Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Akal memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia sekali didalamIslam.Dengan akal
maka terselamatlah diri daripada mengikuti hawa nafsu yang senantiasa menyuruh untuk
melakukan keburukan. Dan setiap perbuatan buruk adalah yang akan membawa manusia ke
Neraka Jahannam, kedudukan akal mulia sekali yaitu mampu memelihara manusia dari api
neraka. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan peran dan fungsi akal secara optimal,
sehingga akal dijadikan sebagai standar seseorang diberikan beban taklif atau sebuah hukum.jika
seseorang kehilangan akal maka hukumpun tidak berlaku baginya.saat itu dia dianggap sebagai
orang yang tidak terkena beban apapun. Didalam Islam, dalam menggunakan akal mestilah
mengikuti kaedah-kaedah yang ditentukan supaya akal tidak terbabas, supaya akal tidak digiring
oleh kepentingan,sehingga tidak menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal,
sehingga tidak menjadikan musuh sebagai kawan dan kawan pula sebagai musuh. Adapun tujuan
hukum Islam secara umum adalah untuk mencegah kerusakan pada manusia dan mendatangkan
kemaslahatan bagi mereka, mengarahkan mereka pada kebenaran untuk mencapai kebahagiaan
hidup manusia di dunia dan di akhirat kelak, dengan jalan mengambil segala yang bermanfaat,
dan mencegah atau menolak yang mudharat, yakni yang tidak berguna bagi hidup dan kehidupan
manusia.dalam perjalanan kehidupan ini,hendaknya kita menggunakan akal sebaik mungkin
yakni untuk berfikir dan melakukan segala sesuatu karena Allah swt sehingga dapat menjadi
jalan ibadah dan tidak berjalan atau berfungsi dengan sia-sia.manusia adalah makhluk Allah ada
beberapa yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya yaitu Allah telah menciptakan
manusia dalam bentuk sebaik-baik makhluk.akan tetapi,bentuk yang indak itu tidak ada gunanya
kalau tidak ada hal yang kedua yaitu akal.jadi akal sangat penting dalam pandangan islam. Allah
menciptakan manusia lengkap dengan akal yang membuat manusia bisa berfikir, merenung, dan
belajar berbagai macam ilmu yang tak bisa dilakukan oleh makluk Allah lainnya. Tentu ini ialah
sebuah bukti bahwa Allah menciptakan manusia sebagai sosok yang terbaik dan paling tinggi
derajatnya diantara hambaNya yang lain.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang penulis angkat,yaitu:
a.Apakah Pengertian dari Akal ?
b.Apakah Fungsi akal dalam islam?
c.Bagaimana kedudukan Akal dalam islam?
d.bagaimana cara memlihara akal dalam islam?
e. bagaiman kedudukan akal dalam islam
f.apa tujuan hukum islam memelihara akal?

1.3 Tujuan Penulisan


a.Untuk memahami pengertian akal.
b.Untuk memahami fungsi akal dalam islam.
c.Untuk memahami kedudukan akal dalam islam.

1
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Akal

Akal berasal dari bahasa Arab ‘aqala ya’qilu’ yang secara lughawi memiliki banyak
makna, Dalam kamus bahasa Arab al-munjid fi al-lughah wa al a’lam, dijelaskan bahwa
‘aqalamemiliki makna adraka (mencapai, mengetahui), fahima (memahami), tadarabba wa
tafakkara (merenung dan berfikir). ‘aqala yang berarti memahami,berfikir dan mengerti.dapat
jugadiartikan kecerdasan praktis.bahwa orang yang berakal mempunyai kecakapan untuk
menyelesaikan masalah,dan setiap saat dihadapkan dengan masalah ia dapat melepaskan diri dari
bahaya yang dihadapinya.
Dengan demikian akal dalam pengertian Islam, bukanlah otak, akan tetapi daya berfikir
yang terdapat dalam jiwa manusia, daya untuk dapat memperoleh bentuk pengetahuaan dengan
memperhatikan alam sekitarnya. Dalam pengertian inilah akal yang dikontraskan dengan wahyu
yang membawa pengetahuan dari luar diri manusia, yakni dari Allah SWT.
secara istilah akal memiliki arti daya berfikir yang ada didalam diri manusia.bagi al-
ghazali akal mempunyai beberapa pengertian yaitu:
1) Sebagai potensi yang membedakan manusia dengan binatang,dan menjadikan manusia
mampu menerima berbagai ilmu pengetahuan.
2) Pengetahuan yang diperoleh oleh seseorang sesuai dengan pengalaman dan memperhalus
budinya.
3) Akal merupakan kekuatan instink yang menjadikan seseorang mengetahui dampak dari
semua persoalan yang dihadapinya sehingga mampu mengendalikan hawa nafsunya

Akal berasal dari bahasa arab 'aql yang secara bahasa berarti pengikatan dan pemahaman
terhadap sesuatu. Pengertian lain dari akal adalah daya pikir (untuk memahami sesuatu),
kemampuan melihat cara memahami lingkungan, atau merupakan kata lain dari pikiran dan
ingatan.
adanya akal, dapat melihat diri sendiri dalam hubungannya dengan lingkungan sekeliling,
kemudian juga dapat mengembangkan berbagai macam konsepsi-konsepsi mengenai watak dan
keadaan diri kita sendiri, serta melakukan tindakan berjaga-jaga terhadap rasa ketidakpastian
yang esensial hidup. atau akal adalah suatu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk
membedakan yang salah dan yang benar serta menganalisis sesuatu yang kemampuannya sangat
tergantung luas pengalaman dan tingkat pendidikan, formal maupun informal, dari manusia
pemiliknya. Jadi, akal bisa didefinisikan sebagai salah satu peralatan rohaniah manusia yang
berfungsi untuk mengingat, menyimpulkan, menganalisis, menilai apakah sesuai benar atau
salah.
Manusia adalah makhluk Allah SWT ada dua hal yang membedakan manusia dengan
makhluk lainnya yaitu Allah SWT telah menjadikan manusia dalam bentuk paling baik
dibandingkan dengan bentuk makhluk makhluk lainnya.hal ini dijelaskan oleh Allah SWT di
dalam al-qur’an surah at-ttin ayat 4:

2
Artinya : sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Akan tetapi bentuk yang indah itu tidak ada gunanya,kalau tidak ada hal yang kedua yaitu
akal.oleh karena itu Allah SWT berfirman dalam surat at-ttin ayat 5 dan 6 yang berbunyi:

Artinya:
Ayat ke 5: kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)
Ayat ke 6: kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh,maka bagi mereka
pahala yang tiada putus-putusnya.

Jadi,akal sangat penting dalam pandangan islam.oleh karena itu Allah SWT dalam surat
al-baqarah ayat 164 yang berbunyi:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, bahtera-bahtera
yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan
dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan (suburkan) bumi sesudah mati (kering)-
Nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang
dikendalikan antara langit dan bumi; (pada semua itu) sungguh terdapat tanda-tanda bagi kaum

3
yang berakal." Ayat di atas merupakan salah satu dari puluhan ayat yang mengajak untuk
menggunakan akal untuk memperhatikan fenomena alam dalam rangka meraih pengetahuan.

2.2 Fungsi Akal Dalam Islam


Dalam hubungan dengan upaya memahami islam, akal memiliki fungsiyaitu sebagai
berikut:
1. Sebagai alat yang strategis untuk mengungkap dan mengetahui kebenaranyang terkandung
dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rosul, dimana keduanya adalah sumber utama ajaran islam.
2. Merupakan potensi dan modal yang melekat pada diri manusia untukmengetahui maksud yang
tercakup dalam pengertian Al-Qur’an dan Sunnah Rosul.
3. Sebagai alat yang dapat menangkap pesan dan semangat Al-Qur’an danSunnah yang dijadikan
acuan dalam mengatasi dan memecahkan persoalanumat manusia dalam bentuk ijtihat.
4.Untuk menjabarkan pesan yang terkandung dalam Al-Quran dan Sunnahdalam kaitannya
dengan fungsi manusia sebagai khalifah Allah, untukmengelola dan memakmurkan bumi dan
seisinya.
5.Sebagai tolak ukur akan kebenaran dan kebatilan.
6.Sebagai alat untuk mencerna berbagai hal dan cara tingkah laku yang benar.
7.Sebagai Alat penemu solusi ketika permasalahan datang.

2.3 Peran akal Dalam Islam

Selain itu akal mempunyai peranan yang sangat penting dalam agama islam,jika dilihat
terutama dari segi penggunaan akal kepada hukum-hukum islam,penggunaan akal dalam
ekonomi islam untuk membangun suatu pengaplikasian ataupun pengabdian kepada agama dan
bangsa serta dengan akal mampu memecahkan masalah yang timbul,dan masalanya lainnya.
Adapun peranan akal:
1) Mencari kebenaran
2) Menyelesaikan masalah baru yang ada
3) Menelusuri gagasan baru untuk masa depan
4) Memberikan dorongan kepada umat islam untuk kajian klasik dan modern
5) Menunjukkan hal baik dan benar
6) Landasar berfikir untuk menemukan satu titik yang hilang
7) Menjadi sumber pemikiran
8) Menjadi potensi yang membedakan manusia dan binatang
9) Menjadikan manusia mampu menerima berbagai pengetahuan teoritis.

2.4 cara memelihara akal dalam islam


Allah menciptakan manusia lengkap dengan akal yang membuat manusia bisa berfikir,
merenung, dan belajar berbagai macam ilmu yang tak bisa dilakukan oleh makluk Allah lainnya.
Tentu ini ialah sebuah bukti bahwa Allah menciptakan manusia sebagai sosok yang terbaik dan
paling tinggi derajatnya diantara hambaNya yang lain.Dalam perjalanan kehidupan ini,
hendaknya kita menggunakan akal sebaik mungkin yakni untuk berfikir dan melakukan segala
sesuatu karena Allah sehingga dapat menjadi jalan ibadah dan tidak berjalan atau berfungsi
dengan sia sia.

4
1. Sering Bersyukur
Manusia diberi akal oleh Allah untuk membedakan dengan makhlukNya yang lain,
dengan akal, manusia bisa menggunakan indra yang dimiikinya untuk menikmati keindahan
yang diciptakan oleh Allah agar manusia lebih banyak melakukan keutamaan bersyukur dalam
islam telah ditinggikan derajatnya dibanding makhluk yang lain.

2. Jadikan Jalan Memahami Agama


Gunakan akal untuk memahamil ilmu agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari
hari, hal demikian ialah jalan kebaikan untuk mendapat ridhoNya sebagaimana Allah berfirman
bahwa manusia yang berilmu memiliki derajat lebih tinggi

3. Jalan Menuntut Ilmu


“Orang yang paling baik di masa jahiliyyah, adalah orang yang paling baik setelah masuk
Islam, jika mereka menjadi seorang yang faqih (ahli dan alim dalam ilmu syariat)”. [HR.
Bukhâri, no. 3353 ; Muslim, no. 2378]. Jelas dari hadist tersebut bahwa orang yang terbaik ialah
orang yang menggunakan akalnya untuk menuntut ilmu yang bermanfaat dan menjadikannya
jalan untuk menjalankan islam agar dapat memanfaat ilmu dalam pandangan islam.

4. Memperhatikan Kekuasaan Allah


Akal membuat manusia mampu berfikir nalar mengenai kekuasaan Allah. Tentu tidak
mungkin segala yang ada di dunia ini tercipta begitu saja tanpa ada yang mengatur, manusia
harus sadar akan tersebut dan selalu berdoa untuk kebaikan aar mendapat manfaat doa dalam
islam.

5. Berfikir Hal yang Bermanfaat


manusia wajib menggunakan akalnya untuk kebaikan seperti berfikir yang positif dan
melihat segala sesuatu sebagai hal yang bermanfaat. berfikir positif ialah salah satu cara menjadi
orang sukses menurut Al Qur’an.

6. Menyadari Peringatan Allah


Allah menciptakan segala beda seperti lautan, gunung, dan sebagainya juga sebagai
peringatan bahwa Allah mampu menciptakan dan menghancurkan apa saja yang dikhendakiNya
dengan mudah, hal tersebut tentu selayakny menjadi peringatan bagi manusia dimana Allah bisa
mengambilnya kapan saja sebab itu harus selalu berbuat baik.

7. Mengingat Kehidupan Akherat


Memang kehidupan di akherat yang belum terjadi terkadang menjadi sesuatu yang
diragukan dan ada yang menganggap tidak bisa dinalar dengan akal. Namun, manusia harus
menggunakan akalnya untuk mengingat kehidupan akherat agar selalu dekat padaNya.

8. Mencegah Kemungkaran
Gunakan akal untuk meningkatkan perdamaian di dunia ini, bukan untuk hal sebaliknya.

9. Ikuti Jalan yang Lurus


Akal membuat manusia menyadari keberadaan Allah sehingga bisa menjadi jalan agar
senatiasa mengikuti jalanNya yang lurus.

5
10. Menghindari Jalan yang Sesat
Jelas bahwa akal dapat menghindarkan manusia dari jalan yang sesat jika ia
menggunakan akal tersebut untuk mempelajari islam secara keseluruhan mulai dari kewajiban
apa saja yang dilakukan hingga sunnah sunnah Rasul, jika mampu menjalankan dan memahami,
maka orang tersebut akan mengindar dari jalan yang sesat agar bahagia di dunia dan akherat.

11. Membedakan yang Benar dan Salah


Manusia harus mampu membedakan mana yang benar dan yang salah dengan menggunakan akal
untuk berfikir serta memaksimalkan diri untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin sebagai
wujud yang membedakan akal yang dimilikinya dengan makhluk lain yang tidak memiliki akal
sehingga manusia harus mampu menjadi yang lebih baik.

2.5 Kedudukan Akal Dalam Islam

1. Allah SWT hanya menyampaikan kalam-Nya (firman-Nya)kepada orang-orang yang


berakal, karena hanya mereka yang dapatmemahami agama dan syari'at-Nya. Allah
subhanahu wa'ta'ala berfirman:Artinya:"Dan kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan
kembali)keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka
pulasebagai rohmat dari kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran".
(QS. Shaad [38]: 43).

2. Akal merupakan syarat yang harus ada dalam diri manusia untuk mendapat taklif (beban
kewajiban) dari Alloh subhanahu wa'ta'ala. Hukum-hukumsyari'at tidak berlaku bagi
mereka yang tidak mempunyai akal. Dandiantaranya yang tidak menerima taklif itu
adalah orang gila karenakehilangan akalnya.
3. Alloh subhanahu wa'ta'ala mencela orang yang tidak menggunakan akalnya.Misalnya
celaan Allah subhanahu wa'ta'ala terhadap ahli neraka yang tidak
menggunakan akalnya.Allah swt berfirman:Artinya:"Dan mereka berkata: "Sekiranya
kami mendengarkan ataumemikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk
penghuni- penghuni neraka yang menyala-nyala". (QS. Al Mulk [67]: 10)

6
2.6 tujuan hukum islam memelihara akal

Adapun tujuan hukum Islam secara umum adalah untuk mencegah kerusakan pada
manusia dan mendatangkan kemaslahatan bagi mereka, mengarahkan mereka pada
kebenaran untuk mencapai kebahagiaan hidup manusia di dunia dan di akhirat kelak, dengan
jalan mengambil segala yang bermanfaat, dan mencegah atau menolak yang mudharat, yakni
yang tidak berguna bagi hidup dan kehidupan manusia.salah satu nya adalah memelihara
jiwa . Menurut hukum Islam, seseorang wajib memelihara akalnya, karena akal mempunyai
peranan sangat penting dalam hidup dan kehidupan manusia. Dengan akal manusia dapat
memahami wahyu Allah, baik yang terdapat dalam kitab suci Al Qur’an maupun wahyu
Allah yang terdapat dalam alam(ayat-ayat kauniyah). Dengan akalnya, manusia dapat
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seseorang tidak akan mampu
menjalankan hukum Islam dengan baik dan benar tanpa mempergunakan akal yang sehat.
Oleh karena itu pemeliharaan akal merupakan salah satu tujuan hukum Islam. Untuk itu
hukum Islam melarang seseorang meminum minuman yang memabukkan yang disebut
dengan istilah khamar, dan member hukuman pada perbuatan orang yang merusak akal.
Larangan minum khamar ini dengan jelas disebutkan dalam QS. 5 (Al-Maidah): 90.

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban
untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

7
BAB III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Akal adalah suatu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untukmembedakan yang
salah dan yang benar serta menganalisis sesuatu yangkemampuannya sangat tergantung luas
pengalaman dan tingkat pendidikan, formalmaupun informal, dari manusia pemiliknya. Jadi, akal
bisa didefinisikan sebagaisalah satu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk
mengingat,menyimpulkan, menganalisis, menilai apakah sesuai benar atau salah.Namun,karena
kemampuan manusia dalam menyerap pengalaman dan pendidikan tidaksama. Maka tidak ada
kemampuan akal antar manusia yang betul-betul sama.

3.2 Saran
Hendaknya mahasiswa dapat memperoleh dan mengkaji materi mengenaiagama islam.
Dan selalu mengkaji dengan akal sebagaimana kita sebagai makhlukyang memiliki akal.