Anda di halaman 1dari 22

- Ziyadah –

Karakteristik-Karakteristik
Islam

Islam adalah agama yang selaras dengan fitrah


manusia. Agama yang menjamin keselamatan
dan keamanan. Kemanusiaan tidak akan
memperoleh kenyamanan dan merealisasikan
kebahagiaan kecuali dengan memeluk Islam dan
menerapkan ajarannya di berbagai bidang.

Dan di antara hal yang menegaskan keagungan


Islam adalah karakteristik-karakteristik yang
menjadi keistimewaan agama ini, yang tidak akan
ditemui pada ideologi dan agama yang lain.

Di antara karakteristik-karakterisitik yang


menetapkan keistimewan dan keunggulan Islam
adalah apa yang akan disampaikan dalam
paparan berikut:

1. Islam adalah agama yang diturunkan dari sisi


Allah, karena Dia lebih mengetahui maslahat
yang dibutuhkan oleh hamba-Nya. Allah ta’ala
berfirman,

َ ْ ُ َّ ََ َ ََ
‫أَل َي ْعل ُم َم ْن خل َق َو ُه َو الل ِطيف الخ ِب ُير‬

“Apakah Allah yang menciptakan itu tidak


mengetahui (yang kamu lahirkan atau
rahasiakan); dan Dia Mahahalus lagi
Mahamengetahui?” [al-Mulk: 14].
2. Islam menjelaskan awal dan akhir kehidupan
manusia, serta menjelaskan tujuan penciptaan
mereka.

Allah ta’ala berfirman,

‫س َو ِاح َد ٍة‬ ْ ‫اس َّات ُقوا َ َّب ُك ُم َّالذي َخ َل َق ُك ْم م ْن َن‬


‫ف‬ ‫ر‬ ُ َّ ‫َيا َأ ُّي َها‬
‫الن‬
ٍ ِ ِ
َ ‫ا‬ َّ ََ
‫َوخل َق ِم ْن َها َز ْو َج َها َو َبث ِم ْن ُه َما ِر َجاَل ك ِث ايرا َو ِن َس ااء‬

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada


Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari
seorang diri, dan dari padanya Allah
menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya
Allah memperkembang biakkan laki-laki dan
perempuan yang banyak.” [an-Nisa: 1].

Allah ta’ala berfirman,


ُ ُ ُ ُ ُ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ َْ
‫يدك ْم َو ِم ْن َها ُن ْخ ِر ُجك ْم َتا َر اة أ ْخ َرى‬ ‫ِمنها خلقناكم و ِفيها ن ِع‬
“Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan
kamu dan kepadanya Kami akan
mengembalikan kamu dan daripadanya Kami
akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.”
[Thaha: 55].

Allah ta’ala berfirman,


َّ َ ْ ْ َ َّ ْ ُ ْ َ َ َ َ
‫س ِإَل ِل َي ْع ُب ُدو ِن‬ ‫وما خلقت ال ِجن و ِْلان‬

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia


melainkan supaya mereka mengabdi kepada-
Ku.” [adz-Dzariyat: 56].

3. Islam adalah agama yang selaras dengan fitrah


manusia. Allah ta’ala berfirman,

‫اس‬ َّ ‫َف َأق ْم َو ْج َه َك للدين َحن ايفا ۚ ف ْط َر َت َّّللا َّالتي َف َط َر‬


َ ‫الن‬
ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِ
ََْ َ َْ ُ َ َ َّ ْ َ َ ْ َ َ َ ْ َ َ
‫ين الق ِي ُم َول ِك َّن أكث َر‬ ‫الد‬
ِ ‫ّللا ۚ ذ ِلك‬
ِ ‫يل ِلخل ِق‬ ‫عليها ۚ َل تب ِد‬
َ َ َّ
‫اس َل َي ْعل ُمو َن‬
ِ ‫الن‬
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus
kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah
yang telah menciptakan manusia menurut fitrah
itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.
(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui.” [ar-Rum: 30].

4. Islam adalah agama yang memfungsikan akal


dan memerintahkan untuk bertafakkur. Islam
mencela kebodohan, taklid buta dan lalai dari
cara berfikir yang benar. Allah ta’ala berfirman,
َ َ َ َ َّ َ ‫ُ ْ َ ْ َ ْ َ ي َّ َ َ ْ َ ُ َن‬
‫ين َل َي ْعل ُمون ۚ ِإ َّن َما‬ ‫قل هل يست ِو ال ِذين يعلمو وال ِذ‬

‫اب‬ َ ْ َ ْ ُ ُ ُ َّ َ َ َ
ِ ‫يتذكر أولو ْلالب‬

“Katakanlah, "Adakah sama orang-orang yang


mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui?" Sesungguhnya orang yang
berakallah yang dapat menerima pelajaran.”
[az-Zumar: 9].

Allah ta’ala berfirman,


َ َّ َ َّ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ َ َّ َْ َّ
‫ات‬ٍ ‫ض واخ ِتَل ِف الل ْي ِل والن َه ِار َل َي‬ ِ ‫ات وْلار‬ ِ ‫ِإن ِفي خل ِق السماو‬
َ َْْ ُ
َ‫علَ ٰى ُجنُو ِب ِه ْم َو َيتَفَ َّك ُرون‬ ‫و‬
َ َ ‫ًا‬
‫د‬ ‫و‬ ‫ع‬ُ ‫ق‬ ‫و‬ ‫ا‬
ُ َ ً َ َ‫م‬‫ا‬‫ي‬‫ق‬
ِ ‫َّللا‬
َّ َ‫ون‬ ‫ر‬ ُ
‫ك‬
ُ َ ْ
‫ذ‬ ‫ي‬ ‫ذ‬
َ‫ِين‬ َّ ‫ل‬‫ا‬ . ‫اب‬
ِ ‫ِِل ِولي ْلا‬
‫ب‬ ‫ل‬
َ ‫ع َذ‬
‫اب‬ ُ ‫ض َربَّنَا َما َخلَ ْقتَ ٰ َهذَا َباطِ ًًل‬
َ ‫س ْب َحانَكَ فَ ِقنَا‬ ِ ‫ت َو ْاْل َ ْر‬
ِ ‫س َم َاوا‬ ِ ‫فِي خ َْل‬
َّ ‫ق ال‬
ِ ‫ال َّن‬
‫ار‬

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan


bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): "Ya Rabb kami, tiadalah Engkau
menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci
Engkau, maka peliharalah kami dari siksa
neraka.” [Ali Imran: 190-191].

5. Islam adalah agama yang terdiri dari akidah


dan syari’at. Sempurna pada akidah dan
syari’atnya, bukan agama yang sekadar teori
atau hanya ada di dalam benak, tapi sempurna
di segala sisi karena mencakup akidah yang
benar, aktivitas ibadah yang shalih, praktik
interaksi sosial (mu’amalah) yang dipenuhi
hikmah, akhlak yang luhur, kepribadian yang
indah, sehingga Islam adalah merupakan
agama yang mengatur kehidupan pribadi,ber
masyarakat dan bernegara.

6. Islam adalah agama yang memperhatikan


emosi dan perasaan manusia, kemudian
mengarahkannya pada arah yang tepat
sehingga menjadi sarana untuk menciptakan
kebaikan, bukan sarana untuk menciptakan
kerusakan.

7. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi


keadilan, bahkan terhadap musuh. Allah ta’ala
berfirman,
ْ ْ َ َّ َّ
‫ّللا َيأ ُم ُر ِبال َع ْد ِل‬ ‫ِإن‬

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku


adil.” [an-Nahl: 9].

Allah ta’ala berfirman,


ُ َ َ َ ْ ََ ُ ْ َ ْ ُُْ َ
‫ان ذا ق ْرَبى‬‫ِإذا قلتم فاع ِدلوا ولو ك‬

“Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah


kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah
kerabat(mu).” [al-An’am: 152].

Allah ta’ala berfirman,


َ ْ ُ َّ َ َّ َ ُ ُ ُ َ َ َّ َ ُّ َ َ
‫لِل ش َه َد َاء ِبال ِق ْس ِط ۚ َوَل‬ ِ ِ ‫يا أيها ال ِذين آمنوا كونوا قو ِامين‬
َْ ُ ُ َ َّ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ َّ َ ْ َ
‫آن ق ْو ٍم َعلى أَل ت ْع ِدلوا ۚ ا ْع ِدلوا ُه َو أق َر ُب‬ ‫يج ِرمنكم شن‬
ُ َ
‫ّللا َخ ِبير ِب َما ت ْع َملو َن‬
َ َّ ‫ّللا ۚ إ َّن‬
ِ
َ َّ ‫ل َّلت ْق َوى ۚ َو َّات ُقوا‬
ِ

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah


kamu jadi orang-orang yang selalu
menegakkan (kebenaran) karena Allah,
menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah
sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu
kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak
adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat
kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.” [al-Maidah: 8].

8. Islam adalah agama persaudaraan yang hakiki.


Seluruh kaum muslimin adalah saudara
seagama. Ikatan persaudaraan itu tidak
terpisahkan oleh negara, ras dan warna kulit;
Islam menolak sistem kasta dan sikap rasis.
Tidak pula menyetujui sikap fanatisme pada
ras, warna kulit dan kesukuan. Keunggulan
manusia dalam Islam hanya berpatokan pada
ketakwaan masing-masing individu.

9. Islam adalah agama ilmu, karena itulah


menuntut ilmu diwajibkan atas setiap muslim
dan muslimah. Ilmu itulah yang akan
mengangkat derajat pemiliknya. Allah ta’ala
berfirman,

َ َ ْ ْ ُ ُ َ َّ َ ُ ْ ُ َ َّ ُ َّ َ
ٍ ‫َي ْرف ِع ّللا ال ِذين َآمنوا ِمنك ْم وال ِذين أوتوا ال ِعل َم د َرج‬
ۚ ‫ات‬
َ َ ُ َ ُ َّ َ
‫ّللا ِب َما ت ْع َملون خ ِبير‬ ‫و‬

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang


yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.” [al-Mujadilah: 11].

10. Allah menjamin akan memberikan


kebahagiaan, kemuliaan dan pertolongan
kepada orang dan komunitas yang memeluk
dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam
kehidupan. Allah ta’ala berfirman,

‫ا‬ ََ ْ َ ُْ َ َ َ
‫ص ِال احا ِم ْن ذك ٍر أ ْو أنثى َو ُه َو ُمؤ ِمن فل ُن ْح ِي َي َّن ُه َح َياة‬ َ ‫َم ْن َعم َل‬
ِ
ُ َ َ َ َ ‫َ ا‬
‫ط ِي َبة ۚ َول َن ْج ِزَي َّن ُه ْم أ ْج َر ُه ْم ِبأ ْح َس ِن َما ك ُانوا َي ْع َملو َن‬

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh,


baik laki-laki maupun perempuan dalam
keadaan beriman, maka sesungguhnya akan
Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik
dan sesungguhnya akan Kami beri balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan.” [an-Nahl:
97].

Allah ta’ala berfirman,

َ ْ َ َ َّ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َّ ُ َّ َ َ َ
‫ات ل َي ْس َتخ ِلف َّن ُه ْم‬ ِ ‫وعد ّللا ال ِذين َآمنوا ِمنك ْم وع ِملوا الص ِالح‬
َ َ َ َ َ ‫ف َّالذ‬َ َ ْ َ ْ َ َ َْ ْ
‫ين ِم ْن ق ْب ِل ِه ْم َول ُي َم ِكن َّن ل ُه ْم ِد َين ُه ُم‬ ِ ‫ض كما استخل‬ ِ ‫ِفي ْلار‬
َ َ َ َ َ َ َ َّ
‫ال ِذي ا ْرت َض ى ل ُه ْم َول ُي َب ِدل َّن ُه ْم ِم ْن َب ْع ِد خ ْو ِف ِه ْم أ ْم انا ۚ َي ْع ُب ُدون ِني‬
َ َُ َ ََ َ َ ُ ْ َ
‫َل ُيش ِركون ِبي ش ْي ائا ۚ َو َم ْن كف َر َب ْع َد ذ ِل َك فأول ِئ َك ُه ُم‬

‫اس ُقو َن‬ َْ


ِ ‫الف‬

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang


yang beriman di antara kamu dan mengerjakan
amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-
sungguh akan menjadikan mereka berkuasa
dimuka bumi, sebagaimana Dia telah
menjadikan orang-orang sebelum mereka
berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan
bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya
untuk mereka, dan Dia benar-benar akan
menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka
dalam ketakutan menjadi aman sentausa.
Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada
mempersekutukan sesuatu apapun dengan
Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir
sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-
orang yang fasik.” [an-Nur: 55].

11. Di dalam Islam terkandung berbagai solusi


atas berbagai permasalahan yang ada karena
prinsip-prinsip pokok dan syari’at dalam Islam
mencakup hukum-hukum untuk menyikapi
berbagai realita yang terjadi.

12. Syari’at Islam mengandung hukum-hukum


yang dapat mengatur seluruh kepentingan
masyarakat dan menetapkan keputusan yang
terbaik ketika terjadi pengaburan kepentingan
dan sengketa hak.

13. Islam adalah agama yang mendorong


pemeluknya untuk saling mencintai,
memperhatikan dan menyayangi sesama.
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ْ َ ُ َ ُ ‫َم َث ُل ْاْلُ ْؤمن َين في َت َواده ْم َو َت َر‬
‫اح ِم ِه ْم َوت َعاط ِف ِه ْم َمث ُل ال َج َس ِد‬ ِ ِ ِ ِِ
َّ ‫ضو َت َد َاعى َل ُه َس ِائ ُر ْال َج َس ِد ب‬
‫الس َه ِر‬ ْ ‫اش َت َكى م ْن ُه ُع‬ْ َ
‫ِإذا‬
ِ ِ
ْ
‫َوال ُح َّمى‬

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal


ikatan kasih sayang di antara mereka adalah
bagaikan satu tubuh, apabila ada salah satu
anggota tubuh yang sakit maka anggota tubuh
yang lain ikut merasakan sakit itu, dengan tidak
dapat tidur dan merasa demam.”1

14. Islam adalah agama yang mengajarkan


pemeluknya untuk tekun dan maksimal dalam
bekerja. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

ْ َّ ْ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ُّ َ ْ ُ ْ ْ َ
،‫ف‬ ِ ‫للا ِمن ال ُـمؤ ِم ِن الض ِعي‬ ِ ‫ال ُـمؤ ِمن الق ِـوي خـير وأح ُّب ِإلـى‬
َ ْ َ ْ َ َ ُ َ ْ َ َ َ َ ْ ‫ ا ْحـر‬، ‫َوف ْـي ُكـل َخ ْـيـر‬
‫الل َوَل‬ ِ ‫ص عـلـى ما يـنـفـعـك واست ِعن ِب‬ ِ ِ ٍ ِ
َ َ َ َ ُ َْ َ ْ َ ْ َ ْ ُ َ ََ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ
‫ان كذا‬ ‫ لو أ ِنـي فعلت ك‬:‫ و ِإن أصابك شـيء فـَل تقل‬، ‫تـعجـز‬
َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ ََ َ َ َ
‫ ف ِإ َّن ل ْو ت ْـف َـت ُـح َع َم َل‬،‫للا َو َما ش َاء ف َع َل‬
ِ ‫ قـد ُر‬:‫ ول ِـكن ق ْل‬، ‫وكـذا‬
َ َّ
‫الش ْيط ِان‬

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai


Allâh azza wa jalla daripada mukmin yang
1
HR. al-Bukhari dan Muslim.
lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.
Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan
apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah
pertolongan kepada Allâh (dalam segala
urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau
merasa lemah. Apabila engkau tertimpa
musibah, janganlah engkau berkata,
Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak
akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini
telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa
saja yang Dia kehendaki, karena ucapan
seandainya akan membuka (pintu) perbuatan
syaitan.”2

15. Islam adalah agama yang terbebas dari


kontradiksi. Allah ta’ala berfirman,

2
HR. Muslim.
َ َّ ْ َ ْ ْ َ َ ْ َ َ َ ْ ُ ْ َ ُ َّ َ َ َ َ َ َ
‫ّللا ل َو َج ُدوا‬
ِ ‫أفَل يتدبرون القرآن ۚ ولو كان ِمن ِعن ِد غي ِر‬
َ ‫ْ َ ا‬
‫ِف ِيه اخ ِتَلفا ك ِث ايرا‬

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-


Quran? Kalau kiranya al-Quran itu bukan dari
sisi Allah, tentulah mereka mendapat
pertentangan yang banyak di dalamnya.” [an-
Nisa: 82].

16. Islam memotivasi pemeluknya untuk


mempraktikkan budi pekerti yang luhur. Allah
ta’ala berfirman,
ْ ْ ‫ُخ ِذ ْال َع ْف َو َو ْأ ُم ْر ب ْال ُع ْر ِف َو َأ ْعر‬
‫ض َع ِن ال َج ِاه ِل َين‬ ِ ِ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang


mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah
dari pada orang-orang yang bodoh.” [al-A’raf:
199].
Allah ta’ala berfirman,
َ َ َ َّ َ ُ َ َّ َ َ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ
‫الس ِيئة ۚ ْادف ْع ِبال ِتي ِه َي أ ْح َس ُن ف ِإذا‬ ‫وَل تست ِوي الحسنة وَل‬
ََ َّ
‫ال ِذي َب ْي َن َك َو َب ْي َن ُه َع َد َاوة كأ َّن ُه َو ِلي َح ِميم‬

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.


Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih
baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan
antara dia ada permusuhan seolah-olah telah
menjadi teman yang sangat setia.” [Fushshilat:
34].

17. Islam menjaga akal. Karena itulah khamr,


narkotika dan segala sesuatu yang dapat
merusak akal diharamkan.

18. Islam menjaga harta pemiliknya. Karena


itulah Islam memotivasi dan memuji
pemeluknya yang bersikap amanah,
menjanjikan mereka yang bersikap amanah
dengan kehidupan yang baik di dunia dan
surga di akhirat; karena itu pula Islam
mengharamkan pencurian dan mengancam
pelakunya dengan sanksi pidana dengan
hukuman potong tangan, sehingga setiap orang
tidak melakukan tindak pencurian sesuka hati.
Dengan begitu, apabila seseorang tidak takut
akan hukuman di akhirat, akan tetap muncul
rasa takut akan terkena hukuman di dunia
berupa potong tangan apabila melakukan
pencurian. Warga negara yang hidup di suatu
negara yang menerapkan sanksi-sanksi pidana
dan perdata berdasarkan hukum Islam niscaya
akan merasa aman dan hartanya terjaga.

19. Islam menjaga jiwa. Karena itulah Islam


mengharamkan pembunuhan tanpa alasan
yang benar dan menghukum pelaku
pembunuhan tanpa hak dengan cara diberi
sanksi bunuh (qishash). Apabila seseorang
mengetahui bahwa dengan membunuh tanpa
hak dia dapat dihukum bunuh, niscaya hal itu
akan menahan dirinya dari tindak pembunuhan.

Demikian juga, keluarga orang yang terbunuh


memiliki hak, yang apabila pembunuh dibiarkan
bebas atau dihukum dengan hukuman yang
ringan, niscaya hal itu akan menimbulkan
potensi kekacauan karena akan mengundang
sikap balas dendam dari keluarga yang
terbunuh. Oleh karena itu, Islam menetapkan
hukuman qishash untuk menghindari
kekacauan tersebut.

Qishash pun bukan satu-satunya opsi, tapi


membuka peluang pada ahli waris terbunuh
untuk memperoleh ganjaran pahala akhirat
yang sangat besar dengan memaafkan
pembunuh atau menerima diyat.
Allah ta’ala berfirman,
ُ َّ َ َ ْ َ ْ ُ َ َ َ َ ‫َو َل ُك ْم في ْالق‬
‫اب ل َعلك ْم َت َّت ُقو َن‬
ِ ‫اص حياة يا أ ِولي ْلالب‬
ِ ‫ص‬ ِ ِ

“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan


kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang
yang berakal, supaya kamu bertakwa.” [al-
Baqarah: 179].

Allah ta’ala juga berfirman,

َّ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ َ ْ َ
ِ ‫من عفا وأصلح فأج ُره على‬
‫ّللا‬

“...maka barang siapa memaafkan dan berbuat


baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.”
[asy-Syura: 40].

20. Islam menjaga kesehatan. Allah ta’ala


berfirman,
ُْ َ ُ ُ َ ْ ُُ
‫َوكلوا َواش َرُبوا َوَل ت ْس ِرفوا ۚ ِإ َّن ُه َل ُي ِح ُّب اْل ْس ِر ِف َين‬
“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-
lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.” [al-A’raf:
31].

Alim ulama mengatakan, “Ayat ini menghimpun


seluruh kandungan ilmu kedokteran, karena
makan dan minum yang seimbang merupakan
faktor terbesar untuk menjaga kesehatan.”

21. Itulah sejumlah karakteristik agama Islam


yang menegaskan betapa indah dan
sempurnya agama ini.

‫ا‬
‫تسليما‬ ‫وصل اللهم وسلم وبارك على دمحم وآله وصحبه وسلم‬