif dalam penelitian psikologi modern. Kelima perspektif tersebut
adalah:
1. Perspektif Biologis
2. Perspektif Perilaku
3. Perpektif Kognitif
4. Perspektif Psikoanalitik

13
5. Perspektif Fenomenologi
Ditinjau dari segi objeknya, psikologi dapat dibedakan dalam dua
golongan yang besar yaitu psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia
dan psikologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan yang umumnya lebih
tegas disebut psikologi hewan.
Ditinjau dari sifatnya psikologi dibagi menjadi dua yaitu psikologi umum
dann psikologi khusus
Ditinjau dari segi objeknya maka psikologi dapat dibagi sebagai berikut:
1. Psikologi Metafisika (meta = dibalik, diluar, fisik = alam nayata)
2. Psikologi Empiris (empiri = pengalaman)
3. Psikologi Behaviorisme (behavior = tingkah laku)
Dalam perkembagannya psikologi yang terus mengalami sebuah
kemajuan kemudian melahirkan sebuah aliran-aliran,
1. Aliran Psikologi Struktural,
2. Aliran Psikologi Fungsionalisme,
3. Aliran Psikologi Gestalt,
4. Aliran Psikoanalisis,
5. Aliran Behavourisme
6. Aliran Psikologi Faali

B. Saran
Dalam upaya menyelesaikan penulisan makalah ini, kami telah berusaha
untuk melengkapi bahan materi. Namun, kami menyadari masih terdapat
kekurangan dalam penulisan makalah ini. Baik dari segi materi ataupun dalam
penyusunan makalah. Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca agar dapat dijadikan acuan demi perbaikan untuk
makalah selanjutnya

14
DAFTAR PUSTAKA

Danarjati, Dwi Prasetia. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta:Graha Ilmu. 2014


Fauzi, Ahmad. Psikologi Umum. Bandung: CV. Pustika Setia. 1999
Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya Offset. 2014

15