Anda di halaman 1dari 20

TEKNIK PENGUTIPAN

(1708-BI-S10-01)
TUJUAN PEMBELA JARAN
Setelah mempelajari bagian ini,
Anda diharapkan telah mampu:

Menerapkan teknik pengutipan yang tepat.

1708-BI-10
DEFINISI KUTIPAN
3

Kutipan adalah salinan pendapat, kalimat, uraian,


dan teori dari buku, jurnal, surat kabar, majalah,
atau dari buletin kemudian disalin dalam bentuk
kalimat, paragraf atau bentuk pendapat dari
seorang pengarang, Baik yang terdapat dalam
buku, karya ilmiah, atau sebuah makalah.

1708-BI-10
JENIS KUTIPAN
4

A. Kutipan langsung (bodynote)


Salinannya persis sama dengan sumbernya tanpa
perubahan.
Contoh:
Skripsi adalah naskah teknis. Pada umumnya skripsi
merupakan sebagai syarat untuk memperoleh gelar
derajat akademis, dengan titik berat sebagai latihan
menulis karya ilmiah bagi calon sarjana (Brotowidjoyo
1993:143).
1708-BI-10
JENIS KUTIPAN
5

B. Kutipan tidak langsung (bodynote)


Mengambil ide dari suatu sumber dan
menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa
sendiri.

1708-BI-10
JENIS KUTIPAN
6

B. Kutipan tidak langsung (bodynote)


Contoh:
Seperti yang dikemukakan Brotowidjoyo (2014:143)
skripsi pada dasarnya adalah latihan menulis ilmiah
bagi calon sarjana. Naskah teknis ini sekaligus
berfungsi sebagai pelengkap persyaratan akhir
untuk memperoleh gelar sarjana.

1708-BI-10
PRINSIP MENGUTIP
7

a. Tidak boleh mengubah (menambah atau


mengurangi) hal yang kita kutip.
b. Jangan memasukkan pendapat pribadi.
c. Penulis bertanggung jawab penuh akan akurasi
kutipan.

1708-BI-10
PRINSIP MENGUTIP
8

d. Nomor kutipan
berurutan dalam satu bab. Pergantian bab diikuti
pula dengan penggantian nomor kutipan.
e. Jika menggunakan teknik penempatan
catatan kaki, pada setiap akhir kutipan diberi
nomor (angka).

1708-BI-10
TEKNIK MENGUTIP
9

A. Kutipan langsung kurang dari lima baris


(kutipan pendek)
a. Isi kutipan menyatu dengan teks.
b. Jarak antarbaris dengan kutipan sama dengan
teks (2 spasi).
c. Bagian yang dikutip diapit dengan tanda petik
(“…”).

1708-BI-10
TEKNIK MENGUTIP
10

d. Setelah kutipan selesai, diberi nomor urut


sebagai catatan kaki atau menuliskan langsung
sumbernya.

1708-BI-10
TEKNIK MENGUTIP
11

Contoh:
Dalam Pedoman Ejaan yang Disempurnakan disebutkan
bahwa “unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya
disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini
diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga
bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan
bentuk aslinya.”1
1Dendy Sugono, (Penangg.Jwb.), Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, (Jakarta: Pusat Bahasa,
Depertemen Pendidikan Nasional, 2004), hlm. 23.
1708-BI-10
TEKNIK MENGUTIP
12

1Dendy Sugono, (Penangg.Jwb.), Pedoman Umum


Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan,
(Jakarta: Pusat Bahasa, Depertemen Pendidikan
Nasional, 2004), hlm. 23.

1708-BI-10
TEKNIK MENGUTIP
13

B. Kutipan langsung yang lebih dari lima baris


(kutipan panjang)

a. Isi kutipan ditempatkan pada alinea baru dan


tersendiri.
b. Jarak ketik antarbaris kutipan satu spasi.
c. Kutipan ini tidak diapit dengan tanda petik.

1708-BI-10
TEKNIK MENGUTIP
14

Contoh:
Dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia disebutkan bahwa:
Ragam bahasa standar memiliki sifat kemantapan dinamis, yang
berupa kaidah dan aturan tetap. Baku atau standar tidak dapat
berubah setiap saat. Kaidah pembentukkan kata yang menerbitkan
perasa dan perumus dengan taat asas harus menghasilkan bentuk
perajin dan perusak dan bukan pengrajin atau pengrusak.2

Ketaatan atas ragam baku ini dalam penulisan ilmiah perlu


dilaksanakan secara konsisten sehingga menghasilkan ekspresi
pemikiran yang objektif.
1708-BI-10
TEKNIK MENGUTIP
15

2AntonM. Moeliono, (Ed), Tata Bahasa Baku Bahasa


Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1988), h.13.

1708-BI-10
TEKNIK MENGUTIP
16

C. Jika ingin menghilangkan beberapa kata


pada awal atau tengah tulisan, maka diberi
tanda elipsis (…) pada bagian yang dihilangkan.
Jika menghilangkan unsur pada bagian akhir
tulisan beri titik sebanyak empat buah (….) satu
alinea maka harus memberi tanda titik
sepanjang satu baris.

1708-BI-10
TEKNIK MENGUTIP
17

Contoh:
. . . akan tetapi komunikasi dalam iklan bersifat khusus.
Iklan pada prinsipnya adalah ”komunikasi nonpersonal
yang dibayar oleh sponsor yang menggunakan media
massa untuk membujuk dan mempengaruhi khalayaknya”
(Wells 1992:10) . . . . Segi nonpersonal itu membedakan
iklan dari promosi dan publisitas.
....................................................
Dari definisi tersebut dapat ditarik empat kata kunci, yaitu
sponsor, pesan, media, dan sasaran.
1708-BI-10
🔑 DAFTAR PUSTAKA
Bahtiar, A. & Fatimah. (2014). Bahasa Indonesia untuk
Perguruan Tinggi. Jakarta: In Media.
Gani, R. A. & Mahmudah Fitriyah Z.A. (2010). Disiplin
Berbahasa Indonesia. Jakarta: FITK Press.
Putra, R. & Masri Sareb Putra. (2011). Kiat Menghindari
Plagiat. How to Avoid Plagiarisme. Jakarta: Indeks.
Suyatno & Asep Jihad. (2009). Betapa Mudah Menulis
Karya Ilmiah. Yogyakarta: Eduka.
1708-BI-10
© KREDIT
Lecturer
Makhdonal Nursewan, M.Pd.

Instructional Design Reviewer


Rikky Firmansyah, S.Si, M.Kom.

Instructional Designer
Rikky Firmansyah, S.Si, M.Kom.

Content Developer
Randiyan Eko Prasetyo, S.Kom.

1708-BI-10