Anda di halaman 1dari 105

THE REGENT SCHOOL

JALAN WARIBANG, KESIMAN


DENPASAR- BALI

LAPORAN
PERHITUNGAN STRUKTUR

CV. CATUR MITRA UTAMA


Design & Engineers
Jl. Gn. Indrakila Ujung II No. 23-25, Denpasar 80119
BALI – INDONESIA
Ph: (0361) 485444, Fax (0361) 485444
E-mail : cmu_bali@yahoo.com

Oktober 2017
DAFTAR ISI

1. Uraian Proyek

2. Ketentuan Perancangan

2.1 Umum

2.2 Umum

2.3 Peraturan – Peraturan

2.4 Mutu Material

2.5 Beban Gempa

2.6 Kombinasi Pembebanan

3. Sistem Pondasi (Sub Structure)

4. Struktur Atas (Super Structure)

5. Analisis Struktur

LAMPIRAN

Analisis Struktur

Gambar Struktur
LAPORAN PERHITUNGAN STRUKTUR
THE REGENT SCHOOL

1. URAIAN PROYEK

Proyek THE REGENT SCHOOL terletak di Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar-

Bali. Proyek ini direncanakan untuk sekolah lantai 4 dengan basement pada area

atas kelas. Bangunan ini rencananya berdiri di atas tanah lempung berpasir.

Struktur tanah dari kedalaman 0 meter sampai 1,8 meter berupa lempung

kelanauan berpasir coklat keabu-abuan. Kemudian dari kedalaman 1,8 meter

sampai 2,8 meter berupa lempung kelanauan berpasir kecoklatan. Kemudian dari

kedalaman 2,8 meter sampai 4,00 meter berupa pasir gradasi sedang sampai kasar

kehitaman. Kemudian dari kedalaman 4,00 meter sampai 5,00 meter berupa lanau

kelempungan berpasir kehitaman. Kemudian dari kedalaman 5,00 meter sampai

7,40 meter berupa pasir gradasi halus sampai kasar coklat kekuningan. Kemudian

dari kedalaman 7,40 meter sampai 20,0 meter berupa pasir gradasi halus sampai

kasar kehitaman. Muka air tanah berada pada kedalaman – 15,5 meter dari muka

tanah setempat.

Bangunan ini dirancang dengan menggunakan peraturan gempa SNI 03 – 1726 –

2012 (Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan

Gedung dan Non Gedung) dan Perancangan elemen struktur mengikuti Peraturan

SK – SNI 03-2847-2013 (Persyaratan Beton Struktural untuk bangunan gedung).


2. KETENTUAN PERANCANGAN

2.1. Umum

Secara umum Proyek THE REGENT SCHOOL ini terdiri dari:

1. BANGUNAN KELAS

2. FUN AREA

3. LAPANGAN BASKET

2.2. Peraturan - Peraturan

Ketentuan dan dasar Perancangan Struktur Gedung THE REGENT SCHOOL,

mengikuti Peraturan yang berlaku di Indonesia meliputi:

1. SNI 03 – 1726 – 2012 (Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk

Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung)

2. SNI 03 – 1729 -2002 (Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk

Bangunan Gedung)

3. SNI 2847 – 2013 (Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung)

4. SKBI – 13.53 – 1987 ( Pedoman Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung)

2.3. Mutu Material

1. Mutu Beton direncanakan menggunakan mutu beton yang mempunyai

Concrete Compressive Strength pada umur 28 hari test kubus fc‘ = 30

MPa. Pada proyek ini semua beton yang dipakai adalah beton biasa yang

mempunyai berat jenis = 2400 kg/m2.

2. Baja Tulangan

Baja Tulangan yang dipakai adalah: Baja Tulangan Ulir (Notasi D) BJTD-

40 denganYeild Strength of Steel (fy) = 4000 Kg/cm2 untuk tulangan

pokok yang lebih besar atau sama dengan diameter 10 mm .


Sedangkan Tulangan Polos (notasi Ø), BJTP-24 dengan Yeild Strength of

Steel (fy) = 2400 Kg/cm2 dipergunakan untuk Sengkang spiral dan

tulangan Plat serta tulangan Praktis (kolom dan Sloop praktis). Sedangkan

sengkang hoop atau biasa mempergunakan BJTD – 40.

2.4. Beban Rencana

Pembebanan diambil sesuai dengan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk

Rumah dan Gedung tahun 1987. Beban – beban yang dipakai dalam

Perancangan Proyek THE REGENT SCHOOL terdiri dari:

1. Live Load (Beban Hidup) untuk Standard Room dll = 250 Kg/m2

2. Live Load untuk Parkir = 800 Kg/m2

3. Concrete (Berat Beton) = 2400 kg/m3

4. Wall (Beban Dinding) = 250 Kg/m2

5. Finishing (berat Finishing: Spesi + Keramik) = 105 kg/m2

6. Ceilling (Berat Plafond) = 25 kg/m2

7. Live Load (Beban Hidup) untuk Lapangan Basket = 400 Kg/m2

Disamping beban gravitasi, pada dinding beton Basement juga bekerja tekanan

air tanah dan tekanan tanah. Pengaruh beban tanah ini ikut dimasukan dalam

pemodelan struktur.
2.5. Beban Gempa

Bangunan pada Proyek THE REGENT SCHOOL, dianalisis berdasarkan

metoda Respons Spektra dengan memakai model 3D. Desain Gempa diambil

mengikuti Peraturan SNI 03-1726-2012 untuk wilayah Denpasar, Bali.

Gambar. 1. Kurva Respon Spektra untuk Wilayah Denpasar Bali (Tanah


Sedang).

Berdasarkan SNI 2012, Peta Zonasi Gempa Indonesia dinyatakan dalam

bentuk Peta Respons Spektra yang ditetapkan berdasarkan Ss (percepatan

batuan dasar pada perioda 0.20 detik) dan S1 (percepatan batuan dasar pada

perioda 1.0 detik), Untuk wilayah Kota Denpasar yang berada pada garis

koordinat (-8.656291, 115.222099). maka:


Ss = 0.977g ( perioda 0.20 detik)

dan S1 = 0.359 g (perioda 1.0 detik).

Koefisien Situs (Site Coefficient):

Fa = 1.109 dan Fv = 1.683

Sedangkan untuk membuat grafik Respond Spektra Percepatan di atas

didasarkan atas nilai SDS dan nilai SD1. Sehingga Untuk Kota Denpasar

SDS = 2/3 (Fa.Ss) = 0.723 g

SD1 = 2/3 (Fv.S1) = 0.402 g

hasil laporan soil investigation, kondisi tanah termasuk golongan tanah

Sedang. Sehingga Kategori Desain Seismik – KDS (Seismic Design Category

– SDC) untuk Kota Denpasar adalah termasuk kategori D (High Seismic

Risk).

2.6 Kombinasi Pembebanan

Sesuai dengan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan

Gedung, SNI 03- 1726-2012 dan Persyaratan Beton Struktural untuk bangunan

gedung SNI 2847-2013, pengaruh gempa dianggap bekerja dalam dua arah

secara serempak, yaitu 100% gempa arah utama dikombinasikan dengan 30%

gempa dalam arah tegak lurusnya.

Kombinasi beban yang diperhitungkan adalah:

 1.4D

 1.2D + 1.6L

 1.2D + L ± EQx ± 0.3EQy

 1.2D + L ± 0.3EQx ± EQy

 0.9D ± EQx ± 0.3EQy

 0.9D ± 0.3EQx ± EQy


Dimana:

D = Dead Load (Berat sendiri)

L = Live Load (Beban Hidup)

EQx = Seismic Load X direction (Beban gempa arah sumbu X)

EQy = Seismic Load Y direction (Beban Gempa arah sumbu Y).

3. SISTEM PONDASI (SUB STRUCTURE)

Dari hasil laporan penyelidikan tanah yang dilakukan oleh Geotech yang

ditunjuk oleh Owner disimpulkan bahwa penetrasi konus maksimal 250

kg/cm2 rata-rata terdapat pada kedalaman 4,00 meter sampai dengan 4,40

meter dari muka tanah setempat. Adanya perbedaan kedalaman penetrasi

konus disebabkan oleh kedalaman tanah keras pada masing-masing lokasi

penyondiran terletak pada kedalaman yang berbeda serta posisi / elevasi

penyondiran yang tidak sama. Dari data di atas, maka bangunan THE

REGENT SCHOOL dirancang mengunakan Pondasi Telapak Beton dan tiang

pancang gabungan.

4. STRUKTUR ATAS (SUPER STRUCTURE)

Sistem Lateral Struktur Bangunan THE REGENT SCHOOL dirancang

menggunakan Sistem Rangka Pemikul Moment Khusus (SRPMK) beton

bertulang sesuai SNI 03 – 1726 -2012 dengan faktor reduksi Gempa R = 8,

sedangkan sistem penahan beban gravitasi menggunakan pelat dan balok

konvensional.

Struktur dimodelkan secara 3 – dimensi dengan bantuan program SAP 2000

v.15.01 dengan memperhitungan penampang retak untuk semua elemen struktur

serta modifikasi terhadap kekakuan lentur sesuai dengan SNI 03 – 2847 – 2002.
Tabel 1. Faktor Modifikasi Kekakuan Lentur dan Torsi

Faktor Modifikasi Faktor Modifikasi


Kekakuan Lentur Kekakuan Torsi
Balok (T atau L) 0.35 0.1
Kolom 0.7 1.0
Pelat 0.25 1.0

5. ANALISIS STRUKTUR

Analisis dilakukan secara 3 dimensi dengan penjepitan lateral diambil pada lantai

Basement. Hasil analisa dinamik yang diperoleh dengan bantuan program SAP 2000

v.15.01, beserta penulangan elemen struktur seperti balok, kolom disajikan dalam

lampiran.

5.1 BANGUNAN THE REGENT SCHOOL

Pasal 7.9.4 SNI 03 – 1726 – 2012, menyatakan bahwa Nilai akhir respons dinamik
struktur Gedung terhadap pembebanan gempa nominal akibat pengaruh Gempa
Rencana dalam suatu arah tertentu, tidak boleh diambil kurang dari 80% nilai respons
ragam yang pertama. Bila respons dinamik struktur gedung dinyatakan dalam gaya
geser dasar nominal V, maka persyaratan tersebut dinyatakan dengan persamaan
berikut:

V ≥ 0,8 V1
Dimana V1 = Sa.I. Wt/R, dimana hasil hitungan Wt = 2.291.257,48 kg
= 0.72 x 1 x 2.291.257,48 /8
= 206.213,17 kg
0,8 V1 = 0,8 x 206.213,17 kg
= 164.970,54 kg

Hasil perhitungan dinamik dengan SAP 2000 menghasilkan sebagai berikut:

Vx = 126.472,45 kg
Vy = 125.196,44 kg, karena kedua nilai ini lebih kecil dari 0,8 V1 (164.970,54) seperti
yang disyaratkan oleh pasal 7.9.4 SNI. Maka dari itu nilai gaya geser tingkat nominal
akibat pengaruh Gempa Rencana hasil analisis di atas dikalikan dengan faktor skala.
. ,
1,5
. ,

. ,
1,5
. ,

Setelah dikalikan faktor skala kedua nilai menjadi Vx = 189.708,67kg dan Vy =


187.794,66 kg, kedua nilai ini sudah lebih besar dari 0,8 V1 (164.970,54) …ok!

5.1.1 Kinerja Batas Layan (∆s)


Kinerja batas layan (∆s) struktur gedung ditentukan oleh simpangan antar tingkat

akibat pengaruh gempa rencana.


.
∆ dan ∆ 30

∆s = 0.03 x hi/R

= 0.03 x 420/8 = 1.58 cm < 3 cm

Tabel 2. Analisis ∆s akibat gempa arah x

Lantai Hi ∆s Drift ∆s antar Syarat drift ∆s Keterangan


(m) (cm) tingkat (cm) (cm)
4 4.2 2.88 0.83 1.58 ok
3 4.2 2.05 1.35 1.58 ok
2 4.2 0.7 0.6947 1.58 ok
1 4.2 0.0053 0.0053 1.58 ok
Base 3.0 0 0 1.13 ok
Tabel 3. Analisis ∆s akibat gempa arah y

Lantai Hi ∆s Drift ∆s antar Syarat drift ∆s Keterangan


(m) (cm) tingkat (cm) (cm)
4 4.2 1.96 0.56 1.58 ok
3 4.2 1.4 0.86 1.58 ok
2 4.2 0.54 0.5302 1.58 ok
1 4.2 0.0098 0.0098 1.58 ok
Base 3.0 0 0 1.13 ok

5.1.2 Kinerja Batas Ultimate (∆m)


Kinerja batas ultimate (∆m) struktur gedung ditentukan oleh simpangan dan

simpangan antar tingkat maksimum struktur gedung akibat pengaruh gempa

rencana.dalam kondisi struktur gedung di ambang keruntuhan.

∆m = ξ x ∆s , dimana ξ = R untuk gedung tidak beraturan

< 0.02 hi

. ∗ . ∗ .

Tabel 4. Analisis ∆m akibat gempa arah x

Lantai Hi Drift ∆s antar Drift ∆m antar Syarat drift Keterangan


(m) tingkat (cm) tingkat (cm) ∆m(cm)
4 4.2 0.83 2.91 8.4 ok
3 4.2 1.35 4.725 8.4 ok
2 4.2 0.6947 2.43 8.4 ok
1 4.2 0.0053 0.0185 8.4 ok
Base 3.0 0 0 6.0 ok
Tabel 5. Analisis ∆m akibat gempa arah y

Lantai Hi Drift ∆s antar Drift ∆m antar Syarat drift Keterangan


(m) tingkat (cm) tingkat (cm) ∆m(cm)
Atap 4.2 0.56 1.96 8.4 ok
3 4.2 0.86 3.01 8.4 ok
2 4.2 0.5302 1.856 8.4 ok
1 4.2 0.0098 0.0343 8.4 ok
Base 3.0 0 0 6.0 ok

5.1.3 PERENCANAAN PENULANGAN BETON BERTULANG

Perencanaan penulangan beton bertulang dilakukan atas elemen-elemen super

struktur yaitu Pelat, Balok dan Kolom, dengan mempertimbangkan faktor Reduksi

Kekuatan (Ø) sesuai tabel dibawah:

Tabel 6. Faktor Reduksi Kekuatan (Ø)

Faktor Reduksi Kekuatan (Ø)


Lentur 0.9
Aksial – Tarik 0.8
Aksial – Tekan – Ties 0.65
Aksial Tekan – Spiral 0.7
Geser 0.75
Torsi 0.75
Bearing 0.95
1. Perhitungan Pondasi

 Analisa Pondasi Telapak.

1. Perhitungan Pondasi Telapak

 Data Fondasi Foot Plat

DATA TANAH
Kedalaman fondasi, Df = 2.0 m
Berat volume tanah, = 16.70 kN/m3
Sudut gesek dalam, = 40 °
Kohesi, c= 0.00 kPa
Tahanan konus rata-rata (hasil pengujian sondir), qc = 54.25 kg/cm2
DIMENSI FONDASI
Lebar fondasi arah x, Bx = 1.5 m
Lebar fondasi arah y, By = 1.5 m
Tebal fondasi, h= 0.35 m
Lebar kolom arah x, bx = 0.45 m
Lebar kolom arah y, by = 0.45 m

Posisi kolom (dalam = 40, tepi = 30, sudut = 20) s = 40


BAHAN KONSTRUKSI
Kuat tekan beton, fc' = 30 MPa
Kuat leleh baja tulangan, fy = 400 MPa
Berat beton bertulang, c = 24 kN/m3
BEBAN RENCANA FONDASI
Gaya aksial akibat beban terfaktor, Pu = 229.53 kN
Momen arah x akibat beban terfaktor, Mux = 2.08 kNm
Momen arah y akibat beban terfaktor, Muy = 15.54 kNm

 Kapasitas Dukung Tanah


o Menurut Terzaghi Dan Peck(1943)
Kapasitas daya dukung ultimit tanah :

∗ ∗ . ∗ ∗ ∗ . ∗ ∗ ∗ . ∗

= kohesi tanah (KN/m2) c = 0.00


= Kedalaman Pondasi (m) = 2.00
= Berat Volume Tanah (KN/m3) = 16.70
= Lebar Pondasi (m) B=Bx = 1.5
= Panjang Pondasi (m) B=By = 1.5
Sudut geser dalam, = 40°

∗ = 0.6981 rad

∗ ∗
= 5,388
3∗ 45° ∗ 33° = 134,31

Faktor kapasitas dukung tanah menurut terzaghi :

∗ / 2∗ 45 1 = 95,66

/ 2∗ 45 ∗ tan 1 = 81,27

∗ tan ∗ 1 = 95,61
Kapasitas daya dukung tanah menurut terzaghi :

∗ ∗ . ∗ ∗ ∗ . ∗ ∗ ∗ . ∗

= ,
KN/m2
Kapasitas dukung tanah, = , /

o Menurut Mayerhof(1956)
Kapasitas daya dukung tanah menurut mayerhof :
∗ . / ∗ (dalam kg/cm2)

Dengan, . ∗ / harus 1.33

= tahanan konus rata – rata hasil sondir pada pondasi(kg/cm2)


= Lebar Pondasi (m) B=Bx = 1.5
= kedalaman Pondasi (m) = 2.00
. ∗ / =1.44
Diambil, .
Tahanan konus rata – rata hasil sondir pada dasar pondasi,
54,25kg/cm2
∗ . / ∗ = 3,148 kg/cm2

Kapasitas dukung ijin tanah, = 314,85 KN/m2


Kapasitas daya dukung tanah yang dipakai adalah :
= , /
 Kontrol tegangan tanah

Luas dasar foot plat, A = Bx x By = 1,5 x 1,5 = 2,25 m2


Tahanan momen arah x, Wx = 1/6 * By*Bx2 = 0,5625 m3
Tahanan momen arah y, Wy = 1/6 * Bx*By2 = 0,5625 m3
Tinggi tanah diatas foot plat z = Df – h = 2-0,35 = 1,65 m
Tekanan akibat berat foot plat dan tanah, ∗ ∗ 35,96 /
Tegangan tanah maksimum yang terjadi pada dasar pondasi :

169,29 /

169,29 / 314,85 / ….ok!

106,64 /

0 ….tidak terjadi tegangan tarik!


 Gaya Geser Pada Foot Plat

o Tinjau Geser Arah X

Jarak pusat tulangan tehadap sisi luar beton, d’ = 0,040 m


Tebal efektif foot plat, d = h-d’ = 0,310 m
Jarak bid. Kritis terhadap sisi luar foot plat,
/2 = 0,370 m
Tegangan tanah pada bidang kritis geser arah x,

∗ = 91,19 KN/m2

Gaya geser arah x,



∗ ∗ = 52,33 KN

Lebar bidang geser untuk tinjauan arah x, = 1500 mm


Tebal efektif foot plat, d = 310 mm
Rasio sisi panjang thd. Sisi pendek kolom, / = 1,00
Kuat geser foot plat arah x, diambil nilai terkecil dari Vc yang diperoleh dari
pers.sbb. :

1 2/ ∗ ′ ∗ ∗ ∗ 10 = 1162,50 KN

∗ 2 ∗ ′∗ ∗ ∗ 10 = 387,50 KN

1/3 ∗ ′∗ ∗ ∗ 10 = 775 KN
Diambil, kuat geser foot plat = 387,50 KN
Faktor reduksi kekuatan geser, = 0,75
Kuat geser foot plat ∗ = 290,63 KN
Syarat yang harus dipenuhi,

290,63 KN 52,33 KN ……ok!

o Tinjau Geser Arah Y

Jarak pusat tulangan tehadap sisi luar beton, d’ = 0,050 m


Tebal efektif foot plat, d = h-d’ = 0,300 m
Jarak bid. Kritis terhadap sisi luar foot plat,
/2 = 0,375 m
Tegangan tanah pada bidang kritis geser arah y,

∗ = 153,63 KN/m2

Gaya geser arah y,



∗ ∗ = 70,60 KN

Lebar bidang geser untuk tinjauan arah y, = 1500 mm


Tebal efektif foot plat, d = 300 mm
Rasio sisi panjang thd. Sisi pendek kolom, / = 1,00
Kuat geser foot plat arah y, diambil nilai terkecil dari Vc yang diperoleh dari
pers.sbb. :
1 2/ ∗ ′ ∗ ∗ ∗ 10 = 1125 KN

∗ 2 ∗ ′∗ ∗ ∗ 10 = 1875 KN

1/3 ∗ ′∗ ∗ ∗ 10 = 750 KN
Diambil, kuat geser foot plat = 750 KN
Faktor reduksi kekuatan geser, = 0,75
Kuat geser foot plat ∗ = 562,50 KN
Syarat yang harus dipenuhi,

562,50 KN 70,60 KN ……ok!

o Tinjau Geser 2 Arah (pons)

Jarak pusat tulangan tehadap sisi luar beton, d’ = 0,050 m


Tebal efektif foot plat, d = h-d’ = 0,300 m
Lebar bidang geser pons arah x, 2∗ = 1,05 m
Lebar bidang geser pons arah y, 2∗ = 1,05 m
Gaya geser pons yang terjadi,

∗ ∗ ∗ = 117,06 KN

Luas bidang geser pons, 2∗ ∗ = 1,26 m2


Lebar bidang geser pons, 2∗ = 4,2 m
Rasio sisi panjang thd. Sisi pendek kolom, / = 1,00
Tegangan geser pons, diambil nilai terkecil dari yang diperoleh dari pers sbb.

1 2/ ∗ ′/6 = 2,50 MPa

∗ 2 ∗ ′/12 = 2,024 MPa

1/3 ∗ ′ = 1,667 MPa


Tegangan geser pons yang disyaratkan, = 1,667 MPa
Faktor reduksi kekuatan geser pons, = 0,75
Kuat geser pons ∗ ∗ ∗ ∗ 10 = 1575 KN
Syarat yang harus dipenuhi,

1575 KN 117,06 KN ……ok!

1575 KN 229,53 KN ……ok!

 Pembesian Foot Plat

o Tulangan Lentur Arah X

Jarak tepi kolom terhadap sisi luar foot plat,


/2 = 0,525 m
Tegangan tanah pada tepi kolom,

∗ = 147,37 KN/m2

Momen yang terjadi pada plat fondasi akibat tegangan tanah,


∗ ∗ ∗ = 26,05 KNm

Lebar plat fondasi yang ditinjau, = 1500 mm


Tebal plat fondasi, h = 350 mm
Jarak pusat tulangan thd. Sisi luar beton, d’ = 40 mm
Tebal efektif plat, d = h – d’ = 310 mm
Kuat tekan beton, fc’ = 25 MPa
Kuat leleh baja tulangan, fy = 400 MPa
Modulus elastisitas baja, Es = 2.00E+05 MPa
Faktor distribusi teg. Beton, = 0,85

∗ 0.85 ∗ ∗ 600/ 600 = 0,027

Faktor reduksi kekuatan lentur, = 0,8

0.75 ∗ ∗ ∗ 1 ∗ 0.75 ∗ ∗ / 0.85 ∗ = 6,57

/ = 32,57 KNm
∗ 10 / ∗ = 0,226
……ok!
Rasio tulangan yang diperlukan,

0.85 ∗ ∗ 1 1 2∗ / 0.85 ∗ = 0,0006

Rasio tulangan minimum, = 0,0025


Rasio tulangan yang digunakan, = 0,0025
Luas tulangan yang diperlukan, ∗ ∗ = 1162,50 mm2
Diameter tulangan yang digunakan, D16
Jarak tulangan yang diperlukan, ∗ ∗ / = 259 mm

Jarak tulangan maksimum, = 200 mm


Jartak tulangan yang digunakan, = 150 mm
Digunakan tulangan, D16 – 150 mm
Luas tulangan terpakai, ∗ ∗ / =2010,62 mm2
o Tulangan Lentur Arah Y

Jarak tepi kolom terhadap sisi luar foot plat,


/2 = 0,525 m
Tegangan tanah pada tepi kolom,

∗ = 147,37 KN/m2

Momen yang terjadi pada plat fondasi akibat tegangan tanah,

∗ ∗ ∗ = 26,05 KNm

Lebar plat fondasi yang ditinjau, = 1500 mm


Tebal plat fondasi, h = 350 mm
Jarak pusat tulangan thd. Sisi luar beton, d’ = 50 mm
Tebal efektif plat, d = h – d’ = 300 mm
Kuat tekan beton, fc’ = 30 MPa
Kuat leleh baja tulangan, fy = 400 MPa
Modulus elastisitas baja, Es = 2.00E+05 MPa
Faktor distribusi teg. Beton, = 0,85

∗ 0.85 ∗ ∗ 600/ 600 = 0,027

Faktor reduksi kekuatan lentur, = 0,8


0.75 ∗ ∗ ∗ 1 ∗ 0.75 ∗ ∗ / 0.85 ∗ = 6,57

/ = 32,57 KNm
∗ 10 / ∗ = 0,241
……ok!
Rasio tulangan yang diperlukan,

0.85 ∗ ∗ 1 1 2∗ / 0.85 ∗ = 0,0006

Rasio tulangan minimum, = 0,0025


Rasio tulangan yang digunakan, = 0,0025
Luas tulangan yang diperlukan, ∗ ∗ = 1125 mm2
Diameter tulangan yang digunakan, D16
Jarak tulangan yang diperlukan, ∗ ∗ / = 268 mm

Jarak tulangan maksimum, = 200 mm


Jartak tulangan yang digunakan, = 150 mm
Digunakan tulangan, D16 – 150 mm
Luas tulangan terpakai, ∗ ∗ / =2010,62 mm2

o Tulangan Susut

Rasio tulangan susut minimum, = 0,0014


Luas tulangan susut arah x, ∗ ∗ = 651 mm2
Luas tulangan susut arah y, ∗ ∗ = 630 mm2
Diameter tulangan yang digunakan, 12
Jarak tulangan susut arah x, ∗ϕ ∗ / = 261 mm

Jarak tulangan susut maksimum arah x, = 200 mm


Jarak tulangan susut arah x yang digunakan, = 200 mm
Jarak tulangan susut arah y, ∗ϕ ∗ / = 269 mm

Jarak tulangan susut maksimum arah y, = 200


Jarak tulangan susut arah y yang digunakan, = 200 mm
Digunakan tulangan susut arah x, ϕ12 200
Digunakan tulangan susut arah y, ϕ12 200
 Analisa daya dukung pondasi Tiang Pancang.

o Kuat tekan beton rencana . f’c 30 Mpa ; f’y = 400 Mpa

o Dimensi tiang pancang yang akan dipakai 35 x 35 cm

1. Daya dukung berdasarkan data (SPT)

Daya dukung ijin tiang

Q all = Ab.qf/3 + As.fs/2

Qall = 588,87KN = 58,89 ton

Dipakai

Q = 60 ton. Untuk perencanaan selanjutnya.


Perhitungan kekuatan pondasi

DATA BAHAN PILECAP


Kuat tekan beton, fc' = 30 MPa
Kuat leleh baja tulangan deform ( ≥10 mm ), fy = 400 MPa
Kuat leleh baja tulangan polos ( <10 mm ), fy = 240 MPa
Berat beton bertulang, wc = 24 kN/m3
DATA DIMENSI FONDASI
Lebar kolom arah x, bx = 0.40 m
Lebar kolom arah y, by = 0.40 m
Jarak tiang pancang tepi terhadap sisi luar beton, a= 0.60 m
Tebal
pilecap, h= 0.8 m
Tebal tanah di atas pilecap, z= 0.4 m
Berat volume tanah di atas pilecap, ws = 18.00 kN/m3
Posisi kolom (dalam = 40, tepi = 30, sudut = 20) as = 40

DATA BEBAN
FONDASI
Gaya aksial kolom akibat beban terfaktor, Puk = 111.27 kN
Momen arah x akibat beban terfaktor. Mux = 65.33 kNm
Momen arah y akibat beban terfaktor. Muy = 0.00 kNm
Gaya lateral arah x akibat beban terfaktor, Hux = 20 kN
Gaya lateral arah y akibat beban terfaktor, Huy = 10 kN
Tahanan aksial tiang pancang, f * Pn = 360 kN
Tahanan lateral tiang pancang, f * Hn = 20.00 kN

DATA SUSUNAN TIANG


PANCANG
Susunan tiang pancang arah x : Susunan tiang pancang arah y :
No. Jumlah x n * x2 No. Jumlah y n * y2
n (m) (m2) n (m) (m2)
1 1 0.50 0.25 1 1 0.00 0.00
2 1 -0.50 0.25

n= 2 = 0.50 n= 1 S y2 = 0.00
Lebar pilecap arah x, Lx = 2.25
Lebar pilecap arah y, Ly = 1.2

1. Gaya aksial pada tiang pancang

Berat tanah di atas pilecap, Ws = Lx*Ly*z*Ws = 42,77 KN

Berat pilecap, Wc = Lx*Ly*h*Wc = 22,18 KN

Total gaya aksial terfaktor, Pu = Puk + 1,2*Ws+1,2Wc = 377,93 KN

Lengan maksimum tiang pancang arah x thd pusat,

Xmax = 0,5 m

Xmin = -0,5 m

Gaya aksial maksimum dan minimum pada tiang pancang,


, ,
∗ ∑
65,33 ∗ 218,28 KN
,

, ,
∗ ∑
65,33 ∗ 159,66 KN
,

218,28 360 KN ……aman(ok!)


2. Gaya lateral pada tiang pancang

Gaya lateral arah x pada tiang, hux =Hux/n = 1,07 KN

Gaya lateral arah y pada tiang, huy =Huy/n = 11,98 KN

Gaya lateral kombinasi dua arah

12,02

12,02 20 ……aman (ok!)

3. Tinjauan terhadap geser.

Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 0.1 m


Tebal efektif pilecap, d = h - d' = 0.7 m
Jarak bid. kritis terhadap sisi luar, cx = ( Lx - bx - d ) / 2 =0.550m
Berat beton, W1 = cx * Ly * h * wc =12,67Kn
Berat tanah, W2 = cx * Ly * z * ws =10,69Kn
Gaya geser arah x, Vux = pumax - W1 - W2 = 212,02Kn
Lebar bidang geser untuk tinjauan arah x, b = Ly = 1200 mm
Tebal efektif pilecap, d =700 mm
Rasio sisi panjang thd. sisi pendek kolom, bc = bx / by = 1

Vc = [ 1 + 2 / bc ] * √ fc' * b * d / 6 * 10-3 = 2100 KN

Vc = [ as * d / b + 2 ] * √ fc' * b * d / 12 * 10-3 = 8866,66 KN

Vc = 1 / 3 * √ fc' * b * d * 10-3 = 1400 KN


Diambil yang terkecil

1400 KN

∅ 0,75

∅ 1400 ∗ 0,75 1050 KN

1050 212,02 …..aman ( ok)

4. Pembesian pilecap

Jarak tepi kolom terhadap sisi luar pilecap Cx = (Lx – bx)/2 = 0,900

Jarak tiang thd sisi kolom ex = Cx – a = 0,300

Berat beton, W1= Cx*Ly*h*Wc = 20,73 KN

Berat tanah, W2= Cx*Ly*z*Ws = 17,5 KN


Momen yang terjadi pada pilecap,

2∗ ∗ ∗ ∗ 124,03

Lebar plecap yang ditinjau, b = Ly =1200 mm

Tebal pilecap, h = 800 mm

Jarak pusat tulangan thd sisi luar beton, d’ = 100 mm

Tebal efektif plat, d = h -d’ = 700 mm

Kuat tekan beton, fc’ = 30 MPa

Kuat leleh baja tulangan, fy = 400 MPa

Modulus elastisitas beton, Es = 2*105 MPa

Faktor distribusi teg. beton,

∗ 0,85 ∗ ∗ 0,027

Faktor reduksi kekuatan lentur,

0,75 ∗ ∗ ∗ 1 0,5 ∗ 0,75 ∗ ∗ / 0,85 ∗ 6,57

155,03

∗ 0,264

….aman (ok)

. ∗
∗ 1 1 2∗ / 0.85 ∗ 0,0007

0,0025

Dipakai

∗ ∗ 2100 mm2

Dipakai D16

Jarak tulangan yang diperlukan

∗ ∗ 115 mm
Jarak tulangan maksimum s = 200 mm

Dipakai s = 100 mm

Luas tulangan terpakai

∗ ∗ 2412,74 mm2

∗ 50% 1206,37 mm2

∗ ∗ 200 mm

Jarak tulangan maksimum s = 200 mm

Dipakai D16 - 100 mm

∗ ∗ 2412,74 mm2

5. Tulangan susut

Rasio tulangan susut minimum,


Luas tulangan susut, ∗ ∗ 1176 mm2

Diameter tulangan yang digunakan 12

Jarak tulangan susut, ∗∅ ∗ 115 mm

Jarak tulangan susut maksimum,


Jarak tulangan susut yang digunakan, s = 100 mm
Digunakan tulangan susut arah x yang digunakan, 12-100
Gambar penulangan pile cap

2. Perhitungan Pelat

Pada bangunan utama system lantai adalah pelat dan balok. Perhitungan gaya-

gaya dalam pelat ditentukan secara langsung dan otomatis oleh Program SAP

2000.

Data Perhitungan
Concrete Compression Strength = 300 kg/cm2 (Cube test 28 days)
Bending Reinforcement Yield Stress (fy) = 4000 kg/cm2
Shear Reinforcement Yield Stress (fys) = 2400 kg/cm2

Pembebanan Pelat Lantai


Basement
 Dead load
1. Slab 200 mm = 480 kg/m2
2. Finishing = 105 kg/m2
3. Ceiling = 25 kg/m2
Total Dead Load = 610 kg/m2
 live load = 250 kg/m2
Lantai Satu
 Dead load
1. Slab 120 mm = 288 kg/m2
2. Finishing = 105 kg/m2
3. Ceiling = 25 kg/m2
Total Dead Load = 418 kg/m2
 live load = 250 kg/m2
Lantai Dua
 Dead load
1. Slab 150 mm = 288 kg/m2
2. Finishing = 105 kg/m2
3. Ceiling = 25 kg/m2
Total Dead Load = 418 kg/m2
 live load = 250 kg/m2

Lantai Tiga
 Dead load
1. Slab 150 mm = 288 kg/m2
2. Finishing = 105 kg/m2
3. Ceiling = 25 kg/m2
Total Dead Load = 418 kg/m2
 live load = 250 kg/m2

Atap
 Dead load
1. Slab 120 mm = 288 kg/m2
2. Finishing = 105 kg/m2
3. Ceiling = 25 kg/m2
Total Dead Load = 418 kg/m2
 live load = 100 kg/m2

Perhitungan Penulangan Pelat lantai dilampirkan pada Lampiran 1


3. Perhitungan Baja

1. Perhitungan Tumpuan (Bearing)

a 0 .9 5 h t a

B I
f f

L
J

h t
h

P u
f f
M u

V u
DATA BEBAN
BEBAN KOLOM KOLOM
Gaya aksial akibat beban terfaktor, Pu = 554860.71 N
Momen akibat beban terfaktor, Mu = 98343223.8 Nmm
Gaya geser akibat beban terfaktor, Vu = 18957.71 N
DATA PLAT
PLAT TUMPUAN (BASE PLATE) TUMPUAN
Tegangan leleh baja, fy = 240 MPa
Tegangan tarik putus plat, fu p = 370 MPa
Lebar plat tumpuan, B= 500 mm
Panjang plat tumpuan, L= 500 mm
Tebal plat tumpuan, t= 25 mm
DATA KOLOM
KOLOM PEDESTRAL BETON
Kuat tekan beton, fc' = 30 MPa
Lebar penampang kolom, I= 450 mm
Panjang penampang kolom, J= 450 mm
DATA KOLOM
DIMENSI KOLOM BAJA BAJA
Profil baja : HB 400.400.13.21
Tinggi total, ht = 400 mm
Lebar sayap, bf = 400 mm
Tebal badan, tw = 13 mm
Tebal sayap, tf = 21 mm
DATA ANGKUR
ANGKUR BAUT BAUT
Jenis angkur baut, Tipe : A-325
Tegangan tarik putus angkur baut, fu b = 825 MPa
Tegangan leleh angkur baut, fy = 400 MPa
Diameter angkur baut, d= 22 mm
Jumlah angkur baut pada sisi tarik, nt = 6 bh
Jumlah angkur baut pada sisi tekan, nc = 6 bh
Jarak baut terhadap pusat penampang kolom, f= 150 mm
Panjang angkur baut yang tertanam di beton, La = 450 mm
1. Data Tumpuan

2. Exsentrisitas Beban

h t
h
P u

f e
e c

f c u

e t Y / 3
P u + P t
Y
P t
L

Eksentrisitas beban,
e = Mu / Pu = 177.24 mm
L/6= 83.33 mm
e >L/6 (OK)

h = ht - tf = 379 mm
et = f + h / 2 = 340 mm
ec = f - h / 2 = -39.5 mm

Jumlah angkur baut total,


n = nt + nc = 12 bh
3. Tahanan Tumpu Beton

Gaya tarik pada angkur baut, ∗ -64557 N

Gaya tekan total pada plat tumpuan, 490304 N

Panjang bidang tegangan tekan beton, 3∗ 181.50 mm

Luas plat tumpuan baja, ∗ 250000 mm2

Luas penampang kolom pedestral, ∗ 202500 mm2

Tegangan tumpu nominal, 0.85 ∗ ∗ / 22.95 MPa

1.7 ∗ 51 MPa

Tegangan tumpu nominal beton yang digunakan, 22.95 MPa

Faktor reduksi kekuatan tekan beton, 0.65

Tegangan tumpu yang diijinkan, ∗ 14.92 MPa

Tegangan tumpu maksimum yang terjadi pada beton,

2∗ 10.81 MPa

Syarat yang harus dipenuhi :

10.81 14.92 …..ok!


4. Kontrol Dimensi Plat Tumpuan

Lebar minimum plat tumpuan yang diperlukan,

362 mm
. ∗ ∗ ∗

Lebar play yang digunakan, B = 500 mm

Syarat yang harus dipenuhi :

362 500 ….ok!

Panjang bagian plat tumpuan jepit bebas,

. ∗
60 mm

1 ∗ 7.233 MPa

Modulus penampang plastis, ∗ ∗ 78125 mm3

Momen yang terjadi pada plat akibat beban terfaktor,

∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ 8653409 Nmm

Tahanan momen nominal plat, ∗ 18750000 Nmm

Faktor reduksi kekuatan lentur, 0.9

Tahanan momen plat, ∗ 16875000


Syarat yang harus dipenuhi :

8653409 Nmm 16875000 Nmm ….ok!

5. Gaya Tarik Pada Angkur Baut

Gaya tarik pada angkur baut, Tu1 = Pt / nt = 16139 N


Tegangan tarik putus angkur baut, fu b = 825 MPa
Luas penampang angkur baut, Ab = p / 4 * d2 = 380 mm2
Faktor reduksi kekuatan tarik, ft = 0.9
b
Tahanan tarik nominal angkur baut, Tn = 0.75 * Ab * fu = 235207 N
Tahanan tarik angkur baut, ft * Tn = 211686 N
Syarat yang harus dipenuhi :
Tu1 ft * Tn
16139 < 211686 AMAN (OK)

6. Gaya Geser Pada Angkur Baut

Gaya geser pada angkur


baut, Vu1 = Vu / n = 2370 N
Tegangan tarik putus baut, fu b = 825 MPa
Jumlah penampang geser, m= 1
Faktor pengaruh ulir pada bidang geser, r1 = 0.4
2
Luas penampang baut, Ab = p / 4 * d = 380 mm2
Faktor reduksi kekuatan geser, ff = 0.75
Vn = r1 * m * Ab
Tahanan geser nominal, * fub = 125444 N
Tahanan geser angkur baut, ff * Vn = 94083 N
Syarat yang harus dipenuhi :

Vu1 ff * Vn
AMAN
2370 < 94083 (OK)
7. Gaya Tumpu Pada Angkur Baut

Gaya tumpu pada angkur baut, Ru1 = Vu1 = 2370 N


Diameter baut, d= 22 mm
Tebal plat tumpu, t= 25 mm
p
Tegangan tarik putus plat, fu = 370 MPa
Rn = 2.4 *
Tahanan tumpu nominal, d * t * fup = 488400 N
Tahanan tumpu, ff * Rn = 366300 N
Syarat yang harus dipenuhi :
Ru1 ff * Rn
AMAN
2370 < 366300 (OK)

8. Kombinasi Geser Dan Tarik

Konstanta tegangan untuk baut mutu tinggi, f1 = 807 MPa


f2 = 621 MPa
Faktor pengaruh ulir pada bidang geser, r2 = 1.9
Tegangan geser akibat beban
terfaktor, fuv = Vu / ( n * Ab ) = 6.23 MPa
Kuat geser angkur baut, ff * r1 * m * fub = 247.50 MPa

Syarat yang harus dipenuhi :


fuv = Vu / ( n * Ab ) ff * r1 * m * fub
AMAN
6.23 < 247.50 ® (OK)
Gaya tarik akibat beban terfaktor, Tu1 = 16139 N
Tahanan tarik angkur baut, ff * Tn = ff * f1 * Ab = 230075 N
Syarat yang harus dipenuhi :
Tu1 ff * f1 * Ab
AMAN
16139 < 230075 ® (OK)
Kuat tarik angkur baut, ft = 0.75 * fub = 618.75 MPa
Batas tegangan kombinasi, f1 - r2 * fuv = 795.16 MPa
f2 = 621 MPa
Syarat yang harus dipenuhi :
ft f1 - r2 * fuv
AMAN
618.75 < 795.16 ® (OK)
Syarat yang harus dipenuhi :
ft f2
AMAN
618.75 < 621 ® (OK)

9. Kontrol Panjang Angkur Baut

Panjang angkur tanam yang digunakan, La = 450 mm


Kuat tekan
beton, fc' = 30
Tegangan leleh baja, fy = 400
Diameter angkur baut, d= 22
Panjang angkur tanam minimum yang diperlukan,
Lmin = fy / ( 4 * Ö
fc' ) * d = 402 mm
Syarat yang harus dipenuhi :
Lmin La
AMAN
402 < 450 (OK)
2. Perhitungan Sambungan Balok-Kolom

1. Data sambungan

Gaya geser akibat beban terfaktor, Vu = 353215.7 N


Momen akibat beban terfaktor, Mu = 28099420 Nmm
1.1. BAUT

Jenis baut yang digunakan, Tipe baut : A-325


Tegangan tarik putus baut, fu b = 825 MPa
Diameter baut d= 22 mm
Jarak antara baut, a= 110 mm
Jumlah baut dalam satu baris, nx = 2 bh
Jumlah baris baut, ny = 6 baris
Faktor reduksi kekuatan tarik baut, ft = 0.75
Faktor reduksi kekuatan geser baut, ff = 0.75

1.2 PLAT SAMBUNG

Tegangan leleh plat, fy = 240 MPa

Tegangan tarik putus plat, = 370 MPa

Lebar plat sambung, b = 220 mm

Tebal plat sambung, t = 18 mm

2. Letak Garis Netral

Jumlah baut total, ∗ = 12 buah

Tinggi plat sambung, ∗ = 660 mm

Lebar plat sambung ekivalen sebagai pengganti baut tarik,


∗ 6.912 mm

Lebar efektif plat sambung bagian tekan, 0.75 ∗ 165 mm

Misal garis netral terletak pada jarak x dari sisi atas plat sambung.

Momen statis luasan terhadap garis netral,


∗ ∗ 1.2 ∗ ∗

∗ ∗ ∗ ∗ ∗ 0

Ax = (b' - )/2 = 79
Bx = - b' * h = -108900
Cx = 1/2 * b' * h2 = 35937000
Dx = Bx2 - 4 * Ax * Cx = 496757427
x = [ - Bx - Dx ] / ( 2 * Ax ) = 547.87

3. Tegangan Yang Terjadi Pada Baut

Persamaan hubungan tegangan,

/ ∗

Persamaan momen,

∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗

Maka diperoleh,

3∗ / ∗ ∗

= 33.73 MPa

= 6.90 MPa

= 30.34 MPa

Tegangan tarik putus pada baut dan plat :

Tegangan tarik putus baut, = 825 MPa

Tegangan tarik putus Plat, = 370 MPa


4. Gaya Tarik Pada Baut

Gaya tarik yang terjadi pada baut baris teratas, ∗ ∗ = 23070 N

Gaya tarik yang ditahan satu baut, / = 11535 N

Luas penampang baut, ∗ = 380 mm2

Tahanan tarik nominal satu baut, 0.75 ∗ ∗ = 235207 N

Tahanan tarik satu baut, ∅ ∗ = 176405 N

Syarat yang harus dipenuhi :

∅ ∗

11535 N 176405 N …..ok!

5. Gaya Geser Pada Baut

Gaya geser yang ditahan oleh satu baut, / = 29435 N

Kondisi sambungan baut geser tunggal, maka nilai, =1

Faktor pengaruh ulir pada bidang geser,, = 0.4

Luas penampang baut, ∗ = 380 mm2

Tahanan geser nominal baut, ∗ ∗ ∗ = 125444 N

Tahanan geser baut, ∅ ∗ = 94083 N

Syarat yang harus dipenuhi :

∅ ∗

29435 N 94083 N …..ok!


6. Gaya Tumpu Pada Baut

Gaya tumpu yang ditahan oleh satu baut, = 29435 N

Diameter baut, = 22 mm

Tebal plat sambung, = 18 mm

Tegangan tarik putus plat, = 370 MPa

Tahanan tumpu nominal, 2.4 ∗ ∗ ∗ = 351648 N

Tahanan tumpu, ∅ ∗ = 263736 N

Syarat yang harus dipenuhi :

∅ ∗

29435 N 263736 N …..ok!

7. Kombinasi Geser Dan Tarik

Konstanta tegangan (f1) untuk baut mutu tinggi, = 807 MPa

Konstanta tegangan (f2) untuk baut mutu tinggi, = 621 MPa

Faktor pengaruh ulir pada bidang geser, = 1.9

Tegangan geser yang terjadi, / ∗ = 77.43 MPa

Tahanan geser baut, ∅ ∗ ∗ ∗ = 247.50 MPa

Tahanan tumpu nominal, 2.4 ∗ ∗ ∗ = 351648 N

Syarat yang harus dipenuhi :

∅ ∗ ∗ ∗

77.43 MPa 247.50 MPa …..ok!

Gaya tarik yang tejadi, = 11535 N


Tahanan tarik baut, ∅ ∗ ∅ ∗ ∗ = 230075 N

Syarat yang harus dipenuhi :

∅ ∗

11535 N 230075 N ….ok!

Tegangan tarik, 0.75 ∗ = 618.75 MPa

Nilai tegangan kombinasi, ∗ = 659.88 MPa

Syarat yang harus dipenuhi :

618.75 MPa 659.88 MPa….ok!

Syarat yang harus dipenuhi :

618.75 MPa 621 MPa….ok!


Denpasar , 04 Oktober 2017

Ir. Ketut Ardhana, MT, IP- Md


No reg: 1.2.201.2.025.09.1078421
THE REGENT SCHOOL
GAMBAR 3D
SAP2000 10/4/17 17:54:23

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - 3-D View - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/4/17 17:56:31

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - 3-D View - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/4/17 17:59:04

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - 3-D View - Kgf, m, C Units
DISPLACEMENT
SAP2000 10/5/17 11:33:19

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Deformed Shape (COMB19) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 11:42:16

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Deformed Shape (COMB19) - Kgf, m, C Units
GAYA – GAYA DALAM
GAYA LINTANG
SAP2000 10/5/17 14:48:07

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Shear Force 2-2 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 14:57:47

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Shear Force 2-2 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 14:58:55

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Shear Force 2-2 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 14:48:55

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Shear Force 2-2 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 14:50:50

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Shear Force 2-2 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 14:51:36

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Shear Force 2-2 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 14:52:18

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Shear Force 2-2 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 14:52:46

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Shear Force 2-2 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 14:54:04

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Shear Force 2-2 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 14:55:02

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Shear Force 2-2 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 14:55:47

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Shear Force 2-2 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
GAYA MOMEN
SAP2000 10/5/17 15:00:22

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:08:28

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:08:57

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:09:31

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:10:02

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:10:26

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:11:03

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:01:15

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:02:18

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:03:38

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:05:37

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:06:31

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:07:01

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:07:25

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/5/17 15:07:59

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Moment 3-3 Diagram (COMB2) - Kgf, m, C Units
LUAS TULANGAN
LUAS TULANGAN
BALOK
SAP2000 10/5/17 15:13:50

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Longitudinal Reinforcing Area (ACI 318-02) - Kgf, cm, C Units
LUAS TULANGAN
PORTAL
SAP2000 10/5/17 15:15:40

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Longitudinal Reinforcing Area (ACI 318-02) - Kgf, cm, C Units
STRENGTH RATIO
SAP2000 10/6/17 11:32:46

0.00 0.50 0.70 0.90 1.00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Steel P-M Interaction Ratios (AISC-LRFD93) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/6/17 11:38:48

0.00 0.50 0.70 0.90 1.00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Steel P-M Interaction Ratios (AISC-LRFD93) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/6/17 11:39:03

0.00 0.50 0.70 0.90 1.00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Steel P-M Interaction Ratios (AISC-LRFD93) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/6/17 11:33:20

0.00 0.50 0.70 0.90 1.00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Steel P-M Interaction Ratios (AISC-LRFD93) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/6/17 11:34:12

0.00 0.50 0.70 0.90 1.00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Steel P-M Interaction Ratios (AISC-LRFD93) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/6/17 11:35:11

0.00 0.50 0.70 0.90 1.00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Steel P-M Interaction Ratios (AISC-LRFD93) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/6/17 11:35:30

0.00 0.50 0.70 0.90 1.00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Steel P-M Interaction Ratios (AISC-LRFD93) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/6/17 11:36:05

0.00 0.50 0.70 0.90 1.00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Steel P-M Interaction Ratios (AISC-LRFD93) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/6/17 11:37:31

0.00 0.50 0.70 0.90 1.00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Steel P-M Interaction Ratios (AISC-LRFD93) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/6/17 11:37:50

0.00 0.50 0.70 0.90 1.00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Steel P-M Interaction Ratios (AISC-LRFD93) - Kgf, m, C Units
SAP2000 10/6/17 11:38:20

0.00 0.50 0.70 0.90 1.00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Steel P-M Interaction Ratios (AISC-LRFD93) - Kgf, m, C Units
REAKSI JOINT
SAP2000 10/6/17 11:17:07

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Joint Reactions (COMB19) - Tonf, m, C Units
SAP2000 10/6/17 11:20:00

SAP2000 v15.0.1 - File:gym dan cental _V15 - Joint Reactions (COMB19) - Tonf, m, C Units